Bupati Gus Muhdlor, Jajal Trek Lintasan Balap Sepeda

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Porkab Sidoarjo Cabang Olahraga/Cabor balap sepeda digelar ISSI Kabupaten Sidoarjo di halaman parkir Mall Pelayanan Publik/MPP Kabupaten Sidoarjo Jalan Lingkar Timur, Minggu, (10/10). Kegiatan yang mempertandingkan beberapa kelas balap sepeda ini dibuka Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor Ali S.IP.

Tak hanya hadir untuk membuka, bupati yang akrab dipanggil Gus Muhdlor, juga menyempatkan menjajal trek lintasan balap sepeda. Gus Muhdlor, menyampaikan, Porkab Sidoarjo menjadi ladang munculnya bibit unggul atlet olahraga dari Sidoarjo.

Dengan begitu, akan mencetak atlet Sidoarjo yang mampu bertarung lebih baik dalam even yang lebih tinggi. Seperti nantinya di laga Porprov Jawa Timur tahun depan. “Target kita sangat tinggi, salah satunya menjadi juara dua, minimal diatas Gresik,”ucapnya.

Gus Muhdlor, mengatakan, persiapan menghadapi Porprov Jatim harus dilakukan semaksimal mungkin. Salah satunya melalui penyelenggaraan Porkab Sidoarjo tahun ini. Menurutnya ajang Porkab Sidoarjo menjadi tempat untuk membuktikan seberapa kuat atlet Sidoarjo serta seperti apa kekuatan lawan nantinya .

“Apapun hasilnya hari ini adalah titik awal kita untuk memperbaiki diri dan mengupgrade diri, jangan sampai apa yang kita cita-citakan bertepuk sebelah tangan, sedini mungkin kita petakan mana bakat-bakat itu,”ucapnya.

Gus Muhdlor, meminta even kegiatan seperti ini dapat digiatkan lagi. Cabor-cabor yang lain dapat melakukannya hal serupa. Dirinya melihat Kabupaten Sidoarjo memiliki bibit-bibit atlet yang unggul. Kemudian menurut Gus Muhdlor, tinggal bagaimana membangun mereka untuk lebih baik lagi.

“Sebenarnya bibit-bibit atlet Sidoarjo banyak sekali, tinggal bagaimana kita memanajementnya, membangunnya sehingga Sidoarjo bisa berkibar bukan hanya di provinsi tapi juga kanca nasional,” pungkasnya.

Ketua ISSI Kabupaten Sidoarjo M. Dian Felani S.KM, mengatakan, even Porkab Sidoarjo dari Cabor sepeda balap diikuti 11 kelas pertandingan. Lebih dari 200 pembalap yang akan mengikutinya. Dikatakannya pesertanya tidak hanya dari Kabupaten Sidoarjo saja. Dari Jakarta, Bandung, Karawang, Jogja dan Semarang juga ikut ambil bagian.

“Harapannya tahun depan ISSI Sidoarjo bisa menggelar even nasional,”harapnya. Dian, berharap, kedepan even sepeda balap juga di kemas dengan pariwisata. Tempat wisata atau industri kreatif warga Sidoarjo akan dikenalkan kepada pembalap luar Sidoarjo.

“Kemarin saya baru tahu di tik tok itu ada permainan jet ski di Tlocor, nanti kita tawarkan ke pembalap untuk menikmati apa yang ada di Sidoarjo,” ucapnya. (no)

Jemput Bola, Kapolresta Sidoarjo Datangi Desa, Pasar Tradisional untuk Vaksinasi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Meski capaian vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Sidoarjo terus merangkak naik, saat ini sudah 67,8 persen, tidak membuat Polresta Sidoarjo dan jajaran surut dalam upaya akselerasi vaksinasi Covid-19. Berbagai cara terus dilakukan.

Salah satunya melalui vaksinasi jemput bola dengan mendatangi wilayah desa, pusat keramaian dan pasar tradisional. Karena tidak menutup kemungkinan masih adanya masyarakat yang belum vaksin. Untuk lebih memasifkan akselerasi vaksinasi Covid-19, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, pun ikut turun langsung mengedukasi masyarakat, agar segera disuntik vaksin.

Seperti Minggu (10/10), lulusan Akabri 1998 ini rela blusukan ke dalam Pasar Larangan, Candi, Sidoarjo, guna hunting ke masyarakat dan pedagang yang belum vaksin. Langkah jemput bola dengan mendatangi pasar tradisional, perkampungan, desa dan tempat keramaian merupakan upaya Polresta Sidoarjo dan Polsek jajaran guna meningkatkan capaian vaksinasi.

‘’Dengan semakin banyak masyarakat telah tervaksin, maka herd immunity di wilayah kita dapat segera terbentuk,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. Vaksinasi dengan mendatangi langsung ke desa, perkampungan, pasar dan tempat keramaian, menurutnya juga dilakukan untuk menyasar kalangan lanjut usia.

Sebab capaian vaksinasi pada lansia di Kabupaten Sidoarjo masih rendah, yakni 39,8 persen. Adanya layanan jemput bola vaksinasi ke dalam Pasar Larangan, dirasakan manfaatnya oleh para pedagang. Seperti diutarakan Asir, pedagang asal Sampang, Madura. Ia mengaku senang dan tidak kesakitan setelah disuntik vaksin dosis pertama.

“Ternyata suntikan vaksinnya tidak terasa, terima kasih kami telah mendapatkan vaksin dan diberi sembako oleh Pak Kapolresta Sidoarjo,” ucapnya. (no)

Bandell Lighting Gelar Vaksin Aman, Masyarakat Sehat

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Vaksin Aman Masyarakat Sehat Itulah Motto kali ini yang digagas CSR Bandell Lighting yang dilaksanakan Minggu (10/10) di Graha Sarana Puri Surya Jaya Clauter  Vancauver J1-20 Gadangan Sidoarjo.

Bandell Lighting adalah lampu led outdoor product asli arek sidoarjo. Lampu brand bandell lebih populer sebagai lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU), sebagai brand lampu jalan led yang banyak dibeli oleh pemkab/pemkot di indonesia (statistik dari e-cataloq lampu LKPP).jelas Ir.H.Sugiono,MM,IPU Selaku marketing eksekutif bandell lighting.

Direktur PT Sarana Karya Solusindo, Reza Kurniawan, ST, MM, mengatakan, program vaksinasi CSR Bandell Lighting sebanyak 550-pack bekerjasama dengan OJK  Otoritas Jasa Keuangan Jawa Timur, Dinas Kesehata  Sidoarjo dan Kementrian kesehatan Republik Indonesia.

Untuk Sasaran vaksinasi ke-1 (sinovac) ini diprioritaskan untuk karyawan PT Sarana Group dan masyarakat sekitar kantor yg berada di desa (punggul, gedangan, ketajen) Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo , serta masyarakat umum lainya. Agar acara vaksinasi ini menarik, disediakan tenda vaksinasi kelas premium (tenda yg ber-AC) agar peserta vaksinasi merasa nyaman, tidak gerah dan tidak berjubel antrianya.

Sebagai buah tangan bagi peserta vaksin, diberikan paket sembako yang layak dengan jumlah 550 paket sembako. Penyelenggaraan vaksin umum ini, bertujuan untuk membantu tercapainya percepatan herd imunity bagi masyarakat sidoarjo, sebagai bentuk ikhtiar lahir agar terhindar dari penularan covid-19. (no)

Ekspo Nasional di Batu, Laris Manis Produk Unggulan UKM Matim

0

Batu, (pawartajatim.com) – Kehadiran produk unggulan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Propinsi NTT dalam arena Ekspo Nasional yang digelar di Aula Plasa Lipo, Batu, Malang, dinilai laris manis. Pasalnya, hampir seluruh produk unggulan yang di pamerkan laku terjual.

Fransiskus Petrus Sinta, SP. MMA, Kepala Dinas  Perdagangan, Koperasi dan UKM   Kabupaten Manggarai Timur (Matim) saat dikonfirmasi di arena ekspo, Sabtu (9/10) mengatakan, pihaknya tidak menyangka sebelumnya jika produk unggulan UKM Matim ini diserbu para pengunjung.

“Setiap hari selama ekspo berlangsung, sebagian besar pengunjung yang datang ke stan Kabupaten Matim hampir sebagian besar membeli produk yang dipamerkan,” tegas Frans, panggilan akrab Fransiskus Petrus Sinta  sambil tersenyum gembira.

Ekspo nasional ini digelar selama 4 hari, 7 hingga 10 Oktober ini digelar di Aula Lipo Plasa Batu dihadiri sejumlah UKM dari berbagai daerah di Indonesia. Dari pengamatan Frans selama ekspo, setiap hari yang datang  ke stan produk unggulan UKM Matim sekitar 70 hingga 100 orang.

Sebagian besar yang datang dan membawa uang pasti membeli produk yang dipamerkan karena mereka senang dengan produk  tersebut.

Kopi Colol

“Produk yang paling mereka senang adalah kopi bubuk dalam berbagai kemasan karena rasanya enak dan mereka belum menemukan rasa kopi seperti yang dipamerkan ini,” kata Frans. Ia mengakui, jenis kopi bubuk yang dipamerkan itu adalah jenis robusta dan arabika yang dikelola secara modern mulai dari pemetikan, penumbukan kulit merah, pengeringan yanbg tidak langsung menyentuh tanah dan pengolahannya hingga menjadi tepung.

Dalam pameran ini, tambahnya, jumlah kopi bubuk yang dibawa ke ekspo ini sebanyak 10 kg dan dikemas dalam berbagai kemasan seperti 12 gr, 300 gr, 500 gr dan 1.000 gr. Semua kopi yang dibawa ini berasal dari Kampung Colol, Kecamatan Lambaleda Timur.

Ditambahkannya, harga kopi bubuk arabika kemasan 12 gr : Rp 2.000, 300 gr: Rp 50.00, 200 gr: Rp 40.000. Sedangkan kopi robusta dalam ukuran  12 gr: Rp 1.500,  100 gr: 25.000,  500 gr : Rp 100.000 dan 1.000 gr: Rp 200.000.

Frans yang didampingi Drs Aleksius  Rahman, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Matim mengatakan  produk unggulan yang dipamerkan oleh Matim cukup banyak. Terdiri dari : kopi bubuk, kain tenun songke,  berbagai jenis topi, tas, pasmina songke, kain lembaran songke untuk jas pria dan wanita, madu, selendang songke, dan minyak kelapa murni.

Frans mengatakan  kain tenun yang dipamerkan ini berasal dari tiga daerah penghasil kain tenun songke di Matim yaitu dari Lambaleda, Congkar dan Ranjong. Harganya berkisar  Rp 700.000 – Rp 1 juta  per lembar.

Total kain songke yang dibawa sebanyak 75 lembar terdiri dari songke Lambaleda 25 lembar, Congkar 25 lembar dan rajong 25 lembar. Harga jas songke: Rp 500.000 –  Rp 600.000 per buah. Jas songke wanita Rp 600.000 per buah.

Pasmina songke dijual dengan harga : Rp 200.000 per lembar. Sedangkan Selendang warna kuning dan motif songke  dijual dengan harga Rp 125.000 per lembar.

Sedangkan jenis topi yang dipamerkan terdiri dsri jenis kopiah dan destar, topi rombeng asal Rajong dan blankon ala Jawa. Topi rombeng asal Rajong dijual  dengan harga: Rp 500.000 per buah. Tas gantung motif songke (mbere dalam bahasa Manggarai) dijual dengan harga Rp 25.000 – 500.000 per lembar.

Madu: ukuran 200 ml : Rp 50.000 dan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) ukuran 25 ml :  Rp 50.000. Pada kesempatan ini Frans mengatakn kehadiran UKM Matim dalam ekspo Nasional ini mendapat dukungan kuat dari DPRD dan ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerrah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai Timur, Ny Ande Agas  dan wakil Dekranasda Ny Stef Jaghur.

Sebagaimana diketahui UKM berada di bawah pembinaan dari Dekrannasda kabupaten Manggarai Timur.  “Kiprah UKM yang menghasilkan produk unggulan ini adalah berkat bantuan yang begitu besar dari ketua dan wakil Dekranasda Manggarai Timur,’’ tegas Frans.

Ia menilai ekspo nasional yang dikuti sejumlah peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu sangat sukses. Pasalnya, walau masih diterpa pandemi covid 19, peserta yang datang cukup banyak demikian pula pengunjung  setiap hari sangat banyak hari dengan tetap  menjaga prokes 5 M.

Frans berharap ekspo semacam ini sebaiknya digelar setiap bulan di berbagai  daerah sehingga produk unggulan dari berbagai daerah bisa dikenal dan dipromosikan secara nasional dan ke  mancanegara. (jos)

Rumah Sakit Islam Pinatih Gresik Siap Layani Masyarakat

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Tempat pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gresik bertambah. Kini hadir Rumah Sakit (RS) Islam Nyai Ageng Pinatih melengkapi sarana kesehatan di Kota Pudak. RS Islam Nyai Ageng Pinatih Gresik diresmikan hari ini, Sabtu (9/10).

Dan siap melayani masyarakat secara umum. Kegiatan  peresmian pembangunan kembali RSIA Nyai Ageng Pinatih menjadi Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini  dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Rumah sakit yang terletak di Jalan KH. Abdul Karim Pakelingan Gresik ini memulai pembangunannya sejak 2020 hingga akhirnya rampung dan bertransformasi menjadi Rumah Sakit Umum Kelas C. Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Prof DR Ir H Muhammad Nuh, membuka acara peresmian.

Prof Nuh memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergitas dan kekompakan yang baik dari berbagai pihak. Baik dari MWC NU, masyarakat dan terutama Pemerintah Kabupaten Gresik. Prof Nuh menjelaskan saat ini Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih (RSI NAP) mengalami perluasan lahan dari yang awalnya 2.500 m², menjadi 2.800 m².

Dengan bangunan 4 lantai seluas 4.500 m². Rumah sakit ini  mengusung konsep small in modernity yaitu kecil tetapi modern. “Untuk rumah sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini memiliki ruang operasi yang bisa bersaing dengan rumah sakit yang lain,” ujar  Nuh.

Mantan Mendiknas itu menambahkan, pembangunan dan transformasi RSI NAP ini merupakan salah satu living monumen yang dibuat dalam rangka 100 tahun NU. “Kita tidak akan membuat tugu, tetapi kita akan membuat lembaga kesehatan, lembaga pendidikan, lembaga ekonomi. Ini sebagai bukti bahwa kehadiran NU mampu memberikan manfaat yang jauh lebih dahsyat lagi,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yanib menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak dalam hal kemaslahatan umat. “Di era pandemi Covid-19 ini kita mampu berdiri bersama – sama. Dengan adanya kekompakan, sinergitas, kolaborasi yang tinggi sehingga Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih ini bisa berdiri,” ujar Bupati Yani.

Bupati milenial ini juga berpesan kepada seluruh MWC di Kabupaten Gresik untuk bergeser dalam pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Saya berharap MWC memiliki klinik – klinik kecil yang bisa bersinergi dengan Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih,” pesannya.

Mengingat, lanjut bupati, yang harus dikedepankan di era pandemi saat ini adalah pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. “Mudah – mudahan ini bisa segera diawali di semua MWC Kabupaten Gresik, dan untuk Rumah sakit Islam Nyai Ageng Pinatih semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat, ” harap Bupati Yani.

Senada dengan Bupati Yani, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Ashta Triyono, yang  juga hadir menggarisbawahi pentingnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan layanan dunia kesehatan butuh rumah sakit yang berkualitas, cepat, tepat dan akurat.

“Dengan adanya rumah sakit yang memanfaatkan teknologi, cepat dan tepat merupakan nilai tambah sehingga nantinya bisa menambah derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya. Selepas prosesi sambutan dan penandatanganan prasasti, Bupati Yani beserta hadirin berkeliling Rumah Sakit untuk melihat sarana prasarana dan fasilitas yang ada.

Tampak hadir dalam acara ini  Yani, Rois Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Syuriah PBNU KH. Ali Agus Masyhuri, Ketua Tanfidiyah PBNU KH. Marzuki Mustamar, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil, Plt Kadinkes Gresik Dr. Mukhibatul Khusnah, Camat Gresik Agung Endro. (dra)

Wagub Emil : Anak Muda, Lokomotif Pembangunan Ekonomi Jatim

0

Batu, (pawartajatim.com) – Pemuda merupakan salah satu harapan untuk pemulihan perekonomian Jawa Timur/Jatim pasca pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Apalagi, peran pemuda dinilai mampu menjadi elemen penting dalam pilar-pilar pertumbuhan ekonomi di Jatim. Mengingat, kaum milenial tercatat sebanyak 25,87 persen dari 270,20 juta penduduk Indonesia berdasarkan sensus 2020.

Sedangkan, generasi Z tercatat sebanyak 27,94 persen dari total penduduk tanah air. “Anak muda ini merupakan kaum produktif saat ini. Jadi mereka adalah lokomotif pertumbuhan Jatim yang berkontribusi dalam stabilitas perekonomian.

Jadi mereka inilah yang harus jadi pusat fokus kita,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, saat menjadi pembicara pada acara “Jatim Berdialog 2021” yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISME) dengan tema “Ekraf dan Pariwisata Sebagai Pilar Utama Pemulihan Ekonomi Nasional di Jatim” di Pendopo Kota Batu, Jumat (8/10).

Wagub Emil mengatakan, adanya kaum milenial dan generasi Z sebagai penduduk produktif menimbulkan pergeseran pada sektor dan bidang yang diminati masyarakat. Terlebih, seluruh dunia masih menghadapi pandemi sehingga dituntut untuk menyesuaikan diri.

Mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan, sektor yang berpotensi meningkat di tengah pandemi adalah tekstil, kimia farmasi dan alat kesehatan. Lalu makanan dan minuman, elektronik, jasa telekomunikasi, serta jasa logistik.

“Terutama elektronik dan digitalisasi sistem. Ini yang jadi primadona di kalangan anak muda karena dengan modal sedikit berupa internet dan smartphone, seseorang bisa sangat produktif dan menggaet target pasar juga komunitas yang loyal,” terangnya.

Pergeseran ini, lanjut Wagub Emil, telah diidentifikasi dan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jatim. Yakni melalui program Millenial Job Center (MJC) di 5 Bakorwil yang telah mewadahi 2.648 talent pada 2020.

“Setelah itu ada juga Dream Team Science Techno Park yang mewadahi pembentukan start-up potensial. Di dalamnya nanti ada pembinaan riset produk komoditas unggulan, fasilitas pemantapan produk, teknis, komersial, dan pembiayaan sehingga anak muda bisa siap dan memiliki cukup knowledge,” tuturnya.

“Maka, dengan program ini saya berharap agar mahasiswa dan anak muda dapat mewarnai perkembangan ekonomi Jawa Timur. Baik dalam keikutsertaan di lapangan kerja, atau bahkan mempelajari tren yang ada,” lanjutnya.

Wagub Emil, mengajak, mahasiswa untuk menyikapi kebijakan publik yang ada dan berpartisipasi dalam diskusi dengan pemerintah. Ajakan itu diharapkan agar terjadi komunikasi sehat di berbagai lini.

“Pemerintah memang sudah berupaya keras untuk memulihkan perekonomian. Tapi tetap dibutuhkan suara anak muda untuk perbaikan. Jadi tidak apa-apa bagi mahasiswa untuk mengkritisi pemerintah. Bukan untuk ber-suuzdon, tapi untuk menciptakan diskusi mendalam yang akan menjadi feedback bagi kami,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS Jatim, ada kenaikan 7,05 persen dari triwulan pertama ke triwulan kedua 2021 pada PDRB ADHK dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. Dimana, PDRB Jawa Timur mencatat 59,78 persen pada konsumsi rumah tangga, 17,42 persen impor luar negeri, 5,44 persen konsumsi pemerintah, 25,98 persen PMTB/Investasi, serta 14,72 persen impor luar negeri.

Potensi ekonomi Jatim terletak pada sektor industri pengolahan, pertanian dan ketersediaan infrastruktur. Sebab Jatim terletak pada jantung penghubung antara barat dan timur Indonesia. Untuk itu, selain fasilitas bagi generasi milenial dan Z, pemerintah telah menyiapkan program Pelatihan Kerja Intensif, pengembangan IKM Digital, gerakan Bangga Buatan Indonesia, Pemberdayaan K-UKM, serta Pemberdayaan Ekonomi Desa.

Selain itu, ada pula Strategi Restarting Tourism dengan revitalisasi destinasi, segmentasi pasar, kolaborasi dan reaktivasi.  Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Batu, Hj Wulandari Rumpoko, Badan Pimpinan ISMEI Pusat Cici Dwi Wulandari, serta Peserta Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia. (bw)

Terpilih Aklamasi, Ashadi, Nakhoda Baru PWI Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Kabupaten Gresik akhirnya selesai digelar. Hasilnya, Ashadi Ikhsan, terpilih sebagai ketua masa bakti 2021-2025. Ashadi, menggantikan ketua sebelumnya Sholahudin.

Dengan demikian, Ashadi menjadi nakhoda baru di PWI Gresik. Acara konferensi, ketiga ini digelar, di Hotel Saptanawan Gresik, Jum’at (8/10). Kegiatan dipimpin langsung perwakilan PWI Jatim, yaitu Ainurochim dan Mahmud Suharmono.

Suasana konferensi Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Kabupaten Gresik di Hotel Saptanawan Gresik Jum’at (8/10). (foto/sam)

Semula bakal calon dikuti 5 orang. Namun, seiring waktu, para calon mengundurkan diri satu per satu. Sehingga Ashadi, terpilih secara aklamasi. Usai acara, Ketua PWI Gresik terpilih Ashadi Ikhsan,mengatakan siap mengemban amanah sebagai nahkoda baru di organisasi profesi ini.

Menurut dia, sesuai visi misi yang dibawa, yakni menjadikan PWI Gresik sebagai organisasi profesi yang progresif, kuat dan mandiri.  “Amanat yang diberikan kepada saya cukup berat. Saya ingin membangun kolektifitas dan kekeluargaan sesama anggota PWI Gresik demi tercapainya kesatuan,” paparnya.

Sekedar diketahui, Ashadi, merupakan wartawan Seputar Indonesia/Sindo di Kabupaten Gresik. Ia merupakan wartawan senior yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik. Antara lain, pernah bekerja di Surabaya Pagi, Nusa Bali area Denpasar, dan Suara Indonesia. (dra)

Diduga Terlibat, Kades Klantingsari Kena OTT Tim Saber Pungli Polresta Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim) – Warga Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, gempar. Hal itu disebabkan, Kades Klantingsari yakni Wawan Setyo Budi Utomo dan beserta panitia PTSL, terjaring operasi tangkap tangan/OTT, Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo, di rumah kades.

Operasi tangkap tangan Satreskrim Polresta Sidoarjo itu terkait praktik pungli, dalam pengurusan dokumen PTSL Desa Klantingsari tahun anggaran 2021. Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja, membenarkan OTT yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo, terhadap Kades Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo yakni Wawan Setyo Budi Utomo beserta panitia PTSL tersebut.

OTT itu terjadi kemarin Kamis (7/10) sekitar pukul 18.30 WIB. OTT Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo, di Desa Klantingsari tersebut, terkait dengan praktik pungli dalam pengurusan PTSL di desa tersebut.

Dalam OTT itu, petugas mengamankan Kades Klantingsari dan Panitia PTSL Desa Klantingsari tahun anggaran 2021. Dan mereka saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolresta Sidoarjo. “Iya, sekarang sedang diproses, mas,” ujarnya singkat, Jumat (8/10).

Dalam OTT itu, Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo tak hanya mengamankan Kades Klantingsari dan Panitia PTSL, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, uang tunai, beberapa laptop, printer, satu dus berkas permohonan PTSL.

“Saya melihat petugas membawa satu kardus berisi dokumen, beberapa laptop dan printer. Dimasukkan ke dalam mobil,” ujar seorang warga setempat, Santoso, pasca OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli ( Sapu Bersih Pungutan Liar) Satreskrim Polresta Sidoarjo pada Kamis (7/10) sekitar pukul 18.30 wib itu.

Keadaan Balai Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, yang berada di Jalan Sunan Muria nomor 01 Klantingsari, pada Jumat (8/10) Sekitar pukul 10.00 WIB, terlihat sepi dan hampir tak ada aktivitas.

Ruang kerja Kepala Desa Klantingsari Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Wawan Setyo Budi Utomo, tampak terkunci rapat. Hanya ada dua orang perangkat desa di ruang pelayanan. Kasi Pelayanan Desa Klantingsari Marsinyoto, mengungkapkan bahwa pihaknya tak mengetahui jika pimpinannya, yakni Kepala Desa Klantingsari terjaring OTT Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo.

“Kami tak tau apa-apa mas,” kilahnya. Terkait pelayanan kepada masyarakat, Marsinyoto, menjelaskan, bahwa pelayanan masih berjalan normal, tak ada kendala. “Warga yang minta surat keterangan tetap kami layani,” terangnya.

Dari informasi yang menyebutkan bahwa Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Sidoarjo Kamis (7/10) sekitar pukul 18.30 wib melakukan OTT di Desa Klantingsari Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Dari OTT, di rumah yang berada di Dusun Bokong Duwur RT 18, RW 06, Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo itu, petugas mengamankan tiga orang yakni Kades Klantingsari dan panitia PTSL. (no)

Gara-gara Abaikan Prosedur Hibah, Besitua Freeport Jadi Rebutan Antara Suku Papua

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Besitua PT Freeport Indonesia saat ini menjadi rebutan antara lembaga masyarakat adat Kapauku Kapawe yang terdiri dari tujuh suku dengan lembaga masyarakat adat Lemasko yang mewakili kepentingan suku Kamoro.

Perebutan itu sudah berlangsung beberapa tahun dan sudah sampai ke tingkat pengadilan di Pengadilan Negeri Cibinong, Jawa Barat. Perebutan itu berawal dari niat PT Freeport Indonesia untuk menghibahkan atau memindah-tangankan   besitua ke luar lingkungan PT Freeport.

Namun, untuk merealisasikan niat itu, dibutuhkan prosedur yang jelas dengan meminta izin kepada Gubernur Papua untuk dibuatkan berita acara  dalam bentuk sebuah keputusan untuk penghapusan aset dan penghibahan besitua itu dari daftar kekayaan Freport Indonesia.

Kemudian Gubernur Papua mengeluarkan surat keputusan nomor 126 tahun 2004 tentang persetujuan penghapusan aset kekayaaan Freeport Indonesia tersebut. Dalam keputusan gubernur itu disebutkan bahwa penghibahan besitua itu diberikan kepada Pemda Mimika.

Kemudian Pemda Mimika, secara khusus dan terbatas telah memilih dan menunjuk 7 suku yang tergabung dalam suatu perkumpulan adat masyarakat Kapauku Kapawe dan tidak kepada suku-suku lain termasuk lembaga Lemasko yang mewakili suku Kamaro.

Ke-7 suku inilah yang berhak menerima, memiliki dan menjual besitua tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan suku-suku tersebut. Dasar penunjukkan dan pemilihan ke-7 suku tersebut karena di wilayah suku inilah yang paling parah terkena dampak  langsung  pekerjaan pertambangan Freeport Indonesia.

Karena wilayah pekerjaan tambang Freeport tersebut terdapat di tanah hak ulayat dan tempat tinggal ke-7 suku tersebut. Dan disitulah mereka mengais rezeki dengan bertani dan berburu. Ke-7 suku yang tergabung dalam perkumpulan adat Kapauku Kapawe terdiri dari: suku Mee, suku Moni, suku Ekari, suku Damal, Suku Nduga, Suku Dani dan Suku Kapawe.

Yohanes Djakar SH, dari Lembaga Bantuan Hukum dan Konsultan Hukum Yohanes Djakar SH & Associates Surabaya  selaku kuasa hukum dari lembaga adat Kapauku Kapawe yang disampaikan melalui Luther Sampe Toding, sebagai Ketua Dewan Pengawas Lembagas Kapauku Kapawe, ditemui di rumahnya, Kamis (7/10) mengatakan, berita acara dalam bentuk keputusan gubernur Papua itu merupakan dasar hukum untuk penghibahan besitua tersebut.

Dan hal ini sudah sesuai dengan surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tentang penghapusan aset dari PT Freeport Indonesia. Pria alumnus Fakultas Hukum Atmajaya, Jogyakarta itu, mengatakan, salah satu syarat dalam penghibahan itu adalah barang yang dihibahkan itu harus dipindah –tangankan  ke pihak ketiga.

Yohanes Djakar yang asli Manggarai, Flores itu, mengatakan, besitua tersebut adalah besi scrap yang terdiri berbagai jenis dan jumlahnya relatif sangat banyak jutaan ton dan akan terus bertambah mengingat kegiatan pertambangan Freeport masih akan terus berlangsung.

Muncul Masalah

Yohanes Djakar, mengatakan di tengah proses penghibahan itu berlangsung tiba-tiba muncul sebuah masalah besar. Pasalnya, ada pihak lain yakni, lembaga adat yang bernama Lemasko  yang mengaku-ngaku mewakili kepentingan suku Kamoro  dan mengklaim bahwa besitua itu adalah miliknya.

Hal itu didasarkannya pada gugatan perkara di Pengadilan Negeri Cibinong, Jawa Barat Nomor 31/pdt.G/2017/PN.Cbi  yo No.17/Pen.Pdt/Eks/2018/PN.Cbi. Dalam putusan pengadilan tersebut pada intinya menyebutkan bahwa kembaga Lemasko  adalah lembaga yang mengurus dan mewakili hak-hak kepentingan suku Kamoro.

Lembaga Lemasko adalah lembaga yang memberi perlindungan dan membela kepentingan dan hak-hak suku Kamoro. Dalam putusan itu disebutkan juga majelis hakim mempertimbangkan bukti yang diberi tanda P-20,  sementara bukti itu tidak ada dalam daftar bukti dalam perkara nomor 31 tersebut.

Dengan demikian, tambah, Yohanes Djakar, putusan pengadilan tersebut adalah cacat hukum dan tidak punya kekuatan yang berlaku sah menurut hukum. Dalam putusan itu dijelaskan juga bahwa lembaga Lemasko tidak ada kaitan atau hubungannya dengan lembaga Kapauku Kapawe yang telah mendapat surat keputusan dari Gubernur Papua nomor 126 tahun 2004.

Dan surat keputusan gubernur itulah yang menjadi dasar hukum kepemilikan besitua tersebut. Dan lembaga Lemasko tidak memiliki dasar kepemilikan besitua tersebut seperti yang dimiliki lembaga Kapauku Kapawe. Karena itu, pengakuan Lembaga Lemasko sebagai pemilik besitua tidak punya dasar hukum sama sekali.

Jadi, dasar hukum  penyerahan besitua itu adalah prosedur penyerahan dari Freeport ke gubernur Papua dan kemudian gubernur mengeluarkan keputusan untuk diserahkan ke Pemda Mimika.

Dan lembaga apa pun atau siapa pun yang mengaku milik besi tua tersebut, namun, tidak mempunyai dasar hukum yang sah, adalah cacat hukum. Lebih jauh, pengacara yang sudah berpengalaman itu, atas nama Lembaga Kapauku Kapawe saat ini sedang menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan dengan mengirim surat pemberitahuan  tertanggal 29 September kepada seluruh instansi terkait seperti ke semua Polda yang ada di Indonesia, perusahaan yang menyembunyikan besitua tersebut, Kejaksaan dan Pengadilan di seluruh Indonesia dan instansi terkait lainnya.

Yohanes Djakar, juga mengaku akan melakukan gugatan perlawanan/bantahan terhadap putusan Pengadilan Negeri Cibinong no. 31/Pdt.G/2017/PN.Cbi yo No.17/Pen.Pdt/Eks/2018/PN.Cbi. Dalam surat gugatannya, Yohanes Djakar, menolak tegas terhadap putusan pengadilan tersebut dan minta untuk membatalkan keputusan PN Cibinong nomor 31 itu.

“Gugatan ini diarahkan kepada semua pihak yang terkait dalam perkara No  31/pdt.G/2017/PN Cibinong tersebut,’’ katanya. Perlawanan ini, tambah Yohanes Djakar,  antara lain dengan alasan bahwa proses dasar kepemilikan Lemasko adalah tidak mengikuti prosedur sebagaimana proses kepemilikan yg berawal dari Freeport mengirim surat izin kepada Gubernur Papua dan Gubernur mengeluarkan berita acara berupa sebuah surat kepputusan dan dikirimkan ke Pemda Mimika.

Dan kemudian Pemda Mimika menunjuk dan menyerahkan besitua tersebut kepada lembaga masyarakat adat Kapauku Kapawe yang terdiri dari 7 suku. Selain itu, Lembaga Lemasko tidak berada dalam batas lembaga adat Kapauku Kapawe karena masing-masing lembaga punya wilayah sendiri-sendiri.

Dan pertimbangan majelis hakim PN Cibinong yang didasarkan pada bukti-bukti yang diajukan penggugat perkara itu hampir 80 persen  tidak punya kekuatan hukum. Bukti yang disodorkan adalah fotokopi diatas fotokopi yang seharusnya dikesampingkan oleh majelis hakim.

Anehnya, tambah dia, kemudian majelis hakim mempertimbangkann bukti itu dengan diberi tanda P-20, sementara bukti itu tidak ada dalam daftar bukti dalam perkara nomor 31 tersebut.

Dengan demikian, putusan PN Cibinong itu, secara hukum adalah cacat hukum dan mengakibatkan tidak  sah dan batal karena tidak mempunyai kekuatan yang berlaku sah menurut hukum.

Menurut Yohanes, munculnya perkara di PN Cibinong itu, karena sebagian besar besitua itu saat ini sudah  dibawa keluar dari wilayah Freeport dsn sudah berada di luar Papua, paling tidak sudah tersebar ke 17 propinsi di luar Paropinsi Papua.

Ia menyatakan, perkara kasus besitua itu sekarang ada di beberapa pengadilan di seluruh Indonesia. “Kami belum mengungkapkan siapa yang bawa keluar Papua dan tiba-tiba besitua itu hilang dari mil 3850 di Freeport dan berada di luar Freeport,” tegasnya.

Ditambahkan sekarang ini sudah banyak industri pelebur besi tua yang mencari dan ingin mendapatkan besi tua tersebut. Karena nilainya memang sangat menggiurkan sekitar triliunan rupiah. Harga besitua itu sekitar Rp 5.000 per kg dan tembaga 100.00 per kg. (jos)

Wushu Juara Umum dan Empat Atlet Selam Kolam Jatim Pecahkan Rekor PON, Gubernur Khofifah : Ini Kado HUT Jatim Ke-76

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Atlet cabang olahraga selam kolam asal Jawa Timur berhasil memecahkan rekor dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Tidak tanggung-tanggung, empat orang atlet yang dikirim, kesemuanya berhasil meraih hasil maksimal tersebut.

Adapun rekor yang telah dipecahkan antara lain Vania Elvira Ellen dalam 400 meter surface putri memecahkan rekor PON di angka 3:29:07. Wahyu Anggoro dalam 50 meter surface putra memecahkan rekor catatan waktu PON di angka 15,77.

Angeline Sugianto dalam 50 meter surface putri memecahkan rekor catatan waktu di PON di angka 19,54. Sementara rekor keempat diraih oleh Petrol Apostle Kambey dalam 50 apnea putra memecahkan rekor waktu PON di angka 13:55.

Selain cabor selam kolam, Jawa Timur juga meraih gelar juara umum cabang olahraga (cabor) Wushu Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Cabor Wushu PON XX Papua 2021 telah tuntas dipertandingkan pada PON XX Papua 2021.

Sebagai informasi, Pertandingan cabor Wushu PON XX Papua 2021 tersebut digelar di GOR Futsal Dispora, Kabupaten Merauke, Papua mulai Rabu (29/10) hingga Minggu (3/10). Sebanyak enam medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu berhasil menjadikan Jatim sebagai juara umum cabor Wushu PON XX Papua 2021.

Capaian tersebut melebihi target dari KONI Jatim yaitu lima medali emas. Tak hanya itu, prestasi lainnya yang ditorehkan. Provinsi Jatim sukses meraih medali emas cabang olahraga (cabor) Catur PON XX Papua 2021.

Pertandingan cabor Catur PON XX Papua 2021 digelar di Hotel Swiss Bell, Kabupaten Merauke. Jatim meraih medali emas Cabor Catur Kilat pada nomor beregu putri. Nomor beregu putri catur kilat diraih oleh tim Jatim meliputi, Nadya Anggraini Mukmin, Fariha Mariroh, dan Aay Aisyah Anisa.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan selamat dan terima kasih atas perjuangan, kerja keras dari tim cabor selam kolam memecahkan rekor PON, Wushu Jatim yang meraih sukses menjadi juara umum cabor Wushu di PON XX Papua.

Begitu juga semangat dari kontingen Jatim cabor catur yang berhasil meraih medali emas di nomor beregu putri. Menurut Khofifah, capaian prestasi yang ditorehkan para atlet Jatim ini menjadi kado ulang tahun ke-76 terindah bagi Provinsi Jatim, dan seluruh masyarakat Jatim.

“Alhamdulillah kita bersyukur dan bangga dengan prestasi-prestasi yang ditorehkan atlet Jatim. Para atlet selam kolam ini memiliki semangat juang yang tinggi, mereka berprestasi, bahkan ada empat atlet dari cabor Selam Kolam  menorehkan rekor di PON. Terima kasih kado untuk Pemprov dan Masyarakat Jatim,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/10).

“Sekali lagi, terima kasih semangat juangnya para atlet mengharumkan nama Jatim. Prestasi ini untuk seluruh masyarakat Jatim. Mohon do’a dan support masyarakat Jatim untuk sukses tim cabor lainnya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah kembali mengajak seluruh atlet dan pelatih Jatim agar membangun dan merajut persaudaraan, persatuan dan keberagaman dengan segala penghormatan, penghargaan serta memberikan ruang satu dengan yang lain untuk saling mengenal.

“Tetaplah membawa harum nama Jatim di Bumi Cendrawasih, harum diantara kontingen dan harum dimata masyarakat Jatim melalui prestasi yang akan kita persembahkan untuk warga Jatim,” pungkasnya. (bw)