Panji Tohjaya, Menggiring Angin, Diterjang Badai

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hidup memang keras, tidak semua keinginan bisa diraih dengan mudah.Tidak peduli anak raja, bangsawan, maupun rakyat jelata. Bahkan, sering kali seorang anak harus dihadapkan pada sebuah pertikaian antar keluarga yang kejamnya mengalahkan ganasnya pertarungan hewan buas di rimba belantara.

Apalagi pertikaian itu disebabkan oleh harta, tahta, atau wanita. Pasti berkepanjangan dan menelan  banyak korban, belum lagi kerugian lain yang tak kalah besarnya, terputusnya ikatan persaudaraan diantara keluarga, hal ini menandakan bahwa darah tidak cukup kental untuk merekatkan hubungan antara mereka.

Panji Tohjaya adalah anak sulung dari pasangan Raja Kerajaan Singasari, Ken Angrok yang bergelar Rangga Rajasa Sang Batara Amurwabhumi dan istri selir nya Ken Umang. Panji Tohjaya, memilik tiga orang adik yang bernama Panji Sudatu, Tuan Wregola dan Dewi Rambi.

Selain kawin dengan Ken Umang, Ken Angrok juga memperistri Ken Dedes, dan memiliki anak Mahisa Wungatelang, Ghuningbhaya, dan Dewi Rimbu. Sedangkan, dengan suami sebelumnya yaitu Tunggul Ametung, Ken Dedes memiliki putra Anusapati.

Hubungan kekeluargaan antara Anusapati dan Tohjaya terbilang cukup dekat, karena selain saudara tiri, mereka adalah ipar, karena Anusapati mengawini Dewi Rambi, adik dari Tohjaya. Namun, hal tersebut ternyata tidak menghilangkan perasaan benci yang menggumpal menjadi dendam kesumat di dada Tohjaya.

Hal ini disebabkan karena Anusapati melalui orang suruhannya telah membunuh Ken Angrok ayah kandung Tohjaya. Sebenarnya Anusapati tidak sepenuhnya salah, karena Ken Angrok juga membunuh Tunggul Ametung, ayah kandung Tohjaya.

Mau tidak mau pembunuhan demi pembunuhan antara keluarga telah mengoyak keutuhan Wangsa Rajasa. Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Provinsi Jawa Timur/Jatim bertahun-tahun melakukan penelitian berbagai sumber Sejarah.

Baik prasasti, kitab, kronik, serta cerita tutur yang berkembang di masyarakat, terkait dengan konflik dan huru-hara yang terjadi pada keluarga Wangsa Rajasa, terutama melakukan pendalaman tokoh yang terlibat didalamnya.

“Hutang pati harus dibayar pati, yang artinya hutang nyawa harus dibayar nyawa, itulah yang ada dalam benak Panji Tohjaya,” kata Wakil Ketua Bidang Manuskrip dan Prasasti BKN Jatim, Nanang Sutrisno, kepada pawartajatim.com, Minggu (12/5/2024).

Menurut Kitab Pararaton, Panji Tohjaya membunuh Anusapati di arena judi sabung ayam pada 1348 Masehi dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Yaitu, keris yang sama digunakan untuk menghabisi nyawa Mpu Gandring, Kbo Ijo, Tunggul Ametung, Ken Angrok, dan seorang Pengalasan dari Desa Batil.

Seorang pembunuh bayaran yang disewa Anusapati untuk menghabisi nyawa Ken Angrok. Panji Tohjaya, menyadari bahwa dirinya sudah menggiring angin dan pasti akan diterjang badai. Namun, sebagai putra dari Ken Angrok dan Ken Umang yang juga dikenal sebagai pendekar yang pemberani, dia siap menghadapi serangan pembalasan dari anak-anak Ken Dedes yang cenderung berperilaku tidak ramah kepada anak-anak dari Ken Umang.

Andaikata Tohjaya terlahir sebagai arek-arek Suroboyo yang besar pada masa perjuangan menghadapi penjajah Belanda atau Jepang, pasti dia juga akan mengumandangkan seruan atau pekik perjuangan ‘Tali Duk, Tali Layangan, Nyowo Situk, Ilang-ilangan’.

Genderang perang sudah kembali ditabuh dengan keras, Pasukan Singasari yang dikenal kuat , tangguh, dan kompak, kini telah telah terpecah menjadi dua golongan. Yaitu, Pasukan Rajasa dan Pasukan Sinelir.

“Pada awalnya Pasukan Sinelir berdiri di belakang kepemimpinan Tohjaya, namun sikap itu berubah sejak Tohjaya memiliki keinginan menghabisi Putra Anusapati, Ranggawuni, dan putra Mahisa Wungatelang, Mahisa Cempaka,” ujar Nanang Sutrisno, yang juga berdarah Malang ini.

Sebagai bentuk kewaspadaan, Tohjaya, juga membangun benteng pertahanan berupa parit dalam yang melingkari istananya. Walaupun sebenarnya Istana Singasari sendiri sudah cukup aman karena terletak di ketinggian bukit yang dikelilingi oleh benteng alam berupa sungai dengan dinding tinggi dan curam, yang membentang ke selatan dan barat.

Kini, kawasan tersebut menjadi kampung warna-warni yang terkenal. Rangkaian pembunuhan kembali bergulir. Tetapi kali ada yang berbeda dan istimewa, bukan sekedar pembunuhan biasa. Tetapi melibatkan pasukan  segelar sepapan dan gelombang perlawanan kekuatan besar itu dipimpin oleh duet cucu Ken Dedes.

Yaitu, Rangwuni dan Mahisa Cempaka yang kelak dikenal dengan julukan sepasang naga dalam satu liang. Tembok dan gerbang istana Singasari yang menjadi simbol kekarnya kekuasaan kerajaan berhasil diruntuhkan.

Pasukan pengamanan istana tidak mampu berbuat banyak. Akhirnya, Tohjaya harus melarikan diri hanya disertai belasan pengawal saja. Kelak keturunan Wangsa Rajasa, yang lain, yaitu Prabu Kertanegara juga mengalami nasib yang sama.

Yaitu, istananya digempur Prabu Jayakatwang, raja negara bawahan gelang-gelang, yang merupakan ipar dan besannya sendiri. Namun, Prabu Kertanegara, memilih bertarung habis-habisan. Walaupun pada akhirnya harus tumbang berguguran bersama pembesar kerajaan yang lain.

Di Katang Lumbang, daerah Lulumbang sekarang, Panji Tohjaya gugur setelah pahanya terluka parah tertembus tombak yang dilemparkan oleh prajurit musuh. Menurut Pararaton, peristiwa tersebut terjadi pada Tahun 1250 Masehi.

Sebelumnya celana Tohjaya sempat melorot hingga terlihat kemaluannya, dalam pandangan masyarakat Jawa,hal ini merupakan sesuatu yang sangat tabu, apalagi dialami seorang raja. Tohjaya, telah berhasil menggiring angin.

Namun, akhirnya harus terhempas dalam pusaran badai, dan kemudian terhempas dari tempat tinggi. Tragedi anak manusia ini  akan tetap dikenang sampai akhir jaman. Menurut sebagian orang, terbunuh dalam mempertahankan martabat, harga diri, serta membalas kematian orang tua yang meninggal dunia karena dibunuh selalu mendapat tempat terhormat. (nanang)

Kenalkan Potensi Laut, Banyuwangi Gelar Festival Memancing

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Memanjakan wisatawan dilakukan Banyuwangi dengan beragam kegiatan menarik. Salah satunya, Festival Memancing. Ajang ini bertujuan mengenalkan potensi laut, sekaligus menyedot wisawatan sembari menyalurkan hobi.

Banyuwangi dikenal memiliki kawasan laut yang panjang, sekitar 175 kilometer. Banyak perairan yang menjadi Lokasi favorit memancing. Jenis ikannya juga beragam. “Dengan Fishing Festival, kita perkenalkan potensi perikanan Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani disela menghadiri Banyuwangi Fishing Festival 2024 di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Minggu (12/5/2024).

Festival Memancing ini sudah masuk tahun kelima. Lokasinya sengaja dipilih di perairan utara Banyuwangi. Selama ini Festival Mancing digelar di pesisir selatan Banyuwangi. Dipilihnya perairan utara untuk mengeksplorasi spot mancing yang kaya dengan berbagai jenis ikan.

Banyuwangi Fishing Festival 2024 diikuti 320 pemancing dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan mancanegara. Mulai dari Lombok, Kutai Kartanegara, Cirebon, Surabaya, Bali, Kudus, Solo, Jogjakarta, Pasuruan, Jember, Probolinggo, hingga Vietnam.

Peserta diberi waktu selama 8 jam untuk berburu ikan. Mereka terbagi dalam 80 tim. Peserta mulai turun ke laut sekitar pukul 06.00 WIB dan kembali ke darat pukul 14.00 WIB. Pemancing dengan perolehan ikan terberat dinobatkan sebagai juara.

Kali ini, juara diraih Tim Gajah Suro dari Solo. Tim ini mendapatkan ikan Tengiri seberat 8,4 kilogram. Posisi kedua diraih tim dari Kudus dengan tangkapan ikan Amber Jack berbobot 5,2 kilogram.

Posisi ketiga disabet tim tuan rumah Banyuwangi yang berhasil mendapatkan ikan Amber Jack seberat 4,4 kilogram. Bupati Ipuk lalu mengajak para nelayan dan warga pesisir Pantai Bimorejo tetap menjaga kelestarian lingkungan laut.

Pihaknya memastikan akan terus berupaya memerbaiki infrastruktur di kawasan pesisir. Sehingga, lalu lintas logistik bisa lancar. Pemkab juga menggeber berbagai program peningkatan kapasitas keluarga nelayan.

Misalnya, pelatihan diversifikasi pangan bagi istri nelayan. Mereka juga difasilitasi pengurusan izin usaha dan sertifikat halal, hingga dilatih pemasaran dan manajemen keuangannya.

Festival Mancing ini diisi peluncuran Topi Sampadan. Yaitu, topi memancing yang dimodifikasi menyerupai bentuk udeng (topi khas masyarakat Banyuwangi). (udi)

Mantan Wabup Banyuwangi Gagal Daftar Nyabup Jalur Independen, ini Penyebabnya

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Niat mantan Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Yusuf Widiatmoko maju menjadi bakal cabup perseorangan menemui ganjalan. Pendaftarannya ditolak KPU Banyuwangi, Minggu (12/5/2024). Penyebabnya, syarat yang dibawa tak lengkap.

Padahal, mantab Wabup dua periode itu datang dengan membawa dua pikap berisi berkas. Dia datang bersama calon wakilnya, Zainuri diantar sejumlah relawan. Sayang, ketika mendaftar, berkas yang diwajibkan KPU justru tak dikantongi.

Yaitu, bukti dukungan dan rekapitulasi dukungan. Syarat ini bisa dikantongi setelah bakal calon menginput data dukungan masyarakat ke aplikasi Silon milik KPU. Yang bersangkutan tidak membawa dokumen yang diwajibkan.

”Jadi kami tidak bisa memberikan berita acara penerimaan maupun berita acara pengembalian,” kata Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelanggara Pemilu Ari Mustofa. Justru yang dibawa Yusuf – Zainuri adalah berkas fisik formulir dukungan. Padahal, berkas ini bisa dilampirkan secara digital.

KPU Banyuwangi membatasi waktu pendaftaran bakal cabup/cawabup jalur independen, Minggu (12/5/2024), pukul 23.59 WIB. Sementara, pihak Yusuf Widiatmoko mengklaim kesulitan menginput data formular dukungan ke aplikasi Silon.

Sebab, harus memasykkan Alamat email dan nomor telepon pendukung. “Disitu ada problem. Karena, masukan data di sana tidak mungkin. Karena data dukungan itu harus dengan email. Tanpa email tidak bisa masuk,” kata Yusuf.

Dia mengklaim telah mengantongi jumlah dukungan hingga 87.210. Jumlah ini masih belum termasuk cadangan. Pihaknya mengajukan keberatan ke KPU Banyuwangi terkait penolakan pendaftaran ini. (udi)

Ken Umang, Antara Harta, Tahta dan Wanita

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Nasib istri pertama yang diduakan, tak seindah nasib istri kedua yang dinomorsatukan. Sebuah lagu dari Achmad Dani, dari group musik Dewa 19 yang berjudul Madu Tiga pernah hit di zamannya. Syair lagu ini kurang lebih menceritakan senangnya perasaan seorang laki-laki yang mempunyai dua istri.

Yaaa… Ternyata urusan poligami tidak hanya menjadi domain dan kesukaan laki-laki jaman modern seperti sekarang ini, ratusan tahun yang lalu tepatnya zaman Kerajaan Singasari sudah terjadi. Gara-gara urusan perempuan, akhirnya Ken Angrok membawa Kerajaan Singasari terjerembab masuk pusaran konflik kekuasaan yang nyaris tak berujung.

Konflik yang diakibatkan oleh harta, tahta, dan wanita. Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Provinsi Jawa Timur/Jatim, melalui Bidang Manuskrip dan Prasasti secara masif dan intensif telah mengadakan studi dan penelitian di lapangan terkait prahara dan konflik yang terjadi di kalangan keluarga Wangsa Rajasa.

Termasuk perebutan harta pusaka dan tahta, serta keterlibatan para wanita istana seperti Ken Dedes, Ken Umang, Dewi Rimbu, Dewi Rambi, Bajra Dewi dan Nararya Turukbali. Adalah Ken Umang, sosok selir istimewa dalam keluarga Wangsa Rajasa, perempuan ini adalah istri pertama dari Keng Angrok, raja Singasari pertama yang bergelar Sri Rangga Rajasa Sang Batara Amurwabhumi.

Dikawini oleh Ken Angrok, saat masih muda. Dimana murid Brahmana Lohgawe tersebut masih menjadi seorang perampok paling ditakuti di wilayah Wetaning Kawi, terutama sekitar Padang Karautan. Bahkan orang di jaman itu menyebutnya sebagai Hantu Padang Karautan.

Pertama kali, Ken Angrok mengenal Umang di rumah Bango Samparan, dan Umang adalah anak bungsu dari bapak angkatnya tersebut. Sejak kecil, Umang, sudah mengagumi kakak angkatnya tersebut, dan Ken Angrok juga menyayangi gadis kecil itu.

“Tampaknya Angrok dan Umang sudah saling mencintai sejak pandangan pertama. Dan perasaan itu mereka bawa sampai mati,” kata Wakil Ketua Bidang Manuskrip dan Prasasti Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Provinsi Jatim, Nanang Sutrisno kepada pawartajatim.com, Sabtu (11/5/2024)

Kedua anak manusia tersebut sering menghabiskan waktu bersama, sembari menggembalakan ternak kerbau, sapi, dan ayam milik Bango Samparan di persawahan Karuman Malang sekarang, Angrok kerap kali mengajari Umang ilmu beladiri, baik tangan kosong maupun menggunakan senjata.

Candi Telih yang terletak di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kabupaten Malang sekarang adalah saksi bisu kedekatan Ken Angrok dan Umang. Candi dengan tinggi 2 meter, dan lebar 2,5 meter tersebut dikemudian hari selalu menjadi tempat untuk melepas rindu dan bercinta bagi Ken Angrok dan Umang.

Hati Umang terasa bahagia sekali saat itu, namun kebahagiaan putri Bango Samparan itu tidaklah lama, karena Ken Angrok ternyata tiba-tiba menghilang tak tentu rimbanya. “Ternyata Kepergian Ken Angrok untuk mempersiapkan pemberontakan kepada Tunggul Ametung yang dianggap sebagai antek antek Kerajaan Kadiri,” jelas Nanang, yang juga Pimpinan Organisasi Pelestari Budaya di Surabaya ini.

Dalam pertemuan singkat di Candi Telih, Ken Angrok memberikan penjelasan kepada Umang terkait aktifitas perjuangan selama ini, ternyata anak Bango Samparan itu sangat mendukung gerakan perlawanan yang dilakukan Ken Angrok.

Dia bersama teman-temannya ikut bergerilya berjuang dalam barisan bawah tanah melawan arogansi dan kesewenang-wenangan pasukan Tumapel yang selama ini telah berperilaku buruk, mulai dari merampas harta hingga memperkosa penduduk.

Dalam masa perjuangan yang begitu berat tersebut, Ken Angrok akhirnya memutuskan mengawini Umang. Prosesi upacara pemberkatan perkawinan dipimpin oleh Brahmana Lohgawe, guru Ken Angrok. kemudian Begawan tersebut menganugerahkan nama depan untuk Umang, sehingga menjadi Ken Umang.

Menurut Prasasti Mula Malurung yang berangka tahun 1255 Masehi, dari perkawinan tersebut lahir Panji Tohjaya, Panji Sudatu, Tuan Wregola, dan Dewi Rimbu. Setelah sekian lama berjuang sebagai gerilyawan di hutan-hutan, atas saran Brahmana Lohgawe, gurunya strategi perjuangan Ken Angrok dirubah.

Dia masuk ke lingkup istana Pakuwon Tumapel, mengabdi sebagai prajurit pengawal, yang ditugaskan mengawal permaisuri Ken dedes. “Peristiwa Taman Boboji, ditandai dengan tersingkapnya kain Ken Dedes hingga ke pangkal paha menjadi awal perubahan takdir Ken Arok,” tambah Nanang Sutrisno, yang juga berprofesi dibidang hukum ini.

Waktu terus berjalan, Ken Angrok berhasil mewujudkan ambisinya menjadi Akuwu di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya, dan kemudian memperistri Ken Dedes istri dari Tunggul Ametung.

Kejayaan Ken Angrok semakin bersinar, ketika pasukan Pakuwon Tumapel yang dipimpinnya berhasil mengalahkan tentara Kerajaan Kadiri, dan berhasil menghabisi rajanya yaitu Prabu Kertajaya pada pertempuran di Desa Ganter, Ngantang, Malang pada 1222 Masehi.

Bersatunya Ken Dedes, Ken Angrok, dan Ken Umang dalam Istana Singasari, menjadi awal pemicu prahara berkepanjangan bagi Wangsa Rajasa. Konflik sekitar harta, tahta, dan wanita tersebut memang tidak bisa dihindari, posisi kedua istri Rangga Rajasa Sang Batara Amurwabhumi tersebut sama-sama penting dan memiliki jasa yang besar bagi berdirinya Singasari.

Perbedaannya hanya sedikit Ken Umang berjuang bersama secara fisik bersama Ken Angrok di luar istana, sedangkan Ken Dedes berjuang menggunakan pikiran di dalam istana dan memiliki rahasia besar Ken Angrok , terutama seputar kematian Tunggul Ametung.

Pada saat penobatan Ken Dedes sebagai permaisuri, sempat timbul protes dari para pasukan gerilyawan yang dulu berjuang bersama Ken Umang, hingga sampai Brahmana Lohgawe turun tangan untuk memberikan penjelasan kepada mereka.

Rupanya pemikiran guru Ken Angrok tersebut memiliki dasar yang kuat, yaitu untuk mencegah rasa ketidakpuasan keluarga besar Tunggul Ametung yang sudah terlanjur menganggap bahwa Ken Angrok adalah pahlawan penyelamat Tumapel.

Ken Angrok juga melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada istri pertamanya itu bahwa hanya Ken Umang lah cinta pertama dan cinta mati Ken Angrok. Akhirnya Umang yang istri pertama tersebut bersedia hanya dijadikan istri selir, sementara permaisuri disandang oleh Ken Dedes yang justru merupakan istri kedua Ken Angrok.

Namun, perjuangan dan kerelaan Ken Umang rasanya sia-sia belaka, karena konflik berkaitan dengan harta, tahta, dan wanita di kalangan Wangsa Rajasa masih berlanjut.pembunuhan demi pembunuhan antara keluarga tidak bisa dihindari.

Hal ini dikarenakan sikap Ken Dedes yang tidak legowo dan memaksakan diri untuk mewujudkan keinginan nya sendiri. Tunggul Ametung, Ken Angrok, Anusapati, Panji Tohjaya adalah korban sia-sia dari konflik keluarga yang disebabkan oleh harta, tahta, dan wanita.

Bahkan, Ken Umang dan Ken Dedes menjadi saksi mata kejamnya prahara tersebut. Nama Umang konon berarti Kepiting, dimana memiliki kelebihan menjepit dan mencengkram sesuatu dengan kuat, layaknya cengkraman Elang.

Selain itu, walaupun memiliki sifat berjalan dengan arah miring, namun memiliki pandangan mata yang mampu melihat ke segala arah hingga 180 derajat. Nama ini ternyata mampu mewakili sosok dirinya.

Cinta Ken Umang kepada Ken Angrok begitu besar, dan cinta itu mencengkram kuat di dada Ken Angrok, hingga dalam beberapa pertempuran, dia menempatkan diri sebagai pelindung Ken Angrok, yang terkadang mengabaikan keselamatan dirinya sendiri.

Sehingga pantas saja Ken Angrok lebih mencintai Ken Umang daripada Ken Dedes, walaupun kecantikan Ken Umang kalah dengan Ken Dedes, dan juga walaupun kulit Ken Umang tidak seputih kulit Ken Dedes. (nanang)

Cangkel, Pioner Perubahan Positif dengan Inovasi Cangklong Elektrik

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Cangklong Elektrik Indonesia menciptakan inovasi terbaru bernama Cangkel. Produk Cangkel ini menjadi pioneer perubahan positif dalam dunia penikmat rokok. Cangkel mengusung keunggulan teknologi yang mengurangi risiko paparan bahan berbahaya.

Salah satu pendiri PT Cangklong Elektrik Indonesia, Hugo Lukmantara mengatakan, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih serta bebas dari asap yang mengganggu dan mengandung tar berbahaya.

“Lewat inovasi produk Cangklong Elektrik atau Cangkel ini, kami optimis bisa menjadi solusi inovatif bagi perokok tanpa menghasilkan asap yang mengandung tar serta mengurangi risiko paparan berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain di sekitar,” kata Hugo, Jumat (10/5/2024).

Ia menjelaskan, produk Cangkel ini dibuat menggunakan teknologi Breelight (pemanasan inframerah). Sehingga, pengguna hanya memanaskan, tanpa membakar tembakau. Teknologi ini dikenal dengan nama Panas Tak Bakar (PTB) atau tembakau yang dipanaskan dan bukan dibakar.

“Cangkel secara presisi memanaskan stik rokok antara 250-300 derajat celcius, melepaskan nikotin, gliserol, dan rasa tanpa zat negatif yang biasa ditemukan dalam rokok tradisional yang dibakar,” jelasnya.

Menurut Hugo, pihaknya juga membuat program Afiliasi yang inovatif. Sehingga, masyarakat umum dapat bergabung sebagai Cangkel Affiliate dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Cangkel Afiliator merupakan kesempatan bagi individu untuk turut serta dalam memperkenalkan produk inovasi Cangkel kepada masyarakat. Caranya, dengan mengajak pengguna dan mendaftarkannya di Aplikasi Cangkel.

Lalu, membeli paket Fans Club senilai Rp 988.000 dan kita berhak mendapatkan komisi pembelian yang dimasukkan ke dalam e-wallet kita di Aplikasi Cangkel. ”Dan, jumlahnya akan terus bertambah ketika orang yang kita undang mengundang orang lain dan melakukan hal yang sama,” pungkasnya. (red)

Embarkasi Surabaya Simulasi Jalur Pemberangkatan Jemaah Calon Haji

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sehari menjelang kedatangan jemaah calon haji di Asrama Haji, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memastikan kesiapan petugas dan jalur pemberangkatan jemaah dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mufi Imron Rosyadi, mengatakan, kesiapan tim dilakukan melalui simulasi proses pemberangkatan jemaah calon haji dengan melibatkan berbagai unsur, seperti Angkasa Pura, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Otoritas Bandara, Saudi Arabian Airlines, DAMRI, dan Kantor Imigrasi.

Simulasi dilakukan dengan mencoba menggunakan 10 bus, sesuai jumlah yang digunakan untuk mengantar para jemaah calon haji dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya.

PPIH Embarkasi Surabaya juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mengamankan rute atau jalur pada saat keberangkatan. “Kita mencoba melalui tahapan yang sudah dischedule.

Kira-kira perlu waktu berapa lama, lewat pintu mana, bagaimana menurunkan barang, bagaimana jemaah ketika sampai sana, lewat pintu mana jemaah menuju tempat transit,” kata Mufi, Jumat (10/5/2024).

Petugas juga melakukan simulasi layanan fast track Mecca Route yang pertama kali diterapkan di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada musim haji 2024. “Kita lakukan sinkronisasi dengan mencoba melakukan langkah sedisiplin mungkin, seramah mungkin dengan jemaah, melakukan persiapan secara sistemik, sehingga tahapan dapat dipahami semuanya dan prosesnya berjalan lancar,” jelasnya.

Menurut dia, selain mempermudah jemaah dalam menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian, layanan fast track juga untuk mencegah sejak dini apabila terjadi kesalahan dokumen imigrasi di tanah air.

Sehingga petugas tidak lagi ke Bandara Arab Saudi untuk membenarkan, seperti tahun-tahun sebelumnya. “Ada tiga bandara di Indonesia yang memberlakukan layanan fast track pertama kali pada musim haji 2024 ini.

Yakni, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah,” ungkapnya. Sesuai jadwal, Asrama Haji Embarkasi Surabaya akan menerima kedatangan jemaah calon haji kloter pertama berasal dari Kabupaten Bojonegoro pada 11 Mei 2024.

Kloter pertama diperkirakan masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada pukul 06.00 WIB, dan berangkat ke Tanah Suci pada 12 Mei 2024. (red)

Disambut Sumringah, 1.200 Guru PAUD di Banyuwangi Terima Insentif Rp 7,2 Miliar

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)  – Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan insentif bagi guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Total mencapai Rp. 7,2 miliar. Dibagikan ke 1.200 guru PAUD non ASN. Penyerahan dilakukan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani kepada perwakilan guru di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Rabu (8/5/2024).

Insentif guru PAUD non-ASN setiap tahun ini sebagai apresiasi atas pengabdian tulus para guru dalam mendidik generasi penerus. Dedikasi guru PAUD dinilai luar biasa. “Terima kasih kepada para guru yang telah bekerja luar biasa mendidik anak-anak tanpa mengenal lelah,” kata Ipuk.

Para penerima adalah para guru pada satuan pendidikan prasekolah. Seperti kelompok bermain, Taman Kanak-Kanak (TK), satuan pendidikan sejenis, serta daycare. Apa yang diberikan ini tentu belum sebanding dengan jasa dan dedikasi para guru PAUD selama ini.

”Kami berharap ini bisa bermanfaat. Ke depan kami akan berupaya untuk menambah sesuai kemampuan fiskal daerah,” jelasnya. Insentif diserahkan dalam 4 termin, atau 3 bulan sekali. Setiap orang mendapatkan insentif Rp 6 juta per tahun.

“Yang kemarin kami terimakan adalah termin pertama,” kata Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno. Jumlah penerima insentif tahun ini sama dengan tahun lalu. Namun, bisa jadi orangnya berbeda. Sebab, ada sebagian yang mengundurkan diri.

Ada juga guru yang baru. Para penerima insentif tersebut telah memenuhi persyaratan UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Terdapat kriteria guru penerima insentif non ASN dan harus S1.

Lalu, belum menerima sertifikasi pendidikan tunjangan profesi didik (TPP), bukan penerima bantuan keuangan khusus dari provinsi, dan aktif mengajar yang ditandai masuk dalam daftar pokok pendidikan (dapodik).

“Memang masih ada guru PAUD yang belum mendapatkan karena terbentur syarat. Namun, ke depan masih ada kesempatan untuk terdata. Kami terus mendorong para guru memenuhi syarat administratif yang diatur di regulasi,” jelasnya. (udi)

Jelang WWF di Bali, Kabaharkam Pantau Pelabuhan Ketapang

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Menjelang perhelatan World Water Forum (WWF) di Bali, pengamanan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi mendapat perhatian khusus. Kabaharkam Polri Komjen Pol. Fadil Imran mengecek pelabuhan ujung timur Jawa ini, Jumat (10/5/2024).

Pihaknya ingin memastikan kesiapan pengamanan jelang kegiatan intenasional itu. Sehingga, pelaksanaan WWF berjalan aman. “Kami memastikan dengan melakukan pengecekan kesiapan pengamanan akses masuk ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Memastikan semua proses World Water Forum dapat berjalan dengan lancar dan aman.” ujar Komjen Pol Fadil Imran.

Even WWF ke-10 rencananya digelar 18-25 Mei 2024. Selama ini, Polri fokus dan berkomitmen memastikan kelancaran dan keselamatan selama acara berlangsung. Caranya, memerhatikan setiap aspek pengamanan yang diperlukan.

“Polri telah melaksanakan peninjauan menyeluruh, untuk memeriksa infrastruktur keamanan di pelabuhan. Serta menyusun langkah-langkah pengamanan yang diperlukan,” tegasnya didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono.

Pihaknya berharap kegiatan WWF ke-10 bisa berjalan, sukses. Kegiatan ini bisa membawa nama baik Indonesia di mata internasional. Pelabuhan Ketapang yang menjadi salah satu akses masuk ke Bali diharapkan menjadi penyangga keamanan selama kegiatan berlangsung.

Selama di Ketapang, Kabaharkam mengecek setiap sudut pelabuhan. Mulai pintu tiket hingga pengelolaan keluar masuk kapal. (udi)

Sistem Hybrid, Untag Buka Kuliah Kelas Karyawan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya membuka pendaftaran mahasiswa baru (PMB) tahun akademik 2024/2025 khusus untuk kelas pekerja atau karyawan. Nantinya, sistem perkuliahan dilakukan secara hybrid atau online.

Kepala Biro Rektorat Untag Surabaya, Abraham Ferry Rosando SH., MH., mengatakan, program perkuliahan hybrid Untag Surabaya dirancang khusus dengan memberikan fleksibilitas kepada para calon mahasiswa baru (Camaba) yang terhalang faktor geografis, keterbatasan fisik, atau keterbatasan waktu dalam mengikuti perkuliahan.

Kelas pekerja atau karyawan ini menjadi kesempatan emas bagi para pekerja atau karyawan yang ingin mewujudkan mimpi mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas di tengah kesibukan aktivitas kerja.

”Hadirnya perkuliahan hybrid di Untag Surabaya dapat memberikan fleksibilitas dalam mengatur waktu belajar mereka sendiri,” kata Ferry, di Surabaya Kamis (9/5/2024). Ia menjelaskan, jalur hybrid ini mengkolaborasikan sistem pembelajaran asinkron, daring dan luring yang memungkinkan bagi para pekerja untuk tetap produktif di tempat kerja sembari meraih gelar sarjana.

Program perkuliahan hybrid yang ditawarkan ada tujuh pilihan program studi (Prodi) jenjang S1 yang telah terakreditasi unggul. “Yakni, prodi Ilmu Komunikasi, prodi Administrasi Negara, prodi Administrasi Bisnis, prodi Ilmu Hukum, prodi Sastra Inggris, prodi Sastra Jepang, dan prodi Ekonomi Pembangunan,” jelasnya.

Sejalan dengan visi dan misi dalam mencetak lulusan Unggul, lanjut Ferry, seluruh pembelajaran di Untag Surabaya didukung oleh pengajar berkompeten serta kurikulum yang terus disesuaikan.

Sehingga, camaba akan mendapatkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan berdaya saing global. Dia menegaskan, meskipun pembelajaran dilakukan secara hybrid, camaba tidak perlu khawatir karena Untag Surabaya terus berupaya mengoptimalkan ide dan gagasan para mahasiswanya.

“Mahasiswa tetap diberi ruang dan kesempatan untuk menciptakan berbagai karya inovatif baik akademik, non akademik dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya. Disisi lain, biaya perkuliahan jalur hybrid juga lebih terjangkau 20-30 persen dibandingkan dengan jalur reguler.

Selain itu, camaba juga akan mendapatkan potongan biaya Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) pada setiap gelombang. Sebagai contoh, saat ini pendaftaran mahasiswa baru (PMB) telah memasuki gelombang dua, dimana terdapat potongan DPP tambahan sebesar 20 persen hanya hingga 30 Juni 2024 mendatang.

”Apalagi, biaya DPP dapat dilakukan dengan cara diangsur,” terangnya. Untuk syarat dan ketentuannya, camaba cukup melampirkan scan ijazah dan SKHUN asli, scan KTP dan Kartu Keluarga asli, scan akta lahir, serta surat keterangan kerja dari pemberi kerja.

“Jika status pekerjaannya adalah pekerja lepas (freelance), maka surat keterangan yang diberikan adalah dari salah satu klien pemberi pekerjaan,” pungkas Ferry. (red)

UHW Perbanas Surabaya Rancang Program Beasiswa Indonesia Emas 2024

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya menggagas Program Beasiswa Indonesia Emas (BIE) 2024. Selain membantu calon mahasiswa baru (Camaba) yang kesulitan biaya kuliah, juga untuk ikut menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Indonesia yang unggul dan menjadi Generasi Emas 2024.

Sejumlah camaba perwakilan penerima beasiswa ini juga dihadirkan untuk menerima secara simbolis dari program beasiswa tersebut. Rektor UHW Perbanas Surabaya, Dr Yudi Sutarso SE MSi., mengatakan, program ini diberikan kepada generasi muda yang ingin berkuliah di jenjang Diploma 3 (D3) maupun Sarjana dari seluruh Indonesia.

Beasiswa ini diwujudkan dengan Pembebasan Uang Sumbangan Pendidikan (USP) dan Subsidi 50 persen Uang Kuliah Pokok (UKP) setiap semester selama menempuh studi normal.

Di tengah maraknya kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sejumlah kampus, pihaknya justru memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa baru. Jadi, setiap program studi rinciannya beda-beda.

‘’Karena kampus kami ada delapan program studi dari dua fakultas yang menjalankan Beasiswa Indonesia Emas,” kata Yudi, Kamis (9/5/2024). Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHW Perbanas Surabaya, Dr Lutfi SE MFin menjelaskan, syarat untuk mendapatkan beasiswa ini.

Diantaranya nilai rata-rata kumulatif rapor kelas IX untuk Matematika dan Bahasa Inggris minimal 2,5 poin di atas nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kuota yang disediakan juga terbatas hanya 270 kuota yang dibagi delapan prodi.

“Rinciannya, D3 Akuntansi sebanyak 20 kuota, D3 Perbankan dan Keuangan 20 kuota, S1 Akuntansi 60 kuota, dan S1 Manajemen 90 kuota. Kemudian, S1 Ekonomi Syariah, S1 Informatika, S1 Sistem Informasi, dan S1 Desain Komunikasi Visual masing-masing sebanyak 20 kuota,” jelasnya.

Lutfi menegaskan, pihaknya juga memiliki syarat bagi para mahasiswa yang nanti menerima beasiswa ini. Terutama harus mendapatkan nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) minimal 3,0. Jika semester dua mahasiswa tersebut tidak mencapai nilai tersebut dipastikan gagal.

‘’Tapi, jika pada semester berikutnya nilainya bagus, nanti akan kembali mendapatkan beasiswa tersebut. Dan, yang terpenting mahasiswa lulus selama menempuh studi normal,” tegasnya.

Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UHW Perbanas Surabaya, Rinda Rulijanawati merinci, setiap mahasiswa yang menerima beasiswa ini mendapatkan manfaat finansial yang berbeda sesuai prodi yang dipilih.

Dengan rincian, tiga prodi di Fakultas Teknik dan Desain (S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Informatika, dan S1 Sistem Informasi) masing-masing memberikan total beasiswa sebesar Rp 16,4 juta.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, untuk prodi S1 Akuntansi dan S1 Manajemen total beasiswa yang diterima setiap mahasiswa baru sebesar Rp 33 juta. Kemudian, S1 Ekonomi Syariah sebesar Rp 17,4 juta.

‘’Sedangkan, program D3, setiap mahasiswa baru yang akan kuliah memperoleh manfaat finansial dari program BIE sebesar Rp 13,3 Juta,” pungkasnya. (red)