Di Jatim, Kasus Harian Covid-19 Lebihi Puncak di 2021, Tingkatkan Kewaspadaan dan Percepat Vaksinasi

0

Bojonegoro, (pawartajatim.com) – Penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di Jawa Timur/Jatim terus mengalami peningkatan. Saat ini, berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim per 19  Februari 2022, kasus aktif di Jatim mencapai 33.063 atau (6,82 persen) kasus aktif.

Kondisi ini mengisyaratkan bahwa kasus harian aktif di Jatim terus bertambah. Dimana penambahan kasus harian pada 17 Februari 2022, kasus baru mencapai 8.977 orang. Angka ini telah melebihi dari puncak titik kasus tertinggi pada 15 Juli tahun 2021 yakni sebesar 8.230 kasus.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan,  percepatan vaksinasi dan pengetatan terhadap protokol kesehatan (prokes) merupakan kunci pengendalian kasus Covid-19 varian omicron.

“Saya mohon dan minta kecepatan vaksinasi baik itu vaksinasi suntikan yang kedua maupun untuk suntikan penguat atau booster lebih ditingkatkan. Kedua, kepada bupati/walikota se Jatim untuk mengingatkan dan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya prokes utamanya pemakaian masker. Ini penting untuk diulang-ulang agar seluruh masyarakat taat pada protokol kesehatan,” pinta Gubernur Khofifah, disela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Bojonegoro, Minggu (20/2).

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar percepatan vaksinasi di Jatim dapat terus dikejar. Bahkan, disetiap kegiatan di daerah, lanjutnya akan berupaya memantau dan meninjau pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat umum agar mereka lebih semangat mengikuti vaksinasi.

“Kami bersama Forkopimda Jatim akan terus berbagi tugas untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk menggencarkan sekaligus memasifkan vaksinasi kepada masyarakat di semua lapisan baik umum, lansia maupun anak anak,” tegasnya.

Terkait vaksinasi, Khofifah memaparkan, per 19 Februari 2022 melalui data dari Dashboard Kemenkes RI, capaian vaksinasi dosis pertama di Jatim mencapai 89,49 persen atau 28.481.696 orang sedangkan vaksinasi untuk dosis kedua mencapai 69,15 persen atau 22.007.171 orang.

Sementara itu, untuk capaian Booster atau vaksinasi ketiga di Jatim terus meningkat hingga pertengahan Februari ini sudah mencapai 1.350.064 orang atau 4,24  persen. “Berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN jumlah orang yang divaksin dosis ketiga di Jatim tertinggi pertama di Indonesia. Kondisi ini harus lebih ditingkatkan kembali dengan sasaran vaksinasi diperluas cakupannya,” ungkapnya.

Karenanya, Gubernur perempuam pertama di Jatim tersebut meminta agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaannya. Memperketat kembali prokes utamanya penggunaan masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih diberbagai tempat.

“Kembali saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Jatim untuk tetap disiplin menjalankan prokes. Bagi yang belum vaksin, segera untuk memperoleh vaksinasi di faskes terdekat,” pungkasnya. (bw)

Wamenkumham Apresiasi Inovasi Layanan Lapas Lumajang

0

Lumajang, (pawartajatim.com) – Wakil Menteri Hukum dan HAM/Wamenkumham RI, Edward Omar Sarif Hiariej melakukan kunjungan kerja di Lembaga Pemasyarakatan/Lapas Kelas IIB Lumajang, Sabtu (19/2).

Eddy sapaan akrab Wamenkumham didampingi Plt. Kakanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto, jajaran Kepala UPT Surabaya dan Malang Raya turut hadir. Rombongan diterima langsung Kepala Lapas Lumajang Edi Sigit Budiman.

Ruang layanan terpadu jadi lokasi awal kunjungan Wamenkumham, disini Edi menjelaskan bahwa jajarannya terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Edi Sigit, menambahkan, Satkernya telah all out untuk mewujudkan satker berpredikat WBK tahun ini.

“Seluruh inovasi layanan yang diciptakan jajarannya telah mampu mengakomodir kebutuhan internal dan eksternal sehingga pelayanan prima dapat diterapkan optimal,” tutur Kalapas Edi Sigit. Sementara itu, Wamenkumham Eddy, mengapresiasi seluruh inovasi layanan milik Lapas Lumajang.

Wamenkumham juga dibuat “see to eat” terkesima dengan sarana pra-sarana yang berada di area halaman Lapas Lumajang. “Jajaran Lapas Lumajang mampu menyulap halaman samping Lapas menjadi kafe yang representatif dan kekinian, sehingga masyarakat Lumajang bisa melihat sisi lain sebuah bangunan Lapas yang selama ini terkesan angker,” tutur Wamenkumham.

Wamenkumham juga tertarik dengan inovasi Beby Zoom, Pagoda dan Dokar Lajang yang diinisiasi Lapas Lumajang. Menurut Wamenkumham, ini membuktikan di tengah pandemi Lapas Lumajang tetap terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya WBP dan keluarga.

“Keluarga WBP dapat melihat langsung kondisi WBP melalui fasilitas berbasis TI sebagai pengganti layanan kunjungan,” puji Wamenkumham. “Penuhi hak-hak WBP dengan mengoptimalkan seluruh inovasi yang ada,” pesan Wamenkumham Eddy. (dra)

Akhir Pekan, Dua UPT Pemasyarakatan Kemenkumham Jatim Tingkatkan Keamanan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Akhir pekan tak lantas membuat petugas lembaga pemasyarakatan/lapas atau rutan berleha-leha. Justru, pengamanan ditingkatkan untuk mengantisipasi euforia akhir pekan.

Dua UPT Pemasyarakatan di Jatim, Lapas dan Rutan Surabaya melakukan penggeledahan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan/WBP. “Kondisi di dalam lapas masih dipengaruhi kondisi di luar lapas, karena budaya saat mereka di luar masih terbawa,” kata Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto, Minggu (20/2).

Apalagi untuk lapas/ rutan yang mayoritas penghuninya berasal dari kota besar seperti Surabaya Raya. Pihak Kanwil Kemenkumham Jatim meminta agar petugas lebih ketat untuk mengantisipasi terjadinya kegiatan yang tidak perlu.

Apalagi, lanjut Wisnu, Lapas dan Rutan Surabaya saat ini mengalami overkapasitas. Saat ini Lapas Surabaya di Porong dihuni sekitar 2.039 orang dari kapasitas 1.000 orang. Sedangkan Rutan Surabaya di Medaeng dihuni 1.250 orang dari kapasitar 504 orang.

“Kondisi ini membuat kondisi keduanya lebih rentan dan berisiko,” urai Wisnu. Meski begitu, Wisnu menjamin bahwa penggeledahan masih mengutamakan kenyamanan dan keamanan warga binaan. Sehingga, proses penggeledahan yang bersifat isidentil itu dapat diterima dan berjalan kondusif.

“Kami juga berkerjasama dengan Bhabinkamtibmas Polsek dan Babinsa Koramil sebagai bentuk transparansi,” terangnya. Sementara itu, Kepala KPLP Lapas Surabaya Gatot Harisaputro, menjelaskan, selain melaksanakan penggeldahan barang-barang berbahaya, petugas juga sekaligus mengecek kondisi kamar hunian.

Hal ini untuk mengantisipasi apabila ada warga binaan yang melakukan pengerusakan bangunan. “Dari sini kita bisa deteksi bila ada yang merencanakan kabur dari lapas,” ujar Gatot. Disisi lain, Kepala KPR Rutan Surabaya Deri Prihandoko, menerangkan, pihaknya sengaja menggelar penggeledahan di Blok J menjelang tengah malam.

Hal ini agar petugas bisa mendapatkan gambaran kondisi hunian yang lebih apa adanya. Pihaknya juga merapikan instalasi listrik yang ada. “Untuk antisipasi kebakaran dari konsleting listrik,” ujarnya. (bw)

Lewati Gang Sempit, Wali Kota Bagikan 100 Kursi Roda kepada Penyandang Disabilitas

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Badan Amil Zakat Nasional/BAZNAS Kota Surabaya, membagikan ratusan kursi roda kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah/MBR penyandang disabilitas, Sabtu (19/2). Bantuan yang dibagikan tersebut, merupakan hasil zakat, infak dan sedekah/ZIS yang dihimpun Baznas melalui Aparatur Sipil Negara/ASN di lingkungan Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya serta masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, beserta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani dan Pengurus Baznas, terjun langsung membagikan kursi roda kepada sejumlah warga penerima di Kampung Keputran Kejambon dan Panjunan, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng Surabaya.

Sejumlah penerima kursi roda itu di antaranya, Moch Sidik (58), warga Keputran Kejambon 2/73 Surabaya. Lalu, Busiti (70), warga Keputran Kejambon 2/106 Surabaya. Kemudian, Siti Fatimah, (42), warga Keputran Kejambon 2/106 Surabaya. Dan, Asmilydia (79), warga Keputran Panjunan 3/47 Surabaya.

Namun, dalam proses penyaluran kursi roda ini, rupanya tidak mudah. Sebab, Wali Kota Eri Cahyadi bersama rombongan harus melintas lorong-lorong sempit perkampungan. Itu dilakukannya supaya dia dapat bertemu langsung dan melihat kondisi warganya.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, ada sebanyak 100 kursi roda yang hari ini disalurkan kepada MBR penyandang disabilitas. Kursi roda ini merupakan ZIS yang dihimpun oleh Baznas Surabaya dari ASN pemkot dan masyarakat.

“Insya Allah ada 100 tempat yang kita memberikan kursi roda. Jadi saya ingin memberitahukan semuanya, bahwa hari ini adalah Hari Pencanangan bagi orang yang tidak bisa berjalan. Maka kita berikan kursi roda dan bantuan kaki palsu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Di hari pencanangan ini, Wali Kota Eri Cahyadi berharap, seluruh warga Surabaya yang memiliki kekurangan bisa menikmati Kota Pahlawan. Bisa berjalan keluar rumah atau pun menjalin komunikasi dengan warga yang lain. “Nanti akan saya canangkan lagi di titik tertentu pada bulan Maret, bebas stunting dan tidak ada lagi kemiskinan,” ujar dia.

Disisi lain, Wali Kota Eri Cahyadi berharap, bantuan kursi roda yang dihimpun Baznas Surabaya ini bisa membantu meringankan beban warga. Utamanya, penyandang disabilitas yang memang membutuhkan bantuan alat untuk berjalan.

“Semoga dengan bantuan ini, warga jadi bisa berkomunikasi lagi, bisa menjalankan Hablum Minannas dengan sesama manusia, itu bisa dilakukan,” harapnya. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya itu juga menegaskan, bahwa di masa kepemimpinannya dia tak ingin membangun sesuatu yang monumental.

Ini dikarenakan masih adanya warga Surabaya yang miskin dan membutuhkan bantuan. “Karena itu saya nyuwun tolong (minta tolong) Pak Camat, Lurah dan seluruh Kepala PD (Perangkat Daerah), lihat dan turun ke bawah, karena masih masyarakat banyak yang susah. Jangan sampai jadi pejabat tidak tahu warga saya ada yang menderita, masih ada yang susah,” tuturnya.

Selain itu, dia juga meminta support Ketua RT/RW, kader maupun tokoh agama agar dapat menyampaikan informasi kepada pemkot jika menemukan warga yang membutuhkan bantuan. Wali Kota Eri Cahyadi memastikan, setiap informasi yang disampaikan oleh warga itu akan langsung ditindaklanjuti. “Apapun itu keadaan warga, tolong sampaikan kepada lurah dan camat. Insya Allah, lurah dan camat akan langsung mendata dan menindaklanjuti,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Surabaya, Moch Hamzah menerangkan, selain 100 unit kursi roda, di bulan Februari 2022 pihaknya juga menyalurkan beasiswa kepada 1500 pelajar SMP dari keluarga MBR dan 172 anak asuh. Selain itu pula, pihaknya juga melakukan bedah rumah warga di wilayah Kecamatan Genteng.

“Untuk yang (disalurkan) saat ini ada 100 kursi roda. Tapi setiap bulannya, kita alokasikan 50. Dan itu juga tergantung dari pengajuan, baik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya maupun kecamatan,” kata Moch Hamzah.

Dalam penyaluran ZIS tersebut, Hamzah memastikan, bahwa Baznas Surabaya selalu berkoordinasi dengan Dinsos maupun Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang sudah terbentuk di 31 kecamatan. Ini dilakukan supaya ZIS yang disalurkan itu benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi overlap bantuan.

“100 kursi roda ini yang disalurkan di bulan Februari. Untuk bulan Maret kalau ada permintaan, maka akan kita validasi, kita cek berdasarkan RT/RW, Lurah dan OPZ,” ujar dia. Selain kursi roda, Hamzah juga mengungkapkan, bahwa di bulan Februari ada sejumlah permohonan bantuan yang diajukan oleh warga.

Mulai dari pengajuan untuk biaya pengobatan hingga kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Sebelum ZIS itu disalurkan, dia juga memastikan tetap melakukan pengecekan dan verifikasi. “Bapak Wali Kota juga minta untuk stunting dan disabilitas. Kayak tadi ada warga butuh kaki palsu, karena kaki satunya mengecil, minta kaki yang besi itu,” ungkap dia.

Siti Fatimah adalah satu di antara warga MBR penerima bantuan kursi roda. Warga Keputran Kejambon, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng tersebut, sejak usia dini sudah mengalami kekurangan tidak bisa berjalan karena polio.

Fatimah pun mengaku senang dan bersyukur menerima bantuan kursi roda dan sembako. Baginya, ini tentu sesuatu yang luar biasa, karena dirinya bisa diperhatikan dan bahkan rumahnya dikunjungi langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi.

“Alhamdulillah kulo (saya) dapat bantuan kursi roda, kale (sama) sembako. Semoga keluarga Pak Wali Kota sehat sedoyo (sehat semua) dan rezekinya katah (banyak rezekinya). Leres-leres sae orangnya (benar-benar baik orangnya) Pak Eri Cahyadi, matur nuwun (terima kasih),” pungkasnya. (ko)

Penusukan Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Dipicu Sakit Hati 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Motif penusukan pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi, terungkap. Hasil penyidikan, pelaku, DM (34) nekad menyerang korban lantaran sakit hati. Sebelumnya, pelaki ditegur korban ketika duduk-duduk di dekat pondok putri.

Motif sakit hati ini diketahui polisi setelah melakukan penyidikan maraton kepada pelaku. “Motif utamanya sakit hati kepada korban. Kata pelaku, memang pernah ditegur. Tapi, apakah itu penyebab utamanya, masih terus didalami,” kata Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi, Sabtu (19/2) siang.

Begitu tertangkap oleh Kapolsek bersama Forkopimka Pesanggaran, pelaku diamankan ke Polsek Pesanggaran. Penyidik langsung menetapkan pelaku sebagai tersangka tunggal. Selain sakit hati, tersangka berdalih kebingungan karena tak punya uang.

Meski, selama tinggal di ponpes,keluarga ponpes rajin memberikannya uang. “Pengakuan pelaku, tidak punya uang, jadi bingung, lalu emosi dan menyerang korban menggunakan pisau dapur,” tegas Kapolsek.

Seluruh pengakuan itu terus didalami penyidik. Kapolsek menegaskan, tersangka tidak terkait kelompok organisasi terlarang. Dari tangan tersangka, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, pisau dapur, sebuah HP dan uang Rp 80.000.

Untuk pengembangan penyidikan, tersangka diamankan ke Polresta Banyuwangi. Penyidik menjeratnya dengan pasal berlapis,masing-masing pasal 351 ayat 2 junto pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan.

AM, pengasuh ponpes di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi ditusuk santrinya di dalam ponpesnya, Jumat (18/2) dini hari. Korban mengalami sejumlah luka di bagian pinggang dan dekat leher. Kini dirawat di runah sakit.

Korban diketahui sebagai Ketua Majalis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Tersangka berhasil ditangkap tidak lurang dari 5 jam. (udi)

Ingin Pembelajaran Menarik, Himpaudi Gresik Gelar Lomba Peraga

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Perkumpulan pendidik ini ingin kegiatan belajar/pembelajaran terhadap anak didik menjadi menarik. Salah satu upaya menuju kesitu adalah dengan menggunakan alat peraga yang menarik pula.

Himpunan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Gresik menggelar lomba Alat Peraga Edukasi/APE. Tentunya dengan persyaratan tertentu antara lain karya harus orisinal, dan bagus. Lomba cipta APE atau media kreasi  untuk anak usia dini ini diselenggarakan di Kantor Dinas Pendidikan Nadional (Diknas) Gresik, Jum’at (18/2).

Lomba tingkat kabupaten ini diikuti oleh Himpaudi kecamatan se-Kabupaten Gresik. Tampak hadir perwakilan dari 16 kecamatan, ditambah 1 kecamatan Sangkapura Bawean. Jadi total pesertanya 17 kecamatan, hanya 1 yang absen yaitu Kec. Tambak Bawean. Masing-masing kecamatan diwakili 2 peserta sehingga total 34 orang.

Perwakilan dari Diknas  Gresik, Nur Hamidah membersamai pelaksanaan lomba ini sejak pagi. Nur Hamidah mengatakan lomba ini bertujuan  memberikan semangat kepada guru-guru PAUD yang ada di Kabupaten Gresik.

“Kami memfasilitasi lomba ini, sehingga tenaga pendidik  lebih kreatif menciptakan media pembelajaran,” terang Nur Hamidah Kasi Kurikulum PAUD Diknas Gresik ini. Wanita asal Cerme ini berharap dengan menciptakan berbagai peraga, pembelajaran akan menarik. Kegiatan belajar mengajar tidak begitu-begitu saja alias monoton dan tujuan yang ingin diharapkan lebih maksimal tercapai.

“Maka kami mensuport penuh kegiatan ini,” tandas Hamidah panggilan akrab Kasi Kurikulum ini. Sementara itu, Ketua Himpaudi Gresik Siti Aisyah menambahkan, lomba ini diikuti oleh guru PAUD di Kabupaten Gresik. Di setiap kecamatan di ambil dua tim setelah lolos seleksi di tingkat kecamatan. Terdapat

17 kecamatan karena kecamatan Tambak  Bawean tidak bisa hadir. “Kami bangga mas lomba bisa diikuti hampir semua Himpaudi kecamatan di Kabupaten Gresik, mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah khasanah alat peraga,” tutur wanita yang mengampu di KB dan PAUD di Jl Kartini Gresik ini.

Adapun pemenang lomba adalah, Juara I Kecamatan Dukun (KBMNU Hidayatul Mubtadiin). Juara 2 Kecamatan Sidayu (KB DWP Raci Tengah) dan juara 3 Kecamatan Sidayu (KB Alkholidiyah). Siti Aisyah berharap kedepannya para guru PAUD di Kabupaten Gresik tambah kreatif. Dan bisa menjadi teladan atau contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.

Suasana lomba tampak meriah, walau di luar Gedung Diknas Gresik sejak pagi sampai siang diguyur hujan. Masing-masing peserta lomba membawa tim. (dra)

Kemenkumham Gelontorkan Rp 4,1 Miliar untuk Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin di Jatim

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) menganggarkan Rp 4,1 miliar untuk program bantuan hukum bagi masyarakat miskin di Jawa Timur/Jatim.

Penyalurannya akan dilakukan melalui 65 pemberi bantuan hukum/PBH terverifikasi. Plt Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim, Wisnu Nugroho Dewanto berpesan kepada PBH agar memanfaatkan anggaran tersebut dengan baik.

Anggaran Rp 4,1 miliar itu akan dibagi menjadi dua bidang. Untuk bantuan litigasi sebesar Rp 3.444.000.000, dan untuk bantuan non-litigasi Rp 680.550.000. “Ada 65 PBH yang berhak memanfaatkan anggaran tersebut, nilainya tergantung akreditasi masing-masing PBH,” kata Wisnu melalui siaran tertulisnya Sabtu (19/2).

Dari 65 PBH yang mendapatkan hak tersebut memang berada dalam kategori akreditasi yang berbeda. Ada 48 PBH yang mendapatkan akreditasi C. Selanjutnya ada 14 PBH terakreditasi B. Sedangkan yang memiliki akreditasi A berjumlah tiga PBH.

“Kami akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan, jika tidak memenuhi target maka anggaran akan kami alihkan kepada OBH yang lebih baik kinerjanya,” ujar Wisnu. Para PBH telah menandatangani kontrak dan perjanjian kinerja dengan Kanwil Kemenkumham Jatim.

Dia menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk lebih mengoptimalkan penyaluran anggaran bantuan hukum untuk masyarakat miskin dilakukan oleh pihaknya. Selama ini, lanjut Wisnu, pihaknya menerapkan sistem reward and punishment dalam pengelolaan anggaran bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

Semuanya sudah terotomasi melalui Aplikasi Sistem Informasi Database Bantuan Hukum (SIDBanKum). “Jadi data serapan anggaran maupun kinerja OBH bisa dilihat secara real time,” tegas Wisnu.

Untuk itu, Wisnu berpesan agar setelah ditandatanganinya perjanjian tentang pelaksanaan bantuan hukum ini, para pimpinan/direktur PBH segera menjalankan kegiatannya. Sesuai hak dan kewenangannya dalam membantu masyarakat miskin yang sedang bermasalah dengan hukum.

Karena pemberian bantuan hukum kepada warga negara merupakan upaya untuk memenuhi dan sekaligus sebagai implementasi negara hukum yang mengakui dan melindungi warga negaranya. “Serta menjamin hak asasi warga negara akan kebutuhan akses terhadap keadilan dan kesamaan dihadapan hukum,” tutupnya. (bw)

Mendag : Kebutuhan Puasa dan Lebaran Terkendali

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, memastikan pasokan barang kebutuhan pokok/bapok untuk menghadapi puasa ramadan dan lebaran di wilayah Indonesia terkendali dengan harga yang terjangkau. Hal ini diungkap Mendag Lutfi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Stabilisasi Harga & Ketersediaan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2022/1443 H di Surabaya Jumat (18/2).

“Pasokan bapok tersedia di seluruh wilayah Indonesia untuk  satu setengah bulan ke depan. Meskipun  terdapat beberapa kendala terkait distribusi, khususnya di wilayah terluar Indonesia untuk komoditas minyak goreng (migor),” kata Mendag Lutfi.

Menurut Lutfi, secara umum pasokan migor sudah digelontorkan dan harga akan berangsur normal dalam beberapa waktu ke depan. Untuk komoditas lainnya seperti gula, pasokannya melimpah dan harga dalam kondisi terkendali. “

Untuk itu, Kemendag memastikan stok ada, tidak merugikan petani, dan pada saat bersamaan memastikan pada puasa dan Lebaran tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya. Mendag Lutfi mengungkapkan, terdapat beberapa kondisi yang perlu diwaspai yang dapat berdampak pada kenaikan harga komoditas dan perekonomian nasional.

Salah satunya, adanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang akan mengakibatkan kenaikan harga terigu karena kedua negara tersebut merupakan penghasil utama dunia. Ancaman lainnya yaitu perubahan iklim situasi yang basah akan mengganggu produksi negara produsen di Amerika Latin sehingga menaikkan harga kedelai.

“Ini semua kita bicarakan dan diskusikan untuk memastikan keadaan stok dan memitigasi lonjakan harga,” tegas Mendag Lutfi. Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menyampaikan, rakornas dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi dan identifikasi kesiapan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, Satgas Pangan Polri, dan pelaku usaha.

Khususnya, dalam mengantisipasi kecukupan stok/pasokan bapok dalam menghadapi puasa dan lebaran 2022/1443 H. “Rakornas merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Lebaran. Rakornas dilaksanakan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di tengah potensi peningkatan permintaan masyarakat terhadap bapok pada periode tersebut,” jelas Oke. (bw)

Pasar Tradisional Dipasok Minyak Goreng Curah

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tambahrejo, Surabaya, Jumat (18/2) pagi. Didampingi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Mendag Muhammad Lutfi melakukan ketersediaan harga bahan pokok, termasuk pengecekan stok dan distribusi minyak goreng (migor) di pasar tersebut.

Mendag Muhammad Lutfi juga memerintahkan agar didatangkan pasokan migor curah di Pasar Tambahrejo. Langkah ini dilakukan supaya pedagang tidak menjual migor di atas Harga Eceran Tertinggi (HER) sesuai ketetapan pemerintah pusat. “Di Surabaya ini, mestinya (stok migor) lebih banyak lagi barangnya. Karena Surabaya tempat pengolahan dan distribusi migor,” kata Mendag Muhammad Lutfi.

Menurut dia, harga migor curah yang ditetapkan adalah Rp 10.500. Sedangkan penjual bisa menjual migor curah tersebut tidak boleh lebih dari Rp 11.500. Ia menjelaskan, dalam empat hari terakhir, pihaknya sudah menggelontorkan 73 juta liter migor curah untuk seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, jumlah tersebut sebetulnya sudah melebihi dari jumlah keperluan atau konsumsi di masyarakat. “Keperluannya sebetulnya tidak sampai separo (setengah) dari yang digelontorkan itu. Tapi karena ini masih jarang, saya ingin memastikan distribusi itu harus dengan cepat, masif dan turun segera (ke masyarakat),” terangnya.

 Tentang distribusi migor curah di Surabaya, ia menjabarkan bahwa pasokannya sudah didatangkan. Muhammad Lutfi menyebut, setidaknya 4 juta liter migor curah sudah didrop di Kota Pahlawan sejak tanggal 15 Februari 2022 lalu.

Karena itu, jika ada kelangkaan migor ia menegaskan akan melakukan pengecekan. “Saya akan mengecek di mana kebuntuannya? Apakah ada yang main-main dengan ini,” tandasnya. Ditanya tentang pasokan migor untuk ritel atau toko modern, Muhammad Lutfi menjelaskan jenis migor yang dijual berbeda. Sebab di ritel menjual migor kemasan.

Meski demikian, ia menyatakan pasokan migor kemasan juga sudah didatangkan. “Itu masih dalam proses pengiriman sekarang. Mereka baru jalan hari Selasa (15/2) dan Rabu (16/2) kemarin,” jawabnya.

Sedangkan kedatangannya ke Pasar Tambahrejo adalah mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok, termasuk migor curah. Ia menerangkan pasokan migor itu harus segera sampai ke masyarakat agar tidak ada kelangkaan.

“Sekarang saya bicara minyak goreng curah, agar masyarakat dan UMKM bisa menikmati. Agar masyarakat juga tidak lagi berbondong-bondong beli minyak goreng,” tambahnya. Karena itu, ia menyatakan pasokan migor curah ke pasar tradisional akan dikirim secara berkala.

Setidaknya ada enam pasar tradisional di Surabaya yang akan dikirimi pasokan migor curah setiap dua hari sekali. Selain itu, pasokan migor curah juga akan didistribusikan ke pasar-pasar lain di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Muhammad Lutfi, menerangkan, digelontornya pasokan migor curah ini dengan target pasarnya menjadi basah. Maksudnya, pasokan migor curah di pasar harus tersedia atau tidak ada kelangkaan. “Supaya bisa jalan, pasarnya itu harus basah bener. Jadi keluar dulu minyaknya semua, supaya harga bisa turun. Nah ini yang sekarang saya kerjakan,” katanya kembali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyatakan Pemkot Surabaya akan melakukan pengawasan atas distribusi migor curah ini di pasar-pasar di Kota Pahlawan. Menurutnya, sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat, harga migor curah dijual Rp 10.500 ke pedagang. “Kemudian pedagang bisa menjual dengan harga Rp 11.500,” katanya.

Cak Ji, demikian Armuji akrab disapa, menambahkan pengawasan akan dilaksanakan oleh satgas lintas sektor. Ada dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya, Disperindag Pemprov Jatim dan kepolisian.

“Satgas ini nanti yang melakukan pengawasan pelaksanaan di lapangan, bahwa penjualan migor tidak boleh melebihi HET,” terangnya. Cak Ji berharap dengan pasokan ini tidak ada kelangkaan migor di Surabaya. Ia juga menginginkan tidak ada panic buying yang membeli migor dalam jumlah besar.

Disisi lain, dalam kunjungan ke Pasar Tambahrejo ini, Mendag Muhammad Lutfi, datang dua kali. Pertama, ia mengecek ketersediaan harga bahan pokok di pagi hari. Setelah itu ia bergeser dan siangnya kembali lagi.

Dalam kedatangannya yang kedua itu, Mendag Muhammad Lutfi memantau langsung distribusi migor curah ke pedagang. Saat itu, didatangkan dua truk yang mengangkut migor curah dengan kapasitas 10 ribu liter. (ko)

Antisipasi Keterlambatan Blangko, Dispendukcapil Surabaya Sediakan 15.000 Suket

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tingginya permohonan untuk membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik/KTP-el, membuat ketersediaan blangko di Kota Pahlawan menipis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil/Dispendukcapil Surabaya untuk menerbitkan Surat Keterangan/Suket pengganti.

Berdasarkan surat edaran (SE) nomor 470/4426/436.7.11/2022 yang diterbitkan oleh Dispendukcapil Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi meminta Suket yang disediakan tersebut sebagai pengganti sementara KTP-el, masa berlakunya 14 hari hingga awal Maret 2022 mendatang.

“Sementara ini menunggu ketersedian blangko, sekaligus menunggu arahan dari Bapak Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk penerapan Digital-ID (KTP-Digital),” kata Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji, Jumat (18/2).

Agus menjelaskan, Dispendukcapil Kota Surabaya saat ini telah mengirimkan kurang lebih 10.000 Suket ke seluruh kantor kelurahan dan kecamatan se-Surabaya. Sementara itu, KTP-el yang harus diselesaikan oleh Dispendukcapil hingga dua pekan ke depan ada 15.000 KTP-el.

Menipisnya ketersediaan blangko ini disebabkan oleh tingginya permintaan pembuatan KTP-el. Baik KTP-el baru cetak untuk usia 17 tahun, hilang atau pun rusak. Dalam sehari, Dispendukcapil bisa menerima cukup banyak permintaan. “Antara 800 sampai 1.000 permintaan pembuatan KTP-el dalam sehari,” ujar Agus.

Dalam SE Dispendukcapil tanggal 18 Februari 2022 tersebut, Agus menyampaikan kepada lurah serta camat, bahwa Suket pengganti KTP-el yang tercetak telah terkirim sebagian sejak tanggal 16 Februari 2022. Sedangkan sisanya, akan segera dikirim lagi dalam waktu dekat.

“Karena Suket ini kan nggak bisa sembarang dikeluarkan, tunggu ada perintah. Harus keadaan mendesak seperti ini, baru bisa diterbitkan,” jelasnya. Terkait adanya penerapan Digital-ID, Agus memaparkan, nantinya akan ada dua jenis KTP.

Diantaranya KTP-el bentuk fisik dan Digital-ID yang dapat disimpan di dalam ponsel berupa soft file. Sehingga, ketika blangko tidak tersedia seperti saat ini, masyarakat bisa menggunakan Digital-ID sebagaimana fungsi dari KTP berbentuk fisik.

“Misal, KTP fisik belum kecetak, warga bisa menggunakan itu (Digital-ID). Minimal mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan yang fisik, fungsinya sama. Agar memudahkan warga nantinya,” pungkasnya. (ko)