Tingkatkan Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Tobelo Gandeng Polres Morotai

0

Tingkatkan Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Tobelo Gandeng Polres Pulau Morotai

Morotai, (pawartajatim.com) – Dalam rangka memperkuat pengawasan terkait keberadaan dan aktivitas orang asing di Kabupaten Pulau Morotai, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas II Tobelo, Agung Pramono mengunjungi Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pulau Morotai, AKBP Agung Reza Pratidina, pada Kamis (10/2).

Dalam silaturahmi yang berjalan penuh keakraban tersebut membahas tugas masing-masing dengan tujuan untuk berkolaborasi. Agung mengatakan, kunjungan kali ini dalam rangka menjalin sinergitas dan silaturahmi. Sebab, sinergitas adalah salah satu kunci keharmonisan dalam bekerja.

“Kunjungan koordinasi dengan Pak Kapolres Pulau Morotai sebagai upaya untuk mewujudkan kerja sama yang baik dalam pelayanan dan pengawasan keimigrasian,” ujar Agung. Ia menjelaskan pentingnya pertukaran informasi terkait keberadaan dan kegiatan orang asing melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora).

“Pertukaran informasi melalui Tim Pora merupakan langkah awal untuk mencegah adanya pelangaran-pelangaran yang mungkin dilakukan oleh orang asing di Kabupaten Pulau Morotai,” jelas Agung.

Menurut Agung, Sebab, dengan keberadaan Tim Pora di sekitar, masyarakat dapat lebih dekat mendeteksi dan mengawasi keberadaan orang asing. “Khususnya orang asing tanpa dilengkapi surat izin,” ungkapnya. Senada dengan hal itu, Kapolres Pulau Morotai menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan Kakanim Tobelo tersebut.

Kapolres berharap dengan silaturahmi ini semakin meningkatkan sinergitas di kedua instansi demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pulau Morotai, khususnya terkait keberadaan dan kegiatan orang asing.

“Semoga dengan kunjungan ini, silaturahmi akan terus terjaga. Harapan kami ke depan, sinergitas akan berjalan dengan baik. Kami membuka pintu lebar-lebar untuk selalu berkomunikasi,” ujar mantan Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Malut itu.

Menurut Kapolres, hal ini akan semakin memantapkan kerjasama untuk saling mendukung bidang tugas yang ada, utamanya dalam menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif di Kabupaten Pulau Morotai.

“Polres Pulau Morotai siap mendukung tugas-tugas Imigrasi Tobelo apabila sewaktu-waktu diperlukan,” tegas Kapolres Pulau Morotai, AKBP Agung Reza Pratidina. (bw)

Wali Kota Eri Cahyadi Sebut Kesembuhan Kasus Covid-19 di Surabaya Capai 93,5 Persen

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya untuk mengantisipasi dan menangani penyebaran virus Covid-19 di Kota Pahlawan. Bahkan, Pemkot Surabaya telah berhasil memberikan penanganan yang tepat dan sesuai untuk pasien yang terpapar Covid-19, serta pasien yang terpapar varian Omicron.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku bahwa tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Kota Surabaya mencapai 93,50 persen. Hasil ini merupakan total angka dari kesembuhan kasus konfirmasi Covid-19 secara kumulatif, hingga Kamis (10/2).

“Sedangkan angka kesembuhan kasus Omicron sampai dengan Kamis (10/2) adalah sebesar 86,05 persen,” ungkap Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (11/2). Wali Kota Eri Cahyadi, menerangkan, pasien yang terpapar Covid-19 membutuhkan perawatan yang bervariasi, yakni sesuai dengan kondisi pasien, serta komorbid yang diderita oleh pasien.

Hanya saja, rata-rata kesembuhan kasus konfirmasi dengan gejala asymptomatik, serta gejala ringan membutuhkan waktu selama  3-7 hari. “Tetapi tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 10-14 hari, yang merupakan masa isolasi optimal meskipun hasil swab sudah negatif. Bahkan ada yang lebih cepat, yakni sesuai dengan daya tahan tubuh masing-masing pasien,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan/Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan mengenai langkah-langkah yang dilakukan untuk merawat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan varian Omicron.

Salah satunya adalah menyediakan tempat isolasi terpusat (Isoter) dan hotel berbayar. “Kami juga memfasilitasi pemberian pengobatan sesuai gejala secara gratis, konsultasi dengan klinisi dan perawatan sampai sembuh,” jelas dia.

Nanik mengaku, bahwa pihaknya telah melakukan penambahan personil petugas kesehatan, fasilitas dan perlengkapan tempat Isoter. Serta, menyediakan tempat perawatan bagi pasien terkonfirmasi Covid-19, baik OTG (Orang Tanpa Gejala) atau pasien yang bergejala ringan.

“Tentunya dengan melengkapi segala fasilitas yang dibutuhkan oleh pasien, agar pasien merasa senang dan nyaman. Sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan pasien cepat sembuh,” ungkap dia.

Tak hanya itu saja, pihaknya juga ikut memberikan dukungan, yakni berupa permakanan sesuai dengan wilayah. Hingga memfasilitasi pemeriksaan RT PCR untuk semua pasien terkonfirmasi, beserta kontak eratnya.

“Bagi yang bergejala sedang atau berat, pasien akan dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19,” kata dia. Sedangkan untuk tingkat kesembuhan yang paling tinggi, rata-rata adalah pasien yang telah dirawat di Hotel Asrama Haji (HAH). Sebab, banyak pasien OTG dan gejala ringan yang dirawat di HAH.

“Meski demikian, kita tidak boleh lengah dengan virus ini. Hingga saat ini pemerintah juga terus menggalakan vaksinasi dan diharapkan masyarakat juga tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data laman website lawancovid-19.surabaya.go.id per Jumat (11/2), total kasus pasien aktif mencapai 2.569 jiwa dengan penambahan kasus aktif pada hari ini mencapai 1.386 jiwa, dan  total kesembuhan mencapai 1.196 jiwa. (ko)

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Lansia dan Masyarakat Berkomorbid Kurangi Mobilitas

0

Lumajang, (pawartajatim.com) – Masyarakat usia lanjut (lansia) dan pasien komorbid untuk mengurangi mobilitas dan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Menurut Gubernur Jawa Timur/Jatim Khofifah Indar Parawansa, hal tersebut penting mengingat saat ini sedang terjadi kenaikan kasus positif. Di mana, berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim per tanggal 10 Februari 2022, kasus aktif Covid-19 Jatim mencapai angka 11.607 dengan penambahan 4.054 orang.

“Saat ini pasien Covid-19 di Jatim memang mengalami kenaikan. Meskipun kenaikan itu cenderung didominasi oleh pasien-pasien tanpa gejala atau gejala ringan, tapi rata-rata mereka yang dirawat dengan gejala sedang dan berat adalah lansia dan pasien komorbid,” ujar Khofifah disela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Lumajang, Jumat (11/2).

Khofifah menyebutkan, bahwa komorbid utama yang biasanya terjadi pada pasien-pasien tersebut adalah diabetes, hipertensi dan gagal jantung. “Memang masih ada komorbid lain seperti asthma, penyakit ginjal, TBC, obesitas, ataupun stroke. Tapi penyakit-penyakit ini jumlahnya jauh lebih kecil dibanding dengan diabetes, hipertensi dan gagal jantung. Maka, jangan anggap remeh komorbid ini,” terangnya.

Khofifah menjelaskan, vaksinasi bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan untuk orang-orang dengan penyakit tertentu. Ia kemudian menyarankan, agar mereka yang masih khawatir untuk berkonsultasi dengan dokter terdekat.

“Saya ingin meminta agar para lansia dan orang dengan komorbid yang sudah bisa divaksin, untuk segera  vaksin . Apabila masih ragu-ragu, bisa konsultasi ke dokter terdekat untuk mengonfirmasi apakah sudah boleh divaksin atau belum,” tuturnya.

Sebagai informasi, sasaran vaksinasi di Jatim berjumlah 31.826.206 orang. Saat ini, vaksinasi dosis pertama telah mencapai 88,67 persen, dosis kedua telah mencapai 66,68 persen, sedangkan dosis ketiga baru mencapai 3,30 persen.

Selain vaksinasi yang difokuskan untuk lansia dan komorbid, mantan Menteri Sosial RI tersebut menegaskan bahwa Pemprov bersama Pemkab/pemko di Jatim juga menyiapkan isolasi terpusat (isoter) untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan.

“Reaktivasi isoter-isoter di Jatim ini merupakan ikhtiar kami dalam kesiap-siagaan menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19 varian apa saja. Jadi masyarakat tanpa gejala atau gejala ringan bisa berobat ke sini. Biarkan rumah sakit-rumah sakit fokus pada penanganan gejala sedang ke berat,” jelasnya.

Keterisian tempat tidur (BOR) di Jatim sendiri cenderung masih rendah. Di mana, berdasarkan data Dinas Kesehatan Prov. Jatim, per 10 Februari 2022, keterisian BOR ICU mencapai 14 persen, BOR Isolasi RS mencapai 17 persen, BOR RS Darurat 0,9 persen, dan BOR Isoter 17 persen.

Diakhir, Khofifah mengatakan bahwa perkuatan PPKM Mikro juga menjadi bagian dari antisipasi menghadapi lonjakan kasus. Yang mana, filterasi warga telah dilakukan dari lini terbawah. “Dilonjakan kasus sebelumnya, PPKM Mikro ini sudah terbukti meminimalisir penyebaran kasus. Jadi sekarang, kami akan kuatkan lagi dengan melibatkan sebanyak mungkin relawan di semua kab/kota di Jatim. Semoga ikhtiar kita ini segera memperlihatkan hasil yang baik,” harapnya. (bw)

Gubernur Khofifah, Resmikan Pembangunan 50 Huntara Bagi Korban Semeru

0

Lumajang, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Jatim Khofifah Indar Parawansa, meresmikan pembangunan 50 Unit Hunian Sementara (Huntara) bagi penyintas Awan Panas Guguran (APG) Semeru di desa Sumber Mujur Kec. Candipuro Kab. Lumajang, Jumat (11/2).

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Gubernur Khofifah yang didampingi secara langsung oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Ketua Kwarda Pramuka Jatim H Arum Sabil.

Kegiatan pembangunan Huntara dengan target 50 Huntara dalam Bakti Pramuka Peduli Semeru diselenggarakan Kwarda Pramuka Jatim bersama Kwarcab Pramuka se- Jawa Timur. Pelaksanaannya terbagi setiap huntara dikerjakan oleh sepuluh  orang. Alhamdulillah per tanggal 10 Februari semua unit sudah selesei.

Terkait pembangunan Huntara ini, Khofifah memuji ke gotong royongan semua pihak yang bersama sama membantu meringankan beban masyarakat Lumajang akibat APG Gunung Semeru. “Ini adalah berita bahagia kita sudah meresmikan pembangunan Huntara sebanyak 50 unit yang dikerjakan Kwarda dan Kwarcab Pramuka se-Jatim. Saya sudah ketiga kalinya ke tempat ini dan percepatan pembangunannya luar biasa. Bahkan percepatan Huntap nya juga luar biasa. Kebersamaan ini indah sekali,” ungkapnya.

Khofifah, menambahkan, rasa kepedulian dan kegotongroyongan ini harus tertanam dan dimiliki seluruh anggota Pramuka yang terkenal sigap dan tangguh dalam setiap kebencanaan di Jatim. Terlebih, kegotongroyongan yang membuahkan percepatan dalam pembangunan ini, tak lepas dari manajemen dan komunikasi yang terjalin sangat bagus. Kecepatan proses ini diharapkan bisa dijadikan referensi bagi penanganan kebencanaan di masa depan.

“Ini bisa dijadikan referensi dalam proses relokasi di daerah lain di Indonesia. Dengan sebuah kegotongroyongan yang luar biasa dan manajemen yang sangat bagus kita bisa melihat ada sangat banyak percepatan pembangunan yang bisa kita capai,” terangnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah, mendukung rencana Bupati Lumajang yang akan menyelesaikan Huntara dan Huntap sebelum bulan puasa Ramadhan. Sehingga diharapkan, masyarakat, saat puasa sudah mulai bisa berpindah.

Tak hanya bangunan Huntap dan Huntara, sarana pendukung juga terus dikebut pengerjaannya. Hal ini tak lain sebagai bentuk bakti dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Suasananya indah sekali. Saya rasa apa yang disiapkan oleh Pak Bupati ini bisa disebut Smart Village atau bahkan Smart City karena ada 2.000 hunian yang sudah terintegrasi dari sisi ekonomi, pendidikan sosial dan permukiman itu sendiri,” pujinya.

Diakhir, Gubernur Khofifah berpesan agar Pramuka Jawa Timur bisa terus menjaga bakti dan dedikasi untuk terus berkontribusi kepada  masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini penting karena Pramuka berada hampir di semua penjuru daerah di Jatim bahkan di Indonesia dan dunia.

“Tingkatkan dedikasi dan kerja yang tulus ikhlas dari seluruh jajaran Kwarda dan Kwarcab Pramuka di Jawa Timur,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jatim H. Arum Sabil, melaporkan, pembangunan Huntara bagi pengungsi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Sumbermujur terus dikebit bersamaan dengan pembangunan hunian tetap.

Total lahan yang disediakan untuk hunian seluas 81 hektar seluruhnya milik Perhutani dan dari jumlah luasan tersebut, rencananya akan didirikan 2.000 unit Huntara yang akan ditempati oleh 1.951 KK dari Desa Sumbermujur berukuran 10×14 meter dengan luas bangunan 6 x4.8 meter yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi serta fasilitas penunjang lainnya.

“Dalam hal ini, gerakan Pramuka Jatim bersinergi dengan pemerintah untuk ikut serta membantu masyarakat yang terdampak bencana. Gerakan ini sebagai wujud pengamalan satya dan darma Pramuka yaitu pengabdian Gerakan Pramuka kepada masyarakat,” ungkapnya.

“Seluruh kegiatan pembangunan Huntara ini sukses dan dapat terlaksana karena dukungan dari Pemprov Jatim Kwarda Jatim, Pemkab Lumajang dan banyak pihak untuk bersama sama bergotong royong membantu masyarakat di Lumajang,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, mengatakan, proses pembangunan Huntap dan Huntara secara keseluruhan pada tahap pertama sebanyak 208 Huntara dan 353 Huntap sudah terselesaikan.

Sejak Desember hingga Januari percepatan pembangunan baik huntap maupun huntara sangat terasa. “Tahapan selanjutnya adalah menyelesaikan seluruh desain fasilitas umum, fasilitas sosial dan edukasi yang sudah kita siapkan set plannya. Sudah ada empat fasilitas umum tuntas dibangun,” kata Thoriqul.

Kepada stakeholder, Non Goverment Organization (NGO), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta relawan, Thoriqul menyampaikan bahwa seluruh desain dan site plan sudah terselesaikan dan dilengkapi pula dengan SK Bupati.

“Kami sudah siapkan seluruh desain dan site plannya. Jika ada NGO dan LSM yang ingin memberikan donasi bisa segera memberikan informasi bentuk donasinya dan akan saya siapkan segera SK terkait penanganannya,” ujarnya

Lebih lanjut, Thoriqul menyebutkan bahwa aliran listrik bisa segera terpasang pada akhir Maret mendatang. Juga dicanangkan akan terpasang, air bersih pada April akan terselesaikan. “Insyaallah sebelum puasa masyarakat terdampak bisa tinggal di huntap dan huntara yang sudah disiapkan secara bertahap,” tuturnya. “Begitu terasa sekali Dasa Dharma Pramuka ‘Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia’ di lokasi Bumi Semeru Damai ini,” pungkasnya. (bw)

Atasi Penyimpangan, Pemkot Surabaya Sudah Verifikasi 50 Persen Penghuni Rusun

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Setelah mendapatkan perintah dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, untuk melakukan verifikasi ulang kepada seluruh penghuni rusun, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan/DPRKPP Kota Surabaya langsung bergerak melakukan verifikasi. Mulai awal Januari 2022 hingga saat ini, DPRKPP sudah melakukan pendataan sekitar 50 persen dari total 4.556 Kepala Keluarga/KK yang menghuni 20 rusun di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Irvan Wahyudradjad mengatakan, kegiatan verifikasi atau pendataan tersebut mulai dari pendataan kesesuaian antara data penghuni yang sedang berada di unit hunian rusun dengan izin atau perjanjian sewa yang telah diterbitkan. Termasuk pula ketetapan yang mengatur kriteria penghuni yang diizinkan atau diperbolehkan menghuni rusun, yaitu warga Surabaya yang masuk dalam Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Jadi, di Surabaya itu ada 20 rusun dengan total 103 blok dengan 4.890 unit. Hingga saat ini, verifikasi sudah mencapai 50 persen dari total 4.556 KK yang menghuni 20 rusun di Surabaya atau sekitar 2.278 KK. Kalau dihitung perjiwa, sudah sekitar 11.308 jiwa yang sudah diverifikasi. Kami targetkan verifikasi ini tuntas di akhir bulan ini,” tegas Irvan, Jumat (11/2).

Berdasarkan hasil verifikasi sementara, ada beberapa penyimpangan peruntukan rusun tersebut, karena sesuai Peraturan Daerah (Perda), rusun itu diperuntukkan bagi MBR. Faktanya di lapangan, DPRKPP menemukan ada penghuni yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ada penghuni yang sudah membawa mobil yang tentunya sudah tidak masuk dalam MBR, dan ada pula dugaan oknum yang memperjual-belikan rusun tersebut.

“Nah, kalau tidak sesuai dengan peruntukannya ini, maka kita akan sosialisasi bahwa peruntukan rusun itu untuk MBR, sehingga bagi mereka yang merasa bukan MBR, harus dengan legawa meninggalkan rusun itu, supaya rusun itu dihuni oleh orang yang tepat, yakni MBR. Apalagi, saat ini antrean permohonan rusun itu sudah tembus 11.000-an, sehingga ini harus diatur ulang,” kata dia.

Karena itu, untuk mengurangi jumlah antrean itu, DPRKPP juga menyiapkan sejumlah langkah alternatif. Selain melakukan verifikasi ulang, DPRKPP juga menyusun kajian kelayakan pembanguan rumah susun di atas 5 lantai, dan menyusun kajian rencana pembangunan rumah susun di wilayah Kota Surabaya.

Bahkan, saat ini DPRKPP juga sedang mempersiapkan rencana untuk mengkaji kemungkinan pengelolaan rumah susun dengan menggunakan skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Kami juga merencanakan penambahan ruang komersial pada bangunan rusun untuk menunjang biaya operasional pemeliharaan rusun, karena biaya operasionalnya cukup besar hingga mencapai Rp 15 miliar se-tahun,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pelayanan rusun, DPRKPP ke depan akan menggunakan aplikasi e-Rusun dan metode pembayaran sewa rusun itu menggunakan elektronik. Aplikasi e-Rusun yang saat ini dalam proses penyempurnaan itu akan memiliki berbagai fitur-fitur penunjang kegiatan pelayanan dan pengelolaan rusun, mulai dari pengajuan permohonan sewa, proses permohonan sewa rusun, hingga updating data penghuni rusun yang terintegrasi dengan data MBR dari Dinas Sosial Kota Surabaya.

“Dengan adanya rencana pengembangan dalam pelayanan dan pengelolaan rusun tersebut, diharapkan berbagai kendala dalam penyediaan hunian di Kota Surabaya dan pelayanan rusun dapat diatasi,” pungkasnya. (ko)

Misterius, Mobil Avanza Ditinggalkan Nangkring di Atas Parit

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Warga Dusun Kaligoro, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono, Banyuwangi, gempar, Jumat (11/2/2022) pagi. Sebuah mobil misterius ditemukan parkir di atas parit sawah. Bemper bawah mobil berwarna putih ini rusak. Mirip bekas tabrakan. Kaca depannya juga retak, nyaris pecah total.

Mobil jenis Toyota Avanza itu ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB. Sejumlah petani yang akan ke sawah dibuat kaget. Sebuah mobil nangkring di saluran air. Sebagian badan mobil menghalangi jalan ke persawahan. Ketika diperiksa, kondisi mobil kosong. Tak ada satu pun penumpang.

Informasi di lapangan, malam hari, warga sempat mendengar bunyi kejar-kejaran mobil. Diduga, mobil yang ditinggalkan ini sempat terlibat kejar-kejaran. Lokasi penemuan mobil ini cukup jauh dari jalan raya. Jalan ke lokasi melalui jalur setapak, hanya cukup satu mobil.

Temuan ini langsung dilaporkan ke Polsek Srono. Polisi yang mendapat laporan tiba di lokasi beberapa menit kemudian. Karena janggal, polisi mengamankan mobil tersebut ke Polsek. “Mobil sudah diamankan. Sampai detik ini belum tahu siapa pemiliknya. Lalu, bagaimana ceritanya bisa ditinggal di selokan sawah,” kata Kapolsek Srono AKP Junaidi.

Polisi masih terus menyelidiki peristiwa ini. Terutama penyebab nyelonongnya mobil ke selokan persawahan. “ Indentitas mobil sudah kita kantongi. Hanya saja, apakah pemiliknya sesuai STNK atau sudah berpindah tangan,” tegas Kapolsek. (udi)

Ayooo…., Melihat Pameran Tenun Batak

0

Jakarta, (pawartajatim.com) –  Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, mengapresiasi upaya masyarakat untuk melestarikan mahakarya kain tenun Batak. Kain tenun merupakan karya kreatif yang harus diwariskan kepada generasi muda sehingga terjadi kesinambungan antargenerasi.

Penegasan itu dikemukakan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, menanggapi pelaksanaan “Pameran Tenun Batak, Ekosistem Budaya & Masyarakat,” yang diadakan di JCC Hall A. Pameran berlangsung sejak 9-13 Februari 2022. Pameran ini diselenggarakan Rumah Komunitas Jabu Bonang dan PT Toba Tenun Sejahtera.

“Saya mengapresiasi Pameran Kain Tenun Batak dan semua upaya untuk melestarikan mahakarya kain tenun di berbagai daerah,” kata Mendag Lutfi, di Jakarta, Jumat (11/2). Ia menjelaskan, kain tenun ini merupakan warisanleluhur yang sangat istimewa dan diwariskan secara turun-temurun di seluruh Tanah Air.

“Produksi kain tenun ini dapat menggerakkan ekonomi di daerah. Saya berharap generasi muda tidak meninggalkan kain tenunini agar tercipta regenerasi,“ ujar Mendag Lutfi. Sementara itu,  founder dan CEO PT Toba Tenun SejahtraKerri Na Basaria, seperti dalam siaran persnya berharap pameran ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda pada kain tenun.

Toba Tenun sebagai organisasi dan komunitas budaya fokus pada program revitalisasi dan pengembangan tekstil. “Alasan utama kami dalam melakukan pemberdayaan masyarakat tidak hanya sebatas peningkatan kompetensi dan edukasi tetapi juga menciptakan regenerasi,” ujar Kerri Na Basaria.

Dikatakan Kerri, secara tradisi, di banyak daerah di Indonesia, kegiatan menenun merupakan profesi kerajinan tangan yang dilakukan oleh perempuan dan kemudian diteruskan dari generasi ke generasi. Secara sosial ekonomi, tenun merupaan bentuk kontribusi perempuan terhadap kesejahteraan keluarga, dan lebih luas lagi, ekonomi daerah. “Bagaimana potensi yang sangat besar ini memiliki ekosistem kuat dan meningkatkan nilai tambah tenun sebagai kerajinan bernilai tinggi,” tambahnya.

Toba Tenun mendirikan rumah komunitas Jabu Bonang sebagai salah satu bentuk usaha dalam pengembangan komunitas artisan dan/atau stakeholders kain tenun di Sumatera Utara. Komunitas ini akan terus mengembangkan Tenun Batak tidak sebatas dari revitalisasi. Namun, juga inovasi dalam mengolah kain tenun dengan motif kontemporer.

“Kain tenun Batak kontemporer merupakan hasil riset dari berbagai macam elemen seni dan budaya Batak untuk menghasilkan kain yang bisa mengisi kebutuhan orang masa kini selain kebutuhan adat. Kami tetap mempertahankan intisari dari seni budaya yang diadaptasi, tanpa mengusik kain dengan motif dan kegunaan yang bernilai sakral,” katanya.

Pameran ini  menampilkan koleksi tenun (tekstil dan produk mode) karya inovasi perajin dari kelompok binaan Jabu Bonang. Terdapat tiga ruangan yang masing-masingnya menceritakan perjalanan Toba Tenun.

Pertama, adalah ruang legacy yang memberikan penjelasan tentang filosofi dan pergerakan budaya dan gambaran bagaimana penggunaan tenun Batak dalam kehidupan masyarakat Batak.Pada ruangan ini juga menampilkan koleksi Ulos lawas Pinusaan.

Ruangan kedua adalah innovation yang bercerita tentang komitmen Toba Tenun dalam merevitalisasi tenun Batak secara bertanggung jawab (sustainable), pengembangan motif-motif kontemporer turunan dari motif tenun Batak, hingga informasi terkait ekosistem Tenun di Sumatera Utara.

Ruangan ketiga bernama community  yang menampilkan kekuatan ekosistem tenun berbasis komunitas dan kelompok kerja. Toba Tenun memiliki rumah komunitas partonun Jabu Bonang serta kampanye tentang fair trade dan transparansi bisnis bagi perajin.

“Keunggulan nilai-nilai kearifan lokal serta kekuatan komunitas mampu menjadi model pembangunan yang berlandaskan kebudayaan. Kami juga menekankan bahwa ekosistem masyarakat lokal dapat menjadi penguatan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan ekologis,” imbuhnya. (bw)

Unik, Vaksinasi Siswa SD di Banyuwangi Hadirkan Super Hero

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)Vaksinasi siswa SD di Banyuwangi di gelar dengan cara unik, Jumat (11/2) pagi. Tim medis mendatangkan para super hero di film kartun. Seperti, Batman, Kapten Amerika hingga Spiderman. Para siswa yang sebelumnya takut dengan jarum suntik berubah gembira.  Alhasil, siswa tak jadi menangis ketika divaksin.

Para super hero ini didatangkan tim Urusan Kesehatan (Urkes) Polresta Banyuwangi. Tiba di sekolah, para super hero langsung beraksi. Mirip dalam adegan film. Mereka juga mendampingi siswa yang akan divaksin. Kontan saja, para siswa kompak senang.

Beberapa justru tertawa ketika divaksin. “Ini bagian dari mensukseskan vaksinasi anak. Kami datangkan super hero untuk menyenangkan anak-anak,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu disela memantau langsung vaksinasi anak di SDI Al Khairiyah.

Para super hero ini ternyata menjadi idola anak-anak. Usai vaksinasi, mereka terlihat gembira. Mendekati para super hero dengan kostum khasnya. Beberapa siswa meminta berfoto dengan para tokoh kartun tersebut.

Selain super hero, Polresta mendatangkan kostum kartun polisi. Menambah senang anak-anak ketika divaksin. Menurut Kaplresta, capaian vaksinasi anak di Banyuwangi sudah tembus 87 persen.

Targetnya, akhir Februari bisa tembus 100 persen. “ Kita terus percepat vaksinasi dengan berbagai inovasi. Salah satunya, mendatangkan super hero ini,” tegas Wakil Ketua Satgas Covid Banyuwangi ini.

Tidak hanya semangat divaksin, kehadiran para tokoh super hero membuat siswa mendapatkan hiburan baru. Sejumlah siswa berebut untuk meminta foto dengan sosok super hero. “ Semuanya senang, bisa foto dan dekat dengan sosok super hero,” kata Akhifah, salah satu siswa. (udi)

Plt Kadivpas Jatim : Manajemen Risiko dan Transparansi Tangkal Pungli di Lapas/ Rutan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Plt Kadiv Pemasyarakatan/Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jatim Gun Gun Gunawan terus berupaya memastikan jajarannya bersih dari pungli. Salah satu caranya dengan memperkuat aspek manajemen risiko dan tranparan dalam pemberian pelayanan.

Hal itu disampaikan Gun Gun dalam siaran persnya pagi ini (10/2). Gun Gun menegaskan bahwa pihaknya selalu berkomitmen untuk menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas. “Kami selalu berikan penguatan agar Kalapas, Karutan maupun jajaran pemasyarakatan Jatim agar selalu menjungjung tinggi integritas,” ujar Gun Gun.

Contoh terbaru adalah dengan mendeklarasikan komitmen pelaksanaan janji kinerja dan pembangunan zona integritas bulan lalu. Seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan melakukan deklarasi disaksikan perwakilan Ombudsman, Aparat Penegak Hukum (APH) lain dan perwakilan tokoh masyarakat.

“Kami tekankan bahwa apa yang diucapkan, harus dijalankan dengan komitmen yang tegas,” urainya. Selain itu, dia meminta jajarannya untuk melakukan mitigasi dan manajemen risiko secara berkala.

Pasalnya, lapas maupun rutan adalah satker yang dinamis. Risiko dalam aspek keamanan dan ketertiban selalu berubah setiap waktu. Karena, lanjut Gun Gun, penghuninya sangat dinamis, setiap hari ada penghuni baru dan ada juga yang bebas.

“Sehingga mitigasi risiko aspek keamanan dan ketertiban harus dilakukan setiap hari,” terang Gun Gun. Selanjutnya, Gun Gun menyoroti transparansi yang getol dilakukan jajarannya. Terutama terkait alur dan kepastian layanan.

Dia memastikan bahwa seluruh alur layanan telah dipublikasikan baik di tembok-tembok lapas. Juga secara digital di website maupun media sosial. “Kalau untuk transparansi semua sudah kami sampaikan terkait alur dan lain-lain, bahkan sekarang warga binaan bisa mengakses secara mandiri kapan dia mendapatkan hak remisi sampai kapan dia bebas,” tegas pria lulusan Akademi Pemasyarakatan Angkatan ke-29 itu.

Tidak hanya sampai di situ, Gun Gun meminta masyarakat aktif memberikan masukan kepada jajarannya apabila menemukan dugaan penyimpangan. Seluruh kanal pengaduan telah dibuka. Seluruh pengaduan, terang Gun Gun, akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bahkan, dia tidak segan mengusulkan sanksi berat bagi jajarannya yang memang terbukti melakukan penyimpangan. “Kami mengajak dan berterima kasih atas partisipasi aktif dari masyarakat, sehingga pengaduan yang ada bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja kami selanjutnya,” tutupnya. (bw)

Lapas Pamekasan Ajari Eks Pecandu Narkotika Produksi Paving Blok

0

Pamekasan, (pawartajatim.com) – Lembaga Pemasyarakata/Lapas Kelas IIA Pamekasan Kanwil Kemenkumham Jatim punya cara sendiri untuk memberdayakan warga binaan yang terjerat kasus narkotika. Sebanyak 170 warga binaan lulusan program rehabilitasi narkotika secara medis dan sosial diajari untuk hidup mandiri. Caranya dengan diberikan keterampilan membuat paving blok.

Kegiatan produktif tersebut mendapatkan apresiasi dari Plt Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Wisnu Nugroho Dewanto. Dia menyebutkan harus ada tindaklanjut hasil rehabilitasi. Para warga binaan, lanjut Wisnu, harus disibukkan dengan kegiatan yang produktif.

“Alhamdulillah, dalam sehari Lapas Pamekasan bisa produksi 3.000 buah paving blok,” kata Wisnu, Kamis (10/2). Dengan capaian ini, bisa dijadikan alat ukur bahwa program rehabilitasi bagi warga binaan dengan status pengguna/ pecandu narkotika telah sukses. Karena tidak hanya menghasilkan output saja, tetapi outcome-nya juga jelas.

“Negara juga akan mendapatkan keuntungan dari PNBP, karena hasil paving akan dijual ke pemasok paving,” kata Wisnu. Agar tercipta kesamaan persepsi, lanjut Wisnu, pihak Lapas Pamekasan telah melakukan penandatanganan MoU dengan CV Wahyu Agung Pamekasan Kamis (10/2).

Pihak CV juga punya kewajiban untuk memberikan premi kepada warga binaan yang mengikuti pelatihan. “Sehingga warga binaan tidak sekedar diberdayakan, tapi juga punya tabungan untuk dibuat modal usaha ketika bebas nanti melalui tabungan premi yang didapat,” urai Wisnu.

Sementara itu, Kalapas Pamekasan, Seno Utomo menyatakan bahwa tujuan dilakukan pelatihan ini adalah mempersiapkan para warga binaan usai menjalani masa tahanan dan kembali ke Masyarakat. Sehingga mereka memiliki keahlian, daya saing dan nilai tawar.

“Dengan adanya pelatihan kemandirian kegiatan kerja, diharapkan setelah keluar dari masa tahanannya mereka bisa mengembangkan usaha dan tidak berbuat yang melanggar hukum lagi,” tutur Seno. (bw)