Sembilan Bulan, SIG Laba Rp 1,65 Triliun

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Perusahaan plat merah penyedia bahan bangunan ini mencatatkan laba yang menggembirakan. PT Semen Indonesia Tbk (SIG) mengumumkan kinerja Perseroan periode Januari hingga September tahun 2022 dengan ringkasan sebagai berikut, pendapatan tercatat sebesar Rp 25,28 triliun.

Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 17,94 triliun. EBITDA tercatat sebesar Rp 5,73 triliun. Dari jumlah pendapatan itu tercatat  laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk  sebesar Rp 1,65 triliun.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan, selama 9 bulan kemarin SIG secara konsisten berhasil mencatatkan peningkatan kinerja perusahaan di tengah tantangan persaingan industri yang tinggi serta kenaikan harga bahan bakar dan energi. EBITDA absolut tercatat 0,6 persen lebih tinggi menjadi Rp 5,73 triliun dan marjin EBITDA meningkat 0,1 persen menjadi 22,7 persen.

“Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 18,9 persen menjadi Rp 1,65 triliun, dan marjin laba bersih meningkat 1,0 persen menjadi 6,5 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Vita di Jakarta, Senin (1/11).

Di tengah berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi lanjut Vita, SIG secara konsisten berfokus pada strategi pengelolaan topline melalui pendekatan multibrand untuk mengoptimalkan marjin profitabilitas dengan pangsa pasar yang dominan.

Secara berkelanjutan melakukan pengendalian biaya untuk mencapai operational excellence melalui optimalisasi produksi dan jaringan distribusi. Serta penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencapai target dekarbonisasi melalui penurunan clinker faktor dan peningkatan thermal substitution rate. (dra)

Kolaborasi XL – YouTube, Hadirkan Unlimited YouTube Shorts

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Kabar baik bagi para pengguna XL yang gemar menjelajahi video-video menarik YouTube Shorts. XL menghadirkan program “Unlimited YouTube Shorts” dengan harga Rp 1. Program kolaborasi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dengan YouTube ini bertujuan untuk lebih mengenalkan YouTube Shorts, berlaku sejak 3 Oktober 2022.

Direktur and Chief Digital Transformation & Enterprise Business Officer XL Axiata, Yessie D Yosetya dan Chief Marketing Officer XL Axiata, Alfons Eric Bosch Sansa, serta Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja, meluncurkan layanan ini di Jakarta, Selasa (1/11).

Yessie D. Yosetya mengatakan, kolaborasi ini sekaligus menandai XL Axiata sebagai operator pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan YouTube dalam menghadirkan penawaran menarik untuk mengenalkan YouTube Shorts ini. Masih terkait momentum ulang tahun ke-26, program ini sekaligus merupakan implementasi dari komitmen XL Axiata untuk terus menghadirkan inovasi dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Yessie menambahkan, sangat penting bagi kami untuk bisa memahami kebutuhan pelanggan di era yang menawarkan beragam saluran informasi dan hiburan melalui berbagai platform media sosial. Kepercayaan pelanggan kepada kami inilah yang kemudian memberikan kami semangat untuk menjalin kolaborasi dengan YouTube dalam memberikan beragam penawaran untuk lebih mudah mengakses YouTube Shorts.

Alfons menerangkan, YouTube merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak diakses oleh pelanggan XL Axiata. Lebih dari 50% pengguna XL mengakses YouTube secara aktif. Karena itu, bersama YouTube, XL berkolaborasi untuk menyediakan beragam penawaran dan program spesial agar pelanggan bisa lebih leluasa lagi dalam mengakses fitur baru ini. XL Axiata berharap, dengan adanya program ini, pengalaman pengguna XL bisa lebih maksimal lagi dengan dukungan jaringan XL Axiata yang dapat diandalkan.

Sementara itu, Regional Director YouTube APAC, Ajay Vidyasagar, mengatakan, pihaknya sangat senang dapat bermitra dengan XL Axiata dalam berbagai inisiatif, khususnya dalam mendukung komunitas pembuat konten YouTube untuk tumbuh dan berkembang. Sejak kami meluncurkan Shorts di Indonesia pada Juli 2021, kami telah melihat banyak kreator di Indonesia seperti Dyland Pros dan Rachel Goddard yang berbagi semangat dan tips mereka dengan orang lain di YouTube Shorts.

“Sebelumnya, semangat yang sama kami lakukan dalam kampanye #TrikShorts dan #SideHustle (#SambilanCuan). Kami berharap kemitraan kami dengan XL dapat memungkinkan lebih banyak kreator untuk mulai membuat Shorts dan mendapatkan inspirasi dari satu sama lain,” ujar Ajay.

Penawaran Unlimited YouTube Shorts dengan hanya Rp 1 bisa pelanggan dapatkan di Aplikasi myXL. Dengan hanya Rp 1, pelanggan bisa mengakses YouTube Shorts sepuasnya selama 1 jam yang bisa didapatkan 1 kali per minggu.

XL pun memberikan kuota YouTube Shorts melalui paket Xtra Combo Flex yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 15.000. Paket ini telah dilengkapi dengan kuota bonus YouTube Shorts mencapai 18GB. Untuk mengaktifkan bonus kuota YouTube Shorts pada produk ini, dapat dilakukan melalui Aplikasi myXL.

Ada juga paket Xtra HotRod Special yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 13.000. Paket ini telah dilengkapi dengan kuota bonus YouTube Shorts mencapai 3,5GB yang dapat langsung dinikmati setelah mengaktifkan paket ini.

Xtra Combo Flex dan Xtra HotRod Special bisa didapatkan dengan mendatangi toko pulsa terdekat. Informasi lebih lanjut mengenai promo ini dapat diakses melalui xl.co.id/youtubeshorts. YouTube Shorts adalah platform berbagi video berdurasi pendek yang ditawarkan oleh YouTube.

Platform ini menampung beragam konten seperti layanan utama YouTube, dalam bentuk penggalan video pendek dengan durasi maksimal hingga 60 detik. YouTube Shorts memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk dapat menikmati lebih banyak jenis video. Fitur ini pertama kali diluncurkan di Indonesia pada Juli 2021.

Saat ini, kenyamanan akses layanan Internet tercepat XL didukung jaringan XL Axiata yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Sebagian jaringan telah menembus dan melayani masyarakat di pelosok-pelosok daerah yang terpencil dan berada di perbatasan negara.

Total sebanyak lebih dari 144.000 BTS, di antaranya lebih dari 88.000 BTS 4G, dan jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 130.000 kilometer, menopang kekuatan jaringan XL Axiata, untuk melayani sekitar 57 juta pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk memberikan pengalaman langsung yang mengesankan kepada masyarakat, XL bersama YouTube menggelar sederet aktivitas hiburan. Bertempat di Grand Atrium Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, kegiatan ini akan berlangsung pada 19-20 November 2022. (bw)

Kopi Asal Jatim Diekspor ke Mesir

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Upaya Jawa Timur/Jatim memperluas akses UMKM menuju pasar global melalui sistem Communal Branding membuahkan hasil membanggakan. Produk kopi dengan merk ‘Javeast Coffee’ yang merupakan hasil communal branding berhasil dilepas ekspor perdana ke Mesir Rabu, (26/10).

Total sebanyak 200 ton kopi Jatim dengan merek Javeast Coffee dengan nilai Rp 6,2 miliar secara bertahap dikirim ke Mesir. “Alhamdulillah Jatim sudah mengawali ekspor perdana merek dagang kopi hasil Communal Branding ini ke pasar luar negeri yakni Mesir. Ke depan, upaya communal branding ini akan terus diperluas tidak hanya di sektor pertanian tapi juga sektor-sektor lainnya,” kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin (31/10).

Sebagaimana diketahui communal branding adalah perwujudan program Jatim Berdaya, yang merupakan salah satu program pokok pembangunan Jatim dalam Nawa Bhakti Satya. Dimana sistem communal branding merupakan program satu merek yang dimanfaatkan oleh banyak pelaku usaha.

Program ini menjadi solusi untuk meningkatkan product managemen, consumen managemen dan brand managemen. Sedangkan untuk ‘Javeast Coffee’ ini merupakan merek dagang yang digunakan untuk memasarkan hasil kopi petani dari tiga kabupaten.

Yaitu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, serta Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Khofifah mengatakan, selama ini upaya untuk mengagregasi produk-produk koperasi dan UKM dari sektor pertanian sering mengalami kendala saat menghadapi permintaan pasar yang fluktuatif.

Apalagi terkait dengan produksinya. Upaya lain dari sisi market juga sudah dilakukan, tetapi sangat terbatas pada komunitas kecil. Sehingga jumlahnya sangat banyak dan bervariasi, sehingga kurang kompetitif untuk pasar ekspor yang membutuhkan kapasitas besar.

Untuk itu, upaya communal branding pada sektor pertanian ini menjadi solusi dalam menjawab 4K yang selama ini menjadi kendala koperasi dan UKM, yakni kualitas, kuantitas, kontinyuitas, dan kemasan.

“Skema communal branding ini menjadi terobosan baru dari Pemprov Jatim untuk menjawab masalah kontinyuitas produk jika bersentuhan dengan pasar luar negeri, karena stok produk akan ditopang oleh lebih dari satu pelaku usaha,” katanya.

Menurut dia, skema communal branding ini dapat mendorong terwujudnya desa devisa dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki produk unggulan sejenis, atau produk complementer. Sehingga dapat saling memperkuat dan menguatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kedepan, ia pun optimis pengembangan skema communal branding ini bisa dikembangkan sektor-sektor lainnya seperti industri pengecoran dan kerajinan logam serta kerajinan kayu. Contohnya seperti terakota, gerabah, dan produk lukisan.

“Untuk perdana masih komoditas kopi, tapi selanjutnya akan dikembangkan untuk komoditas lain seperti produk perikanan, perkebunan, bahkan fashion hingga produk kuliner,” katanya. Untuk itu, berbagai upaya dalam melakukan communal branding ini terus dilakukan.

Caranya dengan melakukan pemetaan baik potensi produk, kesiapan pelaku UMKM, sampai target market atau pasarnya. Tentunya komoditas tersebut harus memiliki potensi baik dari sisi produksi dan pasar. Terutama untuk komoditi yang memiliki pasar luas di luar negeri.

“Dari sisi merek akan terus dikawal, baik yang sudah ada maupun yang baru, dengan membangun dialog dan kesepakatan antar pelaku. Dengan communal branding, maka perencanaan produksi menjadi lebih terarah karena market sinyalnya telah ada sehingga alokasi sumberdaya menjadi lebih efisien,” katanya.

Orang nomor satu di Jatim ini menyebut, kolaborasi dan sinergi berbagai pihak menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan pengembangan berbagai produk unggulan di Jatim. Baik di sektor pertanian, perkebunan, UMKM, dan sektor lainnya.

Dimana kolaborasi dan sinergi Pentahelix dan kolaborasi teknis diperlukan untuk terus mendampingi dan mengawal mulai peningkatan kualitas produksi, pembentukan dan penguatan kelembagaan, hingga menjaga kontinyuitas dan pengembangannya.

“Semoga ikhtiar Pemprov Jatim ini dapat mendorong Koperasi UKM dapat naik kelas dan go global. Sehingga mampu meningkatkan akses pasar dan kemandirian usaha, serta semakin memperluas pasar ekspor guna memandirikan masyarakat Jatim,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Jatim merupakan produsen kopi terbesar kelima di Indonesia setelah Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, dan Aceh. Jumlah produksi kopi Jatim mencapai 9,7 persen dari total kopi Indonesia dari luas tanam perkebunan pada 2021 seluas 113,470 hektare dengan produksi 69.570 ton.

Bahkan, data Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) menyebutkan, ekspor kopi Jatim sepanjang Januari—Juli 2021 secara volume telah mencapai 44.992 ton dengan nilai 90,29 juta US Dolar. Dari total ekspor tersebut, sebanyak 1.805 ton diantaranya merupakan kopi jenis Arabika, 30.832 ton jenis Robusta, dan sebanyak 12.283 ton merupakan kopi olahan. (bw)

Cegah Kekeringan, Petani Banyuwangi Gelar Ritual Unik Jelang Tanam

0

Banyuwangi,(pawartajatim.com)-  Petani di Banyuwangi memiliki tradisi unik menjelang musim tanam. Agar hasil panen melimpah dan mencegah kekeringan, mereka menggelar tradisi bubak bumi. Ritual ini dilakukan dengan tumpengan dan doa bersama, dilanjutkan tebar sesaji di Bendungan Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Tradisi turun temurun ini bertujuan meminta berkah kepada penguasa alam agar pasokan air tetap melimpah. Karena itu, ritual bubak bumi dilakukan di atas bendungan. Ritual diikuti para petani dari 8 kecamatan yang menggantungkan pasokan air dari Dam Karangdoro. Diantaranya, Tegalsari, Bangorejo, Pesanggaran, Siliragung, Cluring, Purwoharjo, Muncar, dan  Tegaldlimo.

Usai berdoa, para petani menaburkan bunga ke bawah bendungan. Tradisi ini sekaligus mengawali musim tanam secara serempak. “ Tradisi ini sekaligus mengenang berdirinya Dam peninggalan Belanda tersebut,” kata Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, Selasa (1/11/2022) siang.

Dam Karangdoro menyimpan sejarah panjang dunia pertanian di Banyuwangi. Sekitar tahun 1929, Dam ini rusak parah diterjang banjir bandang. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi mblabur Senin legi. Sejak itulah, tradisi Bubak Bumi digelar hari Senin.
Bendungan yang dialiri sungai Kalibaru ini juga berkaitan sejarah berdirinya Desa Karangdoro, sekitar tahun 1921. Tahun ini tepat dibangunnya Dam Karangdoro oleh Belanda. Namun, arsiteknya warga pribumi, Sutedjo.
Bandungan ini mampu mengaliri areal persawahan seluas 16.165 hektar. Pengelolaan bendungan dilakukan bersama Dinas PU Pengairan Banyuwangi bersama Balai Besar Brantas dan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) wilayah Sungai Sampean Baru. “ Bendungan ini menjadi kewenangan pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo. (udi)

Gugah Kepedulian Mahasiswa Akan Stunting Lewat KKN Tematik Kemanusiaan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kemanusiaan dengan tema KKN Percepatan Penurunan Angka Stunting selama empat bulan di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur/Jatim. Sebanyak 225 mahasiswa sejak September hingga Desember 2022, menjalankan lima pilar yang sudah ditentukan oleh universitas sebelum program tersebut dilaksanakan.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Tematik Unesa untuk Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk, Ali Imron, mengatakan, kelima pilar KKN tematik penanganan stunting yaitu pilar pertama, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota,dan pemerintah desa.

Untuk pilar kedua adalah Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Sedang di pilar ketiga adalah peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota,dan Pemerintah Desa.

“Untuk pilar keempat adalah peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat,” kata Ali, Senin (31/10). Ali menambahkan untuk pilar kelima adalah penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi. KKN Tematik ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dimana, pendampingan Perguruan Tinggi dalam penguatan komitmen pemerintah desa, pendampingan surveilans stunting dan tumbuh kembang, pendampingan rumah dataku, kampanye anti stunting dengan slogan “Sing  Penting Ora Stunting”.

“KKN Tematik kali ini ada 15 kelompok dan satu kelompok ada 15 mahasiswa yang ditempatkan di satu desa,” ungkap Ali. Ia menambahkan para mahasiswa juga mengajarkan bagaimana budidaya ikan dan sayur dengan metode Aqua ponik kepada masyarakat.

Untuk metode Aqua ponik yang dilakukan adalah budidaya ikan lele dan sayur kangkung. Diharapkan dengan metode Aqua ponik bisa membantu masyarakat dalam pemenuhan asupan nutrisi sehari -hari dari hasil kebun sendiri.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati menjelaskan di Tahun 2022 ini, kami sudah bekerjasama dengan 20 perguruan tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di Jatim dan sudah membentuk sebuah konsorsium sebagai koordinator adalah Universitas Airlangga. Konsorsium ini ada tiga kegiatan bersama.

“Yang pertama riset tentang stunting, kedua pendampingan terhadap keluarga yang beresiko stunting dengan pemberian multi micronutrien dari USA dan yang ketiga adalah KKN Tematik,” sebutnya.

Dalam KKN tematik ini, jelas Erna, kami harapkan para pengajar dan mahasiswa selama kegiatan KKN nanti bisa mencari data atau menginventarisir data dan update data dari stunting maupun keluarga-keluarga yang beresiko stunting dan sosialisasi tentang stunting.

“Kami harapkan bisa mengembangkan aplikasi dalam pencapaian percepatan penurunan stunting di daerah lokasi KKN,” imbuhnya. Tak lupa, Erna juga menyampaikan banyak terimakasih kepada Perguruan Tinggi yang sudah menjalankan KKN Tematik penurunan stunting dan diharapkan Jatim dapat meraih target angka penurunan stunting di tahun ini. (bw)

IOH Pastikan Kelestarian Mangrove, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Jembrana Bali

0

Jembrana, (pawartajatim.com) – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI meluncurkan program konservasi laut pada awal Agustus lalu di Kabupaten Jembrana, Bali. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang diusung KKP.

Dimana kampanyenya berlangsung selama satu bulan penuh pada Oktober. IOH terus melanjutkan program yang berfokus pada penguatan masyarakat di Desa Perancak, Jembrana melalui Pelatihan Pengelolaan dan Penyulaman Mangrove Kamis (27/10) serta kegiatan bersih-bersih Pantai Pura Segara Perancak.

Berkolaborasi dengan Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP) KKP, Yayasan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, dan Yayasan Bakau Manfaat Universal (BakauMU) pelatihan diisi dengan beragam materi mulai dari manfaat menjaga ekosistem mangrove, pengembangan potensi wisata mangrove, hingga praktik penyulaman mangrove yang diberikan untuk Kelompok Ekowisata Desa Perancak.

SVP-Head of Corporate Communications IOH, Steve Saerang, mengatakan bahwa Kabupaten Jembrana memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata baru di Bali dengan keanekaragaman 1arik1 berupa hutan mangrove.

Tim CSR IOH beserta masyarakat sekitar Pantai Pura Segara Perancak, Jembrana melakukan pengambilan sampah plastik yang diberi tajuk “Bali Resik Sampah Plastik”. (foto/ist)

Potensi ini harus dikelola dengan baik agar mampu menjadi daya 1arik wisatawan dan menjadi kebanggaan IOH pada khususnya, serta masyarakat Jembrana pada umumnya. “Saya harap pelatihan yang diberikan kepada komunitas masyarakat Perancak dapat dimanfaatkan dan diterapkan semaksimal mungkin, karena jika wisata bergerak maka otomatis roda perekonomian pun berjalan bagi masyarakat setempat,” tambah Steve.

Bersihkan Pesisir Pantai dari sampah plastik program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Socaial Responsibility atau CSR) konservasi laut ini mengangkat 4 pilar utama. Yakni, rehabilitasi habitat laut, penguatan komunitas konservasi penyu, pengelolaan sampah plastik di daerah pesisir, dan penguatan mata pencaharian masyarakat di lingkungan sekitar.

Selain menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan mangrove, IOH juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih di kawasan Pantai Pura Segara Perancak. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 orang, yang terdiri dari perwakilan Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Jembrana serta Kelompok Bina Keluarga Desa Perancak.

Penyisiran pantai dan pengumpulan sampah plastik dimulai sejak pukul 07.30 – 09.30 WITA. Kegiatan ditutup dengan menimbang sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 246 kilogram –berat bruto– yang kemudian diserahkan ke tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) untuk dibersihkan dan dipilah kembali.

“Kami ingin aksi ini menjadi agenda berkelanjutan agar semakin banyak pihak yang terlibat dan menyadari dampak bahaya sampah plastik terhadap kelestarian biota laut serta ekosistem pendukungnya, sehingga target pemerintah mengurangi sampah laut sampai 70 persen pada 2025 dapat tercapai,” tutup Steve.

IOH senantiasa berkomitmen mendukung komunitas masyarakat lokal agar dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik serta mengoptimalkan manfaat kehadiran IOH dari segi sosio-ekonomi. (bw)

Hebat….., Desa Sruni Sidoarjo Berhasil Turunkan Stunting

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Keaktifan dan kesungguhan kader posyandu menjadi salah satu ujung tombak penurunan angka stunting di Indonesia. Contohnya di Desa Sruni Kecamatan Gedangan Sidoarjo yang berhasil menurunkan angka stunting dari 29 persen pada 2020 menjadi 8 persen di 2022 ini.

“Kami aktif mendatangi rumah-rumah warga yang tidak aktif ke posyandu,” kata Yayuk Rahmawati, Kader Posyandu di Desa Sruni Kecamatan Gedangan Sidoarjo ditemui pada acara Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dan PKK dalam Upaya Percepatan Penurunan Angka Stunting di Balai Desa Sruni, Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, Senin (31/10).

Yayuk menjelaskan saat dirinya mendapat data kunjungan dan kehadiran balita, maka dia mendatangi keluarga yang kehadiran ke posyandu rendah. Dari kunjungan tersebut dapat ketehui apa penyebab dari rendahnya keaktifan keluarga untuk membawa baduta dan balita ke Posyandu.

“Kunjungan yang saya lakukan khususnya ke keluarga yang tidak aktif kehadirannya di posyandu dengan kondisi balita atau baduta yang kondisi kesehatan yang memang membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus karena masuk kedalam kategori resiko stunting,” jelas Yayuk yang juga merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) keterwakilan Perempuan di Desa Sruni ini.

Setelah mendatangi rumah ke rumah dan memberikan penjelasan akan pentingnya kehadiran ke posyandu, maka angka kunjungan meningkat. Sehingga keluarga yang beresiko stunting langsung dilakukan pendampingan sehingga balita atau baduta tersebut bisa terlepas dari resiko stunting.

Yayuk menambahkan salah satu penyebab keluarga beresiko stunting bukan karena faktor ekonomi tetapi lebih kepada rendah pengetahuan orang tua akan asupan gizi bagi baduta dan balita mereka. Selain itu, keengganan keluarga untuk hadir ke posyandu sehingga informasi akan pola asuh dan asupan gizi kurang.

“Setelah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hadir ke posyandu, kami pun melatih kader untuk membuat kegiatan di posyandu menyenangkan dan tidak membosankan. Sehingga angka kehadiran baduta dan balita di posyandu bisa terpenuhi semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Dr Fenny Afridawati mengatakan berdasarkan hasil bulan timbang tahun 2020 presentase stunting di desa Seruni sebesar 29 persen sedangkan hasil bulan timbang tahun 2022 presentase stunting sebesar 8 persen.

Adapun upaya Yang Dilakukan Untuk Penurunan Stunting Di Wilayah Gedangan Khususnya Desa Seruni ada enak point. Yang pertama adalah  hasil pengukuran tinggi badan dan penimbangan oleh kader, divalidasi oleh Petugas Puskesmas dan bidan desa.

Didapatkan hasil validasi tidak sesuai, hal ini disebabkan cara perhitungan umur, cara pengukuran dan penimbangan oleh kader serta alat antropometri yang dipergunakan tidak sesuai standar. Yang kedua menggunakan alat antropometri sesuai dengan standar bekerja sama dengan petugas puskesmas

“Ketiga, penggunaan dana APBDes untuk penanganan stunting, yaitu Pengadaan alat antropometri, Pelaksanaan aktif pos gizi, KP ASI, pembinaan desa siaga aktif, dan pengadaan vitamin bagi balita stunting,” tambah Dr Fenny.

Keempat, mendapatkan alokasi alat pengukuran tinggi badan, pemberian PMT (lokal dan pabrikan), dan obat gizi (vitamin) dari dinas kesehatan. Point kelima pendampingan kader untuk ibu hamil resiko tinggi dan pendampingan kader untuk balita stunting dari Puskesmas (Dana APBN ).

Dan yang terakhir adalah menyelenggarakan pelatihan penyegaran kemampuan kader dalam pemantauan tumbuh kembang oleh Puskesmas (Dana APBD). Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim, Maria Ernawati, menambahkan formulasi program percepatan dalam penurunan stunting mengarah pada intervensi berbasis keluarga beresiko stunting dengan menekankan pada penyiapan kehidupan berkeluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan peningkatan akses air minum dan sanitasi.

Adapun data stunting, tambahnya, dapat diperoleh dari penimbangan bulanan dan juga survey, sehingga akan memunculkan angka yang perbeda dari sistem pengambilan data yang berbeda. Tidak masalah tergantung dari kita mau menggunakan yang mana tetapi dasar atau prinsip pengumpulan data itu yang harus dipahami.

Erna menambahkan EPPGBM adalah Elektonik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat dan SSGI adalah Survey Satus Gizi Indonesia EPPGM menggambarkan data hasil seluruh balita yang timbang di Posyandu.

Jadi bisa menggambarkan data per desa bahkan perposyandu ber by name sedangkan SSGI berdasarkan survey diambil sasaran secara rundown sumpling jadi digunakan untuk menggambarkan data kabupaten tidak bisa mejadi data desa atau posyandu.

‘’Saat ini masih digunakan data SSGI karena tidak semua kabupaten Kota bisa mangupload minimal 80 persen balitanya,” pungkasnya. (sis/bw)

Pemeriksaan Penumpang di Pelabuhan Ketapang Diperketat Jelang G-20

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Menjelang KTT G-20 pengamanan sejumlah akses ke Bali makin diperketat. Salah satunya, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Jajaran Kepolisian Polresta Banyuwangi bersama TNI mengawasi ketat setiap penumpang yang akan masuk ke pelabuhan.

Polisi melakukan pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan. Setiap kendaraan yang akan masuk diperiksa. Tak hanya kendaraan pribadi, mobil barang ikut diobok-obok petugas. Polisi juga menggunakan metal detector untuk memerika setiap kendaraan. “ Ini bagian dari dukungan keamanan KTT G20 di Bali, 15-16 November mendatang,” kata Kabag Operasional Polresta Banyuwangi, Kompol Agung Setia Budi, Senin (31/10/2022) siang.

Target ketatnya pemeriksaan ini untuk menghindari barang bawaan berbahaya yang akan ke Bali. Seperti, bahan peledak, senjata tajam hingga narkoba. Termasuk, barang berbahaya lainnya.

Selain barang berbahaya, polisi memeriksa ketat identitas setiap penumpang yang akan menyeberang ke Bali. Ketatnya pemeriksaan ini akan berlangsung hingga KTT G20 digelar. Satu peleton pasukan Brimob juga mulai disiagakan di Pelabuhan Ketapang. “ Kami juga tingkatkan pengawasan di sejumlah pelabuhan rakyat di Banyuwangi,” tegas Agung. (udi)

Kapok, Jambret di Banyuwangi Ditendang Korbannya hingga Tersungkur

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)  – Jambret di Banyuwangi berinisal DTL (40), benar-benar apes. Ketika beraksi menjambret Herlin Ida Nuryansah (20), warga Gambiran, Banyuwangi, pelaku jatuh tersungkur. Penyebabnya, korban menendang pelaku.

Akibat kejadian ini, pelaku ditangkap warga. Kontan saja, pelaku menjadi bulan-bulanan warga. Untungnya, polisi segera tiba di lokasi. Pelaku diamankan di Polsek Gambiran. “Kejadiannya, Jumat (30/10/2022) lalu. Pelaku menjambret korban di persawahan. Lalu, ditendang hingga tersungkur,” kata Kapolsek Gambiran, AKP Setyo Widodo, Senin (31/10/2022) siang.

Peristiwa ini bermula ketika korban mengambil uang di mesin ATM. Ketika pulang, pelaku membuntutinya. Ketika melintas di jalur persawahan, pelaku menyambar dompet korban yang ditaruh di dashboard motor. Korban yang kaget langsung mengejar pelaku sambil berteriak maling.

Pengejaran korban berhasil. Begitu mendekat, korban langsung menendang motor pelaku. Saking kerasnya, korban dan pelaku terjatih bersamaan. Korban jatuh ke jalan. Kaki kirinya robek. Sedangkan pelaku nyungsep ke dalam parit. Warga yang mendengar teriakan maling lagsung mendekat. Dalam hitungan detik, puluhan warga tiba di TKP. Mereka langsung menghajar pelaku. “ Pelaku saat itu langsung diamankan ke Polsek bersama barang bukti,” tegas Kapolsek.

Pelaku ternyata berawal dari Desa Bangorejo, Kecamatan Bangorejo. Dia nekat menjambret lantaran tak memiliki pekerjaan. Hasil pemeriksaan penyidik, pelaku ternyata pernah beraksi di sejumlah lokasi. Diantaranya, Kecamatan Purwoharjo dan Cluring. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 365 yata (1) KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan. (udi)

Keren.., Banyuwangi Bangun Pengolahan Sampah Berkapasitas 84 Ton Per Hari

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Pengolahan sampah terpadu segera dibangun di Banyuwangi. Tak tanggung-tanggung, kapasitasnya mencapai 84 ton per hari. Lokasinya dipilih di Desa Balak, Kecamatan Songgon. Megaproyek hasil kolaborasi dengan Norwegia ini direncanakan mulai November besok. Target beroperasi tahun 2023.

Menariknya lagi, pengolahan sampah ini akan menangani sampah plastik di empat kecamatan di sekitar Songgon. Masing-masing, Rogojampi, Sempu, Genteng dan Singpjuruh.  Pengolahan sampah ini berkonsep terpadu reduce, reuse, recycle (TPST 3R). Pendirian ini merupakan perluasan dari  Project STOP (Stop Ocean Plastics di Kecamatan Muncar sejak 2018. Program ini digerakkan oleh LSM dunia PT. Systemiq Lestari Indonesia. Pendanaannya dari Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria. “ Kami sudah bertemu dengan pihak Systemiq membahas berbagai hal terkait progres program Banyuwangi Hijau.

Salah satunya pembangunan TPST di Songgon,”  kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin (31/10/2022) siang.

Rencananya, luas tempat pengolahan sampah ini mencapai 1,5 hektar. Targetnya, mampu menampung dan mengolah sampah dari 54.000 rumah per hari. Bupati berharap,

desain bangunannya tetap mengadopsi kearifan lokal. “ Identitas budaya Banyuwangi jangan sampai ditinggalkan. Zaman boleh berkembang, namun kearifan dan peradaban Banyuwangi tidak boleh terpinggirkan,” tutur Ipuk. (udi)