Hebat, Sepuluh Tahun Lazada Layani 100 Juta Pembeli

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Meski baru berusia 10 tahun, Lazada perusahaan yang bergerak dibidang e-commerce terdepan di Indonesia yang berdiri sejak 2012 ini sudah melayani 100 juta konsumen. Bahkan, perusahaan ini mentargetkan dapat melayani 300 juta pembeli hingga 2030.

Penegasan ini dikemukakan SVP Seller Operation Lazada Indonesia, Haikal Bekti Anggoro, ketika berbicara pada acara media gathering yang bertajuk ‘Lazada Perkuat Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekosistem Ekonomi Digital di Jawa Timur/Jatim dan media visit ke Gudang Lazada di Sidoarjo, Selasa (9/7) kemarin.

Untuk mencapai target, Lazada melakukan terobosan. Terutama dibidang ekonomi digital. Jatim diketahui merupakan daerah yang memiliki potensi pertumbuhan perekonomian digital. Karena itu, Lazada menjadikan Jatim sebagai tujuan strategis program pemberdayaan ekosistem melalui Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) AKAR Digital Indonesia.

Berdasarkan data di Lazada, pada 2021 menunjukkan pertumbuhan jumlah penjual aktif dari Jatim tumbuh 2x lipat dibandingkan tahun sebelumnya. ‘’Bila dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penjual di Lazada secara nasional, jumlah penjual dari Jatim di Lazada tumbuh 1,5 kali lebih cepat,” kata Haikal.

Pertumbuhan jumlah penjual di Jatim sendiri lebih cepat daripada pertumbuhan jumlah pesanandari pelanggan di provinsi yang memiliki 38 kabupaten/kota ini. Sehingga nampak tingginya minat UMKM di Jatim untuk berjualan secara digital.

Seorang karyawan sedang melakukan pengecekan di Gudang Lazada Sidoarjo Selasa (9/7). (foto/ist)

Potensi UMKM di Jatim sangat besar, termasuk untuk melayani pelanggan yang berada di provinsi ini. Karena itulah, sebagai salah satu upaya untuk mendorong potensi ini, dibawah payung Gerakan AKAR Digital Indonesia, kami Kembali menggelar sesi pelatihan untuk UMKM Jatim terkait pemasaran digital.

‘’Kami berharap, akan ada lebih banyak lagi UMKM di Jatim yang tergerak untuk bertransformasi digital dan bisa memenuhi kebutuhan konsumen, khususnya yang juga berdomisili di provinsi ini,” tambah Haikal.

Lazada menyelenggarakan kelas pelatihan “Naik KeLaz” untuk pelaku UMKM di Jawa Timur di Hotel Luminor Sidoarjo Senin (9/8) setelah sebelumnya menjalankan beberapa sesi pelatihan untuk UMKM di Surabaya.

Sejak awal kehadirannya di Indonesia, Lazada memposisikan diri bukan hanya sebagai platform e-Commerce, tapi juga sebagai tempat pembelajaran dan pertumbuhan bagi penjual yang ingin mengembangkan bisnis.

Peningkatan daya saing dan pemberdayaan UMKM di Jatim juga dilakukan melalui berbagai inisiatif pelatihan oleh Lazada University, yang menaungi sesi pelatihan UMKM di Sidoarjo. Selain itu, kehadiran komunitas penjual, Lazada Club juga menjadi wadah bagi para penjual di Lazada berbagi tips dan trik berjualan online serta membagikan kisah sukses.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Jatim, Dr Andromeda Qomariah, M.M., mengatakan, Jatim menyimpan potensi perekonomian digital yang sangat besar. Sektor usaha di Jatim memang didominasi oleh UMKM.

Berdasarkan sensus ekonomi dan sensus pertanian, total terdapat 9,78 juta UMKM di Jatim. Baik disektor pertanian maupun non pertanian. Dilihat dari aspek tenaga kerja, berdasarkan data BPS, sebanyak 62 persen tenaga kerja bergerak disektor informal.

Meski demikian, kata dia, pihaknya memahami bahwa sebagian besar UMKM di Jawa Timur masih membutuhkan bimbingan untuk bisa menjadikan platform digital sebagai pendukung pertumbuhan bisnis mereka.

Karena itu, dia menyambut baik program dan inisiatif dari Lazada untuk membantu UMKM berdigitalisasi melalui Gerakan AKAR Digital untuk Jatim ini. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, kontribusi Koperasi dan UKM terhadap perekonomian Jatim mencapai 57,81 persen di tahun 2021, menunjukkan bagaimana UMKM berperan sangat penting dalam pertumbuhan perekonomian Jawa Timur.

Gerakan AKAR Digital diharapkan dapat menjadi akselerator kontribusi UMKM terhadap ekonomi Jatim. (bw)

Inovatif, Santunan Anak Yatim di Banyuwangi Menggunakan Buku Tabungan

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Santunan anak yatim identik dengan membagi amplop. Namun, di Banyuwangi, pemberian santunan kaum duafa ini dibuat inovatif. Dana santunan ditransfer ke buku tabungan.

Tak sekadar menyantuni, inovasi ini untuk memberikan pelajaran anak yatim tentang literasi keuangan. Mereka dikenalkan dengan budaya menabung. Sehingga, sejak dini memahami pentingnya manajemen keuangan untuk menyiapkan biaya pendidikan.

“Ini bagian dari upaya menjadikan anak-anak yatim punya literasi keuangan sejak dini. Dimulai dari menabung, tidak harus langsung banyak, sedikit demi sedikit tidak masalah,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani disela Festival Muharam, Senin (8/8) sore.

Sebanyak 1.444 anak yatim se-Banyuwangi mendapatkan santunan senilai Rp300 ribu. Berbeda dengan tahun seblumnya, santunan ditransfer ke rekening penerima. Biasanya diserahkan secara tunai. Sebelum mendapatkan santunan, para penerima mendapatkan buku tabungan.

“Harapannya, pemahaman keuangan tidak hanya dimiliki anak-anak dari kalangan berada. Anak-anak yatim dan kurang mampu juga bisa memahami literasi keuangan,” tegas Ipuk. Festival Muharam Banyuwangi juga diisi ‘Deklarasi Pesantren Ramah Anak’.

Deklarasi ini untuk memastikan pondok pesantren menjadi tempat yang ramah bagi anak untuk menuntut ilmu. Deklarasi diikuti sejumlah perwakilan Ormas Islam dan Kemenag Banyuwangi. (udi)

Lokakarya Jurnalistik PWI-AKD Gresik Hasilkan Solusi Hadapi Wartawan Abal-abal

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Lokakarya jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia/PWI di Gresik Jatim membuahkan sebuah solusi. Kegiatan lokakarya yang bekerjasama dengan Asosiasi Kepala Desa/AKD Gresik ini diselenggarakan untuk memberi pemahaman kepada pejabat publik.

Salah satu pejabat publik itu adalah  Kepala Desa (Kades). Mengingat para Kades banyak mengeluh karena akhir-akhir ini sering didatangi wartawan yang statusnya tidak jelas alias abal-abal. Beberapa solusi itu diantaranya Kades di Kabupaten Gresik tidak perlu takut lagi jika didatangi oknum wartawan.

Disepakati sejumlah poin antara PWI, AKD, Dewan Pers, Polres Gresik dan Kejari Gresik. Pertama, jika ada oknum wartawan yang datang lalu mengancam dan melakukan pemerasan, bisa langsung dilaporkan ke kantor polisi. Bisa melapor ke Polsek maupun Polres.

Kedua, bila ada pemberitaan yang dirasa kurang tepat,  narasumber bisa meminta hak jawab 2×24 jam. Bila tidak digubris, Kades bisa langsung melapor ke Dewan Pers. Dalam acara yang digelar di hotel Aston Inn Gresik tersebut juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang pencegahan penyalagunaan profesi pers.

Penandatangan dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Kejari Gresik M. Handan Saragih, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim dan Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan.

Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan, mengatakan sering mendapat keluhan adanya wartawan dalam tanda kutip datang ke desa-desa. Bermodal kartu pers tanpa memiliki perusahaan pers yang berbadan hukum.

Bahkan bukan hanya kepala desa, kepala sekolah, dan instansi  lainnya. Mereka wartawan abal-abal itu biasanya datang mencari kesalahan lalu meminta uang. Akibat perbuatan mereka, wartawan di Gresik yang sudah memiliki kartu UKW, dan berasal dari perusahaan media yang sudah berbadan hukum serta terdaftar di dewan pers terkena imbasnya.

“Kepala desa tidak perlu takut lagi, ada proses hukum. Kalau mengahdapi mereka. Harapan kami setelah keluar dari acara ini, para Kades harus ada  kemauan untuk melawan. Karena wartawan sebenarnya kena imbasnya,” kata Ashadi di Gresik, Senin (8/8).

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya, meminta agar kepala desa di Gresik tidak perlu takut lagi. Apalagi sampai menghindari wartawan yang datang ke kantor desa. Agung, sapaan akrab Wakil Ketua Dewan Pers, ini memberikan tips mulai dari menanyakan dahulu kartu UKW wartawan tersebut dan di cek berasal dari perusahaan media mana.

“Didatangi wartawan  tanya sudah memiliki sertifikasi  UKW atau belum. Dan kalau sampai muncul pemberitaan kurang tepat atau menyudutkan silahkan minta hak jawab. Bila dalam waktu 2 x 24 jam tidak ditanggapi, bapak dan ibu Kades silahkan mengadukan ke dewan pers. Tidak ada biaya. Silahkan telepon saya,” tandas Agung.

Selama ini, sudah ada 800 pengaduan tentang pers di seluruh Indonesia. Namun belum ada keluhan  yang datang dari Gresik. Dengan adanya Lokakarya Jurnalistik PWI ini, diharapkan  menambah wawasan kepala desa tentang seluk beluk jurnalistik.

Namun jika sudah masuk ranah pidana seperti mengancam, memeras, dipersilahkan melapor ke kepolisian. Ketua AKD Gresik Nurul Yatim menambahkan, dengan menghadirkan dewan pers ini kepala desa di Gresik menjadi tahu tentang batasan ruang informasi publik sejauh mana.

“Mana media abal-abal mana media yang punya legalitas bisa memberikan pengertian luas. Dengan adanya lokakarya ini kami mendapat pemahaman sesuai aturan yang berlaku,” tambah pria yang juga memimpin desa Baron Kec Dukun Gresik ini.

Turut hadir pula menjadi sebagai narasumber Bupati Gresik, Polres Gresik, Kejari Gresik yang disampaikan oleh Kasi Pidsus. Serta perwakilan dari PWI.  Acara berlangsung hangat dan gayeng. (dra)

BPBD Jatim dan SRPB Gelar Road Show SPAB di 19 Kabupaten/Kota

0

Sumenep, (pawartajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD Jawa Timur/Jatim bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana/SRPB mulai menggelar road show Satuan Pendidikan Aman Bencana/SPAB. Road show kali ini digelar di 19 kota-kabupaten di provinsi ini.

Lokasi pertama yang dijadikan road show adalah di SMKN 1 Sumenep, di Jalan Trunojoyo 298, Panitian Selatan, Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Senin, 8 Agustus 2022. Setelah Sumenep, road show diadakan di Kabupaten Pamekasan, Kota Probolinggo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Magetan.

Pembukaan SPAB kali ini dibuka Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Andhika Nurrachmad Sudigda. Ia menyatakan, pentingnya kesiapsiagaan yang dimulai dari usia muda dan diri sendiri. Lingkungan sekolah merupakan tempat sosialisasi yang baik untuk mitigasi bencana.

“Ketangguhan sekolah dalam menghadapi ancaman bencana yang ada di sekitarnya merupakan  sebuah usaha yang perlu dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan,” katanya. Menurut Andhika, mitigasi bencana saat ini menjadi prioritas dalam program pemerintah terkait kebencanaan dan ketangguhan masyarakat.

Sementara, Kepala SMKN 1 Sumenep Zainul Sahari berharap agar para guru, siswa, dan staf di lingkungan sekolah ini mampu menyerap ilmu pengetahuan dan bisa praktik langsung untuk simulasi. Kegiatan SPAB kali ini dilaksanakan selama dua hari (8-9 Agustus).

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep Syamsul Arifin, Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi, serta beberapa undangan lainnya. (rizki)

Berdayakan Penjahit Kampung, Warga Banyuwangi Dibagikan Belasan Ribu Bendera Merah Putih

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Perayaan Kemerdekaan RI di Banyuwangi dibuat beda. Puluhan penjahit kampung dilibatkan, membuat bendera. Hasil jahitannya dibagikan gratis ke warga. Total, 17.822 lembar bendera berhasil diselesaikan.

Lalu, diberikan ke warga di sejumlah titik di Banyuwangi. Sebanyak 77 penjahit yang diajak memproduksi bendera secara massal. Mereka dikumpulkan di GOR Tawangalun, Banyuwangi, Senin (8/8) siang.

Suasana produksi bendera begitu riuh,menggembirakan. Sembari fokus menjahit, para penjahit dari berbagai kampung itu sesekali saling melempar canda. Apalagi, kegiatan ini kali pertama digelar di Bumi Blambangan.

“Jadi peringatan kemerdekaan bukan hanya seremonial, tapi salah satunya kita konkritkan dengan memberdayakan ekonomi para penjahit di kampung-kampung,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, disela menemui para penjahit.

Selain mendapatkan honor dari jasa produksi bendera, para penjahit juga mendapatkan uang sewa dari mesin jahitnya yang dibawa ke tempat produksi bendera secara massal ini. Menurut Ipuk, pihaknya sengaja tidak memesan bendera ke pabrikan konveksi.

Namun, memilih para penjahit kampung. Tujuannya, pemberdayaan UMKM untuk pemulihan ekonomi. Program pemberdayaan penjahit kampung disambut antusias para penjahit. Supriyanto, seorang penjahit penyandang disabilitas, merasa terhormat bisa ikut dilibatkan menjahit Merah-Putih.

Pria ini menargetkan bisa membuat 20 bendera. Sehari-hari Supriyanto menerima pesanan jahit di runahnya. “Semoga nanti bendera yang saya buat bermanfaat dan membanggakan bagi yang memakainya nanti,” kata penjahit asal Kampung Bakungan, Glagah, tersebut.

Selain memberdayakan para penjahit kampung, Bupati bersama Forkopimda Banyuwangi memborong bendera yang dijual oleh sejumlah PKL di pinggir jalan. Bendera-bendera dibagikan gratis ke warga. Seperti, komunitas nelayan dan petani. (udi)

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II/2022, Diatas Rata-Rata Nasional

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dibawah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, kinerja perekonomian di provinsi ini terus membaik saat pandemi Covid-19 melandai. Secara year on year (y on y) kinerja perekonomian Jatim Triwulan II 2022 tercatat tumbuh 5,74 persen dibanding triwulan II tahun 2021.

Kinerja perekonomian tersebut tercatat sebagai kinerja perekonomian tertinggi di pulau Jawa bahkan diatas rata-rata nasional yang tercatat YoY sebesar 5,44 persen. Di periode yang sama, Provinsi Banten 5,70 persen, Jawa Barat 5,68 persen, Jawa Tengah 5,66 persen, DKI Jakarta 5,59 persen dan DIY 5,20 persen.

Di periode yang sama, kinerja Perekonomian Jatim secara quarter to quarter (q-to-q)  tercatat tumbuh sebesar 2,39 persen dibanding triwulan I tahun 2022. Kinerja tersebut juga tertinggi se-Pulau Jawa. Di periode yang sama, Jawa Barat 1,86 persen, Jawa Tengah 1,47 persen, DKI 1,05 persen, DIY 0,96 persen, dan Banten 0,95 persen.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, kinerja perekonomian tersebut diantaranya didukung mobilitas penduduk yang meningkat signifikan ditandai kenaikan impresif semua moda transportasi. “Peningkatan tingkat hunian kamar hotel serta kenaikan wisatawan mancanegara juga mendorong geliat ekonomi Jatim yang luar biasa,” kata mantan menteri sosial RI ini,  Senin (8/8).

Di samping itu, juga didukung meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat yang membuat aktivitas produksi meningkat secara ekspansif. Tumbuhnya kinerja perekonomian Jawa Timur berseiring dengan realisasi investasi di periode yang sama, yakni mencapai Rp 29,9 triliun.

Pencapaian tersebut mengalami kenaikan dari triwulan II tahun 2021 (y-o-y) sebesar 69,2 persen. Angka ini sekaligus melebihi pertumbuhan investasi nasional sebesar 35,5 persen. Rinciannya, investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 11,3 triliun atau tumbuh 198,1 persen dari triwulan II tahun 2021 (y-o-y).

Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 18,6 triliun dengan peningkatan 34,1 persen (y-oy). Dari capaian realisasi pada triwulan II diakumulasi dengan triwulan I, maka target investasi Jatim di tahun 2022 sebesar Rp 80  triliun (target RPJMD 2019-2024) telah terpenuhi sebesar 66,9 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jatim seiring dengan realisasi investasi Jatim TW II meningkat 69,2 persen (y o y) melampaui nasional yang tumbuh sebesar 35,5 persen. Juga seiring dengan turunnya kemiskinan Jatim periode Maret 2021 – Maret 2022 sebesar 391.400 jiwa dan tertinggi secara nasional.

“Ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dimana pertumbuhan ekonomi juga bisa dinikmati oleh masyarakat lapisan bawah” pungkas Khofifah. (dra)

Genjot Tangkapan Ikan, Nelayan Muncar Diajari Membaca Cuaca Laut

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Nihil tangkapan ikan saat melaut tidak lagi menjadi momok nelayan di Muncar, Banyuwangi. Pasalnya, mereka mendapatkan ilmu baru untuk menggenjot hasil tangkapan.

Keahlian ini setelah mengikuti sekolah lapang cuaca yang digelar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar, Banyuwangi, Senin (8/8) siang.

Para ahli cuaca dari BMKG membekali para nelayan tradisional ini dengan aplikasi khusus. Kelebihannya, bisa memastikan lokasi berkumpulnya ikan. Sehingga, nelayan tidak lagi berburu ikan tanpa kejelasan hasil.

“Dengan aplikasi ini, nelayan bisa hebat menguasai teknologi. Nelayan tidak lagi mencari ikan, tapi menangkap ikan, karena daerah tangkapannya jelas,” kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Pusat, Eko Prasetyo disela memberikan materi cuaca ke nelayan.

Selain membaca daerah tangkapan, nelayan diajari melihat potensi gelombang, arus laut dan arah angin. Sehingga, mereka bisa memilih rute yang aman saat melaut. Selama ini, nelayan hanya menggunakan cara tradisional ketika turun ke laut.

Tak jarang, kecelakaan terjadi akibat salah memprediksi cuaca. “Teknologi ini bisa mencegah kecelakaan laut, sekaligus meningkatkan hasil tangkapan,” jelasnya. Pihaknya berharap, nelayan yang membaca cuaca bisa merencanakan jalur pelayaran sejak dini.

Termasuk, memilih waktu yang tepat untuk menangkap ikan. Sasaran yang dituju tak lagi mencari-cari. Namun, sudah terarah sesuai dengan citra satelit yang dibaca. “Harapannya, nelayan kita bisa hebat dan sejahtera dengan tangkapan yang jelas,” pungkasnya.

Aplikasi membaca cuaca ini mendapat apresiasi dari anggota Komisi V DPR RI, Sumail Abdullah. Menurutnya, dengan teknologi, nelayan Indonesia tidak lagi mengandalkan cara tradisional untuk menangkap ikan, termasuk memprediksi cuaca. Apalagi, dengan aplikasi yang mudah dipahami.

“Dengan teknologi ini, nelayan bisa selamat ketika melaut dan tangkapannya melimpah,” jelas politisi Gerindra ini. (udi)

Gubernur Ajak BUMD Maksimalkan Potensi dan Aset yang Dimiliki untuk Tingkatkan PAD Jatim

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh jajaran BUMD untuk mengoptimalkan peran dan kontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur.

Untuk itu, pihaknya mengumpulkan seluruh jajaran BUMD dalam Rapat Koordinasi bertajuk Optimalisasi Peran BUMD dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihelat di Hotel JW Marriot, Kamis (4/8).

Dalam rakor ini, lengkap dihadiri oleh para komisaris, direksi, pemimpin divisi, pimpinan cabang BUMD, serta para direksi anak perusahaan BUMD. Hadir narasumber seperti Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA dan Prof Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D dari akademisi dan profesional, serta Agus Wicaksono, CEO dan Co-Founder PT Alumnia Sinergi Adikarsa.

Melalui rakor ini, Gubernur Khofifah, meminta agar BUMD dapat memaksimalkan potensi aset yang dimiliki dan meningkatkan pengembangan usaha. Dengan harapan optimalisasi tersebut bisa menggairahkan perusahaan dan semakin meningkatkan kontribusi pada PAD Provinsi Jawa Timur.

Tidak hanya itu, ia pun berpesan, jika ada permasalahan dalam perusahaan maka harus dicari solusinya sesegra mungkin  agar pengembangan usaha tidak terkendala. “Kejelian dalam menemukenali potensi menjadi kebutuhan yang sangat penting. Secara khusus saya ingin menyampaikan, BUMD di Jatim tak boleh berhenti berinovasi dan berkreasi dalam mengembangkan usaha agar kontribusi untuk PAD bisa terus meningkat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, disampaikan Gubernur Khofifah, saat ini BUMD di bawah naungan Pemprov Jatim dituntut untuk terus menguatkan koneksi dan jejaring. Sebab, hari ini tidak bisa satu instansi bekerja sendiri. Melainkan harus berkolaborasi dan menguatkan bangunan jejaring lintas elemen agar tujuan yang ingin dicapai bisa semakin mudah dan cepat dicapai.

“BUMD harus proaktif dalam menginisiasi kolaborasi. Baik dengan  pemerintah daerah, dengan BUMN, maupun BUMS. Sebab dewasa ini, sudah harus segera dirubah dari kecenderungan  sama-sama kerja, menjadi  kerja bersama-sama,” tegasnya.

Tak lupa, di hadapan sekitar 200 peserta rakor Gubernur Khofifah juga mengingatkan agar BUMD dalam upaya pengembangan  untuk tetap prudent. Semua langkah dalam kreasi dan inovasi yang dilakukan dalam pengembangan usaha harus selaras dengan aturan yang ada. Baik aturan pusat maupun daerah.

“Dan yang paling penting saya ingin pesankan, setiap inovasi dalam pengembangan usaha harus tetap mengedepankan fungsi pelayanan. Jadi jangan hanya profit oriented, pelayanan publik tetap jadi prioritas. Keduanya seimbang,” tegasnya.

Gubernur Khofifah, optimistis bahwa BUMD bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Dengan kemampuan untuk membaca, menangkap, dan menciptakan peluang menjadi suatu kekuatan, BUMD di Jatim akan bisa menjadi pelecut pertumbuhan ekonomi.

Terkait dengan potensi, hal-hal yang perlu dioptimalkan oleh BUMD ditegaskan Gubernur Khofifah antara lain adalah kualitas dan profesionalisme Sumber Daya Manusia, pemanfaatan teknologi, penguatan permodalan, serta komunikasi yang optimal antar BUMD untuk menuju BUMD incorporated.

“Yang tidak kalah penting juga adalah mengubah kultur BUMD menjadi corporate culture yang produktif dan kondusif sesuai indikator GCG (good corporate governance),” tandasnya. Dengan adanya Rapat Koordinasi ini, diharapkan para pengurus BUMD dapat memperoleh wawasan terkait langkah-langkah optimalisasi peran BUMD dalam peningkatan PAD.

Kedepan, acara semacam ini diharapkan dapat terlaksana lebih rutin agar permasalahan-permasalahan BUMD dapat terurai lebih cepat. “Mari berinovasi bersama, agar PAD kita bisa semakin meningkat, sehingga upaya percepatan penyejahteraan warga masyarakat Jatim bisa lebih meningkat ” pungkas Gubernur Khofifah. (dra)

BNNK dan Lapas Nunukan Laksanakan Razia Gabungan pada Kamar Hunian

0

Nunukan, (pawartajatim.com) – Menindaklanjuti Kerja sama yang sudah dilaksanakan antara Lapas Kelas IIB Nunukan dengan BNNK yakni Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Sinergi dalam pelaksanaan tugas, Lapas Nunukan melaksanakan razia gabungan pada kamar hunian bersama BNNK Nunukan, pada Sabtu (6/8).

Razia gabungan kamar hunian bersama BNNK tersebut dilaksanakan agar tidak ada benda terlarang, memberantas barang-barang terlarang dan berbahaya di dalam Lapas, serta meningkatkan kewaspadaan terkait deteksi dini keamanan dan ketertiban di Lapas serta mamastikan kondisi Lapas Nunukan dalam keadaan aman dan kondusif.

Pelaksanaan razia dilaksanakan pada pukul 20:00 WITA dengan jumlah personel 38 orang pengamanan Lapas Nunukan 10 orang dan 12 orang personil BNNK Nunukan dengan jumlah total personil sebanyak 50 orang.

Kalapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa, menyampaikan, razia gabungan ini adalah bentuk tindak lanjut kami dan komitmen mengimplementasikan MoU yang sudah laksanakan oleh Lapas Nunukan.

“Ini ikhtiar kami untuk mensukseskan program P4GN dan selalu bersinergi dalam pelaksanakan tugas serta sebagai langkah deteksi dini gangguan kamtib,” ujar Wayan. Ia berharap, pelaksanaan razia gabungan serentak seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin.

“Kegiatan seperti ini sangat berpengaruh pada keamanan dan ketertiban serta mencegah gangguan Kamtib di Lapas Kelas IIB Nunukan,” harapnya. Sementara itu, Kepala BNNK Nunukan, Emmanuel Henry Wijaya, juga menyampaikan bahwa kegiatan sidak gabungan seperti ini kami laksanakan guna saling mendukung penuh pelaksanaan tugas.

“Karena pelaksanaan razia pada Lapas ini, juga sebagai bentuk penerapan P4GN yang juga salah satu program unggulan BNN,” tegas Emmanuel. (arief)

Semarakkan Peringatan Kemerdekaan RI, Gubernur Berbagi Bendera Merah Putih dan Sembako pada Ratusan Tukang Becak di Pamekasan

0

Pamekasan (pawartajatim.com) – Menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan bendera merah putih kepada 225 tukang becak di halaman Kantor Bakorwil Kabupaten Pamekasan, Sabtu, (6/8).

Para tukang becak tersebut merupakan para penarik becak yang ada di sekitar Bakorwil Pamekasan maupun dari sejumlah titik di Pamekasan. Secara khusus Gubernur Khofifah membagikan bendera merah putih satu per satu pada tukang becak.

Sembari membagikan bendera, Gubernur Khofifah juga memesankan agar bendera tersebut dikibarkan satu tiang penuh. “Ini benderanya pak. Setibanya di rumah langsung dipasang ya,” kata Gubernur Khofifah kepada salah satu tukang becak di halaman kantor Bakorwil Pamekasan.

Khofifah berharap masyarakat dapat mengibarkan Bendera Merah Putih selama satu bulan penuh pada Agustus sehingga menambah semangat nasionalisme masyarakat. “Tentunya kami berharap seluruh masyarakat Jatim dapat mengibarkan Bendera merah putih selama satu bulan penuh untuk menguatkan rasa cinta kita kepada NKRI,” pesannya.

Pembagian bendera ini meneruskan imbauan Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara RI Nomor. B-620/M/S/TU.00.04/07/2022 Tanggal 12 Juli 2022. Hal ini untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022 mendatang.

Selain membagikan bendera kepada tukang becak, secara bersamaan juga dibagikan sembako yang memang selama ini rutin dilakukan Gubernur Khofifah. “Memang seperti biasa saya bagi-bagi sembako kepada tukang becak dan  kebetulan momentum di bulan kemerdekaan. Sekalian saja membagikan bendera,” tuturnya sambil tersenyum.

Sedangkan untuk sembako, Gubernur Khofifah mengaku cukup banyak kebutuhan pokok yang diberikan kepada para tukang becak. “Macam-macam isinya, ada beras 5 kg, minyak goreng, mie instan, gula, sarden dan kebutuhan pokok lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu tukang becak Usman (50) mengucapkan terima kasih kepada gubernur Khofifah atas pemberian bendera dan bantuan sembako kepadanya. “Terima kasih atas bantuan sembako dan benderanya bu Khofifah. Benderanya akan saya kirbarkan di rumah. Kebetulan di rumah benderanya sudah usang,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Pemprov Jatim hingga saat ini juga sedang membagikan 77.000 Bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat mulai Selasa (2/8) sampai Selasa (16/8) di Ruang Rapat Bhinaloka Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Nomor 110 Surabaya, mulai pukul 10.00 WIB – 16.00 WIB. (dra)