Ika Unair Sidoarjo dan Berbagai Instansi Ikut Penanggulangan PMK

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Sidoarjo, membuat berbagai pihak bertindak. Salah satunya dengan serbuan penanggulangan PMK yang digelar di 16 kecamatan se-Sidoarjo, Jumat (20/5).

Serbuan penanggulangan PMK ini diadakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair), Ikatan Alumni Universitas Airlangga (Ika Unair) Sidoarjo, FKH Universitas Brawijaya, ratusan tenaga medis, non-medis, serta mahasiswa kedua perguruan tinggi ini.

Kepala Bidang Produksi Peternakan, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Tony Hartono mengatakan, pihaknya memang melibatkan berbagai pihak agar PMK bisa segera tertangani. “Diharapkan bisa membantu para peternak yang saat ini merasakan dampak PMK ini,” kata Tony yang juga alumnus FKH Unair ini.

Dari serbuan ke 16 kecamatan itu, terdiri dari 41 desa. Kegiatan penanggulangan PMK ini salah satu di antaranya dilakukan di Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Di Krian sendiri ada tiga desa yang dilakukan penanggulangan PMK, yakni Desa Tropodo, Junwangi, dan Katerungan.

Di Desa Tropodo ada 15 lokasi peternakan yang disasar oleh tim gabungan ini. Hingga Jumat (20/5), total hewan ternak di Sidoarjo yang sakit mencapai 1.144 ekor. Terdiri dari sakit 673 ekor, mati 22ekor, potong paksa 41 ekor, jual 4 ekor, dan sembuh 404 ekor.

Nurotin, salah satu peternak di Desa Tropodo, Kecamatan Krian mengungkapkan, sapi-sapinya terserang PMK saat Hari Raya Idul Fitri lalu. Ternaknya yang mati 4 ekor pedet, potong paksa 12 ekor, dan sembuh 15 ekor.

“Saya berharap semoga sapi-sapi yang sakit segera sembuh karena sangat berpengaruh pada pendapatan kami,” kata pemilik 60 ternak ini. Sementara itu, Ketua Tim Khusus PMK FKH Unair Prof. Dr. drh. Fedik Abdul Rantam mengatakan, perlu perbaikan lingkungan kandang ternak, yaitu sanitasi tiap pagi dan sore.

“Makanan dan minuman ternak jangan dicampur antara yang sakit dan sehat,” katanya di hadapan para peternak di Desa Tropodo. Selain itu, peternak juga harus ganti pakaian dan disanitasi usai mengunjungi kandang.

Aliran kotoran, katanya, sebaiknya ditampung dan diberi kaporit. Hal ini akan mengurangi virus yang ada. “Virus ini tidak akan menularkan ke manusia, tapi peternak tetap harus hati-hati menangani sapi. Salah satunya dengan cuci tangan usai mengurusi ternaknya,” jelasnya.

Sedangkan Dekan FKH Unair Prof. Dr. MP. Drh. Mirni Lamid mengatakan, pihaknya siap membantu peternak untuk menangani hewan-hewan yang sakit. Perawatan rutin terhadap hewan yang sakit merupakan salah satu kuncinya.

“Sekarang yang penting bagaimana action penanganan di lapangannya,” ungkapnya. Dia juga memberikan masukan kepada para peternak yang punya pinjaman di bank untuk pembelian ternaknya.

Ia berharap kepada pemerintah dan sektor perbankan untuk memberikan relaksasi pinjaman. Pasalnya, para peternak yang terdampak PMK ini mengalami pengurangan pemasukan produksi ternaknya.

“Tidak ada yang bisa memprediksikan kapan PMK ini akan berakhir. Ini penyakit yang datang tiba-tiba. Tidak ada satu pun yang ahli yang bisa menjawabnya. Ini virus yang nggak ada obatnya, seperti Covid-19,” jelasnya kepada para peternak.

Sedangkan Ketua Bidang Kemitraan dan Kemandirian Ika Unair Sidoarjo Rizki Daniarto mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat. Pihaknya terus mendukung kegiatan seperti ini.

“Apalagi, PMK kini tengah mengemuka di masyarakat. Beberapa daerah di Jawa Timur terjangkit PMK,” jelasnya. (rizki)

Zero Kasus PMK, Pasar Hewan di Banyuwangi Tetap Buka

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) –  Merebaknya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) di Jatim belum berdampak pada aktivitas jual beli ternak di Banyuwangi. Aktivitas pasar hewan di kabupaten ini tetap dibuka normal, belum ada penutupan.

Hanya lalu lintas ternak dari luar daerah yang ditutup total. Wabah PMK di Jatim sudah merebak di 14 kabupaten. Bahkan, mulai mendekati Banyuwangi. Terakhir, kasus PMK sudah ditemukan di Probolinggo dan Lumajang.

“Sejak merebaknya wabah PMK di Jatim, kami melarang masuknya ternak dari luar daerah, dari Situbondo dan Jember, termasuk dari Bali yang paling banyak dikirim ke Banyuwangi,” kata Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, M. Khoiri, Jumat (20/5) siang.

Sementara, menghindari kepanikan peternak, pasar hewan lokal tetap diperbolehkan buka. Namun, dengan pengawasan ekstra ketat. Sedikitnya 5 pasar hewan tetap dibuka secara normal. Alasannya, belum ditemukan kasus PMK pada ternak di Banyuwangi.

Baik, pada sapi maupun kambing dan domba. “Jadi, kita maksimalkan ternak lokal, tentunya dengan pengawasan kesehatan yang ketat,” jelas Khoiri. Selain memberdayakan pasar hewan lokal, peternak dilarang mengirimkan ternak ke luar daerah.

Tujuannya, menghindari kontak dengan ternak lain. “Kami sudah bentuk tim dan keliling ke sentra ternak dan pasar hewan. Targetnya, mengedukasi kesehatan hewan,” jelasnya. Pihaknya juga memberikan vaksinasi dan pemeriksaan hewan gratis ke peternak. Targetnya, mendeteksi sejak dini kemungkinan munculnya penyakit PMK di Banyuwangi. (udi)

Bupati  Ajak Pengusaha Sinergi Bangun Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Sinergi antara pemerintah dengan para pengusaha diperlukan untuk memajukan suatu daerah. Dengan bersinergi, pembangunan tambah maju dan permasalahan yang mengemuka dapat dikurangi.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengemukakan, pentingnya sinergi saat menghadiri acara silaturahmi bersama Kepala Desa/ Kelurahan, Managemen GU dan Pengusaha se-Kecamatan Kebomas. Acara dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan setempat, Kamis (19/5).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Anggota DPRD Gresik Lilik Hidayati, Asisten I sekaligus Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gresik, Suyono, Kepala Inspektorat Edy Hadisiswoyo, Forkopimcam Kebomas, Kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Kebomas, Manager Gresik United (GU) Thoriqi Fajerin serta perwakilan pengusaha.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, juga mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan desa dan kelurahan serta pengusaha di wilayah Kecamatan Kebomas terus terjalin kedepan.

Suasana kegiatan silaturrahmi di Pendopo Kecamatan Kebomas Gresik. (foto/dra)

‘’Kestabilan kondisi daerah ditentukan oleh kekompakan masyarakatnya. Kita akan dapat menyelesaikan segala permasalahan, salah satunya saat kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dalam keadaan darurat kemarin,” ungkap bupati.

Selain itu, arah pembangunan yang meliputi kebutuhan dasar masyarakat, masih membutuhkan suatu kajian untuk memperoleh pekerjaaan baik dan layak. Mengingat masih banyaknya pengangguran.

Untuk itu Pemkab tetap melibatkan seluruh elemen dan berharap ada sinergitas pemerintah dengan masyarakat dan pengusaha untuk memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar hingga angka pengangguran di Kabupaten Gresik dapat berkurang.

“Pembangunan di wilayah Kecamatan Kebomas khususnya wilayah yang dilalui  Kali Lamong, alhamdulillah sudah terselesaikan,” ungkapnya. Tidak hanya itu, infrastuktur pembangunan jalan perlu  dilanjutkan karena penting  sebagai jalur dalam meningkatkan perekonomian,” tambah  Gus Yani, panggilan akrab bupati Gresik ini.

“Gresik United juga tidak luput dari perhatian bupati  karena menjadi harapan besar sebuah martabat kehormatan dan simbol daerah Kabupaten Gresik. “Kami butuh doa dan dukungan semua elemen agar sepak bola di Gresik dapat maju dan berkembang,” harapnya.

Untuk itu pihaknya butuh dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar dapat menyaksikan pertandingan Gresik United saat berlaga di kandang sendiri maupun di luar. Dengan hadirnya banyak penonton sebagai pendukung tim kebanggaan Gresik di lapangan akan memberikan energi positif untuk seluruh pemain.

Dari situ, tentunya akan ada multi player efek putaran ekonomi. “Disamping itu akan tumbuh rasa mencintai daerah rasa cinta terhadap Kabupaten Gresik melalui olah raga dari sebuah tim sepak bola. Mari kita ciptakan itu untuk anak-anak kita yang termasuk putra daerah sendiri,” sambungnya.

“Dalam rangka silaturahmi ini kami atas nama Pemkab Gresik meminta dukungan bapak, ibu dan saudara yang hadir disini untuk melanjutkan amanah membangun Kabupaten Gresik agar lebih maju dan lebih baik lagi,” pinta Gus Yani.

Sementara itu, Camat Kebomas Gresik, Yusuf Ansori, menyampaikan, terima kasihnya kepada Bupati dan Wabup serta perwakilan pengusaha juga segenap tamu undangan. Dalam pembangunan di wilayah  Kebomas agar bisa maju, memerlukan kolaborasi instansi terkait dan dukungan dari pengusaha di Kecamatan Kebomas.

‘’Kami mengharapkan pembangunan di Kebomas dapat berjalan lancar,” harap Camat kelahiran Kabupaten Jombang ini. (dra)

Diluncurkan, Smartphone Jagoan Entry-Level Redmi 10A

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Xiaomi, perusahaan elektronik dan teknologi pintar yang berfokus pada smartphone, perangkat pintar, dan platform Internet of Things (IoT) Kamis (19/5) memperkenalkan Redmi 10A, anggota terbaru dari keluarga seri Redmi 10, untuk menghadirkan pengalaman yang menyeluruh melalui performa yang mumpuni dengan harga yang terjangkau.

Redmi 10A merupakan pilihan pasti bagi konsumen yang menginginkan smartphone untuk diandalkan dalam kegiatan sehari-hari serta memiliki value terbaik. Setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, dan sebuah smartphone modern wajib memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari seperti komunikasi, foto atau video, termasuk kegiatan seperti menonton atau bermain game.

Inilah yang menjadi keunggulan dari Redmi 10A, karena meskipun masuk kategori entry level, smartphone ini memiliki performa yang andal, dual camera, serta fitur keamanan pendukung seperti fingerprint sensor.

Redmi 10A memiliki layar berukuran 6,53″ HD+ dan dilengkapi Sunlight display, serta Reading mode 3.0 untuk memberikan pengalaman menonton, browsing, maupun bermain game, menjadi lebih asyik.

Bagian belakang smartphone ini memiliki desain body melengkung (3D curved), menjadikan Redmi 10A terlihat modern. Perangkat ini juga dilengkapi fingerprint sensor yang terletak di bagian belakang, sehingga lebih nyaman saat membuka kunci.

Redmi 10A menjadi smartphone dengan variasi kamera paling lengkap di kelasnya karena dilengkapi dual rear camera. Untuk kamera utama berukuran 13MP mampu menghasilkan foto dengan kualitas gambar yang sangat baik, sementara 2MP depth camera memberikan efek bokeh yang alami untuk foto yang lebih artistik.

Dibagian depan Redmi 10A memiliki 5MP front camera, sehingga aktivitas selfie, vlog, maupun video call bukan menjadi masalah. Dengan Redmi 10A, konsumen dapat mengabadikan berbagai momen tak terlupakan setiap hari.

Dari sisi dapur pacu Redmi 10A menggunakan prosesor MediaTek Helio G25, dengan CPU octa-core yang memiliki kecepatan hingga 2.0GHz. Untuk mendukung kinerja smartphone agar bisa bertahan seharian penuh, Redmi 10A dilengkapi dengan baterai berukuran besar 5.000mAh yang tahan lama dan mendukung 10W fast charging.

Redmi 10A hadir dalam tiga pilihan warna trendy, yaitu Graphite Gray, Chrome Silver dan Sky Blue. Sementara untuk storage, smartphone ini memiliki tiga varian, RAM 3GB dengan memori 32GB, RAM 3GB dengan memori 64GB. (bw)

Lolos Seleksi Paskribaka Nasional, Ayumi Bercita-cita Jadi Perwira Polisi 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Lolos menjadi Paskibraka Nasional, dara cantik asal Banyuwangi, Ayumi Putri Sasaki (16), punya cita-cita mulai. Siswi SMA Negeri Taruna Bhayangkara, Genteng, Banyuwangi ini bermimpi bisa menjadi perwira Polisi lewat jalur Akademi Kepolisian (Akpol).

Cita-cita ini bukan tanpa alasan. Sejak kecil, Ayumi mengidolakan polisi. Baginya, sosok polisi dengan seragam lengkap memiliki kewibawaan tersendiri. “Waktu kecil pernah menjadi Polisi cilik (Pocil). Sejak itu, ingin sekali menjadi polisi,” ungkap siswa kelas 10 MIPA ini, Kamis (19/5).

Menjadi polisi bukan sekadar cita-cita bagi Ayumi. Bertugas sebagai polisi, dia berharap bisa mengabdi dan melayani masyarakat. Harapannya, setelah lulus SMA, Ayumi bisa masuk ke Akpol. Sehingga,bisa lulus sebagai perwira.

“Cita-citanya bisa masuk Akpol, ingin jadi pemimpin di Kepolisian,” ujar dara kelahiran 3 Agustus 2005 ini. Ingin menjadi polisi juga salah satu alasan Ayumi melanjutkan sekolah ke SMA Negeri Taruna Bhayangkara. Kebetulan, sekolah di Banyuwangi selatan ini berafiliasi dengan Korps Bhayangkara.

Harapannya, ketika lulus bisa melanjutkan pendidikan Kepolisian. Kini, Ayumi terus menyiapkan dirinya menjalani karantina Paskibraka Nasional. “Tentunya, persiapannya dengan menyiapkan fisik sebaik mungkin. Lalu, melanjutkan pendidikan SMA dengan baik,” ujarnya.

Ayumi lolos menjadi Paskibraka Nasional setelah melalui rangkaian tes di Provinsi Jatim. Selain olahraga, dara cantik ini punya kemampuan menari tradisional. Bahasa Inggrisnya juga tak diragukan. Dia akan berpasangan dengan siswa asal Pasuruan melenggang ke Jakarta mewakili Jatim dalam upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Jakarta.

“Mohon doanya seluruh warga Banyuwangi, saya bisa mengikuti pendidikan dengan baik,” tutup warga Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi ini. (udi)

Indonesia Tuan Rumah AEM Special Meeting di Bali, Mendag Lutfi : Targetnya Pengembangan Ekonomi Kawasan

0

Jimbaran, (pawartajatim.com) –  Para Menteri Ekonomi ASEAN telah tiba di Jimbaran, Bali untuk menghadiri pertemuan ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Special Meeting pada 17–18 Mei 2022. Kehadiran para menteri ekonomi ASEAN disambut eksotisme tarian tradisional Bali dan hidangan kuliner nusantara yang disuguhkan pada jamuan penyambutan bersama pada Selasa (17/5).

Pada acara santap malam dimulai, para menteri ekonomi ASEAN menikmati sore dengan pemandangan laut biru yang memukau. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan AEM Special Meeting, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, menyambut menteri ekonomi ASEAN dengan antusias.

Selain tarian Bali, para tamu juga menikmati tarian tradisional daerah di Indonesia. Sajian tari-tarian tradisional malam ini adalah keinginan menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia sebagai wujud keramahtamahan bangsa kita.

‘’Tarian malam ini juga untuk membangun suasana makan malam. Indonesia berharap, Pertemuan AEM Special Meeting kali ini berkontribusi positif bagi pengembangan ekonomi kawasan,” kata Mendag Lutfi.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan AEM Special Meeting, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyambut para menteri ekonomi ASEAN dengan antusias. Selain tarian Bali, para tamu juga menikmati tarian dari berbagai tarian tradisional daerah di Indonesia. (foto/ist)

Sejumlah tarian tradisional Indonesia ini digelar di acara tersebut untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia. Tari-tarian tradisional yang ditampilkan, yaitu Tari Cendrawasih, Tari Bali Panyembrama, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Baris, dan Tari Legong.

Tarian tradisional memberikan hiburan kepada para menteri yang hadir sembari menikmati makan malam yang disajikan. Tari Cendrawasih menjadi tarian pertama yang disajikan. Para penari menggambarkan pesona dan keindahan burung-burung tersebut melalui gerakan-gerakan khas.

Tarian selanjutnya adalah Tari gerakan yang menggambarkan penyambutan dewa-dewa yang turun ke kuil. Tarian berikutnya adalah Tari Oleg Tamulilingan yang bercerita tentang sepasang kumbang jantan dan betina di suatu taman bunga.

Dilanjutkan dengan Tari Baris yang menceritakan perjuangan kesatria ke medan perang. Tari Legong menjadi tarian pamungkas yang menutup sesi jamuan penyambutan. Sedangkan kuliner nusantara yang disajikan yaitu lobster bakar bumbu rujak, sop iga sapi, selat solo hingga es cendol.

Suguhan makanan nusantara disajikan untuk memperkenalkan cita rasa khas kuliner Indonesia. “Kami berharap, alam yang memukau di Bali, suasana pantai yang menyenangan, tari-tarian tradisional yang menggambarkan budaya bangsa, dan kuliner nusantara dengan cita rasa yang khas dapat memberikan lebih banyak energi dan semangat kepada para menteri ekonomi untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi ASEAN,” pungkas Mendag Lutfi. (bw)

Siswi Cantik Asal Banyuwangi Wakili Jatim ke Paskibraka Nasional, ini Sosoknya

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Satu siswi terbaik Banyuwangi lolos menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Siswi berprestasi itu bernama Ayumi Putri Sasaki (16), pelajar kelas 10 SMA Negeri Taruna Bhayangkara, Genteng, Banyuwangi.

Hobi olahraga sejak kecil menjadi modal utama dara cantik kelahiran 3 Agustus 2005 ini bisa lolos menjadi Paskibraka ke Jakarta. Pemilik tinggi badan 167,5 ini paling suka lari. Dari hobinya itu, dia pernah menyabet juara atletik tingkat Provinsi Jatim ketika masih SD.

“Dari kecil memang suka olahraga, terutama lari,” kata gadis yang akrab dipanggil Ayumi ini, Kamis (19/5) siang. Selain olahraga, Ayumi, juga piawai baris berbaris. Tak ketinggalan, dara asal Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi ini juga menyukai tarian daerah.

Dua hobinya ini juga sama-sama pernah menyabet. Begitu lulus SMPN 1 Banyuwangi, dia memilih masuk ke SMAN Taruna Bhayangkara. Kebetulan, sekolah ini berafiliasi dengan Korps Kepolisian. Gayung bersambut, di sekolah ini, bakat Ayumi, makin terasah.

Olahraga dan baris berbaris menjadi ritual sehari-hari. Hasilnya, dia lolos dalam seleksi Paskibraka Nasional, mewakili Provinsi Jatim. “Alhamdulilah, awalnya tak menyangka akan lolos. Ternyata, bisa masuk mewakili Jatim,” kata dara murah senyum ini.

Butuh perjuangan keras untuk bisa lolos Paskibraka Nasional ini. Apalagi, tesnya hanya dilakukan sehari penuh pada 17 Mei lalu. Persaingannya juga ketat, menyisihkan puluhan perwakilan siswa dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Materi tesnya cukup padat. Mulai lari, baris berbaris, menari tarian daerah hingga wawancara. Saat tes, saingan terberatnya dari Surabaya, Kediri dan Tuban. Kerja kerasnya berhasil mencuri perhatian 15 tim juri dari berbagai komponen itu.

Ayumi menyisihkan puluhan siswa yang terbagi dalam empat gelombang seleksi. Nantinya, Ayumi, akan berpasangan dengan siswa asal Pasuruan, Jatim untuk melenggang ke Istana dalam upacara detik-detik Proklamasi, 17 Agustus mendatang.

Meski dinyatakan lolos ke Jakarta, siswa MIPA ini belum bisa lega. Dia harus menyiapkan fisik menghadapi pendidikan Paskibraka di Cibubur nanti. . Rencananya, karantina dan pendidikan dimulai 26 Juli mendatang.

“Mohon doanya seluruh warga Banyuwangi. Saya bisa mengikuti pendidikan dengan baik,” tutup gadis yang bercita-cita ingin menjadi Perwira Polisi ini. (budi wiriyanto)

Mendag Lutfi, Pimpin Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN

0

Jimbaran, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) kembali menggelar pertemuan hari kedua pada AEM Special Meeting di Jimbaran, Bali, hari ini, Rabu (18/5). Pertemuan fisik dalam format retreat tersebut dipimpin Mendag Lutfi, yang juga merupakan inisiator acara.

Selama lebih dari tiga jam pertemuan tersebut dilakukan dalam suasana dialog yang bebas dan informal. Para Menteri Ekonomi dari 10 negara ASEAN mengedepankan kesatuan pemahaman dan cara pandang untuk semua isu yang dibahas.

Mulai dari evaluasi hasil dari KTT Khusus Amerika Serikat (AS)-ASEAN minggu lalu, menganalisis situasi ekonomi dunia, kondisi, tantangan dan prioritas pembagunan masing-masing negara. Memperlancar rantai pasokan antarnegara ASEAN, serta memastikan semakin terintegrasinya perekonomian ASEAN terhadap rantai pasok dunia.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menggelar Pertemuan Khusus Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers Special Meeting) yang dilaksanakan di Bali, Rabu (18/5). Pertemuan ini diinisiasi bukan oleh negara pimpinan ASEAN yang saat ini dipegang Kamboja, melainkan atas inisiatif Mendag Lutfi. (foto/ist)

Pertemuan khusus tersebut juga membahas proposal kerja sama yang diajukan kawasan ekonomi lainnya. Contohnya sepertI Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang didorong AS, Strategi on IPEF yang didorong Uni Eropa, dan ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF), yang merupakan komitmen bersama ASEAN dalam memulihkan perekonomian kawasan.

Demikian juga evaluasi atas relevansi dan efektivitas dari berbagai aspek yang selama ini menjadi keunikan, Seperti yang selama ini dikenal dengan the ASEAN Way yang terdiri dari kesatuan ASEAN (unity), sentralitas ASEAN (centrality) dan komunitas (community) ASEAN.

Selain itu pembahasan juga mencakup penilaian bersama atas the ASEAN Charter, serta perlunya untuk lebih memberdayakan Sekretariat ASEAN. “Suasana pertemuan yang bebas dan informal menciptakan kebersamaan dan kepercayaan antarnegara anggota ASEAN. Kami mengapresiasi Mendag Lutfi yang telah membuatnya sedemikian rupa,” kata Deputy Secretary-General of ASEAN for ASEAN Economic Community Satvinder Singh.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menggelar Pertemuan Khusus Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers Special Meeting) yang dilaksanakan di Bali, Rabu (18/5). Pertemuan ini diinisiasi bukan oleh negara pimpinan ASEAN yang saat ini dipegang Kamboja, melainkan atas inisiatif Mendag Lutfi. (foto/ist)

Mendag Lutfi, menyampaikan optimismenya bahwa perekonomian ASEAN akan kembali ke kondisi sebelum pandemi. “Kami optimistis bahwa perekonomian ASEAN akan kembali ke kondisi sebelum pandemi, dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan mencapai 4,9 persen pada 2022 dan 5,2 persen pada 2023.

Meski demikian, ASEAN harus siap dan waspada terhadap berbagai dinamika global yang dapat berkembang di masa depan. Implementasi dari ACRF perlu dipercepat,” tegas Mendag Lutfi.

Selain itu, Mendag menyampaikan pentingnya mempercepat implementasi secara penuh dan efektif dari persetujuan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebagai contributor pemulihan ekonomi dari pandemi.

Pertemuan ini juga memberi arahan terkait isu-isu perubahan iklim dan menjadi wujud upaya komitmen Paris Agreement Under the United Nations Framework Convention on Climate Change.

“Indonesia menekankan komitmennya untuk segera mengimplementasikan RCEP dan menyambut baik soliditas ASEAN dalam menghadapi berbagai isu regional dan global yang berkembang saat ini.

Salah satunya, kebijakan terkait lingkungan yang dikeluarkan secara unilateral yang berpotensi menjadi hambatan perdagangan. Sehingga ASEAN perlu mencari langkah kolektif agar agenda terkait lingkungan dan ekonomi dapat berjalan secara berkesinambungan,” tegas Mendag.

Menanggapi keinginan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk meningkatkan kerja sama dengan kawasan Indo–Pasifik, para Menteri Ekonomi ASEAN menyampaikan pentingnya sentralitas ASEAN dalam membangun arsitektur kawasan yang lebih luas.

Mendag Lutfi menegaskan kembali apa yang sudah diserukan Presiden Jokowi dalam KTT AS-ASEAN minggu lalu mengenai pentingnya menjadikan dokumen ASEAN Outlook on Indo–Pacific (AOIP) sebagai acuan kerja sama ASEAN ke depan.

“AOIP adalah sikap resmi ASEAN untuk membuka seluas-luasnya peluang kerjasama perekonomian dengan kawasan manapun selama dilakukan dengan terbuka dan inklusif. Sudah menjadi karakter utama ASEAN yang selalu mendorong kolaborasi yang bermanfaat dibandingkan persaingan yang sehat.

Apalagi rivalitas yang ujungnya hanya mempertajam perbedaan dan membuka potensi konflik,” pungkas Mendag Lutfi. (bw)

Air Laut Meluap, Puluhan Rumah di Banyuwangi Terendam Bajir Rob

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)  – Puluhan rumah di dua Kelurahan di Banyuwangi terendam banir rob, Kamis (19/5) pagi. Air setinggi mata kaki membanjiri rumah yang berdekatan dengan pantai tersebut. Air juga masuk ke sejumlah rumah.

Dua kelurahan yang terendam banjir masing-masing, Kelurahan Kepatihan dan Kelurahan Mandar. Lokasinya, hanya berjarak sekitar 200 meter dari pesisir. “Ini fenomena rutin tahunan. Setahun bisa dua hingga tiga kali banjir rob datang,” kata Sumiatun (45), warga Kelurahan Kepatihan.

Biasanya, banjir rob datang pada malam hari. Namun, sejak tiga hari terakhir ini, banjir datang pada pagi hingga siang hari. Air mulai datang sekitar pukul 09.00 WIB. Ketinggiannya terus naik hingga atas mata kaki orang dewasa.

Banjir ini datang dari muara sungai Kali Lo yang bersentuhan langsung dengan laut. “Datangnya banjir rob ini tak tentu. Paling parah, tahun 2021 lalu yang mencapai paha orang dewasa,” jelasnya. Banjir rob ini biasanya hanya sekitar 3 jam. Setelah itu, air berangsur surut. Karena siang hari, warga bisa menyelamatkan barang-barangnya dengan cepat.

“Kalau malam hari, banyak yang terendam. Biasanya, air datang pukul 23.00 WIB, ketika warga istirahat,” kata Muntamah (54), warga lainnya. Meski tak berlangsung lama, banjir rob ini cukup merepotkan warga. Sebab, tak sedikit teras rumah yang terendam banjir.

Jalanan juga tergenang air, sepintas mirip sungai. Sehingga, mengganggu aktivitas warga. “Banjir kali ini tidak terlalu parah. Tapi, banyak juga rumah yang terendam,” kata Yanto (50), warga lainnya. Banjir terparah terjadi di empat RT Kelurahan Kepatihan.

Lokasinya memang cukup rendah. Menurut Yanto, solusi banjir rob ini adalah rumah warga ditinggikan. Sehingga, tak sampai terendam ketika banjir rob datang. (udi)

Inkubator Batik, Inovasi SMK di Banyuwangi Atasi Pengangguran

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Ekonomi sulit. Banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi fenomena di masa pandemi. Kondisi ini berdampak pada psikologis siswa yang akan lulus. Khususnya, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Banyuwangi. Syukur, kekhawatiran itu menemukan jawaban. Muncul inovasi membuka lowongan usaha melalui program inkubator batik. Seperti digagas SMK Negeri 2 Mabadi’ul Ihsan, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Sekolah di Selatan Kota Gandrung ini memberikan edukasi menjadi wirausahawan batik bagi siswa. Tentunya, tetap dengan disiplin protokol kesehatan (prokes). Inkubator interprenuer batik ini sengaja dipilih. Alasannya, batik Banyuwangi mulai “booming”. Seiring geliat pariwisata di kabupaten ujung timur  Jawa ini.

Sehingga potensi ekonominya menggiurkan. Kebetulan, di sekolah ini, satu-satunya SMK yang memiliki jurusan tekstil dan batik. “Idenya sederhana, kami memiliki jurusan batik. Jangan sampai lulusannya menganggur. Akhirnya, kami cetuskan membuka interpeneur batik,” kata Dr. Umar Said, Kepala SMKN 2 Mabadi’ul Ihsan Tegalsari kepada pawartajatim.com, Kamis (19/5).

Model interpreneur ini memanfaatkan potensi yang ada di sekolah. Ketika masih bersekolah, para siswa diajak memproduksi batik. Produknya ditawarkan ke sejumlah instansi. Bahkan, ada yang tembus ke luar pulau Jawa.

“Kami bekerjasama dengan komunitas Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) yang tersebar di beberapa kota. Mereka cukup potensial menjadi pelanggan,” kata Umar. Kelompok interpreneur muda ini dijuluki unit produksi batik. Ketika jam sekolah selesai, para siswa yang tergabung dalam unit ini bekerja memproduksi batik. Keuntungannya ganda.

Selain mendapatkan tambahan uang saku, para siswa memiliki keterampilan tambahan membuat batik. Selama produksi, disiplin prokes tetap dijalankan. Siswa wajib bermasker. Lalu, menjaga jarak ketika membatik.

Dari unit produksi ini, SMKN 2 Mabadiul Ihsan berhasil mencetak para pembatik handal. Bahkan, menjuarai kompetensi membatik pelajar tingkat nasional. Prestasi ini diraih berkat ketekunan para siswa yang tergabung dalam unit produksi batik.

Selain batik, unit produksi membuat produk turunan. Seperti udeng khas Banyuwangi dan aneka model baju. “Udeng batik ini yang sedang tren. Pemasanan banyak dari luar daerah,” jelasnya.

Dari inkubator interpreneur ini, pihaknya mengajari para siswa menjadi wirausahawan sejak dini. Sejak masih sekolah. Sehingga, ketika lulus, mereka bisa membuka usaha sendiri. Meski baru, inovasi ini sudah membuahkan hasil. Beberapa orang lulusan sudah membuka gerai batik.

Lalu, lima orang almnus justru bertahan di sekolah menekuni unit produksi batik. Omset yang didapat lumayan besar. Sempat tembus hingga Rp 27 juta. Konsep inkubator interpreneur ini menjadi salah satu unggulan di sekolah ini.

Sehingga, setelah lulus, para siswa tidak akan bingung mencari pekerjaan. Namun, bisa langsung membuka usaha. Bekerjasama dengan sekolah. Inovasi ini menjadi jawaban ketika lulusan SMK banyak yang menganggur.

Data statitik tahun 2019, pengangguran terbuka nasional justru disumbang dari SMK. Jumlahnya mencapai 13,55 persen. Angka ini naik dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 10,36 persen dan tahun 2018 tembus 11,18 persen.

“Ini kan miris, SMK sebagai pencetak siswa kejuruan justru menyumbangkan pengangguran. Karena itu, kami berinovasi membuat inkubator interpreneur sejak dini,” jelasnya.

Interpreneur ini mengajari siswa menjadi wirausaha mandiri. Bukan pencari kerja setelah lulus. Tenaganya pendidiknya juga handal. Para guru sudah tersertifikasi profesi batik. Sehingga kualitasnya tak diragukan.

“Dari inkubator ini, kami sudah membuka 5 gerai batik yang dikelola para alumni. Produknya batik tulis dan cap,” imbuh Umar. Hebatnya lagi, para alumnus yang sukses menjadi wirausaha mampu memberdayakan masyarakat sekitar.

Dia mencontohkan usaha batik milik alumnus di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Di tempat ini, warga yang menganggur dilibatkan dalam membuat karya batik. Hasil produknya, bisa dipasarkans sendiri bekerjasama dengan pihak sekolah.

Di masa pandemi, ketika ekonomi sedang lesu, inkubator interpreneur menjadi solusi. Khususnya siswa SMK yang segera lulus ketika pandemi. “Dengan inkubator interpreneur ini, tentunya akan berdampak pada minat siswa masuk SMK. Sebab, ada jaminan ekonomi ketika mereka lulus. Tidak hanya mengandalkan lapangan kerja,” jelas Umar.

Selain inkubator batik, SMKN 2 Tegalsari sukses mengantarkan lulusannya masuk ke dunia kerja. Kelulusan tahun 2022, sebanyak 197 siswa yang lulus, seluruhnya terserap dunia kerja.

Rinciannya, 41 siswa langsung kerja, 40 siswa masuk ke incubator bisnis batik, 15 siswa masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan karena prestasi, 14 siswa masuk Universitas Terbuka dengan beasiswa pesantren, 27 siswa mengikuti seleksi pergurun tinggi, sisanya 60 sisa masuk industri melalui jalur Balai Latihan Kerja (BLK).

“Sesuai komitmen kami, jangan sampai SMK menambah pengangguran, justru harus mengurangi pengangguran,” jelasnya. (wir)