Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital yang Inklusif

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Group of Twenty (G20) EMPOWER Presidensi Indonesia menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Microsoft Indonesia untuk pelaksanaan program Code, Without Barriers. Program ini menyediakan platform yang memungkinkan talenta perempuan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital inklusif melalui partisipasi dan inovasi di bidang teknologi.

Serangkaian aktivitas seperti pelatihan keterampilan, pemberian sertifikasi, dan pembukaan kesempatan kerja bagi perempuan akan dilakukan sebagai bagian dari program ini. Adapun penandatanganan MoU yang berlangsung di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/7) ini dilakukan oleh Chair G20 EMPOWER Indonesia Yessie D. Yosetya dan Co-Chair G20 EMPOWER Indonesia, Rinawati Prihatiningsih, serta Krishna Worotikan, selaku Chief Financial Officer Microsoft Indonesia.

Yessie D. Yosetya juga menjabat sebagai Direktur & Chief Strategic Transformation & IT Officer XL Axiata. Sedangkan, Rinawati Prihatiningsih menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO), sekaligus salah satu pemilik PT Infinite Berkah Energi dan juga Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Ketenagakerjaan IWAPI.

Yessie mengatakan, penandatanganan kerja sama ini sejalan dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia 2022 “Recover Together, Recover Stronger” dan tema utama ketiga G20 Empower 2022 yaitu membangun kesiapan perempuan di masa depan dalam ekonomi digital.

Kemitraan dengan Microsoft Indonesia sebagai salah satu implementasi dari upaya untuk menutup kesenjangan gender ekonomi yang selama ini terjadi dengan mendorong pengembangkan kompetensi dan sekaligus menciptakan peluang bagi kaum perempuan untuk berpartisipasi dalam bidang teknologi digital.

Sementara itu, Rina Prihatiningsih, menjelaskan, kerja sama melalui program Code, Without Barriers ini akan berfokus pada empat hal. Pertama, mendorong kesadaran, advokasi, mempengaruhi perubahan dan mewujudkan kepemimpinan perempuan melalui ide dan pemikirannya tanpa memandang kemampuan dalam teknologi.

Kedua, menyediakan akses ke peluang dalam teknologi melalui keterampilan digital dan komunitas yang terhubung. Ketiga, menciptakan eko-sistem dan komunitas perempuan yang kuat dalam kecerdasan buatan dan teknologi untuk mempercepat transformasi serta inovasi digital nasional.

Keempat, meningkatkan kemampuan kerja, yang meliputi “job shadowing” (pelatihan kerja dengan mentor yang lebih berpengalaman), magang, bimbingan, menciptakan peluang kerja, dan perekrutan yang beragam.

“G20 EMPOWER ke depan, semakin banyak perempuan yang menguasai teknologi digital, sehingga mereka memiliki akses yang kuat untuk meraih manfaat dari terus berkembangnya digitalisasi serta ekonomi digital di seluruh dunia. Apalagi, diprediksi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital hingga sebesar Rp 1.700 triliun pada 2025 nanti,” lanjut Rina.

Menurut data dari Boston Consulting Group tahun 2020, partisipasi tenaga kerja perempuan dalam industri teknologi di Asia Tenggara ada di kisaran 32 persen. Secara khusus di Indonesia, angka tersebut berada di 22 persen. Hal ini menunjukkan masih besarnya peluang yang perlu dan dapat dibuka bagi perempuan untuk semakin berkontribusi terhadap industri teknologi.

Nina Wirahadikusumah, Business Strategy Director Microsoft Indonesia yang menyaksikan penandatanganan MoU ini mengatakan, pihaknya percaya bahwa untuk mencapai pemulihan ekonomi yang benar-benar inklusif, dan untuk mendukung ekonomi digital Indonesia, lebih banyak perempuan perlu memperoleh keterampilan digital.

Selain untuk mendukung kesetaraan, bisnis yang memiliki keberagaman gender juga diyakini memiliki performa yang lebih baik. Menurut McKinsey, memajukan kesetaraan gender sejak sekarang dapat menambah US$13 triliun ke dalam PDB global pada tahun 2030 mendatang.

Itulah sebabnya kami merasa sangat terhormat dapat berkolaborasi dengan G20 EMPOWER untuk mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia. Program Code; Without Barriers pertama kali diluncurkan oleh Microsoft di Asia Pasifik pada September 2021.

Sedikitnya 13 perusahaan dan 21 komunitas developer di Asia Pasifik telah menjadi mitra program ini. Sejak peluncurannya, program ini pun telah menjalankan aktivitas seperti Mentoring Circles Program mengeluarkan seri podcast yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran, menantang asumsi, serta merayakan keberagaman di dunia coding, teknologi, dan data science; serta menggelar hackathon yang mengundang seluruh perempuan untuk menunjukkan kemampuan teknis mereka.

Melalui partisipasi G20 EMPOWER di Code; Without Barriers, diharapkan pemberdayaan perempuan di Indonesia akan semakin terakselerasi, sambil di saat yang bersamaan memberikan inspirasi bagi perusahaan serta komunitas dari negara-negara di Asia Pasifik lainnya.

Bahkan, sejalan dengan penyelenggaraan G20 di Indonesia, kolaborasi ini juga dapat memberikan inspirasi bagi negara-negara peserta G20 lainnya mengenai berbagai upaya nyata untuk melibatkan perempuan dalam pertumbuhan ekonomi.

G20 EMPOWER dan Microsoft Indonesia sendiri berharap kolaborasi ini dapat mengaktifkan keragaman di dalam perusahaan G20 EMPOWER Advocates yang bertujuan untuk melatih dan memberikan sertifikasi teknologi bagi 30 persen wanita dari perusahaan yang berpartisipasi dalam 12 bulan ke depan.

Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat semakin membuka akses kerja dan pengembangan karier bagi talenta perempuan di Indonesia secara lebih luas, serta mendorong keterlibatan pemimpin teknologi perempuan dalam melakukan coaching dan mentoring untuk menginspirasi dan memberdayakan lebih banyak lagi talenta perempuan dibidang teknologi.

Rangkaian program lain seperti hackathon dan diskusi panel juga akan disiapkan bersama dengan mitra perusahaan dan komunitas lainnya di Asia Pasifik. (bw)

Picu Jalan Rusak, Warga di Banyuwangi “Sweeping” Truk  Galian C

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Warga Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi menggelar sweeping dump truck galian C, Selasa (5/7) siang. Aksi ini dipicu banyaknya kendaraan ini yang kerap mengangkut material tambang melebihi kapasitas.

Dampaknya, jalan di desa setempat rusak parah. Diawali dengan doa bersama di lapangan, warga  bergerak menuju titik pintu masuk desa. Jalur ini yang setiap hari dilalui dump truck galian C dengan muatan melebihi tonase.

Warga kemudian memasang portal agar truk tidak sembarangan masuk. “Ini puncak kekesalan warga. Akibat dilalui dump truck dengan muatan berlebih, jalan di desa kami rusak parah. Bahkan, jembatannya ambrol, sangat berbahaya,” kata Kepala Desa Cantuk, Masbudi.

Warga nekad turun ke jalan lantaran kesabarannya habis. Beberapa kali mengajukan keberatan ke pengelola tambang galian C tetap tidak digubris. Bahkan, portal pembatasa jalan yang dipasang warga kerap kali dihantam dengan dump truck.

“Kami bukan melarang dump truk galian C melintas. Tapi, harus sesuai Perbup No.60 tahun 2021 tentang Angkutan Barang Mobil Bak Terbuka. Aturannya sudah jelas, tidak boleh overload muatan,” tegas Masbudi.

Selama ini, desanya hanya menjadi lintasan dump truck galian C. Sedangkan tambangnya di luar desa. Namun, karena jumlah dump truck yang melintas mencapai ratusan unit per hari, jalanan desa manjdi hancur. Jalan yang rusak parah sepanjang 4 kilometer.

Rusaknya sudah lebih dari 5 tahun. Akibat rusaknya jalan, warga sering kecelakaan. Bahkan, anak-anak sekolah terpaksa memutar ketika bersekolah karena menghindari jalan rusak. Selama sweeping, warga hanya menyasar dump truck dengan muatan lebih.

Bagi dump truck dengan muatan standar, muatannya tak sampai menggunung tetap dibiarkan melintas. “Kami berharap, ada solusi terkait angkutan dump truck ini. Jangan sampai warga kami terus menjadi korban jalan rusak,” pungkasnya. (udi)

Antisipasi PMK, Polres Gresik Gelar Penyekatan Angkutan Hewan

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) instansi penegak keamanan ini melakukan tindakan Polres Gresik melaksanakan kegiatan penyekatan mobil pengangkut hewan ternak sapi ataupun kambing yang akan memasuki kota ini.

Pos penyekatan bertempat di perbatasan wilayah simpang empat Legundi, di Kecamatan Driyorejo Gresik, Senin (4/7). Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi melakukan razia di perbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto.

Penyekatan dilakukan bersama-sama Kodim 0817/Gresik dan instansi terkait Dinas Pertanian setempat. Dalam menjalankan kegiatan ini, petugas gabungan memberhentikan kendaraan roda empat yang bermuatan hewan ternak.

Petugas gabungan terdiri dari unsur Kepolisian, Kodim dan Dinas Pertanian Gresik sedang memeriksa truk yang mengangkut hewan ternak. (foto/dra)

Melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak dan dokumen yang menyertai. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan dari Dinas Peternakan. “Selama kegiatan penyekatan di perbatasan Kecamatan Driyorejo Gresik dengan Sidoarjo dan Mojokerto tidak ditemukan adanya hewan ternak yang terjangkit PMK,” tegas Zunaedi.

Dari hasil penyekatan tersebut tidak ditemukan kendaraan yang sedang mengangkut hewan ternak. “Selama proses penyekatan terhadap kendaraan yang mengangkut hewan ternak berjalan lancar, aman dan kondusif,” tegasnya lagi. (dra)

Belum Memiliki SLF, DPRKPP Surabaya Beri Peringatan 2.740 Pemilik Gedung

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) telah memberikan peringatan kepada 2.740 pemilik bangunan gedung di Kota Pahlawan. Peringatan ini dilayangkan lantaran pemilik bangunan gedung tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Jadi kami melakukan peneguran dari wajib SLF itu yang kami data ada 2.740 dan sudah kita tegur semua. Karena memang mereka banyak yang tidak tahu apa itu SLF,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, Senin (4/7).

Irvan menyatakan, bahwa DPRKPP sekarang ini berkonsentrasi kepada bangunan tinggi yang berdiri di atas 8 lantai. Seperti misalnya, apartemen, hotel dan mal. Dengan tingginya bangunan yang berdiri itu, dinilainya lebih berpotensi rawan mengalami kerusakan struktur.

“Karena memang huniannya paling tinggi dan rawan kalau terjadi kebakaran, kalau terjadi kerusakan struktur dan sebagainya,” ujar dia. Irvan mengimbau kepada para pemilik gedung bangunan di Kota Surabaya agar segera mengurus SLF. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

“Kami juga sudah mempermudah melalui desk-desk di kantor (DPRKPP) setiap hari. Kemudian juga mempercepat proses melalui Perwali yang tadinya 25 hari untuk non sederhana, itu bisa menjadi cuma 12 hari,” jelas Irvan.

Selain itu, dia juga memastikan, bahwa tandatangan atau penanggungjawab untuk pengurusan SLF, tak harus melalui konsultan. Bisa dilakukan langsung oleh pemilik bangunan gedung maupun pihak kontraktor.

“Tandatangan tidak harus konsultan, bisa juga pemilik/owner, kontraktor asal mau bertanggung jawab, entah dari sisi struktur atau proteksi kebakaran dan limbah, silahkan tanda tangan,” tegasnya. Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya itu menyatakan, bahwa pemilik bangunan gedung dapat dikenai sanksi apabila belum memiliki SLF.

Namun, sebelum diberikan sanksi, DPRKPP akan memberikan peringatan dahulu secara bertahap. “Jadi setelah teguran atau peringatan ketiga kali, ada bantib (bantuan penertiban). Kalau tidak diabaikan, kita segel dulu, baru kita lakukan penutupan,” imbuhnya.

Karena itu, Irvan kembali mengimbau kepada para pemilik bangunan gedung di Surabaya agar segera mengurus SLF. Apalagi, urus SLF kini lebih cepat pasca terbitnya Peraturan Walikota Surabaya Nomor 51 tahun 2022 tentang perubahan atas Perwali Nomor 14 tahun 2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung.

“Jadi kalau misalnya tidak pakai konsultan ya cukup mengisi daftar simak aja. Kemudian yang tanda tangan owner atau penanggung jawab sudah cukup,” tandasnya. Sebagai diketahui, bahwa Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah sertifikat yang diberikan oleh pemerintah daerah atau pemerintah pusat untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum bangunan gedung tersebut dimanfaatkan. (ko)

Maksimalkan Peran KSH, Pemkot Surabaya Update Aplikasi Sayang Warga

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, secara rutin menggelar Ngobrol Santai Bareng Cak Eri dan Neng Rini (Ngobras) dengan Kader Surabaya Hebat (KSH) untuk menghimpun masukan dari para KSH demi mensejahterakan warga Kota Surabaya. Kali ini, kegiatan itu digelar di GOR Hasta Brata Universitas PGRI Adi Buana Kota Surabaya, Senin (4/7).

Sebanyak 1.237 KSH yang mengikuti kegiatan itu berasal dari Kecamatan Gayungan dan Kecamatan Jambangan Kota Surabaya. Dengan rincian, Kelurahan Dukuh Menanggal sebanyak 125 KSH, Kelurahan Gayungan sebanyak 111 KSH, Kelurahan Ketintang sebanyak 92 KSH, Kelurahan Menanggal sebanyak 116 KSH, Kelurahan Jambangan sebanyak 178 KSH, Kelurahan Karah sebanyak 243 KSH, Kelurahan Kebonsari sebanyak 197 KSH, dan Kelurahan Pagesangan sebanyak 175 KSH.

Untuk memaksimalkan keahlian KSH dalam memberikan informasi kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, ia mengaku bahwa setiap selesai melakukan pertemuan bersama KSH, pemkot melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya terus melakukan updating pada aplikasi Sayang Warga.

“Setiap selesai pertemuan dengan Kader Surabaya Hebat, kami langsung melakukan evaluasi untuk perbaikan dan penyempurnaan aplikasi informasi dan pelayanan itu. Saya matur nuwun (terima kasih) kepada Kader Surabaya Hebat atas semua masukannya, karena aplikasi ini adalah aplikasi kita bersama,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Menurut dia, sepanjang kegiatan Ngobras tersebut para KSH sangat antusias untuk menyampaikan masukan kepada jajaran Pemkot Surabaya. Bahkan, beberapa KSH sempat memberikan masukan dan pertanyaan unik, yang mendapat respon gelak tawa dari Wali Kota Eri Cahyadi dan para KSH lainnya.

“Artinya ada keberanian untuk menyampaikan suatu permasalahan di rumahnya. Itulah yang menunjukkan kedekatan antara pemerintah dengan para warganya, bahwa kita adalah satu keluarga besar,” ujar dia.

Tak hanya itu saja, Wali Kota Eri Cahyadi bersama jajaran Pemkot Surabaya juga langsung melakukan gerak cepat ketika mengetahui salah satu KSH yang menjelaskan mengenai kondisi warga di kampungnya dan membutuhkan bantuan kursi roda.

Tak berselang lama, melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya langsung mengirimkan satu buah kursi roda untuk warga tersebut. “Kami akan selalu ada untuk warga Kota Surabaya. Saya harap para Kader Surabaya Hebat lainnya, jika mengetahui hal ini bisa langsung memberikan informasi kepada lurah dan camat di wilayahnya masing-masing,” jelas dia.

Selain itu, untuk membangun Kota Surabaya dengan hati dan cinta kasih, para KSH itu diminta fokus dan bertanggungjawab di RT-nya masing-masing. Agar dapat memunculkan rasa gotong-royong yang luar biasa dan dilakukan dengan hati.

 “Sehingga dapat memberikan informasi kepada pemkot siapa saja yang nganggur, yang gizi buruk, dan juga kekurangan. Bagi saya, Kader Surabaya Hebat ini adalah pelopor perubahan pembangun,” terang dia.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya menambahkan, para lurah dan camat diminta untuk rutin menggelar pertemuan dengan para KSH di wilayahnya masing-masing setiap dua minggu sekali, untuk menghimpun berbagai masukan.

“Karena nantinya di setiap kantor pelayanan akan diberi durasi pengurusan. Misal, dalam mengurus administrasi kependudukan, harus dilayani maksimal paling lama 7 menit dan seterusnya,” pungkasnya. (ko)

Tragis, Mandi di Sungai, Pelajar di Banyuwangi Ditemukan Tewas

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Niat liburan ke sungai, berakhir tragis. Seperti dialami Dika Hermawan (14), warga Dusun Sumberwadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Pelajar ini ditemukan tewas di sungai, Senin (4/7) siang.

Diduga, korban tenggelam saat mengisi liburan bersama teman-temannya di sungai. Tubuh korban sempat menghilang sebelum ditemukan di dasar sungai oleh warga. Sebelum kejadian, sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama tiga temannya bermain di sungai Sumberwadung.

Rupanya korban nekad terjun ke sungai meski tak bisa berenang. Alhasil, begitu nyemplung, tubuh korban tak muncul lagi. Nyangkut di kedalaman sekitar 4 meter. Ketiga temannya sempat kebingungan mencari korban.

Kejadian ini kemudian dilaporkan warga di sekitar lokasi. Warga berhamburan mendekat. Beberapa langsung menyelam mencari tubuh korban. “Korban akhirnya ditemukan nyangkut di dasar sungai, dekat dekat Dam,” kata Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji.

Saat dievakuasi dari sungai, korban sudah kaku. Kuat dugaan, saat terjun ke sungai, korban langsung hanyut karena tak bisa berenang. Hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Diyakini, murni tenggelam karena tubuhnya kemasukan banyak air. “Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” tegas Kapolsek. Meski begitu, polisi tetap meminta keterangan sejumlah saksi.

Termasuk, meminta visum luar dari petugas medis. Usai diperiksa medis, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga. Saat kejadian, kondisi air sungai sedikit tinggi. Cuacanya mendung. (udi)

Dua Bandar Sabu di Banyuwangi Ditangkap, Begini Kronologisnya

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Satuan Reserse Narkoba Polresta (Satreskoba) Banyuwangi membutuhkan waktu satu bulan untuk mengungkap bandar sabu dengan barang bukti 1 kilogram sabu. Saat ditangkap, dua pelaku berinisial HR (35) dan JP (29),  baru saja mendatangkan sabu dari luar Banyuwangi.

Karena pemain baru, keduanya tak sadar sedang dipancing polisi. Alhasil, mereka ditangkap dengan mudah, tanpa perlawanan. Berawal dari laporan warga, polisi melakukan pengintaian panjang kepada dua pelaku.

Ternyata, informasi warga terbukti. Pelaku berinisial JP diketahui menyimpan sabu dalam jumlah besar. Barang tersebut dititipkan di rumah HR. Tak ingin kecolongan, polisi berusaha memancing HR. Polisi berpura-pura menjadi pembeli.

Tak tanggung-tanggung, pesanannya sebanyak 1 ons. HR tergiur dengan pesanan itu. Dia menyanggupinya, mengantarnya sendiri. Dia disergap polisi dengan barang bukti sabu di sebuah SPBU di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Polisi mengembangkan kasus ini. Begitu tertangkap, HR langsung bernyanyi. Dia mengaku mendapat pasokan sabu dari JP yang tinggal di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tak ingin membuang waktu, polisi bergegas memburu HR.

Dia berhasil ditangkap di rumahnya. Di kamarnya ditemukan sekitar 900 gram sabu, dibungkus plastik makanan ringan. “Pelaku JP ini ditengarai pemain baru, tapi bisa dikategorikan bandar. Barang buktinya sangat besar,” kata Kasat Narkoba Polresta Banyuwangi, Kompol Rudy Prabowo, Senin (4/7) siang.

Pihaknya masih terus mengembangkan asal usul barang terlarang tersebut. Dugaan sementara, sabu tersebut dikirim melalui wilayah perbatasan. “Kami masih kembangkan, apakah dikirim melalui jalur darat atau laut,” jelas Kompol Rudy. Kebetulan, tempat tinggal pelaku JP dan HR cukup terpencil, berdekatan dengan laut dan hutan.

Pengakuan HR dan JP, sabu 1 kilogram ini akan diedarkan di Banyuwangi. Namun, keduanya hanya menjual partai besar alias tidak mengecer. “Tentunya, kalau mengecer butuh waktu lama. Jadi, transaksinya minimal 1 ons,” jelas Rudy.

Dari catatan polisi, kedua pelaku belum pernah terlibat dalam kasus Narkoba atau kejahatan lainnya. Kini, keduanya harus mendekam di Polresta Banyuwangi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penyidik menjeratnya  dengan pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (udi)

Naik Pangkat, Puluhan Anggota Polresta Banyuwangi Disiram Air Bunga

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Sebanyak 77 anggota Polresta Banyuwangi naik pangkat. Mereka yang pangkatnya dinaikkan satu tingkat menjalani ritual khusus, yaitu disiram air bunga, Senin (4/7) pagi.

Tradisi ini bertujuan agar anggota Polisi yang naik pangkat bisa memiliki hati dan jiwa yang wangi dalam menjalankan tugas. Prosesi kenaikan pangkat diawali dengan apel di halaman Mapolresta Banyuwangi. Prosesi dilanjutkan dengan penyiraman satu per satu anggota yang naik pangkat.

Sebelum disiram, anggota diminta bersujud syukur. Selain air bunga, anggota yang naik pangkat juga disiram dengan air. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa, mengatakan tradisi penyiraman air bunga mirip dengan nama Banyuwangi.

Yaitu, air yang wangi. Harapannya, dengan kenaikan pangkat, anggotanya bisa makin profesional dalam bertugas. “Dengan naik pangkat, jiwa dan hatinya makin wangi dalam bertugas. Kita simbolkan dengan penyiraman air bunga yang wangi,” kata Kapolresta.

Anggota Polresta Banyuwangi yang mendapat kenaikan pangkat terdiri dari 74 bintara dan 1 perwira. Sisanya, PNS yang berdinas di Polresta dan Polsek. Kenaikan pangkat ini menjadi kado bertepatan HUT Bhayangkara ke -76.

“Mereka yang naik pangkat bukan sekadar hadiah, tapi benar-benar melalui seleksi dan pemeriksaan ketat. Jadi, bersih dan melalui catatan kedinasan, ” jelasnya. Mereka yang naik pangkat selanjutnya mengisi posisi sesuai dengan kepangkatan masing-masing.

“Harapannya, setelah naik pangkat, makin bersinergi dan kinerjanya meningkat,” tutup Kapolresta. (udi)

Dukung Digitalisasi di Pedesaan, XL Donasi Laptop ke Puluhan Ponpes di Tujuh Provinsi

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi terus berinovasi. Salah satunya, XL Axiata Tbk (XL Axiata) membagikan puluhan unit laptop kepada pondok pesantren di beberapa area di Indonesia. Donasi ini merupakan bagian dari Program Desa Digital Nusantara yang digelar XL Axiata guna mendorong digitalisasi di pedesaan.

Pondok pesantren yang menerima donasi diharapkan bisa menjadi motor penggerak digitalisasi yang dimaksud, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan pesantren. Ada 39 pondok pesantren di 29 kota/kabupaten dan 7 provinsi yang menerima donasi yang telah dibagikan sejak April 2022 lalu.

Program ini juga menunjukkan penyediaan layanan internet tercepat XL Axiata bagi pelanggan dan masyarakat. “XL Axiata Ada Untuk Indonesia”. Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih, mengatakan, pihaknya telah menyalurkan 80 unit laptop beserta yang perangkat akses internet berupa router, plus kuota data 20GB per bulan untuk satu tahun, kepada 39 pondok pesantren di 29 kota/kabupatan yang tersebar di tujuh provinsi.

Mereka juga akan mendapatkan program lanjutan berupa pelatihan sejumlah keahlian digital, antara lain cara memanfaatkan media sosial untuk promosi produk, fotografi, serta membuat konten digital yang efektif.

Ayu menambahkan, seiring dengan terus meluasnya infrastruktur jaringan data 4G milik XL Axiata di seluruh Indonesia, yang sebagian di antaranya juga menjangkau area pedesaan, manajemen XL Axiata berharap bisa ikut serta mendukung masyarakat desa beradaptasi dengan digitalisasi di berbagai bidang, terutama sektor ekonomi produktif dan sosial.

Untuk itu, XL Axiata berharap melalui donasi laptop dan akses internet ini, bisa mendorong peningkatan literasi digital masyarakat desa. Menurut Ayu, pondok pesantren dipilih menjadi mitra penerima donasi dengan pertimbangan keberadaan mereka yang berada di tengah-tengah masyarakat pedesaan.

Kultur pondok pesantren sangat erat dengan kehidupan masyarakat pedesaan, karena baik santri dan pengajar biasanya juga berasal dari masyarakat desa. Selain itu, pondok pesantren penerima donasi laptop juga berkomitmen untuk menjadi pendamping masyarakat desa sekitar pondok untuk mengadopsi teknologi digital untuk berbagai kebutuhan produktif.

“Dalam hitungan kami, ada sekitar 50 ribu orang yang secara langsung atau tidak langsung akan menerima manfaat. Mereka terdiri dari para pengasuh dan santri pondok pesantren penerima donasi, serta masyarakat pedesaan yang terlibat dalam program digitalisasi lewat masing-masing pondok pesantren. Sebagian besar dipergunakan untuk pengembangan keahlian digital para santri, seperti antara lain pelatihan pembuatan web, editing video, dan implementasi konten digital lainnya,” imbuh Ayu

Provinsi tujuan penyaluran donasi laptop adalah Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan. Sementara itu, ke-29 kota/kabupaten tempat lokasi pondok pesantren penerimanya adalah Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Tangerang, Karawang, Sukabumi, Kab. Banjar, Cimahi, Purwakarta, Tasikmalaya, Brebes, Banyumas, Semarang, Klaten, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Malang, Jombang, Lamongan, Magetan, Jember, Sidoarjo, Mojokerto, Kediri, Banyuwangi, Makassar, dan Bantaeng.

Hingga saat ini, jaringan XL Axiata tersebar di 34 provinsi. Sebagian jaringan telah menembus dan melayani masyarakat di pelosok-pelosok daerah yang terpencil dan berada di perbatasan negara.

Total sebanyak lebih dari 133.000 BTS, di antaranya 83.000 BTS 4G, dan jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 113.000 kilometer, menopang kekuatan jaringan XL Axiata, untuk melayani sekitar 57 juta pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia. (bw)

SRPB Jatim Gelar Pelatihan Climber Rescue

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Animo peserta Personal Skills and Climber Rescue yang diadakan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim luar biasa. Peserta antusias datang ke BPBD Jatim Jalan Letjen S Parman 55, Waru, Sidoarjo yang menjadi lokasi digelarnya pelatihan ini, Minggu, 3 Juli 2022. Bahkan dari luar kota sejak pagi sudah berada di lokasi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Budi Santosa langsung membuka pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kompetensi relawan. “Ini kegiatan yang luar biasa. SRPB Jatim bekerja sama dengan BPBD Jatim dan ini harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Ke depan, ia akan lebih banyak melibatkan relawan untuk berpartisipasi. Salah satunya dengan tindakan preventif menghadapi bencana, seperti menanam pohon atau reboisasi. Selain itu, BPBD Jatim berencana membuat Taman Edukasi Bencana yang gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemateri Muhammad Asruri Syam, memberikan materi yang mudah dicerna dan sederhana. Tak lupa praktik memanjat wall climbing (dinding panjat) yang berada di kompleks BPBD Jatim. Ada tiga materi utama yang diberikan.

Yakni Ascending Methods, Descending and Rappelling Methods, dan Changeovers and Self Rescue Methods. Sedangkan materi tambahan adalah vertical rescue. Dalam materinya, Muhammad Asruri Syam mengungkapkan ada beberapa ketrampilan yang harus dimiliki relawan dalam climber rescue.

Diantaranya punya semangat dan  tidak takut ketinggian, bisa memanjat dan turun, serta tahu alat yang digunakan. “Peserta juga bisa melakukan pemilihan alat yang sesuai, bisa melakukan pemeriksaan alat, bisa menggunakan berbagai macam jenis alat untuk naik dan turun, bisa membuat simpul dan jerat, serta mengetahui fungsinya,” jelas instruktur vertical rescue Accessina dan instruktur Arai Indonesia ini.

Menurut Koordinator SRPB Jatim Dian Harmuningsih, pelatihan Personal Skills and Climber Rescue ini merupakan bagian dari Arisan Ilmu Nol Rupiah edisi ke-40. “Pelatihan ini merupakan bukti keguyupan dan kedisiplinan relawan dan bisa bermitra dengan BPBD Jatim. Sebagai pengurus kita memang harus melayani dan mengabdi,” katanya.

Selain materi teori dan praktik pelatihan, juga dilakukan MoU antara SRPB Jatim dengan Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo. MoU ditandatangani oleh Dian Harmuningsih dan perwakilan Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo Dini Prastyo Wijayanti. (rizki)