Latber Kelima, Duta Taichi Kedatangan Kepala Staf Kogartap III/Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Untuk kelima kalinya Duta Tai Chi Indonesia menggelar latihan bersama (Latber). Pada Latber kali ini, sasana yang beralamat di Jalan Undaaan Wetan Surabaya ini, kedatangan rombongan dari Komando Garnisun Tetap (KOGARTAP) III/Surabaya Selasa (25/10).

Kegiatan yang diikuti oleh sedikitnya 350 orang peserta ini dihadiri langsung oleh Kepala Staf Kogartap III/Surabaya Brigjen TNI (Mar) Much Sulchan M.Tr (Han) dan Tokoh Olahraga Jawa Timur Firman Syah Ali juga Founder Duta Tai Chi Toni Liono, Ketua Duta Taichi Abuya Al-Arif Billah Guru Mulia RKH Zainuddin Husni, tokoh Surabaya Dr H Basa Alim Tualeka serta beberapa tokoh lainnya.

Seusai sesi latihan bersama, Brigjen Much Sulhan memberi motivasi kepada seluruh peserta latihan. Diantara arahan menyatakan, bahwa kegiatan olahraga semacam ini, semuanya menyakini akan menyehatkan badan.

“Saya harapkan kita bisa melaksanakan kegiatan ini secara bertahap dengan kolaborasi antar peserta,” katanya. Much Sulchan mengaku kaget dengan kemampuan anggotanya yang mampu memimpin senam Ling Tien Kung dengan baik.

“Saya cukup kaget tadi ada anggota saya yang memimpin senam dengan baik, saya dibilangin oleh Pak Toni ternyata dia sudah latihan tujuh tahun. Pantesan gerakannya cukup baik,” ujarnya. Founder Duta Tai Chi Indonesia, Toni Liono mengatakan, Latber ini selain manfaatnya untuk menjaga kesehatan serta kebugaran badan, yang tidak kalah pentingnya yakni adanya kebersamaan dan keharmonisan antar peserta.

“Kita saling bersilaturahim antar sesama anggota. Sehingga tidak ada kesan perbedaan antar sesama,” terangnya. Toni Liono menerangkan, selama ini, dirinya menggalakkan Latber antar sasana adalah bertujuan agar kokampakan, kebersamaan serta keharmonisan senantiasa bisa selalu terjaga. Kalau tujuan tersebut terjaga dan terwujud, motivasi olahraga untuk menyehatkan jiwa dan raga mudah didapat.

“Karena keharmonisan adalah perwujudan jiwa yang sehat,” terangnya. Kepala Bidang Olahraga Dispora Jatim,  Firmansyah Ali mengatakan, olahraga Tai Chi ini harus terus dikembangkan dan ditingkatkan, karena manfaatnya sangat terasa dalam membangun karakter bangsa.

“Kalau Tai Chi terus kita masifkan, maka akan tercapai Jatim Seneng Gerak (Jatim Seger) sebagaimana selalu ditekankan oleh Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa” ucapnya. Menurut dia, kebalikan dari Jatim Seger adalah Jatim Mager alias Jatim Males Gerak. Nah Jatim Mager ini jangan sampai terjadi. Jatim Mager harus kita lawan.

“Dengan rajin latihan bersama seperti ini, hari ini dengan Kogartap, besok dengan Kodam, besok lagi dengan PWNU misalkan. Teruslah bergerak tingkatkan kesehatan dan kualitas hidup kita” lanjut Ketua Umum Indonesia Karate Do (INKADO) Jatim ini.

Firman menyatakan, olahraga Tai Chi merupakan olah raga multi guna. “Olahraga Tai Chi ini merupakan olahraga multi guna, selain bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan juga bermanfaat untuk meningkatkan persatuan bangsa karena sifatnya yang massal. Bermanfaat juga untuk meningkatkan perekonomian, menjaga kebugaran, keceriaan, dan kegembiraan,” katanya. (zal)

Dilimpahkan ke Kejaksaan, Pengasuh Ponpes yang Cabuli Santri Diancam 20 Tahun Penjara

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kasus pencabulan santri pondok pesantren (ponpes) di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, memasuki babak baru. Tersangka, Fauzan (53), dilimpahkan penyidik Polresta Banyuwangi ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Selasa (25/10/2022) siang. Mantan anggota DPRD Jatim ini akan didakwa dengan pasal berlapis. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

Tersangka tiba di kantor Kejaksaan ditemani tim pengacaranya. Setelah itu, penyidik menyerahkannya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), termasuk barang bukti. Selanjutnya, tersangka menjadi wewenang JPU untuk segera menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwnagi. “ Jadi, ini pelimpahan tahap dua. Berkas penyidikan sudah dinyatakan lengkap. Sehingga, tersangka dan barang bukti diserahkan ke JPU,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Budi Muklish usai menerima pelimpahan tersangka.

Begitu menerima pelimpahan tersangka, pihaknya akan segera menyusun dakwaan untuk dibawa ke pengadilan. Tersangka akan menjadi tahanan Kejaksaan selama 20 hari ke depan. Untuk sementara, terdakwa dititipkan di rutan Polresta Banyuwangi. JPU akan menggunakan pasal komulatif tentang Pencabulan Anak dan Persetubuhan Anak, masing-masing pasal 81 ayat 3 daan pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “ Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

Kasus pencabulan santriwati ini mencuat Juli 2022. Lima santriwati dan satu santri laki-laki melapor ke Polresta Banyuwangi setelah menjadi korban pencabulan. Tersangka, Fauzan  berhasil ditangkap setelah dua minggu buron. Modus yang digunakan tersangka adalah wawancara kepada para korban. Kemudian, mereka dicabuli di bawah ancaman. Aksi itu dilakukan mulai Oktober 2021 hingga Mei 2022. (udi)

Tak Dapat Ganti Rugi, Warga Terdampak Pelebaran Stasiun Banyuwangi Kota Mengeluh

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Rencana pelebaran Stasiun Banyuwangi Kota berbuntut. Warga terdampak mengeluhkan tidak adanya ganti rugi akibat proyek ini. Padahal, sejumlah bangunan warga terpaksa dibongkar.

Warga juga mengeluhkan batas waktu pembongkaran yang sangat singkat. Warga diberikan batas waktu hingga akhir Oktober untuk membongkar bangunan. Padahal, rata-rata bangunannya sudah permanen, berbahan beton. ” September lalu, ada rapat pengarahan soal rencana pelebaran. Akhirnya kami mulai membongkar bangunan. Kami berharap ada ganti rugi dari PT KAI,” kata Abu Tolib (55), salah satu warga yang terkena proyek pelebaran stasiun, Selasa (25/10/2022) siang.

Pria yang juga Ketua RT ini menuturkan, ketika sosialisasi pelebaran stasiun, warga terdampak dijanjikan kompensasi stan jualan di lokasi bangunan stasiun yang baru. Namun, lagi-lagi tetap dibebani biaya sewa. ” Harapannya, pembongkaran ini ada ganti rugi. Biaya membangunnya lumayan mahal, saya rugi sekitar Rp150 juta. Katanya, hanya dibantu alat berat,” keluh pria yang sudah 30 tahun tinggal di samping stasiun yang dahulu bernama Karangasem ini.

Sedikitnya enam warga di dekat stasiun yang terkena dampak pelebaran. Ada lagi empat warga yang berada di jalur masuk stasiun. Akibat pelebaran ini, Abu Tolib terpaksa membongkar bangunan minimarket permanen miliknya. Dia memundurkan bangunan hingga enam meter. “ Saya sewa lahan 37 meter x 6 meter. Per tahun Rp 5 juta. Rencananya, lahan ini akan dipakai jalan,” ujarnya.

Selain bangunan harus dirombak, usaha minimarket miliknya juga terancam sepi. Pasalnya, depan bangunannya akan dibangun tembok pembatas stasiun. Dia berharap, masih ada akses masuk pengunjung stasiun ke mini market miliknya. Sehingga, usahanya masih bisa berlanjut. Pun ada solusi bagi warga lain yang terdampak.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana memperluas stasiuan Banyuwangi Kota dengan bangunan dua lantai. Megaproyek ini rencananya dimulai awal tahun 2023. Targetnya, stasiun di pinggir kota Banyuwangi akan menjadi salah satu ikon KAI di ujung timur Jawa. “Ini diharapkan menjadi stasiun yang mengadopsi budaya dan potensi UMKM lokal,” kata Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Azhar Zaki, belum lama ini. (udi)

 

Tanggul Jebol, Pemkab Gresik Kerahkan Satu Unit Ekskavator

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Mendapat kabar tanggul kali jebol, petinggi di Kota Pudak ini langsung reaksi. Tanggul anak Kali Lamong yang berada di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean Gresik, jebol. Akibatnya ratusan rumah warga terendam air hingga ketinggian 1 meter.

Jebolnya tanggul Anak Kali Lamong Senin (24/10) kemarin itu diakibatkan karena meluapnya Kali Lamong sehingga tak mampu menahan debit air yang semakin meningkat. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, tidak menutup kemungkinan air akan semakin bertambah dan bisa memasuki pemukiman warga.

Untuk melihat situasi dan kondisi jebolnya tanggul tersebut Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani langsung datang ke lokasi. Dirinya didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTR Gresik dan Camat Kedamean meninjau dari dekat jebolnya tanggul Anak Kali Lamong tersebut.

Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik meminta kepada Dinas terkait dibantu TNI-Polri untuk segera membantu evakuasi warga yang terdampak. Dari laporan yang saya terima, jebolnya tanggul ini terjadi pukul 11.00 wib yang hanya 1,5 meter. Namun beberapa jam kemudian sudah mencapai hampir 30 meter akibat tanah penahan tanggul tergerus air.

‘’Saya minta kepada Dinas terkait dan dibantu TNI-Polri untuk membantu proses evakuasi. Saya lihat BPBD juga sudah mendirikan tenda darurat bagi warga,” katanya. Satu unit ekskavator juga dikerahkan Gus Yani untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Selanjutnya akan dipasang bambu penahan dan karung berisi pasir sebagai langkah tanggap darurat agar air tidak semakin membanjiri rumah warga.

“Sejauh ini Tanggul Kali Lamong masih aman. Yang jebol adalah tanggul anak Kali Lamong. Ini secepatnya akan kita perbaiki. Satu unit ekskavator juga sudah kita siapkan untuk langkah tanggap darurat,” pungkasnya. (dra)

Mak Ganjar Mojokerto Doa Bersama untuk Indonesia

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Doa Bersama untuk Indonesia kembali bergema. Giliran Kabupaten Mojokerto ambil bagian dalam kegiatan yang diselenggarakan relawan Mak Ganjar Provinsi Jawa Timur.

Sekitar 1.000 emak-emak berpartisipasi dalam kegiatan di Balai Dusun Cinandang, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur/Jatim Senin (24/10). “Ada sholawat dan doa bersama untuk Indonesia dalam rangka bermunajat menentukan pemimpin yang diharapkan bangsa Indonesia, yakni Pak Ganjar Pranowo,” Sekretaris Mak Ganjar Jatim, Sutik Rahayu.

Rahayu mengajak emak-emak untuk berkomitmen memberikan dukungannya kepada Ganjar Pranowo. “Disini responnya sangat baik, masyarakat juga antusias. Saya yakin emak-emak akan mendukung penuh Pak Ganjar untuk jadi Presiden 2024. Karena Bapak punya portofolio yang bagus, apalagi beliau dekat dengan kaum perempuan,” lanjut Rahayu.

Mak Ganjar Mojokerto doa bersama untuk Indonesia. (foto/ist)

Ia memilih Mojokerto untuk menjadi tempat konsolidasi, sebab Ia menilai Mojokerto merupakan kota satelit dengan basis masyarakat yang banyak. “Mojokerto ini kan bisa dibilang sebagai kota satelit, lokasinya dekat dengan Ibu Kota Surabaya dan jumlah penduduknya termasuk banyak di Jawa Timur. Itu alasan mengapa kami memilih Mojokerto,” ujarnya.

Kendati belum diusung oleh partai, Rahayu merasa yakin Ganjar akan segera dideklarasikan, sebab popularitas Ganjar cukup tinggi. “Saya melihat beberapa lembaga survei, memang Pak Ganjar memiliki elektabilitas cukup tinggi dan fakta di lapangan pun banyak yang mendukung dan mendoakan beliau. Makannya saya yakin beliau akan lolos pada fase tersebut,” ujarnya.

Masyarakat Mojokerto sangat berharap, Ganjar Pranowo kelak dapat mensejahterakan petani, khususnya para emak-emak yang berprofesi sebagai petani. Emak-emak ini kan profesinya mayoritas sebagai petani.

Mak Ganjar Mojokerto doa bersama untuk Indonesia. (foto/ist)

Mereka berharap pada sosok Pak Ganjar apabila terpilih memiliki program yang pro terhadap emak-emak yang berprofesi sebagai petani. Salah satunya mungkin program pelatihan produksi maupun pasca panen.

‘’Hal ini agar emak-emak bisa lebih berkembang dan membantu para suami untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutup Rahayu. (rid)

Ancam Tetangga dengan Pisau Dapur, Pria di Banyuwangi Ditangkap Polisi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)- Niat menggasak telepon selular (ponsel) milik seorang wanita, RS (29), warga Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi justru berakhir di penjara. Pria ini ditangkap aparat Polsek Pesanggaran usai gagal menggasak ponsel disertai ancaman menggunakan pisau dapur.

Pelaku diamankan polisi setelah beberapa hari buron. Aksi percobaan pencurian dengan kekerasan ini menimpa Yesti Meivita Dewi (37), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Korban dan pelaku masih bertetangga. “ Kejadiannya, 16 Oktober lalu. Pelaku masuk ke kamar korban, lalu mengancam dengan pisau. Pelaku berniat menggasak ponsel korban,” kata Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi, Senin (24/10/2022) siang.

Saat kejadian, korban sedang terlelap di kamar. Pelaku masuk dengan mencongkel pintu, lalu menyelinap ke kamar korban sembari mematikan lampu. Melihat kehadiran orang tak dikenal, korban berteriak minta tolong. Pelaku sempat panik, lalu mengancam korban dengan sebilah pisau. Bukannya takut, korban berteriak makin kencang. Warga pun berdatangan mendekat.

Merasa posisinya terpojok, pelaku memilih kabur. Nahas, sandal jepitnya tertinggal. Korban kemudian melapor ke Polsek. Berbekal laporan korban, polisi menyelidiki identitas pelaku. Tak butuh waktu lama untuk menangkap pelaku. “ Pelaku kita amankan saat bersembunyi,” tegas Kapolsek.

Dari tangan pelaku diamankan sebilah pisau yang digunakan beraksi. Penyidik masih mendalami kasus ini, termasuk motif lain dari pelaku. “ Pemeriksaan masih berlanjut,” pungkas Kapolsek. (udi)

Perkuat Nasionalisme, Begini Cara DPRD Jatim Galakkan Wasbang ke Dapil

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Meredupnya nasionalisme di kalangan pemuda memantik keprihatinan DPRD Jawa Timur (Jatim). Wakil rakyat ini gencar menggelar wawasan kebangsaan (wasbang) ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Targetnya, masyarakat kembali memahami pentingnya kehidupan berbangsa dalam bingkai NKRI.

Wasbang ini menyasar berbagai komunitas. Mulai petani, pemuda, hingga kalangan jurnalis. Sehingga, semangat nasionalisme benar-benar mengakar di bernagai kalangan. “ Saat ini, semangat nasionalisme ini cenderung merosot. Inilah pentingnya dialog wasbang dengan berbagai kalangan,” kata anggota Komisi D DPRD Banyuwangi, Hermanto usai sosialisasi wasbang di kalangan jurnalis Banyuwangi, Senin (24/10/2022) siang.

Dipilihnya kalangan jurnalis bukan tanpa alasan. Para kuli tinta ini dinilai sebagai penyambung lidah rakyat ke pemerintah. Pun sebaliknya. Sehingga, dengan wasbang, para jurnalis diharapkan bisa membumikan kebhinekaan dalam karya tulisnya. “ Harapannya, teman-teman jurnalis ikut berperan menumbuhkan semangat kebangsaan lewat tulisan,” tegas politisi PDIP asal Banyuwangi ini.

Dengan wasbang, pihaknya berharap, semangat nasionalisme makin kokoh. Khususnya, di kalangan pemuda. Caranya, mereka mampu menyaring berbagai arus informasi yang membahayakan NKRI. (udi)

Tanamkan Disiplin, Pelajar MI Khoirul Huda Ikuti Upacara HSN Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Upacara Hari Santri Nasional (HSN) se-Kecamatan Sedati Sidoarjo berlangsung semarak. Peserta upacara terdiri dari berbagai lembaga dan organisasi. Salah satu dari peserta adalah siswa-siswi dari Madrasah Ibtidaiyah  (MI) Khoirul Huda Desa Pabean.

Lokasi upacara dipusatkan di lapangan Alastipis Desa Pabean Kec Sedati Sidoarjo Sabtu (22/10). Total ada sekitar 12 MI yang ikut ambil bagian dalam upacara tersebut. Semuanya terdiri dari pelajar kelas 4, 5, dan 6.

Tak hanya para siswa MI, tampak ikut hadir dalam deretan barisan upacara yaitu para ibu-ibu Fatayat, Muslimat, IPPNU, Banser, Perguruan Silat Pagar Nusa Ranting Pabean, serta tokoh NU Ranting Pabean dan sejumlah undangan.

Yang istimewa, upacara ini dihadiri Wakil Bupati  (Wabup) Sidoarjo Subandi. Tampak hadir pula  Kepala Desa Pabean, Sriatun. Wabup Subandi menjadi Inspektur Upacara dan Komandan upacara dipercayakan kepada Hendra dari Banser Pabean, serta pembaca naskah Resolusi Jihad,  Nurikan  yang tak lain  Kepala MI Khoirul Huda Pabean.

Seperti diketahui  peringatan Hari Santri Nasional tahun ini  mengangkat tema ” Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Maksud dari  tema ini  bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia.

Suasana upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Alastipis Desa Pabean Kecamatan Sedati Sidoarjo. (foto/dra)

Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. “Tujuan hari santri adalah menanamkan akhlakul karimah dan ini tidak hanya diucapkan tapi juga harus diwujudkan,” tandas Wabup Subandi dalam amanatnya.

Orang nomor dua di Kota Udang sebutan lain Sidoarjo menambahkan bahwa mereka (santri-Red) diharapkan tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain tentunya juga agama.

Catatan-catatan tersebut menunjukkan bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Sehingga mengasosiasikan santri hanya dengan bidang ilmu keagamaan saja tidaklah tepat. Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam.

Bahkan mereka menjadi pemimpin negara. “Meski bisa menjadi apa saja, santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama itu sendiri. Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan,” paparnya.

Dirinya menjelaskan tidak ada satu pun agama yang menyuruh pemeluknya untuk melakukan tindakan yang merusak harkat dan martabat manusia. Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. “Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia. Di tengah kemajemukan masyarakat,” ujarnya.

Menjelang sore upacara yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa. Sementara itu, Kepala MI Khoirul Nurikan Sag, mengatakan, siswa-siswinya yang mengikuti upacara diharapkan bisa menanamkan kedisiplinan. Dan dapat mengetahui sejarah perjuangan santri. Sehingga bisa mewarnai perilaku peserta didik sehari-hari. (dra)

Ika FISIP Unair Jateng-DIY Gelar Baksos di Sleman

0

Sleman, (pawartajatim.com) – Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair) di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ikut bergerak menggelar bakti sosial (Baksos). Kegiatan ini dalam rangka memeringati 50 Tahun Ika Unair untuk Indonesia.

Baksos ini digelar di Dusun Nglarang RT 3 RW 11, Sidoarum, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (23/10). Sebanyak 30 paket sembako dibagikan. Sementara, sasaran penerimanya adalah warga Dusun Nglarang.

“Ini upaya kami dalam memperingati 50 Tahun Ika Unair oleh alumni FISIP Unair yang berdomisili di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta,” kata Ketua Panitia Baksos Budi Husada disela-sela kegiatan.

Menurut alumnus Prodi Antropologi 1986 ini, kegiatan tersebut juga untuk membantu warga yang kurang beruntung. Terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), lansia, dan janda.

“Kami berterima kasih atas kegiatan pembagian sembako ini. Sangat berguna sekali bagi kami. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan alumni FISIP Unair tambah maju,” ungkap Ibu Martoyo mewakili penerima bantuan. (rizki)

Partai Republik Dijadwalkan Mediasi, Beri Apresiasi Kinerja Penyelenggara Pemilu

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Ketua Umum Partai Republik Asngari, mengapresiasi kinerja penyelenggara pemilu, baik Bawaslu maupun KPU RI. Partai Republik mendapatkan kesempatan menjalani forum mediasi untuk memastikan dan mengklarifikasi sejumlah dokumen partai yang masuk ke dalam siste informasi partai politik (SIPOL) yang dibuat KPU.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Bawaslu dan KPU. Forum Mediasi di Bawaslu ini akan dilaksanakan minggu depan. Forum ini menjadi forum klarifikasi terhadap beberapa persoalan saat verifikasi administrasi yang telah dilaksanakan KPU,” kata Asngari, di Jakarta Minggu (23/10).

Menurut Asngari, Partai Republik sangat berkepentingan menunjukkan kepada KPU, bahwa seluruh dokumen sesuai dengan jenis data dalam SIPOL adalah benar dan lengkap. Hanya ada satu saja jenis data yang tidak lengkap akibat kode sistem SIPOL yang tidak kami pahami.

‘’Akibatnya kami harus memecahkan kode sinkronisasi tersebut. Pada saat proses pemecahan kode sudah berhasil dilakukan, waktu perbaikan verifikasi administrasi pun sudah selesai. Hal inilah yang menyebabkan Partai Republik kehilangan kesempatan mengikuti tahapan verifikasi faktual,” ujar Asngari.

Dengan adanya mediasi, Partai Republik berharap masalah gangguan dan hambatan kode sinkronisasi SIPOL ini dapat menjadi  dan diselesaikan dengan baik oleh Bawaslu. “Kami berharap KPU menyadari ada kendala dalam SIPOL dan dapat menyertakan Partai Republik dalam tahapan verifikasi faktual atau menetapkan Partai Republik sebagai peserta pemilu,” ujar Asngari.

Asngari berharap kader dan seluruh pengurus Partai Republik di seluruh wilayah dan daerah di Indonesia dapat mempersiapkan pelaksanaan verifikasi faktual. “Kita harus tetap optimis. Kita akan memasuki verifikasi faktual dan ditetapkan sebagai peserta pemilu. Itu harapan kami selama ini,” ujarnya. (bw)