Ratusan Rokok dan HP Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Juanda

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Bea Cukai Juanda memberantas pelaku kejahatan yang melanggar ketentuan UU Kepabeanan dan Cukai. Hal tersebut dibuktikan BC Juanda dengan memusnahkan barang rokok dan handphone ilegal yang digelar di halaman Kantor Bea Cukai Juanda.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemusnahan dengan cara pembakaran terhadap rokok ilegal dan penghancuran terhadap handphone dominan Apple versi terbaru dengan cara dipukul pakai palu secara simbolis sedangkan sisanya dilakukan di Perusahaan Pengolahan Limbah Organik dan Non Organik PT Hijau Alam Nusantara yang berlokasi di Desa Ngoro Kabupaten Mojokerto.

Kakanwil DJBC Jatim I, P Tri Wikanto, mengatakan bahwa pemusnahan barang yang melanggar ketentuan Kepabeanan dan Cukai ini merupakan hasil operasi penindakan periode April-September 2021, dimana barang berupa hasil tembakau tanpa dilekati pita cukai terhadap barang kiriman melalui perusahaan jasa

“Jumlah barang yang dimusnahkan yaitu, 84 biji handphone (dominan Apple) dari Singapura dan Hongkong senilai Rp1.047.150.000 dan rokok tanpa dilekati pita cukai sebanyak 1.322.980 batang melalui jasa titipan dengan nominal sekitar Rp1.349.439.600,” kata Tri Wikanto, Kamis (18/11).

Sementara itu, KKPBC Juanda Himawan Indarjono menyebut bahwa pemusnahan yang dilakukan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai Juanda bersama instansi terkait dalam rangka pemberantasan barang ilegal yang melanggar ketentuan Kepabeanan dan Cukai.

“Ketentuan terkait pelanggaran yang dilakukan berdasar pada UU No.17 Tahun 2006 untuk handphone, sedangkan rokok tanpa dilekati pita cukai mengacu pada UU No.39 Tahun 2007,” papar Himawan.

Himawan menghimbau kepada para importir agar berlaku selayaknya aturan sesuai ketentuan UU yang ada, sehingga barang yang dikirim sudah legal. Dan sebagai tindakan pencegahan, Bea Cukai Juanda melakukan sosialisasi dan edukasi kepada perusahaan jasa titipan agar dapat bersama-sama mencegah terjadinya peredaran illegal. (no)

Pamerkan Produk Pengrajin Sidoarjo Lewat Fashion Show

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Promosi produk UMKM Kabupaten Sidoarjo mulai gencar dilakukan. Usai dilantik Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, Dewan Kerajinan Nasional Daerah  Kabupaten Sidoarjo (Dekranasda) langsung tancap gas memamerkan produk hasil karya pengrajin Sidoarjo melalui Fashion Show dan pemeran produk UMKM di Pendopo Delta Wibawa Kamis, (18/11).

Tampil Yuk Muslimah Sidoarjo, memakai busana batik berbagai motif dilengkapi aksesoris yang merupakan karya dari pengrajin UMKM Sidoarjo. Bahkan, Ketua Dekranasda Sidoarjo Sa’adah Ahmad Muhdlor, turun sendiri menata dres code busana yang dipakai para model Yuk Muslimah.

Kolaborasi dengan designer House of Qamira, Tantri Anggraeni semua model yang tampil nyaris sempurna. Kecintaannya terhadap produk UMKM membuat Ning Sasha totalitas dalam menghelat Fashion Show yang disaksikan langsung Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Arumi Bachsin.

Arumi datang selaku Ketua Dekranasda Jawa Timur/Jatim mengapresiasi semangat para pengurus Dekranasda Sidoarjo dengan membuat pameran dan fashion show yang cukup menarik. Lebih kagum lagi Arumi melihat semua yang dipakai oleh model Yuk Muslimah adalah hasil karya pengrajin Sidoarjo.

“Produk yang dipamerkan tadi kelihatan sudah dikurasi, sudah mendapatkan pendampingan kelihatan dari hasil produknya tadi bagus – bagus,” ujar Arumi. Fashion show dari House of Qamira dengan tema Ethnic of Batik membuat decak kagum para undangan yang hadir.

Berbagai motif batik dengan model kekinian dengan corak yang disesuaikan dengan era milenial menambah kesan elegan. Ditambah aksesoris kalung, gelang, tas dan sepatu dari hasil kerajinan lokal menambah daya tarik sendiri. Tentunnya dalam pameran yang di gelar di Pendopo Delta Wibawa itu harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

“Produk yang dipamerkan disini sudah diseleksi, jaminan bagus semua. Termasuk busana dan aksesoris yang dipakai Yuk Muslimah saat fashion show semuanya hasil karya sendiri, pengrajin dari Sidoarjo. untuk harganya jika dibandingkan dengan yang sudah masuk butik lebih terjangaku di sini,” ujar Ning Sasha, sapaan akrab Sa’adah Muhdlor.

Jenis batik yang dipamerkan diantaranya batik Kamsatun, Batik Al Huda, Batik Sekardangan, Batik Namiroh, Batik HI, kerajinan Ecoprin karya dari Kanzanita. Sedangkan accecoris kalung yang dipakai hasil karya dari Dian Art dan Kreasi Bu Kris. Untuk tas etnik hasil karya TO & TI, Mahesa Art, Morby, Tisoe. (no)

Dukung Kepemimpinan Perempuan, Perusahaan Swasta Dorong Karyawan Perempuan Capai Level Pimpinan

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA), PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), melalui aliansi G20 Empower Indonesia, terus mendorong kepemimpinan perempuan di sektor publik dan swasta.

Mereka berharap semakin terbuka kesempatan bagi karyawan perempuan untuk menduduk di level pimpinan sejauh memang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai. Seruan tersebut mengemuka dalam rangkaian webinar ke-2 dengan tema “Pentingnya Pengembangan Kesempatan dan Jalur Karir Perempuan,” Kamis (18/11).

Direktur & Chief Strategic Transformation Information Officer XL Axiata yang juga Chair dari Indonesia dalam G20 EMPOWER, Yessie D Yosetya, mengatakan, berdasarkan Global Gender Gap Report 2021, saat ini posisi manajerial secara global hanya diisi oleh sekitar 27 persen perempuan.

Oleh sebab itu penting bagi sektor swasta dan publik untuk memperkuat proses pengembangan jalur bakat perempuan dan mengurangi potensi hambatan yang dapat muncul. Menurut Yessie, manajemen XL Axiata meyakini bahwa keragaman talent memang diperlukan.

Kesetaraan menjadi suatu prinsip mutlak di dalam lingkungan perusahaan, termasuk dalam hal memberikan kesempatan yang sama bagi semua karyawan dalam mengembangkan jalur karir. Apalagi, berdasarkan penelitian, adanya perempuan di posisi pimpinan perusahaan akan meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan, serta meningkatkan loyalitas kepada perusahaan.

Karena itu, kesetaraan gender di XL Axiata menjadi kebijakan dan agenda perusahaan. Manajemen XL Axiata juga menginisiasi sejumlah program untuk mendorong karyawan perempuan membangun karir hingga posisi pimpinan.

Proses perekrutan hingga program bimbingan khusus bagi talent perempuan yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan karir terus kami jaga keseimbangannya. Hasil dari kebijakan yang pro kesetaraan gender di XL Axiata tersebut telah membuahkan hasil positif.

Saat ini ada dua perempuan yang menduduki posisi sebagai direktur, yaitu Dian Siswarini sebagai Presiden Direktur & CEO XL Axiata dan Yessie sendiri sebagai Direktur & Chief Strategic Transformation Information Officer XL Axiata. Selain itu, 30 persen posisi leader dipegang oleh perempuan.

Sementara itu, Ferry Ardiyanto, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Co-Sherpa G20 Indonesia melihat semakin banyak perusahaan yang sadar dengan prioritas kesetaraan gender untuk mendorong inklusivitas, sekaligus meningkatkan produktivitas, profitabilitas, serta menjamin kesinambungan sumberdaya manusia, khususnya dalam jabatan manajerial.

“Salah satu manfaat riil dari kesetaraan gender yang telah banyak dirasakan oleh perusahaan yang menerapkannya adalah terciptanya sumberdaya manusia berkualitas yang selanjutnya mampu mengoptimalkan kinerja dari perusahaan,” imbuh Ferry.

Webinar ini merupakan kelanjutan dari seri pertama yang telah digelar pada 30 September 2021 yang lalu serta bagian dari rangkaian agenda menyambut pelaksanaan “G20 Presidensi Indonesia 2022”, di mana Indonesia juga akan memegang posisi presidensi untuk aliansi G20 Empower.

Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) sekaligus G20 Empower Indonesia Advocates, Maya Juwita mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada Desember 2016, IBCWE telah berhasil mengembangkan keanggotaan yang dimulai dari 8 hingga saat ini terdapat total 28 perusahaan yang mayoritas merupakan perusahaan besar di Indonesia.

Maya berharap akan ada lebih banyak perusahaan lain yang menyadari pentingnya kesetaraan gender hingga women empowerment di Indonesia. Salah satu fokus penilaian bagi perusahaan yang menjadi anggota IBCWE adalah mengenai bagaimana perusahaan tersebut menerapkan kesetaraan gender pada proses pelatihan dan pengembangan jalur bakat di lingkungan kerja.

Koalisi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak perusahaan, tidak hanya yang berskala besar namun juga yang berskala menengah ke bawah dalam hal jumlah karyawan sehingga akan lebih mudah menerapkan prinsip kesetaraan gender ini.

Public Affairs Communications and Sustainability Director of Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP) sekaligus G20 Empower Indonesia Advocates, Lucia Karina mengungkapkan bahwa di perusahaannya sebanyak 29,6 persen pekerja perempuan sudah menduduki beberapa posisi strategis di CCEP Indonesia.

Menurut dia, kepemimpinan pekerja perempuan terus dikembangkan melalui serangkaian kegiatan dengan harapan posisi strategis dapat diisi setidaknya 30 persen pekerja perempuan pada 2025 dan 40 persen pada 2030.

Dalam mengatasi issue kesetaraan gender di CCEP Indonesia, perusahaan telah melakukan beberapa pendekatan, di antaranya terkait gaji dan fasilitas sudah tidak ada gap antara pekerja perempuan dan pekerja pria.

Selain itu kami juga mengajak pekerja perempuan untuk terus aktif dalam berbagai program, termasuk membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi perempuan untuk membangun suatu project, dan bebas mengeluarkan ide.

‘’Pekerja perempuan ini bisa memimpin suatu program sehingga membuat mereka bangga dan ownership terus meningkat,” tambah Lucia. Sementara itu, Director of Finance and Human Resources (IDX), Risa Effennita Rustam, mengungkapkan keseteraan gender menjadi salah satu dari target penting di institusinya.

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah meningkatkan penerimaan pekerja perempuan setiap tahunnya. Selain itu, ada juga pemetaan bakat untuk meningkatkan keterisian pekerja perempuan pada posisi manajerial.

Selain itu, ada pula Development Program bagi karyawan yang dikembangkan untuk dimanfaatkan oleh karyawan IDX, termasuk di dalamnya bagi pekerja perempuan. Kesempatan dan benefit yang sama antara pekerja perempuan dan pria pun terus diperhatikan.

Perusahaan juga secara berkala memonitor data talent di bursa antara perempuan dan laki-laki untuk memastikan kesetaraan. Dalam G20 Presidensi Indonesia tahun depan, G20 Empower Indonesia, yang merupakan aliansi antara pemerintah dan swasta akan membawa tiga tema utama.

Pertama, meningkatkan akuntabilitas perusahaan dalam pencapain Key Performance Indicators untuk peningkatan peran perempuan. Kedua, mendorong peran UKM milik perempuan sebagai penggerak ekonomi. Ketiga, membangun dan meningkatkan ketahanan digital dan keterampilan bagi perempuan.

G20 Empower adalah Aliansi G20 untuk Pemberdayaan dan Kemajuan Representasi Ekonomi Perempuan yang bertujuan untuk mempercepat kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan di sektor swasta.

G20 Empower memiliki visi inklusif dan berorientasi aksi dengan model kemitraannya yang unik. G20 Empower adalah satu-satunya entitas G20 yang menyatukan lebih dari 60 pemimpin bisnis dan perwakilan pemerintah untuk mencapai tujuan bersama, kesetaraan gender. (bw)

Surabaya Dijadikan Percontohan Nasional Menuju PTM 100 Persen

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kota Surabaya bakal dijadikan percontohan Nasional dalam menuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Ini lantaran Kota Surabaya dinilai pemerintah pusat berhasil cepat dalam menangani pandemi Covid-19 serta penyelenggaraan PTM.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pada Senin (15/11) lalu, pihaknya menerima kunjungan kerja tenaga ahli Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Andani Eka Putra. Dalam pertemuan itu, salah satunya membahas mengenai pelaksanaan PTM di Surabaya.

“Kemarin (Senin) tenaga ahli Kemenkes dr Andani datang ke Surabaya. Salah satunya ketika Surabaya ini sudah 100 persen vaksinnya, sudah level 1, (vaksin) lansia sudah 94 persen. Maka ada kesepakatan bersama 4 Menteri, itu akan 100 persen sekolahnya Surabaya,” kata Wali Kota Eri, Rabu (17/11).

Wali Kota Eri, menyatakan, pada intinya pemerintah pusat ingin menjadikan Kota Surabaya sebagai acuan Nasional dalam menuju penyelenggaraan PTM 100 persen. Sebab, pemerintah pusat menilai, Surabaya adalah daerah yang paling siap untuk melaksanakan kebijakan itu.

“Kota Surabaya dijadikan acuan. Karena selama ini asesmennya, cek lapangan, setelah itu melakukan (Surveilans) 10 persen di sekolah tadi itu ternyata Surabaya yang paling siap,” ujarnya. Menurut dia, terkait penanganan Covid-19 maupun penyelenggaraan PTM, Kota Surabaya dipandang paling berhasil oleh pemerintah pusat.

Makanya kemudian, Surabaya bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota atau kepala daerah lain di Indonesia. “Ternyata dipandang pemerintah pusat ini (Surabaya) yang terbaik. Sehingga Kota Surabaya bisa dicontohkan ke tempat-tempat (daerah) lainnya,” ungkap dia.

Bagi Wali Kota Eri, yang terpenting adalah PTM di Surabaya dapat berjalan. Sebab, ketika para pelajar hanya mengikuti pendidikan melalui daring, maka akan sangat sulit bagi mereka untuk lebih intens memahami pembelajaran yang diberikan.

“Yang penting pendidikan ini berjalan. Karena bagaimanapun kalau tidak bertemu (PTM), ini agak susah. Yang kedua selalu saya katakan minta izin orang tua,” katanya. Meski demikian, Wali Kota Eri kembali menegaskan bahwa sekolah bukanlah satu-satunya tempat penularan Covid-19.

Sebab, bisa saja anak itu tertular Covid-19 ketika bermain atau beraktivitas di luar sekolah. “Jadi sekolah bukan satu-satunya tempat penularan. Kalau sekolah dilarang tapi anaknya di rumah dibiarkan, tidak pakai masker dan nanti waktunya sekolah kena, terus sekolah yang disalahkan,” tegasnya.

Makanya, Wali Kota Eri berpesan kepada seluruh masyarakat agar saling introspeksi diri, saling menjaga dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimanapun berada. Dengan gotong-royong dan kerja sama, ia meyakini pandemi Covid-19 bisa terlewati.

“Saya berharap semua yang ada di Surabaya selalu introspeksi diri, menjaga prokes, tidak saling menyalahkan. Inilah Surabaya, yang penuh gotong-royong, Insya Allah Covid-19 bisa dilewati,” tandasnya. (ko)

Manfaatkan Limbah Kain untuk Buat Sprei dan Selimut

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Limbah dari industri tekstil tergolong cukup banyak dan menjadi penyumbang sampah yang cukup tinggi di Indonesia. Limbah tekstil antara lain adalah potongan potongan kain yang sudah tidak digunakan dalam proses produksi.

Berangkat dari hal tersebut salah satu industri lokal yangf bergerak di bidang tekstil berinovasi dengan memproduksi sprei dan selimut yang terbuat dari limbah limbah takstil yang sudah tidak terpakai.

Di Indonesia sendiri belum banyak pelaku usaha yang memanfaatkan sisa kain menjadi barang jadi yang bernilai ekonomis. Oleh sebab itu Sleep Buddy selaku produsen sprei dan selimut berinovasi dengan memanfaatkan limbah limbah tersebut untuk menjadi produk bermuti tinggi seperti Cushion, table runner, dan throw blanket yang semuanya terbuat dari limbah sisa industri tekstil.

‘’Langkah ini agar bumi tidak tertumpuk oleh limbah kain setiap harinya. Dan tentunya memberikan kesempatan bagi kain yang tak terpakai agar bermanfaat Kembali,” kata Founder dari Sleep Buddy, Indah Catur Agustin, di Surabaya Rabu (17/11).

Walaupun terbuat dari limbah industri tekstil. Tentunya kualitas baik bahan baku maupun produk selalu menjadi perhatian utama demi kenyamanan para konsumen. Dan tentu saja kualitas dari produk lokal ini tidak kalah dengan produk lainnya yang banyak bertebaran di pasaran.

Membeli produk ini sendiri tidak hanya akan memajukan produk lokal tanah air tetapi juga turut membantu kelestarian lingkungan karena terbuat dari bahan daur ulang. (ni)

Operasi Zebra Semeru 2021 dan Vaksinasi untuk Masyarakat

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Edukasi masyarakat untuk tertib lalu lintas dan disiplin protokol kesehatan, melalui Operasi Zebra Semeru 2021 yang diadakan Polresta Sidoarjo tak hanya merazia pengendara. Di lokasi juga menyediakan vaksinasi bagi masyarakat dan bakti sosial berupa sembako kepada peserta vaksin lanjut usia (lansia).

Seperti berlangsung di pos polisi jalan raya Balongbendo, Sidoarjo, Rabu (17/11) siang. Berdiri di tepi jalan beberapa polisi wanita membawa berbagai pesan himbauan bagi pengendara, agar selalu tertib lalu lintas dan disiplin protokol kesehatan. Dan polisi lainnya membagi-bagikan masker.

Tampak pula Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menghampiri pengendara, sekedar mengingatkan patuhi peraturan tertib lalu lintas dan tetap memakai masker. Sedangkan di sisi lain, berlangsung vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat dan pembagian baksos sembako.

Abdul Kodir, 50 tahun, pengendara roda dua kebetulan melintas di wilayah tersebut, mengaku kaget ada puluhan polisi menghentikan lajunya. “Setelah saya berhenti ternyata sedang ada pemeriksaan kelengkapan berkendara, dan dihimbau selalu tertib lalu lintas serta menariknya dipersilahkan ikut vaksinasi. Kebetulan belum vaksin yang kedua,” jelasnya.

Mengenai kegiatan yang berlangsung di pos polisi Balongbendo tersebut, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, pihaknya sedang melaksanakan Operasi Zebra Semeru 2021 melalui edukasi secara humanis kepada masyarakat. Khususnya bagi para pengendara.

“Kami himbau masyarakat untuk selalu mematuhi tertib berlalu lintas dan disiplin protokol kesehatan. Dengan pendekatan humanis, kami edukasi untuk mematuhi keduanya. Serta kami juga menyediakan vaksinasi dan bakti sosial sembako bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Operasi Zebra Semeru 2021 yang berlangsung mulai tanggal 15 sampai dengan 28 November 2021, bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas) bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Didukung dengan kesadaran pengguna jalan dalam berlalu lintas.

Serta mewujudkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih ada. (no)

Pembangunan Frontage Road Aloha-Gedangan Prioritas Utama

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pembangunan Frontage Road/FR Aloha-Gedangan terus dikejar Pemkab Sidoarjo sebagai salah satu ikhtiar untuk mengurai kemacetan yang menjadi problem klasik di wilayah tersebut.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, mengatakan, pembangunan frontage road tersebut adalah salah satu prioritas yang terus dikebut. “Memang ini banyak lika-likunya karena melibatkan lintas sektor. Ada beberapa tantangan yang kita urai. Kita optimistis Insya Allah ini selesai sesuai rencana,” kata Muhdlor, Rabu (17/11).

Ia mengatakan, pihaknya juga telah mengajak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melihat proyek tersebut. Muhdlor ingin semua berjalan transparan dan tak ada yang main-main. Tampak Muhdlor, mengunjungi lokasi pembangunan bersama Direktur Koordinasi Supervisi III KPK Bachtiar Ujang Purnama, Selasa (16/11).

“Kami jelaskan semuanya secara detil. Komitmen Pemkab Sidoarjo adalah semua harus taat aturan, transparan, dan tidak ada yang melanggar aturan, jangan ada yang main-main karena ini semua adalah uang rakyat,” papar Gus Muhdlor, sapaan akrabnya.

Bupati Muhdlor, menyarankan kepada kontraktor untuk menambah pegawai atau jam kerja untuk dapat mengejar pembangunan Frontage Road. “Bisa dengan menambah pegawai atau jam kerja dan sebagainya,” ungkapnya.

Gus Muhdlor, mengungkapkan, beberapa tantangan yang muncul adalah ada beberapa tanah yang baru saja dilakukan pembebasan yang menjadikan penghalang percepatan pembangunan. “Seandainya ada keterlambatan yang tidak berefek banyak mungkin nanti hanya memakan waktu 7 -10 hari untuk mempercepat dan tentunya membutuhkan perhatian ekstra,” kata dia.

Ia mengimbau, kepada warga yang sudah mendapatkan ganti rugi agar segera melakukan pengosongan dan mengambil barang yang bisa dimanfaatkan kembali. Sementara itu, Kepala Administrasi Pembangunan Kabupaten Sidoarjo Dwi Eko Saptono, mengatakan, pada minggu ke-14 dan 15, pembangunan FR mencapai 40 persen, kurang dari target ditetapkan sebesar 50 persen.

“Akan kita kejar di minggu ke-15 dan 16 berikutnya,” ujarnya. Dia menjelaskan, pembebasan lahan menjadi permasalahan percepatan pembangunan di Frontage Road Aloha-Gedangan. “Informasinya hari ini sudah terbayarkan, sehingga akses terkait dengan material mesin-mesin ini bisa juga langsung mengarah ke pemukiman,” kata dia. (no)

Komisi II DPR RI Kunjungi BPN Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Anggota DPR RI Komisi ll Dari Partai Gerindra Dapil 1 (Surabaya Sidoarjo), H Rahmat Muhajirin, beserta Tim Ahli melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan pertanahan Negara/BPN Sidoarjo Rabu (17/11).

Kedatangan H Rahmat Muhajirin, disambut Seno Prasetyo, Kasi Pengendalian dan Pemberdayaan Masyarakat BPN Sidoarjo dan kasi lainya. Seno menyatakan mohon maaf, Kepala Kantor BPN Sidoarjo Humaidi, sedang ada tugas di luar.

H Rahmat muhajirin, menyampaikan banyaknya keluhan warga yang saat mengurus sertifikat sering terjadi kekurangan data ,jadi warga merasa cepek bolak bolik dari desa kentor BPN Sidoarjo guna melengkapi data / berkas yang kurang,ini sangat kasihan warga.

Diharap BPN Sidoarjo kedepan jangan sampai hal ini terjadi. Kinerja para Staf yang didepan selaku penerima berkas perlu adanya pembinaan dengan baik, biar warga yang mengurus sertifikat bisa diterangkan syarat-syaratnya dengan jelas.

Mendengar hal itu, Seno Prasetyo, menyampaikan maaf dan akan saya optimalkan lebih baik lagi kinerja Staf BPN Sidoarjo secara menyeluruh .

‘’izin saya juga menyampaikan aspirasi terkait banyaknya persoalan PTSL Sertifikat masal yang ada di desa berusan dengan APH (aparat penegak hukum) sampai juga ada yang kena OTT. Padahal, dari BPN Sidoarjo Sendiri belum melakukan proses,’’ kata Seno.

Mengenai Hal ini, H Rahmat Mujirin, langsung menjawab bahwa terkait persoalan diatas “kami sudah melakukan kordinasi dengan para APH, baik yang di kejaksaan dan kepolisian harap hati-hati dan dipelajari dulu sebelum melaksanakan tugas penangkapan. Karena program PTSL sertifikat masal ini programnya presiden yang harus di dukung oleh semuanya.

‘’Satu lagi tolong dibantu Pak Seno untuk menyelesai sertifikat Desa Kedungsolo,’’ ujarnya. (no)

Lepas Ekspor Ikan Kering ke Taiwan, Kemendag : Bukti Pemerintah Dukung UMKM Go Global

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Kementerian Perdagangan melakukan pelepasan ekspor perdana ikan kering ke Taiwan sebanyak dua ton dengan nilai Rp 440 juta. Pelepasan ekspor perdana ini dilakukan secara hibrida, Selasa (16/11).

Pelepasan ekspor ini merupakan keberhasilan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei  dalam memfasilitasi pelaku UMKM  untuk menembus pasar ekspor melalui penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) yang digelar secara virtual.

Penegasan itu dikemukakan, Dirjen PEN Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, saat menghadiri kegiatan pelepasan ekspor perdana ikan kering ke Taiwan. Hadir dalam acara pelepasan ekspor, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Taiwan Budi Santoso, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Miftah Farid, serta Direktur PT Kartika Amanah Sejahtera Sri Hendarto.

Ekspor perdana dilakukan oleh PT Kartika Amanah Sejahtera (KAS), UMKM yang bergerak di bidang perikanan air laut, yang difasilitasi melalui business matching yang diselenggarakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan. Nilai ekspor ikan kering tersebut lebih dari Rp 440 juta. (foto/ist)

“Pelepasan ekspor ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata Pemerintah dalam mengembangkan UMKM Go Global. Keberhasilan menembus pasar ekspor ini merupakan proses yang panjang dan tidak mudah sehingga keberhasilan UMKM dalam menembus pasar global menjadi prestasi yang membanggakan dan harus dikembangkan,” ujar Didi.

Menurut Didi, Taiwan memiliki pasar yang cukup potensial. Populasi warga negara Indonesia di Taiwan merupakan salah satu jumlah yang terbanyak di dunia, yaitu sekitar 300 ribu orang. Selain itu, Taiwan merupakan negara dengan standar kualitas yang cukup tinggi.

Artinya, UMKM yang telah menembus pasar Taiwan dapat memenuhi standar global. “Banyaknya diaspora Indonesia di Taiwan dapat dimanfaatkan untuk membantu ekspor ke Taiwan. Ke depan, KDEI diharapkan terus melakukan pengembangan dan penetrasi pasar Indonesia di Taiwan melalui diaspora,” terang Didi.

Sementara itu, Kepala KDEI Budi santoso menyampaikan, KDEI Taipei terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Taiwan dengan berbagai keterbatasan kondisi karena pandemi yang masih berlangsung.

Salah satu cara yang sering dilakukan melalui virtual business matching dengan berkoordinasi dengan Ditjen PEN secara reguler. Fasilitasi pertemuan bisnis antara UMKM Indonesia dengan perusahaan Taiwan menjadi prioritas KDEI. Jumlah diaspora yang mencapai 300 ribu orang dapat memaksimalkan pemasaran produk UMKM sekaligus menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Taiwan.

‘’Pelepasan ekspor perdana ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Kemendag terhadap UMKM agar semakin percaya diri dalam menembus pasar global, khususnya ke Taiwan,” terang Budi.

Direktur PT Kartika Amanah Sejahtera Sri Hendarto, mengapresiasi dukungan Pemerintah yang telah memfasilitasi pertemuan bisnis dengan importir dari Taiwan . “Diharapkan pelepasan ekspor perdana menjadi langkah untuk memperluas pasar ekspor negara di kawasan Asia lainnya,” ucapnya.

Pada periode Januari—Agustus 2021, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan tercatat mengalami surplus sebesar USD 1,36 miliar. Surplus tersebut disumbang dari sektor nonmigas sebesar USD 1 miliar dan surplus sektor migas sebesar USD 363 juta.

Pada periode tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan didominasi besi dan baja (HS 72) dengan nilai mencapai USD 1,5 miliar atau tumbuh 136 persen (YoY). Kemudian diikuti batubara (HS 27) dengan nilai USD 680,39 juta, atau naik 3,8 persen.

Produk dengan pertumbuhan ekspor tertinggi antara lain bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) meningkat sebesar 10.276,4 persen dan tembaga (HS 74) sebesar 226,3 persen (YoY). Sedangkan, produk impor terbesar Indonesia dari Taiwan yaitu mesin/peralatan listrik (HS 85) dengan nilai USD 992,10 juta, diikuti dengan komoditas pesawat mekanik (HS 84) senilai USD 314,55 juta, plastik dan barang dari plastik (HS 39) senilai USD 264,8 juta; serta besi dan baja (HS 72) senilai USD 156,24 juta. (bw)

Sriatun Subandi  : Etika Berbusana Harus Diperhatikan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Trend Busana terus berkembang seiring perkembangan zaman.  Perkembangan itu bisa dilihat dan diakses di media-media sosial akan tetapi setiap individu harus selektid dan pandai dalam memilih mode busana yang sesuai dengan diri dan kepribadian masing-masing.

Sehubungan dengan hal-hal ini Pokja III TP PKK Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Sosialisasi Etika Berbusana di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Selasa, (16/11). Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr Hj Sriatun Subandi, memberikan arahan kepada peserta kegiatan.

Sriatun, menyampaikan beberapa hal yang penting dan perlu diperhatikan dalam etika berbusana. Seperti harus bersih, sopan, rapi dan baik selain itu juga harus pandai memadu padankan gaya busana serta warna dan bisa menyesuaikan waktu dan acara berbusana serta tidak perlu terlalu mahal.

Selain itu, dalam memilih busana juga memperhatikan ukuran yang sesuai. Harus memahami pula apakah bahan yang digunakan nyaman dan cocok sesuai bentuk badan karena tiap individu berbeda dan bervariasi dalam bentuknya.

“Karena dengan busana yang menurut kita pas dan nyaman akan menimbulkan rasa percaya diri, jangan lupa harus pandai memadu padankan aksesoris agar baju yang kita gunakan terlihat lebih menarik dan elegan, percaya diri juga menjadi dasar penting dalam berbusana karena dengan percaya diri merupakan modal  beretika dalam berbusana karena masing-masing dari kita memiliki perbedaan selera dalam berbusana,” katanya.

Tak kalah pentingnya dengan apa yang disampaikan oleh Sriatun bahwa busana yang digunakan dalam berbagai kesempatan tidak harus selalu baru, baju lama yang masih layak dan masih pas dibadan yang telah disimpan dengan baik pun dapat di pakai beberapa kali.

“Pakaian yang bagus tidak harus mahal, yang penting bila pakaian kita rapi dan sopan pas dan serasi di tubuh kita maka kita akan disegani bahkan bisa dicontoh oleh orang lain,” tambahnya. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari SMKN 1 Buduran Dwiana Sri Marfasih, yang memaparkan materi tentang bagaimana mengenali tubuh diri sendiri, mengenal desain atau mode busana yang cocok dan sesuai bentuk badan, juga dalam tata rias.

Pemilihan aksesories dan pelengkap busana selain itu peserta sosialisasi akan diberikan saran-saran dan trik bagaimana memilih busana yang tepat agar bisa tampil cantik serasi dan menarik. Ketua pokja 3 Titik Sugiarti S.Sos menyampaikan pada kegiatan yang di hadiri oleh 75 undangan yang terdiri dari 21 pengurus TP PKK Kab Sidoarjo, 18 ketua TP.PKK Kecamatan dan 2 perwakilan TP.PKK Desa/kelurahan.

Para undangan yang hadir menggunakan busana daerah atau berkebaya dan berjarit dinilai oleh 2 orang dewan juri dari SMKN I Buduran dan terpilih 8 busana terbaik dan serasi yang mendapatkan hadiah khusus dari panitia. (no)