Polresta Sidoarjo Sterilisasi Sejumlah Gereja, Amankan Misa Natal

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Amankan ibadah misa Natal 2021 dari ancaman teror, tim jibom gegana Satbrimob Polda Jatim melakukan sterilisasi sejumlah gereja di Sidoarjo, Jumat (24/12). Seperti di Gereja Elohim, Gereja Santa Maria Annuntiata, serta beberapa gereja lainnya.

Sterilisasi dilakukan mulai dari pintu masuk gereja, taman di sekitar gereja, hingga bagian dalam sampai altar. Tak ketinggalan, pemeriksaan dilakukan di pot-pot bunga, bahkan, tempat sampah. Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol Kasek Oka Suparta, mengatakan, untuk menjamin rasa aman dan nyaman kepada umat Kristen yang akan menjalankan misa Natal, Polresta Sidoarjo menurunkan tim Jibom dari Polda Jatim untuk lakukan sterilisasi gereja-gereja di Sidoarjo.

“Semua sudut kami lakukan pemeriksaan, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para jemaat yang akan melakukan ibadah saat Hari Raya Natal,” kata Kompol Kadek Oka Suparta. Ia menambahkan, untuk menjaga keamanan gereja saat Natal tahun ini, telah disebar sejumlah 750 personel Polresta Sidoarjo dan jajaran, dengan melibatkan dukungan personel dari TNI. Juga ada Satpol PP, banser, dan pihak terkait lain.

“Selain prioritas pada faktor keamanan gereja dan jemaat. Personel gabungan juga menghimbau disiplin protokol kesehatan benar-benar penerapannya saat berlangsung ibadah Misal Natal 2021,” tambahnya.

Saat berlangsunnya Misa Natal semua jemaat dan pihak pengurus gereja diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, seperti wajib memakai masker, jaga jarak, serta di lokasi misa natal disediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer dan scan barcode aplikasi PeduliLindungi. (rin)

Bersih Pantai Lekok Hiasi Hari Jadi Kabupaten Pasuruan

0

Pasuruan, (pawartajatim.com) – Dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1092, berbagai kegiatan dilakukan. Salah satu kegiatan itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Lekok Asri, dan Project Stop, bersama masyarakat Kecamatan setempat melakukan aksi membersihkan pantai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lekok, Jatirejo. Kegiatan ini dimulai sejak pertengahan Desember dan berakhir  22 Desember.

Dengan mengusung tema Laut Bersih, Hasil Melimpah, Sehat Terjamin, inisiatif ini dilakukan untuk mengingatkan warga setempat bahwa laut merupakan sumber kehidupan. Dan penting menjaga kebersihan dan menangani sampah di wilayah pesisir.

Juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih bagi kesehatan dan perekonomian. Aksi bersama bersih pantai Lekok dihadiri 313 relawan, yang terdiri dari unsur Pemkab dan kecamatan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Desa setempat, PKK, kelompok masyarakat, kelompok nelayan, dan pelajar.

Turut hadir dan mendukung kegiatan ini adalah Nestlé sebagai mitra strategis dan penyandang dana utama kemitraan kota Project Stop di Pasuruan, dan Siegwerk yang juga terlibat sebagai salah satu mitra strategis dalam Project Stop. Selain itu, mitra strategis Project STOP yaitu Borealis, Pemerintah Norwegia, serta Borouge.

“Sejak tahun 2020, Project STOP di Kabupaten Pasuruan telah menyediakan layanan persampahan bagi lebih dari 113.000 orang di Kecamatan Lekok dan Nguling, dengan didukung oleh Pemkab Pasuruan, Dinas Lingkungan Hidup, maupun dinas terkait, serta menggandeng pihak swasta untuk bekerja sama mengatasi permasalahan pengelolaan sampah,” kata Lintong Manik Program Manajer Project STOP Pasuruan.

Lebih lanjut Lintong menjelaskan, melalui aksi bersama membersihkan Pantai Lekok selama sepuluh hari, pihaknya telah membersihkan sekitar 2,200 m2 luas area pesisir di sekitar TPI Lekok, yang merupakan tempat bermukim kelompok nelayan dari Desa Jatirejo dan Tambak Lekok. Juga berhasil mengumpulkan sekitar 200 ton sampah yang terdiri dari 68,6 ton sampah plastik.

Kegiatan ini berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Tak lupa mereka  menerapkan peraturan keselamatan kerja dan protokol kesehatan bagi setiap relawan yang terlibat. Serta melakukan penjadwalan kerja bagi relawan setiap harinya.

Tak hanya itu, Project Stop di Pasuruan juga mengadakan berbagai kegiatan lainnya sebagai rangkaian dari aksi membersihkan pantai. Misalnya kompetisi seni berbahan sampah bagi pelajar se-kecamatan Lekok dan Nguling yang bekerja sama dengan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) untuk menyediakan pameran edukasi persampahan.

Juga menyediakan instalasi dari sampah plastik untuk mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar tentang pentingnya lingkungan yang bersih bebas sampah plastik. Serta dapat mengelola sampah dengan bijak agar dapat didaur ulang  menjadi material baru untuk mendorong ekonomi sirkular.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya yang  hadir langsung, mengapresiasi kegiatan bersih pantai  ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. Serta sebagai bentuk dukungan terhadap sistem pengelolaan sampah yang saat ini sudah tersedia di Kecamatan Lekok dengan melibatkan Kerjasama lintas sektor,” tandas Anang.

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Head of Sustainability PT Nestlé Indonesia, Prawitya Soemadijo yang juga hadir di lokasi. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Kecamatan Lekok, dan dinas terkait, serta masyarakat dan kelompok nelayan atas partisipasinya dalam kegiatan ini. Kami berharap inisiatif yang dilakukan Project Stop bersama mitra-mitranya, termasuk Nestlé dapat mengatasi tantangan pengelolaan sampah, termasuk sampah plastik, sehingga dapat memberi manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Prawitya.

Melalui Project STOP di Pasuruan, pihaknya berupaya untuk menyediakan solusi tepat guna dengan menyediakan sarana dan prasarana pendukung, mulai dari sistem pengangkutan sampah, pemilahan dan pengolahan sampah di fasilitas TPST3R.

Dengan demikian  dapat mendukung upaya pemerintah dalam upaya menghentikan kebocoran sampah plastik ke lingkungan. Project Stop telah menghadirkan pelayanan pengolahan sampah untuk lebih dari 258.000 orang. (dra)

Ekonomi Nasional Pulih, Mendag Lepas Ekspor Senilai Rp 35,03 Triliun

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, memimpin pelepasan ekspor  senilai Rp 35,03 atau setara USD 2,44 miliar. Karena itu, Lutfi, menegaskan bahwa ekonomi nasional mulai pulih. Momentum ini harus terus dijaga secara serius agar perekonomian Indonesia bisa lebih cepat bangkit dan tumbuh.

“Saya melepes ekspor senilai Rp 35,03 triliun secara serentak di 18 titik di 62 kabupaten/kota di 26 provinsi di Indonesia secara hibrida. Pelepasan ekspor ini merupakan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta meningkatkan kinerja ekspor nasional. Saya berharap pelepasan ekspor ini dapat memotivasi kalangan dunia usaha untuk terus mempertahankan dan memperluas pasar ekspornya,” kata Mendag Lutfi, di Jakarta Kamis (23/12).

Mendag Lutfi memimpin “Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021” yang dilaksanalam  secara hibrida yang diikuti 278 eksportir dari 62 kabupaten/kota di 26 provinsi, Kamis (23/12) dengan lokus utama di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang International Industrial City, Jawa Barat.

Pemerintah, kata dia, didorong untuk fokus pada peningkatan kinerja ekspor dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. “Secara simultan, pertumbuhan ekspor yang signifikan juga akan mendorong inovasi dan peningkatan kualitas industri dalam negeri. Kedua hal ini merupakan fondasi utama untuk memulihkan ekonomi nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia Maju 2045,” tegas Mendag.

Mendag Lutfi menyampaikan, Kementerian Perdagangan sering bertemu dan berdiskusi dengan eskportir. “Kami selalu motivasi para pelaku usaha untuk berani mengeksplorasi peluang pasar baru di kawasan emerging markets dan pasar nontradisional. Terlebih dengan adanya ketidakpastian di negara-negara pesaing, kita justru dapat memanfaatkan potensi ekspor yang selama ini belum dioptimalkan seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Barat, Eropa Timur dan negara-negara di kawasan Oseania,” ujar Mendag.

Sejumlah pimpinan pemerintah pusat dan daerah turut hadir di wilayah akreditasi masing-masing antara lain Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wali Kota Salatiga Yuliyanto, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan.

Sedangkan dari kalangan pengusaha dan asosiasi turut hadir Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani, serta perwakilan dari Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Pertumbuhan ekspor nonmigas yang terus menerus surplus hingga akhirnya meraup nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah ini, bukan hanya hasil kerja keras pemerintah pusat, tetapi juga para eksportir dan pemerintah daerah.

‘’Acara hari ini sekaligus bentuk apresiasi kepada pemerintah di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten yang sehari-hari melayani kebutuhan para eksportir,” jelas Mendag. Selain lokus utama di Karawang, Jawa Barat, terdapat 17 titik pelepasan yang terkoneksi langsung secara daring yang meliputi Pangkal Pinang (Bangka Belitung), Pelalawan dan Pekanbaru (Riau), Lampung, Bogor dan Bekasi (Jawa Barat), Salatiga, Boyolali dan Semarang (Jawa Tengah), Gresik dan Sidoarjo (Jawa Timur), Yogyakarta, Mataram (NTB), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Samarinda (Kalimantan Timur), serta Serang dan Banten (Jawa Barat).

Secara keseluruhan, terdapat 26 Provinsi yang mendukung acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021. Adapun provinsi tersebut yaitu Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia pada Januari–November 2021 mencapai USD 209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia bulan November 2021 mengalami surplus USD 3,51 miliar yang sekaligus melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020, dan tercatat sebagai nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah.

Produk ekspor nonmigas dari Indonesia yang menerima permintaan tertinggi di pasar dunia meliputi lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta karet dan produk karet. Sedangkan lima negara yang menjadi pasar tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok (USD 46 miliar); Amerika Serikat (USD 23,13 miliar), Jepang (USD 15,18 miliar), India (USD 11,87 miliar) dan Malaysia (USD 9,66 miliar).

Mendag juga menyampaikan apresiasinya kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang telah mendukung acara pelepasan ekspor ini. “Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang telah menyediakan tempat sebagai lokus utama acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021,” pungkas Mendag. (bw)

Malam Tahun Baru, Jam Operasional Mall dan Pusat Belanja Pukul 22.00 WIB

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Jam operasional mall dan tempat belanja di Sidoarjo saat malam tahun baru 2022, pada 31 Desember 2021, dibatasi sampai dengan pukul 22.00 WIB. Selain itu, pihak pengelola juga dilarang mengadakan perayaan pergantian tahun.

Mensosialisasikan ketentuan, yang sebagaimana diatur dalam Inmendagri no 66 tahun 2021 tersebut, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mendatangi sejumlah mal dan tempat belanja di Kabupaten Sidoarjo Rabu (22/12).

Kapolres bertemu pihak pengelola dan pengunjung mal. Ia menyampaikan himbauan agar jam operasional pada malam pergantian tahun nanti sampai pukul 22.00 WIB. Pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah kerumunan, yang kerap terjadi pada malam pergantian tahun.

Selain itu, Kapolresta Sidoarjo juga mengecek stabilitas harga dan kondisi bahan pokok di pusat belanja. “Sampai saat ini, kami cek tidak ada permainan harga yang disediakan di tempat-tempat belanja, kondisi bahan pokok juga bagus semua,” ujar Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga dicek betul Kapolresta Sidoarjo, tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di saat momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Sampai saat ini, situasi di mal dan tempat belanja yang ada di Kabupaten Sidoarjo kondusif. Penerapan prokes dan aplikasi PeduliLindungi berjalan baik,” imbuhnya. Semakin mendekati Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Kapolresta Sidoarjo menghimbau masyarakat untuk tidak terlalu bereuforia berlebihan mengingat saat ini pandemi masih ada.

Di rumah saja mengisi kegiatan positif dan beribadah. Serta tetap mematuhi protokol kesehatan. (rin)

Peringati Hari Ibu, Lomba Senam Gemufamire dan Cipta Menu untuk Balita Stunting 

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dalam memperingati Hari Ibu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya menggelar lomba Senam Gemufamire dan Cipta Menu untuk Balita Stunting. Kegiatan ini digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (22/12) dengan diikuti oleh perwakilan pegawai dan karyawan di 71 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Surabaya.

Pada perlombaan Senam Gemufamire, masing-masing perwakilan OPD akan dinilai oleh dewan juri berdasarkan teknik gerak, kekompakan, dan penampilan. Kemudian, untuk perlombaan Cipta Menu untuk Balita Stunting akan dinilai berdasarkan nilai gizi, keamanan pangan, harga, penampilan, dan rasa.

Sebelum perlombaan dimulai, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani memberikan apresiasi kepada 15 ibu hebat, yang telah mendidik putra-putrinya untuk mengharumkan Kota Surabaya dengan prestasi masing-masing, baik ditingkat Provinsi maupun di tingkat Nasional.

Uniknya, saat perlombaan Senam Gemufamire dimulai, Wali Kota Eri dan Ketua TP PKK Rini Indriyani tampak antusias dan langsung menuruni panggung ikut senam bersama peserta lomba yang lainnya. Sebab, setiap perwakilan OPD memberikan penampilan terbaik, dengan mengenakan berbagai macam kostum kreasi.

Usai senam bersama para peserta lomba, Wali Kota Eri dan Ketua TP PKK Rini Indriyani langsung menuju ke sisi barat Balai Kota Surabaya. Keduanya meninjau pelaksanaan lomba Cipta Menu untuk Balita Stunting dan sambil bertanya terkait proses pembuatan, serta bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk membuat menu tersebut.

Wali Kota Eri, kemudian mengajak kepada semua Kepala OPD, pegawai, dan karyawan di lingkungan Pemkot Surabaya untuk meminta doa dan restu kepada sang ibu. Menurut dia, hanya doa dari ibu yang selalu mustajabah atau mudah terkabul.

“Ketika masih ada yang lama tidak berjumpa dengan ibunya, secepatnya tolong pulang dan temui ibunya di hari ibu ini. Kalaupun tidak bisa, maka telpon dan minta doa kepada ibu, minta restu ibu, karena keberhasilan kita, nikmatnya hidup kita, tidak lepas dari doanya seorang ibu,” kata Wali Kota Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menambahkan, bahwa dia sangat kagum melihat para ibu yang hebat, karena telah mendidik anak-anaknya. Dia pun berharap, semoga pada peringatan Hari Ibu kali ini, para ibu bisa senantiasa diberikan kebahagian dan terkabul semua doanya oleh Gusti Allah SWT.

“Dan hari ini saya bahagia, lomba senamnya ada yang memakai jas, ada yang memakai daur ulang, ada yang memakai aksesoris kedaerahan. Saya senang sekali, kita masih mau dan ini menunjukkan yang terbaik untuk hari ini, matur nuwun (terima kasih) semuanya, selamat memperingati hari ibu dan jangan lupa untuk mendoakan orang tua kita,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani menjelaskan, bahwa pelaksanaan lomba dalam memperingati Hari ibu, pihaknya menggandeng beberapa OPD. Pada pelaksanaan lomba Cipta Menu untuk Balita Stunting, diharapkan hal ini bisa ditiru oleh para ibu, agar Kota Surabaya bisa bebas dari angka Stunting (Zero Stunting).

“Jadi kadang-kadang anak-anak stunting ini menjadi malas makan, sehingga dibuat plating makanan dengan harga yang murah, yakni maksimal harganya Rp 15.000. Dari angka itu, para ibu bisa meniru menu yang bermacam-macam,” jelas Rini Indriyani.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Bunda Paud Kota Surabaya ini menerangkan, seluruh OPD di Kota Surabaya masing-masing mengumpulkan 25 box menu dan akan dibagikan serentak kepada 1.785 anak stunting di Kota Pahlawan. Nantinya, setiap box menu yang dikirimkan akan diberikan urutan racikan bahan.

“Hari ini akan langsung didistribusikan dan selama 7 hari mereka akan membuat menu itu. Sehingga, keluarga stunting bisa meniru menu masakan tersebut,” terang dia. Karena itu, Rini Indriyani, mengajak kepada seluruh di Kota Surabaya untuk semangat dalam kondisi apapun.

Dia meyakini, bahwa seorang ibu selalu memiliki semangat dan keikhlasan untuk mendoakan anak-anaknya. “Meskipun dalam keterbatasan, para ibu-ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Apapun kondisinya kita harus menjadi ibu yang hebat,” pungkasnya. (ko)

Sidang Lanjutan Enam Warga, Kuasa Hukum Ajukan Saksi Tetangga Pemohon

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sidang gugatan enam warga Desa Gedangan yang menolak ganti rugi pembebasan lahan pembangunan Jalan Frontage Road/FR kembali digelar PN Sidoarjo, Rabu (22/12) dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Saksi yang diajukan kuasa hukum, 6 warga Desa Gedangan, Dimas, SH., yakni Jefri Aminullah yang merupakan tetangga para pemohon. Kepada Ketua Majelis Hakim Irwan Efendi, saksi Jefri, yang ditanya kuasa hukum enam warga Desa Gedangan mengatakan, selama ini tidak mengetahui adanya sosialisasi tentang proyek pembangunan Jalan FR.

“Saya tahunya proyek sudah dibangun dan sampai sekarang masih dikerjakan,” ujarnya. Jefri mengaku, dengan adanya proyek FR lingkungan rumahnya sekarang terjadi banjir saat hujan karena kondisi rumah dan jalan lebih tinggi proyek jalan FR.

“Padahal sebelumnya tidak pernah banjir,” jelasnya. Jefri mengatakan, untuk pembangunan FR ada 13 warga yang lahan dan rumahnya kena gusur, sementara 6 warga belum tergusur karena menggugat di PN Sidoarjo.

“Saya tidak tahu alasannya, yang jelas rumah 6 warga itu harus dibebaskan,” katanya. Sementara dari pihak termohon, baik BPN dan Pemkab Sidoarjo tidak menanggapi keterangan saksi karena dinilai tidak berwenang menilai.

Sidang dilanjutkan Jumat depan dengan mendengarkan keterangan saksi pemohon serta saksi ahli dari kuasa hukum penggugat. Seperti diketahui, langkah Pemkab Sidoarjo membebaskan lahan di jalur Gedangan untuk frontage road terpaksa tertunda.

Pasalnya enam warga pemilik lahan memilih mengajukan gugatan ke PN Sidoarjo karena tak terima dengan ganti rugi yang dinilai kecil. Sedikitnya 6 warga RW 09 Dusun Gedangan Desa Gedangan, menggugat BPN dan Dinas PU Bina Marga Pemkab Sidoarjo lantaran keberatan atas proses appraisal, karena dinilai tidak ada transparasi proses ganti rugi.

Dimas SH selaku kuasa hukum 6 warga Gedangan, mengatakan penolakan pemilik lahan terkait proses ganti rugi yang tidak transparan ini sangatlah wajar. Alasannya, ganti rugi harus melibatkan masyarakat secara terbuka dan tim appraisal harus lembaga akuntabel.

“Faktanya proses ganti rugi ini, dilakukan dengan narasi tekanan. Seperti ungkapan nilai appraisal yang sudah tinggi, dan kalau tidak mau maka warga tidak akan mendapatkan harga yang sesuai, dan uangnya akan dititipkan ke pengadilan,” jelas Dimas, saat mengikuti sidang gugatan di PN Sidoarjo.

Nilai ganti rugi yang ditetapkan tim appraisal permeter Rp 13 juta, namun warga minta Rp 35 juta per meter dengan dasar bangunan rumah mereka besar dan bertingkat. “Karena tidak ada kejelasan ganti rugi sebenarnya kepada masing-masing penerima dan tim appraisal tidak kompeten karena tidak ada alamatnya serta cuma satu tim appraisal saja serta tidak ada rujukan informasi cara menghitung yang diterima warga maka kita menolak,” urai Dimas, yang mengaku warga akan tetap mempertahankan hak milik meskipun ada eksekusi. (no)

Ratusan Desa/Kelurahan di Gresik Lunas PBB

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Desa dan Kelurahan yang telah lunas dalam pembayaran pajak di Gresik, mendapat penghargaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan apresiasi berupa penghargaan bagi Desa dan Kelurahan yang telah lunas pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) 100 persen tahun ini.

Tercatat sebanyak 117 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Gresik  mendapat penghargaan Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani  di kantor Pemkab setempat, Selasa (21/12). Kegiatan ini dikemas  berbentuk Bulan Panutan PBB 2021.

Menariknya, capaian SKB PBB  2021 ini telah melebihi target. Semula ditargetkan sebesar Rp 130 Miliar, namun realisasi PBB untuk target SKB telah tercapai sebesar Rp 131 Miliar, atau 100,96 persen dari yang ditargetkan.

Bupati Gresik memberi apresiasi kepada seluruh desa dan kecamatan yang telah patuh dan layak untuk dijadikan sebagai pelopor dalam membayar lunas PBB lebih awal, tanpa menunggu batas waktu jatuh tempo.

“Kepada desa yang telah lunas pajak 100 persen, saya secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga. Bagi kami, masyarakat di desa bapak dan ibu sekalian merupakan bagian dari orang-orang hebat yang punya tanggung jawab terhadap pajak,” kata Gus Yani.

Kecamatan dengan capaian tertinggi lunas PBB 100 persen berhasil diraih oleh Kecamatan Balongpanggang dengan 25 desa, disusul Kecamatan Benjeng 17 desa, Kecamatan Dukun 13 desa, kecamatan Tambak 13 desa, Kecamatan Sangkapura 11 desa.

Kemudian Kecamatan Sidayu 9 desa, Kecamatan Manyar 6 desa, Kecamatan Duduk Sampean dan Panceng 4 desa, Kecamatan Cerme, Kecamatan Kebomas, Kecamatan Bungah 3 desa. Lalu Kecamatan Gresik, Kecamatan Wringinanom dan Kecamatan Kedamean lunas 2 desa.

“Kami harap kepada kecamatan dan  desa yang masih belum mencapai target pelunasan,  terus didorong untuk lebih taat pajak,” pungkas Gus Yani. Selain itu, bupati juga memberikan penghargaan bagi sejumlah perusahaan di Kabupaten Gresik yang telah melunasi kewajiban pajaknya.

Perusahaan itu diantaranya PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Marga Bumi Mitra Raya, PT Petrokimia Gresik, PT PLN PJB II Up. Gresik, PT Wings Surya, PT Smelting (pelabuhan), PT Jasamarga, PT Dayasa Aria Prima, PT Platinum Keramics Industri, PT Tjakrindo Mas, PTbMiwon Indonesia, PT Surya Pertiwi Nusantara dan juga PT Sumber Mas Indah Plywood.

Kedepan, dalam rangka peningkatan perekonomian yang diwujudkan dengan kerjasama dengan investor, Gus Yani ingin agar aturan dan regulasi harus jelas dan gamblang. “Saya ingin kepastian dan regulasinya disusun secara jelas sehingga antara pemerintah dan investor tidak ada negosiasi,” ujarnya.

Hal ini seperti apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo, bahwa di setiap daerah harus memiliki program prioritas. “Program prioritas ini akan kami laksanakan di Kabupaten Gresik, namun harus didasari oleh riset dan kajian yang mendalam terhadap suatu lokasi yang strategis terhadap pertumbuhan perekonomian di Gresik. Kita juga akan libatkan perguruan tinggi sebagai lembaga mitra strategis untuk menunjang keberlangsungan program prioritas ini,” beber  Gus Yani.

Gus Yani, juga menyampaikan bahwa sejumlah desa dengan capaian target yang terealisasi, pihaknya akan memberikan reward khusus. “Ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada desa yang telah taat pajak dan telah memiliki kontribusi terhadap pemerintah daerah,” ujarnya. (dra)

Sosialisasi dan Edukasi tentang SRG, KBI Beri Kuliah Umum pada Mahasiswa Unair

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Salah satu kunci dari kesuksesan Sistem Resi Gudang/SRG adalah edukasi dan sosialisasi. Untuk itu, PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI sebagai pusat registrasi terus melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan.

Salah satunya adalah para mahasiswa. ‘’Harapan kami, nanti setelah para mahasiswa ini menyelesaikan pendidikan dan masuk ke dunia kerja, dapat turut mendorong pemanfaatan resi gudang ini,” kata Direktur KBI, Agung Rihayanto, ketika memberikan Kuliah Umum tentang SRG kepada mahasiswa Universitas Airlangga/Unair Surabaya, Rabu (22/12).

Rencananya, kuliah umum tentang SRG ini akan dilakukan di berberapa perguruan tinggi di Indonesia. Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair, Dian Agustia, mengapresiasi apa yang dijalankan KBI dengan memberikan kuliah umum tentang SRG ini.

Hal ini dikarenakan, bahwa membangun link and match antara dunia akademik dan dunia usaha harus selalu ditingkatkan. Sosialisasi mengenai Resi Gudang/RG dari KBI dapat ditindaklanjuti FEB Unair untuk menjadi salah satu materi pembelajaran dan riset untuk kemajuan bisnis di Indonesia.

Hal ini tentunya sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) poin 8 untuk peningkatan kualitas lingkungan kerja dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terkait RG, pemanfaatannya di Indonesia terus mengalami pertumbuhan.

Data dari  KBI menunjukkan, sampai November lalu, jumlah RG yang diregistrasi mencapai 582  RG yang terdiri dari 11 komoditas, dengan total volume sebesar 12,3 Juta kg dan nilai barang sebesar Rp 484,1 miliar. Adapun dari sisi pembiayaan, sampai November telah mencapai Rp 261 miliar.

Sedangkan sepanjang 2020, jumlah RG yang di registrasi mencapai 427 RG yang terdiri dari 7 komoditas, dalam  volume 9,6 juta kg dengan nilai barang sebesar Rp 200,7  miliar. Sedangkan pembiayaannya mencapai Rp 93,8 miliar.

Terkait pemanfaatan RG, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat Disimpan dalam SRG, komoditas yang dapat masuk ke SRG meliputi beras, gabah, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, pala, ikan, bawang merah, rotan, kopra, teh, rumput laut, gambir, timah, gula putih kristal, kedelai serta ayam karkas beku.

Indonesia memiliki potensi besar dalam hal pemanfaatan RG, melihat luasan wilayah serta banyaknya komoditas yang ada. RG, apabila dimanfaatkan secara maksimal akan mampu menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional.

”Untuk itu, perlu upaya semua pemangku kepentingan untuk secara bersama-sama melakukan edukasi dan sosialisasi,” ungkap Agung Rihayanto. (bw)

Hj Sa’adah, Resmikan Gedung Baru KPRI Delta Makmur

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Keberadaan koperasi dapat memberikan berkah. Tidak hanya bagi anggota tapi juga bagi masyarakat Sidoarjo, karena koperasi itu sendiri merupakan contoh dari ekonomi gotong royong yang harus ditegakkan di KPRI Delta Makmur.

‘’Jadi bagaimana agar koperasi itu betul-betul bisa memiliki peran yang penting untuk menguatkan kembali dari pada kemandirian ekonomi,’’ kata Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj.Sa’adah Ahmad Muhdlor, S.Hum, meresmikan Gedung Baru KPRI Delta Makmur Selasa (21/12).

Kepada para pengurus dan ketua koperasi untuk bisa mengutamakan suplier bahan baku. Jika ada yang dari masyarakat Sidoarjo sendiri maka belilah dari masyarakat. Karena tentu yang diharapkan tidak hanya dari kesejahteraan para anggota koperasi tetapi keberadaan koperasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sidoarjo.

“Jangan sampai peresmian ini hanya sebatas ceremonial belaka. Intinya kepada para pengurus mampu berinovasi atau mempunyai terobosan. Sehingga koperasi ini betul-betul berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan,” ujarnya

Sementara itu, Ketua KPRI Delta Makmur Sri Witarsih, SH, menyampaikan KPRI Delta Makmur  berdiri berdasarkan akta pendirian 28 Maret1980 oleh kepala Kantor Wilayah koperasi Propinsi Jawa Timur dengan nama Koperasi Pegawai Negeri Delta Makmur bahwa dengan visi terwujudnya koperasi kuat sehat mandiri dan Tangguh.

Semakin meningkatkan kesejahteraan anggota dan memiliki unit usaha unggulan simpan pinjam dengan jasa pinjaman 0,5 persen dan tidak lupa pertokoan dan mininarket yang terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman baik secara offline maupun online dan untuk kafe koperasi bekerjasama dengan PT.Indonesia Berkah Mandiri dengan kepemilikian 100 persen milik anggota koperasi Delta Makmur dengan  aset total Rp 46,3 miliar. (rin)

Polisi Gadungan, Tipu Tiga Korban Selesaikan Kasus

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Warga Candi berinisial AP (32) diringkus tim buru sergap/buser lantaran mengaku anggota polisi yang bertugas di wilayah hukum Polresta Sidoarjo. Modus tersangka mengaku anggota Polresta Sidoarjo yang akhirnya berhasil menikahi seorang wanita secara siri.

Penegasan itu dikemukakan, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, didampingi Wakapolresta AKBP Denni Agung Ariana dan Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar S Setjo, Selasa (21/12).

“Dengan pengakuannya tersebut, AP berhasil mengelabuhi korban, dimana dia bisa menyelesaikan kasus yang berhubungan dengan kepolisian lantaran pengakuannya sebagai anggota polisi bagian Opsnal (tidak pernah memakai seragam polisi),” jelas Kapolresta.

Menurut dia, selama mengaku menjadi anggota polisi itu, AP yang mempunyai tato di tangannya ini berhasil menipu 3 orang yang meminta tolong untuk penyelesaian kasusnya. “Meski menolong, namun tersangka ini minta sejumlah uang kepada korbannya. Tapi setelah memperoleh uangnya, kasus si korban tidak ada titik terangnya (tidak terselesaikan),” tandasnya.

Lantaran geram, karena sudah memberi uang kepada tersangka, akhirnya korban terakhir berinisial FAP yang rugi Rp 8,5 juta melaporkannya ke polisi. Pada 16 Desember, polisi berhasil meringkus tersangka yang juga seorang residivis di rumahnya dengan barang bukti uang senilai Rp 500.000 dan 1 unit sepeda motor Yamaha serta handphone.

Sebelumnya, 2 korban lain juga sudah menyerahkan uang kepada tersangka sebesar Rp 50 juta untuk membantu menyelesaikan kasusnya. Namun, lagi-lagi kasusnya mengambang dan uang tidak kembali.

Kapolresta Sidoarjo juga menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun. (rin)