Ratusan Personel Polres Gresik Terima Vaksinasi Booster

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Polres Gresik  menggelar vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster (penguat) kepada seluruh anggota. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas Polres setempat, Kamis (27/1).

Total ada 820 dosis vaksin booster jenis Moderna diberikan kepada personel Polres Gresik. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, saat memantau kegiatan mengungkapkan vaksin booster disuntikkan terhadap personel Polres Gresik beserta Polsek jajaran, meliputi para pejabat utama (PJU), para Kapolsek dan personel Polri maupun Aparatur Sipil Negara/ASN.

“Vaksinasi booster kita laksanakan kepada seluruh anggota. Tujuannya menjaga imunitas,”kata Kapolres Gresik. Selain itu, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 maupun varian baru yang muncul yaitu Omicron.

Ia menjelaskan, vaksin booster kali ini sekaligus untuk meningkatkan pelayanan prima kepolisian yang sehat kepada masyarakat. Alumnus Akpol 2002 ini menghimbau kepada seluruh personel Polres Gresik dan masyarakat meski sudah mendapatkan vaksin dosis kesatu, dosis kedua dan vaksin booster, diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan demi menjaga keselamatan bersama.

Hal ini agar terhindar dari Covid-19 termasuk varian baru omicron yang kini mulai marak. “Meskipun sudah divaksin agar tetap disiplin dan patuhi protokol kesehatan 5M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas,” ujarnya. (dra)

Dinkes Surabaya Gerak Cepat Tangani DBD di Menur Pumpungan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya gerak cepat menangani kasus DBD di wilayah RW 10 Kelurahan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Bahkan, Dinkes Surabaya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah Menur Pumpungan itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan epidemiologi terkait laporan 15 anak yang terserang DBD di wilayah RW 10 Menur Pumpungan itu. Hasilnya ditemukan adanya 4 kasus DBD, dan hanya 1 suspek dengan gejala demam tetapi hasil laboratorium dalam kondisi normal.

 “Satu pasien yang suspek ini langsung kami rujuk ke RSU Haji untuk mendapatkan pemantauan yang lebih intensif. Dia juga sudah dirawat secara intensif. Selain itu, tidak ditemukan kasus konfirmasi DBD lainnya,” tegas Nanik, Rabu (26/1).

Disamping itu, terkait adanya laporan anak yang meninggal akibat DBD di wilayah itu juga telah dilakukan penelusuran, dengan hasil adanya surat keterangan surat persangkaan penyebab kematian dari RS adalah gagal sirkulasi dan MODS. Menurut Nanik, hasil konfirmasi lanjutan terhadap kasus tersebut memang didapatkan pasien terkonfirmasi positif DBD berdasarkan hasil laboratorium pada tanggal 24 januari 2022.

“Sebelumnya di tanggal 22 Januari 2022 juga telah dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil normal. Namun, ternyata perubahan kondisi klinis pasien cepat berubah,” ujarnya. Karena itu, mengingat cepatnya perubahan kondisi klinis pasien Demam Berdarah Dengue, maka diharapkan masyarakat segera melakukan pemeriksaan laboratorium rutin terhadap kasus demam lebih dari 3 hari.

Tentunya dengan gejala yang mengarah ke infeksi dengue seperti nyeri kepala, mual, nyeri otot, nyeri di belakang bola mata dan adanya bercak kemerahan di kulit. “Nah, apabila sudah didiagnosa positif DBD, maka segera melaporkan ke puskesmas terdekat atau ke kelurahan atau kecamatan untuk segera dilakukan penyelidikan epidemiologi, yaitu kegiatan pencarian penderita demam serta pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD di rumah penderita dan rumah sekitarnya dalam radius 100 meter,” kata dia.

Setelah itu, penyelidikan epidemiologi juga akan dilanjutkan dengan penanggulangan fokus yang terdiri dari penguatan PSN. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan benar-benar tidak ada jentik nyamuk, lavarsidasi selektif untuk memberantas jentik penampungan air yang sulit dikuras, dan juga fogging fokus untuk memutus mata rantai penularan apabila ditemukan adanya jentik atau nyamuk penular di wilayah tersebut.

“Selanjutnya, upaya penting yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD adalah Gerakan 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik secara serentak dan terus menerus oleh seluruh masyarakat bersama stakeholder, mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan bersama dengan puskesmas dan kader kesehatan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, dapat pula dilakukan upaya pencegahan lainnya untuk mengurangi resiko tergigit nyamuk. Salah satunya dengan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa nyamuk, menggunakan kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan baju panjang, serta menghindari menumpuk barang-barang dan menggantung pakaian, karena itu akan menjadi tempat peristirahatan nyamuk.

Menurut Nanik, kondisi musim penghujan dengan curah hujan yang tidak menentu disertai cuaca panas, memang menimbulkan potensi peningkatan populasi nyamuk dan tingkat agresifitas nyamuk vektor atau pembawa virus dengue. Makanya, kasus DBD di Kota Surabaya juga mengalami peningkatan di awal Januari 2022.

“Berdasarkan data yang kami miliki, pada bulan Januari 2022 telah ada 31 kasus yang terkonfirmasi DBD dengan mayoritas menyerang anak usia 5-14 tahun,” katanya. Karena itu, seluruh warga Surabaya dihimbau untuk waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak ada jentik di lingkungannya masing-masing, baik di dalam maupun di luar rumah.

Ia juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan terus menguatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD. “Salah satunya dengan melakukan kerja bakti massal dan PSN serentak untuk memberantas tempat berkembangbiaknya nyamuk, menguatkan peran dan fungsi kader kesehatan untuk memantau lingkungan di masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Dinkes akan terus melakukan konsultasi dengan ahli/pakar terkait perkembangan kondisi Infeksi Dengue di Indonesia, melakukan pemeriksaan identifikasi spesies jentik di Kota Surabaya dari beberapa habitat pontensial lain, selain air bersih yang dicurigai berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya jentik aedes seperti genangan di selokan atau parit.

“Berbagai upaya ini penting supaya kita bisa melakukan pencegahan yang lebih optimal. Jadi, ayo kita bersama-sama mencegah DBD dengan memberantas jentik,” pungkasnya. (ko)

Pasien Omicron Surabaya Tinggal Satu Kasus

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meminta seluruh masyarakat di Kota Pahlawan untuk tidak panik dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam menghadapi varian Omicron. Bahkan, ia telah meminta seluruh rumah sakit yang berstatus menangani pasien Covid-19 untuk siap siaga.

“Masyarakat tidak boleh panik dan harus tetap mematuhi prokes. Kemudian rumah sakit, Hotel Asrama Haji (HAH), RSLT (Rumah Sakit Lapangan Tembak) maupun GBT kita standby kan semua, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang membutuhkan rawat inap,” kata Wali Kota Eri, Rabu (26/1).

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Wali Kota Eri mengaku tak ingin ada kecolongan dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Kota Surabaya. Maka, ia memastikan bahwa ketersediaan obat dan oksigen di rumah sakit dipastikan aman.

“Insya Allah tidak ada kelangkaan lagi. Obat-obatan, bahan medis habis pakai, alat medis habis pakai, dan oksigen telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19,” ungkap dia. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengungkapkan bahwa empat pasien Omicron yang sebelumnya terpapar akibat melakukan perjalanan ke luar kota, semuanya telah dinyatakan sembuh oleh tim medis.

“Empat itu sudah sembuh semuanya. Kemudian, terdapat tambahan pasien yang terkonfirmasi Omicron, yakni sebanyak 13 pasien,” ungkap Nanik sapaan lekatnya. Nanik menerangkan, bahwa 13 pasien yang terkonfirmasi varian Omicron tersebut, adalah orang-orang yang telah melakukan perjalanan luar kota dan terdeteksi oleh ITD (Institute of Tropical Disease) secara bergiliran. Beruntungnya, setelah mendapat perawatan di rumah sakit, 12 diantaranya telah dinyatakan sembuh.

“Kemudian, berdasarkan hasil swab ulang dari kasus tersebut, satu pasien masih dinyatakan positif. Jadi yang masih dalam perawatan ada satu pasien dan mudah-mudahan segera sembuh,” terang dia. Sebagai upaya untuk mencegah varian Omicron di Kota Surabaya, Nanik meminta kepada seluruh masyarakat untuk konsisten dalam menerapkan prokes dalam berkegiatan sehari-hari di lingkungan publik.

“Kami juga terus memperkuat upaya 3T (Testing, Tracing dan Treatment) secara agresif dan massif, kemudian memfasilitasi tempat isolasi terpusat bagi yang terkonfirmasi positif sampai sembuh,” kata dia,

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengetatan dan pengawasan terhadap keluar masuknya warga luar Kota Surabaya, serta memastikan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) telah melakukan karantina sesuai SOP melalui peran Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo di masing-masing wilayah.

“Masyarakat harus selalu patuh dalam menggunakan aplikasi Peduli Lindungi secara tertib agar bisa terlacak jika ada kasus konfirmasi ataupun kontak erat di tempat umum. Disamping itu juga, dapat mendeteksi kapasitas layanan publik telah overload atau belum,” jelas dia.

Nanik menambahkan, secara umum gejala yang ditunjukkan oleh pasien yang terpapar varian Omicron adalah gejala ringan. Sehingga, apabila mempunyai gejala batuk dan pilek, serta telah melakukan perjalanan dengan riwayat perjalanan luar kota yang berisiko, harap segera memeriksakan diri untuk dilakukan swab.

“Hal ini sebagai upaya pencegahan penularan dan penyebaran varian Omicron,” kata dia. Karena itu, Nanik memastikan bahwa tingkat kesembuhan dari paparan varian Omicron cukup cepat. Maka, ia meminta masyarakat agar tidak panik dan tetap melakukan aktivitas sehari-sehari seperti biasa dengan menerapkan prokes dengan ketat.

“Varian Omicron di Kota Surabaya rata-rata menunjukkan keluhan tanpa gejala sampai dengan gejala ringan, akan tetapi kita wajib tetap waspada terhadap penyebaran varian omicron dimanapun berada,” pungkasnya. (ko)

Stunting di Surabaya Turun Drastis dari 5.727 Jadi 1.657

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Di peringatan Hari Gizi Nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Gebyar Lomba Bersama Wujudkan ‘Surabaya Emas’ (Eliminasi Masalah Stunting) di halaman Taman Surya. Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji juga hadir untuk memberikan semangat kepada 308 peserta balita berisiko stunting di Kota Pahlawan.

Pada kegiatan ini, juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya Nanik Sukristina dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim Sjamsul Arief serta instruktur dari Surabaya Hotel School (SHS) Eko Maduretno.

Wali Kota Eri, menyampaikan kepada para orang tua yang hadir, bahwa Kota Surabaya akan menjadi kota yang hebat ketika generasi mudanya sehat dan terbebas dari stunting. Dengan adanya lomba Surabaya Emas, diharapkan bisa dijadikan sarana lompatan untuk ibu-ibu di Kota Pahlawan memperhatikan gizi anak balitanya.

“Saya tidak akan pernah membangun suatu yang monumental di Surabaya, tapi yang saya bangun adalah generasi mudanya. Ini sudah menjadi tugas saya dan Pak Armuji kedepannya,” kata Wali Kota Eri, di hadapan ibu-ibu balita yang hadir di halaman Taman Surya, Rabu (26/1).

Penanganan stunting di Kota Pahlawan, menjadi salah satu konsen Wali Kota Eri dan Wawali Armuji di tahun ini. Oleh sebab itu, ia menginstruksikan jajaran Dinkes Surabaya, camat, lurah, PKK serta kader kesehatan untuk gerak cepat menangani stunting.

Wali Kota Eri menyarankan, agar jajaran Dinkes Surabaya, camat, lurah, PKK dan kader kesehatan melakukan pengecekan secara rutin dan pendampingan ke rumah-rumah warga untuk mencegah stunting.

“Saya tugaskan kepada Kadinkes untuk mendata setiap anak yang lahir di Surabaya. Kapan pun itu harus tahu jumlahnya, begitu juga kepada para Kepala Puskesmas dan Kader Kesehatan untuk memantau warganya, tetangga atau saudaranya, kalau ada kekurangan tolong disampaikan segera. Insya allah tidak ada lagi yang namanya stunting,” tegas Wali Kota Eri.

Dalam momen itu, Wali Kota Eri dan Wawali Armuji sempat menyuapi bubur bayi kepada perwakilan lima balita berisiko stunting. Di antaranya adalah Muhammad Dafin, bayi usia 10 bulan asal Kelurahan Gubeng, Kecamatan Gubeng dan Dinendra Kelana, bayi usia enam bulan asal Kecamatan Rungkut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan, lomba ini diikuti anak balita berisiko stunting yang ada di 154 kelurahan se-Surabaya. Sedangkan yang hadir di halaman Taman Surya, total ada 308 anak balita berisiko stunting.

“Setiap kelurahan diwakilkan dua anak balita berisiko stunting. Ada beberapa yang diwakilkan karena berhalangan hadir,” jelas Nanik. Ia mengatakan, data pada Oktober 2021 lalu angka stunting di Kota Surabaya total ada 5.727 anak balita.

Kemudian tidak sampai akhir tahun 2021, jumlah stunting mampu diatasi hingga turun menjadi 1.785. “Dari data 1.785 di 31 Desember 2021 kemarin kita sudah turunkan menjadi 1.657, kemudian ada penurunan sekitar 128. Ini akan kita ikuti perkembangannya sampai 31 Januari,” kata Nanik.

Hingga saat ini, Nanik terus mengupayakan stunting di Kota Surabaya bisa nol kasus selama tiga bulan ke depan. Menurutnya, penanganan stunting itu lebih kompleks, oleh karena itu dia mengupayakan menurunkan angka stunting melalui cara pendekatan dan penyuluhan ke masyarakat bersama kader kesehatan.

“Karena untuk menurunkan ini (stunting) kan tidak bisa cepat, kita terus upayakan agar tercapai nol kasus,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim Sjamsul Arief mengapresiasi kegiatan ‘Surabaya Emas’ yang digagas oleh Pemkot Surabaya.

Menurut Sjamsul, lomba ini merupakan langkah awal pemkot untuk mengentaskan masalah stunting di Kota Surabaya. Ia menjelaskan, agar tidak ada lagi stunting di Surabaya, yang harus dilakukan oleh pemkot adalah melakukan pendataan secara akurat.

Mulai dari data kelahiran hingga anak yang berusia kurang dari enam bulan. “Karena masalah stunting itu timbul berawal dari anak berusia enam bulan. Setelah itu, diikuti perkembangannya seperti apa oleh setiap kader kesehatan dan PKK,” kata Sjamsul.

Pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang telah bekerja keras mengurangi angka stunting dengan lomba Surabaya Emas. Dia berharap, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, akan tetapi bisa digelar secara berkelanjutan.

“Sistemnya dan mekanismenya harus bagus, mulai dari Wali Kotanya, camat, lurah, kader dan PKK-nya itu harus bagus. Sehingga, stunting bisa segera diatasi dengan baik,” pungkasnya. (ko)

Dibantu Kejati Jatim, Aset Jalan Pemuda 17 Akhirnya Diserahkan Sukarela ke Pemkot

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah melalui proses panjang, akhirnya aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang ada di Jalan Pemuda 17 atau yang ada sisi timur Alun-alun Suroboyo diserahkan secara sukarela oleh PT Maspion kepada Pemkot Surabaya. PT Maspion bersedia menyerahkan secara sukarela setelah pemkot mendapatkan pendampingan hukum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Proses penyerahan aset dilakukan di kantor Kejati Jatim dengan disaksikan Kepala Kejati Jatim Muhammad Dofir, beserta seluruh jajarannya. Bahkan, pada saat itu Pemkot Surabaya menyerahkan piagam penghargaan kepada Kajati Jatim beserta jajarannya, Rabu (26/1).

Pada kesempatan itu, Kepala Kejati Jatim Muhammad Dofir mengatakan bahwa pada hari ini Kejati Jatim berhasil lagi menyelamatkan aset milik Pemkot Surabaya yang ada di Jalan Pemuda 17. Nilai aset itu diperkirakan sekitar Rp 200 miliar, karena memang tempatnya sangat representatif.

“Tadi sudah ada penyerahan secara sukarela dari dari Pak Alim Markus (Direktur Utama PT Maspion) kepada Pemkot Surabaya. Berarti kami sudah berhasil menyelamatkan aset baru dan penggunaannya sepenuhnya tergantung Pak Wali Kota,” tegas Kajati Jatim.

 Ia berharap aset yang representatif itu bisa segera dimanfaatkan. Sebab, kalau tidak segera dimanfaatkan yang rugi adalah masyarakat Surabaya. Apalagi, di sana sekarang tumbuh rumput-rumput yang sangat mengganggu pemandangan, sehingga dia mengaku sangat bersyukur pada hari ini sudah ada kesepakatan dan ada penyerahan kepada Pemkot Surabaya.

“Kami bersyukur dan sangat senang,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengaku sangat bersyukur pada hari ini aset pemuda nomor 17 sudah diserahkan dengan legowo oleh PT Maspion kepada Pemkot Surabaya.

Tentunya dengan bantuan Kajati Jatim beserta jajarannya. Sebelumnya, lanjut dia, aset Pemuda 17 itu Pemkot Surabaya menang di Pengadilan Negeri tapi kalah di PTUN, sehingga kalau ini diteruskan, sampai 15 tahun pun tidak akan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

“Tapi alhamdulillah dengan pendampingan dari Pak Kajati Jatim beserta jajarannya, dengan pendekatan yang luar biasa, akhirnya tanah aset itu diserahkan ke pemkot, sehingga nanti pemanfaatannya ke depan akan kita minta pendampingan kembali kepada Kejati Jatim, sehingga langkah kita jelas arahnya,” kata Wali Kota Eri.

 Menurut Eri, aset yang terletak di Jalan Pemuda No. 17 Surabaya itu luasnya sekitar 2.143 meter persegi dengan nilai sekitar Rp 200 miliar, karena kalau dilihat posisinya sekarang harganya permeter sekitar Rp 100 jutaan, sehingga kalau 2 ribu meter saja sudah sekitar Rp 200 miliar.

Aset itu telah tercatat dalam Daftar Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah Pemerintah Kota Surabaya dengan Nomor Register: 12345678-1994-20230-1. Ia juga menjelaskan bahwa tanah aset Pemkot Surabaya itu harus bermanfaat bagi kepentingan umat.

Bahkan, ketika dijadikan investasi, secara otomatis investasi itu harus bisa mempekerjakan orang Surabaya dan bisa menggerakkan UMKM serta bermanfaat untuk warga Surabaya. “Jadi, siapapun yang berinvestasi, harus seperti itu syaratnya,” tegasnya.

Wali Kota Eri, menyebutkan bahwa Alim Markus itu adalah orang yang selalu mengedepankan kepentingan UMKM Kota Surabaya dan mempekerjakan orang-orang Surabaya. Makanya, itulah yang harus dikolaborasikan dengan pendekatan yang disampaikan oleh Kajati Jatim.

“Dengan cara itu, diharapkan Pak Alim Markus bisa lebih legowo menyerahkan dengan memanfaatkan kembali ke depannya untuk masyarakat Kota Surabaya,” katanya. Direktur Utama PT Maspion Alim Markus, dalam kesempatan itu hanya meminta doa restunya, karena sudah dibicarakan dengan Kajati Jatim dan Wali Kota Surabaya. “Mohon doa restu,” pungkasnya. (ko)

Jawa Timur Penghasil Padi Terbesar di Indonesia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Berdasarkan Angka Sementara produksi padi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, Provinsi Jawa Timur/Jatim kembali menduduki peringat pertama penghasil padi terbesar di Indonesia dengan total 9.91 juta ton GKG. Pada 2020, Jatim juga menduduki peringat pertama penghasil padi terbesar di Indonesia dengan total 9.94 juta ton GKG dari luas panen sebesar 1.75 juta Ha.

Sesuai data tersebut, Jatim dapat  mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar di Indonesia, disusul provinsi lain di Indonesia yaitu Jawa Tengah dengan produksi sebesar 9,8 juta ton GKG, Jawa Barat dengan produksi sebesar 9,4 juta ton GKG, Sulawesi Selatan dengan produksi sebesar 5,2 juta ton GKG, Sumatera Selatan dengan produksi sebesar 2,5 juta ton GKG, Lampung dengan produksi sebesar 2,5 juta ton GKG, Sumatera Utara dengan produksi sebesar 2,1 juta ton GKG, Aceh dengan produksi sebesar 1,7 juta ton GKG, Banten dengan produksi sebesar 1,6 juta ton GKG, dan NTB dengan produksi sebesar 1,4 juta ton GKG.

Sepuluh daerah sebagai penyumbang terbesar dalam produksi padi di Jawa Timur  adalah Ngawi dengan produksi sebesar 818,62 ribu ton GKG, disusul Lamongan dengan produksi sebesar 804,82 ribu ton GKG, Bojonegoro dengan produksi sebesar 690,08 ribu ton GKG, Jember dengan produksi sebesar 620,34 ribu ton GKG, dan Banyuwangi dengan produksi sebesar 521,43 ribu ton GKG. Kemudian Tuban dengan produksi sebesar 488,66 ribu ton GKG, Madiun dengan produksi sebesar 464,93 ribu ton GKG, Nganjuk dengan produksi sebesar 437,62 ribu ton GKG, Ponorogo dengan produksi sebesar 416,10 ribu ton GKG, dan Gresik dengan produksi sebesar 375,06 ribu ton GKG.

Sebagai catatan, BPS juga menjelaskan bahwa angka produksi padi 2020 merupakan angka tetap. Sementara angka produksi padi 2021 merupakan angka sementara karena masih mengandung angka potensi luas panen (Oktober-Desember) dan menggunakan produktivitas tahun sebelumnya (September – Desember).

Angka luas panen 2021 terdiri dari angka realisasi luas panen Januari hingga September dan potensi  luas panen Oktober  hingga Desember. Angka  produktivitas yang digunakan untuk  penghitungan produksi padi bulan September  sampai  dengan Desember 2021  merupakan angka  produktivitas hasil Survei  Ubinan Subround III 2020.

Karena itu, angka luas panen  dan produksi padi/beras 2021 dapat  berubah setelah diperoleh angka realisasi luas panen hasil Survei KSA  periode Oktober  hingga Desember dan angka realisasi produktivitas hasil Survei Ubinan  Subround  III (September-Desember) 2021.

Untuk mempertahankan produksi padi ini dilakukan beberapa upaya diantaranya, ,engoptimalkan seluruh lahan pertanian di Jatim. Menjaga petani tetap berproduksi dengan cara diberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian seperti benih dan saprodi.

Melakukan pemantauan untuk antisipasi dampak perubahan iklim dan serangan OPT, memanfaatkan teknologi benih dan teknologi mekanisasi. (bw)

RG Beras Pertama Kalinya Dimanfaatkan di Karawang

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Pemanfaatan resi Gudang/RG untuk pertama kalinya di Karawang, Jawa Barat. Data dari PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI (Persero) yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang ini menyebutkan, sebanyak 20 ton beras telah diregistrasikan kedalam sistem resi gudang.

Registrasi RG beras perdana di daerah yang dikenal sebagai lumbung padi ini, dilakukan PT Panca Pujangga Perkasa yang merupakan pengelola gudang SRG di Karawang. Direktur Utama/Dirut KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan, adanya registrasi perdana RG untuk komoditas beras di Karawang ini merupakan hasil dari berbagai upaya edukasi dan sosialisasi yang kami jalankan bersama dengan Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) serta pemangku kepentingan lain kepada pata petani dan pemilik komoditas.

Selain itu, para petani dan pemilik komoditas khususnya beras di Karawang telah memahami manfaat dari resi gudang.  Ini juga tentunya hal yang menggembirakan, karena daerah Karawang selama ini dikenal sebagai lumbung padi nasional, namun selama ini belum ada registrasi resi gudang dari daerah ini”.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Bappebti, Widiastuti, mengatakan, dengan adanya registrasi perdana Resi Gudang untuk komoditas beras di Karawang.

Hal ini sejalan dengan upaya Bappebti untuk mendorong pemanfaatan resi gudang. Harapan kami, resi gudang juga akan dimanfaatkan oleh para pemilik komoditas dari berbagai penjuru nusantara, dan pelaku usaha lain baik yang berperan sebagai offtaker atau pembeli akhir dan sebagai pengelola gudang.

Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan resi gudang, dan untuk itu perlu upaya bersama para pemangku kepentingan di ekosistem resi gudang ini. Kedepan Bappebti akan terus mengajak para pemangku kepentingan dalam ekosisitem resi gudang, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat resi gudang.

 Terkait pemanfaatan Sistem resi Gudang, Rahajeng Oktovione Putri Bestari, Direktur PT Panca Pujangga Perkasa mengatakan, RG diharapkan  dapat  menjadi  salah  satu  instrumen pengukuran ketersediaan stok nasional, khususnya  terkait  dengan  bahan  pangan  seperti  beras.

Hal  ini  dimungkinkan  karena  data  ketersediaan  stok  di  setiap  gudang  SRG  terintegrasi  melalui  suatu  Sistem  Informasi  Resi   Gudang   (IS-WARE)   yang   dikelola   oleh   Pusat  Registrasi. Selain itu, dengan adanya resi gudang para petani akan memperoleh harga jual yang lebih baik, mendapatkan jaminan kepastian mutu dan jumlah komoditi, serta memperoleh pinjaman dari bank dengan jaminan Resi Gudang.

Untuk itu, kami juga mengajak para petani untuk berusaha secara berkelompok, sehingga meningkatkan efisiensi biaya dan posisi tawar petani. Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung padi, Karawang saat ini memiliki lahan persawahan seluas 95.000 ha, dengan produksi rata-rata 7,2 ton/ha.

Sedangkan dalam realisasi produksi padi, sepanjang tahun 2021 mencapai 1,4 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Dengan adanya registrasi perdana resi gudang untuk komoditas beras di Karawang ini, harapan kami kedepan para petani dan pemilik komoditas padi maupun beras di Karawang mulai memanfaatkan instrument resi gudang ini.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh para petani dan pemilik komoditas padi dan beras, salah satunya adalah untuk menjaga kestabilan harga. ‘’Dengan memanfaatkan resi gudang, petani dan pemilik komoditas dapat menjaminkan resi gudang yang dimiliki untuk mendapatkan pembiayaan yang bisa dipergunakan untuk musim tanam berikutnya,” ungkap Fajar Wibhiyadi.

Terkait RG Beras, data dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menyebutkan, sepanjang tahun 2021 tercatat 69 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 3.801 ton. Sedangka di tahun 2020, tercatat 39 RG beras yang diregistrasi, dengan volume 2.460 ton.

Ia optimis, kedepan pemanfaatan resi gudang untuk komoditas beras akan terus mengalami peningkatan. Untuk di Karawang saja, potensi pemanfaatan resi gudang beras sangat besar.

Untuk itu, kami sebagai pusat registrasi akan terus melakukan upaya sosialisasi serta edukasi baik kepada para petani maupun pengelola gudang yang ada di Kerawang serta daerah-daerah kain yang menjadi sentra komoditas terkait manfaat instrument ini. (bw)

Deklarasi Janji Kinerja, Kantor Imigrasi Madiun Siap Menuju WBBM

0

Madiun, (pawartajatim.com) – Satuan Kerja/Satker Korwil Madiun melakukan Deklarasi Janji Kinerja 2022 dan Penandatanganan Komitmen Bersama, di Aula Sahardjo Lapas Kelas I Madiun, pada Selasa (25/1) pagi.

Kegiatan Deklarasi tersebut dilakukan bersama oleh jajaran Kemenkumham Jatim Satker Korwil Madiun, diantaranya Lapas Kelas I Madiun, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo, Bapas Kelas II Madiun, Lapas Kelas IIB Ngawi, Rutan Kelas IIB Magetan, Rutan Kelas IIB Ponorogo dan Rutan Kelas IIB Pacitan.

Wakil Wali Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri, saat membacakan sambutan Wali Kota Madiun mengungkapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan nilai persepsi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Ini merupakan wujud dari pelaksanaan reformasi birokrasi secara sungguh-sungguh. Yang kita yakini dapat meningkatkan wibawa dan citra Pemerintah,” kata Inda Raya. “Atas nama seluruh warga masyarakat, saya Walikota Madiun mendukung acara pencanangan ini,” tambah Inda Raya.

Sementara itu, Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim, Jaya Saputra, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Jaya yakin, hal ini akan menjadi pengikat antar petugas, untuk saling mengingatkan dalam bekerja sesuai dengan aturan dari Menkumham.

“Dalam mencapai tujuan bersama, perlu menyatukan visi misi. Agar tercipta sepemikiran dan sudut pandang yang sama,” tutur Jaya. Sedangkan, Kalapas Pemuda Madiun Ardian Nova selaku Ketua Korwil Madiun menjelaskan, deklarasi bukan sekedar pernyataan ceremonial.

Tetapi menurut Nova, deklarasi ini bertujuan untuk mengukuhkan komitmen, agar bekerja sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis/Rensra.

“Bertujuan sebagai alat kendali kinerja. Memastikan seluruh sasaran dan target tercapai dengan baik dan berkualitas. Sehingga meningkatkan nilai integritas dalam kinerja, secara otomatis meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Nova Ardian yang juga menjabat sebagai Plt. Kalapas Kelas I Madiun.

Nova berharap kegiatan ini menjadi pengingat kepada seluruh jajaran Kemenkumham se-Korwil Madiun bahwa memiliki tanggung jawab. Tepatnya, tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan dan masyarakat.

“Kedepan, dengan pelayanan yang baik. Seluruh UPT di Madiun bisa mendapatkan predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi),” terang Nova Ardian. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Timur/Jatim, Agus Muttaqin, mengapresiasi adanya inovasi yang diciptakan satker Korwil Madiun melalui aplikasi.

“Hal ini menjadi peluang bagi siapapun yang menyelenggarakan layanan publik untuk melakukan inovasi pemanfaatan teknologi informasi melalui aplikasi,” puji Agus Muttaqin. Rangkaian kegiatan deklarasi janji kinerja dan penandatangan komitmen bersama ini turut dilaksanakan secara virtual oleh seluruh jajaran satker Korwil Madiun di masing-masing Kantor.

Kepala Kantor Imigrasi Madiun, Andro Eka Putra menambahkan bahwa deklarasi janji kinerja ini bertujuan mengukuhkan komitmen seluruh Pegawai untuk bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Imigrasi Madiun berkomitmen terus dalam memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada masyarakat demi mewujudkan Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM di Tahun 2022. Hari ini seluruh jajaran Imigrasi Madiun ikut melaksanakan deklarasi ini secara virtual di Aula Kanim,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Madiun Andro Eka Putra menambahkan.

Andro menjelaskan, komitmen bersama membangun ZI bertujuan untuk mengimplementasikan delapan area perubahan reformasi birokrasi dalam rangka mengawal kinerja seluruh jajaran Kemenkumham secara berintegritas.

Tahun ini, Kemenkumham menggagas tema “Kita Tingkatkan Kinerja Kemenkumham Semakin Pasti dan Berahlak Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Reformasi Struktural.

“Tema ini diwujudkan dalam Target Kinerja mulai di tingkat pusat hingga target di wilayah. Target-target ini yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab jajaran Kantor Imigrasi Madiun untuk mewujudkan perubahan birokrasi menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani/WBBM,” pungkas Andro. (bw)

XL Tawarkan Promo Pascabayar, Setengah Harga untuk Pelanggan Baru XL Prioritas

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi terus berinovasi. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menghadirkan program khusus awal tahun bagi pelanggan pascabayar yakni Program myPRIO Ultima Series 2022 Special Edition.

Program promo yang berlaku mulai 10 Januari 2022 ini memberikan kesempatan kepada setiap pelanggan baru XL Prioritas mendapatkan harga spesial, yaitu cukup membayar setengah harga dari harga normal.

Chief Marketing Officer XL Axiata, Alfons Eric Bosch Sansa mengatakan, pihaknya memahami bahwa kebutuhan pelanggan atas kuota data dan nelpon yang lebih besar agar tetap dapat selalu online dengan nyaman di tengah pandemi.

‘’Khusus untuk pelanggan baru pascabayar diawal tahun 2022 ini, kami meluncurkan penawaran yang sangat menarik, cukup bayar setengah harga dari harga normal, yakni Rp 250.000/bulan, untuk mendapatkan paket myPRIO Ultima Series 2022,’’ kata Alfons, di Jakarta Senin (24/1).

Selain harga diskon, paket Ultima edisi terbatas ini juga memberikan manfaat tambahan berupa gratis nomor cantik 10 atau 11 digit senilai hingga Rp 2 juta dan personal tumbler yang dapat dicetak dengan nama sesuai keinginan pelanggan.

Paket yang akan didapatkan pelanggan setelah membeli paket promo ini yakni, kartu perdana, kartu penjelasan benefit paket, dan personal tumbler yang dikemas dalam box eksklusif dengan kode angka produksi. Secara keseluruhan, paket premium ini disebut dengan Collectible Box Ultima Series 2022 Special Edition. (bw)

Peringati HPN, PWI Gresik Gelar Vaksinasi Booster untuk Jurnalis dan Lansia

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Dalam upaya turut mendukung peningatakan antibodi masyarakat paska vaksin dosis kedua, Persatuan Wartawan Indonesia/PWI menggelar vaksinasi booster atau vaksin tahap tiga. Kegiatan ini diikuti para jurnalis dan ratusan warga khususnya lansia.

Acara vaksinasi booster ini dilaksankan di sekretariat PWI Gresik, Selasa (25/1). Vaksinasi ini merupakan rangkaian program memperingati Hari Pers Nasional/HPN PWI Gresik 2022. Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan, menyampaikan, vaksinasi ini sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, baik untuk jurnalis dan masyarakat lansia di Kabupaten Gresik.

Karena itu, pihaknya ingin turut mengkampanyekan vaksin booster terutama di lingkungan sekitar Sekretariat PWI Gresik. Tak ayal, sejak kemarin pagi  para masyarakat di lingkungan Sekretariat PWI Gresik saling silih berganti berdatangan. Yakni, untuk mendapatkan vaksin booster ini.

“Jurnalis termasuk rawan terpapar Covid-19 karena mobilitas yang tinggi, bertemu dengan banyak orang dan mendatangi banyak tempat,” lanjut Ashadi. Pihaknya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Kesehatan Pemkab Gresik dan vaksinator Puskesmas Industri yang sudah memfasilitasi vaksin booster dosis ketiga ini.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan ini, PWI Gresik menggelar vaksin booster bersama lansia.

“Ini merupakan langkah preventif dari Pemerintah. Terpenting adalah selalu disiplin protokol kesehatan. Vaksin untuk mensupport imunitas, kekebalan tubuh. Dan jangan lupa olahraga dan makanan sehat,” ucap istri dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik dr Mukhibatul Khusnah, menyampaikan, terima kasih kepada para organisasi wartawan yang sudah menyelenggarakan vaksinasi booster untuk lansia ini.

“Karena usia lansia perlu booster, dan masyarakat umum juga dianjurkan vaksin booster jika sudah waktu enam bulan masa vaksinasi dosis 2,” ujarnya. Khusnah, menambahkan, jenis vaksin booster yang digunakan vaksin Pfizer dengan total sasaran tercapai 108 orang. Kendati ada efek samping itu hanya gejala ringan.

“Mungkin yang sudah pernah vaksin Sinovac tidak ada gelaja apa-apa, untuk booster jenis Pfizer mungkin hanya ada efek samping pusing, panas tapi yang terpenting bahagia,” tutupnya. Salah satu peserta vaksin lansia Samudera asal Kedanyang Gresik mengaku bersyukur dan sangat bahagia usai dilakukan vaksin.

Dirinya saat itu sedang berkendara dan melewati area vaksinasi di Sekretariat PWI Gresik. “Tadi lewat dan bertanya ada informasi dari warga setempat, dan alhamdulillah langsung bisa vaksin,” ucapnya.

Pak Sam panggilan akrab pria 57 tahun itu berharap dengan vaksin ke tiga ini, dirinya bisa tetap sehat dan bersama-sama mencegah virus Covid-19. “Apalagi sekarang banyak varian baru, biar sehat. Dan tidak antri banyak. Tadi di vaksin Pfizer,” ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, capaian vaksin di Gresik sudah mencapai 923.008 atau 91,23 persen dosis 1, kemudian dosis 2 mencapai 759.080 atau 75,03 persen. Serta vaksinasi booster telah mencapai 30 persen dari dosis kedua.

Seperti dikutip dari peryataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), alasan pemberian vaksin virus covid-19 dosis lanjutan atau vaksin booster perlu dilakukan karena titer antibodi yang didapatkan warga pasca vaksinasi Covid-19 terpantau mengalami penurunan.

Yakni, sekitar 30 persen. Sehingga dibutuhkan suntikan antigen baru melalui vaksinasi booster untuk memberikan perlindungan tambahan. (dra)