Peringati Maulid Nabi, Masjid Assakiinah Beri Bingkisan pada Yatim Piatu

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, yang digelar pengurus Yayasan Masjid Assakiinah Putra Bangsa Surabaya Rabu (20/10) berlangsung khidmad dan meriah. Panitia mengundang ratusan anak yatim piatu dari berbagai panti asuhan, fakir miskin dan janda.

‘’Peringatan Maulid Nabi ini diselenggarakan setiap tahun diikuti 150 anak yatim piatu beserta pendampingnya serta takmir dan warga sekitar masjid,’’ kata Ketua Pengurus Yayasan Masjid Assakiinah Putra Bangsa Surabaya, Dr Hufron, SH., MH., didampingi Manager Masjid Assakiinah, Drs. H. Anas Bayasud, MM. MBA., kepada pawartajatim.com disela acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara Maulid Nabi ini didahului sholawatan, tahlil, pembacaan surat yasin, serta Ar Rohman. Setelah acara, dilakukan pembagian dengan memberikan bingkisan sekaligus uang kepada anak yatim piatu.

Setelah menerima bingkisan berupa paket sembako dan uang, acara diakhiri dengan makan bersama dengan disiapkan meja dengan menu sekitar 200 nasi rawon. ‘’Ini bukti bahwa pengurus Yayasan sangat peduli pada yatim piatu, fakir miskin dan para janda,’’ sambung H Anas Bayasud.

Berbagai aktifitas dilakukan pengurus Yayasan Masjid Assakiinah Putra Bangsa Surabaya. Diantaranya, sholat wajib berjamaah, malam Kamis dengan menggelar ngaji fiqih yang membahas soal Thoharoh, pelaksanaan sholat yang benar, dan puasa.

‘’Ngaji Fiqih ini kami gelar malam Kamis setelah sholat Maghrib,’’ ujar Hufron, sambil menambahkan aktifitas lainnya belajar Tajwid Al Quran. (bw)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Contoh Sifat Uswatun Hasanah dalam Bekerja 

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Wakil Bupati Muhammad Albarraa beserta Sekretaris Daerah Teguh Gunarko, hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, Senin (18/10) malam di Pendapa Graha Majatama.

Pada acara ini, bupati berpesan kepada ASN agar bisa menjadi teladan bagi sekitar maupun lingkungan kerja. ASN harus melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, profesional, berintegritas dan fokus pada pengabdian.

Keteladanan atau uswatun hasanah dapat dipetik dari contoh sifat Rasulullah SAW. Beliau menjadi teladan bagi umat sebagaimana disebut dalam surat Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi Sesungguhnya pada diri Rasulullah, ada teladan yang baik bagimu. Yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.

Uswatun hasanah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW masih relevan untuk diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi seorang ASN. Hal ini dituturkan Bupati Ikfina dalam acara peringatan maulid nabi.

“Uswatun hasanah Nabi Muhammad SAW, alangkah baiknya jika dapat aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan sebagai penyemangat dalam peningkatan kinerja, serta berinovasi membawa dampak signifikan bagi penyelenggaraan pemerintahan,” tutur bupati.

Selanjutnya Wakil Bupati Muhammad Albarraa, juga berkata tentang makna bersyukur atas nikmat iman dan nikmat Islam. Salah satu hal terbesar, adalah lahirnya Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk memimpin umat Islam.

“Kita semua sangat bahagia karena Nabi Muhammad telah diutus ke dunia ini. Ini adalah nikmat bagi kita. Dalam peringatan maulid nabi, mari kita teladani sifat nabi yang sabar, banyak bersyukur, dan ibadah malamnya (salat),” ucap Gus Barra.

Acara pokok pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini turut diisi mauidhoh hasanah oleh K.H. Falaqul Alam dari Dawarblandong, disertai penyerahan santunan kepada para anak yatim. (dra)

Bupati Ikfina Beri Bonus Uang Pembinaan pada Atlet PON XX Papua

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberi apresiasi kepada atlet Kabupaten Mojokerto yang telah mengikuti PON XX Papua pada 2-15 Oktober lalu. Apresiasi diberikan dalam bentuk bonus uang pembinaan yang diserahkan Ikfina Fahmawati, Bupati Mojokerto didampingi Teguh Gunarko Sekdakab Mojokerto serta Amat Susilo Kadisparpora, Selasa (19/10) di Pendapa Graha Majatama.

Penerima penghargaan diwakili oleh masing-masing tingkat kejuaraan. Antara lain Herda Eka Nur Hidayah dari cabor gantole untuk medali emas perorangan sebesar Rp 10 juta, Desima Aqmar Syarafina dari cabor bulutangkis untuk medali emas beregu sebesar Rp 10 juta, Rini Susanti dari cabor sepak takraw untuk medali perak sebesar Rp 7,5 juta dan Dian Sasongko dari cabor sepak bola untuk medali perunggu sebesar Rp 5 juta.

Suher Didieanto Ketua KONI Kabupaten Mojokerto dalam laporan menjelaskan, atlet dari Kabupaten Mojokerto memberikan kontribusi 60 persen perolehan juara dalam ajang tersebut. Yakni 4 medali emas, 3 perak dan 4 perunggu.

Suher berharap, agar Pemerintah Kabupaten Mojokerto kepada para atlet, khususnya pada persiapan pertandingan di bulan Juli. Harapan para atlet bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mengupayakan hasil terbaik, bisa berlatih tanpa mengeluarkan biaya dan bisa menjadikan Kabupaten Mojokerto minimal 20 besar di pertandingan bulan Juli.

‘’Saya ingin semua cabor serius berlatih dan itu perlu support dari Pemda terutama dalam menggunakan fasilitas berlatih,” katanya. Bupati Mojokerto, Ikfina, mengucapkan selamat atas prestasi yang sudah diraih oleh atlet Kabupaten Mojokerto dan berharap melalui proses kejuaraan PON XX Papua 2021, akan lahir para juara yang membawa bendera merah putih berkibar dalam pertarungan kelas dunia.

“Kemenangan akan selalu melewati proses, salah satunya PON Papua yang bisa menjadi tolok ukur pencapaian prestasi membawa nama baik Indonesia pada pertandingan kelas dunia nantinya. Saya atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto, mengucapkan selamat dan terima kasih atas prestasi yang sudah dipersembahkan,” ucap Bupati Ikfina.

Terkait pembinaan dan support untuk atlet, Bupati Mojokerto akan mengupayakan yang terbaik untuk menunjang kebutuhan pelatihan khususnya fasilitas latihan. Hal tersebut juga sejalan dengan visi misi mewujudkan Kabupaten Mojokerto maju, adil dan makmur dengan dua prinsip. Yaitu pembangunan infrastuktur dan meningkatkan kualitas SDM.

Menyediakan fasilitas untuk para atlet adalah bentuk kewajiban, meski saat ini kita dalam situasi pandemi dimana anggaran banyak terfokus pada penanggulangan dan pemulihan dampak Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

‘’Walau begitu, Pemkab Mojokerto – KONI akan terus berkoordinasi dan bersinergi,” tambah bupati. (bw)

Sakti Wahyu Trenggono : Siapkan Anggaran Pengembangan Pulau Lusi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, ke Pulau Lusi membawa kabar gembira. Sebab, bagi pengembangan Wisata Pulau Lumpur Sidoarjo/Lusi atau yang biasa disebut Wisata Bahari Tlocor.

Pulau dengan luas 67,8 hektar itu merupakan hasil dari endapan lumpur Sidoarjo. Setiap hari libur selalu ramai pengunjung. Misalnya, Selasa, (19/10) hari ini. Selama ini, Wisata Pulau Lusi oleh masyarakat sekitar dikelola secara mandiri.

Pemkab Sidoarjo tak bisa berbuat banyak karena Pulau Lusi masuk dalam kewenangan Kementerian KKP. Sesuai dengan Masterplan dari Kementerian KKP Tahun 2021 ada sembilan program pengembangan yang sudah disiapkan dan pengerjaannya dimulai 2022.

Sembilan titik tersebut yakni Pembangunan Serambi, Taman Utama, Taman Lumpur, Infrastruktur (listrik, air bersih, sampah dan menara BTS), Perairan Buatan, Taman Wanamina, Taman Botani, Taman Konvensi, dan Eco-Sport Resort.

Menteri KKP Wahyu Trenggono, minta di Pulau Lusi ada tanaman pohon Cemara Laut dan Tanaman Mangrove dalam jumlah yang banyak. Hal itu, agar menjadi ekosistem baru bagi pengembangan tanaman laut dan hewan laut.

“Disini juga ditanami pohon Cemara Laut yang banyak sama tanaman mangrove. Selain jadi rindang, juga bisa menjadi tempat ekosistem baru. Termasuk kolam-kolam ini bisa dimanfaatkan dengan ditebar ikan dan kepiting,” katanya.

Wahyu Trenggono, dalam kunjungannya didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur/Jatim, Emil Dardak dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor), menyampaikan, pada prinsipnya Kementerian KKP setuju dan sudah menyiapkan anggaran untuk pengembangan Pulau Lusi.

Pemerintah Provinsi Jatim menyambut baik dengan rencana Kementerian KKP yang menjadikan Pulau Lusi destinasi Wisata di Sidoarjo. Wakil Gubernur Emil Dardak, mendorong selain dikembangkan menjadi destinasi wisata, Pulau Lusi juga menjadi tempat konservasi alam.

“Yang penting bagi kami adalah sinerginya. Nanti, kami akan identifikasi apa ruang kerja yang bisa diperankan oleh Pemprov Jatim untuk mendukung inisiatif dari Pokdarwis, Pemkab Sidoarjo dan Kementerian KKP. Selain menjadi destinasi wisata, Pulau Lusi juga jadi tempat konservasi alam,“ ujar Emil.

Wagub Emil, melihat sinyal dari Kementerian KKP nantinya pengelolaan ini akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Selama ini, pengelolaan Wisata Lusi atau Wisata Bahari Tlocor dikelola dengan cara swadaya masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Yang kami tangkap dari Kementerian memberi ruang bagi Pemda Sidoarjo untuk pengelolaannya. Tapi kita belum bisa memastikan,” jelasnya. Pemkab Sidoarjo, kata Bupati Ahmad Muhdlor, menyatakan kesiapannya jika Kementerian KKP dalam pengelolaannya menyerahkan ke Sidoarjo.

Karena Pulau Lusi termasuk destinasi wisata andalan Kabupaten Sidoarjo. “Prinsipnya, Pemkab Sidoarjo siap dilibatkan dalam mengelola Wisata Pulau Lusi. Harapan kami memang pengelolaannya bisa dilakukan Pemkab Sidoarjo,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo M Bahruni, menyampaikan, Pulau Lusi merupakan aset milik Kementerian KKP yang saat ini masih dalam proses sertifikat di Badan Pertanahan Nasional. Karena itu, Pulau Lusi masuk dalam kewenangan Kementerian KKP.

“Pulau Lusi ini asetnya milik Kementerian KKP dan belum dihibahkan ke Pemkab Sidoarjo. Untuk pengelolaannya masih dalam pembahasan dengan Pemkab Sidoarjo,” terang Bahruni. (no)

Bus Vaksinasi Keliling Polresta Sidoarjo Sasar Sekolah dan Warga Desa

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Akselerasi vaksinasi terus dilakukan Polresta Sidoarjo. Sejumlah kendaraan bermotor vaksinasi keliling melayani masyarakat, hadir di Sekolah Nurul Hikmah, Buduran dan sejumlah desa.

Di Sekolah Nurul Hikmah, di dalam bus vaksinasi keliling, disediakan 500 dosis vaksin bagi pelajar maupun warga sekitar. Sementara kendaraan bermotor vaksinasi keliling desa, masing-masing dibekali 100 dosis vaksin.

Ps Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo, Iptu Rukwandi, mengatakan, kegiatan vaksinasi ini merupakan wujud kepedulian Polri bagi masyarakat, berupa layanan vaksinasi untuk membentuk herd immunity.

Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, melalui percepatan vaksinasi ke berbagai wilayah terus kami masifkan. Termasuk bersinergi dengan stake holder lain, seperti yang berlangsung di Sekolah Nurul Hikmah bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT).

‘’Ini menunjukkan semua pihak berharap segera terbentuknya herd immunity bagi masyarakat,” kata Iptu Rukwandi. Sementara, dari ACT, M Rohadi, menyambut baik program vaksinasi bagi masyarakat.

Penyebaran Covid-19, menurut dia, harus ditangani bersama-sama. Termasuk dengan upaya ACT bersama Polri untuk mensukseskan akselerasi vaksinasi. “Dengan mempercepat vaksinasi, kami berharap semua masyarakat sehat dan mata rantai Covid-19 dapat terputus,” katanya. (no)

Polisi Tangkap Pelaku Penjualan Satwa yang Dilindungi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Polisi berhasil mengungkap tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE). Yakni perdagangan burung dilindungi, yang dilakukan tersangka M (48).

Sejumlah burung langka dari Papua yang dilindungi beserta tersangka, diamankan Unit IV Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo di tempat tinggal tersangka di Sidorejo, Krian, Sidoarjo, pada Selasa (12/10) lalu.

Barang bukti berupa burung endemik yang diserahkan Polresta Sidoarjo ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, antara lain tiga Burung Cendrawasih Toowa Cemerlang, empat Burung Cendrawasih Kuning, satu Burung Cendrawasih Mati Kawat, dua Burung Cendrawasih Raja, satu Burung Cendrawasih Botak, lima Burung Betet, dan tujuh Burung Nuri Bayan.

‘’Tersangka ditangkap karena memperdagangkan satwa jenis burung endemik yang dilindungi. Karena melanggar Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,’’ kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, di Sidoarjo Senin (18/10).

‘’Dalam tahap penyelidikan, kata dia, tersangka mendapatkan burung endemik ini, dari kapal ilegal yang merapat di sekitar wilayah kita. Kemudian tersangka memasarkannya secara online kepada penggemar burung, dengan meraup keuntungan yang bervariasi,” tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka M dikenakan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta. (no)

Ayo Rek, Nonton Bioskop

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – New Normal Movimax  Kaza Mall Surabaya. Pandemi Covid-19 berkepanjangan membuat dunia pariwisata dan hiburan terpukul, khususnya industri bioskop. Setelah tutup dan berhenti operasi selama 1 tahun, mereka sangat terpukul sekali, karena pemasukan tidak ada.

Tetapi pengeluaran seperti sewa gedung, listrik, gaji pegawai pegawai tetap harus dibayar. Itulah yang dialami oleh Bioskop Movimax, yang berada di Kaza Mall Surabaya. Walaupun sejak 2 April 2021 sudah boleh buka, namun, dengan adanya kebijakan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM mereka harus tutup kembali.

Selama buka, Movimax tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Misalnya, kursi hanya diisi 50 persen dari kapasitas, pengunjung dicek suhu tubuh, dan menggunakan hand sanitizer. “Satu lagi, costumer diminta menyobek sendiri tiket mereka, dan ditaruh di nampan yang sudah disiapkan,” kata Koordinator Movimax Surabaya, Alfin kepada pawartajatim.com, di Surabaya Senin (18/10).

Setelah tutup saat PPKM,  Movimax buka kembali pada 16 September 2021. Pengunjung wajib mempunyai aplikasi peduli lindungi. Dan pernah divaksin minimal 1 kali, untuk anak berusia dibawah 12 tahun belum diperbolehkan menonton.

Kapasitas kursi hanya digunakan 50 persen dari jumlah kursi yang tersedia. Saat ini di Movimax memiliki tiga studio dengan kapasitas, 195 kursi dan151 kursi. “Jam operasional Movimax sekarang mengikuti jam operasional Kaza Mall Surabaya,” jelas pria bersahaja asal Malang ini.

Karena kebijakan pemerintah yang buka tutup, membuat respon masyarakat belum antusias. Walaupun saat ini diputar film laris yang dimainkan aktor kenamaan, misalnya James Bond. Group  bioskop jaringan Movimax ada di Surabaya, Malang, dan Bali. Untuk Surabaya dibuka sejak Agustus 2019 lalu. (nn)

Norma Datang, Keluhan Hilang

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Penjaringan aspirasi masyarakat anggota DPRD Surabaya, Norma Yunita. Setiap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) maupun  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mempunyai 3 tugas utama yang menjadi kewenangannya, yaitu

Legislasi (membuat dan mensahkan peraturan), Budgeting (merancang dan mensahkan anggaran), dan Controling (mengawasi jalannya pemerintahan). Untuk mewujudkan ketiga fungsi tersebut, DPR-RI dan DPRD juga memiliki kegiatan reses (Turun ke daerah pemilihan) untuk melakukan Jaring Asmara (Penjaringan aspirasi masyarakat).

(foto/ist)

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) melakukan reses di wilayah dapilnya yaitu RW XII Keputran Kejambon Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng.

“Bagi saya dan keluarga, warga Keputran Kejambon bukan orang lain, karena saya dan ibu saya sering berkunjung disini sebelumnya,” kata anggota DPRD Surabaya, Norma Yunita, kepada pawartajatim.com, Senin (18/10).

Reses, dimulai dengan pembacaan doa, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Pengurus RT setempat, dan sambutan Ketua Pengurus Ranting PDIP Embong Kaliasin, Nanang Sutrisno, SH, MM.

Dalam sambutannya, Nanang, menyampaikan terima kasih kepada warga Keputran Kejambon yang telah berjuang memenangkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Eri Cahyadi dan Armuji yang diusung oleh PDIP.

Warga memanfaatkan acara reses ini secara antusias dan maksimal. Pertanyaan demi pertanyaan disampaikan langsung saat sesi dialog dibuka oleh Moderator H. M. Djufri, SH yang juga  Ketua  Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Genteng.

“Pertanyaannya benar benar menyentuh, mulai dari anak sekolah, BST,  hingga program sosial lainnya. Tapi yang paling menarik adalah soal layanan PGN (Perusahaan Gas Negara),” jelas anggota DPRD termuda kedua di Surabaya ini.

Bagi politisi perempuan yang terlihat cantik ini,  Jaring Asmara adalah momen membahagiakan yang selalu dirindukannya. Karena dia dapat mendekat secara langsung dengan warga masyarakat yang selama ini telah memilihnya, dan kemudian berbicara dari hati ke hati setiap permasalahan yang dialaminya untuk dicarikan jalan keluarnya.

Pendekatan humanis ini tidak hanya melahirkan rasa empati, tetapi juga simpati.  Bahkan ada peserta yang sampai menyeletuk , ‘Norma datang, keluhan Hilang ‘. “Saya akan terus melakukan pendekatan seperti ini, karena  bagi saya reses tidak  hanya urusan tugas DPRD, tetapi lebih kepada rasa kekeluargaan dan persaudaraan,” tambah alumni SMIP Satya Widya ini.

Penugasan Norma di Komisi D yang membidangi urusan kesejahteraan rakyat dengan mitra Dinas Sosial, Kesehatan, Pendidikan, Tenaga Kerja, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sangat menguntungkan, karena mempermudah geraknya dalam menangani persolan kemasyarakatan. (nn)

Penemuan Fosil Gajah Purba Pecah Teori Wallace

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Fosil stegodon gajah purba pertama ditemukan  oleh seorang pastor Belanda, Theodor Verhoeven di lokasi Ola Bula (Ngada) pada tahun 1956. Verhaeven adalah seorang guru bahasa Latin dan Yunani di Seminari (lembaga pendidikan calon pastor tingkat SMP dan SMA) Mataloko, dan memiliki minat  dalam ilmu prasejarah.

Dia menghabiskan hampir seluruh waktu luangnya untuk mengeksplorasi situs prasejarah di Propinsi  Nusa Tenggara Timur. Dia sangat peduli pada artefak (alat batu) dan fosil. Selama tahun-tahun berikutnya Verhoeven juga menemukan sisa-sisa gajah purba dan hewan lainnya di Matamenge dan Boa Lesa.

Pada lokasi Matamenge dan Boa Lesa Verhoeven juga menemukan alat-alat batu primitif yang terkait dengan fosil gajah purba, namun, tidak seperti di Jawa, tidak ada fosil manusia yang ditemukan di Flores untuk dapat mengungkapkan identitas dari pembuat alat batu tersebut.

Pada saat itu, Verhoevern  berhasil menemukan 4 buah   fosil geraham  Gajah  Stegodon Flores, 1 buah  fosil gading gajah stegodon dan 7.660 buah bagian-bagian tulang stegodon.

Semua hasil  penemuan itu saat ini disimpan di Museum Bikon Blewut  milik Seminari Tinggi Ledalero, Maumewre, pimpinan Pater  Drs. Ansel Doredae, SVD, M. Setelah penemuan itu dan melihat hasil temuan pertama itu,  kemudian banyak peneliti Indonesia dan peneliti asing melakukan penelitian ilmiah secara berkala setelah di lokasi Ola Bula (Ngada). Sehingga berhasil lagi menemukanfosil gaja purba pekan lalu berusia 700.000 tahun.

Stegodon berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti “gigi  berbentuk atap.” Stegodon adalah sejenis mamalia yang kini punah dan diklasifikasikan sebagai anggota dari Ordo Proboscidea, atau hewan yang mempunyai belalai. Stegodontidae merupakan cabang dari garis keturunan yang mengarah ke gajah modern. Stegodon tertua hidup sekitar 4 juta tahun yang lalu di Asia. Fosil Stegodon tertua telah ditemukan di Thailand, Jepang, Cina dan India.

Berbagai sumber menyebutkan, fosil Stegodon pertama dari Indonesia ditemukan di Jawa, sejumlah besar fosil Stegodon yang digali pada 1890-1892 di  Situs Trinil, Jawa Tengah, oleh Dokter Eugene Dubois, yang terkenal karena penemuan Pithecanthropus erectus (sekarang diklasifikasikan sebagai Homo erectus=manusia berdiri tegak).

Usia fosil dari Trinil adalah  900.000 tahun.  Stegodon dari Trinil diberi nama ilmiah Stegodon trigonocephalus, yang berarti Stegodon dengan kepala berbentuk segitiga. Stegodon Florensis  tinggi badan antara 1.5 – 2 m, gadingnya lebih bengkok dan jumlah lempeng giginya lebih banyak.

Berdasarkan bukti paleomagnetic dan “fission track” dating lapisan abu-abu, usia Stegodon florensis dan asosiasi artefak batu yang terkait berumur di antara 700.000 dan 600.000 tahun.

Gading Jadi Mas Kawin

Motivasi Pater Verhoevemn untuk melakukan penelitian tentang fosil gajah purba ini sebenarnya terdorong oleh tradisi masyarakat Flores khusus di Kabupaten Sika dan Flores Timur yang menjadikan gading gajah sebagai mas kawin.

Sementara pada sisi lain di daratan Flores sendiri juga tidak ada gajah. Kenyataan ini diperkuat lagi dengan teori yang diberikan Wallace menyebutkan di Flores tidak ada gajah dan gajah itu hanya hidup di Indonesia bagian barat.

Dengan penemuan Pater Verhouven ini sekaligus memecahkan teori  Wallace tersebut. Dan penemuan itu diperkuat lagi dengan penemuan fosil gajah purba pekan lalu ini. Sementara itu, dalam diskusi virtual kerjasama sama antar Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng dan Universitas 17 Agustus Surabaya menyimpulkan tradisi gading gajah dijadikan sebagai mas kawin sudah lama ada di Flores dan masih tetap berlangsung hingga sekarang.

“Belis dengan gading di Flores Timur  kebanyakan terdapat pada suku Lamaholot sejak dulu sampai sekarang,” tegas Berto Kleden saat itu sebagai salah satu nara sumber dalam diskusi tersebut.

Dan tradisi itu, tambahnya, masih tetap dipertahanlan oleh Suku Lamaholot tersebut. Namun karena jumlah gading yang disimpan oleh masing-masing keluarga atau suku itu sudah semakin berkurang dan ada juga karana rusak, namun sistem belis dengan gading gajah tetap saja berlangsung.

Namun, banyak diantaranya yang dikonversi dengan uang. Status sosial wanita terkadang menjadi ukuran mahal tidaknya belis dengan menggunakan gading tersebut. (yosef sintar)

AHLI Jatim Dukung, Surabaya The City of Defense Heritage

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan. Ceritanya begitu dahsyat. Yaitu, bagaimana pejuang -pejuang Surabaya berani mati demi mempertahankan kemerdekaan. Peristiwanya terjadi dimana -mana. Di jalan-jalan, di kampung-kampung, di pusat kota hingga ke daerah pinggiran kota.

Meski 76 tahun telah berlalu, cerita dahsyat dan saksi bisu pertempuran itu masih terpatri di tempatnya masing masing. Namun, bukan tidak mungkin bahwa semua itu akan lekang oleh zaman dan sirna pada saatnya.

(foto/ist)

Apalagi roda peradaban moderen seolah menggilas sejarah. Itu semua niscaya terjadi jika kita tidak berbuat apa apa untuk mempertahankannya. Sejarah telah memberikan pelajaran nyata buat kita bahwa dengan mempertahankan kemerdekaan, kita bisa hidup di alam kemerdekaan hingga sekarang.

Demikian jika kita mau mempertahankan bukti bukti sejarah, maka mereka akan bisa tetap bersama kita hingga waktu waktu ke depan. Karenanya, perlu ada upaya untuk mempertahankan dan menjaga predikat Surabaya sebagai kota Pahlawan.

Predikat Kota Pahlawan adalah predikat yang membanggakan bagi arek arek Surabaya. Apalagi Surabaya adalah satu satunya kota di Indonesia yang berpredikat itu. Maka, sangat sayang jika predikat langka ini hanya digebyarkan setahun sekali di bulan November, yang bertepatan dengan jatuhnya Hari Pahlawan pada 10 November.

Predikat nilai kepahlawanan perlu diaktualisasikan sepanjang tahun. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony, pada awal 2019 pernah menggagas adanya Raperda Inisiatif Dewan tentang Surabaya Sebagai Kota Pahlawan.

Tujuannya adalah mewarnai segala sendi kehidupan dan aktivitas di Kota Surabaya dengan ekspresi kreatif dan inovatif yang bermuatan nilai nilai kepahlawanan dan kearifan lokal. Dengan demikian warga Surabaya dan pendatang yang masuk ke Kota Surabaya akan dapat merasakan atmosfir nilai nilai kepahlawanan itu.

Semangat ini rupanya juga sudah di tangkap oleh pegiat sejarah Kota Surabaya yang selama ini selalu aktif melakukannya pelacakan jejak jejak kepahlawanan. Pada beberapa tempat di Kota Surabaya telah diidentifikasi menyimpan bukti bukti pertempuran yang bersifat mempertahankan kedaulatan bangsa.

Tidak banyak publik yang tau adanya bukti bukti sejarah yang mampu bercerita bagaimana arek arek Surabaya mempertahankan kemerdekaan. Karenanya, tempat tempat yang masih menyimpan bukti bukti pertempuran dan pertahanan Kota ini layak disosialisasikan ke masyarakat luas.

Salah satunya melalui kegiatan jelajah sejarah yang dikemas dalam Heritage Walk. Forum Begandring Soerabaia bersama Surabaya Urban Track (Subtrack) telah menyelenggarakan dua kegiatan Heritage Walk di kawasan Kota Tua dan Peneleh.

Menyadari akan pentingnya nilai nilai kepahlawanan yang dimiliki Kota Surabaya, maka Heritage Walk ke tempat tempat bersejarah yang menjadi lokasi pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan akan sangat bermanfaat bagi pengembangan pariwisata Kota Surabaya.

Ketua DPD Association of Hospitality Leaders Indonesia/AHLI Jawa Timur/Jatim, Rahmad Ramadhan M, SH, memandang Surabaya sangat potensial dijadikan sebagai daerah tujuan wisata yang berbasis sejarah kepahlawanan/pertempuran Surabaya atau defense heritage.

‘’Dengan memiliki tempat-tempat bersejarah yang masih menyimpan bukti bukti pertempuran, maka akan memungkinkan dibuatnya paket paket wisata Kota yang berbasis pertahanan, defense heritage,’’ kata Rahmad Ramadhan, di Surabaya Senin (18/10).

Menurut dia, wisata Defense heritage ini tidak sekedar program berwisata ria, tapi lebih memiliki nilai pendidikan dan memperkenalkan nilai nilai nasionalisme dan kebangsaan. Karenanya wisata ini layak dikembangkan.

Untuk itu Forum Begandring Soerabaia bersama komunitas komunitas di dalamnya seperti Roode Brug Soerabaia akan menggandeng pihak akademisi dan insan pariwisata seperti DPD AHLI Jatim untuk membuat konsep wisata “Surabaya, The City of Defense Heritage”. Surabaya sendiri sangat pantas berjuluk The City of Defense Heritage. (nanang purwono/kabid hub kerjasama DPD Ahli Jatim)