Luncurkan Single Terbaru ‘Tak Lagi Rindu’ Melisa Hart Idol Tampil di Quest Hotel Darmo Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sebagai hotel yang selalu berusaha untuk mendukung karya musisi tanah air, Quest Hotel Darmo Surabaya berkolaborasi bersama Jeje Radio, Hits Record, dan Star Media Nusantara memberikan suguhan kepada para penggemar musik berupa peluncuran single terbaru dari finalis 4 besar Indonesian Idol Special Season Melisa Hartanto atau yang lebih dikenal dengan Melisa Hart.

Acara peluncuran single terbaru tersebut dikemas menarik dan meriah. Tentunya dengan penerapan social distancing. Single terbaru Melisa Hart berjudul “Tak Lagi Rindu”. Lagu dan lirik yang sangat menyentuh ini dibuat oleh Indah Anastasya dan Aldy Fachrobby, dan untuk  nada dibuat oleh Tintin.

Melisa Hartanto. (foto/ist)

Kolaborasi para musisi hebat menjadikan lagu ini sangat mewakili perasaan siapapun yang dikecewakan karena perasaannya yang tulus disia – siakan. Melalui Tak Lagi Rindu, Melisa berharap para wanita atau siapapun yang sedang bergulat dengan permasalahan cintanya dapat melalui ini semua dengan baik, berlapang dada dan benar benar matang dalam mengambil keputusan.

Sehingga tidak ada penyesalan nantinya dan melisa juga berharap bahwa lagu ini akan disukai oleh masyakarat dan mylisa pada khususnya yang selalu mensupport Melisa. Pada kesempatan tersebut, di area ruang meeting Semeru Quest Hotel Darmo Surabaya, Melisa Hart menyanyikan dua buah lagu spesial untuk para penggemar yang hadir di ruang meeting. Lagu pertama cover dari Kaleb J – Only Me, dan lagu terbaru nya dengan judul Tak Lagi Rindu.

Selain menyapa para penggemar nya dengan beberapa kata sambutan dan bercerita mengenai single tersebut, Melisa juga makan dan berfoto bersama para penggemar yang datang dari wilayah Surabaya dan sekitarnya dengan jumlah sekitar 15 orang .

Ini kali kedua Quest Hotel Darmo Surabaya berkolaborasi dengan Jeje Radio, Hits Record dan Star Media Nusantara dalam peluncuran single terbaru dari finalis Indonesian Idol, sebelumnya pada bulan Maret 2021 ada peluncuran single dari Awdella Idol, dan saat ini ada Melisa Hart yang datang dan perform menyanyikan lagu terbaru sekaligus sebagai bentuk peluncuran single terbaru nya kepada para penggemar.

Hal tersebut kami lakukan sebagai bentuk apresiasi kepada para musisi tanah air khususnya Melisa yang juga berasal dari Surabaya. ‘’Kami memberikan apresiasi dengan menyediakan tempat bagi para musisi menampilan karya terbaik nya tak hanya kepada para penggemar nya saja tetapi juga kepada seluruh penikmat music,” kata Melly Aruni, Marketing Communication Quest Hotel Darmo Surabaya, Senin (18/10).

‘’Karya perdana aku ini aku persembahkan khusus untuk mylisa yang selalu mensupport aku dan terimakasih banyak sudah setia menunggu single pertama aku,’’ ujar Melisa Hart, Finalis 4 besar Indonesian Idol Special Season. (bw)

Fosil Gajah Purba Kembali Ditemukan di Nagekeo

0

Bajawa, (pawartajatim.com) – Fosil gajah purba atau stegodon kini kembali ditemukan  di Kabupaten Nagekeo. Fosil yang ditemukan ini diperkirakan berusia 700.000 tahun di Desa Nagerawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur /NTT.

Fosil gajah pertama ditemukan tahun 1956 di lokasi Ola Bula, Boawae oleh seorang pastor Belanda, Theodor Verhoeven. Penemuan fosil gajah pertama ini sekali memecahkan teori AR Wallace.

Fosil gajah purba yang kedua ini ditemukan oleh para peneliti dari Museum Geologi Bandung bersama warga lokal dalam 4 hari penggalian. Penggalian itu diharapkan bisa menemukan fosil manusia purba Flores karena kecenderungan manusia hidup berdampingan dengan gajah di masa lampau.

Mediaindonesia.com menyebutkan penggalian fosil ini dilakukan warga dan 10 peneliti di Padang Malahuma, yang berdekatan dengan Sungai Lowo Lele. Para warga lokal dan 4 peneliti terlihat sibuk menggali dengan peralatan berupa pahat besi secara hati-hati pada setiap lapisan tanah yang akan dilakukan selama 3 minggu.

Beberapa pecahan tulang dikumpulkan dan dipisahkan menurut jenis dan strukturnya. Penemuan beberapa bagian fosil di Malaruma ini sudah mulai tersingkap hanya sekitar 10 cm di bawah humus rumput.

Beberapa bagian fosil yang ditemukan antara lain tulang rusuk, tulang punggung, dan beberapa tulang pada tubuh stegodon. Penggalian fosil gajah purba ini merupakan kerja sama dengan Universitas Wollonggong di Sydney, Australia.

Ifan Yoga Pratama Suharyogi, salah satu peneliti di lokasi, mengatakan, pada tahap pertama ini, disebut ekskavasi paleontologi dengan mereka menggali untuk menemukan pecahan atau bagian fosil yang kemudian dilakukan preparasi dengan cara dikeraskan, setelah itu baru dapat dideskripsikan jenis fosilnya.

“Setiap fosil atau tulang yang kami temukan akan kami keraskan dengan semacam cairan karena strukturnya yang rapuh. Semua akan kami kumpulkan dan kami susun kembali sehingga bisa diketahui atau dideskripsikan jenis fosilnya. Sebenarnya di lapangan pun kami sudah bisa mendeskripsikan jenis fosil seperti di Malaruma ini adalah gajah purba, “ katanya.

Peneliti lain di lokasi ini , Erik Setya Budi, dari Pusat Survei Geologi Badan Geologi Bandung, mengatakan mereka sudah mulai menggali fosil hewan purba di desa ini sejak 2015 lalu dan sudah ditemukan berupa tulang burung purba.

“Tulang burung seperti bangau kami temukan pada 2015 dan sekarang sudah dipindahkan ke Museum Geologi Bandung,” kata Erik. Menurut Erik, mereka sudah mulai meneliti sejak 1990 di dalam kawasan yang dinamai Cekungan So’a di Kabupaten Ngada dan Negekeo, termasuk di Padang Malaruma ini yang luasannya mencapai 200 km persegi dengan garis tengah sekitar 12 km.

Di Cekungan So’a (Kecamatan Soa dan Kecamatan Boawae) terdapat berbagai macam fauna seperti kura-kura raksasa, komodo, tikus besar, gajah kerdil. Semua fauna ini diklasifikasikan menjadi 2 yakni fauna Tangi Talo (gajah kerdil dan kura-kura besar) dan fauna Matamenge.

Selain itu, menurut Erik, ini baru tahap permulaan karena 4 hari penggalian dan sudah ditemukan beberapa bagian fosil pada lapisan pertama dari struktur tanah. Pada sesi penggalian kali ini, menurut Erik, mereka membuka area lebih lebar untuk melihat sebaran insitu untuk melihat terdapat di lapisan struktur tanah yang mana fosil ini ditemukan.

Sementara dalam 4 hari efektif penggalian di Padang Malaruma ini mereka baru menemukan fosil gajah purba. Titik penggalian masih belum sampai pada titik yang diprediksi mengandung fosil. Masih pada penutup-penutup lapisan-lapisan.

“Dari hasil sementara dalam 4 hari penggalian, lapisan di Malahuma ini ekuivalen dengan yang di Matamenge, So’a. Berumur 600- 880 atau sekitar 700.000 tahun. Lokasi Malahuma dan Ola Bula di banyak temuan alat batu atau artefak yang sudah tersebar di permukaan, sehingga kita berharap bisa menemukan pemilik alat batu yaitu manusia purbanya, “ ungkap Erik.

Menurut Erik, eksistensi manusia purba di Flores diketahui pasti sudah ada pada umur 700 ribu tahun. Dari hasil penemuan artefak yang di Cekungan So’a ini bisa dikatakan kehadiran manusia ada lebih dari 1 juta tahun lalu .

Mereka ingin mencari manusia untuk melihat bentuk morfologi manusia purba. Erik menjelaskan dari fosil gigi dan rahang manusia berumur 700.000 tahun di Matamenge, hasil penelitian ditemukan manusia yang baru berumur 12 tahun dan orang dewasa, namun dengan fisik yang kerdil sama seperti manusia purba di Liang Bua.

“Kita ingin mencari apakah manusia purba yang nanti ditemukan di sini (Flores bagian tengah) apakah bentuk tubuh yang apakah sama dengan yang di liang bua (Flores bagian barat-Manggarai) bentuk wajahnya atau mungkin lebih tua dari yang di Liang Bua. Publikasi terakhir di Liang Bua umurnya hanya 100.000 tahun sedangkan di sini jaraknya 600.000 tahun atau berumur 700 ribu tahun,” ungkapnya.

Erik menambahkan, dari hasil temuan gigi ada perbedaan antara manusia Flores yang ditemukan di Liang Bua dengan yang di Cekungan So’a karena tempat tinggal manusia purba di Liang Bua berada dalam gua sedangkan di Cekungan Soa hidup di alam bebas atau hamparan.

“Karena hidupnya di hamparan atau alam bebas ini, maka manusia purba di sini (Cekungan Soa) hidupnya nomaden. Sehingga dimungkinkan untuk berburu binatang seperti gajah ini. Kemungkinan gajah purba dulu masih lebih banyak dari sapi yang di padang sekarang, kepunahan mereka seiring adanya manusia karena otak manusia yang kecil hanya 800 cc belum bisa bertani.” katanya.

Erik juga mengungkapkan, hingga kini, para peneliti belum bisa memberikan nama untuk jenis manusia purba di dari fosil yang ditemukan di Matamenge-So’a karena masih harus mengumpulkan dan mencari bentuk-bentuk tubuh manusia purba Flores bagian tengah secara utuh, agar bisa dideskripsikan dan dinamai seperti homo erectus atau manusia purba jawa berumur 1,2 juta tahun.

Erik membeberkan berdasarkan penelitian dosen ITB pada 2014, di sampel fosil gigi gajah purba yang di Tangi Talo dan Matamenge membuktikan dalam Cekungan Soa ini telah terjadi perubahan bentuk alam di rentang waktu 1 juta dan 880.000 tahun.

Pada umur 1 juta tahun lalu, Cekungan Soa ini adalah hutan dipenuhi pohon-pohon. Pembuktian ini berdasarkan sampel gigi gajah yang diuji dan mendapatkan gajah-gajah besar yang memakan pohon-pohon. Sedangkan pada rentang umur 880.000 tahun Cekungan Soa sudah menjadi hamparan rumput berdasarkan pembuktian gigi gajah purba yang sudah makan rumput-rumputan.

Selain itu, Erik juga menjelaskan di Cekungan Soa ini terdapat banyak genangan atau danau sehingga menjadi daerah subur. Keadaan ini membuat banyak hewan berkumpul di sekitar lokasi ini. Namun, akibat bencana longsoran dahsyat di Welas semua binatang atau hewan purba ini akhirnya mati dan terkubur di cekungan ini.

Mereka tidak punya jalan untuk keluar dari cekungan ini. Namun, hanya seperti Komodo daan tikus besar atau betu yang masih tetap bertahan. “Kenapa Komodo dan betu itu bertahan atauntetap eksis? Ini karena mereka menggali lubang untuk bertahan hidup atau hibernasi ( periode tidur panjang untuk hemat energi),” tutup Erik.

Dominggus, seorang guide dan peneliti lokal yang tergabung dalam Tim Geologi Bandung dan sudah bersama ahli geologi untuk mencari fosil sejak tahun 1990 an mengungkapkan bahwa kehadiran gajah erat kaitannya dengan kehidupan manusia.

“Berdasarkan apa yang saya pelajari dari para senior di museum geologi, bila ada tulang gajah purba pasti ada manusianya,” jelasnya. (jos)

Freeport Indonesia Diminta Konsisten Jaga Besitua

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – PT Freeport Indonesia diminta untuk konsisten menjaga besitua yang sudah tidak digunakan lagi dalam pekerjaan Freeport agar jangan mudah hilang dari tempat penampungannya. Munculnya  kasus besitua  Freeport Indonesia yang ada dalam sidang gugatan di Pengadilan Negeri Cibinong justru terjadi karena ada pihak yang tidak bertanggungjawab dan tidak memiliki dasar hukum untuk menguasai besitua tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus gugatan di Pengadilan Negeri Cibinong itu terdapat dalam nomor:  31/pdt.G/2017/PN.Cbi  yo No.17/Pen.Pdt/Eks/2018/PN.Cbi. Dalam putusan pengadilan tersebut pada intinya menyebutkan bahwa kembaga Lemasko  adalah lembaga yang mengurus dan mewakili hak-hak kepentingan suku Kamoro.

Penghibahan besitua tersebut sebenarnya sudah ada prosedurnya sesuai dengan permintaan dari Kementerian Keuangan. Besitua yang sudah tidak digunakan lagi itu harus dihapus dari daftar kekayayaan Freeport Indonesia.

Untuk itu, Freeport mengirim surat ke Gubernur Papua untuk penghapusan , penghibahaan dan penunjukkan  besitua tersebut. Kemudian Gubernur membuat berita acara berupa sebuah keputusan nomor 26 tahun 2004 dan nomor 126 2004 untuk dhibahkan ke Kabupaten Mimika.

Kabupaten Mimika kemudian menyerahkan besitua itu kepada 7 suku yang tergabung dalam lembaga masyarakat yang disebut Kapauku Kapawe. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dari ke tujuh suku tersebut.

Hal ini dapat dipahami karena Lokasi Freeport ada di wilayah mereka dan dampak negatif dari pekerjaan tambang di Freeport, dialami oleh ke 7 suku tersebut. Terutama merusak lingkungan mereka tinggal dan mengganggu pekerjaan mereka sebagai petani dan berburu.

Tetapi dalam kenyataannya ada pihak lain yang mengambil besitua itu tanpa mengikuti prosedur tersebut seperti yang dilakukan lembaga Lemasko yang tidak mendapat penghibahan dari Kabupaten Mimika.

“Saya harapkan agar ke depannya, kasus serupa ini tidak terjadi lagi. Untuk itu, salah satu syaratnya, Freeport  konsisten menjaga besitua tersebut,” tegas Yohanes Djakar, SH Kuasa Hukum dari ke 7 suku tersebut saat ditemui di kantornya, Senin (18/10).

Dijelaskan Yohanes Djakar,  dalam Surat Keputusan Gubernur yang ditanda tangani Gubernur Papau, Drs. JP Solossa, Msi nomor 126  memutuskan: menyetujui penghapusan eks barang modal milik PT Freeport Indonesia yang ada dalam daftar kekayaan Freeport Indonesia dan penghibahannya kepada pemerintah daerah dari daftar dan barang sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusn ini.

Dalam lampiran keputusannya menyebutkan:

  1. Besitua campuran dari scrap mobil,  truck dan alat berat terdapat di mile 38 dan ditumpuk mulai tahun 1999 dengan berat 15.503.040 kg,  nilai jual Rp 100 per kg dengan total perkiraan nilai uangnya Rp 1.6450.304.000.
  2. Besi scrap Accu ada di Mile 60 dan ditumpuk sejak tahun 1999 dengan berat 360.000 kg dengan nilai jual Rp 600 per kg dan total nilai jualnya diperkirakan Rp 216.000.000
  3. Besitua terdapat di Mile 50 dan ditumpuk mulai tahun 2001 dengan berat 60.000 kg dan harga jual diperkirakan Rp 100 per kg dengan total nilai diperkirakan Rp 6.000.000. Total nilai jual sebesar  Rp 1.772.304.000.

Lebih Yohanes Djakar menjelaskan sepanjang Freeport Indonesia masih tetap melakukan karyanya, maka jumlah besitua ini ke depannya pasti terus bertambah. Dan besitua yang hilang dari tempat penumpukannya di Freeport sekarang sudah tersebar hampir di sejumlah propinsi dan sebagian memang sudah terjual namun sebagian lain belum terjual.

“Kita harapkan besitua yang sudah diambil oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dan tidak punya dasar hukum ini bisa didapatkan kembali oleh ke 7 suku tersebut,” ujar Yohanes Djakar. (yosef sintar)

Diunjuk Rasa, Risa, Minta Kinerjanya Terus Dikawal

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Perusahaan daerah di Gresik yang bergerak dibidang pelayanan air bersih ini didatangi pengunjuk rasa. Puluhan masa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Air untuk Rakyat (Gerak) mendatangi kantor Perumda Giri Tirta Gresik.

Dalam aksinya mereka membawa sejumlah tuntutan mulai dari transparansi pengelolaan anggaran di Perumda yang bergerak dibidang penyediaan air ini  hingga perombakan jajaran direksi. Koordinator Aksi Gerak, Syafik Udin, mengatakan, kinerja Perumda Giri Tirta Gresik memiliki beberapa catatan merah.

Mulai dari tidak bisa diaksesnya website, tagihan air pelanggan yang tiba-tiba melonjak tajam hingga keruhnya air. Disamping itu, pendemo juga menyebut air Perumda Giri Tirta Gresik yang didistribusikan sering kali mati dan keruh.

Mereka juga  menuntut adanya transparansi laporan penggunaan anggaran Rp 25 miliar sebagai penyertaan modal 2019. “Kami minta agar ada perombakan besar-besaran di Perumda Giri Tirta Gresik karena banyak masyarakat yang masih mengeluhkan layanannya,” ujar Syafik.

Menjelang berakhirnya orasi masa menyerahkan dokumen yang diberi nama rapor merah untuk Perumda Giri Tirta Gresik. Dokumen itu berisi keluhan masyarakat seputar layanan air bersih. Setelah berorasi sekitar 20 menit selanjutnya masa meninggalkan kantor Perumda ini.

Usai menerima pengunjuk rasa, Direktur Utama (Dirut) Perumda Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariyah, mengucapkan, terimakasih dan memberikan apresiasi kepada para pendemo yang terus mengawal kinerjanya dalam memimpin Perumda Giri Tirta Gresik selama tiga tahun terakhir.

Risa panggilan akrab Dirut Perumda ini juga menerima rapor merah yang diserahkan oleh perwakilan pendemo sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk jajarannya. Rapor merah ini saya terima sebagai simbol masyarakat cinta dengan Perumda Giri Tirta Gresik sehingga ingin ada perbaikan yang menyeluruh.

‘’Saya minta agar kinerja saya terus dikawal meskipun dengan menyampaikan pendapat dimuka umum,” tegas Risa. Pada kesempatan yang sama Risa, juga menjawab satu persatu tuntutan masa mulai dari pelayanan hingga penyertaan modal.

Menurut ibu dua anak ini, kekeruhan bahan baku air seringkali terjadi saat air baku dari kali Surabaya dan Umbulan gagal diolah. Jadi, Perumda Giri Tirta ini tidak memiliki sumber air baku sendiri. Kita beli air di Pemprov Jatim.

‘’Sehingga apabila sumbernya keruh, kemungkinan air yang kami distribusikan juga keruh meskipun tidak sekeruh air dari sumbernya,” ujar Risa. Sementara itu, mengenai tuntutan kasus korupsi di Perumda Giri Tirta Gresik Risa menyebut jika tuntutan itu salah alamat. Sebab, yang memiliki kewenangan terhadap kasus itu adalah penyidik KPK.

“Saya tegaskan jika kasus itu terjadi saat saya belum menjabat sebagai Dirut Perumda Giri Tirta Gresik,” tandasnya. Risa menuturkan, terkait dengan pelayanan air bersih pihaknya terus melakukan perbaikan kinerja.

Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya pipa tua yang telah dia revitalisasi serta ada beberapa sumber air baku baru yang didapatkan saat dirinya menjadi dirut. Dulu saat awal dilantik saya diberikan target agar pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik bertambah 1.000 pelanggan dalam lima tahun.

‘’Namun pada tahun kedua sudah bisa direalisasikan seiring dengan tambahan tiga sumber air baku baru,” tuturnya. Sedangkan untuk melayani pengaduan pelanggan, Risa telah meluncurkan program Banyu Bening.

Melalui program ini dirinya akan keliling ke kampung maupun desa yang menjadi pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik untuk berdialog seputar persoalan air di Kabupaten Gresik. Bahkan, tidak jarang ada berbagai hal yang selama ini tidak dia ketahui bisa dicarikan solusi. “Saya menyadari memang dalam melayani masyarakat ini masih banyak keluhan. Mulai dari pipa sering bocor karena dimakan usia hingga keluhan seputar tagihan. Namun hal ini akan terus saya perbaiki maka dari itu saya butuh dikawal dan diingatkan,” pungkasnya. (dra)

Partai Gerindra Sidoarjo Gelar Istighosah dan Doa Bersama Anak Yatim-Piatu

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Istighosah dan doa bersama bersama anak yatim-piatu untuk bangsa dan negara digelar DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo. Istighosah tersebut dilakukan Yayasan Baitul Ar Rahman Ar Rahim, Minggu (17/10) malam.

Istighosah ini sekaligus sebagai kado ulang tahun ke-70 Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Istighosah dan doa bersama tersebut diikuti oleh anggota Fraksi Gerindra dan sayap Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo serta anggota DPR RI, Rahmat Muhajirin, selaku Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Sidoarjo dan Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo Kayan, Hj Mimik Idayana anggota DPRD Sidoarjo yang juga Ketua PIRA Sidoarjo.

”Istighosah dan doa bersama ini sebagai kado terindah di hari ulang tahun Bapak Ketum Prabowo Subianto yang tepat pada hari ini 17 Oktober 2021,” jelas Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo M Kayan, Minggu (17/10).

Menurut dia, istighosah itu sendiri merupakan instruksi dari DPD Gerindra Jawa Timur/Jatim yang dikomandani langsung oleh Anwar Sadad. ”Jadi, istighosah dan doa bersama ini dilakukan secara virtual dengan yang diikuti fraksi Gerindra se-Jatim,” paparnya.

Kayan yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo ini berharap, dengan adanya doa bersama untuk bangsa dan negara ini, pandemi Covid-19 cepat berakhir di bumi pertiwi ini. Sehingga ekonomi bangkit.

Anggota DPR RI Rahmat Muhajirin, didampingi istriny Hj Mimik Idayana, menyerahkan potongan tumpeng ke Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo Kayan. Anggota Komisi II DPR RI Rahmat Muhajirin menambahkan kita anggota Fraksi Gerindra DPR RI dan DPRD Kabupaten Sidoarjo juga mengucapkan selamat ulangtahun Pak Prabowo. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, panjang umur serta diberi kemudahan dalam mengemban tugas dan pengabdian untuk bangsa dan negara.

‘’Kami juga mendoakan agar Pak Prabowo terpilih sebagai Presiden RI yang ke 8 pada Pilpres tahun 2024,” pungkasnya. (no)

Rahmad Ramadhan : Peneleh Heritage, Ikhtiar Pemulihan Sektor Pariwisata

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kegiatan Peneleh Heritage yang digelar Komunitas Begandring, merupakan bagian ikhtiar pemulihan sektor pariwisata. Khususnya wisata heritage Surabaya. ‘’Kami dari AHLI Jatim tentunya berkepentingan selalu mendorong dengan upaya yang konkret dan terukur,’’ kata Ketua DPD AHLI Jatim, Rahmad Ramadhan M, SH., di Surabaya Minggu (17/10).

Dalam waktu dekat, kata dia, setidaknya seluruh anggota AHLI Jatim akan melihat langsung wisata heritage agar komponen sektor BPW, Hotel, Pendidikan serta sektor makan minum (kuliner) dapat mengeksplor demi kebutuhan masing-masing.

Kegiatan Surabaya Urban Track, Heritage Walk, di Peneleh dihadiri Dyah Katarina dari Komisi D DPRD Surabaya yang berkesempatan memberangkatkan dan mengikuti sepanjang perjalanan selama dua jam.

Menurut catatan Nanang Purwono, Kabid Hubungan Kerjasama DPD AHLI Jatim, Peneleh Heritage Walk tidak hanya sekedar jalan jalan nostalgia. Tapi kegiatan yang berbasis sejarah lokal ini juga untuk mendorong pemangku kebijakan kota untuk lebih serius mengelola aset cagar budaya.

‘’Ketika kondisi bangunan atau kawasan cagar budaya yang ada di kota Surabaya hanya begitu-begitu saja dan apa adanya saja sudah bisa menarik perhatian publik baik dari wisatawan, akademisi dan pelajar, maka akan semakin lebih representatif jika kondisinya lebih diperhatikan dan ditata dengan baik,’’ tulis Nanang, dalam akun FB nya.

Kekuatiran pembiaran bangunan dan kawasan cagar budaya dan apalagi bengunan dan kawasan yang belum berstatus cagar budaya tetapi berpotensi sebagai cagar budaya, maka cepat atau lambat kondisinya bisa semakin buruk dan punah. Contoh dari kepunahan dan hilangnya cagar budaya sudah pernah terjadi.

Peneleh Heritage Walk tidak sekedar jalan jalan nostalgia. Tapi kegiatan yang berbasis sejarah lokal ini juga untuk mendorong pemangku kebijakan kota untuk lebih serius mengelola aset cagar budaya. Ketika kondisi bangunan atau kawasan cagar budaya yang ada di kota Surabaya hanya begitu begitu saja dan apa adanya saja sudah bisa menarik perhatian publik baik dari wisatawan, akademisi dan pelajar, maka akan semakin lebih representatif jika kondisinya lebih diperhatikan dan ditata dengan baik.

Kekuatiran pembiaran bangunan dan kawasan cagar budaya dan apalagi bengunan dan kawasan yang belum berstatus cagar budaya tetapi berpotensi sebagai cagar budaya, maka cepat atau lambat kondisinya bisa semakin buruk dan punah. Contoh dari kepunahan dan hilangnya cagar budaya sudah pernah terjadi.

Belum lama ini, terdengar kabar bahwa pemerintah kota Surabaya mengajukan Raperda Pengelolaan Cagar Budaya ke DPRD Kota Surabaya, maka Raperda yang selanjutnya akan menjadi Perdana ini bisa menjadi payung hukum terhadap pengelolaan dan pemanfaatan bangunan dan kawasan cagar budaya di kota Surabaya. Artinya, keberadaan cagar budaya di kota Surabaya akan lebih terperhatikan keberadaannya.

Selama ini, Surabaya memiliki kekayaan cagar budaya tapi belum semaksimal mungkin termanfatakan. Jika keberadaan cagar budaya itu terkelola dengan baik, tentu akan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Contohnya, untuk kebutuhan pendidikan, penelitian, budaya dan pariwisata seperti yang digelar melalui program Heritage Walk. (bw)

Bupati Ikfina Tinjau Proyek BK Desa

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Masyarakat Desa Sumberwono Kecamatan Bangsal, mengaku girang atas dibangunnya jembatan penghubung Sumberwono-Kedunguneng sepanjang 24 meter dengan lebar 4 meter. Masyarakat juga mengaku lega, karena jembatan ini nantinya akan memudahkan akses menuju beberapa lokasi sekolah.

Demikian juga dengan kemudahan mobilitas. Jembatan ini benar-benar diharapkan membawa manfaat besar untuk masyarakat. Meski baru sekitar 80 persen saat ditinjau, jembatan yang dibangun menggunakan BK Desa senilai Rp 800 juta itu, ditargetkan segera rampung dan diresmikan awal November mendatang.

Ikfina Fahmawati, Bupati Mojokerto didampingi Teguh Gunarko Sekdakab beserta Rinaldi Rizal Kabag Pembangunan Kabupaten Mojokerto, saat memantau pembangunan jembatan pada Sabtu (16/10) siang lalu, menegaskan bahwa proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto akan fokus pada kebutuhan masyarakat, kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto, juga memastikan bahwa kegiatan BK akan selalu didampingi konsultan-konsultan ahli di bidangnya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan. Mereka juga harus paham dengan aturan dan ketentuan berlaku, agar tidak terjadi masalah ke depannya.

“(Pembangunan) harus didampingi konsultan ahli. Aturan juga harus dipahami. Tidak boleh ada yang menyalahi, agar tidak ada masalah ke depannya,” tegas bupati. Selain jembatan, bupati juga meninjau proyek jalan cor lingkungan Desa Candiwatu Kecamatan Pacet yang sudah rampung 100 persen.

Terdiri dari ruas I sepanjang 232 meter dan lebar  3,8 meter, ruas II 126 meter dan lebar 4 meter, serta ruas III 117 meter dengan lebar 4 meter. Sebagai informasi, BK Desa pada APBD Kabupaten Mojokerto untuk tahun 2021, tercatat sebesar Rp 51.350.000.000.

Anggaran tersebut diplot untuk pembangunan 139 desa di Kabupaten Mojokerto dalam bentuk 146 kegiatan pembangunan infrastruktur desa. Antara lain jalan lingkungan, jalan usaha tani, kantor desa, pendapa desa, pasar desa, wisata desa, jembatan desa serta ponkesdes.

Tujuannya untuk pemerataan dan percepatan pembangunan desa, serta mendukung usaha pemkab dalam menggerakkan perekonomian desa. (bw)

Bupati Borong Dagangan, Pasar Jetis Jadi Motor Ekonomi Utara Sungai

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Bank Jatim Cabang Mojokerto, menggelar Pasar Murah Prepekan Maulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (17/10) pagi.

Acara digelar di Pasar Rakyat Jetis, dengan dihadiri Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto, Sekdakab Teguh Gunarko, Iwan Abdillah Plt. Kepala Disperindag, dan Nurul Istiqomah Kepala Dispari sekaligus Plt. Kepala Disperta Kabupaten Mojokerto.

Kadisperindag Iwan Abdillah, mengawali acara melaporkan beberapa program disperindag yang sudah berjalan beberapa waktu lalu di Pasar Kedungmaling Sooko. Inovasi bertajuk Punokawan Milenial, dilaporkan berjalan baik untuk menuju era transaksi digital non-tunai atau cashless.

Beberapa kegiatan kita mulai di Kedungmaling yakni launching inovasi Punokawan Millenial yang disupport Bank Jatim. Dari situ, sudah ada 334 pedagang pasar  yang menerapkan cashless dalam transaksi. Kita harapkan tahun depan bisa semua.

Selanjutnya untuk Pasar Murah Prepekan Maulud ini, sebenarnya merupakan agenda rutin. Namun, pagi ini out of the box karena khusus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Jetis punya tradisi menyiapkan asahan, ambengan, atau selamatan ketika maulid.

‘’Jadi warga datang ke sini juga untuk belanja kebutuhan. Karena ‘prepekan’ artinya bersama-sama,” jelas Iwan. Selanjutnya Bupati Ikfina, pada arahannya, mendorong agar kegiatan Pasar Murah Prepekan Maulud ini dapat menjadi pengungkit geliat perekonomian masyarakat Jetis.

Ikfina secara menginstruksikan agar pasar Jetis bisa jadi pilot project geliat ekonomi masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19. Bahkan, menjadi motor penggerak ekonomi wilayah utara sungai.

“Pemulihan ekonomi butuh sinergitas dan kolaborasi. Mohon terus berinovasi, cari jalan bagaimana agar pasar ini bisa terus ramai. Bahkan menjadi pusat ekonomi dari empat kecamatan lain di wilayah utara sungai. Pasar ini bisa jadi pilot project,” instruksi bupati.

Bupati selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, tidak lupa mengingatkan warga masyarakat pentingnya vaksinasi pencegahan Covid-19. Vaksinasi menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena selain untuk melindungi diri dan orang lain, proses pemberian kekebalan ini juga berpengaruh terhadap roda perekonomian masyarakat.

Karena jika cakupan vaksin kurang amksimal, artinya ekonomi pun akan tersendat karena aturan pembatasan. Perekonomian dan pengendalian Covid-19 tidak bisa dipisah. Satu sisi kita menekan pandemi, tapi kita juga harus putar roda ekonomi supaya jalan terus.

‘’Jadi saya mohon, bantu kami Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menyukseskan vaksinasi. Target kita minimal harus 70 persen, tapi akan jauh lebih baik kalau bisa dipacu hingga mencapai 100 persen. Vaksin semuanya gratis dari Pemerintah. Masyarakat tinggal datang,” tambah bupati.

Acara ditutup dengan pemberian bantuan untuk 45 orang lansia dan 17 anak yatim, dari program peduli lansia Merpati Putih (Meraih Harapan Tak Pernah Mati, Jangan Pernah Putus Cinta Kasih).

Serta, vaksinasi gratis dengan hadiah alat-alat rumah tangga untuk 100 orang pendaftar pertama. Bupati juga memborong aneka dagangan pasar murah maulud, denan transaksi cashless. (bw)

PTM Terbatas Tanpa Kantin dan Mamin

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Ludfi Ariyono Plt Kepala Pelaksana BPBD sekaligus Kadinsos Kabupaten Mojokerto, menyerahkan bansos sembako untuk 1.000 lebih pedagang di lingkungan SD/SMP negeri maupun swasta di 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto yang terdampak pandemi Covid-19.

Bansos yang sudah mulai disalurkan sejak Jumat di wilayah utara sungai lalu, pada Sabtu (16/10) pagi, diberikan langsung oleh bupati di beberapa titik lokasi yakni Pendapa Kecamatan Sooko, Trowulan dan Mojoanyar.

Bupati pada arahan menjelaskan bahwa aturan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas siswa sekolah, belum merekomendasikan kantin beroperasi. Hal ini mengingat aktivitas makan minum/mamin bersama, membawa risiko persebaran Covid-19.

Yakni, celah prokes kendor saat seseorang melepas masker dan tidak memperhatikan jarak aman satu sama lain. Pembatasan kantin ini tentu membawa dampak ekonomi sangat besar bagi para pedagang area sekolah, maupun di sekitaran lingkungan sekolah.

Bansos ini, kata bupati, adalah bentuk usaha Pemkab Mojokerto meringankan beban ekonomi masyarakat yang bergerak di bidang usaha tersebut. “Sudah lama sekolah dilaksanakan secara daring, meski kini kita sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Namun, aturan belum merekomendasikan kantin sekolah beraktivitas. Ini demi menghindari risiko persebaran Covid-19. Bansos ini mungkin tidak dapat membantu sepenuhnya, namun kita harus bersyukur karena kita masih diberi sehat.

‘’Saya ingin menekankan, agar warga yang belum vaksin segera datang ke fasyankes terdekat. Cakupan vaksin harus segera kita penuhi targetnya, minimal 70 persen. Ini agar level PPKM kita segera turun diikuti dengan pelonggaran kegiatan masyarakat,” kata bupati. (bw)

Pengenalan Jaringan 5G di Denpasar Bali

0

Denpasar, (pawartajatim.com) – Mengingat nilai strategisnya, Bali sebagai destinasi wisata super prioritas dan lokasi pertemuan tingkat dunia, XL Axiata menempatkan Pulau dewata sebagai salah satu lokasi prioritas untuk implementasi jaringan 5G. Untuk itu, XL Axiata juga mulai mengenalkan jaringan dan layanan 5G kepada warga masyarakat Pulau Seribu Pura ini pada Rabu (13/10).

Hadir secara langsung membuka ajang edukasi ini adalah Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, Direktur & Chief Commercial Officer XL Axiata, David Arcelus Oses, dan Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto.

I Gede Darmayusa mengatakan, acara ini merupakan salah satu tahapan dari persiapan XL Axiata untuk menggelar layanan 5G secara komersial dan massif nantinya. Bersama kota-kota penting lainnya, Bali menjadi salah satu wilayah yang akan menjadi prioritas implementasi jaringan 5G XL Axiata karena Bali adalah salah satu etalase Indonesia.

Setiap tahun jutaan wisatawan domestik dan manca negara datang ke Bali, mereka akan menilai kenyamanan Bali antara lain dari keberadaan layanan data dan internet yang tersedia. Di situlah kita bisa ikut mendukung kebangkitan pariwisata Bali.

Di lokasi demo, pelanggan yang sudah memiliki smartphone yang mendukung 5G XL Axiata bisa mencoba langsung layanan 5G XL Axiata dari handset pelanggan, bagi pelanggan lainnya yang belum memiliki perangkat 5G pendukung bisa merasakan 5G XL Axiata melalui beragam demo layanan 5G yang ditampilkan, serta edukasi terkait jaringan 5G dari customer care representative XL Axiata.

Untuk demo di XL Center Sunset Road Jalan Sunset Road No. 818, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pelanggan bisa mencoba demo cloud gaming, 4K video streaming, 360 degree camera untuklive video streaming dan juga VR glass

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) menyatakan XL Axiata lolos Uji Laik Operasi (ULO) untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia. Kelolosan ULO 5G tersebut tertuang dalam Surat Keterangan Laik Operasional (SKLO) yang diterima manajemen XL Axiata.

Selain Medan, Banjarmasin and Makassar, sejak 18 Agustus 2021, demo 5G XL Axiata juga sudah tersedia di Jakarta, Depok, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Layanan 5G XL Axiata telah tersedia pada lokasi XL Center di kota-kota ini.

XL akan mempercepat penyiapan ekosistem yang diperlukan, termasuk jaringan fiber dan modernisasi jaringan, mendorong pemerintah untuk percepatan penyediaan spektrum khusus untuk 5G, berkolaborasi dengan penyedia perangkat dalam penyediaan perangkat smartphone 5G agar mudah didapatkan pelanggan dan masyarakat.

Bekerjasama dengan pelaku industri dan instansi pendidikan untuk pengembangan use case, penyediaan dari sisi sumber daya manusia, hingga edukasi untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi dan jaringan 5G guna mendukung kehidupan sehari-hari.

Saat ini XL Axiata memiliki lebih dari 56 juta pelanggan, yang ditopang lebih dari 156.000 BTS, termasuk lebih dari 65.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai sekitar 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (bw)