Diberi Motivasi, Ratusan Siswa Smamda Surabaya Siap Hadapi Persaingan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya meluluskan sebanyak 334 siswa yang dirayakan melalui gelaran Wisuda Purna Siswa ke-47 di Mas Mansyur Hall lantai 6 Smamda Tower Surabaya, Kamis (9/5/2024).

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Astajab SPd MM mengatakan, para lulusan Smamda ini diajak untuk mengembangkan dirinya serta menjadi lulusan yang membanggakan orang tua, guru, sekolah, agama, dan bangsa.

Ia optimistis, para lulusan ini kelak bisa memimpin bangsa sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Hal itu dibuktikan dengan bekal yang diberikan sekolah kepada para siswa, baik dari sisi akademik maupun non-akademik.

“Siswa ini dibekali sikap dan karakter. Dengan karakter yang kuat yang dimiliki anak-anak, itu akan menjadi anak-anak yang siap menghadapi tantangan zaman,” kata Astajab. Menurut dia, saat ini, anak-anak dihadapkan dengan persaingan global.

Sebab, banyak tenaga asing, termasuk produk asing yang masuk ke Indonesia. Sehingga, anak-anak didorong menjadi pelaku utama di negeri sendiri dan harus mampu bersaing. Siswa Jangan mau hanya jadi penonton, jangan sampai terpinggirkan.

‘’Saya yakin anak-anak bisa menjadi pemain di negara sendiri, untuk membangun bangsa menjadi lebih baik. Anak-anak ini juga kami persiapkan untuk menjadi Generasi Emas 2045,” tegasnya.

Gelaran wisuda yang mengusung tema ‘Generasi Unggul di Era Society 5.0’ ini, Smamda juga mengapresiasi dengan memberikan penghargaan kepada para wisudawan dan wisudawati terbaik sesuai dengan dedikasi dan karakter sekolah.

Ada 13 wisudawan terbaik dari masing-masing bidang, serta satu Wisudawan Terfavorit. Wisudawan Terbaik tersebut, meliputi bidang Spiritual, Olahraga, Seni, Kedisiplinan, dan Kepedulian. Selain itu, wisudawan Terbaik dalam Sikap, dan dalam Kejujuran.

Kemudian, wisudawan terbaik bidang organisasi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Tahfidz, Akademik IPA, dan Akademik IPS. Bahkan, puluhan siswa lulusan Smamda juga diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di sejumlah kota di Indonesia.

‘’Tahun 2023 lalu, ada sekitar 76 persen yang diterima di PTN. Untuk tahun ini, ada salah satu lulusan Smamda yang meraih Golden Ticket di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya,” jelas Astajab.

Raina Rahadatul Aisyi, siswa kelas XII MIPA 3 Smamda, peraih Golden Ticket di Unair mengaku, sempat kaget dengan Golden Ticket yang diterimanya. Namun, karena tekad dan impiannya agar bisa terima di PTN favoritnya yakni Unair.

Raina kemudian memasukkan beberapa sertifikat prestasi yang diraihnya selama belajar di Smamda. “Yang saya masukkan waktu itu, di antaranya sertifikat Juara I Lomba News Anchor di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Juara II Lomba News Anchor di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),” pungkas Raina. (red)

Kemenhub akan Bangun Sky Bridge Hubungkan Stasiun KA ke Pelabuhan Ketapang

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) –  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Kamis (9/5/2024). Pihaknya siap mendukung kembali pengembangan infrastruktur yang menghubungkan potensi wisata Banyuwangi.

“Kabupaten produktif, seperti Banyuwangi ini pasti sering kita kunjungi dan kita pikirkan konektivitas potensi-potensi yang ada,” kata Menteri Budi saat disambut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata. Turut hadir di kesempatan tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RB Abdullah Azwar Anas.

Dukungannya kepada Banyuwangi karena mengapresiasi berbagai prestasi yang diraih Banyuwangi di level nasional hingga internasional.  “Saya juga paling sering ke sini. Karena apa. Di sini punya daya tarik wisata dan bisa jadi contoh bagi kabupaten atau daerah yang lain,” jelasnya.

Menurutnya tugas utama Kemenhub adalah mengkoneksikan potensi-potensi yang ada di tiap wilayah. Banyuwangi dinilai sebagai daerah yang potensi pariwisatanya dioptimalkan dengan baik oleh pemerintah daerah. Sehingga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Salah satu proyek infrastruktur yang akan didorong percepatannya adalah rencana pembangunan sky bridge yang menghubungkan Stasiun Banyuwangi Baru dan Pelabuhan ASDP Ketapang. Sky bridge tersebut merupakan jembatan penghubung yang akan mempermudahan perpindahan wisatawan dari moda transportasi kereta api ke kapal laut. “Saat ini desain sky bridge sudah selesai, yang merancang Andramatin. Namun pembangunannya ranah Kementerian PUPR. Kami akan buatkan nota ke Pak Mentri PUPR untuk mempercepat proses pembangunannya. Jadi nanti ada sky bridge juga terminal VVIP,” jelasnya.

Menhub Budi juga mendukung perpanjangan relasi kereta api ke Banyuwangi ke Jakarta PP. Hal ini bisa menambah potensi kunjungan wisatawan menuju Banyuwangi. (udi)

Tertarik Keunikan Geologi, Puluhan Geolog Kunjungi Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Selain budaya dan tradisi, Banyuwangi dikenal memiliki banyak situs geologi unik. Ini membuat ahli Geologi (geolog) kawakan, Adi Maryono, berkunjung ke Banyuwangi. Dia datang bersama sepuluh rekannya. Tujuannya, mengeksplorasi keindahan Banyuwangi.

“Kami ingin melihat keistimewaan Banyuwangi,” kata Ketua Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI) tersebut saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagatha Blambangan, Banyuwangi, Kamis (9/5/2024).

Banyuwangi dianggap memiliki banyak keistimewaan. Tidak hanya mineralisasi, namun  budaya, alam, hingga keramahan masyarakatnya. “Bagi profesional ahli pertambangan dan ahli geologi seperti kami, Banyuwangi juga Istimewa. Sebab, memiliki banyak cerita.  Mulai proses pembentukan emas, tembaga, sampai deposit emas dan tembaga yang bisa kita lihat,” jelasnya.

Proses pembentukan alam itu bisa dilihat di Gunung Ijen. Produk yang telah terbentuk dapat dilihat di sejumlah wilayah di Kecamatan Pesanggaran. Mulai Gunung Tumpang Pitu, Pantai Pulau Merah, dan Pantai Rajegwesi.

Gunung Tumpangpitu menyimpan kekayaan mineral, salah satunya emas. Begitu Pantai Pulau merah yang memiliki sejumlah situs geologi unik. Jarang ditemui di daerah lain. Pantai ini terdapat singkapan batuan yang menunjukkan batas antara mineral jadi. Biasanya hanya bisa ditemukan di dalam tanah pada kedalaman ribuan meter. Namun di pantai pulau merah, fenomena geologi ini dapat ditemukan di permukaan tanah.

Kekayaan geologi ini menjadi salah satu keistimewaan Geopark Ijen. Sehingga dikukuhkan sebagai jaringan geopark dunia (UNESCO Global Geopark/UGG).

“Inilah keistimewaan Banyuwangi bagi kami. Fenomena geologi di sini bisa menjadi media pembelajaran yang komprehensif. mulai dari magmatisme, proses, pembentukan, hingga deposit emas,” jelas Adi.

Kunjungan ini merupakan kali keenam baginya. Dosen tamu di Universitas Tasmania Australia tersebut sebelumnya sudah beberepa kali berkunjung bersama puluhan mahasiswa. Kegiatannya mempelajari fenomena pembentukan, proses emas dan produk emas di Banyuwangi. Kini, dia hadir bersama ahli geologi dan ahli pertambangan dari berbagai korporasi untuk mengeksplorasi kekayaan alam Banyuwangi. (udi)

Anusapati, Kisah Anak yang Tak Dianggap

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dendam kesumat menerpa Wangsa Rajasa. Konon prahara yang menimpa keluarga Kerajaan Singasari ini berasal dari ambisi, dendam, dan tidak terpenuhinya rasa keadilan.

Keadilan memang soal rasa, dan itu ada pada perasaan setiap orang. Baik rakyat jelata maupun kalangan pejabat tinggi dan kaum bangsawan. Candi Kidal adalah bukti yang meriwayatkan dan riwayat yang membuktikan perjalanan panjang rasa ketidakadilan yang dialami oleh Raja Panji Anusapati dari Kerajaan Singasari.

Nama Kidal sendiri memiliki arti tidak dianggap, tidak sewajarnya, dan dikesampingkan. Di candi yang terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini Anusapati didharmakan. Anak dari Pasangan Tunggul Ametung dan Ken Dedes ini merasa tidak diperlakukan sewajarnya oleh ayah tirinya, Ken Angrok.

Ia disepelekan, diremehkan, dan keberadaannya dianggap tidak pernah ada. Ken Dedes, dikawini oleh Ken Angrok, saat usia kandungannya memasuki usia 7 bulan, barang tentu Ken Angrok juga ikut menumbuhsuburkan kandungan tersebut. S

ifat, watak, dan perangai Ken Angrok juga tercampur dalam benih sang jabang bayi. Nanang Sutrisno, adalah pengurus Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Provinsi Jawa Timur yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Manuskrip, di tengah kesibukan pekerjaannya sebagai Koordinator Bidang Humas dan Hukum di sebuah televisi swasta ternama di Surabaya, dia telah lama melakukan penelitian terhadap sosok keluarga Wangsa Rajasa terutama dari perspektif dan sudut pandang yang berbeda.

Laki-laki Arek Suroboyo ini berhasil menyusun narasi tentang sosok Anusapati, yang keberadaannya masih gelap karena minimnya informasi, baik yang bersumber dari Kitab Pararaton maupun Negarakertagama.

“Benih Tunggul Ametung bercampur dengan benih Ken Angrok, sifat-sifat keduanya ada pada diri Anusapati, termasuk sifat buruk seperti penjudi, pendendam dan masih banyak lagi,” kata Nanang Sutrisno, kepada pawartajatim.com, Kamis (9/5/2024).

Masa kecil Anusapati diasuh langsung oleh Ken Dedes, karena Anusapati tidak memiliki saudara kandung, maka perhatian Ken Dedes kepada putranya tersebut menjadi berlebihan. Sehingga Anusapati tumbuh sebagai seorang yang tidak memiliki keberanian yang cukup untuk berbuat sesuatu, manja, dan cenderung cengeng, serta kekanak-kanakan.

Ken Angrok juga tidak menyukai perilaku anak tirinya tersebut, di mata pendiri Kerajaan Singasari itu, Anusapati adalah sosok yang sifat sifatnya jauh dari putra mahkota yang diharapkan. Apalagi Anusapati mempunyai kegemaran berjudi dan mabuk-mabukan, sifat yang tidak pantas menjadi calon raja.

“Akhirnya sejarah membuktikan, Anusapati hidupnya berakhir di tempat judi sabung ayam,” jelas Nanang Sutrisno, yang juga kolektor buku, batu cincin, dan keris ini. Seperti layaknya anak kecil yang menangis di pangkuan ibunya, Anusapati mengadukan perihal sikap ayahnya terkait dirinya yang tidak diangkat sebagai putra mahkota.

Justru Adiknya Mahisa Wungatelang yang lebih dipilih. Ken Dedes yang memang lebih menyayangi putranya tersebut, akhirnya terbawa perasaan untuk berterus terang perihal yang sebenarnya tentang penyebab kematian Tunggul Ametung, ayahnya.

Dan akhirnya Keris Gandring pun yang puluhan tahun disimpan diserahkan begitu saja kepada Anusapati. Dada Anusapati berdegup kencang, badannya gemetar, seakan-akan tidak mampu menahan amarah yang berkecamuk.

Dalam benaknya hanya ada perasaan dendam yang memuncak, ia ingin segera menghabisi nyawa Ken Angrok yang telah membunuh Tunggul Ametung, ayahnya. Tetapi Anusapati adalah sosok yang penakut, walaupun ada Keris Gandring yang tersohor sakti berada dalam genggamannya.

Namun, dia tidak juga memiliki yang cukup untuk berhadapan satu lawan satu melawan Ken Angrok. Pararaton mengkisahkan bahwa akhirnya Anusapati meminjam tangan seorang Pangalasan dari Batil untuk membunuh dan menghabisi riwayat Ken Angrok yang bergelar Sri Rangga Rajasa Amurwabhumi menjelang senja hari di balai adrawina/ ruang makan istana Singasari.

Anusapati tidak memberikan apresiasi atau penghargaan yang tinggi kepada Pengalasan yang telah berhasil menunaikan tugasnya itu, malah membunuhnya dengan Keris Gandring juga. Entah apa yang ada dalam pikiran Anusapati saat itu.

Tidak hanya itu, perasaan Anusapati saat menjadi raja juga tidak pernah tenang, dia merasa jiwanya selalu terancam menjadi korban pembalasan dendam yang akan dilakukan oleh anak-anak Ken Angrok yang lainnya. Karena itu istananya dibangun benteng pertahanan yang kuat dan dilapisi oleh parit perlindungan.

Benar kata pepatah, ‘Hati-hati dengan pikiranmu, karena itu akan menjadi lisanmu, hati-hati dengan lisanmu, itu akan menjadi tindakanmu, hati-hati dengan tindakanmu, karena itu akan menjadi kebiasaanmu, hati-hati dengan kebiasaanmu, itu akan menjadi takdirmu’.

Demikian juga dengan Anusapati, takdir putra Tunggul Ametung ini adalah harus mengakhiri hidupnya di kalangan judi sabung ayam. Ia dihabisi oleh Panji Tohjaya, saudara tirinya, yang merupakan putra Ken Angrok dan Ken Umang.

Panji Tohjaya memanfaatkan kelengahan Anusapati, dimana saat duduk berjongkok sambil mengelus ayam aduannya, Keris Gandring yang terselip di pinggangnya terasa mengganggu, terus dititipkannya keris itu kepada Panji Tohjaya.

Mendapatkan kesempatan emas, maka segera dihujamkan keris tersebut ke tubuh Anusapati, dan Anusapati tumbang, tewas ditempat. Pasukan pengawal Anusapati tidak bisa berbuat banyak, karena mereka telah dikepung pasukan Sinelir yang merupakan pendukung setia Panji Tohjaya.

“Rupanya Anusapati lupa terhadap nasihat Ken Dedes yang berbunyi Eling-eling datan lali, sopo sing eling bakal diayomi, sopo sing lali margoning pati,” tambah Nanang yang juga seorang praktisi hukum ini.

Sejarah mencatat bahwa Anusapati meninggal dunia pada 1248 Masehi, dan didharmakan di Candi Kidal dengan perwujudan sebagai Syiwa Mahadewa. Di Candi Kidal terdapat relief Garudeya yang menyelamatkan ibunya, hal ini menggambarkan betapa dekat hubungan Anusapati dengan Ken Dedes ibunya.

Kematian Anusapati tidak menghentikan peristiwa berdarah di kalangan Wangsa Rajasa, karena masih ada pembunuhan dan pemberontakan yang terjadi demi memperbutkan tahta Kerajaan Singasari yang diwariskan oleh Ken Angrok. (nanang)

Ngantor di Desa Kaki Gunung Raung, Bupati Ipuk Garap Potensi Kopi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggelar program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Rabu (8/5/2024). Sejumlah potensi mendapat perhatian serius. Salah satunya, perkebunan kopi rakyat.

Desa Banyuanyar terletak di lereng Gunung Raung, Hawanya yang sejuk. Cocok untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Seperti kopi, sayur mayur, buah-buahan. Lalu, peternakan domba.

Ipuk bertemu dan berdialog dengan kelompok peternak domba. Desa ini dikenal sebagai salah satu sentra domba di Banyuwangi. Populasi dombanya sekitar 5.000 ekor. Jenisnya, Sopas, Dormas, juga ras ekor gemuk.

“Ini bagus. Kami akan minta dinas pertanian untuk mendampingi terus, dan memberikan pelatihan-pelatihan bagi para peternak. Misalnya pelatihan pembuatan kompos ataupun pembuatan pakan ternak,” kata Ipuk.

Desa ini juga dikenal penghasil kopi. Luasan kebun kopi rakyat mencapai 50,82 hektar. Kapasitas produksi antara 3 kwintal hingga 1,5 ton. Jenis kopi andalannya, yellow dan orange Bourbound.

Biji kopinya kuning dan oranye. Ini peninggalan zaman Belanda. “Untuk kopi Dinas Koperasi dan UMKM bisa membantu untuk branding dan packaging, agar pasarnya lebih luas. Kopi ini bisa menjadi khas Kalibaru,” kata Ipuk.

Di Dusun Lekap, warganya mayoritas menanam sayuran. Sistemnya  tumpangsari di kebun kopi. Selama ngantor di desa, digelar layanan publik. Seperti, administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan hingga tes kesehatan, konseling, pelatihan UMKM, dan lainnya.  (udi)

Hanya di Banyuwangi, Anak dengan ASI 2 Tahun Diganjar Gratis Masuk PAUD

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Ada cara unik yang dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk menggalakkan pemberian air susu ibu (ASI) selama 6 bulan hingga 2 tahun. Bocah dengan ASI yang ditentukan ini diganjar hadiah gratis masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Inovasi ini dimunculkan Puskesmas Kalibaru Kulon, Banyuwangi bersama Dinas Pendidikan dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Kalibaru. Metodenya, para ibu yang baru melahirkan mendapat pendampingan dari Puskesmas dan kader PKK untuk memberikan ASI eksklusif. Minimal enam bulan.

Selama memberi ASI, para ibu diarahkan mengonsumsi nutrisi untuk kelancaran ASI. Bagi ibu menyusui dari keluarga kurang mampu, dibantu pemberian makanan dan nutrisi melalui program gotong royong. Seperti, Banyuwangi Berbagi, Belanja di Hari Cantik, program penanganan stunting dan  lainnya.

“Tidak mudah memberikan ASI, butuh kesabaran. Tapi manfaatnya sangat besar dan lama, karena akan dirasakan hingga anak tumbuh dewasa,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat mewisuda dan memberikan sertifikat pada ratusan ibu yang telah memberikan ASI Ekslusif minimal selama 6 bulan, di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Rabu (8/5/2024).

Wisuda tersebut digelar disela Bupati ngantor di  Desa Banyuanyar. Di Kalibaru terdapat 250 ibu menyusui yang berhasil memberikan ASI Eksklusif. “Kami sangat menghargai semua pihak di Kecamatan Kalibaru yang menginisiasi program ini. Bahkan untuk mendorong ibu-ibu memberikan ASI hingga 2 tahun diberikan insentif pendidikan. Ini sangat keren,” jelasnya.

Para ibu yang berhasil memberikan ASI hingga dua tahun usia anak n diberikan sertifikat. Sertifikat ini dapat digunakan untuk mendaftarkan anaknya sekolah PAUD gratis. “Dengan program ini kami harapkan bisa mencetak generasi masa depan yang berkualitas. Ini layak dicontoh kecamatan lainnya,” jelasnya lagi.

Kepala Puskesmas Kalibaru Kulon, Hadi Kusairi mengatakan ibu-ibu yang diwisuda merupakan 10 perwakilan ibu dari enam desa di Kalibaru.  “Kami punya data by name by adress para ibu yang baru melahirkan. Mereka mendapat pendampingan dari Puskesmas dan PKK, untuk dipantau dan di-support memberikan ASI ekslusif pada anaknya,” ujarnya. (udi)

Desa Bebas Nyamuk, Cara Jitu Banyuwangi Cegah DBD yang Didukung Kemenkes

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh warga turut berperan dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Pihaknya meluncurkan program Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak, Rabu (8/5/2024). Inovasi ini mendapatkan dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Gerakan Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak dicanangkan di 15 desa di dua kecamatan. Masing-masing, Srono dan Muncar. “DBD bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari menghilangkan genangan air, hingga menggunakan obat anti nyamuk. Ini perlu dijadikan kebiasaan,” kata Ipuk.

Program ini melibatkan 150 kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik Nyamuk) di masing-masing desa. Mereka dibekali edukasi tentang  bahaya nyamuk Aedes aegypti dan cara-cara pencegahannya.

Program ini didukung Kemenkes bersama perusahaan fast moving consumer goods (FMCG), Enesis. Nantinya, para kader akan memberikan secara gratis sampel lotion anti nyamuk ke warga.

Para kader juga diterjunkan mendeteksi, sekaligus menangani tempat-tempat yang berisiko tumbuh kembangnya nyamuk. “Banyuwangi saat ini sedang dalam situasi yang perlu kerja sama berbagai pihak untuk menuntaskan kasus demam berdarah,” kata Bupati Ipuk.

Menurutnya, penanganan wabah demam berdarah akan sulit jika hanya pemerintah daerah yang bergerak. Sehingga, dibutuhkan peran swasta dan warga. Gerakan Desa Bebas Nyamuk dan Keluarga Sehat Bebas Gerak, akan dilanjutkan bersama program lain Pemkab Banyuwangi.

Dua kecamatan yang menjadi proyek awal memiliki tingkat kasus demam berdarah tertinggi selama 2024.  Hingga Mei 2024, jumlah kasus demam berdarah di Banyuwangi mencapai 234 kasus. Dari jumlah ini, enam diantaranya meninggal dunia. (udi)

Jadi IKON Perpusnas, ini Keistimewaan Naskah Kuno Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Naskah kuno milik Banyuwangi dilirik Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Lembaga ini mengusungnya menjadi Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2024. Masuknya naskah kuno Banyuwangi akan menambah khasanah dokumentasi Indonesia.

Banyuwangi menjadi satu-satunya kabupaten yang mendapat program IKON dari Perpusnas. Lima daerah lainnya setingkat provinsi. Masing-masing, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Terpilihnya Banyuwangi karena memiliki tradisi naskah kuno yang berakar dari tradisi setempat. Lalu, memiliki ekosistem yang baik. Hal ini ditandai dengan banyaknya komunitas, aktivitas dan perhatian masyarakat pada naskah kuno. Dan, mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

“Juga memilki naskah unggulan yang dapat diarus utamakan pada tingkat nasional,” kata Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Perpusnas RI, Agus Sutoyo, disela Sosialisasi Pengarusutamaan Naskah Nusantara IKON di Banyuwangi, Selasa (7/5/2024).

IKON menjadi salah satu program Perpusnas yang bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa). Kegiatannya, mencatat naskah kuno secara nasional yang memiliki nilai penting bagi peradaban bangsa Indonesia.

Naskah kuno yang telah ditetapkan sebagai IKON nantinya diusulkan menjadi Memory of the World (MoW) UNESCO. Sedikitnya ada enam buku berbasis naskah kuno Banyuwangi yang diterbitkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi.

Diantaranya, Lontar Sri Tanjung, Lontar Hadis Dagang, Katalog Naskah Kuno Banyuwangi (edisi I), Lontar Juwarsah, Katalog Naskah Kuno Banyuwangi (edisi II), dan Candra Jagat. Tahun 2024 rencananya menerbitkan edisi transliterasi dan terjemahan Lontar Yusup Murub Muncar.

“Buku-buku tersebut bisa dibaca langsung di perpustakaan daerah atau bisa diakses di website Perpusda langsung,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi Zen Kostolani.

Selain pelestarian naskah, Banyuwangi melakukan penyelamatan tradisi. Seperti, masih kuatnya tradisi dan ritual pelantunan tembang berbasis naskah kuno. Tradisi ini dikenal dengan mocoan (Osing) dan mamaca (Madura). (udi)

BI – Pemprov Jatim Komitmen Tingkatkan Indeks ETPD

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bank Indonesia/BI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk terus mengembangkan inovasi Transaksi Digital di Jatim melalui 5 M. Sebab, Strategi 5 M menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di seluruh wilayah Jatim.

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono mengatakan, komitmen dari 5 M yang pertama adalah komitmen untuk meningkatkan dan mempertahankan Indeks ETPD dalam kategori digital. Kedua, menggunakan Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada segmen pemerintah daerah yang ada di seluruh wilayah Jatim.

Ketiga, yakni pentingnya mengoptimalkan penggunaan kanal pembiayaan non-tunai, khususnya QR Code Indonesia Standart (QRIS) untuk transaksi pemerintah daerah. Sedangkan, keempat dan kelima yakni meningkatkan kualitas layanan dan ekosistem digital melalui pengembangan inovasi oleh Bank Pembangunan Jatim serta mendorong edukasi dan literasi keuangan digital masyarakat di wilayah Jatim.

“Kami ingin bisa bertransaksi, baik ketika melakukan pemungutan pendapatan asli daerah (PAD) dan pembelanjaan yang masuk ke APBD, serta seluruh ASN bisa bertransaksi di setiap kantor OPD di Jawa Timur,” kata Adhy, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Rakorwil Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (7/5/2024).

Adhy menyebut, terdapat dua pemerintah daerah di Jatim yang indeks ETPD dengan skor 100 persen, yakni Kota Blitar dan Kabupaten Ngawi pada Semester II 2023. “Alhamdulillah, rata-rata capaian ETPD semester II tahun 2023 seluruh Pemprov Jatim mencapai 95,24 persen. Diharapkan ke depan ETPD bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan, ekonomi global pada 2024 diperkirakan masih tertahan akibat ketidakpastian global. Namun, ekonomi nasional hingga triwulan I masih tetap kuat dengan inflasi yang terjaga.

Di Jatim, terdapat tantangan, peluang dan outlook perekonomian, di mana kinerja perekonomian Jatim pada 2024 membaik dengan inflasi yang terus terjaga di tengah tantangan dan peluang yang ada. “Diproyeksikan ekonomi Jatim tahun 2024 (yoy) berkisar 4,7 persen- 5,5 persen. Sedangkan, proyeksi inflasi Jatim 2024 sebesar 2,5 persen,” jelasnya.

“Sampai Maret 2024, realisasi belanja APBN dan APBD di Jatim bersama 38 kabupaten/kota menunjukkan kinerja yang membaik didominasi oleh realisasi belanja operasi, terutama belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Ditambah, konsumsi pembayaran THR ASN hingga belanja barang dan jasa di tahun pemilu pada Februari 2024,” pungkasnya. (red)

Libur Panjang, Daop 8 Surabaya Siapkan 27.118 Tempat Duduk

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengoperasikan 47 perjalanan kereta api (KA) selama libur panjang memperingati Kenaikan Isa Almasih mulai 9-12 Mei 2024.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, sebanyak 47 perjalanan KA tersebut, terdiri atas 43 KA jarak jauh reguler, 3 KA jarak jauh tambahan, dan 1 KA lokal komersial tambahan.

“KAI siap mengakomodir kebutuhan pelanggan yang akan menggunakan transportasi KA dalam melakukan mobilisasi aktivitas selama libur panjang tersebut, dengan mengoperasikan 47 perjalanan KA dengan jumlah tempat duduk sebanyak 27.118 setiap harinya,” kata Luqman, Selasa (7/5/2024.

Ia menjelaskan, KA jarak jauh dan KA lokal komersial tambahan di Daop 8 Surabaya yang beroperasi pada 9-12 Mei 2024 tersebut, yakni KA Malioboro Ekspres tujuan Malang-Purwokerto, KA Malabar tujuan Malang-Bandung, KA Sancaka tujuan Surabaya Gubeng-Yogyakarta, dan KA Arjuno Ekspres tujuan Surabaya Gubeng-Malang PP.

“Transportasi kereta api memiliki beberapa keunggulan dibanding transportasi darat lainnya. Seperti  faktor keselamatan pelanggan, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, hingga mengurangi kemacetan dan potensi kecelakaan di jalan raya,” ungkapnya.

KAI Daop 8 Surabaya mencatat, jumlah penumpang yang berangkat dari tiga stasiun keberangkatan Daop 8 Surabaya pada 8-12 Mei 2024 sebanyak 59.324 penumpang. Namun, jumlah okupansi penumpang masih akan meningkat seiring penjualan tiket masih berlangsung.

“Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 17.122 pelanggan, Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 16.591 pelanggan, dan Stasiun Malang sebanyak 12.383 pelanggan,” jelasnya. KAI juga mengimbau bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi KA agar segera memesan tiket KA, sehingga dapat memilih kereta api dan tanggal keberangkatan sesuai keinginan.

“Namun, apabila KA dan tanggal keberangkatan yang diinginkan telah habis, dapat memanfaatkan fitur connecting train yang tersedia pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini akan mengkombinasikan jadwal kereta api yang bersifat pesambungan,” pungkas Luqman. (red)