Hasto : Dinamika Politik di PDIP Wajar, Tapi Keputusan Capres Tetap Sesuai Jadwal

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Dinamisnya Partai Moncong Putih. Menyikapi fenomena politik yang berkembang diinternal PDI Perjuangan/PDIP, DPP PDIP mengeluarkan sikap resmi politik yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal, Hasto Kristiyanto.

PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tradisi Demokrasi Pancasila yang mengakar pada budaya bangsa. “Demokrasi di Indonesia bukan demokrasi elektoral-individual,” kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto kepada pawartajatim.com, Jumat (15/10).

Demokrasi Indonesia mengacu pada budaya bangsa yang mengedepankan gotong rotong, musyawarah, dan kepemimpinan yang didukung oleh spirit kolektivitas gotong royong,  bukan individual.

PDI Perjuangan sendiri telah membangun demokrasi yang semakin matang, agar lahir pemimpin bangsa yang hebat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin politik dari tingkat pusat hingga daerah yang disiapkan melalui mekanisme kaderisasi kepemimpinan Partai.

Sosok seperti Presiden Jokowi,  Prananda Prabowo, Mbak Puan Maharani, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas, Mardani, Sultan Riska dan lain lain, lahir dari mekanisme kaderisasi Partai.

“PDI Perjuangan terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi Partai. Itu semua perlu kerja sistemik melalui bangunan organisasi kepartaian” jelas pria berkacamata ini. Jadi terkait dengan capres dan cawapres, Partai memiliki banyak kader yang mumpuni yang telah dipersiapkan Partai. Keputusan terhadap siapa capres dan cawapres PDI Perjuangan, Kongres V Partai telah memberikan mandat kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Pengumuman akan dilakukan pada momentum yang tepat. Semua memerlukan pertimbangan yang matang, bukan asal deklarasi,” tambah  pria yang selalu tersenyum ramah ini. Itulah tata cara melahirkan pemimpin, perlu pertimbangan matang dan jernih.

Saat ini PDI Perjuangan melihat ada sekelompok kepentingan yang tidak mau bekerja keras melakukan kaderisasi secara sistemik lalu memgambil jalan pintas dengan mencalonkan tertentu dengan berbagai subyektivitas kepentingan.

PDIP terus mencermati dinamika politik yang berkembang. Seluruh kader dan anggota Partai terus memegang disiplin dan lebih memilih membantu rakyat di dalam seluruh program recovery atas dampak pandemi. (nn)

KAI Operasikan Kereta Barang Gresik – Jakarta

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Perusahaan pelat merah ini membuka jalur baru pengangkutan barang langsung Gresik ke Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya membuka rute perjalanan kereta barang dari Stasiun Indro Gresik menuju Stasiun Pasoso Jakarta.

Jalur kereta barang ini dinilai  memiliki prospek  menjanjikan. Direktur Niaga PT KAI, Dadan Rudiansyah menyampaikan angkutan barang petikemas relasi Stasiun Indro ke Stasiun Pasoso Jakarta ini, diberi nama ‘Indopriuk Carg’ yang diambil dari relasi dan jenis angkutannya.

“Kami informasikan bahwa angkutan barang ini sudah melalui ujicoba dari tanggal 11 Oktober 2021 dan akan menempuh perjalanan kurang lebih 800 Km dengan waktu tempuh sekitar 14 jam. Rangkaian kereta barang ini sebanyak 30 gerbong datar bermuatan multikomoditi dengan berat 1200 ton,” jelas Dadan di Gresik, Jumat (15/10).

Dadan menambahkan, launching angkutan barang ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerjasama angkutan barang antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Damar Alam Selaras (DAS). Pelaksanaan launching hari ini juga merupakan kebangkitan kembali angkutan barang yang pernah beroperasi dengan keberangkatan dari Stasiun Indro beberapa tahun yang lalu yang sempat berhenti.

Target angkutan barang ini untuk tiga bulan pertama akan mengangkut 650 Teus dan kemudian selanjutnya akan mengangkut 750 Teus. Dipilihnya stasiun Gresik karena kota industri ini  mempunyai potensi angkutan barang yang bagus, sehingga harapan angkutan ke depannya bisa minimum mencapai 1.550 Teus per bulan.

Selaras dengan visi PT KAI, yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,  KAI akan terus melakukan penggalian potensi angkutan penumpang dan angkutan barang dengan relasi yang baru.

“Hal ini juga merupakan bagian dari upaya PT KAI dalam hal membangun Sistem Logistik Nasional (Sislognas), dengan kolaborasi yang baik antara perusahaan BUMN dengan perusahaan swasta,” ucapnya.

PT KAI akan mendukung kebutuhan masyarakat maupun industri pabrik untuk melakukan pengiriman barang menggunakan transportasi kereta api di wilayah Kabupaten Gresik. Dikatakannya, banyak keuntungan yang didapatkan  bila mengirimkan barang dengan menggunakan moda angkutan berbasis rel, karena lebih murah, cepat,  aman, tepat waktu, bebas pungli, kapasitas besar, terpantau, dan lain sebagainya.

“Layanan angkutan barang dengan kereta api pada titik-titik strategis, seperti pelabuhan dan kawasan industri. Hadirnya jalur tersebut bertujuan agar para pelaku usaha lebih mudah mengakses layanan angkutan kereta api,” tambah Dadan

Semenjak tidak aktif sekitar 2016, pada 2021 ini sudah ada aktifitas perkeretaapian di Stasiun Indro Kabupaten Gresik. Pada 10 Februari lalu, ada kereta api penumpang yang berangkat dari Stasiun Indro, yaitu kereta KRD dari Stasiun Indro menuju Stasiun Sidoarjo.

“Hari ini, Jumat (15/10) kereta api yang berangkat dari Stasiun Indro bertambah kembali, yaitu KA barang menuju Stasiun Pasoso Jakarta,” terangnya. Dadan mengimbau agar masyarakat yang tinggal di area rel kereta api dan pada saat melintas perlintasan kereta api semakin berhati-hati lagi karena nantinya frekuensi operasional kereta api dari dan menuju Stasiun Indro semakin meningkat.

“Harapan kami dengan terlaksana dan beroperasinya angkutan barang ini dapat memberikan dampak positif bagi para stakeholders, masyakarat, Industri, pemerintah setempat dan penyedia jasa logistik lainnya,” tutup Dadan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Tursilowanto Hariogi mengatakan perusahaan besar dan kecil di Gresik kurang lebih ada 1.300 perusahaan. Jika seluruh pabrik di Gresik bisa diakomodasi melalui kereta api, maka bisa mengurangi efek kemacetan.

“Insya Allah 80 persen kemacaten jalan teratasi. Potensi moda angkutan darat murah dan mudah,” kata Tursilo. Ia menambahkan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berhalangan hadir menitipkan pesan. Dengan kembali aktifnya stasiun Indro, baik kereta penumpang dan kereta barang dapat memberikan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau pembukaan kereta barang  ini ramai, nanti bisa diakomodasi masyarakat sekitar untuk kebangkitan tumbuh ekonomi baru,” ucap Tursilo menyampaikan pesan Bupati. Kemudian, jalur kereta mulai dari Stasiun Indro sampai Karangkiring, ada sembilan persimpangan sebidang. Perlu peran, karena banyak lalu lalang warga dan karyawan.  (dra)

Sekdaprov Jatim Berharap Tahun 2022 Jatim Peroleh TPID Award

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemprov Jawa Timur/Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2021 secara daring pada, Kamis (14/10). Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Jatim, Heru Tjahjono, dalam arahannya saat memimpin Rakor TPID 2021 mengatakan, TPID Provinsi Jatim harus bisa menjadi TPID terbaik dan mendapat TPID award tahun 2022.

Karena itu diperlukan komitmen dan sinergi kerja keras segenap anggota TPID Provinsi Jatim guna mewujudkan harapan tersebut. Sekda Heru Tjahjono, juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergitas kelembagaan TPID di lingkup Provinsi Jatim yang telah bekerja keras dan mencapai prestasi dalam mengendalikan inflasi Jatim.

Dengan demikian pada acara rapat koordinasi nasional TPID pada 25 Agustus 2021 yang lalu TPID Jatim menjadi salah satu nominasi TPID terbaik untuk wilayah Jawa Bali. Dikatakan Heru, ke depan prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga TPID Jatim Tahun 2022 dapat memperoleh penghargaan yang terbaik.

“Untuk mencapai prestasi tertebut tetunya diharapkan setiap anggota TPID berinovasi berinergi untuk menjalin komunikasi efektif antar lembaga,” katanya. Dalam arahannya Heru Tjahjono menyampaikan, tantangan ke depan terkait dengan pengendalian inflasi sangat kompleks.

Satu pengendali inflasi khusus volatile food dan komoditas pangan sangat dipengaruhi oleh musim sehingga perlu inovasi baru agar terjadi keseimbangan antara Supply (penawaran) dan Demand (permintaan) komoditas strategis.

Oleh sebab itu TPID dituntut untuk selalu mengembangkan inovatif yang mampu menjadi alat stabilisator inflasi daerah. Pada saat ini ada diperan UMKM pangan berbasis digital dan mengoptimalkan kerja sama antara daerah surplus defisit komoditas strategis untuk mengurangi disparitas harga dan efisiensi distribusi.

“Perlu diperhatikan bahwa UMKM pangan berbasis digital ini memang harus betul-betul melakukan situsional terhadap kondisi yang ada di daerah,” tururnya. Selain itu, juga perlu diingatkan kembali bahwa saat ini telah tersedia aplikasi untuk mendukung percepatan penyusunan laporan pengendalian inflasi yang berbasis website.

Untuk meningkatkan penguatan TPID Jatim dari sisi administrasi maka setiap anggota TPID lebih disiplin melaporkan. “Ini yang penting, laporan kadang-kadang kita agak lambat dan kurang disiplin. Melaporkan program kegiatan yang berhubungan dengan inflasi,” katanya.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Iwan, menyampaikan bahwa pada Rakor TPID 2021 ada beberapa catatan penting dalam upaya terkait dengan kinerja depan. Sebagaimana kita ketahui bahwa inflasi di Jarim 2022 perkirakan sesuai target 3 plus minus 1 persen.

Hal ini tentunya bisa menjadi modal utama penilaian TPID award dalam rangka meningkatkan penilaian TPID award perlu memperkuat dokumen inovasi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Sementara, inovasi digital sangat diperlukan terkait dengan abdit data dalam tugas utama dalam pelaporan kinerja dalam pengendalian inflasi. Menyusun kebijakan pengendalian inflasi kinerja pengendalian strategi yang dipakai telah ada koordinatornya dari masing-masing OPD.

Perlunya melakukan koneksi antar daerah yang tadi mungkin intermediator itu sebagai upaya yang menurutnya aplikatif disparitas harga di Jatim.sehingga upaya disparitas harga Jatim Sehingga Jatim ke depan bisa menjadi TPID award 2022.

Komitmen ini memerlukan dukungan dan seluruh OPD, BI dan Bulog. Tentunya tim dari sekretariat daerah akan bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan arahan dari para pimpinan. (bw)

BI Jatim : Jelang Nataru 2022 Waspadai Tekanan Harga

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru/Nataru 2022, Tim Pengendalian Inflasi Daerah/TPID Jawa Timur/Jatim diharapkan terus merapatkan barisan karena diperkirakan ada tekanan-tekanan harga ke bawah yang perlu  diwaspadai.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia/BI Jatim, Budi Hanoto, saat menjadi pembicara Rakor TPID Tahun 2021 Jatim, mengatakan intinya dari posisi Bank Indonesia untuk menahan tekanan Nataru 2022 memang perlu melaksanakan program-program yang terkait dengan 4 K.

Yaitu, pertama keterjangkauan harga dari macam-macam komoditas. Kedua, dimana Dinas Perhubungan dan Kepolisian (Polda) Jatim bisa memastikan keamanan kelancaran distribusi. Ketiga, ketersediaan pasokan dan tidak ada penimbunan semuanya lancar dan aman. Keempat, diperlukan Komunikasi dan publikasi yang menjadi bagian dari peran Kominfo.

“Khusus turunnya harga komoditas telur dan langkah-langkahnya sudah disampaikan oleh Dinas Peternakan. Penurunan harga telur diakibatkan karena PPKM, sehingga permintaan telur mengalami penurunan,” terang Budi Hanoto, saat menjadi pembicara Rakor TPID Tahun 2021 Jatim secara daring, Kamis (14/10).

Sebagai informasi, harga telur yang semakin turun telah membuat para peternak menjadi kalang kabut. Turunnya harga telur terjadi pada minggu keempat September 2021 dan berlanjut hingga awal Oktober 2021. Berdasarkan data siskaperbapo Disperindag Jatim harga telur ayam ras di Jatim rata-rata Rp 18.000/kg

Menurut Budi, langkah-langkah yang harus diambil untuk menstabilkan harga telur dengan mempercepat penyaluran Bantuan Sosial/Bansos oleh Dinas Sosial dengan proporsi telur diperbesar. Gerakan kampanye menyerap telur melalui Bansos akan lebih terasa dan menstabilkan harga telur.

Selain dari itu UPT ataupun BUMD bisa membeli telur, itu bisa mengangkat harga telur sehingga tidak terjerembab lebih dalam lagi. Selanjutnya, langkah-langkah bagaimana TPID Jatim nantinya bisa membawa hasil yang terbaik di ajang TPID Award 2022.

Bank Indonesia Jatim akan terus meningkatkan sinergi  dengan OPD tentunya terkait dengan beberapa hal,  salah satunya data harus lebih akurat penyampaian. (bw)

Triwulan III/2021 Kinerja Industri Pengolahan Turun

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kinerja sektor Industri Pengolahan triwulan III 2021 terindikasi menurun. Hal itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 48,75 persen, lebih rendah dari 51,45 persen pada triwulan II/2021. Namun demikian, penurunan tersebut relatif tidak sedalam triwulan III/2020 yang mencapai 44,91 persen.

Kepala Group Departemen Komunikasi BI, Muhamad Nur, mengatakanm penurunan jumlah PMI-BI tersebut sejalan dengan kegiatan sektor industri pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang sedikit terkontraksi di tengah kebijakan pembatasan mobilitas pada triwulan III 2021.

“Penurunan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama Penerimaan Barang Pesanan Input” ujar Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Muhamad Nur, dalam siaran pers BI, Kamis (14/10).

Total karyawan, volume produksi dan volume persediaan barang jadi yang berada dalam fase kontraksi. Secara subsektor, mayoritas responden mengalami penurunan kinerja pada triwulan III 2021, dengan indeks terendah pada subsektor Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya, subsektor Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya, serta subsektor Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet.

Pada triwulan IV – 2021, kinerja sektor Industri Pengolahan diprakirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi. PMI-BI pada triwulan IV 2021 diprakirakan sebesar 51,17 persen, lebih tinggi dari capaian pada triwulan sebelumnya. Peningkatan PMI-BI didorong oleh seluruh komponen pembentuknya, terutama Volume Produksi, Volume Pesanan, dan Volume Persediaan Barang Jadi yang berada pada fase ekspansi.

Mayoritas subsektor diprakirakan akan meningkat, dengan indeks tertinggi pada subsektor kertas dan barang cetakan serta subsektor semen dan barang galian non logam. (bw)

 Agar Produk Indonesia Bisa Bersaing, Presiden Targetkan Biaya Logistik Murah

0

Labuanbajo, (Pawartajatium) – Presiden Joko Widodo menegaskan biaya logistik Indonesia selama ini relatif cukup tinggi dibandingkan dengan biaya logistik negara-negara tetangga. “Biaya logistik negara tetangga sekitar 12 persen, sementara biaya logistik kita 23 persen. Ini berarti biaya logistik kita lebih mahal dari biaya logistik mereka,” kata Presiden Joko Widodo, dalam sambutan peresmian Terminal Multipurpose Wae Kelambu, di Kecamatan  Komodo, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT,  Kamis (14/10).

Acara ini dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.

Ditegaskannya, jika biaya logistik kita mahal, maka konsekwensinya harga produk kita sulit bersaing dengan produk negara-negara tetangga. Untuk mengstasi masalah itu, tidak ada jalan lain, kecuali biaya logistik kita harus murah.

Untuk menurunkan biaya logistik, maka tidak ada jalan lain selain meningkatkan pembangunan infra steruktur seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan udara dan berbagai infrastruktur lainnya.

Presiden Joko Widodo berharap  dengan diresmikan terminal ini, maka biaya logistik kita lebih murah dan harga produk kita juga lebih murah sehinggam bisa bersaing dengan produk negara lain.

Pada kesempatan ini, Presiden  mengapresiasi kecepatan pembangunan terminal Wae Kelambu ini. “Saya sangat mengapresiasi, dikerjakan secara cepat, di bulan Agustus 2020 dimulai kemudian hari ini bisa kita selesaikan,”  ujar Presiden dalam sambutannya.

Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuanbajo dibangun untuk memisahkan kegiatan logistik/barang dengan angkutan penumpang yang sebelumnya bercampur di pelabuhan yang lama. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

“Pelabuhan Wae Kelambu ini kita memang ingin pelabuhan yang lama itu bersih karena memang di sana adalah wilayah dan daerah wisata sehingga kita geser ke sini,” imbuhnya. Terminal Multipurpose yang berfungsi sebagai terminal khusus logistik ini juga bertujuan memperkuat konektivitas maritim dan menopang kelancaran arus logistik di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Presiden berharap, terminal dan pelabuhan baru ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. “Kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15-20 tahun yang akan datang masih memungkinkan, visible, untuk angkutan barang-barang yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya menyebut bahwa pelabuhan baru ini merupakan pelabuhan kelas 3. Menhub berharap format pelabuhan ini bisa dikembangkan di tempat lainnya di Tanah Air.

“Kami harapkan ini menjadi satu pelabuhan yang menjadi format baru pelabuhan yang akan dikembangkan di beberapa tempat di Indonesia. Harapannya pelabuhan ini akan membuat Labuanbajo tidak lagi padat dan menjadi destinasi yang baik,” ujar Menhub. (yosef sintar)

Penerbangan Dibuka Lagi, Labuan Bajo Kembali Menggeliat

0

Labuanbajo, (pawartajatim.com) – Aktivitas pariwisata Labuanbajo kembali menggeliat setelah pemerintah secara resmi, membuka kembali penerbangan ke Labuan Bajo Kamis (14/10). Aktivitas kepariwisataan tersebut nampak di berbagai aspek.

seperti aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Komodo, Pelabuhan Laut, Cafe, restoran, hotel dan transportasi laut dan darat. Marten, salah seorang karyawan yang bergerak di sektor pariwisata di Labuanbajo kepada pawartajatim.com, mengatakan, aktivitas di Bandara Komodo sudah mulai ramai kembali.

“Hari ini saya lihat ada beberapa pesawat turun-naik di Bandara seperti pesawat Garuda, Batik Air dan Lion Air,” ujar Marten. Ditambahkannya, penumpang yang datang memang lebih banyak warga lokal sedangkan turis asing masih belum banyak yang datang.

Ia menjelaskan, pada hari-hari terakhir ini, Labuan Bajo memang ramai sekali dan hampir seluruh hotel full booking. Hal ini terjadi karena ada rapat para komisaris dan direksi BUMN. Ditambah lagi, Kamis (14/10) Presiden Joko Widodo, mengadakan kunjungan kerja sehari ke Labuanbajo.

Sementara itu, Ande Kefi, pejabat dari Taman Nasional Komodo ketika dihubungi terpisah membenarkan kalau Labuan Bajo mulai dibuka kembali sejak ditutup selama pandemi covid-19. “Kami senang sekali dengan dibukanya kembali Labuan Bajo semoga kondisinya bisa normal lagi seperti semula sehingga kegiatan pariwisata bisa berjalan normal lagi dan kehidupan ekonomi di Labuanbajo bisa tumbuh lagi,” ujarnya.

Menurut Marten, jumlah hotel di Labuanbajo saat ini terus bertambah banyak. Jika dihitung  mulai dari hotel melati sampai hotel bintang lima, jumlahnya , mencapai 500 unit. Hotel bintang yang ada di Labuan Bajo saat ini antara lain Hotel Ayana (bintang 5), Jayakarta (bintang 5), Bintang Flores (bintang 3, Laprima (bintang 3) dan berbagai hotel lainnya.

Marten juga berharap dengan dibukanya kembali Labuan Bajo, semoga berbagai cafe yang selama ini tutup bisa dibuka kembali dan kembali ramai seperti biasanya. Cafe-cafe yang terkenal di Labuanbajo antara lain Paradise, Angin Laut, Eko Tri, Local Collection, Laticile dan sebagainya.

Marten juga berharap kunjungan atau wisata laut bisa kembali ramai. Seperti ke Pulau Komodo, Pulau Padar. Begitu juga Ping Beach sebagai lokasi snorkle, Mantap Point sebagai lokasi diving dan Ketawa Besar juga sebagai lokasi diving dan  Giri Lawa, Christo Rock dan lokasi lainnya.

Stop Bangun Hotel

Sementara itu, Direktur Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) , Shana Fatina di Jakarta mengatakan, pihaknya akan menutup pembanguna hotel pada Oktober 2022 mendatang di Labuan Bajo.

Dijelaskannya, adapun jenis pembangunan hotel yang akan ditutup yakni hotel bintang empat dan hotel bintang lima.

Menurut Shana, rencana penutupan izin bangun hotel tersebut merupakan upaya mendukung KTT G20 di Labuan Bajo. Selain itu, izin pembangunan hotel berbintang di kawasan Labuan Bajo akan dimoratorium hingga tahun 2030.

“Izin pembangunan perhotelan di Labuan Bajo per Oktober 2022 akan ditutup dan ini khusus hotel bintang empat ke atas,” kata Direktur Utama/Dirut Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Senin, (12/10).

Ia menjelaskan, rencana ini diputuskan dalam rangka mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Labuan Bajo, sendiri akan menjadi lokasi acara utara dan acara sampingan dalam menyambut KTT G20.

Mengingat KTT G20 ini dihadiri banyak negara, kata Shana, Pariwisata Labuan Bajo perlu ditata lebih baik lagi. Salah satunya, pembangunan pariwisata yang sehat dengan iklim serta lingkungan yang sehat.

Adapun izin bangun hotel bintang ke bawah, kata Shana, tetap akan diberi izin sesuai dengan ketentuan yang ada. Menurutnya, Pemprov NTT dan Pemkab Manggarai Barat dan Badan Otorita telah menyepakati hal tersebut.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan hotel bintang tiga ke bawah, akan dikelola oleh pengusaha lokal. Dengan demikian, ekonomi pembangunan tetap berjalan dan pariwisata yang sehat tetap terjaga dengan baik. (yosef sintar)

Hasil Survei, Selama Pandemi UMKM di Indonesia Alami Tekanan

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Usaha Mikro Kecil Menengah/UMKM di seluruh Indonesia mengalami dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat atau PPKM darurat pada 2021 ini. Seperti penurunan permintaan, laba dan nilai aset pendapatan.

Demikian hasil survei terkait pandemi dan praktik usaha ramah lingkungan yang diluncurkan hari ini oleh United Nations Development Programme/UNDP, Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, serta Indosat Ooredoo.

Survei mengungkapkan, hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Sekitar 95 persen UMKM menyatakan minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan, dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat.

Sebanyak 90 persen lainnya tertarik untuk menerapkan praktik usaha inklusif, yang merupakan komponen penting dari agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDG. Survei dilakukan secara daring dengan menyebarkan pesan singkat (SMS) berisi link survei yang dikirimkan oleh Indosat Ooredoo kepada target responden dari sektor UMKM di seluruh Indonesia.

Sekitar 3.000 UMKM berpartisipasi dalam survei yang berisi 58 pertanyaan tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor UMKM, khususnya pada bulan-bulan awal pandemi 2020 dan selama masa PPKM darurat di Indonesia pada Juli dan Agustus 2021.

Pertanyaan difokuskan pada permintaan terhadap produk, keuntungan selama masa awal pandemi di bulan Maret hingga Juni tahun 2020 dan membandingkan temuan serupa selama periode PPKM darurat yang diterapkan pada bulan Juli dan Agustus tahun 2021.

Pertanyaan juga berfokus pada potensi usaha ramah lingkungan dan digitalisasi di Indonesia. Survei tersebut juga menemukan bahwa beberapa UMKM mengalami kerugian lebih dari 50 persen antara bulan-bulan awal pandemi pada 2020 dan PPKM darurat pada pertengahan tahun 2021, khususnya di provinsi Jawa dan Bali.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Teten Masduki, ikut serta menghadiri acara peluncuran laporan ini secara virtual dan beliau meminta UMKM untuk mengadopsi praktik usaha ramah lingkungan serta berkelanjutan.

“Langkah-langkah mencari keuntungan yang merusak lingkungan harus kita tinggalkan. Kegiatan ekonomi termasuk produksi, konsumsi dan distribusi harus memprioritaskan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia dalam jangka panjang,” kata Teten, sambal menambahkan banyak pengusaha muda telah meluncurkan usaha yang menghasilkan barang-barang ramah lingkungan, kita harus terus mendukung usaha-usaha ramah lingkungan ini.

Studi ini juga mengungkapkan manfaat langsung dari digitalisasi. UMKM yang bergabung dengan platform daring untuk memasarkan produk mereka selama pandemi Covid-19 mencatat permintaan yang lebih tinggi terhadap produk mereka dan keuntungan yang lebih besar, dibandingkan dengan UMKM lain yang telah menggunakan platform tersebut sebelum masa pandemi, dan mereka yang usahanya dijalankan sepenuhnya secara luring.

Walaupun pandemi membawa dampak serupa pada UMKM yang dimiliki oleh perempuan dan laki-laki, survei mengungkapkan bahwa perempuan lebih rentan kehilangan pekerjaannya. Selain itu, hanya 19,7 persen UMKM milik perempuan yang melaporkan mencari bantuan dari program bantuan tunai dari Pemerintah (BPUM) dibandingkan dengan 26,9 persen UMKM milik laki-laki.

Berdasarkan survei 45,2 persen UMKM masih beroperasi normal, 30.9 persen UMKM masih beroperasi sebagian  dan bahkan tidak ada yang berniat untuk menutup usaha secara permanen di tengah PPKM Darurat. Intervensi pemerintah juga telah mampu meningkatkan ketahanan UMKM meskipun cakupannya masih harus diperluas.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura, minta para pemangku kepentingan bekerja sama untuk meningkatkan sektor UMKM seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara yang lebih baik. Kesempatan sekarang ada tangan kita.

Kita harus menangkap peluang untuk transisi yang lebih berani menuju ekonomi hijau dengan praktik-praktik usaha yang lebih inklusif. Rilis penelitian ini menegaskan bahwa sebagian besar pelaku usaha berpengaruh di sektor UMKM sangat menginginkan adanya perubahan.

‘’Saya berharap laporan ini—dan dialog kebijakan hari ini—memberikan wawasan yang lebih tajam tentang sektor UMKM dan mendorong diskusi tentang kebijakan yang dapat membantu UMKM mengatasi tantangan mereka saat ini,” kata Shimomura.

Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, mencatat pentingnya percepatan transformasi digital di Indonesia. Kemitraan kami dengan UNDP dan Kementerian Koperasi dan UKM telah membantu kami memahami manfaat digitalisasi bagi masyarakat.

Kolaborasi ini dapat membantu menginformasikan sektor UMKM tentang praktik terbaik untuk menghadapi tantangan di masa depan, berapapun besarnya. ‘’Kami bangga mempersembahkan studi bersama ini yang kami harap dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan untuk memanfaatkan peluang dalam digitalisasi dan praktik usaha ramah lingkungan,” ujarnya.

Survei tersebut merupakan studi kedua berturut-turut yang dilakukan terhadap dampak pandemi terhadap UMKM. Sebuah studi tahun 2020 tentang dampak bulan-bulan awal pandemi mengungkapkan hasil serupa dengan mayoritas UMKM melaporkan bahwa mereka mengalami dampak parah pada permintaan dan faktor lainnya. (bw)

LANXESS Tingkatkan Kapasitas Antioksidan Amina Warna Terang di Asia

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – LANXESS meningkatkan kapasitas produksi antioksidan amina warna terang hingga beberapa kilo ton di pabriknya di  Taiwan. Perusahaan bahan kimia khusus ini menginvestasikan jutaan dolar untuk memperluas fasilitasnya demi memenuhi peningkatan permintaan di APAC. Volume tambahan diharapkan akan tersedia pada akhir 2022.

“Kami melihat cepatnya pertumbuhan pasar untuk antioksidan amina dalam beberapa bulan dan tahun terakhir,” ujar Martin Saewe, Head of Lubricant Additives Business (LAB) LANXESS. “Dengan tiga aset kami di lokasi strategis dan integrasi sebelumnya ke bahan baku utama, kami mendukung ketahanan pasokan di industri. Kami ingin menggunakan kapasitas tambahan untuk memperkuat posisi kami sebagai pasar terdepan di APAC serta mendukung pelanggan kami dengan permintaan yang terus meningkat.”

Veronika Sauer, Head of Marketing Lubricant Additives, mengatakan “Untuk menjadi yang terdepan, kami terus mengembangkan antioksidan yang lebih aman, lebih berkelanjutan, dan berkinerja lebih tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Kami sedang mengevaluasi untuk menawarkan beberapa material ini dari pabrik Taiwan kami juga”.

LANXESS memasarkan antioksidan aminanya dengan merek Naugalube®. Investasi di pabrik Taiwan akan mendukung spesifikasi produk unggulan Naugalube® 438L yang diselaraskan secara global.

Naugalube® 438L adalah antioksidan cair yang digunakan dalam berbagai pelumas transportasi dan industri. Dengan kinerja suhu tinggi yang sangat baik, Nauglaube® 438L dapat mengurangi oksidasi oli, memperpanjang masa pakai pelumas, dan memperpanjang jarak waktu servis. (bw)

Sambut Pembukaan Pariwisata Bali, Jaringan 4G XL Jangkau 100 Persen Desa/Kelurahan

0

Denpasar, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi ini memastikan jaringan di Bali dalam kondisi prima dan siap menyambut pembukaan kembali pariwisata Bali setelah hampir dua tahun terimbas pandemi. Hingga saat ini, jaringan 4G XL di wilayah Bali terus mengalami peningkatan.

Meski dalam kondisi pandemi, XL Axiata terus membangun jaringan di seluruh penjuru Bali, baik untuk peningkatan kualitas layanan data dan suara di wilayah perkotaan, maupun perluasan ke area-area yang sebelumnya memang belum terjangkau. Sebanyak 716 desa/kelurahan di 57 kecamatan dan 9 kabupaten/kota di Bali kini telah terlayani oleh layanan 4G XL Axiata. Selain itu, kami juga mulai memperkenalkan jaringan 5G kepada masyarakat di Bali.

Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, sama seperti yang dirasakan seluruh masyarakat dan pelaku industri wisata Bali, kami di XL Axiata juga sangat antusias dengan rencana pembukaan kembali pariwisata.

Untuk itu, jaringan XL Axiata sudah kami siapkan guna menyambut segala keperluan mendukung kembalinya para wisatawan baik domestik maupun manca negara. Kini, di seluruh Bali kami mengoperasionalkan lebih dari 6.600 BTS, di mana 2.400 di antaranya merupakan BTS 4G.

Jumlah BTS 4G tersebut masih akan terus meningkat mengingat saat ini kami juga masih melakukan perluasan di semua kabupaten yang ada di Bali. Keberadaan jaringan 4G di seluruh desa/kelurahan di Bali ini juga merupakan implementasi atas komitmen XL Axiata untuk  turut mendorong peningkatan literasi digital bagi masyarakat yang bermukim hingga pelosok pedesaan.

Menurut I Gede Darmayusa, tersedianya jaringan internet yang berkualitas dan literasi digital yang terus meningkat akan mendorong produktivitas serta membantu masyarakat beradaptasi dengan berbagai sarana ekonomi digital.

Ia menambahkan, selain perluasan dan penambahan BTS, XL Axiata juga terus melakukan penambahan kapasitas jaringan 4G baik dari sisi radio maupun transmisi, serta melalui fiberisasi. Kini sebagian besar BTS di Bali telah terfiberisasi dan akan terus meningkat.

Sementara itu, sejak awal 2021 hingga saat ini sekitar 497 BTS telah ditingkatkan kapasitasnya. Sebagai destinasi wisata kategori super prioritas sesuai penetapan pemerintah, XL Axiata juga akan memprioritaskan Bali untuk peningkatan infrastruktur.

Apalagi, Bali juga akan kembali menjadi lokasi penyelenggaraan KTT G20 di tahun 2022 mendatang sehingga dipastikan perlu dukungan jaringan yang terbaik. Selama setahun terakhir di dalam bayang-bayang pandemi, trafik data XL Axiata di Bali tetap mengalami peningkatan sekitar 16 persen, dengan kenaikan trafik tertinggi ada di Singaraja dan Denpasar sebagai ibukota provinsi.

Demikian juga sejak Bali dibuka kembali untuk wisatawan domestik pada awal Agustus 2021 lalu, trafik layanan data di jaringan 4G XL Axiata juga terlihat naik dan terus meningkat hingga saat ini. Untuk itu, di sejumlah kawasan wisata paling popular di Bali, XL Axiata juga secara khusus memastikan kualitas jaringan data.

XL telah menyiapkan jaringan 4G di Sanur 22 BTS, Kuta 13 BTS, Nusa Dua 39 BTS, Ubud 13 BTS, Kintamani 12, Seminyak 18, Jumbaran 19, Canggu 15, dan Nusa Penida 9 BTS. Untuk menopang kebutuhan Denpasar sebagai kota terbesar dan teramai, XL Axiata mengoperasikan 331 BTS.

Sementara itu, untuk Bandara Internasional Ngurah Rai, XL Axiata telah siap dengan 11 BTS 4G, Pelabuhan Tanjung Benoa 4 BTS 4G, dan Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk 3 BTS 4G. Semua desa wisata yang popular sebagai tujuan pelancong juga sudah terlayani oleh jaringan 4G XL Axiata, termasuk Desa Penglipuran, Kelurahan Kubu (Kabupaten Bangli), Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar (Kabupaten Buleleng), Desa Sidatapa, di Kecamatan Banjar (Kabupaten Buleleng), Desa Cempaga di Kecamatan Banjar (Kabupaten Buleleng), serta Desa Tenganan di Kecamatan Manggis (Kabupaten Karangasem).

Dengan kapasitas dan infrastruktur yang tersedia, XL Axiata optimis akan bisa memberikan layanan telekomunikasi dan data secara maksimal di area-area wisata tersebut. Hampir semua wilayah Bali menjadi destinasi wisata, dan XL Axiata juga berupaya memastikan semua area wisata yang ada di sana terlayani jaringan data dengan kualitas baik.

Karena itu, kata dia, di mana pun wisatawan ingin melakukan kunjungan, jaringan kami siap melayani mereka. Selain dari sisi jaringan,untuk memberikan layanan yang end to end kepada pelanggan kami juga memiliki sejumlah pilihan produk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, baik untuk bekerja ataupun liburan. Begitu juga dengan pusat layanan pelanggan, di Bali juga tersedia XL Center yang siap melayani kebutuhan pelanggan. (bw)