Sekolah di GKB Gresik ini Punya Kebun Sayur

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Sekolah ini memiliki kebun sayur, menjadikan minat untuk ikut memetiknya. Salah satunya Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusnah. Dokter ini turut melakukan panen Sawi Pakcoy dan jamur.

Pemandangan itu berlangsung di SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School), Jum’at (24/12). Berbagai sayur tersebut merupakan hasil tanaman yang dikelola anggota dan pengurus Ikatan Wali Murid (Ikwam) Berlian School ini. Sekolah ini memanfaatkan lahan yang tak terpakai.

Ibu petinggi di Dinas Kesehatan Gresik ini mengaku salut dan bangga atas usaha pihak sekolah sehingga lingkungannya tampak hijau dan bersih. “Senang rasanya bisa ikut panen sayuran sawi dan jamur hasil budidaya di sekolah ini,” ungkapnnya.

Menurut dia, jika kebanyakan kalau sekolah mau lomba saja semua dipercantik. Namun beberapa bulan kemudian sudah tidak terawat. “Tapi berbeda dengan Berlian School. Meski sudah juara nasional Sekolah Sehat tetap saja menjaga kebersihan dan keasrian sekolah,” ujar dr Khusnah didampingi Kepala Puskesmas Sukomulyo dr. Shinta Puspitasari.

“Saya berharap Berlian School bisa menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain,” harap Khusnah. Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Fauzuddin Ahmad menambahkan sebagai juara nasional Sekolah Sehat pihaknya terus berupaya menjaga dan mengembangkan yang sudah diraih.

“Target kami bisa menjadi sekolah percontohan dibidang sekolah sehat,” tandas Fauzuddin. Terkait panen sayur sawi dan jamur lanjut Fauzuddin, sudah beberapa kali dipanen dan dijual. “Alhamdulillah sering dibeli sama wali murid,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan MOU kerjasama antara SD Berlian School dan Dinkes Kesehatan serta Puskesmas Sukomulyo. (dra)

Jelang Nataru, Gubernur Khofifah, Imbau Masyarakat Batasi Mobilitas

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur/Jatim Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh masyarakat untuk membatasi mobilitas menjelang masa  natal dan tahun baru (nataru). Imbauan tersebut diikuti dengan beberapa upaya konkret di sektor transportasi dan pariwisata untuk mengantisipasi masuknya gelombang ketiga virus varian baru covid-19.

“Nataru ini, saya mohon seluruh warga Jawa Timur tetap bisa meminimalisir mobilitasnya. Sebab, pengalaman tahun lalu ketika ada masa libur , maka 14 hari kemudian  cenderung terjadi lonjakan,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Kamis  (23/12).

Menurutnya, imbauan ini perlu digaungkan sebagai pengingat kepada masyarakat bahwa melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di  Jawa Timur tidak serta merta dirayakan dengan euforia  menjelang nataru. Akan tetapi, sambungnya, tetap dengan kewaspadaan, kehati-hatian dan menerapakan protokol kesehatan.

“Kembali saya tekankan, mobilitas selama masa nataru dilakukan secara sederhana saja. Masyarakat perlu dan harus waspada dengan munculnya virus varian baru yang sudah mulai mewabah di lebih lima puluh negara di dunia. Bahkan, beberapa negara di Eropa sudah melakukan pembatasan mobilitas,” tuturnya.

Tidak sekadar mengimbau masyarakat, Gubernur Khofifah menjelaskan dibutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengantisipasi masuknya virus baru tersebut. Salah satunya, dengan melakukan penjagaan dan pengawasan melalui pos pelayanan dan  pengamanan  di sektor transportasi ,  pariwisata serta tempat  publik lainnya.

“Dinas Perhubungan Provinsi Jatim sudah melakukan pemetaan, mulai jalur darat, laut dan udara. Termasuk melakukan penebalan petugas saat operasi lilin dan pengecekan di beberapa titik yang sudah direncanakan Dishub Jatim bersama Polda Jatim,” ujarnya.

Melalui Dinas Perhubungan Jatim, Gubernur Khofifah menjelaskan beberapa strategi membatasi mobilitas masyarakat saat Nataru, yakni dilakukan random check pemeriksaan acak dokumen persyaratan perjalanan meliputi kartu vaksin dosis lengkap, hasil negatif rapid antigen dan penerapan aplikasi peduli lindungi.

Kemudian, tetap dilakukan Pemeriksaan Persyaratan dokumen Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) sesuai SE. Satgas Nomor 22 Tahun 2021 yang menggunakan Moda Transportasi umum baik Transportasi darat, transportasi laut dan transportasi udara. “Itu di Terminal Bus, Stasiun Kereta Api, Terminal Penumpang Penyeberangan, Pelabuhan Laut dan di Bandara tetap diberlakukan syarat tersebut,” jelas Gubernur Khofifah.

Lalu, pengaturan pergerakan kendaraan pribadi dan sepeda motor dengan penerapan ganjil genap pada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dilakukan secara situasional. Disesuaikan angka ganjil genap tanggal pada saat itu, yang akan diberlakukan di wilayah aglomerasi, Ibu kota Provinsi dan area wisata serta wilayah lain sesuai peningkatan mobilitas masyarakat dibawah koordinasi Satlantas Polri.

Tidak Melakukan pembatasan operasional Angkutan barang. (sifatnya kondisional). Jumlah Penumpang yang diangkut untuk kendaraan umum maksimal 75 persen dari Kapasitas serta tidak ada Pos Penyekatan dan yang ada Pos Pelayanan vaksin dan pelayanan antigen.

“Tentunya Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan cara menghimbau masyarakat pengguna Transportasi di wilayah Jawa Timur, untuk mendukung program Jatim Bangkit ditengah Pandemi Covid-19 sebagai upaya mewujudkan Masyarakat Jawa Timur yang tetap terlindungi dan  sehat,” urainya.

Sementara untuk jumlah penggelaran pos, Gubernur Khofifah menyebut ada 3 pos yang disiapkan, yakni pos pengamanan (Pos PAM), pos pelayanan (pos YAN) dan pos pelayanan rest area. “Untuk Pos PAM berjumlah 162 pos, Pos YAN sebanyak 50 pos dan Pos YAN Rest Area sebanyak 7 Pos,” katanya.

Tugas dan tanggung jawab pos pengamanan (Pos PAM) adalah pengawasan terhadap prokes di lokasi wisata, pusat perbelanjaan, dan pusat keramaian. Pengawasan terhadap kapasitas pengunjung apabila melebih 75 persen dilakukan penutupan sementara. Penerapan plat nomor ganjil-genap pada ruas jalan. Melakukan giat pembubaran kerumunan pada malam tahun baru 2022.

“Sedangkan tugas dan tanggung jawab pos pelayanan (Pos YAN) antara lain, penerapan screening aplikasi peduli lindungi di kawasan pos pelayanan, menyediakan pelayanan vaksinasi dosis 1 dan 2, pengawasan terhadap prokes dan giat simpatik pembagian masker dan sembako serta Melakukan giat pembubaran kerumunan pada malam tahun baru 2022,” urai Gubernur Khofifah.

Adapun rencana penggelaran Pos PAM dan Pos YAN lintas selatan meliputi, Pasuruan-Malang-Tulungagung-Trenggalek-Ponorogo-Pacitan. Kemudian lokasi Pos PAM dan Pos YAN jalur Tapal Kuda meliputi Probolinggo-Lumajang-Bondowoso-Jember-Banyuwangi. Lalu Pos PAM dan POS YAN jalur lintas Madura meliputi, Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Sumenep.

Berdasarkan survei yang dilakukan Balitbang Kemenhub Desember 2021, diperkirakan potensi pergerakan masyarakat jelang natal 2021 dan tahun baru 2022 sekitar 11 juta orang atau 7,1 persen. Akan tetapi, pemerintah daerah memastikan pergerakan tidak terlalu tinggi mengingat pemerintah pusat telah meniadakan cuti bersama. Termasuk melakukan penyekatan dan penjagaan di sektor transportasi dan pariwisata.

Jumlah tersebut, lanjut Gubernur Khofifah, diperkirakan stabil atau bahkan menurun karena, Dinas Perhubungan Jatim juga melakukan sosialisasi dan himbauan kepada Masyarakat pada masa Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 sesuai Imendagri No 66 Tahun 2021, sebagai berikut, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan perjalanan kalau tidak sangat mendesak dan dihimbau untuk melakukan silaturahmi secara virtual atau kumpul bersama keluarga dan menghindari kerumunan.

Masyarakat wajib menerapkan Protokol Kesehatan ketat 5M, masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi wajib 2x Vaksin (Dosis 1 dan Dosis 2) dan Rapid Antigen (1x24jam) yang tersambung dengan Aplikasi Penduli Lindungi.

Pemeriksaaan Acak (Random Check), kata Gubernur Khofifah, akan dilakukan di 50 Pos Pelayanan (Pos Yan) di seluruh Jawa Timur dan di 7 (tujuh) Pos Pelayanan di Rest Area Jalan Tol di Pos Pelayanan tersedia juga pelayanan Vaksin dan Rapid Antigen. Khusus bagi yang reaktif akan ditangani oleh Tim Gugus Covid-19.

Kapasitas muat penumpang untuk kendaraan umum maksimal 75 persen, Kegiatan perayaan, pawai dan arak-arakan dilarang dan ditiadakan. Alun-alun kota ditutup, serta warga dihimbau untuk di rumah saja.

Lebih lanjut, pengunjung mall, tempat perbelanjaan, Restoran dan Bioskop wajib menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi (hanya pengunjung dengan kategori hijau). Kegiatan makan dan minum kapasitas maksimal 75 persen dengan jam operasional 09.00 WIB – 22.00 WIB.

Pengunjung tempat Wisata wajib menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi, dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen. Termasuk makan dan minum kapasitas maksimal 75 persen dengan jam operasional 09.00 WI-22.00 WIB.

Pengunjung tempat Wisata wajib menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi, dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen. Kegiatan Ibadah di gereja diselenggarakan secara Hybird, Kapasitas Jemaah 75 persen, menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi dengan menerapkan protokol kesehatan 5M yang ketat.

“Tentu diharapkan dengan adanya himbauan dapat meminimalisir penyebaran Covid 19 serta pergerakan masyarakat,” ucap Gubernur Khofifah. (bw)

Nataru di Jatim, Gubernur Khofifah : Tidak Ada Penyekatan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Jawa Timur/Jatim tidak ingin kecolongan saat libur Natal dan Tahun Baru, Sehingga angka kasus Covid-19 kembali melonjak tajam dan menimbulkan gelombang baru.

“Belajar dari tahun lalu, lonjakan mobilitas pada periode Nataru berdampak pada kenaikan kasus. Kami tidak ingin hal ini terjadi sehingga memperlambat proses pemulihan ekonomi regional Jatim maupun nasional,” kata Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau Kapal Motor Penumpang (KMP) Mila Utama yang bersandar di Dermaga Jamrud Utara Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Surabaya, Jumát (24/12).

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim bersama TNI/Polri tidak akan melakukan penyekatan, namun hanya pengetatan penerapan protokol kesehatan (prokes). Hal ini dilakukan guna mencegah masuknya varian baru Omicron di Jawa Timur.  Pasalnya, Omicron sangat cepat menyebar dan sudah menginfeksi ke banyak negara.

Sektor transportasi, lanjut Khofifah, menjadi sektor paling krusial dalam upaya pencegahan Covid-19. Jika tidak ada pengetatan dalam hal persyaratan dan sebagainya maka dikhawatirkan penularan Covid-19 menjadi tidak terkendali. Maka dari itu, selama Nataru ini sektor transportasi mendapatkan pemantauan khusus.

Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa (depan). (foto/ist)

“Kami merujuk pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 dan Inmendagri, terkait, pengecekan hasil vaksin, tes RT-PCR/Antigen, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dan ketentuan lainnya. Di posko itu sudah disiapkan aplikasi peduli lindungi, dan di sebelahnya juga ada tempat untuk pelayanan vaksinasi,” terang Khofifah.

Khofifah menjelaskan, bahwa untuk transportasi laut melalui  Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak, Pelindo, Kesyahbadaran serta KKP telah menyiapkan beberapa posko untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang kapal.

Termasuk upaya pencegahan Covid-19 dimana pada beberapa hari ini diprediksi terjadi lonjakan penumpang jelang libur perayaan Nataru (Natal dan tahun baru).  Posko-posko tersebut, diantaranya yaitu untuk swab antigen dan PCR, serta gerai vaksinasi.

Selain itu, juga terdapat pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer, dan aplikasi peduli lindungi serta layanan kedaruratan. “Artinya, jikalau ada penumpang yang ternyata belum vaksinasi disiapkan tempat vaksinasi. Begitupun kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas 37 maka juga disiapkan tempat untuk melakukan observasi, berikutnya disiapkan swab antigen dan swab PCR di sini,” urainya.

Khofifah menambahkan, upaya ini dilakukan sebagai upaya antisipasi munculnya klaster baru Covid-19 yang kita tidak inginkan. Apalagi, sampai saat ini pun Pandemi Covid-19 masih menjadi permasalahan yang belum kunjung usai.

“Jadi saya rasa ini yang harus dilaksanakan dengan baik sehingga proses yang memungkinkan kita bisa meminimalisir kemungkinan resiko dari peningkatan pergerakan masyarakat barang dan jasa semua bisa kita antisipasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung perak Surabaya, Yefri Meidison, menyampaikan untuk langkah antisipasi pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Diantaranya penambahan armada, lalu penyediaan fasilitas penunjang prokes sesuai dengan arahan Presiden RI.

Ia menyebut secara global per kedatangan terjadi peningkatan sebesar 20% dan keberangkatan 30 persen. Ia juga mengatakan peningkatan jumlah penumpang diprediksi terjadi pada hari ini Kamis (24/12) dan Jumat (31/12). Dan paling banyak diperkirakam penumpang dari dan menuju Makassar.

“Untuk posko kita sudah mulai dari tanggal 17 Desember nanti akan berakhir pada tanggal 4 Januari untuk kesiapan Armada kita di Tanjung Perak kita siapkan 40 kapal itu dari beberapa operator dan kursi saat peningkatan penumpang dibandingkan tahun kemarin,” kata Yefri Meidison.

Berdasarkan data dari Dishub Jatim, jumlah penumpang selama Bulan Desember Tahun 2021 hingga tanggal 23 Desember sejumlah 22.407 orang penumpang naik dan 25.467 orang penumpang turun.

Jumlah pergerakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak ini hanya berada dibawah Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi dimana pada periode yang sama jumlah penumpang disana telah mencapai 273.890 orang penumpang naik dan 257.324 orang penumpang turun.

Sementara perbandingan jumlah penumpang angkutan nataru tahun sebelumnya dihitung mulai tgl 17 Desember 2020 (H-8) s/d 23 Desember 2020 (H-3) sebesar 5.244 orang dan jumlah penumpang turun sebesar 4.833 org, sementara jumlah penumpang tahun ini dihitung sejak tgl 17 s/d 22 Desember atau H-8 s/d H-3, jumlah penumpang naik telah mencapai 8.159 orang dan penumpang turun mencapai 9.742 orang.

Terjadi kenaikan jumlah penumpang naik dari tahun sebelumnya sebesar 55,29 persen, sedangkan kenaikan jumlah penumpang turun adalah sebesar 101,57 persen. Dari data diatas, terlihat peningkatan pergerakan penumpang yg cukup signifikan di Pelabuhan Tanjung Perak, sehingga dibutuhkan antisipasi untuk mengendalikan pergerakan orang di wilayah Provinsi Jatim selama periode Nataru Tahun ini sebagai bentuk pencegahan penularan pandemi virus Covid-19

Turut mendampingi kunjungan Gubernur Jatim kali ini, antara lain Kalaksa BPBD Prov. Jatim, Ka. Satpol PP Prov. Jatim, Ka. Dinas Perhubungan Prov. Jatim, Ka. Dinas Kesehatan Prov. Jatim, Ka. Dinas PU Bina Marga Prov. Jatim, Ka. Dinas Perindag Prov. Jatim, Ka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jatim. Ka. Dinas Pertanian Prov. Jatim. (bw)

Wouww…., Omzet Rp 2 Juta per Hari, Pedagang Tunjungan Romansa ini Berkata Terima Kasih Pak Wali

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah program pengembangan wisata di kawasan Jalan Tunjungan diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kini kawasan Jalan Tunjungan atau Tunjungan Romansa menjadi salah satu jujukan warga Kota Surabaya untuk berwisata, khususnya pada malam hari.

Wali Kota Eri yang sebelumnya telah melihat potensi tersebut, kemudian menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya untuk ikut berdagang dan meramaikan kawasan wisata Tunjungan Romansa.

Hasilnya, para pedagang yang berjualan di kawasan Jalan Tunjungan itu bisa meraup omzet hingga Rp 2 juta per harinya. Bahkan, pada hari-hari tertentu, seperti akhir pekan, mereka bisa mengantongi omzet hingga Rp 5 juta per harinya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Wiwiek Widayati mengungkapkan, bahwa kawasan wisata Jalan Tunjungan yang telah dibuka sejak 21 November 2021 hingga per 22 Desember 2021, total transaksi yang tercatat mencapai Rp 275.325.500. Para UMKM yang mendapat fasilitas oleh Pemkot Surabaya adalah UMKM yang telah terkurasi.

“Artinya ini adalah UMKM binaan Pemkot Surabaya dan sudah mempunyai legalitas. Mereka ini berjualan bergantian tiap dua minggu sekali, total ada 18 pedagang hingga minggu ini yang setiap hari buka,” ungkap Wiwiek, Jumat (24/12)

Terpisah, salah satu pedagang di Tunjungan Romansa, Uus pemilik UMKM De’nil Pudding, dia mengaku bila Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan fasilitas gratis kepada para pelaku UMKM agar dia bisa berjualan di kawasan wisata Jalan Tunjungan.

“Omzet per hari saya lumayan, untuk satu hari di hari biasa mencapai Rp 500.000 keatas. Tapi kalau hari tertentu seperti weekend bisa mencapai Rp 5 juta lebih,” ungkap Uus. Setiap harinya, Uus membuka lapak dagangannya mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Namun, tidak sedikit para pengunjung yang mendatangi lapaknya diatas pukul 21.00 WIB, alhasil dia biasa menutup lapak dagangannya hingga pukul 21.30 WIB. “Kalau untuk seminggu apabila dikalkulasikan bisa mencapai Rp 10 juta. Kalau jam-jam ramai ini tidak tentu, kadang pengunjung ramai membeli habis magrib, kadang baru buka sudah antri,” terang dia.

Dengan adanya fasilitas berjualan secara gratis di kawasan wisata Jalan Tunjungan, dia mengaku bersyukur. Sebab, program besutan Wali Kota Eri tersebut, telah membantu para pelaku UMKM yang ada di Kota Surabaya.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu kalau omzet segitu, terima kasih kepada Pak Eri (Wali Kota Surabaya) sudah memberikan kesmpatan untuk kami melalui program ini,” ucap dia. Senada dengan Uus, para pelaku UMKM yang lainnya, yakni Mila pemilik UMKM Pecel Semanggi juga tak menyangka bila omzet yang diterima saat membuka lapak di Tunjungan Romansa cukup  besar.

Dia juga mendukung upaya Pemkot Surabaya untuk membantu menstabilkan pergerakan ekonomi di Kota Pahlawan. “Jadi Selasa (21/12) Wali Kota Surabaya, sowan kesini, beliau jalan memastikan programnya berjalan lancar. Terima kasih sudah membantu untuk menstabilkan ekonomi, terutama UMKM ini sudah terbantu,” kata Mila.

Perempuan yang berasal dari Kecamatan Sambikerep ini mengaku, bila membuka lapak dagangannya sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Tak dia sangka, bahwa Program Tunjungan Romansa kini bisa membantu perekonomian dan membuat omzetnya naik secara drastis.

“Untuk omzet pada akhir pekan bisa mencapai Rp 1 juta per harinya, tapi kalau biasa stabil bisa mencapai Rp 500.000 lebih. Bahkan, Rabu (22/12) tidak terduga, omzet saya bisa mencapai Rp 750.000,” terang dia.

Apabila dikalkulasikan selama satu minggu, Mila bisa mendapat omzet hingga Rp 5 juta. Dia juga mengaku bersyukur, karena hingga saat ini, omzet yang dia dapat sudah mencapai lebih dari yang dia bayangkan.

“Alhamdulillah sudah mencapai lebih dari itu. Terima kasih bapak Walikota (Eri Cahyadi), harapan saya kegiatan (Tunjungan Romansa) ini bisa diteruskan, untuk kelanjutannya semoga bisa dilanjutkan,” pungkasnya. (ko)

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Natal dan Malam Tahun Baru

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk pengamanan Hari Raya Natal 2021 dan Malam Pergantian Tahun Baru 2022 (Nataru) di Surabaya. Untuk memastikan kesiapan para personel tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya menggelar apel bersama di Halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Jum’at (24/12).

Tak hanya menggelar apel bersama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bersama Forkopimda Surabaya juga melakukan pengecekan langsung kesiapan sejumlah gereja dan posko perbatasan kota. Pengecekan dilakukan mulai dari Gereja Katolik St Marinus Yohanes (Jalan Memed Sastrawirya Kenjeran Surabaya), Gereja Katolik Roh Kudus (Jalan I Gusti Ngurahrai No 97 Surabaya), Posko Pengamanan Terpadu di perbatasan Bundaran Waru (CITO), Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Darmo (Jalan Polisi Istimewa No 15 Surabaya) dan Gereja Kristen Indonesia (Jalan Pregolan Bunder 36 Surabaya).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama instansi terkait sudah menyiapkan sejumlah langkah dalam pengamanan Nataru. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Nataru sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 66 Tahun 2021.

“Insya Allah kita bersama Forkopimda sudah mengeluarkan surat edaran dari Inmendagri, juga melakukan pengecekan ke lapangan. Sebelumnya, Pak Kapolrestabes Surabaya juga sudah mengundang seluruh pihak perwakilan gereja, terkait bagaimana pengamanan pelaksanaan malam natal di masing-masing gereja,” kata Wali Kota Eri.

Di samping itu, Wali Kota Eri, juga memastikan, bahwa setiap gereja yang melaksanakan ibadah natal sudah menerapkan prosedur yang telah ditetapkan. Ini berdasarkan hasil tinjauan langsung yang dilakukannya bersama Forkopimda Surabaya.

“Semoga bisa berjalan baik dan kami mohon doanya, untuk perayaan malam natal dan tahun baru ini juga Insya Allah umat kristen dapat beribadah dengan tenang dan aman di Kota Surabaya,” terangnya.

Meski begitu, dia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya umat kristiani yang sedang melaksanakan Ibadah Natal agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu pula, dia berharap, warga juga tak terlalu euforia dalam merayakan malam pergantian tahun baru.

“Jangan sampai berlebihan dengan adanya acara natal dan tahun baru ini. Kita jaga sama-sama prokes dalam peringatan Nataru, sehingga Covid-19 tetap bisa kita kendalikan dan supaya tidak ada lagi virus yang masuk Kota Surabaya,” jelasnya.

Dalam pengamanan Nataru ini, Wali Kota Eri mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menerjunkan 3000 lebih personel gabungan. Para petugas gabungan ini terdiri dari jajaran di lingkup Pemkot Surabaya, Kepolisian, TNI, Basarnas, hingga relawan Kampung Tangguh Jogo Suroboyo. “Ada 3000 lebih personel,” katanya.

Meski demikian, dia mengungkapkan, bahwa saat pelaksanaan Nataru di Kota Surabaya, pihaknya tidak menerapkan pembatasan atau penyekatan. Namun begitu, personel gabungan itu akan aktif mobile dan berkeliling untuk mencegah terjadinya kerumunan. Utamanya, saat malam pergantian tahun baru 2022.

“Kalau dia (masyarakat) misal naik motor kemudian masuk kota ya tidak apa-apa, yang penting tidak brong-brongan (konvoi) atau bebarengan. Tapi meski ada kerumunan, Kapolrestabes, Kapolres Tanjung Perak, Kajari dan Danrem khususnya ini adalah orang-orang humanis. Jadi ngobrak atau membubarkan dengan humanis,” pungkasnya. (ko)

Stok Bahan Pokok Aman, Gubernur Khofifah Sidak Pasar Tambakrejo – Surabaya Jelang Nataru

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Tambakrejo Surabaya guna memastikan kebutuhan stok bahan pangan jelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Jumat (24/12).

Sesampainya di pasar, Gubernur Khofifah, langsung menjumpai dan menyapa beberapa pedagang mulai penjual sembako, daging, daging ayam, bawang merah dan bawang putih, cabe rawit, cabe merah  serta telor. Di  pasar tersebut pihaknya menanyakan harga-harga bahan pokok apakah ada kenaikan atau tidak.

Los pertama yang dikunjungi yaitu Toko Warinten yang menjual  berbagai kebutuhan pokok seperti kopi, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, kentang, wortel dan sebagainya.

Selanjutnya, Khofifah mengunjungi los buah milik Ucok. Menurut keterangan penjual beberapa buah mengalami kenaikan harga, ada pula yang stabil tidak naik harganya. Adapun buah yang naik harganya seperti Buah Semangka dari biasanya Rp 8.000 per kg menjadi Rp 11.000 per kg.

Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (foto/ist)

Untuk Buah Apel Fuji hanya Rp 35.000 per kg. “Pak Ucok, apa ada kenaikan harga untuk buah-buah ini? Mudah-mudahan laris nggih Pak,” sapa Khofifah. Menanggapi hal tersebut, Ucok, menyampaikan terima kasih sudah mengunjungi los miliknya.

Dikarenakan cuaca hujan yang terus menerus beberapa buah mengalami kenaikan harga. “Buah Semangka ini bu biasanya Rp. 8.000 per kg sekarang Rp. 11.000. Trus untuk Melon sekarang tidak ada stok sama sekali,” jelas Ucok.

Selanjutnya Khofifah meninjau los penjual daging ayam dan daging sapi. Harga daging ayam dan daging sapi relatif tidak ada kenaikan. Namun, untuk daging sapi kualitas premium mengalami kenaikan harga sekitar Rp 2.000 per kg.

Seusai melakukan peninjauan, Khofifah memastikan bahwa stok bahan pokok pangan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam masa Nataru kali ini. “Ada 25 pasar yang menjadi titik pantau oleh BPS. Salah satunya yaitu Pasar Tambakrejo ini. Maka saya melakukan peninjauan cek harga, cek supply, cek pemenuhan kebutuhan dasar atau sembako masyarakat,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

“Kita melihat stoknya aman pada masa Nataru ini. Apakah beras, daging, ataukah telur, minyak goreng, gula Insya Allah stoknya sangat aman,” imbuhnya. Khofifah, menyampaikan, per hari ini, Jumat (24/12), ada kenaikan harga pada telur.

Harga per kg telur mencapai Rp 30.000 dari Rp 27.000 per kg. Harga daging ayam dan sapi relatif tidak ada kenaikan, kecuali harga daging sapi kualitas premium ada kenaikan harga Rp 2.000 per kg. Berdasarkan data Disperindag Jatim, harga daging sapi berbagai varian harganya juga dalam posisi stabil. Daging sapi grade atas Rp 125.000, Daging sapi grade sedang Rp 120.000, Daging sapi grade bawah Rp. 90.000.

Sementara untuk harga Daging Ayam Broiler. Rp 34.000, Daging ayam kampung (Tanpa jeroan)/ekor Rp 50.000. “Daging sapi di bawah kualitas premium harganya stabil. Stoknya aman. Beras dan gula stoknya aman dan harganya stabil,” jelasnya.

Masih terkait kenaikan harga, Khofifah menjumpai harga cabai rawit dijual dengan harga Rp. 85.000 per kg. Kenaikan ini disebabkan oleh musim penghujan. Sementara sejak dua bulan ini harga minyak goreng mengalami kenaikan harga.

Diantaranya Bimoli spesial (1ltr) Rp 19.000, Bimoli spesial (2ltr) Rp 38.000, tanpa merk/curah (1kg) Rp 19.000. “Harga CPO dunia ini memang mengalami peningkatan. Harga minyak goreng menjadi sangat tergantung pada harga CPO dunia,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi borong bahan pokok. Meskipun masa Nataru ini masyarakat akan meningkatkan kebutuhan di rumah. “Kembali saya sampaikan bahwa stok bahan pangan pada masa Nataru ini sangat  aman, jadi masyarakat saya minta untuk tidak melakukan aksi borong,” pintanya.

Turut mendampingi, Kadisperindag Jatim Drajat Irawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov Jatim Hadi Sulistyo, Kepala Divre Bulog, Satgas Pangan Polda Jatim, Kepala Disperindag Kota Surabaya, dan Kepala Pasar Tambahrejo. (bw)

Tingkatkan Kualitas Tenaga Pendidik, Bunda Paud Surabaya Dikuliahkan Gratis Pemkot Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan pendidikan di Kota Pahlawan dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Yang terbaru, Dispendik mengkuliahkan bunda paud secara gratis di Politeknik NSC Surabaya, Jalan Basuki Rahmat nomor 85, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Kepala Dinas/Kadis Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan kuliah gratis ini untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik para bunda paud. Sebab, anak-anak di paud itu merupakan golden age, sehingga latar belakang tenaga pendidiknya harus benar-benar sesuai dan mempuni. Apalagi, berdasarkan data di Dispendik, para tenaga pendidiknya memang harus ditingkatkan.

“Makanya, kami membuat program kuliah gratis khusus D3 dan D4 di Politeknik NSC Surabaya. Untuk tahun 2021 disediakan slot 200 orang, lalu tahun 2022 disiapkan slot 200 orang, dan tahun 2023 juga sebanyak 200 orang,” kata Supomo di Surabaya, Kamis (23/12).

Menurut Supomo, karena slotnya 200 orang dan di Surabaya ada 154 kelurahan, maka nantinya setiap kelurahan bisa mengirim satu atau dua orang bunda paud untuk mengikuti beasiswa gratis ini. “Dengan pembagian ini, kita berharap merata di seluruh kelurahan Surabaya, sehingga bunda paud yang pendidikannya perlu ditingkatkan, bisa ikut semuanya ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik NSC Surabaya Rudianto mengatakan sebenarnya yayasannya menyediakan beasiswa bagi 600 orang. Lalu, setelah bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dia mengusulkan untuk mengkuliahkan para bunda paud, sehingga lahirlah program beasiswa ini.

“Saat ini, sudah banyak yang tanya-tanya dan konfirmasi ke saya langsung. Bahkan, saat ini sudah banyak yang daftar karena batas akhir pendaftaran 24 Desember 2021,” kata Rudianto. Menurut dia, khusus angkatan tahun 2021 ini, slotnya 200 orang, mereka akan mulai perkuliahan pada bulan Januari sampai Februari untuk semester gasal, karena mereka akan mengikuti sistem percepatan, apalagi saat ini kuliah reguler sudah jalan.

“Jadi, mereka akan kuliah di bulan Januari-Februari untuk semester gasal, dan mulai Maret langsung masuk semester genap,” katanya. Untuk mengikuti program ini, syaratnya harus lulusan SMA/SMK/MA/sederajat, dan usianya maksimal 40 tahun, serta siap menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Sedangkan syarat administrasinya adalah harus fotocopy ijazah dan SKHUN 2 lembar, foto berwarna 4X6 sebanyak 2 lembar, dan fotocopy KTP dan KK. “Yang pasti, KTP-nya harus Surabaya atau harus warga Surabaya,” tegasnya.

Adapun program studi yang ditawarkan adalah D4 MPI (Manajemen Pemasaran Internasional), D4 PP (Pengelolaan Perhotelan), D3 AB (Administrasi Bisnis), D3 AK (Akuntansi), D3 TK (Teknologi Komputer).

Nantinya, para guru paud diharapkan bisa memilih jurusan yang dibutuhkan, karena sudah ada beberapa yang bilang di sekolahnya itu menjadi operator, sehingga bisa memilih administrasi bisnis atau teknologi komputer.

“Di kami kan pendidikan vokasi yang membekali keahlian terapan atau keterampilan teknis. Jadi, dari sisi materi saya yakin bisa untuk diberikan kepadan anak-anak paud, yang jelas nanti diarahkan ke keahliannya untuk memberikan pendidikan terapan kepada anak-anak paud,” pungkasnya. (ko)

Gelar Nikah Massal, Wali Kota Eri Cahyadi, Ingin Semua Warga Surabaya Tercatat Pernikahannya di Negara dan Agama

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, terus berkomitmen untuk membantu menyelesaikan permasalahan seluruh warga Kota Surabaya, khususnya dalam pengurusan Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Bahkan, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), berkolaborasi bersama Pengadilan Negeri Agama dan Pengadilan Negeri Kota Surabaya untuk memudahkan pelayanan Adminduk terintegrasi.

Layanan online terintegrasi atau One Gate System tersebut terbagi menjadi dua layanan online atau yang biasa dikenal sebagai Duo Lontong, yakni Lontong Kupang (Layanan Online dan Terpadu One Gate System antara Dispendukcapil Surabaya, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama Surabaya), serta Lontong Balap (Layanan Online dan Terpadu One Gate System Bersama Dispendukcapil Surabaya dan Pengadilan Negeri Surabaya).

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan layanan online terintegrasi tersebut, Wali Kota Eri bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, meninjau langsung pelaksanaan nikah massal yang dimulai dengan Sidang Isbat Nikah Terpadu dan dilanjutkan meninjau pelaksanaan Sidang Pencatatan Kelahiran, Kematian, Perkawinan dan Perceraian, serta Identitas Hukum lainnya, yang digelar di Gedung Convention Hall Arif Rahman Hakim Kota Surabaya, Kamis (23/12/2021).

Usai melakukan tinjuan dilokasi yang sama, Wali Kota Eri bersama TP PKK Rini Indriyani, melakukan penyerahan buku nikah secara simbolik kepada pasangan pengantin, pada pelaksanaan nikah massal tersebut.

Pada pelaksanaan nikah massal tersebut, Wali Kota Eri mengatakan, bahwa pelaksanaan pernikahan massal yang dilakukan, didasari oleh masih banyaknya pasangan suami istri di Kota Surabaya yang tidak memiliki biaya menikah.

Selain itu, dia mengaku bila banyaknya pula pasangan suami istri yang belum mengurus akte nikah, karena merasa kesulitan dengan proses pelaksanaan Adminduk. “Ternyata saat di data masih ada 108 pasangan, hari ini kita lakukan (pernikahan massal) kepada 105 pasang, kami hanya ingin semua (warga) di Kota Surabaya ini tercatat pernikahannya di negara dan di agama,” kata Wali Kota Eri.

Tak hanya berpusat pada akte nikah saja, Wali kota Eri menenangkan, untuk layanan terintegrasi lainnya juga terdapat layanan Lontong Balap. Yakni, pelaksanaan Sidang Pencatatan Kelahiran, Kematian, Perkawinan dan Perceraian, serta Identitas Hukum lainnya.

“Kita akan lakukan terus, bahkan pelayanan ini sampai turun ke kecamatan dan kelurahan. Termasuk dengan akte kematian, kelahiran, perubahan nama dan sidangnya itu bisa (berpindah-pindah) di masing-masing kelurahan,” terang dia.

Mantan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menerangkan, bahwa terkait pelayanan online terintegrasi tersebut saat ini masih berjalan di tingkat kecamatan, namun akan segera ditingkatkan agar bisa langsung menjangkau masyarakat di tingkat kelurahan.

Melalui layanan online terintegrasi itu, dia bersama jajarannya berharap mampu mendekatkan diri kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan yang terbaik. “Saya matur nuwun sanget (terima kasih banyak) kepada Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, Ketua Pengadilan Agama Surabaya, karena dengan beliau-beliaunya ini memberikan kolaborasi dengan pemerintah kota surabaya, maka pelayanan Pemerintah kota surabaya, cukup dengan satu hari bisa selesai semuanya,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji menyampaikan, acara yang digelar merupakan hasil kolaborasi dari banyak sektor dan OPD, yang bertujuan untuk membahagiakan masyarakat Surabaya.

Salah satunya, pelaksanaan sidang isbat nikah oleh Pengadilan Negeri Agama, yang artinya warga akan mendapatkan penetapan buku nikah. “Kemudian sidang pergantian nama, pembuatan akte kelahiran dan kematian. Serta pengurusan dokumen kependudukan berupa KK dan KTP dari hasil sidang Pengadilan Negeri, yang nantinya warga bisa melakukan perubahan nama,” terang dia.

Seperti salah satu pasangan pengantin tertua, Niman Bin Ahmad yang berusia 68 tahun, asal Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya mengaku, bersyukur karena bisa melakukan pernikahan secara sah dengan tercatat melalui agama dan negara.

“Sayang senang sekali karena bisa mendapatkan buku nikah dan memiliki dokumen, serta sudah tercatat oleh negara,” ungkap Niman. Senada dengan Niman, salah satu warga Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya, Uripan juga mengaku bersyukur dengan program yang telah dibuat oleh Pemkot Surabaya.

Sebab, selama sekian tahun, akhirnya dia bisa mengurus akte kematian kedua orang tuanya. “Saya mengurus akte kematian orang tua saya dan mendapatkan bantuan layanan ini dari kelurahan. Tidak sampai satu hari, akte kematian orang tua saya sudah jadi,” pungkasnya. (ko)

Saksi Ahli Dihadirkan dalam Sidang Gugatan Enam Warga yang Tolak Ganti Rugi Proyek FR

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sidang gugatan 6 warga Desa Gedangan yang menolak ganti rugi pembebasan lahan pembangunan jalan Frontage Road/FR kembali digelar PN Sidoarjo, Jumat (24/12) dengan agenda mendengar keterangan saksi serta ahli.

Saksi yang diajukan Dimas SH, selaku kuasa hukum 6 warga Desa Gedangan yakni Isno, takmir mushola yang juga kena dampak pembebasan lahan FR serta Rina, saksi ahli yang dosen Universitas Trunojoyo dan ahli bidang agraria dan pertanahan.

Kepada majelis hakim, saksi Isno yang ditanya Dimas SH, selaku kuasa hukum 6 warga Desa Gedangan mengatakan, selaku takmir mushola pihaknya didatangi tim appraisal pembebasan lahan FR pada Kamis (22/12) karena sebagian lahan mushola kena kepras untuk proyek FR. “Tim appraisal datang melakukan pendataan dan tidak membahas harga ganti rugi,” ujarnya.

Menurut Isno, sesuai informasi yang ia dapat bahwa lahan mushola yang jaraknya sekitar 4,5 meter dari proyel FR bakal kena dampak pembangunan jalan FR karena itu akan diganti dengan mushola baru. “Setahu saya di RT 33 RW 09 Desa Gedangan ada 12 rumah dan 1 mushola yang kena dampak pembangunan FR, ke-12 rumah kena kepras halaman dan bangunannya,” katanya.

Isno, mengaku, dengan adanya proyek FR lingkungan rumahnya sekarang terjadi banjir saat hujan karena kondisi rumah dan jalan lebih tinggi proyek jalan FR sedangkan untuk mushola tidak kena banjir karena lokasinya sudah tinggi.

Ia mengatakan, untuk pembangunan FR ada 12 rumah warga yang lahan dan rumahnya kena gusur, sementara 6 warga belum tergusur karena menggugat di PN Sidoarjo. “Saya tidak tahu alasannya, yang jelas rumah 6 warga itu harus dibebaskan,” katanya.

Sementara saksi ahli, Rina, mengatakan, pengadaan tanah untuk kepentingan umum harus memenuhi sejumlah asas, diantaranya pengantian yang layak dan adil. “Artinya harus memberikan jaminan penggantian layak sehingga mendapatkan kehidupan yang lebib baik dari yang ada sekarang,” katanya.

Oleh karena, tim appraisal yang ditunjuk harus memenuhi standar penilaian SPI 204 dan PPI 04. “Tim appraisal juga harus menganut asas keterbukaan dengan mengajak warga untuk berbicara sehingga tercapai kesepakatan yang sebenarnya,” katanya.

Ketika disodorkan oleh tim kuasa hukum 6 warga Desa Gedangan mengenai dokumen harga ganti rugi yang diberikan ke pemilik lahan, saksi ahli Rina menilai bahwa dalam dokumen itu ada komponen-komponen yang tidak dijabarkan oleh tim appraisal.

“Pergantian pembebasan lahan untuk kepentingan publik tidak hanya soal ganti fisik saja melainkan juga non fisik seperti aspek ekonomi, emosional dan transaksi serta sisa tanah, itu sangat penting karena yang digusur adalah manusia, makanya aapek kemanusianhya harus dipertimbangkan juga,” paparnya.

Saksi ahli Rina juga mengakui bahwa hasil penilaian tim appraisal adalah final dan mengikat ketika disepakati bersama dengan warga pemilik tanah. “Kalau tidak dilakukan sesuai prosedure artinya sesuai mekanisme yang ada maka salah satu pihak bisa melakukan gugatan hingga kasasi,” tegasnya.

Seperti diketahui, langkah Pemkab Sidoarjo membebaskan lahan di jalur Gedangan untuk frontage road terpaksa tertunda. Pasalnya enam warga pemilik lahan memilih mengajukan gugatan ke PN Sidoarjo karena tak terima dengan ganti rugi yang dinilai kecil.

Sedikitnya 6 warga RW 09 Dusun Gedangan Desa Gedangan, menggugat BPN dan Dinas PU Bina Marga Pemkab Sidoarjo lantaran keberatan atas proses appraisal, karena dinilai tidak ada transparasi proses ganti rugi.

Dimas SH selaku kuasa hukum 6 warga Gedangan, mengatakan penolakan pemilik lahan terkait proses ganti rugi yang tidak transparan ini sangatlah wajar. Alasannya ganti rugi harus melibatkan masyarakat secara terbuka dan tim appraisal harus lembaga akuntabel.

“Faktanya proses ganti rugi ini, dilakukan dengan narasi tekanan. Seperti ungkapan nilai appraisal yang sudah tinggi, dan kalau tidak mau maka warga tidak akan mendapatkan harga yang sesuai, dan uangnya akan dititipkan ke pengadilan,” jelas Dimas, saat mengikuti sidang gugatan di PN Sidoarjo.

Nilai ganti rugi yang ditetapkan tim appraisal permeter Rp 13 juta, namun warga minta Rp 35 juta permeter dengan dasar bangunan rumah mereka besar dan bertingkat.“Karena tidak ada kejelasan ganti rugi sebenarnya kepada masing-masing penerima dan tim appraisal tidak kompeten karena tidak ada alamatnya serta cuma satu tim appraisal saja serta tidak ada rujukan informasi cara menghitung yang diterima warga maka kita menolak,” urai Dimas, yang mengaku warga akan tetap mempertahankan hak milik meskipun ada eksekusi. (no)

Puluhan Sopir dan Kondektur Bus Jalani Tes Urine di Terminal Purabaya

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Puluhan sopir dan kondektur bus di Terminal Purabaya, Bungurasih, Waru, Sidoarjo, menjalani tes urine yang dilakukan polisi dari Dokkes dan Sat Serse Polresta Sidoarjo Jumat (24/12). Kegiatan ini bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, yang diakibatkan kelalaian kru bus karena mengonsumsi narkoba.

Serta memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat pengguna jasa transportasi bus, selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hadir memantau jalannya tes urine bagi sopir dan kondektur bus di Terminal Purabaya, Gubernur Jawa Timur/Jatim, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Kapolresta Sidoarjo dan Kepala Terminal Purabaya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan, tes urine pada kru bus di Terminal Purabaya, termasuk juga di seluruh terminal lainnya yang ada di Jatim merupakan upaya nyata yang dilakukan Polda Jatim dan jajarannya, dalam mendeteksi penyalahgunaan narkoba, yang dapat membahayakan bagi keselamatan masyarakat di saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

“Karenanya faktor resiko akibat bila adanya kru bus yang menyalahgunakan narkoba, harus segera kita deteksi. Harapannya dalam perjalanan, kru bus, penumpang dan masyarakat lainnya terselematkan dari bahaya kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Jatim juga menghimbau kepada pihak pengelola Terminal Purabaya, pertokoan, kru bus dan penumpang agar betul memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sementara, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo, menyatakan, digelarnya tes urine sopir dan kondektur bus secara serentak se-Jatim, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, dalam hal ini adalah penumpang bus saat libur natal dan tahun baru 2022.

“Kami sengaja tes urine kepada para sopir dan kondektur bus, dengan tujuan menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang khususnya saat natal dan tahun baru,” ujarnya. Pada tes urine sopir dan kondektur bus di Terminal Purabaya, Bungurasih kali ini, menurut Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo AKP Adrian Wimbarda, ada 66 sopir dan kondektur bus yang menjalani tes urine.

Hasilnya ada satu orang kondektur yang hasilnya positif. Selanjutnya yang bersangkutan, kami bawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk dilakukan pemeriksaan. (rin)