Rahmat Muhajirin : Empat Konsensus Kebangsaan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Anggota MPR RI menyampaikan nilai-nilai empat konsensus atau empat pilar kebangsaan yang dimiliki harus menjadi pedoman untuk menjawab tantangan berbangsa dimasa datang. Dalam acara sosialisasi empat pilar di Rahmat Center, Minggu (27/3).

Empat konsensus kebangsaan yang dimaksud yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pemahaman generasi muda dan warga terhadap empat konsensus kebangsaan bisa menjadi kekuatan untuk menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Rahmat Muhajirin, yang juga anggota DPR RI dari Dapil I Jawa Timur itu.

Menurut RM sapaan akrab Rahmat Muhajirin dari Fraksi Partai Gerindra saat ini tantangan berbangsa dan bernegara datang dari dalam dan luar negeri. Antara lain dalam bentuk lunturnya nasionalisme, semakin sempitnya pemahaman Pancasila dan agama, serta krisis perekonomian yang mengancam akibat pandemi Covid-19.

Peran aktif para generasi muda, tegas RM, dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan tersebut pada kehidupan sehari-hari sangat diharapkan untuk menjaga nilai-nilai luhur yang diwarisi oleh pendiri bangsa tidak luntur terbawa zaman.”Pilar- pilar kebangsaan ini sangat penting dalam berkehidupan di masyarakat baik anak muda, orang tua dan semua kalangan,” ujarnya.

Karena itu, RM berpesan agar kaum muda harus memahami empat konsensus kebangsaan yang merupakan dasar kita dalam berbangsa dan bernegara. (rino)

Jelang Ramadhan, Warga Sidoarjo Gelar Pengajian

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan serta peresmian Balai RW 03 Desa Gelam Kecamatan Candi, menggelar pengajian dengan mendatangkan  penceramah dari Porong  yaitu Kyai Sunari atau yang akrap disapa dengan sebutan (Kyai Lapindo), Sabtu (26/3).

‘’Sekitar 250 undangan, tampak hadir. Yaitu, Kepala Desa Gelam M Muslich, tokoh masyarakat, takmir masjid, Ketua RT 09 – 13 dan Warga sekitar,’’ kata Ketua RW 03, Khoiri, didampingi sekretaris Doni. Acara Pengajian digelar untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan yang kurang beberapa hari lagi serta peresmian Balai RW 03.

Doni menambahkan pengajian ini berthemakan “Bahagia dalam menyambut ramadhan, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan”. M Muslich, Kepala Desa Gelam, menyatakan, kegiatan pengajian untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan serta peresmian Balai RW 03. Nantinya balai RW ini digunakan untuk Bank Sampah serta kegiatan warga sekitar khususnya warga Desa Gelam. (rin)

Wali Kota Gandeng Pemuda IPNU dan IPPNU Jadi Agen Perubahan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir dalam pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Surabaya, di Hotel Tunjungan, Minggu (27/3) pagi. Pada kesempatan ini, Wali Kota Eri Cahyadi memberikan semangat perubahan kepada 120 pengurus baru yang hadir.

Dalam acara pelantikan IPNU dan IPPNU ini tidak hanya dihadiri oleh Wali Kota Eri Cahyadi, ada pula Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya Kiyai Haji Ahmad Muhibbin Zuhri, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Timur M. Fakhrul Irfansyah, Pengurus Pusat PP IPPNU Nurul Hidayatul Ummah, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan yang diwakili oleh Wakapolrestabes AKBP Hartoyo, Anggota DPRD Kota Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas dan masih banyak lainnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan, para pemuda anggota IPNU dan IPPNU yang dilantik pada hari ini diharapkan bisa berkontribusi dan menjadi agen perubahan di Kota Surabaya. Menurut dia, para pemuda yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU, mempunyai kontribusi dalam menciptakan pemimpin hebat dan perubahan di masa depan untuk bangsa Indonesia, khususnya Kota Surabaya.

“Saya nyuwun tolong (minta tolong) setelah dilantik ini, semangat kebersamaan dan kekeluargaan itu bisa kita wujudkan, sehingga kita bisa mengubah sebuah kota dan negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Itu cita-cita kita, tunjukkan semangatnya dan jangan sampai terombang ambing oleh kepentingan politik sesaat,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Mas Eri itu juga menyampaikan, agar para anggota IPNU dan IPPNU yang baru untuk mengedepankan kepentingan umat Kota Pahlawan. Ia mencontohkan salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang baru saja dicanangkan pada 25 Maret 2022 lalu.

Pada saat itu, dia mencanangkan Hari Padat Karya, dengan memanfaatkan lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) di kawasan Tambak Wedi dan Pakal, untuk dijadikan lahan pertanian dan tambak. Dihadapan para pemuda IPNU dan IPPNU.

Ia menjelaskan, bahwa aset Pemkot Surabaya seluas 6000 meter persegi di Tambak Wedi itu digunakan sebagai lahan pertanian yang dikelola oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bukan hanya pertanian, tetapi ada pula budidaya ikan patin dan nila serta pembuatan paving.

Mengedepankan kepentingan umat seperti ini lah yang harus dilakukan, sehingga ke depannya tidak ada lagi yang namanya pengangguran di Kota Surabaya. Ini tugas kita bersama, Insya Allah kita bisa bergerak bersama untuk kepentingan umat.

‘’Nanti yang lulus kuliah atau SMA/SMK, tidak lagi bingung mencari pekerjaan. Misal, bisa jadi pengawas pembuatan paving dan lain sebagainya,” ujar Mas Eri. Dalam waktu dekat, Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu berencana mengumpulkan para pemuda yang tergabung dalam IPNU, IPPNU maupun dari Pemuda Muhammadiyah, untuk bergerak bersama pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di Kota Surabaya.

Menurut dia, Pemkot Surabaya tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi kemiskinan dan masalah sosial lainnya. “Karena kota dan negara ini bertumpu kepada para pemuda-pemuda seperti panjenengan semua ini. Karena itu saya berharap betul, para pemuda jangan sampai dibelokkan arahnya mengikuti kepentingan-kepentingan yang lain. Jadilah pemuda-pemuda yang bisa mengubah kota dan negara melalui Akhlakul Karimah di masa mendatang, selamat mengemban tugas,” tuturnya.

Disamping itu, Ketua PCNU Surabaya Kiyai Haji Ahmad Muhibbin Zuhri menyampaikan, pelantikan anggota IPNU dan IPPNU kali ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk para pemuda dan pelajar NU ke depannya.

Senada dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, ia berharap para pemuda IPNU dan IPPNU bisa turun dan hadir langsung membantu di tengah-tengah masyarakat. Muhibbin juga tidak lupa mengingatkan para pengurus baru IPNU dan IPPNU untuk memanfaatkan peluang di era digital untuk kepentingan masyarakat.

Menurut dia, dunia digital menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus baru IPNU dan IPPNU. “Ketika turun ke masyarakat kita juga harus menyesuaikan dengan era yang ada. Saya harap, para pengurus baru IPNU dan IPPNU bisa membawa perubahan besar bagi masa depan NU ke depanya,” pungkas Muhibbin. (ko)

Nasionalis Religius, Pedoman Teguh Wali Kota Memakmurkan Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Dengan terus memegang teguh sikap nasionalis dan religius, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis bisa mewujudkan kemakmuran masyarakat Kota Pahlawan. Tentu saja komitmen dan kerja keras umara ini, tidak akan pernah berhasil tanpa adanya doa dan dukungan dari ulamanya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi saat meresmikan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya, Sabtu (26/3). Kantor yang berada di Jalan Yasan Praja No 20 Surabaya tersebut, sebelumnya merupakan eks gedung Kelurahan Bubutan.

“Ketika dahulu Nasionalis Religius bisa memunculkan kemerdekaan di Negara Indonesia, maka Nasionalis Religius di Kota Surabaya akan memberikan kemakmuran bagi warga Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Karena itu, Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan, bahwa sinergi antara umara dan ulama juga menjadi kunci keberhasilan dalam membangun kota. Termasuk bagaimana membangun karakter anak-anak Surabaya yang berakhlakul karimah.

“Saya berharap dakwahnya MUI di seluruh kecamatan bisa mengubah karakter arek-arek di Kota Surabaya menjadi karakter yang penuh dengan akhlakul karimah. Karakter yang bisa membentuk Nasional Kebangsaan, tapi di dalam hati jiwanya juga ada religiusnya,” harap dia.

Lebih luas lagi, Wali Kota Eri Cahyadi juga menyampaikan, dengan berdirinya Kantor MUI Surabaya, maka dia berharap besar seluruh ulama dan pengurusnya dapat selalu memberikan nasehat serta masukan-masukan kepada pemerintah kota. “Karena ketika ulama menyampaikan nasehat dan didengarkan umaranya, maka ada kesinambungan,” ujar dia.

Makanya, Wali Kota Eri Cahyadi yang sejak kecil tinggal di lingkungan pondok pesantren itu selalu menaruh perhatian serius terhadap semua hal yang berhubungan dengan dakwah. Salah satunya adalah dengan mendukung penyediaan prasarana untuk Kantor MUI Surabaya.

“Karena saya memang berharap betul semua kantor yang berhubungan dengan dakwah itu tidak bercampur dengan kantor yang lain,” terangnya. Sebab, menurut dia, sehebat dan sekuat apapun umaranya bekerja keras, maka akan sia-sia apabila para kyai, habib dan ulamanya tidak pernah turut mendoakan.

Karenanya, dia kembali berharap, dengan doa dan dukungan para ulama ini dapat membawa Surabaya menjadi kota yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. “Dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim, maka kantor MUI Surabaya saya nyatakan resmi dibuka dan resmi digunakan oleh MUI Surabaya untuk kemaslahatan umat Kota Surabaya,” tutur dia.

Mengutip Ketua MUI Jawa Timur, KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah, Wali Kota Eri Cahyadi pun sepakat bagaimana umara dan ulama bersinergi mempertahankan budaya dan menjadikan Kota Surabaya Mega Metropolitan dengan tetap santun dan berakhlakul karimah. Ini sebagaimana yang dicontohkan Sunan Ampel ketika diberikan tanah di Ampel Denta dan menjadikannya pusat dakwah di Surabaya.

“Maka kewajiban kulo kaleh panjenengan (saya dan anda) meneruskan perjuangan Mbah Ampel untuk Kota Surabaya. Semoga dengan kekuatan dan kebersamaan kita untuk saling melengkapi, Surabaya akan terus menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Jawa Timur, KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah mengaku bersyukur, MUI Kota Surabaya memiliki kantor baru yang berdiri di Jalan Yasan Praja No 20 Surabaya. Menurutnya, hal ini tak lepas dari sosok ketokohan Wali Kota Eri Cahyadi.

“Dengan keberadaan kantor baru ini semoga keterpaduan bainal ulama wal umara makin kuat. Bagaimana supaya para ulama dan umara bersama-sama Pak Eri Cahyadi dan Forkopimda mendampingi umat Jawa Timur menuju Indonesia super maju dan Surabaya Kota Mega Metropolitan,” kata KH Hasan Mutawakkil.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Surabaya KH Abdul Muchid Murtadho juga menyampaikan puji syukur dan terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi. “Berkat Bapak Wali Kota Eri Cahyadi, MUI Surabaya mendapatkan kantor.

Dengan rawuhnya panjengan (kedatangan anda) semua, semoga kantor ini barokah,” pungkasnya. (ko)

Surabaya Mengajar, Ini Contoh bagi Pemerintah Daerah Lainnya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bersama para rektor di Surabaya dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie melaunching Program Surabaya Mengajar (PSM) di Convention Hall Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Sabtu (26/3). Acara dihadiri oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Surabaya Mengajar.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri langsung menyampaikan terimakasih banyak kepada para rektor yang hadir dalam acara itu dan juga yang mahasiswanya tergabung dalam Surabaya Mengajar. Sebab, Surabaya hebat bukan karena wali kotanya, tapi karena warga Kota Surabaya dan perguruan tingginya yang hebat dan luar biasa.

“Hal itu ditunjukkan pada waktu Covid-19. Saat itu, semua tenaga kesehatan berjibaku, perguruan tinggi ikut membantu hingga akhirnya saat ini Surabaya level 1. Jadi, program Surabaya Mengajar ini bukan yang pertama kami bersinergi dengan perguruan tinggi,” kata Wali Kota Eri.

Bukti lainnya, ketika pemkot fokus menangani stunting, perguruan tinggi juga berjibaku dengan Pemkot Surabaya. Akhirnya, pemkot diganjar penghargaan oleh BKKBN karena selama tiga bulan terakhir turun drastis, dari yang awalnya hampir 6 ribu hanya tinggal seribu, dan tiga bulan ke depan pemkot mencanangkan zero stunting.

“Bahkan, ketika pemkot menggerakkan ekonomi dan pelayanan publik. Ada 1.200 mahasiswa di seluruh perguruan tinggi Surabaya mendampingi semua RW untuk pelayanan publik, terutama terkait adminduk. Ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Surabaya sangat luar biasa,” katanya.

Wali Kota Eri juga menyadari bahwa membangun sebuah kota atau daerah akan sangat luar biasa ketika semua stakeholder menjadi bagian dari pembangunan itu, dan itu sudah ditunjukkan oleh perguruan tinggi di Surabaya yang menjadi bagian dari pembangunan Kota Surabaya.

Ia mengaku, tidak bisa membayangkan apabila para perguruan tinggi ini cuek dan tidak menjadi bagian dari pembangunan Surabaya, maka dapat dipastikan Surabaya ini akan stagnan. “Saya juga masih ingat ucapan Bung Karno, berikan saya 10 pemuda, niscaya akan ku guncang dunia. Nah, hari ini di Surabaya bukan hanya 10 pemuda, tapi seribu lebih pemuda yang muncul, jadi betapa hebatnya Surabaya ke depannya menjadi kota yang sangat luar biasa,” kata dia.

Karena itu, ia juga sangat yakin apabila para mahasiswa ini sudah mengajar di SD maupun SMP di Surabaya, akan muncul kader-kader pemimpin yang hebat dari tangan-tangan para mahasiswa ini. Karenanya, Wali Kota Eri berharap kepada para mahasiswa itu untuk mencintai dan membangun Surabaya dengan hatinya.

“Tentunya, kehadiran adik-adik mahasiswa ini akan memberikan semangat baru bagi kami, kekuatan dari para rektor ini akan menjadi cambuk buat bagi untuk memberikan pendidikan yang jauh lebih ke depannya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan total ada 1.072 mahasiswa dari 23 perguruan tinggi yang bergabung dalam PSM ini. Selama 6 bulan, para pengajar muda tersebut melakukan pendampingan dari sisi akademis dan nonakademis siswa serta menjalin sinergi dengan sekolah untuk peningkatan mutu sekolah.

“Prioritas PSM terdiri atas tiga hal. Pertama, Program Sekolah Ramah, kedua, Program Sekolah Sehat, dan ketiga, Program Sekolah Smart. Program Sekolah Ramah meliputi identifikasi, merancang, implementasi serta evaluasi masalah belajar, psikososial, dan perlindungan anak,” katanya.

Menurut dia, Program Sekolah Sehat meliputi identifikasi, merancang, implementasi serta evaluasi penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), protokol kesehatan, promosi kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta lingkungan hijau.

Sedangkan Program Sekolah Smart meliputi identifikasi, merancang, implementasi serta evaluasi peningkatan mutu sekolah, Kurikulum Merdeka, administrasi sekolah, akreditasi sekolah, dan profil pelajar Pancasila.

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, jumlah lembaga pendidikan yang dikelola Dinas Pendidikan Kota Surabaya cukup besar. Saat ini terdapat 3.854 lembaga PAUD, SD, dan SMP. Perinciannya, PAUD sebanyak 2.637 lembaga, SD 822 lembaga, dan SMP 395 lembaga.

‘’Insyallah dengan adanya program ini, kebutuhan guru di Surabaya hampir terpenuhi semuanya. Mereka akan memulai program ini sejak Senin depan,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan bahwa Kemendikbudristek memiliki program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang mana salah satu platform yang diinduksikan adalah kampus mengajar.

Nah, konsep Surabaya Mengajar ini adalah konsep pendidikan MBKM yang sangat bagus dan ini merupakan sinergisme antara Kemendikbudristek, Pemkot Surabaya, dan juga perguruan tinggi. “Dengan sinergisme ini saya berharap adik-adik mahasiswa bisa semakin luas dan bisa mengenal laboratorium kehidupan yang sesungguhnya,” kata Prof Tjitjik.

Bahkan, ia juga berharap sinergisme ini bisa dikembangkan dan ditularkan kepada pemerintah daerah lainnya di Indonesia. Mungkin kalau nanti berkenan mas wali kota kami ingin membangun kolaborasi dan pendampingan dengan pemerintah daerah lainnya di Indonesia.

‘’Karena Kota Surabaya ini sebagai inisiator yang pertama dan sebagai contoh bagi pemerintah daerah lainnya di Indonesia,” pungkasnya. (ko)

Ini Kesiapan KBI dalam Ekosistem Perdagangan Karbon

0

Belitung, (pawartajatim.com) – Dalam beberapa tahun terakhir, perdagangan karbon menjadi issue menarik berbagai kalangan. Perdagangan karbon atau carbon trade merupakan salah satu upaya mitigasi iklim yang pertama kali diperkenalkan melalui protokol Kyoto yang disepakati pada konvensi rangka kerja PBB tentang perubahan iklim 2005.

Perdagangan karbon pada prinsipnya sama dengan konsep jual beli, namun dalam perdagangan karbon ini yang diperjualbelikan adalah emisi karbon. Dalam skema perdagangan karbon, diberlakukan sistem kredit atau kuota yaitu setiap perusahaan yang menghasilkan emisi karbon akan diberikan kuota tertentu.

‘’Jika produksi emisi karbon melebihi kuota tersebut, maka perusahaan dapat membeli kredit pada perusahaan lain yang memiliki kuota,’’ kata Direktur Utama/Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI, Fajar Wibhiyadi, di Belitung Sabtu (26/3).

Saat ini emisi, kata dia, karbon yang bisa diperdagangkan adalah karbon dioksida (CO2), Metana (CH4), Hidroflurokarbon (HFCs), Nitrat Oksida (N2O, Perfluorokarbon (PFCs) dan Sulfur Heksafluorida (SF6).

Di Indonesia, implementasi crediting telah berjalan sejak tahun 2007 melalui proyek Clean Development Mechanism (CDM) berdasarkan Protokol Kyoto. Dengan CDM ini, memungkinkan bagi pengusaha Indonesia untuk membangun proyek emisi rendah yang sertifikat penurunan emisinya dijual kepada negara-negara maju.

Sebagai negara Pihak pada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Indonesia juga telah memberikan komitmen untuk menurunkan emisi GRK 29% dari skenario emisi Gas Rumah Kaca secara Business as Usual (BAU), dimana pada tahun 2030 emisi GRK diproyeksikan sekitar 2.881 GtCO2e.

Terkait perdagangan karbon, di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Presiden No 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan nilai ekonomi karbon untuk pencapaian target kontribusi yang ditetapkan secara nasional dan pengendalian emisi gas rumah kaca dalam pembangunan nasional.

Dalam peraturan presiden ini disebutkan, bahwa perdagangan karbon dapat dilakukan dengan melalui Bursa Karbon, dan atau perdagangan langsung. Direktur Utama/Dirut PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, perdagangan karbon tentunya akan menjadi hal baru di Indonesia.

Sesuai dengan peraturan presiden tersebut, perdagangan karbon dapat dilakukan dengan melalui Bursa Karbon, dan atau perdagangan langsung, yang tentunya ada lembaga kliring dalam ekosistemnya. KBI sendiri telah memiliki pengalaman 37 tahun sebagai lembaga kliring di perdagangan berjangka komoditi.

Dengan pengalaman ini, akan  menjadi modal positif bagi KBI untuk menjadi lembaga kliring diperdagangan karbon, baik dilakukan melalui bursa dan atau perdagangan langsung.

Selain keberadaan lembaga kliring, dalam ekosistem perdagangan karbon melalui mekanisme bursa terdapat beberapa lembaga, yaitu perusahaan yang menghasilkan oksigen (penjual), perusahaan yang menghasilkan emisi karbon (pembeli), lembaga survey, serta bursa.

Ia menambahkan, KBI saat ini tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk berperan sebagai lembaga kliring untuk perdagangan karbon di Indonesia. Persiapan meliputi aspek teknologi, infrastruktur, maupun sumber daya manusianya.

Terkait dengan teknologi, untuk berperan sebagai lembaga kliring di perdagangan karbon ini, KBI akan memanfaatkan teknologi Blockchain. Dengan teknologi ini, tentunya akan dapat memberikan jaminan keamanan atas pencatatan kredit karbon dan akan memastikan tidak terjadinya double counting dalam proses pencatatannya.

Pemanfaatan teknologi blockchain ini bukan pertama kali dilakukan KBI. Sebelumnya, KBI telah mempergunakan teknologi ini untuk aplikasi registrasi dalam ekosistem resi gudang. (bw)

April, RSUD Sidoarjo Barat Mulai Operasional 

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Meski belum membuka layanan rawat inap, keberadaan RSUD Sidoarjo Barat sangat membantu warga dalam mendapatkan kemudahan akses layanan kesehatan. Rumah sakit tipe C dengan kapasitas rawat inap 100 bed itu, akhir Maret rencananya akan dilaunching Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) dan mulai April sudah beroperasi menerima pelayanan rawat jalan.  

“April sudah mulai operasi, sementara melayani rawat jalan dulu, untuk layanan IGD sedang disiapkan,” kata Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Sabtu, (26/3). Pelayanan rawat jalan, diantaranya, layanan Poli Spesialis Anak, Poli Kandungan, Poli Bedah Orthopedi, Poli Bedah Umum hingga Poli Gigi tengah disiapkan manajemen RSUD Sidoarjo Barat termasuk layanan IGD. 

Didalam ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) terlihat sudah dipasang beberapa bed yang berjejer. Untuk memaksimalkan pelayanan nanti, manajemen RSUD Sidoarjo Barat menyiagakan 2 unit mobil ambulance dan 1 unit mobil jenazah. 

Pemerataan dan peningkatan layanan kesehatan, kata Gus Muhdlor, sudah menjadi kebutuhan dasar warga Sidoarjo. RSUD Sidoarjo Barat akan mencover warga yang tinggal di kecamatan Krian, Balongbendo, Taman, Wonoyu termasuk Prambon.  

“Menyelamatkan generasi emas salah satunya dengan memenuhi layanan dasar kesehatan. Karena itu, pemerataan dan peningkatan layanan kesehatan kita prioritaskan,” tutur Gus Muhdlor. 

Minggu keempat Maret ini, pekerja proyek ngebut menyelesaikan pekerjaan interior ruangan. Seperti, ruang front office, ruang staf pelayanan IGD dan beberapa ruang pendukung lainnya. 

Plt Direktur RSUD Sidoarjo Barat dr Abdillah Segaf Al Hadad, menyampaikan, manajemen saat ini sedang fokus dalam menyiapkan fasilitas layanan rawat jalan pada tiap Poli. Termasuk perlengkapan layanan IGD sedang dikebut.  

“Mulai dari perlengkapan bed, penutup sekat ruangan termasuk peralatan yang ada di IGD masih dikebut. Untuk ruang poli kandungan sudah dilengkapi alat tes pemeriksaan kandungan Ultrasonografi (USG). Targetnya saat soft launching nanti sudah ready,” kata Abdillah. 

Selain merampungkan bangunan fisik, penyiapan tenaga medis seperti dokter dan perawat pada tiap poli tengah dimatangkan, termasuk tenaga administrasinya.  

“Selain merampungkan yang fisik, penyiapan tenaga medis juga penting, ini sedang kita matangkan,” terang Abdillah yang juga menjabat Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo. (rino) 

Peduli Lingkungan, Cargill Gresik Raih Giri Panca Suar 

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Perusahaan penghasil pangan di Gresik ini memperoleh apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). PT Cargill Indonesia Cocoa and Chocolate mendapat penghargaan Giri Panca Suar Award dari PWI Kabupaten Gresik.  

Penghargaan itu diberikan langsung Wakil Bupati (Wabup) Gresik Hj. Aminatun Habibah kepada Adi Suprayitno, Admin dan Relation Manager PT Cargill Indonesia Cargill Cocoa and Chocolate Gresik di  Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) setempat, Kamis (24/3). 

Perusahaan asal Amerika Serikat ini dinilai memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui kegiatan corporate social responsibility.

Diantaranya, membantu pengeboran sumur air bersih untuk 200 sambungan rumah masyarakat Kecamatan Manyar, konservasi 6 hektar mangrove di sepanjang Kali Mireng, penyediaan 208 fasilitas akses air minum layak dan 81 fasilitas jamban sehat untuk masyarakat berpenghasilan rendah di 4 Keluarahan Kecamatan Gresik.

Juga membantu penyediaan bank sampah hingga pembangunan saran pendidikan dan keagamaan. Deni Ali Setiyono, Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Kabupaten Gresik mengungkapkan, penilaian dititikberatkan kepada kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar.

Selama ini PT Cargill Indonesia Cocoa and Chocolte Gresik mampu memberikan kontribusi tidak sedikit bagi masyarakat sekitar perusahaan di Kecamatan Manyar. “Terutama dalam pelestarian dan penyediaan sarana air bersih, sanitasi, pendididikan serta keagamaan. Kepedulian ini bisa menjadi teladan bagi perusahaan lainnya untuk bergerak bersama membantu pelestarian lingkungan dan sarana kebersihan di sekitar pabrik masing-masing,” papar Deni Ali. 

Sementara itu, Adi Suprayitno, yang mewakili managenen PT Cargill di Gresik menyampaikan rasa terima kasih kepada PWI Kabupaten Gresik yang telah memberi penghargaan Giri Panca Suar Award tahun ini.

Menurut dia, kegiatan yang dilakukan Cargill di sekitar perusahaan sebagai bentuk menyukseskan SDG’S oleh pemerintah sampai tingkat desa. Salah satu kegiatan itu, pengeboran sumur air bersih hingga 130 meter.  “Sumur bor dan tandon air nantinya akan dialirkan ke 200 sambungan rumah,” jelas Adi. 

Dengan sumur air bersih ini bisa membantu kebutuhan air bersih bagi 700 jiwa di Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar.  Dengan debit 2 liter per detik untuk mandi, cuci kakus (MCK). 

Upaya lainnya adalah pengelolaan bank sampah. Program Pengembangan Bank Sampah dan Desa Hijau Lestari yang digagas oleh Cargill Gresik tersebut, bertujuan menciptakan wilayah dan masyarakat mandiri  khususnya di bidang tata Kelola lingkungan, khususnya menjadikan desa maju khusus untuk tata kelola limbah rumah tangga organik dan non-organik. 

Kegiatan lingkungan hidup lainnya yang dilakuan PT Cargill adalah  penanaman mangrove di sepanjang Kalimireng seluas 6 Hektar. Mangrove Kalimireng sebagai Zona Edukasi melalui penguatan pendidikan mangrove ke anak-anak usia sekolah yang berada di sekitar  Kalimireng.

Mengingat Ekoliterasi Mangrove belum menjadi media pembelajaran kontekstual bagi sekolah di desa-desa Manyar komplek. “Salah satu poin penting pada pelatihan ekoliterasi mangrove tersebut adalah bertujuan menjaga populasi mangrove Kalimireng, selain usaha kuratif dengan pengayaan mangrove juga diperlukan upaya preventif dengan menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap mangrove kepada generasi muda sejak dini,” tambah  Adi Suprayitno. 

Penyelenggaraan Giri Panca Suar 2022 oleh PWI Kabupaten Gresik ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Anwar Sadad, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kadiskominfo Prov Jatim Hudiyono, Kapolres Gresik AKBP Mohammad Nur Azis, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kepala Kemenag Gresik Sahid. Serta Ketua PWI Jatim Lutfi Hakim. 

Serta sejumlah undangan lainnya. 

Wabup Gresik Aminatun Habibah  menyampaikan selamat kepada seluruh wartawan di Hari Pers Nasional yang sudah memberikan sesuatu yang positif.  

“Apa yang sudah diperbuat oleh pemerintah Kabupaten Gresik salah satunya adalah program yang harus segera ditangani dan jadi perhatian serius yaitu pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gresik serta mengurangi angka pengangguran,” ungkap Wabup. 

Selain pengentasan angka kemiskinan serta mengurangi angka pengangguran yang masih tinggi penanganan banjir tahunan kali lamong juga menjadi fokus perhatian. Untuk itu pihaknya mengajak bersama DPRD dengan teman-teman wartawan dan berbagai stakeholder bisa segera menanggulangi hal tersebut. 

“Reward yang diberikan ini dapat memotivasi dan menginspirasi masyarakat dalam berlomba-lomba menuju kebaikan. Bahkan, secara langsung juga membantu program-program pemerintah untuk terus maju dan berkembang,” pungkas wanita pertama yang menjadi Wabup Gresik ini. (dra) 

Surabaya Level 1, Wali Kota Minta Ekonomi Kerakyatan Digerakkan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di Convention Hall Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis (24/3). Pengarahan kali ini dikhususkan kepada jajaran pemkot yang bersentuhan langsung dengan warga atau yang langsung memberikan pelayanan kepada warga.

Mulai dari lurah, camat, kepala puskesmas dan rumah sakit, Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial, serta dinas lainnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri bersyukur karena Kota Surabaya sudah masuk PPKM level 1. Itu artinya, gotong royong dari semua pihak sudah berjalan dengan baik. Namun, ke depannya ekonomi kerakyatan harus terus digerakkan.

Apalagi, ekonomi kerakyatan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya selama ini, sudah diperkuat dengan peraturan dari pemerintah pusat, bahwa 40 persen APBD harus dikerjakan oleh UMKM.

“Jadi, kita harus melakukan perubahan anggaran supaya 40 persen dari APBD itu bisa dilakukan oleh UMKM. Teman-teman pemkot juga saya minta untuk mempelajari soal LPJ-nya, supaya bisa melakukan itu,” kata Wali Kota Eri.

Menurutnya, gerakan ekonomi kerakyatan ini harus bisa dirasakan oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Karenanya, ia pun meminta jajarannya itu untuk mengecek dan memperbaiki kembali data MBR Surabaya.

Bahkan, ia juga meminta dibuatkan SOP tentang pengecekan dan pendataan MBR itu. “Kalau data MBR sudah clear, lalu bisa dipetakan dan dipecah-pecah untuk diberikan intervensi,” katanya.

Intervensinya itu bisa bermacam-macam, bisa diberi pekerjaan membuat paving, memanfaatkan tambak-tambak dan juga aset pemkot lainnya. Bahkan, kalau suaminya sudah punya pekerjaan, jangan lantas disuruh keluar, tapi istri atau anaknya yang diberi pekerjaan seperti menjadi entrepreneur dan sebagainya.

“Ini yang harus dilakukan,” tegasnya. Disamping itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan bahwa ketika Surabaya sudah level 1, maka pelayanan publik harus terus disempurnakan. Sebab, pelayanan publik saat ini masih jauh di bawah yang dia inginkan.

Menurutnya, dalam melakukan pelayanan publik, baik di kelurahan, kecamatan, puskesmas dan rumah sakit, yang ditugaskan di bagian pelayanan harus orang-orang pilihan dan tidak boleh gonta-ganti orang.

Ketika melayani warga, tidak boleh pegang HP atau pun guyon dengan temannya, karena itu seakan tidak menghargai orang lain. “Jadi, yang ditugaskan di depan, dibagian pelayanan itu harus enak dipandang, harus murah senyum sehingga kalau ada yang marah-marah bisa mendinginkan, dan yang paling penting harus bisa pandai berkomunikasi, sehingga ketika memberikan jawaban bisa tenang,” kata dia.

Bahkan, Wali Kota Eri, juga meminta orang-orang yang ditugaskan di bagian pelayanan itu dibuatkan SK khusus, karena mereka akan dipantau langsung oleh Wali Kota Eri dan akan diberikan pelatihan cara berkomunikasi, cara menjawab persoalan warga dan sebagainya.

Bagi dia, cara berkomunikasi itu sangat penting, ia mencontohkan melalui komunikasi bisa menyelesaikan persoalan Pasar Turi dan persoalan lainnya. “Artinya apa? Ini sebenarnya soal komunikasi. Makanya, saya minta tolong ke depannya dalam melakukan pelayanan publik, apapun itu harus gunakan hati nurani dan lakukan dengan cara santun, insyallah akan lebih baik, sehingga pelayanan publik kita bisa lebih cepat dan nyaman,” kata dia.

Selain itu, Wali Kota Eri, juga meminta jajarannya untuk menjawab dan memberikan solusi yang pasti ketika ada keluhan warga di aplikasi wargaKu. Ia meminta tidak hanya sekadar menjawab tapi tidak memberikan solusi.

“Jadi, ketika menjawab itu harus diberi solusi yang pasti, misalnya akan kita koordinasikan di tanggal ini dan akan dijawab tanggal ini,” ujarnya. Wali Kota Eri, menegaskan bahwa semua pengarahan yang disampaikan ini berdasarkan pengalamannya ketika keliling ke kelurahan dan puskesmas, tepat sebelum ayah mertuanya meninggal dunia.

Kala itu, ia sempat dimarahi oleh staf kelurahan dan staf puskesmas. Bahkan, ia juga menemui ada staf yang bertugas di pelayanan bermain HP dan guyonan dengan temannya.

“Silahkan cek di CCTV puskesmas atau kelurahan, saya pakai kaos dan pakai topi, saya keliling. Jadi, tolong ke depannya jangan ada lagi yang seperti ini,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya M. Fikser mengatakan bahwa apabila warga Kota Surabaya ada keluhan dan menemukan pelayanan publik yang tidak sesuai dengan aturan, ia mempersilahkan untuk memanfaatkan aplikasi wargaKu.

“Monggo manfaatkan aplikasi wargaKu untuk menyampaikan semua keluhan Anda,” pungkasnya. (ko)

Rutan Gresik Ikut Semarakkan HBP ke-58 dengan Aksi Donor Darah 

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sebagai wujud atau bukti nyata kepedulian antar sesama serta menyemarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-58, Rutan Gresik bersama UPT Se-Korwil Surabaya mengadakan kegiatan sosial berupa donor darah, pada Kamis (24/3). 

Kegiatan ini diselenggarakan dengan menggandeng PMI Daerah Sidoarjo, yang mana kegiatan donor darah ini juga dilaksanakan secara serentak seluruh Kantor Wilayah Kemenkumham Se-Indonesia.

Kegiatan yang dipusatkan di Rupbasan Surabaya ini, dimaknai dengan tema “Pemasyarakatan Pasti dan Ber-AKHLAK, Mewujudkan Indonesia Maju. Para petugas pun begitu antusias dengan kegiatan ini dan banyak yang mendaftarkan diri sebagai pendonor darah, kurang lebih 60 peserta yang memenuhi kriteria donor berdasarkan nilai hemoglobin, tekanan darah, kondisi sehat, dan tidak minum obat 3 hari sebelum donor.

Adapun 60 peserta ini berasal dari BHP Surabaya, Kanim Tanjung Perak, Bapas Surabaya, Rupbasan Surabaya, Rutan Surabaya, Rupbasan Surabaya, Lapas Sidoarjo dan Rutan Gresik.  

Acara ini diawali dengan Laporan Kagiatan dari Karutan Surabaya, dilanjutkan dengan sambutan dari Kantor Wilayah Kumham Jawa Timur yang mana diwakili oleh Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji. 

Teguh, menyampaikan, bahwa kegiatan donor darah ini selain menyemarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-58, juga mampu memberi kontribusi bagi dunia kesehatan dan keselamatan orang lain.  

“Setetes darah kita ini pasti berarti dan bermanfaat bagi orang lain,” ujar Teguh.  Sementara itu, Aris Sakuriyadi selaku Karutan Gresik juga turut mengucapkan rasa terima kasih kepada petugas yang ikut berpartisipasi.

Menurut Aris, dengan melakukan donor darah ini dapat merangsang terjadinya peremajaan sel-sel darah, dan membantu dalam menjaga kesehatan. “Artinya darah akan segera tergantikan darah baru yang lebih baik dan sehat,” kata Aris. (bw)