Usai Diminta Wali Kota Keluar, Sejumlah ASN Mulai Tinggalkan Rusun

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Sejumlah Aparatur Sipil Negara/ASN yang menghuni rusun milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya perlahan mulai meninggalkan rusun. Hal ini menyusul permintaan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang meminta para ASN keluar dari rusun. Sebab, rusun itu peruntukannya hanya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah/MBR.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Irvan Wahyudradjad mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi kepada penghuni rusun, ada sebanyak 88 orang ASN yang menghuni rusun, terdiri dari 63 ASN aktif dan 25 ASN pensiunan. Angka ini merupakan jumlah total dari 20 rusun milik Pemkot Surabaya.

“Jadi, untuk penghuni rusun yang profesinya ASN sudah fix datanya segitu. Tapi kalau untuk penghuni yang non-ASN, datanya masih running dan terus update,” kata Irvan di ruang kerjanya, Jumat (18/2).

Menurut Irvan, dari 88 orang ASN yang menghuni rusun itu, sudah banyak yang dengan sukarela mengembalikan kunci rusun. Bahkan, mereka juga sudah menuliskan surat pernyataan pengembalian kunci hunian.

Dalam surat tersebut, mereka mengakui bahwa pembuatan surat pernyataan itu dengan sesungguhnya tanpa ada paksaan dari siapapun dan dari pihak manapun. “Surat pernyataan itu juga ditandatangani oleh yang bersangkutan dengan menggunakan materai, jadi mereka dengan sukarela menyerahkan kunci rusun tersebut,” kata dia.

Irvan mengaku sangat bersyukur karena sudah banyak ASN yang meninggalkan rusun. Sebab, ketika mereka sudah resmi keluar, maka rusun tersebut akan digantikan kepada warga yang berhak, yaitu MBR. Apalagi, saat ini antreannya sudah mencapai 11.000, sehingga sudah sepantasnya ASN itu meninggalkan rusun tersebut.

“Semoga dengan berjalannya waktu, semua ASN yang menghuni rusun bisa segera keluar, supaya MBR bisa masuk dan antrean pengajuan rusun bisa semakin sedikit,” tegasnya. Selain itu, Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya ini juga memastikan bahwa hingga saat ini Pemkot Surabaya terus melakukan verifikasi kepada semua penghuni rusun di 20 rusun milik pemkot.

Berdasarkan hasil verifikasi sementara, ada sebanyak 2.423 KK penghuni rusun yang termasuk dalam MBR, dan ada sebanyak 475 yang non-MBR, lalu ada sebanyak 1.143 data yang tidak ditemukan di aplikasi e-Pemutakhiran Data.

“Sedangkan penghuni rusun ada sebanyak 4.556 KK, dan hingga saat ini terus kami verifikasi,” pungkasnya. (ko)

Rahmat Muhajirin : Pers Harus Perangi Berita Hoax

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Memperingati HUT Partai Gerindra ke-14 dan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, anggota DPR RI Rahmat Muhajirin, mengadakan tasyakuran dengan puluhan insan pers di Sidoarjo, Jum’at (18/2).

Anggota Fraksi Gerindra tersebut berharap jurnalis di Kota Delta terus berkarya untuk mencerdaskan bangsa. Salah satunya dengan ikut memerangi berita hoax yang masih sering berseliweran dan diterima masyarakat.

“Pers harus jadi garda terdepan untuk meluruskan berita yang tidak benar,” ujar politikus asal Candi itu. Dia juga meminta wartawan bersikap independen untuk kepentingan masyarakat. Budaya kritis terhadap pemerintah harus tetap dipertahankan untuk pembangunan di Sidoarjo yang lebih baik.

“Kritikan membangun agar pemerintah daerah semakin fokus untuk menyejahterakan masyarakatnya,” ucap anggota Komisi II DPR RI tersebut. Menurut dia, dengan menyajikan fakta dan filterisasi yang baik, maka media akan menjadi alat informasi yang baik bagi masyarakat.

“Saya berharap, semoga para insan media tetap selalu bersemangat dalam berkarya dan selalu terdepan menjadi garda penjaga demokrasi dan corong nurani masyarakat,” pungkas Rahmat Muhajirin. (no)

Presiden Jokowi Pantau Vaksinasi Booster di Rutan Sumenep

0

Sumenep, (pawartajatim.com) – Vaksinasi booster untuk petugas dan warga binaan di Rutan Sumenep Kanwil Kemenkumham Jatim mendapatkan atensi dari Presiden RI Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Jokowi itu meminta agar masyarakat proaktif dalam mencegah penyebaran Covid – 19. Yaitu dengan dua cara, percepatan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan.

Pelaksanaan vaksin dosis ketiga itu digelar Jum’at (18/2). Hasil kolaborasi pihak rutan, pemkab, polres serta Dandim 0827 Sumenep. Kegiatan yang digelar di Aula Rutan Sumenep itu dihadiri oleh Bupati Sumenep Ahmad Fauzi, Plt Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jatim Gun Gun Gunawan serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumenep.

Presiden Jokowi, memantau langsung kegiatan secara virtual. Fauzi memberikan laporan kegiatan vaksinasi di Rutan Sumenep serta wilayah kabupaten Sumenep kepada Presiden Jokowi. “Kami berkomitmen melakukan percepatan kegiatan vaksinasi di wilayah kami,” ucap Fauzi.

Sementara itu, Jokowi menyampaikan agar masyarakat proaktif untuk mencegah penyebaran covid-19 varian omicron. Cukup dengan dua cara. Yaitu dengan percepatan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Jokowi, pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi kepada seluruh lapisan masayarakat. Terutama lansia dan anak-anak. Sedangkan Gun Gun menjelaskan bahwa saat ini pihaknya juga sedang mempercepat proses vaksinasi dosis ketiga.

Khususnya untuk pegawai yang selama ini punya akses ke dunia luar dan ke dalam lapas/ rutan. “Pegawai ini jadi salah satu yang paling rentan menjadi carrier virus, jadi kami utamakan agar meminimalisir penyebaran ke dalam lapas/ rutan,” terang Gun Gun.

Untuk warga binaan, sampai saat ini ada 27.675 penghuni lapas/ rutan di seluruh Jatim. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinkes di masing-masing daerah untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga kepada warga binaan.

“Namun kami tetap harus mengikuti kebijakan setiap daerah terkait kapan pelaksanaannya (vaksin dosis ketiga) bagi warga binaan,” terang Gun Gun. (bw)

Tiga Narapidana Terorisme Lapas Surabaya Nyatakan Ikrar Setia Kepada NKRI

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan/Lapas Kelas I Surabaya kembali membuktikan diri sebagai tempat pembinaan spesialis deradikalisasi. Hal itu dibuktinya, tiga Warga Binaan kasus Terorisme (Napiter) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Jum’at (18/2).

Padahal, ketiganya baru 35 hari mengikuti pembinaan di Lapas yang terletak di Desa Kebon Agung, Porong itu. Ketiga Napiter yang menyatakan ikrar itu adalah Muhammad Subkhan, Muliamin Supardi dan Slamet Rudhu. Pelaksanaan ikrar digelar di Aula MD Arifin Lapas I Surabaya.

Disaksikan langsung Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto dan stakeholder terkait dari Kementerian Agama serta TNI/ Polri. Wisnu bercerita bahwa dirinya masih ingat betul, bahwa pada 14 Januari 2022, pihaknya baru saja menerima limpahan warga binaan khusus dari Rutan Cikeas, Bogor.

Nah, di Lapas Surabaya ini paling banyak menerima saat itu. Yaitu ada tiga orang. Sedangkan empat orang lainnya dibagi dua ke Malang dan Madiun. “Saat itu kami berpesan agar petugas melakukan pembinaan dan menjalankan SOP dengan baik,” ujar Wisnu.

Namun, Wisnu mengaku cukup kaget ketika tiga minggu setelah pemindahan, menerima laporan lagi dari Kalapas Surabaya, Gun Gun Gunawan. Yang intinya, dari pendekatan petugas lapas, maka pada hari ke-21, dua orang napiter menyatakan diri siap ikrar NKRI.

Dua orang itu adalah Muliamin Supardi dan Slamet Rudhu. Namun, saat itu Wisnu tak mau gegabah. Dia meminta agar pihak lapas memantapkan kembali komitmen keduanya. Pihak lapas pun melakukan observasi dan memantapkan kesungguhan niat tersebut.

“Alhamdulillah, pagi ini saya kembali dapat kabar bahwa jumlah Warga Binaan yang siap menyatakan ikrar-nya kepada NKRI bertambah satu lagi. Yaitu warga binaan atas nama Muhammad Subkhan,” terangnya.

Sehingga pengambilan sumpah Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada hari ini, atau hari ke-35 sejak keduanya mendapatkan pembinaan di Lapas Porong menjadi sangat lengkap.

“Saya harap teman-teman warga binaan di Lapas Madiun dan Lapas Malang mengikuti jejak ketiganya,” ujarnya. Selain itu, Wisnu memberikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya. Yang pertama kepada ketiga warga binaan kami Muliamin Supardi, Muhammad Subkhan dan Slamet Rudhu. Karena telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

“Kami berharap, ke depan, kita bisa saling merajut tali silahturahim dan memperkokoh semangat persatuan dan persaudaraan,” harapnya. Pria asal Semarang itu juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Lapas Surabaya dan stakeholder terkait yang terlibat.

Karena menurutnya, ini bukan pertama kali Lapas Surabaya berhasil menjalankan program deradikalisasi. Sudah banyak warga binaan kasus terorisme yang jiwanya kembali merah putih berkat strategi pembinaan yang baik.

Namun, Wisnu menegaskan bahwa tugas belum selesai. Dia berharap para petugas bisa terus membina para saudara kita ini agar tetap on the track. “Sehingga bisa memberikan manfaat untuk bangsa dan negara,” pungkas Wisnu. (bw)

Begini Kronologis Penusukan Pengasuh Ponpes di Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Teka-teki penusukan pengasuh pondok pesantren/ponpes di Pesanggaran, Banyuwangi terungkap. Diduga, pelaku DM (34) sudah merencanakan aksi sadis tersebut. Adik korban, Lukman Nul Hakim, membeberkan, sebelum beraksi, pelaku yang belum sebulan tinggal di ponpes tersebut mengaku sakit perut.

Menjelang dini hari, pelaku membangunkan korban, AM di kamarnya. Korban kemudian terbangun, lalu mengobati pelaku. Setelah mengobati pelaku, korban pamitan ke kamar mandi, bersiap untuk sholat. Saat itulah, pelaku menjalankan aksinya. Pelaku mengambil pisau dapur, kemudian menyerang korban.

Korban yang kaget masih sempat melawan, akhirnya terjadi duel. Darah berceceran di ruangan. “Istri korban yang tahu persis kronologisnya. Saat kejadian, istri korban melihatnya, kemudian berteriak minta tolong,” kata Lukman Nul Hakim, adik korban.

Teriakan istri korban membuat pelaku ketakutan. Kemudian, kabur melalui pintu belakang ponpes dan menghilang. “Sejak awal, korban sudah saya ingatkan ketika mengajak pelaku. Tapi, katanya pelaku itu baik,” bebernya.

Ternyata, di luar dugaan. Pelaku nekad menyerang orang yang menolongnya. “Jadi, pelaku ini sebelumnya tinggal di babatan dekat hutan. Lalu, korban karena kasihan diajak ke ponpes,” ujarnya. Keluarga berharap pelaku mendapat hukuman setimpal dari perbuatannya itu. (udi)

Mendag Sidak Pasar dan Distributor di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, kembali melakukan inspeksi mendadak/sidak ke pasar dan distributor minyak goreng. Temuan di Pasar Tambakrejo Surabaya,  harga minyak goreng curah masih sangat tinggi yaitu Rp 20.000/liter. Padahal, 14 juta liter minyak goreng digelontorkan ke Surabaya.

Mendag Lutfi menegaskan segera menggelontorkan migor ke pasar Tambakrejo dengan harga Rp10.500/liter untuk pedagang pasar. Selanjutnya pedagang menjual ke konsumen Rp 11.500/liter.  Mendag Lutfi, langsung memimpin penjualan migor curah dan disambut tepuk tangan para pedagang.

“Yang kita lakukan untuk memastikan pasokan dan harga sesuai dengan ketetapan Pemerintah. Migor curah kita jual dengan harga Rp 10.500/liter dan pedagang tidak boleh jual lebih dari Rp 11.500/liter,” ucap Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi, meminta enam pasar di kota Surabaya diguyur migor dengan harga Rp10.500/liter. Keenam pasar tersebut yakni Pasar Keputran, Pasar Tambakrejo, Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng, dan Pasar Wonokromo Waru.

“Kemendag akan memastikan harga di setiap segmentasi terjamin dan pasokannya tersedia,” tegas Mendag Lutfi. Tidak puas dengan harga migor di Surabaya yang masih tinggi,  Mendag Lutfi sidak ke pabrik kemasan dan distributor migor di Sidoarjo. Benar, di pabrik ini terdapat ribuan karton migor kemasan.

Menemukan temuan ini, Mendag Lutfi meminta seluruh distributor segera menyalurkan minyak goreng secara cepat dan masih ke seluruh wilayah di Indonesia Timur.  Sanksi keras akan diberikan jika masih ada distributor yang main-main dengan menimbun minyak goreng di gudang.

“Permasalahan bukan hanya di pasokan migor, tetapi juga di distribusi. Permasalahan ini akan disingkirkan semua agar distribusi berjalan dengan baik. Kami akan pastikan distribusi migor sampai ke Indonesia Timur akan berjalan,” ujar Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menyampaikan, dalam empat hari terakhir Pemerintah telah menggelontorkan migor sebanyak 73 juta liter ke seluruh Indonesia. “Diharapkan dengan distribusi yang cepat dan masif dapat segera menurunkan harga migor,” ucapnya. Selain memantau migor,  di pasar Mendag Lutfi juga mengecek harga dan pasokan barang kebutuhan pokok lainnya. Menurutnya, harga bapok di pasar tersebut masih stabil dan terkendali.

Berdasarkan pantauan, harga beras premium tercatat Rp 11.500 – Rp 12.500/kg, beras medium Rp 9.000 – Rp 10.000/kg, gula pasir Rp 13.000/kg, migor kemasan untuk stok baru Rp 14.000/liter sedangkan stok lama Rp 21.000/liter, daging sapi Rp 110.000/kg, daging ayam Rp 29.000 – Rp 30.000/kg, telur ayam ras Rp 19.000 – Rp 20.000/kg, tepung Rp 10.500/kg, cabe keriting Rp 30.000 -Rp 32.000/kg, cabe besar Rp 30.000/kg, cabe rawit merah Rp 40.000 – Rp 45.000/kg, bawang merah Rp 30.000 – Rp 38.000/kg, bawang putih Rp 25.000 – Rp 28.000/kg, tempe Rp 10.000/kg. (bw)

Akhirnya, Pelaku Penusukan Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Ditangkap

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Tak butuh waktu lama bagi polisi menangkap pelaku penusukan pengasuh pondok pesantren (pompes) di Pesanggaran,Banyuwangi, Jumat (18/2). Pelaku yang bernama DM (34), disergap di dekat terminal Jajag, Gambiran, Banyuwangi ketika hendak kabur ke Sumatera. Pelaku diketahui berasal dari Ogan Komering Ulu/Oku Timur.

Pelaku hanya bisa pasrah ketika polisi bersama Forkopimka Pesanggaran menyergapnya. Sedianya, pelaku hendak mencari tumpangan truk untuk kabur ke kampung halaman. “Alhamdulilah, tak sampai 5 jam, pelaku berhasil ditangkap. Rencananya, pelaku akan kabur ke luar daerah,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu.

Pelaku langsung diamankan ke Polresta Banyuwangi untuk penyidikan. “Motif masih didalami. Pelaku diamankan ke Polresta,” tegas Kapolresta. Ketika ditangkap pelaku kebingungan mencari biaya untuk kabur.

Usai  menusuk korban, pelaku kabur dengan berjalan kaki melewati belakang ponpes. Lalu, menunggu truk di pinggir jalan raya. Adik korban, Lukman Nul Hakim mengaku korban baru sebulan diajak ke ponpes.

Selama di ponpes, korban terlihat normal, tidak ada masalah dengan pihak ponpes. ” Pelaku beraksi dengan pisau dapur. Kemudian kabur lewat belakang ponpes,” ujarnya. AM, pengasuh ponpes di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi ditusuk orang tak dikenal di dalam ponpesnya, Jumat dini hari.

Korban mengalami sejumlah luka di bagian pinggang dan dekat leher. Korban diketahui sebagai Ketua Majalis Ulama Indonesia/MUI Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (udi)

Pelaku Penusukan Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Ternyata Kenal dengan Korban 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Teka-teki identitas pelaku  penusukan KH.AM, pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi, Jumat (18/2) terungkap. Ternyata, pelaku kenal dengan korban. Bahkan, sempat tinggal di ponpes milik korban.

Berbekal identitas pelaku, polisi melakukan pengejaran. “Identitas pelaku sudah kita kantongi, tapi masih dalam pengejaran. Pelaku tinggal di ponpes korban,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu.

Motif penusukan pada dini hari itu juga masih didalami. “Fokusnya masih dalam pengejaran pelaku,” tegas Kapolresta. Pelaku langsung kabur usai menghujamkan sebilah pisau ke tubuh korban. Korban mengenali pelaku ketika mendatanginya.

Saat kejadian, korban sedang tidur. Lalu, dibangunkan pelaku. KH AM ditusuk orang tak dikenal di dalam ponpesnya, Jumat dini hari. Korban mengalami sejumlah luka di bagian punggung dan perut. Korban diketahui sebagai Ketua Majalis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Ketua MUI Banyuwangi Mohamad Yamin, mengatakan, sebelum kejadian pelaku sempat ditegur ketika duduk-duduk di wilayah Ponpes Putri. Namun, belum diketahui penyebab pasti pelaku nekad menyerang korban. “Motif pastinya belum tahu. Katanya, sempat ditegur,” katanya. (udi)

Lampaui Target, RTH di Surabaya Capai 22 Persen

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen untuk menambah Ruang Terbuka Hijau/RTH di seluruh penjuru Kota Pahlawan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada warganya.

Kini, luas RTH di Surabaya terus naik dan bahkan melampaui target yang diatur oleh pemerintah pusat. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan, dalam rangka pengembangan Ruang Terbuka Hijau di wilayah perkotaan, maka suatu kota harus mampu memenuhi luasan RTH publik minimal 20 persen sesuai amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

“Saat ini, di Surabaya sudah mencapai 22 persen, itu artinya luasan RTH publik di Kota Surabaya sudah melampaui batas minimal yang dianjurkan oleh pemerintah pusat,” kata Wali Kota Eri di ruang kerjanya, Kamis (17/2).

Ia memastikan bahwa RTH publik seluas 22 persen itu bermacam-macam di Kota Surabaya. Rinciannya, untuk RTH makam seluas 284,95 hektar, RTH lapangan dan stadion seluas 361,08 hektar, RTH telaga/waduk/boezem seluas 198,23 hektar, RTH dari fasum dan fasos permukiman seluas 205,50 hektar, RTH kawasan lindung seluas 4.570,33 hektar, RTH taman hutan raya seluas 66,03 hektar, dan RTH taman dan jalur hijau (JH) seluas 1.672,75 hektar.

“Jadi, total semua RTH di Surabaya seluas 7.358,87 hektar atau 22 persen dari luas wilayah Kota Surabaya,” tegasnya. Menurut Wali Kota Eri, RTH yang banyak itu dapat menyerap CO2 sebesar 642.794,59 ton/tahun. Bahkan, dengan banyaknya RTH itu, capaian IKU (Indeks Kualitas Udara) Kota Surabaya sebesar 90,31, yang artinya melebihi capaian IKU nasional.

“Alhamdulillah kualitas udara Kota Surabaya juga terus meningkat setiap tahunnya, terutama mulai tahun 2016-2020,” kata dia. Selain itu, Kota Surabaya juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan melalui gerakan partisipasi masyarakat hijau dengan gerakan 3R dan juga program Waste to Energy yang menggunakan metode gasifikasi.

“Surabaya juga telah mengembangkan konsep Green Transportation dan Green Buildings. Kita juga sudah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya di 74 titik persimpang. Berbagai inovasi ini terus kita kembangkan, tujuan utamanya untuk memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya,” tegasnya.

Berbagai inovasi dan program yang dikembangkan itu, akhirnya Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan sebagai kota besar dengan udara terbersih se-Asia Tenggara atau ASEAN. Penghargaan yang pertama diraih sepanjang sejarah itu diterima langsung oleh Wali Kota Eri, dalam acara yang bertajuk “The 5 ASEAN ESC Award and the 4 Certificate of Recognition” yang digelar di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Seusai menerima penghargaan itu, Wali Kota Eri menjelaskan bahwa dalam penghargaan ESC ini ada beberapa kategori baik untuk kota besar maupun kota kecil. Kategorinya adalah clean air, clean land, dan clean water.

Sedangkan Kota Surabaya mendapatkan penghargaan dengan kategori clean air (udara bersih) kota besar di seluruh ASEAN. “Jadi, Kota Surabaya dinilai mampu mengatasi emisi, polusi, dan itulah yang terus dilakukan di Surabaya hingga akhirnya mendapatkan penghargaan itu,” pungkasnya. (ko)

Ditusuk Pisau, Pengasuh Ponpes  di Banyuwangi Luka-luka

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) –  Apes dialami  pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Pesanggaran, Banyuwangi, KH AM. Pria yang juga Pengurus Majelis Ulama Indonesia/MUI Kecamatan Pesanggaran ini menjadi korban penusukan orang tak dikenal di rumahnya, Jumat  (18/2) dini hari.

Korban mengalami luka tusuk dan dirawat di rumah sakit. Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi, membenarkan kejadian ini. Namun, pihaknya belum mengetahui kronologis kejadiannya. “Masih olah TKP. Kami masih kumpulkan data untuk kronologis pastinya,” kata Kapolsek, Jumat pagi.

Menurut Kapolsek, korban sudah dilarikan ke rumah sakit dan menunggu jadwal operasi. Ketika korban membaik, pihaknya akan meminta keterangan ke korban. “Jadi, saat kejadian, tidak ada saksi. Namun, korban melawan dan luka-luka,” jelas Kapolsek.

Informasi di lapangan menyebutkan, saat kejadian korban sedang berada di rumahnya. Pelaku tiba-tiba datang, lalu menyerang korban. Korban sempat melakukan perlawanan. Menangkis serangan pelaku. Duel tak imbang ini membuat korban terluka di bagian punggung dan leher.

Usai menusuk korban, pelaku langsung kabur. Sehari-harinya, korban dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren. (udi)