Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Para pemilik kendaraan over dimensi dan over load (Odol) di Banyuwangi harus mulai tertiba aturan. Operasi Keselamatan Semeru 2022 yang digelar Polresta Banyuwangi, salah satunya menyasar kendaraan Odol. Operasi akan digelar 14 hari, mulai 1- 14 Maret.
Penertiban kendaraan Odol ini tujuan utamanya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Karena itu, kendaraan Odol dipastikan akan ditindak jika nekad beroperasi di jalan raya. “ Operasi Keselamatan ini demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu disela apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2022 di halaman Polresta Banyuwangi, Selasa (1/3/2022) pagi.
Selain penertiban Odol, operasi keselamatan menyasar pelanggaran berlalu lintas. Diantaranya,pengendara roda dua tidak menggunakan helm, pengemudi roda empat tanpa sabuk keselamatan (safety belt), pengemudi melebihi batas kecepatan, pengendara melawan arus, berkendara dalam kondisi mabuk, pengendara anak di bawah umur dan menggunakan ponsel saat berkendara. “ Pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) juga tetap prioritas,” tegas Kapolresta.
Selama operasi, seluruh anggota Polresta tetap mengedepankan sikap humanis. Yaitu, senyum dan sapa. “ Walaupun melakukan penindakan terhadap pelanggar, tetap kita kedepankan senyum, sapa, salam,” tegasnya. (udi)
Madiun, (pawartajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan/Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menggelar vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama dan dosis ketiga (booster) kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), pada Senin (28/2) pagi.
Kalapas Pemuda Madiun, Ardian Nova mengatakan bahwa, cakupan vaksinasi Covid-19 di Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun telah mencapai 81 persen. Hal tersebut merupakan capaian baik sekaligus kontribusi Lapas Pemuda Madiun dalam pengendalian Covid-19 di Indonesia khususnya di Lembaga Pemasyarakatan.
“Dengan dilaksanakannya vaksinasi tersebut, Lapas Pemuda Madiun telah melampaui syarat herd immunity yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Karena prosentase pelaksanaan vaksinasi telah mencapai 81 persen,” kata Kalapas Ardian Nova.
Menurut Ardian Nova, ini berkat kerja sama dan sinergitas seluruh Stakeholder dan antusias masyarakat serta warga binaan pemasyarakatan untuk disuntuk vaksin. “Alhamdulillah, Lapas Pemuda Madiun akhirnya telah mencapai target dari ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” tutup Ardian Nova.
Sementara itu, Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Pemuda Madiun, Rachmad Tri Raharjo menjelaskan bahwa, vaksinasi ini dilakukan untuk mendukung program Pemerintah dalam menciptakan herd immunity kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Terutama untuk mencegah penularan Covid-19 jenis Omicron dan mencegah seseorang yang sudah tertular agar tidak mengalami gejala yang buruk akibat terinfeksi virus,” jelas Rachmad usai mendampingi pelaksaan vaksin di Aula Adi Sudjatno Lapas Pemuda Madiun.
“Kita bersinergi dengan RS. Tingkat IV DKT Madiun. Hari ini sasarannya sebanyak 152 WBP disuntik Dosis 1, yang Booster sebanyak 26 WBP. Vaksinnya dengan Astra Zeneca,” tambahnya. Namun demikian, pelaksanaan vaksinasi tidak akan berhenti sampai disini, karena Lapas Pemuda Madiun akan kembali lakukan vaksinasi dosis 2 dan vaksinasi lanjutan (booster) untuk meningkatkan kekebalan imun WBP.
“Vaksinasi Covid-19 untuk warga binaan akan terus berlanjut seiring dengan datangnya narapidana baru. Maka dari itu, setiap WBP akan kita pastikan dulu, sudah disuntik vaksin atau belum,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kasi Rachmad menyebutkan ada beberapa warga binaan yang belum bisa disuntik vaksin karena masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sesuai dengan tanggal lahir. Juga ada beberapa WBP yang NIK-nya sudah digunakan oleh orang lain padahal belum menerima vaksin.
“Jadi nama sama NIK-nya double. Nanti kita telusuri, jika yang bersangkutan belum divaksin, nanti akan dilakukan vaksin susulan, yang sertifikat vaksinnya manual. Tapi kalau memang benar sudah divaksin, tinggal menunggu jadwal untuk dosis kedua,” pungkas Rachmad. (bw)
Jakarta, (pawartajatim.com) – Kedutaan Jepang ingin melihat dari dekat tehnologi pengelolaan limbah di pabrik solusi bangunan ini. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan unit usaha dari PT Semen Indonesia Tbk menerima kunjungan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Kunjungan dilakukan di Pabrik Narogong, Jawa Barat, Jumat (25/2). Kunjungan yang bertujuan untuk melihat teknologi pengelolaan limbah dan sampah menjadi alternatif bahan bakar dan bahan baku yang dilakukan oleh SIG, dihadiri oleh Minister for Economic Affairs and Development dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Masato Usui, beserta tim Kedubes Jepang di Indonesia dan JICA.
Sampah perkotaan dan limbah industri masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi di Indonesia untuk mencapai target SDGs (Sustainable Development Goals) yang berhubungan dengan lingkungan dan sosial.
Meskipun beragam inisiatif telah dilakukan oleh pemerintah dalam menangani persoalan ini, perlu ada dukungan secara konsisten dari seluruh lapisan masyarakat dan juga para pelaku usaha di berbagai sektor guna menciptakan iklim yang ramah lingkungan.
Direktur Utama/Dirut SIG, Donny Arsal mengatakan, SIG terus berinovasi untuk memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya adalah ekonomi sirkular melalui teknologi pemanfaatan limbah industri dan sampah perkotaan untuk diubah menjadi energi alternatif terbarukan.
“Teknologi ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan limbah industri, sekaligus membantu memecahkan permasalahan sampah domestik yang dihadapi oleh pemerintah daerah,” kata Donny Arsal.
Berbagi nilai dan komitmen pada pembangunan berkelanjutan, SBI menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation (TCC). Sinergi SIG, SBI, dan TCC, akan semakin mendorong kontribusi perusahaan terhadap pencapaian SDGs, melalui pengembangan produk dan solusi yang ramah lingkungan termasuk optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif dari pemanfaatan limbah industri dan sampah perkotaan.
Unit bisnis pengelolaan limbah SBI, Nathabumi, telah menjadi mitra bagi pemerintah serta perusahaan di berbagai bidang industri dalam memberikan solusi dan inovasi pengelolaan limbah dan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Salah satunya dengan menginisiasi fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) pertama di Indonesia yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Selain itu SBI juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pemanfaatan sampah domestik di TPST Bantargebang menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF melalui metode landfill mining.
Sementara itu, Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo menambahkan, langkah ini merupakan cerminan dari komitmen managemennya untuk mewujudkan pembangunan keberlanjutan yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami menjadi inisiator dan operator resmi fasilitas RDF di Cilacap, Jawa Tengah, serta pengelolaan limbah dengan metode co-processing di pabrik semen kami dengan didukung fasilitas pre-processing GreenZone, Narogong,” jelas Lilik Unggul.
Dengan demikian, hasil dari seluruh pengolahannya bisa dimanfaatkan kembali tanpa menimbulkan pencemaran dan residu apa pun. Menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama strategis antara SIG, SBI, dan TCC, Minister for Economic Affairs and Development Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Masato Usui mengatakan Jepang dan Indonesia telah memiliki sejarah panjang dalam kerja sama bilateral termasuk kerja sama bidang ekonomi yang tidak hanya dilakukan antara pemerintah, tetapi juga antara pelaku usaha.
“Pemerintah Jepang mendukung upaya-upaya kerja sama ini termasuk kerja sama yang dilakukan oleh SIG, SBI, dan TCC. Saya sangat menghargai kerja sama yang telah dibangun ini dan ingin melihat lebih banyak proyek yang dilakukan dan bagaimana teknologi Jepang berkontribusi pada ekonomi sirkular di Indonesia” papar Masato Usui.
GreenZone merupakan fasilitas pre-processing limbah terintegrasi terbesar di Asia Tenggara yang dimiliki oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk melalui unit bisnis pengelolaan limbah Nathabumi, di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Dibangun di lahan seluas 5,2 hektar, GreenZone dibagi menjadi 3 area dengan total luas bangunan 2,3 hektar yang mampu mengelola berbagai jenis limbah baik B3 maupun non-B3 dalam bentuk padat, cair dan gas.
Dilengkapi dengan Laboratorium Limbah yang terakreditasi ISO 17025 dengan teknisi ahli dalam analisa limbah. GreenZone memiliki kapasitas pengelolaan limbah sebesar 160.000 ton per tahun yang diolah sebagai bahan bakar alternatif. (dra)
Ponorogo, (pawartajatim.com) – Kesenian Reog Ponorogo berhasil menjadi nominasi tunggal Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage/ICH) yang akan diusulkan Indonesia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco). Sebelumnya, Reog Ponorogo telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Mendikbud RI pada tahun 2013.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh dan mengajak semua masyarakat Indonesia turut mendukung baik melalui testimoni maupun dukungan melalui sosial media.
Khofifah berharap, Reog Ponorogo berhasil lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Unesco. Sehingga, kesenian kebanggaan masyarakat Ponorogo , Jawa Timur serta Indonesia ini akan semakin mendunia dan membawa nama baik Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , bersama Tim Reog Ponorogo. (foto/ist)
Kenapa disebut nominasi tunggal, karena memang reog hanya ada di Ponorogo. Kalaupun reog dimainkan di Medan atau di Makassar misalnya, ya namanya tetap Reog Ponorogo, bukan reog Medan dan seterusnya.
‘’Saya yakin bahwa kesenian Reog Ponorogo telah memiliki nilai luar biasa sebagai syarat untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda dunia dari Unesco,” kata Khofifah, saat acara Kenduri Seni Reog Ponorogo di Pendopo Kab. Ponorogo, Sabtu (26/2) malam.
Khofifah mengatakan, dalam seleksi wawancara dengan Unesco, Bupati Ponorogo juga telah memberikan penjelasan terkait penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian ini. Bahwa bulu merak tersebut bukan dicabut, akan tetapi memang dalam kurun waktu tertentu bulu merak tersebut lepas sendiri dari tubuh Merak.
Kemudian yang belasan tahunan lalu menggunakan kulit harimau saat ini sudah diganti kulit kambing yang kemudian diformat seperti kulit harimau. ‘’Kalau dua hal ini sudah terjawab dan meyakinkan Unesco, InsyaAllah Reog Ponorogo akan lolos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Unesco,” ujar orang nomor satu di Jatim.
Reog Ponorogo. (foto/ist)
Untuk itu, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim terutama kepada para pegiat media sosial (medsos) untuk memberikan dukungan pada Reog Ponorogo agar lolos sebagai warisan budaya tak benda Unesco. Caranya, dengan mempromosikan dan memviralkan melalui media sosial dan kanal youtube.
“Saya yakin banyak masyarakat Jatim terutama kaum muda ini yang sering bermedia sosial. Bahkan banyak yang jadi youtuber. Nah mulai sekarang kita bisa mempromosikan kebudayaan kita, kesenian kita. Salah satunya Reog Ponorogo ini dengan mengunggah di media sosial agar semakin dikenal luas di dunia,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, pengajuan Reog Ponorogo ke dalam Warisan Budaya Tak Benda Unesco ini menjadi bagian penting sebagai upaya menjaga hak kekayaan intelektual. Dengan pengajuan ini, hal ini menjadi bagian dalam menjaga agar seni khas Indonesia ini tidak diklaim oleh negara lain.
“Ketika dilakukan proses identifikasi kemudian diusulkan sebagai warisan budaya tak benda semoga akan menjadi unggulan yang diajukan oleh pemerintah Indonesia sehingga seluruh inisiator dan proses budaya yang luar biasa oleh masyarakat Ponorogo menjadi mendunia,” katanya.
“Mohon doa dari kita semua , tidak hanya warga Ponorogo tapi semua di antara kita masyarakat Jatim, masyarakat Indonesia bisa saling memberikan support,” imbuhnya. Menurut Khofifah, masuknya Reog Ponorogo sebagai nominasi tunggal ini mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia.
Serta pentingnya menjaga keberlanjutan dan eksistensi budaya dalam hal ini Reog Ponorogo. “Tidak hanya menjaga eksistensinya, tapi juga membentuk regenerasi dan ekosistem seni Reog Ponorogo yang tangguh. Yakni dengan memanfaatkan sekolah, sanggar atau bahkan membangun jaringan dengan komunitas reog yang ada di wilayah lain,” katanya.
“Juga yang tak kalah penting bagaimana membina para pengrajin alat-alat kesenian reog, membantu mereka baik dalam pengembangan keahlian, kreativitas produk dan kualitas yang juga bisa dipadukan dengan pengembangan destinisasi wisata yang terpadu dengan kesenian Reog Ponorogo,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha dan kerja keras agar dunia mau mengakui Reog Ponorogo. Ia pun menyampaikan terimakasih atas dukungan Gubernur Khofifah kepada Reog Ponorogo.
“Maturnuwun sanget dukungannya Ibu Gubernur. Kami akan terus bekerja keras agar ini bisa berhasil lolos. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat Ponorogo,” pungkasnya. Sebagai informasi, setiap tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu ada proses seleksi bagi warisan budaya tak benda di Indonesia.
Kemudian, warisan budaya tak benda Indonesia ini yang menjadi unggulan akan dilanjutkan ke Unesco. Pemkab Ponorogo sendiri pernah mengusulkan Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH Unesco pada tahun 2018, namun belum berhasil. Di tahun tersebut, justru Gamelan Indonesia yang lolos dan berhasil diakui Unesco pada 15 Desember 2021.
Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional rakyat Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur-unsur penari warok, jatil, bujangganong, kelanasewandana, dan barongan. Tarian tersebut diiringi dengan seperangkat instrumen pengiring Reog khas ponoragan yang terdiri dari kendang, kempul (gong), kethuk- kenong, slompret, tipung, dan angklung.
Turut hadir Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Forkopimda Kab. Ponorogo, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, khususnya Kadis Budpar Jatim serta para seniman Reog Ponorogo. (bw)
Gresik, (pawartajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik masa khidmat 2021 – 2026 resmi dilantik. Kepengurusan baru ini diharapkan dapat menjalin kolaborasi sehingga program yang dicanangkan bisa tercapai. Bertepatan dengan momentum pelantikan PCNU ini, Pemerintah Kabupaten/Pemkab Gresik menyerahkan sejumlah bantuan.
Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah menyerahkan kendaraan operasional berupa sepeda motor sebanyak 96 unit. Kendaraan ini diperuntukkan kepada MWCNU dan Banom di Gresik.
Wabup Aminatun Habibah, secara simbolis menyerahkan sepeda motor tersebut kepada Ketua PCNU Gresik, KH Mulyadi usai prosesi pelantikan yang berlangsung di Ponpes Mambaus Sholihin Manyar Gresik Minggu (27/2).
Pemberian 96 sepeda motor operasional untuk NU dan Banom NU ini sebagai wujud dukungan dan perhatian Pemkab Gresik kepada Nahdlatul Ulama. Hal tersebut disampaikan Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik usai menyerahkan secara simbolis kendaraan tersebut.
‘’Pemkab Gresik siap berkolaborasi dengan seluruh pengurus PCNU Gresik sesuai bidangnya masing-masing untuk membangun kabupaten Gresik ini yang semakin maju,” kata Wabup. Bu Min, panggilan akrab Wabup, menyebutkan PCNU dan Pemkab Gresik harus bersinergi. Sebagai pemerintah, pihaknya juga berkomitmen memberikan sumbangsih pemikirannya untuk kemajuan NU di Kabupaten Gresik.
“Mudah-mudahan antara PCNU dan Pemerintah Daerah terus bersinergi dan berkolaborasi,” harapnya. Bu Min, menyampaikan selamat atas dilantiknya pengurus PCNU ini dan berharap agar kepengurusan yang baru tersebut mampu mengemban amanah dan menjalankan segala tugas-tugasnya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
Pihaknya tak lupa juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan yang lama atas dedikasi dan pengabdiannya. “Kami selaku pemerintah daerah mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus baru dan menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian pengurus PCNU masa khidmat sebelumnya,” paparnya.
Kepada kyai dan ulama yang hadir dalam pelantikan, Bu Min, meminta didoakan agar pemerintahan saat ini yang dinahkodai Gus Yani Bupati Gresik bersama dirinya agar selalu diberikan kelancaran dan selalu amanah demi memajukan Kabupaten Gresik.
“Kami mohon didoakan agar selalu amanah dan selalu diberikan kelancaran demi memajukan Kabupaten Gresik seperti yang dicita-citakan kita semua,” pintanya. Sementara itu, Ketua PCNU KH Mulyadi, mengapresiasi kepada Bupati Gresik dan Wabup Gresik selaku pemerintah daerah yang sudah memberikan perhatian kepada PCNU Gresik.
“Salah satunya diwujudkan dengan pemberian 96 unit kendaraan sepeda motor bagi MWCNU dan Banom NU di Gresik,” ujarnya. (dra)
Madiun, (pawartajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan/Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menggelar razia pada kamar blok secara acak pada Sabtu (26/2) malam. Kegiatan rutin ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di area Lapas.
Kalapas Ardian Nova memaparkan, penggeledahan dilakukan di 6 kamar secara transparan dan terbuka. Yakni dengan mengajak salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari setiap kamar untuk menyaksikan kamar yang digeledah.
“Kita razia tadi kamar Blok Brawijaya Atas nomor 4,5,6,10,14 dan 15. Kegiatan ini dalam rangka menjaga Tusi (tugas dan fungsi) kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban secara keseluruhan. Mengantisipasi adanya barang terlarang sekaligus memberikan efek jera buat mereka,” ujar kalapas.
Sementara itu, Ka. KPLP, Sastra Irawan menambahkan, bahwa pemeriksaan bukan hanya berfokus pada penggeledahan barang terlarang. Tetapi juga saluran listrik ilegal, sanitasi dan kebersihan kamar blok.
“Kita periksa apabila ada hal-hal yang tidak semestinya. Jaringan listrik ilegal tidak standar langsung kita lakukan pencopotan. Karena bisa menyebabkan konsleting listrik yang berujung pada kebarakan,” kata Sastra.
Kasi Adm Kamtib, Prawira Hadiwidjojo menyampaikan, penggeledahan dilakukan dengan cara pendekatan secara persuasif dan humanis. Hal ini untuk mencegah terjadinya kepanikan yang berlebih pada WBP.
“Dalam kegiatan ini mengedepankan humanis. Pencegahan supaya tidak panik mereka (WBP). Supaya tetap kondusif, mengingatkan tujuan mereka ada di sini itu agar mereka berubah menjadi lebih baik. Memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang terlarang seperti senjata tajam rakitan, kabel charger, handphone, korek api dan headset. “Handphone akan kita telusuri darimana WBP itu dapat. Sedangkan barang terlarang lainnya diluar handphone, akan kita musnahkan,” tandas Prawira.
Hadir juga dalam Kegiatan tersebut, Kasi Giatja Irphan Sandjojo dan Regu Pengamanan Tiger. (bw)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Gerindra melakukan konsolidasi dan Kordinasi dengan seluruh tim pemenangan tingkat kecamatan dan kelurahan se-Surabaya dengan harapan 2024 Prabowo mendapat suara terbanyak di Kota Surabaya.
Sekitar 180 Kordinator tim pemenangan ditingkat kelurahan dan kecamatan se-Surabaya mendapat arahan dari Wasekjend DPP Partai Gerindra H Rahmat Muhajirin, SH., di Hotel Grand Inna Tunjungan Surabaya Minggu, (27/2).
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa RM ini minta agar seluruh tim bekerja lebih ektra lagi guna menghadapi pemilu 2024 yang jatuh pada 14 Februari 2024 mendatang karena target kita pada pemilu 2024 sangat berat. Yakni di kota Surabaya Prabowo harus mendapatkan suara terbanyak dan menjadi pemenang.
Ini bukan hal yang mustahil apabila kita mau bekerja lebih keras lagi, kita harus melengkapi dan memperkuat lagi tim ditingkat TPS, karena penentu suara adalah Kordinator pemenangan di tingkat TPS. Karena mereka ini yang bersentuhan lansung dengan masyarakat.
Karena itu, suami dari Mimik Idayana, ini menekankan kepada tim agar selalu dekat dengan masyarakat dan selalu berkomunikasi secara inten dengan masyarakat, bangun ikatan emosional dengan mereka agar hati kita memiliki satu persepsi tentang pembangunan bangsa dimasa mendatang.
‘’Jangan tinggalkan masyarakat menghadapi masalah sendirian,’’ tegas RM. Sementara itu, Ketua Tim pemenang RM ditingkat kota Surabaya, Abdul Muhid, menyampaikan dirinya sudah membentuk 31 koordinator kecamatan dan 151 kordinator kelurahan. Dia berharap tahun ini seluruh Kordinator TPS sudah lengkap semua dan segera bisa melakukan pertemuan seluruh koord TPS se-Surabaya,
Sebagaimana arahan dari Rahmat, khusus Kordinator TPS lebih ditekankan untuk merekrut emak-emak millenial, terutama bagi TPS yang belum terisi. Karena loyalitas emak-emak tidak bisa diragukan. (rin)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Wasekjend DPP Partai Gerindra H Rahmat Muhajirin, SH, dapat isyarat khusus dari KH Agoes Ali Mashuri saat mendampingi Ahmad Muzani bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bumi Sholawat Desa Lebo Sidoarjo, Sabtu (26/2).
Hal ini terjadi, saat pria yang akrab disapa RM ini mendampingi Sekretaris Jendral/Sekjen DPP Partai Gerindra H Ahmad Muzani, S.Sos, M.Si yang sedang melakukan safari politik di Jawa Timur/Jatim. Salah satu diantaranya bersilaturahmi dengan beberapa ulama, khususnya pengasuh pondok pesantren.
Sebelumnya, RM bersama jajaran petinggi Partai Gerindra Jatim juga mendampingi Muzani menemui beberapa ulama di Madura, dilanjutkan bersilaturahmi dengan Rais ‘am PBNU KH Miftahul Akhyar, hingga akhirnya bersilaturahmi dengan KH Agoes Ali Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren/Ponpes Bumi shalawat sebelum bertolak ke Jakarta.
Saat H Rahmat Muhajirin sungkem kepada Gus Ali, beberapa orang saling terdiam ketika Gus Ali melontarkan sebuah perkataan “Iki pindah-pindah komisi ae” sambil memegang tangan RM. Sontak ucapan ini membuat RM dan beberapa orang terdiam untuk memahami apa yang dimaksud kyai yang putranya menjadi orang nomer satu di Sidoarjo ini.
Saat dikonfirmasi, Rahmat Muhajirin, menjawab apa yang disampaikan Gus Ali ini merupakan isyarat bagi dirinya untuk tetap komit dan siap atas segala intruksi partai. ‘’Apalagi terkait penempatan komisi, ini merupakan wewenang partai, saya sebagai kader harus siap ditugaskan dimana saja,’’ kata RM.
Namun, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra kabupaten Sidoarjo ini menegaskan, KH. Agoes Ali Masyhuri, merupakan tokoh dan ulama kharismatik. Banyak tokoh politik nasional yang bersilaturahmi, bahkan ada yang secara khusus sowan Gus Ali untuk ngalap barokah.
Artinya, kata dia, sebagai orang awam memaknai apa yang disampaikan Gus Ali, ini sebagai isyarat khusus agar tetap tegak lurus – istiqomah untuk memperjuangkan masyarakat melalui jalur politik. Sesuai dengan tugas, wewenang serta fungsi kedewanan yang saya miliki, (rin)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah cepat dalam menangani balita penyandang Cerebral Palsy (kelumpuhan otak) dan Hidrosefalus (penumpukan cairan di dalam otak), dengan langsung memberikan penanganan. Yakni melakukan rehabilitasi dan intervensi multidisiplin.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani langsung mengunjungi dua balita yang tinggal di Genting Tambak Dalam Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya, Sabtu (26/2). Di lokasi pertama, ia mengunjungi balita dengan penyandang Cerebral Palsy yang berusia 23 bulan.
Saat bertemu balita tersebut, Rini Indriyani, langsung mengelus kepala balita sambil memberikan semangat kepada sang ibu. Ia kemudian memberikan stroller (kereta dorong bayi), yang diharapkan mampu mempermudah aktivitas ibu dalam merawat balita.
Di lokasi kedua, Rini Indriyani mengunjungi balita penyandang Hidrosefalus yang baru berusia 10 bulan. Ia juga memberikan stroller sambil memberikan semangat kepada sang ibu untuk terus ikhlas dan sabar dalam merawat anak-anaknya.
“Di lokasi pertama saya mengunjungi adik Yusuf penyandang Cerebral Palsy dan termasuk sebagai bayi stunting di Surabaya. Maka, kami berusaha menangani pada sisi medis, khususnya melatih gerak motorik anak,” kata Rini Indriyani.
Rini mengatakan, untuk penanganan balita penyandang Cerebral Palsy tidak bisa sembarangan. Sebab, pihaknya harus memberikan terapi secara bertahap. “Jadi harus pelan-pelan, karena berhubungan dengan saraf anak,” kata dia.
Selanjutnya, penanganan untuk balita penyandang Hidrosefalus, pihaknya telah melakukan intervensi pada sisi medis dengan memberikan rujukan perawatan di RSUD Dr Soetomo Kota Surabaya.
“Saat ini sedang masa rehabilitasi, adik Nonik ini juga sudah melakukan proses rekam otak dan sebagainya. Saya mohon doanya, Insya Allah semua bantuan ini bisa membantu anak-anak kita untuk beraktivitas,” pinta dia.
Tak hanya itu saja, saat menyusuri gang di kawasan Genting Tambak Dalam Kecamatan Asemrowo tersebut, tak sengaja ia menemukan anak putus sekolah akibat pandemi Covid-19. Namun, ia menjelaskan bahwa Kecamatan Asemrowo telah melakukan penanganan dan sedang dalam proses melakukan intervensi pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.
“Kita memiliki aplikasi Sayang Warga, saya berharap dari situ kita bisa cek siapa yang tidak sekolah atau anak-anak yang mungkin belum mendapat intervensi. Kita bergerak bersama, maka inilah kerjasama, sinergi, dan gotong royong kita,” jelas dia.
Sementara itu, Christina (22) ibu balita penyandang Hidrosefalus tak menyangka, bahwa Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani akan memberikan respon cepat dengan memberikan bantuan terkait dengan keadaan anaknya.
“Terima kasih karena Ibu Rini sudah datang untuk menjenguk dan memberikan bantuan kepada anak saya, karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini,” kata Christina. Ia mengaku, saat Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani berkunjung, ia mendapatkan semangat untuk tidak menyerah dan terus ikhlas dalam merawat sang anak.
“Tadi Ibu Rini memberikan pesan kepada saya untuk tetap semangat dan ikhlas, tidak boleh menyerah dan harus telaten,” ungkap dia. Sedangkan untuk bantuan dari sisi medis, ia menjelaskan bahwa sang anak sudah mendapatkan penanganan di RSUD Dr Soetomo dan sedang melakukan proses rehabilitasi.
“Kami mendapat kemudahan dengan langsung mendapatkan penanganan, selanjutnya akan ada pengecekan di bagian ginjal. Sekali lagi terima kasih banyak Ibu Rini atas kunjungan dan perhatiannya, semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semuanya,” pungkasnya. (ko)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Kebijakan Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang menggabungkan kader kesehatan, menjadi Kader Surabaya Hebat, mendapat tentangan dari para kader di Kupang Gunung Jaya.
Susiati kader kesehatan RT 06 RW 07 Kupang Jaya mengatakan, dulu sebelum ada kabar kenaikkan insentif menjadi Rp 400.000 tiap bulan, mereka merasa sudah sejahtera dan nyaman, serta ikhlas menjalankan tugas. Meski insentifnya Rp 28.000 setiap minggu.
“Sekarang dijanjikan insentif naik menjadi Rp 400.000, tapi kerjanya seperti dipecuti. Banyak link-link (aplikasi) yang harus di kerjakan yang bikin bingung. Banyak kader yang belum paham” ujarnya. Susiati menambahkan, belum lagi adanya peraturan bahwa tiap RT dengan jumlah penduduk 200 Kepala Keluarga (KK) kebawah, hanya di isi oleh 3 kader.
“Bisa ta seperti itu kita melakukannya. Opo ga botak kepala. Kalau kebijakan ini diteruskan monggo, tapi saya tak mundur alon-alon saja,” tegasnya. Sementara itu, Anis Arianti, kader kesehatan RT 01 RW 06 juga merasa dengan pemangkasan kader di tiap RT.
“Di tempat saya kader ada 9 orang. Informasi yang kita dapat, kalau warga kurang dari 200 KK kadernya 2. Nah misalnya kalau ada kegiatan posyandu yang serentak itu kan satu hari harus sudah selesai. Apakah ini bisa kalau layanan posyandu hanya 2 kader. Dengan jumlah balita 20 sampai 50,” terangnya.
Anis mengaku senang ketika mendapat kabar ada penambahan insentif. “Tapi kan juga harus dilihat kemampuan kita. Kebanyakan. kader inikan ibu-ibu. Ketika kita selesai menjalankan fungsi sebagai ibu rumah tangga baru kemudian menjalankan tugas posyandu. Sampai jam berapa selesainya kalau seperti ini,” tandasnya.
Ia menceritakan, kalau sudah lama dirinya menjadi kader kesehatan, menggantikan ibunya. “Ukuran kita bukan insentif tapi pengabdian. Kita iklas meski diberi insentif Rp 28.000. Maksud kami kalau insentif dinaikkan ya kondisinya seperti dulu. Mantik ya jobnya mantik, Posyandu ya posyandu. Meski tidak dinaikkan ga papa. tapi jobnya sendiri-sendiri,” ucapnya.
Sedangkan Rahmawati kader kesehatan RT 05 RW 07, mengaku prihatin dengan adanya pemangkasan jumlah kader. “Kita kemarin senang karena honor dinaikkan, kenapa terus ada pemangkasa. Kita kerjanya susah door to door. Ada teman kita yang karena ada kenaikkan insentif itu kemudian kredit HP sebagai penunjang kegiatan. Tapi sekarang malah dipangkas,” ujarnya. (ko)