Pengamanan Ketapang Diperketat, Penumpang ke Bali justru Naik 2 Persen

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Ketatnya pengamanan pelabuhan selama berlangsungnya KTT G-20, tak berdampak pada aktivitas penyeberangan. Bahkan, penumpang yang menyeberangan dari Jawa ke Bali justru naik sekitar 2 persen. Naiknya penumpang ini mulai dirasakan sejak persiapan G-20.

Naiknya penumpang ke Bali didominasi kendaraan pribadi dan barang. Indikasinya, banyak pendukung KTT G-20 yang menyeberang melaui Ketapang – Gilimanuk. “ Jadi, ketatnya pengamanan tak berdampak pada penumpang. Justru, naik sekitar 2 persen,” kata General Manager  Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang – Gilimanuk, M. Yasin, Selasa (15/11/2022) siang.

Menurutnya, ketatnya pengamanan di Pelabuhan Ketapang bertujuan membuat situasi aman. Meski petugas memeriksa ketat barang bawaan penumpang, tidak ada pengaruh pada kunjungan ke Bali. “ Memang ada pemeriksaan tas dan barang bawaan. Tapi, tidak ada yang dipulangkan,” tutupnya.

Sementara itu, ketatnya pengamanan terus dipertebal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Hal ini menyusul dimulainya KTT G-20 di Bali. “ Kami terus pastikan keamanan di Ketapang seiring dimulainya KTT G-20. Ternyata, pengamanan pelabuhan tak berdampak pada layanan penumpang kapal,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol. Toni Harmanto usai meninjau Pelabuhan Ketapang, Selasa siang.

Selain pelabuhan, pengamanan juga dipertebal di sejumlah obyek vital. Salah satunya, gardu induk PLN yang menghubungkan Jawa-Bali. “ Jangan sampai pasokan listrik terganggu. Kami pastikan keamanannya,” tegas Jenderal bintang dua ini. (udi)

Integrasi Digital Jadi Puncak Program Kurma

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan pendampingan digital marketing bagi 1891 kelompok atau sekitar 13.000  perempuan anggota kelompok, Senin (14/11). Upaya ini guna mendukung keberlanjutan usaha dari para penerima manfaat Program Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) yang dibagikan oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali pada 23 September 2022 lalu.

Kegiatan integrasi digital  dilaksanakan  di hall KPRI Delta Makmur Sidoarjo menggandeng purwantara.id, sebuah platform payment aggregator yang fokus untuk mendukung perkembangan UMKM melalui layanan pembayaran digital yang mudah digunakan.

Co-Founder & COO purwantara.id Ifa Hanifah menyampaikan, pendekatan dengan UMKM secara langsung akan dilaksanakan secara berkesinambungan. “Tujuannya agar informasi mengenai layanan pembayaran digital dan aplikasi penjualan dan kasir dari purwantara ini tersampaikan dengan baik. Pelaku usaha dapat memiliki wawasan mengenai literasi keuangan digital, dan hari ini mendapat tanggapan yang luar biasa positif,” jelasnya.

Kurdya Indrawati, salah seorang peserta dan ketua Kelompok Bluru Gemilang berkesempatan membuat QRIS. Dia sangat senang karena pembuatannya hanya memakan waktu 5 menit. “Cukup melengkapi formulir dan bisa digunakan untuk semua bank yang dimiliki dan transaksi semua jenis pembayaran,” ujarnya.

Peserta lain, Rahmi Aulia, juga menyampaikan bahwa Purwantara Kasir mudah digunakan karena bisa upload gambar produk sekaligus pencatatan. Menurutnya, selama ini salah satu kelemahan pelaku usaha adalah dalam pencatatan keuangan usaha.

 Pendampingan digital marketing diharapkan agar terjadi peningkatan kapasitas produksi. Pasalnya, manfaat Program Kurma dapat diimbangi dengan peningkatan penjualan yang siginifikan. Pendampingan ini terbagi dari beberapa metode.

Pertama, pendampingan terpusat yang terdiri dari 45 kelas di kecamatan dan balai desa. Kedua, pendampingan bantuan berupa help desk di seluruh kecamatan. Ketiga, pendampingan online dengan WhatsApp Center yang mem-blasting materi pembelajaran dan tanya jawab.

Keempat, integrasi digital para penerima manfaat dengan market place dan layanan pembayaran digital. Seluruh kegiatan pendampingan digital marketing dilaksanakan secara offline dan online melalui kanal www.umkm.tips dan sosial medianya dengan metode hibrida.

“Semoga setelah ini para pelaku usaha bisa menembus pasar ekspor dengan bekal digital marketing yang sudah didapatkan,” ungkap Ardi selaku pendamping UMKM yang menghandel kegiatan pendampingan digital marketing ini. (rizki)

Banjir Bandang Hanyutkan 35 Rumah di Banyuwangi, Begini Rekomendasi DPRD

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) –  Banjir bandang yang menghanyutkan 35 rumah di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi terus disorot DPRD setempat. Mereka mendesak alih fungsi tanam dari tanaman keras ke tebu dikembalikan lagi. Sehingga, banjir serupa tak terulang.  Desakan DPRD ini mengemuka dalam rapat dengar pendapat bersama perwakilan masyarakat, Senin (14/11/2022) siang.

Masyarakat Kalibaru yang terdampak banjir sepakat meminta perkebunan kembali menanam kakao dan tanaman keras lainnya. Selama ini, perkebunan kompak beralih tanam dari kakao dan karet ke tebu. Sehingga, ketika hujan lebat memicu banjir bandang. “ Jadi, hasil dengar pendapat kami bersama perwakilan masyarakat, 80 persen sepakat tanaman perkebunan dikembalikan dari tebu ke tanaman keras,” kata Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliono usai memimpin rapat.

Desakan masyarakat ini bukan tanpa alasan. Versi warga, sejak perkebunan menanam tembu, banjir sering terjadi. Puncaknya, 3 November lalu dengan mengamuknya banjir bandang. Sebab. air dari perkebunan tumpah ke jalan dan menyapu perkampungan. Selain memicu banjir, tanaman tebu justru tak memberikan kesejahteraan warga. Dengan tanamam tebu, justru warga tidak bisa bekerja maksimal di perkebunan milik PTPN XII tersebut. Yang miris, alih tanam ke tebu ini tidak melibatkan para kepala desa (kades). “ Sejak tanam tebu, warga hanya bisa bekerja 12 hari dalam sebulan. Bahkan, ada yang hanya 8 hari sebulan,” tegas politisi Golkar ini.

Menurut Ruliono, selain perkebunan milik BUMN, alih fungsi tanam juga terjadi pada perkebunan swasta. Parahnya, perkebunan swasta ini ditengarai belum memiliki izin alih tanam ke tebu. Dengan kondisi ini, pihaknya akan segera membuat rekomendasi di tingkat pimpinan DPRD. Pihaknya berharap, alih tanam tebu tidak membuat warga Banyuwangi sengsara. Apalagi, menjadi korban bencana banjir. “ Rekomendasi akan kami berikan ke Pemkab dan jajaran Direksi PTPN. Pemkab harus berani menutup izin HGU jika terbukti ada pelanggaran alih tanaman,” tutup Ruliono.

Versi PTPN, alih fungsi tanam ke tebu ini untuk mendukung swasembada gula nasional. Hal ini ditandai dengan dibangunnya pabrik gula Glenmore. Pembangunan pabrik ini didukung dengan alih tanam dari kakao dan karet ke perkebunan tebu. Luasnya, sekitar 7000 hektar. “ Alih fungsi tanam ini juga sudah memiliki izin. Kebijakannya ada pada Menteri BUMN,” kata Exhibition Bussines Manager PTPN XII, Tri Septiono.

Banjir bandang memporak-porandakan 63 rumah di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kamis (3/11/2022) silam. Dari sekian rumah yang rusak, 35 diantaranya hanyut terseret banjir. Banjir juga merobohkan tiga jembatan dan sejumlah fasilitas umum. (udi)

Bawaslu Banyuwangi Dilaporkan ke DKPP, Buntut Rekrutmen Panwascam

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Polemik rekrutmen anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Banyuwangi, berbuntut. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi akhirnya dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Laporan ini menyusul adanya dugaan pelanggaran dalam rekrutmen 75 anggota Panwascam.

Laporan ke DKPP ini dilakukan oleh salah satu warga, Bambang Efendi, warga asal Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Pria ini terpaksa melapor ke DKPP setelah menemukan indikasi kecurangan dalam proses rekrutmen Panwascam. Salah satunya, ada indikasi bagi-bagi soal oleh oknum anggota Bawaslu sebelum tes digelar. Lalu, ada pendaftar yang berafiliasi dengan partai politik (parpol) tetap diloloskan. Dugaan ini didasarkan pada bukti nama pendaftar yangtercatat dalam sistem informasi parpol (Sipol).  “ Kami melihat ada indikasi ketidak netralan anggota Bawaslu Banyuwangi. Semua bukti indikasi itu saya lampirkan dalam memori laporan,” kata pria yang akrab dipanggil Hengki Kriwul ini, Minggu (13/11/2022) malam.

Menurutnya, laporan secara online itu dilayangkan pada 9 November kemarin. Pihaknya juga sudah menerima tanda terima laporan melalui surat elektronik. Pria yang juga mantan anggota Panwascam Songgon ini berharap, DKPP bisa turun dan melakukan pemeriksaan kinerja Bawaslu Banyuwangi.

Selain dugaan kecurangan pada rekrutmen Panwascam, pihaknya juga melampirkan dugaan pelanggaran Bawaslu Banyuwangi pada Pemilu 2019 silam. Versi Hengki, pihaknya sempat dihalang-halangi ketika melakukan penangkapan oknum caleg DPR RI yang melakukan pembagian sembako di masa tenang.

Rekrutmen Panwascam di Banyuwangi memicu polemik setelah ditemukan pelamar yang berafiliasi dengan parpol. Belakangan, anggota Panwascam yang terindikasi pengurus parpol akhirnya memilih mundur.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim memastikan, seluruh tahapan rekrutmen Panwascam sudah dilakukan sesuai prosedur. Mereka yang mendaftar diwajibkan membuat pernyataan tidak terikat sebagai anggota parpol. Lalu, pihaknya juga melakukan klarifikasi ke KPUD terkait administrasi para pelamar. (udi)

Hadiahkan Aplikasi Tes Online Adu Ketangkasan Rescue, BSI Targetkan Juara Umum

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Menjadi tuan rumah Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19, tim tambang emas Tumpangpitu, Banyuwangi mematok target tinggi. Tim di bawah bendera PT. Bumi Suksesindo (BSI) tersebut menargetkan juara umum.

Impian ini bukan tanpa modal. Meski terbilang baru, tim rescue tambang emas Tumpangpitu sudah tiga kali mengikuti laga serupa. Sehingga, cukup memiliki pengalaman. Apalagi, IFRC kali ini digelar di kandang sendiri. Pihaknya optimis, tim asuhannya bisa meraih juara umum.

“ Persiapan kami sudah dilakukan sejak 10 bulan lalu. Latihan terus digelar maraton,” kata Direktur PT Bumi Suksesindo (BSI), Riyadi Effendi didampingi Deputi GMO PT BSI, Rully Fransah, Minggu (13/11/2022) sore.

Selain menjadi tuan rumah, PT BSI memberikan kado khusus dalam ajang IFRC kali ini. Yaitu, aplikasi tes online untuk adu ketangkasan tim rescue. Sehingga, tes tulis para peserta challenge benar-benar transparan. “ Ini juga bagian dari persiapan kami untuk meraih juara umum. Jadi tes IFRC dilakukan online dengan aplikasi,” tegas pria yang akrab dipanggil Teddy ini.

Penggunaan tes online dengan aplikasi ini yang pertama kalinya dalam ajang IFRC. Biasanya, tes kemampuan teori penyelamatan ini dilakukan secara manual alias di atas kerta. Dengan aplikasi online, nilai peserta bisa langsung muncul. “ Ini persembahan dari kami sebagai tuan rumah. Semoga bisa menambah semangat para peserta untuk lomba,” tutupnya.

Sedikitnya 24 tim rescue pertambangan nasional beradu kemampuan dalam Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19 di lokasi tambang emas Tumpangpitu, Banyuwangi. Merekaakan unjuk kehebatan melakukan simulasi penyelamatan kecelakaan dan bencana pertambangan mulai 15-20 November mendatang. Ada 8 kategori perlombaan yang harus dilalui seluruh tim. (udi)

Satu Nelayan di Banyuwangi Hilang Setelah Disambar Petir

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Nahas menimpa Mujiono (39), nelayan asal Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran,Banyuwangi. Pria  ini hilang ke laut setelah tersambar petir saat mencari ikan,Sabtu (12/11/2022) petang. Korban diduga terseret ombak ketika tubuhnya terlempar dari atas perahu.

Proses pencarian masih terus berlangsung hingga, Minggu (13/11/2022) sore. Tim SAR gabungan masih terus mencari korban di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama temannya, Harianto (40), berburu ikan menggunakan perahu kecil. Sekitar pukul 17.00 WIB, mendung tebal tiba. Tak berselang lama, kilatan petir menyambar.

Korban sudah berusaha menepi. Apesnya, ketika hendak berkemas, petir menyambar kedua nelayan ini. Korban Mujiono langsung terlempar, hilang ditelan ombak. Sedangkan Harianto mengalami sejumlah luka.

Sejumlah nelayan yang melihat kejadian ini bergegas memberikan pertolongan.  Korban luka-luka dievakuasi.  ” Begitu mendapat laporan, kami terjunkan tim untuk melakukan pencarian,” kata Koordinator Pos SAR Ketapang, Wahyu Setia Budi, Minggu (13/11/2022) siang.

Pihaknya mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian. Proses pencarian juga dibantu sejumlah nelayan setempat. (udi)

24 Tim Rescue Pertambangan Adu Ketangkasan di Banyuwangi, Ini Kehebatannya

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Sebanyak 24 tim rescue pertambangan beradu ketangkasan dalam Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke-19 di lokasi tambang emas Tumpangpitu, Banyuwangi. Mereka akan berlaga melakukan simulasi penyelamatan bencana mulai 15-20 November mendatang. Para juara akan berhak mengikuti ajang serupa ke tingkat dunia.

Meski kali pertama, IFRC di Banyuwangi dipastikan berlangsung sengit. Apalagi, seluruh tim yang akan berlaga memiliki jam terbang tinggi. Pun dengan tuan rumah, tim IFRC tambang emas Tumpangpitu.  “ IFRC di Banyuwangi ini yang ke 19. Jika dirunut sejak dimulai dari Pertapindo (Perkumpulan Penyelamat Pertambangan dan Energi Indonesia), ini masuk tahun ke-26,” kata Wakil Ketua Pertapindo, Lidia dalam konferensi pers IFRC ke -19 di tambang emas Tumpangpitu, Banyuwangi, Minggu (13/11/2022) sore.

Tim yang berlaga berasal dari profesi penyelamat pertambangan berskala nasional. Soal kemampuan, seluruhnya tak diragukan. Perlombaan ini akan memberikan delapan tantangan penyelamatan pertambangan. Rinciannya, pertolongan kebakaran, penyelamatan tabrakan di lokasi tambang, pertolongan dari atas gedung tinggi, pertolongan korban dengan zat berbahaya, pertolongan di tempat kerja yang minim oksigen, penanganan kebakaran, pertolongan banjir dan ujian kemampuan fisik. “ Masing-masing tim diberikan waktu 30 menit untuk menyelesaikan tantangan,” kata Suyatno, panitia IFRC ke-19 Banyuwangi.

Adu ketangkasan penyelamatan di pertambangan ini dibagi dalam tiga titik. Diantaranya, lokasi tambang emas Tumpangpitu, Pantai Pulau Merah dan Pantai Boom di Kota Banyuwangi. Tempat adu nyali dan ketangkasan ini disesuaikan dengan tema challenge masing-masing.

Direktur tambang emas Tumpangpitu, PT Bumi Suksesindo (BSI) Riyadi Effendi berharap ajang IFRC di Banyuwangi bisa menjadi ajang saling bertukar kemampuan dalam melakukan penyelamatan di pertambangan. “ Kami sudah siapkan berbagai sarana bagi para peserta untuk adu challenge dan berbagi kemampuan,” tegas pria yang akbar dipanggil Teddy ini. (udi)

Jaringan 4G XL Dukung Gelaran World Superbike di Mandalika

0

Mataram, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memastikan jaringan 4G di Lombok dalam kondisi prima dan siap menyambut gelaran World Superbike (WSBK) 2022 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), 12-13 November 2022. Sedikitnya ada 10 BTS 4G yang telah disiapkan untuk meng-cover seluruh Mandalika, termasuk sirkuit dan area pendukung di sekelilingnya, yang didalamnya terdapat puluhan hotel besar dan kecil, restoran, dan berbagai penunjang pariwisata lainnya. XL Axiata juga menyediakan jaringan 5G di sekitar area sirkuit  dengan memanfaatkan dynamics spectrum sharing (DSS), serta menyiagakan 3 unit mobile BTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik saat event balap dunia tersebut berlangsung.

Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan, XL Axiata sebagai operator dengan jumlah pelanggan terbesar di Lombok berkomitmen untuk ikut serta memberikan dukungan penuh gelaran WSBK di Mandalika.

Kedua ini, dengan menyediakan jaringan 4G dan 5G secara memadai sesuai dengan kebutuhan. Potensi lonjakan trafik di event WSBK ini sangat besar mengingat event balap ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia secara lua, belum lagi potensi hadirnya penonton dari luar negeri.

Semakin banyak orang datang ke area tersebut, kebutuhan atas jaringan telekomunikasi dan data yang berkualitas juga dipastikan akan meningkat. Gede menambahkan, khusus untuk BTS-BTS yang menjangkau area sirkuit Mandalika, XL Axiata akan menerapkan teknologi terbaru yaitu Massive MIMO.

Dengan teknologi ini ke depannya dapat memberikan layanan data yang lebih baik karena dapat meningkatkan kapasitas data. Menurut Gede lagi, peningkatan kualitas jaringan 4G tidak hanya sebatas di Mandalika. XL Axiata juga memperluas jaringan 4G ke seluruh penjuru Lombok, baik untuk peningkatan kualitas layanan data dan suara di wilayah perkotaan, maupun perluasan ke area-area yang sebelumnya memang belum terjangkau.

Saat ini, jaringan 4G XL Axiata telah hadir melayani pelanggan di 598 desa/kelurahan, 54 kecamatan, dan  5 kabupaten/kota di Lombok. Total ada lebih dari 4.000 BTS di seluruh Lombok, dengan sekitar 2.300 di antaranya BTS 4G.

Jumlah BTS 4G tersebut masih akan terus meningkat mengingat saat ini XL Axiata juga masih melakukan perluasan di semua kabupaten yang ada di Lombok. Keberadaan jaringan 4G di Mandalika dan seluruh desa/kelurahan di Lombok ini juga merupakan implementasi atas komitmen XL Axiata untuk  turut mendorong peningkatan literasi digital bagi masyarakat yang bermukim hingga pelosok pedesaan.

‘’Tersedianya jaringan internet yang berkualitas dan literasi digital yang juga terus meningkat akan mendorong produktivitas serta membantu masyarakat beradaptasi dengan berbagai sarana ekonomi digital,” kata Gede.

Selain perluasan dan penambahan BTS, XL juga terus melakukan penambahan kapasitas jaringan 4G baik dari sisi radio maupun transmisi, serta melalui fiberisasi. Kini sebagian besar 571 BTS di Lombok telah terfiberisasi dan akan terus meningkat.

Sementara itu, sejak awal tahun 2021 hingga saat ini sekitar BTS telah ditingkatkan kapasitasnya. Dalam dua tahun terakhir, trafik data XL Axiata di Lombok telah meningkat hingga 82 persen. Di sejumlah kawasan wisata paling popular di Lombok, XL Axiata juga secara khusus memastikan kualitas jaringan data.

XL telah menyiapkan 5 BTS 4G di Sembalun, 1 BTS 4G di Pink Beach Lombok Timur, 5 BTS 4G di Gili Trawangan,  1  BTS 4G di Desa Sade, 20 BTS 4G di Sengigi, dan 19 BTS 4G di Narmada. Sementara itu untuk menopang kebutuhan Mataram sebagai kota terbesar dan teramai, XL Axiata mengoperasikan 145 BTS, sedangkan di Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid sudah beroperasi 1 BTS 4G dan Pelabuhan Lembar 5 BTS 4G.

Semua 19 desa wisata yang popular sebagai tujuan pelancong juga sudah terlayani oleh jaringan 4G XL Axiata, termasuk Desa Selong Belanak, Desa Kopang Rembiga, Desa Bilibante, Desa Aik Dareq, Desa Kembang Kuning, Desa Sembalun, dan Desa Pringgasela.

Lalu, Desa Seruni Mumbul, Desa Sembalun Bumbung, Desa Paremas, Desa Sugian, Desa Mamben Baru, Desa Senaru, Desa Malaka, Desa Jenggala, Desa Pemenang Barat, Desa Sesaot, Desa Sekotong Tengah dan Desa Sedau. Dengan kapasitas dan infrastruktur yang tersedia, XL Axiata optimis akan bisa memberikan layanan telekomunikasi dan data secara maksimal di area-area wisata tersebut.

Saat ini jaringan XL Axiata untuk seluruh wilayah NTB ditopang lebih dari 5.600 BTS, termasuk lebih dari 3.100 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan XL Axiata terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data.

Jaringan VoLTE XL di Lombok

XL terus memperluas jangkauan wilayah layanan Voice over LTE (VoLTE). Per Oktober 2022 ini, layanan voice melalui jaringan data berkecepatan tinggi ini sudah bisa dinikmati di hampir seluruh Indonesia, termasuk Lombok. VoLTE adalah layanan percakapan (voice) atau telepon melalui jaringan data LTE (Long Term Evolution).

Dengan VoLTE layanan voice menjadi lebih baik di mana kualitas suara menjadi sangat jernih. XL Axiata terus menyiapkan infrastruktur jaringan di kota/kabupaten berikutnya untuk mendukung layanan VoLTE di tahap selanjutnya.

Agar pelanggan dapat menikmati kualitas layanan suara yang prima, XL Axiata perlu melakukan optimasi jaringan secara menyeluruh sehingga benar benar siap untuk layanan VoLTE. Regional Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto mengatakan, “Dengan adanya teknologi VoLTE di Lombok, XL Axiata berharap masyarakat dapat lebih nyaman dalam berkomunikasi melalui layanan voice atau telpon.  Dengan mengaktifkan layanan VoLTE di smartphone, pelanggan akan lebih cepat tersambung dan suara lebih jernih serta akses data tidak terputus walaupun sedang menerima telpon”.

Pelanggan dapat langsung menikmati layanan VoLTE XL Axiata tanpa perlu registrasi atau membeli paket tertentu. Tarif yang berlaku sesuai dengan tarif nelpon reguler atau kuota paket yang sedang digunakan oleh pelanggan. Untuk pengalaman terbaik, pelanggan dapat menggunakan paket Xtra Combo di mana selain mendapatkan kuota internetan dan YouTube, pelanggan juga dapat bonus kuota nelpon ke semua operator yang bisa digunakan untuk menikmati layanan VoLTE XL Axiata.

Selain itu, pelanggan juga tidak perlu kartu SIM khusus untuk bisa menggunakan VoLTE. Pelanggan hanya perlu memastikan bahwa sudah menggunakan kartu SIM jenis USIM yang sekarang ini diperlukan agar bisa menikmati layanan data 4G. (bw)

Ika Unair Sidoarjo Adakan Bagi Sembako dan Parenting Gadget untuk Anak

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Dua acara langsung diadakan oleh Ika Unair Sidoarjo, Minggu (13/11). Yang pertama adalah pembagian sembako kepada warga Dusun Kepetingan dan Pucukan di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Sedangkan kegiatan yang kedua adalah penyuluhan Gadget untuk Anak di Museum Mpu Tantular.

Ketua Ika Unair Sidoarjo Abdullah Khizam, mengatakan, puluhan paket sembako diberikan kepada warga dua dusun. “Ini merupakan bagian dari peringatan 50 Alumni Unair untuk Indonesia,” katanya. Warga penerima bantuan juga mendapatkan penyuluhan singkat mengenai kesehatan gigi, stunting, dan penyakit mulut dan kuku (PMK), terutama pada kambing.

Sementara, di Museum Mpu Tantular diadakan parenting Gadget untuk Anak-Anak. Acara ini juga dihadiri Achmad Amir Aslichin, anggota DPRD Jatim. “Saya merupakan bagian dari alumni Unair sangat bangga dengan kegiatan ini. Dengan acara ini saya berpesan agar anak-anak jangan sampai terpapar oleh konten negatif dari gadget,” jelasnya.

Narasumber Berlian Aniek Herlin, membawakan materi Bagaimana Menghindari Bahaya Gadget. Menurutnya, gadget punya sisi positif dan negatif. “Salah satu hal negatif adalah bisa memperlambat bicara serta gangguan emosional dan motorik,” jelasnya

Sedangkan, Jusuf Agung membawakan materi Bahaya Gadget bagi Perkembangan Psikologis Anak dan Penggunaan yang Aman. “Gadget sangat berpengaruh pada kesehatan mental anak. Perkembangan otak sangat bergantung pada apa yang dipelajarinya,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Bencana (P3AKB) Sidoarjo. (rizki)

Balita Alami Kelainan, dapat Bantuan Mensos dan Bupati Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Seorang balita Gresik mendapat bantuan pengobatan. Bayi asal Kedamaean ini menderita kelainan lebih dari satu macam. Sementara, kondisi orang tuanya kurang mampu.

Pada Minggu (13/11) pagi, balita yang bernama Nazril, bersama kedua orang tuanya diundang ke Kantor Pemerintah Kabupen (pemkab) Gresik. Di sini telah tampak Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Manajemen Kitabisa.com, serta Kepala Dinas Sosial Gresik yang siap memberi bantuan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tak lupa menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media dan masyarakat, yang sudah menunjukkan kepedulian yang luar biasa kepada Nazril. Dirinya menjelaskan, dengan kondisi Nazril, seperti saat ini tentunya memerlukan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan agar bisa tumbuh dan berkembang seperti balita lainnya.

“Insha Allah kita dari Pemerintah Kabupaten Gresik tidak akan tinggal diam. Seperti saat kemarin adik Nazril, memerlukan pelayanan kesehatan di RSAL Surabaya, kita terus mendampingi melalui Dinas Sosial Kabupaten Gresik dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik,” kata Bupati Yani, saat mendampingi Mensos Tri Rismaharini dalam rangka menyerahkan bantuan di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik.

Bupati Yani yakin, dengan sinergitas yang ada akan menghasilkan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gresik. Muhammad Nazril, balita dari pasangan Lindi Febrianti dan Mochamad Nadif, mengalami multiple congenital malformation atau kondisi bayi lahir dengan kelainan lebih dari satu.

Dengan kondisi tersebut, Nazril  harus menjalani beberapa kali operasi. Kisahnya lantas viral lewat berbagai media dan media sosial, lantas kemudian masuk di platform penggalangan dana Kitabisa.com.

Untuk penyembuhan penyakit yang dideritanya, Nazril telah mendapat dukungan bantuan dari kepesertaan orangtuanya dalam Bantuan Peserta Jaminan Kesehatan (BPJS). Namun, untuk kebutuhan sehari-hari dirasa masih kurang.

Sebab, penghasilan ayah Nazril, sebagai buruh pabrik masih belum mencukupi. Sementara itu, Mensos Risma, menyatakan, anggaran Kemensos tidak didesain untuk mendukung pengobatan penyakit yang membutuhkan penanganan medis berkelanjutan seperti diderita Nazril.

Untuk mendukung kelancaran selama proses pengobatan, keluarga kecil ini tetap memerlukan bantuan. “Kami kan tidak bisa anggarannya untuk pengobatan seperti ini. Itu bisa dibantu oleh para dermawan. Tapi kan ada biaya operasional, untuk makan, transportasi, dan sebagainya. Nah itu tidak sedikit juga. Kami bantu itu,” kata wanita mantan Walikota Surabaya itu.

Untuk meringankan beban orantuanya, Kemensos bersama kitabisa.com menginisiasi pendampingan layanan dukungan psikososial. Mereka juga menggalang dana untuk mendukung biaya operasional Nazril selama proses pengobatan hingga sembuh.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media maupun media sosial yang menginformasikannya ada berita tentang adik Muhammad Nazril. Sehingga kami dapat mengetahui dari cerita itu,” tandas Risma.

Tak hanya itu, Kemensos melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat juga memberikan bantuan usaha kepada orang tua Nazril yaitu peralatan untuk berjualan minuman dan sosis.

Hal ini agar orangtua Nazril, bisa mandiri dan dapat membantu perekonomian keluarga. Bantuan tersebut berupa lemari es, kompor gas, blender multifungsi, peralatan makan, peralatan masak, etalase, sealer, dan berbagai jenis bahan makanan.

Adapun total bantuan dari Kemensos yang diberikan kepada keluarga Nazril senilai Rp 22,4 juta dan bantuan hasil donasi dari kitabisa.com senilai Rp 59,9 juta. Kemudian untuk tindakan operasi, masih menunggu waktu. Menunggu usia bayi siap untuk dilakukan tindakan itu. (dra)