Kasus Covid Meroket, Dua RSUD di Banyuwangi Siaga

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Meroketnya kasus Covid membuat Satgas Covid Kabupaten Banyuwangi mulai merapatkan barisan. Salah satunya, menyiagakan dua Rumah Sakit Daerah (RSUD), mengantisipasi ledakan pasien Covid. Terakhir, kasus Covid di Banyuwangi sudah mencapai 420. Dari jumlah ini, satu pasien meninggal.

“Angkanya terus meningkat, saya sudah minta dua RSUD di Banyuwangi kembali mempersiapkan diri untuk antisipasi lonjakan Covid-19,” kata Ketua Satgas Covid Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (10/2/2022) siang.

Dua RSUD yang disiagakan sudah menyiapkan ruangan ICU, termasuk fasilitas obat-obatan dan tenaga medis. Sehingga, jika terjadi lonjakan pasien, bisa langsung bergerak cepat. “ Semua ruangan dan fasilitas harus siaga,” tegas Bupati Banyuwangi ini.

Saat ini, 10 pasien Covid dirawat di RSUD. Masing-masing, RSUD Blambangan 10 orang, sisanya 3 orang di RSUD Genteng. Bupati mengimbau masyarakat tak panik. Namun, tetap memperketat protokol kesehatan (prokes). Salah satunya, menghindari kerumunan. Pihaknya akan mengevaluasi kegiatan Banyuwangi Festival untuk menghindari penumpukan warga. “ Kami akan evaluasi beberapa even Banyuwangi Festival. Jangan sampai memicu kerumunan,” tegas Ipuk.

Terpisah, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu menegaskan pihaknya kembali menggencarkan penegakkan disiplin prokes. Termasuk, vaksinasi. Harapannya, bisa mencegah merebaknya penularan kasus Covid. “ Masyarakat jangan panik dengan naiknya kasus Covid. Tapi, tetap perketat protokol kesehatan,” tegasnya. (udi)

Dua Minggu lagi, DPRD Banyuwangi Rombak Struktur Pimpinan AKD

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)- DPRD Banyuwangi punya gawe. Dua minggu lagi, alat kelengkapan Dewan (AKD) segera dirombak. Perombakan ini merupakan amanat dari tata tertib DPRD, termasuk Undang-Undang Sistem dan Kedudukan DPRD. Perombakan ditargetkan rampung dua minggu lagi.

AKD yang dirombak masing-masing tiga pimpinan DPRD, empat Ketua Komisi, Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) dan Badan Kehormatan (BK).  Sesuai tata tertib DPRD, perombakan dilakukan di pertengahan masa jabatan. Atau, 2,5 tahun. “ Kami sudah layangkan surat pemberitahuan ke masing-masing Fraksi terkait perubahan AKD ini. Minggu lalu sudah dikirimkan,” kata Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara di kantornya, Kamis (10/2/2022) siang.

Targetnya, susunan AKD baru ini harus dikukuhkan maksimal, 21 Februari besok. Siapa yang akan terpilih, menurut Made, dikembalikan ke Fraksi masing-masing. Saat ini, Fraksi PDIP dan  PKB yang memiliki pimpinan AKD terbanyak. Fraksi PDIP mendapatkan jatah Ketua Komisi I dan Komisi IV. Sedangkan, PKB memiliki Ketua Komisi II dan BK. Fraksi Demokrat mengantongi Ketua Komisi III. Sedangkan, Fraksi Golkar memiliki jatah Ketua Bapemperda. Sementara itu, Ketua DPRD ditempati PDIP, Wakil Ketua masing-masing dijabat Fraksi PKB, Golkar dan Demokrat.

Menurut Made, pihaknya masih menunggu usulan nama perombakan AKD dari masing-masing fraksi. Jika sudah muncul, hasilnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna internal. “ Sampai detik ini masih menunggu. Kita tunggu usulan dari masing-masing fraksi,” tegas Ketua DPC PDIP Banyuwangi ini. (udi)

Setelah Jalur Ketapang, DPRD Desak Penertiban Seluruh Jasa Rapid Ilegal di Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Desakan penertiban jasa rapid ilegal di Banyuwangi, Jawa Timur terus meluas. Setelah di jalur Pelabuhan Ketapang, desakan penertiban melebar ke seluruh jasa rapid ilegal di kabupaten ini. Desakan ini diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Irianto di kantor DPRD, Kamis (10/2/2022) siang.

Politisi PDIP ini menegaskan penertiban jasa rapid ilegal di sepanjang jalur Pelabuhan Ketapang harus diikuti jasa rapid lainnya di Banyuwangi. Hal ini untuk meyakinkan ke masyarakat bahwa tidak ada jasa rapid abal-abal. “ Penertiban jasa rapid ilegal di sepanjang jalur Ketapang ini adalah pilot project. Selanjutnya, harus menyasar jasa rapid ilegal lainnya di Banyuwangi,” tegasnya.

Jika jasa rapid ilegal dibiarkan, menurut Irianto, masyarakat yang akan dirugikan. Sebab, beresiko mendapatkan jasa rapid abal-abal. “ Jadi, jangan sampai ada jasa rapid yang asal-asalan. Seluruhnya harus ditertibkan,” tegasnya lagi.

Terkait penertiban rapid ilegal di sekitar Ketapang, DPRD kembali menegaskan akan segera melakukan sidak ulang. Hal ini untuk memastikan rapid ilegal yang ditutup tidak lagi beroperasi, sebelum mengantongi syarat yang diaur Satgas Covid. “ Kami terus pantau persoalan penutupan ini. Jangan sampai yang ilegal nekad buka lagi,” ujarnya.

Sejuah ini, dari 8 jasa rapid ilegal yang ditutup, ada satu yang mulai melengkapi persyaratan. Sisanya, belum ada tanda-tanda akan mengurus ke Dinas Kesehatan. Pihaknya berharap, jasa rapid yang masih bodong segera mengurus persyaratan. Jika nantinya dinyatakan clear, harus diperbolehkan buka lagi.

Sebelumnya, Satgas Covid Kabupaten Banyuwangi menutup 8 jasa rapid ilegal di sepanjang jalur Pelabuhan Ketapang. Penutupan dilakukan lantaran seluruhnya membandel, tetap beroperasi meski pernah diberikan teguran. (udi)

Rahmat Muhajirin : Pers Pilar Utama Demokrasi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra H Rahmat Muhajirin, SH menyampaikan pers merupakan pilar demokrasi. Karena itu, pers harus menjadi garda terdepan penjaga demokrasi serta menjadi corong nurani masyarakat.

Hal ini disampaikan ketika Wasekjend Partai Gerindra diminta menyikapi peringatan Hari Pers Nasional/HPN Rabu (9/2). Pria yang akrab disapa RM ini, peranan pers dalam menjaga demokrasi sangat vital. Karena pers merupakan salah satu dari pilar utama demokrasi.

Pers memiliki peran dan fungsi kontrol pemerintah untuk memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat dengan tujuan memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi yang berkualitas dan adil.

Salah satunya tertuang dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, pasal 6 Butir a yaitu “Pers nasional melaksanakan peranannya memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui”.

Dilain pihak, pers juga berkewajiban menjembatani kepentingan dan aspirasi terdalam masyarakat agar bisa tersuarakan melalui media. Hingga akhirnya bisa didengar para pemegang kunci kebijakan. “Saya berharap, semoga para insan media tetap selalu bersemangat dalam berkarya dan selalu terdepan menjadi garda penjaga demokrasi dan corong nurani masyarakat, ” paparnya. (no)

Akhmad Suyanto : Perbaiki Tata Niaganya, Bukan Hanya Operasi Pasar dan Penetapan HET

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kelangkaan minyak goreng beberapa waktu lalu yang berakibat melambungnya harga minyak dan makanan, disoroti oleh Akhmad Suyanto, Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Partai Keadilan Sejahtera/PKS.

Yanto, panggilan akrabnya, menyayangkan langkah pemerintah yang hanya menertapkan Harga Eceran Tertinggi HET saja, tanpa menyelesaikan akar persoalannya. Kelangkaan minyak ikan menjadi tanda tanya rakyat.

‘’Negara kita kan produsen dan eksportir CPO (crude palm oil) terbesar di dunia. Kalau sampai langka, tidak masuk akal, ibarat tikus mati di lumbung padi. Pasti ada yang salah dengan tata niaganya. Ini yang harus ditelusuri,” kata Akhmad Suyanto, di Surabaya Rabu (9/2).

Menurut dia, selama ini dalam pengendalian harga, pemerintah kota (pemkot) hanya mengandalkan operasi pasar. Padahal persoalannya bukan hanya itu. Seperti minyak goreng ini. Perlu ditelusuri langkanya dimana. Stok harus ditelusuri.

Apakah langkanya di sisi distributor, di agen, atau di retail/pengecer. Kalau penelusuran itu belum selesai lalu negara mematok HET. Bagaimana nasib toko kelontong, warung-warung di kampung-kampung. Mereka kulaknya saja sudah di atas Rp 15.000, bahkan Rp 23.000 lebih.

‘’Ini tentu merugikan pedagang kecil, para UKM kita, yang sebagiannya justru tergabung dalam E-Peken yang dibuat pemkot” ujar Yanto. Yanto berharap pemerintah kota bisa memperbaiki tata niaga sembako, agar perekonomian berjalan lancer dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Kalau ingin menegakkan tata niaga yang baik, pemkot harus mampu membimbing pedagang yang tergabung di E-Peken maupun yang belum. Dibimbing bagaimana agar tidak rugi. Kalau aturannya bisa refund, mengembalikan kelebihan bayar saat harga kulak terlalu tinggi, misalnya.

‘’Bagaimana itu caranya. Diberitahu. Atau diajari cara melakukan antisipasi kerugian. Kalau itu terjadi, rakyat kecil atau UKM terlindungi dengan adanya proses administrasi yang baik dalam proses jual beli,” papar Yanto.

Yanto, memberi contoh. Misalnya, tentang proses kulak. Mestinya kan ada faktur penjualan dari agen. Di situ akan muncul angka. Maka pengecer kulak ke agen sekian ribu. Ini mendidik. Dengan adanya faktur disamping ada kejelasan administrasi, dia juga akan kena pajak. PKP.

Dan begitu seterusnya berjenjang. ‘’Saat agen ke distributor. Lalu terus ke pabrik. Dengan ada faktur itu akan menjadi catatan jika ada kebijakan pemerintah seperti penerapan HET ini. Atau kebijakan lainnya. Sehingga tidak ada yang dirugikan. Dan tata niaga terperbaiki,” terang Yanto.

Bapak enam anak ini lalu meneruskan, jika setiap jenjang distribusi ada tata niaga yang baik seperti di atas, maka negara pun akan diuntungkan. Sebab ada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tergali. Masyarakat dan pedagang juga diuntungkan karena harga stabil dan tidak spekulatif.

“Maka di sini pemkot bisa mengusulkan kepada pemerintah agar ada pengaturan yang baik di setiap jenjang transaksi distribusi. Sampai ke pabrik sebagai produsen. Sebab HET berawal dari HPP (harga pokok produksi) yang ditentukan oleh pabrik. Misalnya negara mensubsidi pabrik maka seluruhnya akan mendapatkan keuntungan,” kata Yanto.

Sekali lagi Yanto menekankan pentingnya penegakan tata niaga. Kerumitan refund akan terjadi jika tidak ada faktur. Makai ia menyerukan kepada Dinas Koperasi dan Perdagangan agar tidak hanya menyampaikan soal refund tapi juga disampaikan tata caranya.

“Jika pedagang tidak dibantu dengan benar, akan terjadi policy loss, kebijakan yang tidak applicable di bawah. Entah karena malas, entah karena pedagang urusannya banyak. Sebab urusannya pedagang kecil itu kan harian. Sekarang untung berapa, besok makan apa. Jangan sampai itu terjadi,” ujarnya mengingatkan.

Terakhir, Yanto meminta pemkot tidak mengambil kebijakan yang sporadis, seperti langsung menerapkan HET tanpa melihat kenyataan di bawah, sehingga para pedagang yang kulak dengan harga Rp 26.000, misalnya, bisa rugi Rp 12.000.

Dia berharap pemerintah kota melalui Dinas Kominfo bisa memberikan edukasi tata niaga yang benar tentang sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat dan pedagang. Agar semua diuntungkan.

‘’Kita PKS membela kepentingan rakyat. Rakyat retail dibela, agen juga dibela, distributor juga dibela. Sehingga rantai hulu sampai hilir ada hadirnya negara dalam regulasi stabilitas harga bahan pokok, yang bermuara pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (ko)

DPRD Ajak Perusahaan Dukung Eco Tourism di Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Geliat pariwisata di Kabupaten mulai tampak. Baik wisata alam, religi maupun wisata yang diinisiasi oleh banyak desa. Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muh Abdul Qodir, mengajak beberapa perusahaan dan instansi untuk mendukung perkembangan eco tourism (Pariwisata berbasis lingkungan).

Hal ini disampaikan Qodir dalam momen refleksi Hari Pers Nasional/HPN yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Kabupaten Gresik di Kendari Sulawesi Tenggara, Selasa (9/2). Saat ini, kata dia, eco tourism menjadi salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Yakni ekonomi yang mengupayakan pertumbuhan, tapi tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Seperti yang sudah ada di Ujung Pangkah Kawasan Ekosistem Esensial/KEE yang sudah ditetapkan pemerintah. Namun juga punya fungsi wisatanya denga satwa  dan flora endemiknya, juga menjadi tujuan edukasi dan riset yang potensial untuk terus dikembangkan,” tutur Qodir.

Selain itu, lanjutnya di beberapa desa di  Gresik sudah banyak tumbuh wisata yang dikelola pemerintah dan masyarakat desa setempat. “Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan, dengan demikian manfaat ekonominya akan dirasakan masyarakat. Disisi lain ekosistem alaminya mau tak mau harus dirawat karena itu yang jadi magnet wisatanya,” kata politisi PKB itu.

Pria asli Gresik Selatan ini mengajak beberapa perusahaan dan instansi yang  hadir mengikuti kegiatan refleksi HPN  seperti SKK Migas, Petrokimia Gresik, PT Freeport Indonesia, Cargill, Pertamina untuk turut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi hijau, khususnya sektor eco tourism.

“Karena di Kabupaten Gresik juga punya potensi besar untuk itu, seperti Bawean yang belum banyak dapat sentuhan,” ajaknya. Sementara itu, Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan, menambahkan, salah satu peran pers adalah sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi dan pengembangan masyarakat.

“Tentu kami dengan senang hati mengangkat, mempromosikan wisata hijau di Gresik. Mengapa demikian, karena pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan penduduk sebenarnya tak boleh dipisahkan,” tutur wartawan asli putra Duduk Sampean Gresik ini. (dra)

Hari Pers, Polresta Banyuwangi Ajak Wartawan Vaksinasi 760 Warga 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Serangkaian Hari Pers Nasional/HPN ke-76, jajaran Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan istimewa, Rabu (9/2) pagi. Yaitu, vaksinasi ketiga atau booster sebanyak 760 warga.

Selain wartawan,vaksinasi menyasar warga umum dan santri. Vaksinasi kali ini bagian dari kegiatan Ngopi Bareng Bersama Media (Piramida), sekaligus memperingati HPN. “Ini bagian dari dukungan Kepolisian untuk berdiskusi dan berkegiatan bersama masyarakat, salah satunya insan media,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu.

Pihaknya berharap dengan vaksinasi bisa segera mewujudkan imunitas massal. “Ini bagian juga mengantisipasi penularan Covid dengan mempercepat capaian vaksinasi hingga 100 persen,” tegas Kapolresta.

Menurut dia, pers menjadi bagian dalam penanganan Covid. Caranya, memberikan informasi masyarakat untuk patuh protokol kesehatan. Dan, mengajak masyarakat mendukung vaksinasi. “Dengan Hari Pers ini harapannya pers akan semakin  bermartabat dan profesional,” tegasnya.

Ketua Persatuan Wartawan Banyuwangi (PWI) Banyuwangi Saifudin Mahmud, mengatakan vaksinasi ketiga ini bagian dari sinergitas bersama Polresta. Harapannya, bisa mendukung target vaksinasi Banyuwangi hingga 100 persen, terutama vaksinasi booster.

“Total 760 warga yang divaksin oleh Urkes Polresta. Masyarakat yang divaksin berasal dari berbagai kalangan,” tegasnya. (udi)

Tabrak Median Jalan Protokol, Pengendara Motor di Banyuwangi Tewas 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Kecelakaan tragis terjadi di jalan protokol kota Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (9/2) siang. Seorang pengendara motor tewas setelah menabrak median jalan. Korban yang bernama Septian (22), asal Kelurahan Pakis, Banyuwangi ini tewas di lokasi kejadian.

Kepalanya terluka akibat membentur beton median jalan. Helm yang dipakai terlempar. Motornya rusak. Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Kronologisnya, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat melaju kencang dari arah selatan.

Di depannya melaju sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai Reza (20), asal Sulawesi Utara. Tiba di TKP, korban dengan kecepatan tinggi berusaha menyalip motor di depannya. Nahas, stir korban menyenggol stir motor Vixion.

Kontan saja, motor korban oleng, lalu menghantam beton median jalan. Tubuh korbam terpental, membentur aspal. ‘’Korban meninggal di lokasi, motornya rusak parah,” kata Atim, salah satu warga di lokasi.

Sementara itu, pengendara Vixion terpelanting ke kiri. Hanya luka lecet ringan. Warga di lokasi langsung berhamburan melihat insiden ini. Sejurus kemudian,tubuh korban tewas dievakuasi ke RSUD Blambangan.

“Hasil olah TKP, pengendara motor Beat menyenggol Vixion, akhirnya oleng dan membentur median jalan,” kata Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Banyuwangi AKP Budi Hermawan. Hasil pemeriksaan, korban yang meninggal tidak memiliki sim C saat berkendara. Akibat insiden ini kerugian ditaksir mencapai Rp 1 juta. (udi)

Ini Rencana KBI Setelah Jadi Bagian Holding Danareksa

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI secara resmi menjadi bagian dari Holding PT Danareksa (Persero). Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 7 tahun 2022, tentang Penambahan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danareksa.

 Direktur Utama/Dirut PT Danareksa, Arisudono Soerono, mengatakan, pembentukan Holding Danareksa bertujuan mengembangkan usaha anak perusahaan melalui value creation dengan transformasi model bisnis, sinergi, serta peningkatan kualitas SDM.

Kedepan, Sebagai induk usaha Danareksa akan berperan sebagai coach bagi KBI, selain itu, Danareksa akan membuka akses ke pendanaan baik di pasar maupun kepada calon investor baru.

KBI memiliki potensi besar untuk berkembang, dan untuk itu kami akan terus mendorong KBI untuk melakukan berbagai inisiasi dan inovasi bisnis, baik itu di sektor perdagangan berjangka komoditi, pasar fisik komoditas maupun dalam ekosistem Sistem Resi Gudang.

‘’Harapan kami, kedepan KBI akan menjadi engine of growth bagi Danareksa sebagai induk usaha,’’ ujarnya. Dirut KBI, mengatakan, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam membentuk Holding Danareksa ini. Kedepan, adanya perubahan kepemilikian saham ini tentunya akan menjadi era baru bagi KBI.

Dalam hal kegiatan operasional, KBI akan tetap menjalankan kegiatan usaha dalam melayani para pemangku kepentingan seperti biasa. Sebagai Lembaga Kliring, kami tetap menjalankan peran ini sesuai dengan regulasi pemerintah yang ada. Selain itu, KBI juga tetap menjalankan penugasan pemerintah sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang.

Dengan menjadi bagian dari Holding Danareksa, kedepan komposisi 250.000 saham KBI akan terbagi berupa saham Seri B sebanyak 249.999 lembar saham yang dimiliki Danareksa, serta 1 lembar saham seri A atau Saham Dwi Warna yang tetap dimiliki Pemerintah Indonesia. Komposisi kepemilikan saham ini menunjukkan  kontrol pemerintah tetap ada pada  KBI, baik melalui Danareksa maupun kontrol langsung atas hak Pemerintah melalui saham Dwi Warna.

Ia menambahkan, kedepan tentunya KBI akan melakukan kolaborasi bisnis sesama anggota holding, yang berbasis kepada kompetensin masing-masing. Harapan kami hal ini bisa menjadi satu katalisator positif untuk sesama anggota holding bisa saling mendukung dan tumbuh bersama.

Pihaknya, kata dia, tahu masing-masing anggota holding memiliki kapasitas dan keunggulan dalam bisnis masing-masing, yang berbeda-beda. ‘’Justru ini yang akan menjadi kekuatan holding ini, dimana kami bisa berkolaborasi dari berbagai anggota holding dengan latar belakang bisnis serta pemangku kepentingan yang berbeda-beda,” ujarnya.

Sejalan dengan berbagai inisiasi dan inovasi yang kami jalankan, kedepan dengan menjadi bagian dari Holding Danareksa tentunya kami mentargetkan bahwa kinerja KBI akan terus tumbuh.

Industri perdagangan berjangka mauppun resi gudang di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Untuk tahun 2022 ini, berbagai inisiasi bisnis sudah mulai berjalan, dan ada beberapa yang tengah dalam persiapan.

‘’Inisisasi tersebut meliputi peran KBI sebagai Lembaga Kliring di Pasar Fisik Emas Digital, Lembaga Kliring di Perdagangan Aset Kripto, serta persiapan KBI sebagai Lembaga Kliring Perdagangan Karbon. Selain itu, KBI juga tengah mempersiapkan untuk berperan sebagai Central Counterparty Clearing House,” kata Fajar Wibhiyadi.

Sebelum menjadi bagian dari Holding Danareksa, KBI telah berhasil mencatatkan kinerja korporasi dalam posisi positif. Dalam 4 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2017 – 2020, KBI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba / Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 46,82 persen.

Sedangkan 2021, sampai dengan kuartal III KBI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 70,9 miliar, atau tumbuh 55,49 persen dari perolehan dalam periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp 45,6 miliar.

Setelah menjadi bagian dari Holding Danareksa, sebagai bagian korporasi yang di-scale up, kinerja KBI diharapkan akan lebih meningkat dan terus tumbuh. (bw)

Lepas dari Pasar, Seekor Sapi Masuk Toko Roti di Banyuwangi 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)  -Pengguna Jalan Raya Rogojampi, Banyuwangi, geger, Rabu (9/2) pagi. Seekor sapi kebingungan di pinggir jalan, mengganggu lalu lintas. Sapi betina berukuran besar ini juga nyelonong ke toko roti.

Ternak ini berhasil dijinakkan setelah pemiliknya mengikatnya dengan tali, persis di halaman toko roti. Usut punya usut, sapi jenis simental ini ternyata lepas dari pasar. Kebetulan, pagi ini pasar hewan Rogojampi sedang buka.

Ternak ini lepas ketika hendak di pasarkan. “Katanya lepas dari pasar, akhirnya keliling jalan raya,” kata Nico, salah satu warga di lokasi. Keluar dari pasar, sapi ini berlari ke arah SPBU. Karena panik, kemudian bergerak ke selatan, melintasi jalur protokol.

Tak ayal, pengguna jalan dibuat panik. Padatnya jalan raya membuat sapi ini makin panik. Berputar-putar di jalan. Polisi terpaksa menutup jalan raya dari dua sisi, menghindari amukan sapi. Aksi sapi ini berakhir di halaman toko roti.

Saat itulah, pemiliknya tiba. Sapi bisa dijinakkan dengan cepat. Kemudian digiring lagi ke pasar. Aksi nyentrik sapi ini sempat menjadi tontonan warga. (udi)