Woow…., Hotel ini Hadirkan Promo Spesial Ramadhan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Program khusus di bulan spesial. Ramadhan memang bukan bulan sembarangan. Karena pada bulan ini umat Islam se-dunia mendapatkan perintah untuk menjalankan ibadah puasa.

Dalam menyambut datangnya ramadan yang penuh berkah, Artotel TS Suites – Surabaya menghadirkan beragam promo eksklusif selama Ramadan. Promo kamar maupun makanan dan minuman, mulai dari Maret hingga April 2024.

Selama ramadan, Artotel TS Suites – Surabaya tahun ini menghadirkan promo menginap The Season of Goodness, dimana para tamu dapat menginap dengan harga yang sangat terjangkau.

“Hanya dengan membayar Rp 888,000, tamu dapat menikmati menginap di kamar Studio 40 termasuk sajian ramadan iftar buffet untuk satu orang,” kata General Manager/GM Artotel TS Surabaya, Teddy Patrick, kepada pawartajatim.com, Selasa (5/3/2024).

Atau tamu dapat memilih hampers lebaran, serta sarapan/sahur untuk dua orang, complimentary mini bar dan discount F&B 20 persen untuk ala carte. Periode pemesanan dan menginap tersedia pada tanggal 10 Maret hingga 9 April 2024.

Menu martabak khas Timur Tengah. (foto/nanang)

Untuk program makanan dan minuman Artotel TS Suites Surabaya menawarkan pilihan sajian buka puasa yang dapat dinikmati di One Deck Gastropub. Yaitu, Rempah Noesantara Ramadan Buffet dengan harga Rp 188,000, nett /pax.

Dan early bird/ pemesanan awal  bisa didapatkan mulai 12 – 19 Maret 2024 di harga IDR 158,000, nett / pax. Promo All You Can Eat Ramadan Buffet ini menyajikan berbagai varian menu nusantara dan berbagai macam stall, salah satunya adalah kambing guling yang dapat dinikmati mulai pukul 17.00 hingga 21.00 Wib.

“Selain itu, terdapat doorprize menarik setiap harinya serta hadiah utama bagi- bagi THR dengan total jutaan rupiah,” jelas Teddy, yang asli Kawanua ini. Ada juga hampers edisi spesial lebaran dengan berbagai macam pilihan mulai dari kue hingga makanan berat yang dibandrol dengan harga mulai dari IDR 175,000/ box.

Teddy yang juga anggota Casa Grande ini sangat antusias menyambut bulan suci ramadan tahun ini. Dengan menawarkan berbagai promo eksklusif serta memberikan pelayanan yang terbaik agar dapat menghadirkan suasana Ramadhan yang meriah dan berkesan bagi para tamu. (nanang)

Suara Banyak Hilang, Caleg DPRD Banyuwangi Bawa Massa Lapor Bawaslu

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Rekap suara Pemilu legeslatif (Pileg) di Banyuwangi berbuntut. Merasa suaranya banyak hilang, caleg DPRD Banyuwangi, Bernat Sipahutar melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi, Rabu (6/3/2024) sore. Kedatangan caleg Partai Nasdem ini diantar sekitar 200 massa.

Tiba di kantor Bawaslu, massa langsung berorasi. Isinya, meminta Bawaslu menindak dugaan pencurian suara caleg. Apalagi, dugaan pencurian itu dilakukan oknum penyelenggara Pemilu. Bahkan, diduga secara terstruktur dan masif.

“Kami meminta Bawaslu memproses dugaan pencurian suara ini. Ini sangat merugikan rakyat yang sudah menyalurkan hak pilihnya,” teriak salah satu warga. Disela massa berorasi, Bernat didampingi kuasa hukumnya menyerahkan laporan ke Bawaslu.

Sejumlah bukti dilampirkan. Diantaranya, hasil rekap C-1 kecamatan hingga foto kopi plano TPS. “Kami melaporkan ke Bawaslu terkait dugaan pencurian suara yang terstruktur dan sistematis ini. Kami melaporkan PPK dan Panwascam di Kecamatan Glagah, Banyuwangi dan Kabat,” kata Bernat usai menyerahkan laporan.

Caleg petahana ini mengaku, awalnya kesulitan mendapatkan dokumen C1 di tingkat desa. Lalu, muncul dugaan penggelembungan suara di salah satu caleg di internal partainya. Khususnya di Kecamatan Glagah dan Kabat.

Janggalnya lagi, rekap dari kecamatan dan kabupaten terjadi perbedaan. Akibat dugaan pencurian suara ini, membuat Bernat gagal melenggang ke kursi DPRD Kabupaten Banyuwangi.

“Kami merasa lelah dengan permainan penyelenggara di Dapil 1 ini. Karena itu, kami minta Bawaslu menuntaskannya sesuai Undang-undang yang ada,” tegas caleg Dapil 1 Banyuwangi ini.

Pihaknya menduga ada aksi yang sistematis terkait dugaan penggelembungan suara ini. Menurutnya, aksi ini menjadi kejahatan konstitusi yang luar biasa. “Begitu rekap di kabupaten, warga kami justru semakin kaget. Suara semakin berbeda,” tegas Bernat.

Kuasa Hukum Bernat, Anang Suhendro berharap Bawaslu bisa membuka indikasi pelanggaran ini. Jika ditemukan pidana dari oknum caleg dari pelanggaran ini, pihaknya meminta Bawaslu bisa mendiskualifikasinya.

“Kami melihat ada indikasi pidana dari laporan ini. Jika terbukti, harus ada proses hukum,” tegasnya. Anggota Bawaslu Banyuwangi Untung Aprilianto memastikan pihaknya terbuka dengan setiap laporan terkait pelanggaran pemilu.

Namun, penanganannya harus melalui mekanisme yang berlaku. Laporan yang masuk akan dikaji lebih dahulu, melihat syarat formil dan materiilnya. Proses kajian ini dibatasi waktu dua hari.

Jika laporan terindikasi pidana, pihaknya akan  memasukkannya dalam register laporan. Setelah itu, Bawaslu akan melakukan kajian lebih dalam. “Kita akan lihat dulu syarat formil dan materiil dari laporan dugaan pelanggaran yang masuk. Jika syaratnya belum lengkap, kami akan minta diperbaiki,” tegasnya. (udi)

Beraksi di Siang Bolong, Pencuri Motor Dihajar Massa di Banyuwangi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Nekat beraksi di siang bolong, seorang pencuri motor di Cluring, Banyuwangi dihajar massa, Rabu (6/3/2024) siang. Beruntung, polisi berhasil meredam emosi warga. Pelaku akhirnya diamankan ke Polsek Cluring bersama barang bukti.

Pencuri apes itu berinisial MS (44), warga asal Kecamatan Cluring. Pelaku berhasil disergap warga setelah terjadi aksi kejar-kejaran. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Korbannya, Andik Ariawan (35), warga Desa/Kecamatan Cluring. Kronologisnya, siang itu pelaku diduga sedang berburu mangsa. Saat melintas di lokasi, pelaku melihat motor korban terparkir di teras rumah. Kunci motor jenis Vario 125 ini masih menancap.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung beraksi. Pelaku mengendap, lalu membawa kabur motor bernopol P 4731 VAB ini. Untungnya, aksi ini diketahui istri korban. Diapun berteriak memanggil suaminya. Korban kemudian meminta pertolongan warga. Sejumlah warga ikut melakukan pengejaran.

Pengejaran warga membuahkan hasil. Pelaku disergap di jalan persawahan. Warga yang emosi langsung menghajar pelaku. Beruntung, dalam kondisi tegang, polisi tiba di lokasi. Amuk massa dengan cepat dihentikan. Pelaku digiring ke Polsek. “ Pelaku bersama barang bukti sudah diamankan ke Polsek,” kata Kapolsek Cluring AKP Abdul Rohman.

Hasil pemeriksaan, pelaku ternyata berprofesi sebagai sopir. Penyidik masih mendalami motif pelaku nekat menggasak motor di siang hari. Pelaku terancam pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian. “ Pemeriksaan masih berlanjut,” tutup Kapolsek. (udi)

Pembahasan Berlanjut, Pansus Raperda Lahan Abadi Fokus Kompensasi Insentif Pajak

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Pansus Raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bergerak cepat menggodok produk hukum daerah yang sempat tertunda. Pansus Raperda lahan abadi ini fokus pada kompensasi insentif pajak yang harus diterima petani pemilik lahan.

Kompensasi ini dianggap penting. Sebab, berkaitan dengan ganti rugi pemilik lahan ketika menjadi obyek lahan abadi. “Pertama, kami akan lihat dulu draf materi Raperda seperti apa. Yang jelas, kami akan tetap fokus pada kompensasi insentif pajak bagi pemilik lahan. Ini penting,” kata Ketua Pansus Raperda LP2B Suyatno, Rabu (5/3/2024) siang.

Selama ini, kendala pembahasan Raperda LP2B adalah peta detail lahan yang menjadi obyek Raperda. DPRD meminta peta detail lahan disebutkan dalam Raperda. Alasannya, berkaitan dengan insentif pajak yang harus diterima petani.

“Selama ini, eksekutif mengusulkan data lahan secara gelondongan. Padahal, penerima insentif harus detail, by name by address,” tegas politisi Golkar ini. Menurut dia, insentif pajak bagi pemilik lahan sangatlah penting.

Ketika lahan petani dijadikan obyek Raperda LP2B, muncul larangan berdirinya bangunan. Sehingga, harus ada ganti rugi bagi pemiliknya. “Kami dari dulu mengusulkan insentif pajak. Kalau hanya pupuk, kami melihat masih kurang,” tegasnya lagi.

Reperda LP2B ini juga dianggap penting. Pasalnya, berkaitan dengan kestabilan pangan di Bumi Blambangan. Ketika tidak ada aturan terkait alih fungsi lahan, dikahwatirkan lahan pertanian akan terus tergerus. Hal ini yang mengancam produksi pangan.

“Setelah ini, kami akan konsultasi dulu ke Kementerian terkait. Sehingga, ada paying hukum yang jelas terkait Raperda yang kita bahas,” tutup Suyatno. Sempat tertunda beberapa kali, rancangan Perda (Raperda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) akan kembali digodok DPRD Banyuwangi.

Raperda ini dianggap penting lantaran berkaitan penyelamatan lahan di Bumi Blambangan. Pembahasan Raperda ditandai dengan pembentukan Pansus dalam rapat internal DPRD. Pansus LP2B komposisinya dari gabungan Komisi II dan IV. Mereka akan kembali menggodok Raperda penyelamatan lahan pertanian tersebut. (udi/*)

Lestarikan Wisata Alam, Banyuwangi Libatkan Pelajar di Aliran Sungai

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) di Banyuwangi diperluas. Inovasi ini mulai menyasar kawasan wisata. Targetnya, para pelajar dan mahasiswa diajak ikut peduli pelestarian alam di destinasi wisata.

Program Sekardadu merupakan inovasi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi. Kegiatan ini melibatkan pelajar untuk peduli dengan penyelamatan lingkungan. Khususnya daerah aliran sungai (DAS). Kegiatan ini sudah berjalan tiga tahun.

“Program ini tujuannya masih sama, menjaga dan merawat kebersihan sungai, mulai daerah tangkapan air dari hulu hingga hilir,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, disela Festival Sekardadu di destinasi wisata Jopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Rabu (6/3/2024) pagi.

Tak hanya pelajar, program ini juga menggerakkan lintas sektoral. Mulai kampus dan sejumlah elemen. Bahkan, rencananya, inovasi Sekardadu bisa melibatkan anak-anak PAUD dan TK.

“Dua tahun lalu, kegiatannya di DAM. Sekarang di destinasi wisata,. Sehingga ada dampak ekonomi,” tegasnya. Melalui program Sekardadu, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan semakin terjaga.

Salah satunya, warga tidak lagi membuang sampah di aliran sungai. “Ada pergeseran paradigma, tapi belum masif. Karena masih ada masyarakat kita yang abai terhadap sungai,” kata Kadis PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo.

Tak sekadar penyelamatan lingkungan, Sekardadu diharapkan menjadi inovasi berkelanjutan. Targetnya, mengubah pola hidup masyarakat yang peduli lingkungan. “ Jadi, ini (Sekardadu) jangka panjang, tidak bisa dilihat satu dua tahun. Jadi merubah mindset paradigma tidak bisa dalam waktu singkat,” tutupnya. (udi)

Sempat Tertunda, ini Alasan DPRD Banyuwangi Lanjutkan Pembahasan Raperda Lahan Abadi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Sempat tertunda beberapa kali, rancangan Perda (Raperda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) akan kembali digodok DPRD Banyuwangi. Raperda ini dianggap penting lantaran berkaitan penyelamatan lahan di Bumi Blambangan. Pembahasan Raperda ditandai dengan pembentukan Pansus dalam rapat internal DPRD.

Pansus LP2B komposisinya berasal dari gabungan Komisi II dan IV. Mereka akan kembali menggodok Raperda penyelamatan lahan pertanian tersebut. “Tahun ini, pembahasan Raperda LP2B kita lanjutkan lagi. Pansus sudah terbentuk yang diketuai Pak Suyanto,” kata Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliono.

Usulan Raperda yang dikenal dengan lahan abadi ini mulai muncul tahun 2017. Namun, selalu menemui jalan buntu. Penyebabnya, muncul perbedaan persepsi antara eksekutif dan legeslatif terkait klausul dalam Raperda itu.

Beda persepsi itu, DPRD mengusulkan detail pemetaan lahan atau by name by address. Sedangkan, eksekutif mengusulkan kompensasi secara keseluruhan. Pembahasan akhirnya menemui jalan buntu.

Raperda ini sempat kembali masuk dalam program pembentukan Perda DPRD Banyuwangi tahun 2021. Lagi-lagi, pembahasan belum membuahkan hasil. Persoalannya sama. Terganjal peta detail lahan pertanian yang menjadi obyek Raperda tersebut.

Terakhir, Raperda LP2B ini masuk tahap finalisasi. Lagi-lagi menemui jalan buntu. Sebab, eksekutif tak kunjung menyelesaikan nama dan peta detail lahan pertanian yang akan dilindungi.

Sehingga, Raperda ini terpaksa dilanjutkan pembahasannya tahun 2024. “Harapannya, pembahasan bisa segera menemui titik temu. Sehingga, ada aturan terkait perlindungan lahan di Banyuwangi,” tegas politisi Golkar itu. (udi/*)

Masyarakat Gembira, Sambut Kirab Piala Adipura Bersama Bupati Fandi Akhmad Yani dan Jajaran

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah bersama jajaran melakukan kirab menyambut Piala Adipura yang diterima dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (4/3). Diiringi sambutan masyarakat yang luar biasa, mereka memulai kirab dari Tugu Selamat Datang Kabupaten Gresik menggunakan Bus Wisata Grissee.

Iring-iringan kirab menyambut Piala Adipura ini diikuti oleh jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, perwakilan perusahaan, Lurah dan Kepala Desa, komunitas pegiat lingkungan, serta petugas kebersihan yang biasa berjibaku di Kabupaten Gresik.

Rute kirab sepanjang 4 kilometer ini, dimulai dari Tugu Selamat Datang di daerah Segoromadu, kemudian menyusuri Jalan Veteran, berlanjut ke Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Jaksa Agung Suprapto. Dilanjut hingga finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP).

Di sepanjang rute yang dilalui, tampak kegembiraan masyarakat dalam menyambut Piala Adipura yang sudah absen 10 tahun dari Kabupaten Gresik. Kegembiraan juga terlihat jelas di wajah Bupati Fandi Akhmad Yani.

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut tak henti-hentinya melambaikan tangan dan menyapa warga masyarakat yang menyemut di sepanjang rute pawai. Memasuki Jalan Panglima Sudirman, rombongan konvoi disambut ratusan pelajar yang berdiri di sepanjang pendestrian jalan. Mereka tampak melambai-lambaikan bendera merah putih sambil mengucapkan selamat.

Para pelajar pun tak ketinggalan ikut menyambut kedatangan Piala Adipura, yang sudah 10 tahun lamanya absen dari pemerintahan Gresik. (foto/ist)

Sambutan pelajar dan masyarakat makin padat saat rombongan memasuki Jalan Jaksa Agung Suprapto, mendekati titik finish kirab yakni Gedung WEP. Araminta Vany, salah satu pelajar asal SMPN 1 Gresik mengaku senang, dia dan teman-temannya sudah menunggu cukup lama untuk melihat Piala Adipura yang dibawa oleh Bupati Fandi Akhmad Yani.

“Sengaja tidak pulang karena pengen tahu. Ada rasa bangga juga sebagai warga Gresik akhirnya bisa menerima Piala Adipura,” ujar Vany sumringah. Pada titik finish yakni di Gedung WEP, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah beserta rombongan kirab disambut dengan kesenian tari khas daerah Gresik.

Di hadapan rombongan dan tamu undangan, Bupati Yani mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gresik. “Prestasi ini adalah prestasi masyarakat Gresik. Banyak pengalaman yang sudah kita dapatkan dalam kaitan keindahan, kebersihan, dan penanganan sampah dari hulu hingga hilir,” ungkap Bupati Milenial.

Piala Adipura, bagi Bupati Yani juga menjadi suatu tonggak awal dalam upaya berkelanjutan dalam penanganan sampah di Kabupaten Gresik. Dirinya berharap pada tahun mendatang, isu penanganan sampah melalui Tempat Pembuangan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R) bisa masuk di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes) dan dibangun di tiap desa.

“Makna Piala Adipura tidak hanya sekadar kebersihan dan keindahan saja, melainkan ada yang lebih substantif yaitu kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Berikutnya saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun hutan kota dan banyak ruang terbuka hijau di Kabupaten Gresik. Gresik Lestari, bersama-sama kita menanam sampai mati,” pungkasnya. (Adv/dra)

ITS Luncurkan Aplikasi Purwarupa Baterai Logam Udara

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melakukan uji coba aplikasi purwarupa generasi I Baterai Al-Udara ITS pada sepeda motor. Penelitian yang didukung Pertamina bersama Kedaireka Matching Fund ITS tersebut guna mendukung percepatan penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

Ketua tim penelitian, Prof Dr Ir Heru Setyawan MEng, mengatakan, baterai logam udara pada penelitiannya ini merupakan mesin bahan bakar logam yang menggunakan aluminium.

Baterai ini dirancang untuk percepatan penggunaaan KLBB guna mendorong Indonesia yang mandiri energi dan teknologi. “Terobosan baru dari baterai ini dapat mencegah dendrit atau kristalisasi logam lithium yang dimulai pada anoda dan dapat menyebar ke seluruh baterai. Dendrit dapat menjadi masalah genting pada baterai,” kata Prof Heru, disela peluncuran yang berlangsung di Gedung Research Center ITS Surabaya, Selasa (5/3/2024).

Dalam tim tersebut, Heru menggandeng mahasiswa S1, S2, dan S3 Departemen Teknik Kimia ITS dalam menyelesaikan penelitian ini. Tim menggunakan elektrodeposisi campuran logam Zn dan Mn untuk mengatasi peristiwa dendrit.

“Baterai udara ini didesain secara khusus, sehingga memiliki permukaan kurus dan tiga dimensi agar ion aluminium dapat secara homogen mengambil aluminium. Alhasil, baterai menjadi bertahan lebih lama hingga 140 jam,” ungkap dosen dari Laboratorium Elektrokimia ITS itu.

Prof Heru menjelaskan, baterai logam tersebut juga aman untuk lingkungan karena menggunakan elektrolit air dengan tambahan garam Natrium Klorida (NaCl). Larutan garam biasa digunakan sehari-sehari, sehingga aman dan tidak terjadi apa-apa pada tubuh manusia.

“Terlebih, masalah krusial seperti kebocoran juga tidak akan jadi masalah. Baterai udara ini tidak menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan, sehingga tidak terjadi thermal runaway atau panas berlebihan,” jelas Profesor Departemen Teknik Kima ITS tersebut.

Menurut Prof Heru, baterai ini berani diujicobakan pada KLBB karena Indonesia memiliki kekayaan sumber daya aluminium yang melimpah. “Meski kebutuhan arus listrik untuk motor cukup besar, kekayaan sumber daya Indonesia inilah yang mendorong keberanian tim penelitian dari ITS untuk mengadopsi baterai pada motor. Terlebih, harga baterai aluminium lebih murah daripada baterai lithium ion,” terangnya.

Baterai udara ini sebenarnya telah dikembangkan ITS sejak 2013. Namun, Prof Heru mengakui, sempat berhenti dan baru saja dilakukan kejar tayang penelitian selama kurun waktu setahun ini.

“Penelitian ini turut didukung pendanaan oleh Pertamina dan Kedaireka Matching Fund ITS, sehingga dapat digarap kembali pengembangannya. Untuk itu, ITS terus mendapat tantangan dalam mendukung tren perkembangan KLBB lewat beragam inovasinya,” katanya.

Baterai udara ini masih perlu pengembangan berkelanjutan agar dapat diadopsi lebih baik pada KLBB. Saat ini baterai masih berupa primer, sehingga jika baterai habis hanya bisa langsung dibuang.

Ke depannya, Heru ingin mengembangkan baterai sekunder, yakni baterai yang dapat dilakukan pengisian ulang. “Tak hanya itu, kami juga ingin memperkecil ukuran baterai supaya bisa lebih mudah dimasukkan ke dalam kendaraan,” ujarnya.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja sama, dan Kealumnian ITS, Bambang Pramujati ST MScEng PhD, menyambut baik peluncuran baterai ini. Bambang mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan Kedaireka yang turut mendukung pendanaan agar ITS dapat memanfaatkan penelitian dengan baik.

“Kami berharap agar tim peneliti dapat lebih kompak dalam mengembangkan KLBB dan dapat menggandeng mitra industri. Semoga Baterai AI-Udara ITS ini dapat bermanfaat bagi kemandirian energi negeri ini,” pungkasnya. (red)

Debindo Tingkatkan Ekonomi Jatim lewat Gelaran Empat Pameran Parekraf

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Debindo Mitra Tama (DMT) siap menggelar empat even pameran Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekfraf) sekaligus pada 2024 di Surabaya. Even pameran parekraf terbesar yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi Jawa Timur tersebut, rencanya akan digelar pada Mei, Oktober, dan November 2024 mendatang.

Direktur PT Debindo Mitra Tama, Dadang M Kushendarman, mengatakan empat even pameran parekraf sekaligus tersebut, yakni Batik Bordir dan Aksesoris Fair, Bursa Pariwisata, Jatim Fest, serta Batik Fashion Fair. Keempat even pameran tersebut semuanya akan digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya.

“Tujuan utamanya untuk meningkatkan ekonomi di Jatim. Selain itu, di even ini, kita menampung peserta komunitas ekonomi kreatif dan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Dadang, di Surabaya, Selasa (5/4/2024).

Pameran yang didukung Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, serta Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya.

“Terlebih sebagai tanda kebangkitan kriya, khususnya kepada para pengusaha serta perajin batik dan pelaku fesyen dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur maupun seluruh Indonesia,” terangnya. Project Manager Batik Bordir Aksesoris Fair dan Batik Fashion Fair, Ayu Debindo, mengatakan selama pameran berlangsung akan digelar parade fashion yang menampilkan busana nusantara.

Terutama motif batik dari berbagai provinsi di Indonesia. “Jadi, pengunjung juga akan bisa menikmati parade fesyen busana batik nusantara,” ungkapnya. Ayu menjelaskan, para pelaku usaha juga akan diberikan materi workshop belanja live di medsos. Tak hanya pengarahan saja, namun juga akan dibimbing.

“Targetnya selain bisa jualan, juga ada workshop gimana sih jualan secara live di media sosial. Kemudian, peragaan fesyen juga,” jelasnya. Pada peluncuran empat even pameran parekfraf ini dihadiri OPD, BUMN/BUMD, instansi, maupun perusahaan dari berbagai bidang/sektor.

“Diharapkan acara ini dapat menggema baik secara luring maupun daring, sehingga penyelenggaraanya juga dilakukan secara hybrid,” tegas Ayu. Sesuai jadwal, Batik Bordir dan Aksesoris Fair akan digelar mulai 8-12 Mei 2024, Bursa Pariwisata mulai 23-26 Mei 2024, Jatim Fest pada 2-6 Oktober 2024 dan masih dalam rangkaian Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Timur/Jatim, serta Batik Fashion Fair akan hadir ke-8 kalinya pada 13-17 November 2024.

Seluruh pameran akan digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya. (red)

Ancaman Banjir dan Tsunami Membuat SMAN Pesanggaran Ikut SPAB

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Bencana banjir dan tsunami pernah menghantam Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Hal inilah yang perlu diwaspadai. Salah satu upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah melalui Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kali ini SMA Negeri  Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi menjadi sasaran digelarnya SPAB.

“Dengan mengetahui kondisi yang ada di sekitar, maka kita paham apa yang harus dilakukan. Kondisi yang rutin terjadi di bulan Oktober, yaitu banjir dikarenakan adanya penumpukan sampah di sungai. Pesanggaran juga pernah mengalami bencana tsunami,” kata Wakil Kepala SMA Negeri Pesanggaran Ali Muthohar, Senin (4/3).

Dia berharap ilmu yang disampaikan selama 2 hari ini dapat diserap secara maksimal. “Hal ini merupakan suatu kehormatan bagi kami mengingat ilmu terkait dengan kebencanaan ini sangatlah jarang. Minimal kita paham seperti apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana,” jelasnya.

SPAB di SMA Negeri Pesanggaran digelar selama dua hari, Senin-Selasa, 4-5 Maret 2024. Kegiatan ini diadakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur/Jatim bekerja sama dengan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim.

Tiga orang dari SRPB Jatim, yakni Aslichatul Insiyah, Yan Aditya Putra, dan Doddy Prakasa Fitrianto menjadi fasilitatornya. Pembukaan SPAB dilakukan oleh Analis Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Jatim Dadang Iqwandy.

“Kami berharap kalian tidak hanya tangguh di rumah atau di sekolah saja. Tapi, minimal bisa tangguh dan bermanfaat untuk orang banyak,” pesan Dadang Iqwandy. Sedangkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Banyuwangi  Misrawi mengatakan, kejadian bencana di Banyuwangi bila dilihat mengalami grafik yang meningkat.

Sehingga perlu adanya sinergitas dengan baik agar terwujudnya Indonesia tangguh. “Melalui SPAB ini merupakan upaya dalam mitigasi bencana demi terwujudnya lingkungan satuan pendidikan yang tangguh dan siap dalam menghadapi bencana.

Diantaranya memiliki tujuan berupa peningkatan kapasitas dan memastikan fasilitas pendidikan aman bencana,” jelasnya. Sekolah yang berdiri 22 Desember 1986 ini mengikutkan 100 orang untuk menjadi peserta.

Mereka terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan pelatihan praktik dan teori tentang kebencanaan. Diharapkan setelah kegiatan SPAB ini mereka punya rencana aksi untuk memitigasi bencana. (rizki)