Matim Stop Jual Pisang Kepok ke Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kabupaten Manggarai Timur/Matim dalam satu dua tahun ke depan akan menyetop pengiriman dan penjualan pisang kepok ke Surabaya. Pasalnya, semua pisang kepok yang dihasilkan petani di kabupaten tersebut akan diolah menjadi kriping pisang yang di pusatkan di Borong, ibukota kabupaten tersebut.

“Rencanananya kami akan menyetop penjualan pisang kepok ke Bali dan Surabaya, karena semua pisang kepok yang ada akan menjadi bahan baku untuk produksi kripik pisang kepok di Matim sendiri,” kata Fransiskus Petrus Sinta, SP,MMA, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Matim saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (12/10).

Frans Malas, panggilan akrab Fransiskus Petrus Sinta, mengatakan, penjualan pisang ke Bali dan Surabaya selama ini relatif tinggi. Setiap minggu rata-rata 5 – 6 truk mengangkut pisang kepok dan setiap truk rata-rata memuat 1.000 tandan. Berarti setiap minggu Matim menjual pisang  kepok ke Bali dan Surabaya sebanyak 6.000 tandan dan sebulan sekitar 200.000 hingga 240.000 tandan.

Kebijakan ini juga diambil karena harga jualnya relatif rendah sebesar Rp 35.000 per tandan.  “Jika dijual segitu rakyat kami khusus petani pisang rugi,” tegasnya. Menurut Frans, dari tahun ke tahun produksi pisang di kabupaten Matim terus meningkat.

“Karena produksi yang terus meningkat inilah mendorong kita untuk membuat kripik pisang sendiri di sini,” tegasnya. Seorang sopir truk ekspedisi yang membawa pisang dari Matim beberapa waktu lalu ke Surabaya mengatakan dia membeli pisang langsung di kebun petani dengan harga Rp 20.000 per tandan.

Dan sekali angkut dengan truk ekspedisi sekitar 1.000 tandan dan bisa dijual di Surabaya dan Bali dengan harga lebih tinggi. “Sekali bawa 1.000 tandan dan saya bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 7 juta sekali jalan,” ujar seorang sopir yang tak mau menyebut jati dirinya.

Menurut pengakuannya, saat berangkat dari Surabaya ke Flores biasanya muatannya cukup banyak namun ketika pulang dari sana terkadang sulit mendapat muatan. Biasanya para sopir ini mencari muatan seperti pisang atau kelapa dan berbagai hasil bumi seperti kemiri, cengkeh, kopi, bawang merah dan berbagai hasil pertanian.

Menurut salah seorang sopir truk yang lain, pisang yang dibawa dari Flores itu biasanya belum matang betul karena takut busuk di jalan. Dan untuk mengatasi kebusukan itu, biasanya selama perjalanan selalu disirami air dingin agar jangan cepat masak dan busuk.

“Kita rugi dong kalau sampe di Surabaya pisangnya busuk,” tegasnya. Dari pengamatan di lapangan, sebagian pisang kepok yang dijual di pasar-pasar tradisional di Surabaya seperti Pasar Wonokromo, Pasar Pucang, Pasar Manyar dan pasar lainnya, adalah pisang dari Flores.

Rony, salah seorang penjual pisang kepok di Pasar Wonokromo mengaku pihaknya sering menjual pisang dari Flores. Tetapi pisangnya tidak terlalu besar seperti pisang dari Kalimantan atau dari sejumlah daerah di Jatim.

“Tetapi pisang dari Flores itu biar kecil namun isinya merah sedikit kuning dan rasanya enak dan gurih dan tidak ada rasa asam seperti pisang yang besar-besar itu,” ujarnya. (yosef sintar)

Ini Manfaat Pisang Kepok Bagi Kesehatan Manusia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pisang kepok atau sering disebut musa paradisiaca forma typica adalah salah satu jenis buah-buahan yang sangat kaya dengan berbagai vitamin dan berbagai zat yang berguna bagi kesehatan manusia. Salah satunya yaitu bisa menggantikan kebutuhan karbohidrat dari nasi.

Menurut Doctors of Ministry in Alternative Medicines atau DMAM dalam pisang terdapat banyak sekali kandungan seperti  energi, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C.

Manfaat Pisang Kepok

Setelah membaca kandungan apa saja dalam sebuah pisang, saatnya untuk memperdalam manfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu bisa diperhatikan dengan baik beberapa manfaat pisang sebagai berikut ini:

Manfaat mengosumsi pisang kepok

1.Membantu atasi hipertensi

Kandungan kalium yang ada dalam pisang ternyata berperan penting untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit. Dengan begitu tekanan darah tetap stabil dalam tubuh Anda. Selain itu serat juga dapat mengikat lemak, jadi pembentukan plak bisa diminimalisir. Perlu dipahami jika plak merupakan salah satu penyebab penyempitan dan membuat penyumbatan dalam pembuluh darah jadi tekanan darah meningkat.

2. Menjaga Kebugaran

Kandungan vitamin A dan sumber karbohidrat tinggi, ini artinya bisa menjaga tubuh tetap dalam keadaan bugar. Ditambah lagi adanya magnesium, kalium, serat sampai dua kali lipat lebih banyak dari pada buah lainnya.

3. Memperlancar Metabolisme

Tidak perlu mencari obat untuk memperlancar pencernaan, karena dalam pisang mengandung vitamin yang dapat memperlancar pembuangan sisa proses metabolisme. Bagi Anda orang dewasa atau buah hati yang mengalami kesulitan buang air besar bisa memanfaatkan buah ini untuk membantu memperlancar.

4. Mengatasi Anemia

Satu yang cukup penting adanya zat besi, dimana dalam tubuh yang kekurangan darah merah bisa menggunakan untuk membantunya. Karena dimana hemoglobin akan dibentuk dengan bantuan protein yang mengandung zat besi.

5. Merawat Kulit

Ini yang menjadi pisang sebagai andalan para wanita, dimana kulit bisa dipercantik sekaligus dengan rutin mengkonsumsi. Bukan saja untuk dimakan, tetapi jika digunakan sebagai masker juga bisa. Lakukan secara rutin sekitar 15-30 menit dan percaya jerawat akan hilang pada wajah anda. (yosef sintar)

Matim Bangun Sentra Kripik Pisang Kepok

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Unit Usaha Kecil dan Menengah/UKM Kabupaten Manggarai Timur saat ini sedang membangun gedung sentra kripik pisang kepok. Lokasinya terdapat di Gololada, Borong, ibukota Manggarai Timur, persis di belakang rumah dinas bupati Manggarai.

Gedung yang belum selesai 100 persen itu dibangun di atas lahan seluas 0,5 hektar. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Fransisakus Petrus Sinta, SP, MMA, saat dikonfirmasi ke Borong, Selasa (12/10), mengatakan, sumber dana  pembangunan gedung dan juga berbagai peralatannya berasal dari dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 dan 2022.

“Pembangunan gedung ini menelan biaya Rp 2,8 miliar dari tahun anggaran 2021,” ujarnya. Sedangkan dana untuk pembeliaan berbagai jenis mesin untuk kripik pisang seperti mesin pengiris pisang, penggorengan pisang dan kemasan atau packing sebesar Rp 4,5 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Frans Malas, panggilan akrab, Fransiskus Petrus Sinta, mengatakan, tekad pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan, Kopersi dan UKM untuk membangun sentra kripik pisang ini didorong beberapa faktor.

Antara lain, di Kabupaten Manggarai Timur saat ini cukup banyak pengerajin kripik pisang. Namun, masih diolah secara sederhana dan belum terkoordinasi dengan baik. Selain itu, hasil olahannya belum maksimal.

Terutama dari segi higienis dan kemasannya yang tidak begitu menarik. Sehingga tidak banyak peminat untuk membelinya. Hasil produksi warga masyarakat tersebut jumlahnya tidak banyak dan hanya terbatas untuk pemasaran lokal di Manggarai Timur saja.

Menurut Frans Malas,  tekad Pemda ini didorong tingginya produksi pisang kepok di Manggarai Timur. Namun, dijual dengan harga murah sekitar Rp 35.000 per tandan dan dijual ke luar kabupaten seperti ke Bali dan Surabaya.

 “Yang rugi adalah para petani pisang karena uang yang mereka dapat dari hasil jual pisang ini tidak terlalu banyak. Tetapi kalau dijual setelah diolah jadi kripik harganya pasti lebih tinggi dan petani sangat diuntungkan,” tegasnya.

Menurut Frans Malas, total produksi pisang kepok dari para petani pisang di Kabupaten Manggarai saat ini relatif tinggi sekitar 5.000 – 6000 tandan per mingggu. Hal ini dapat dilihat dari 5 – 6 truk ekspedisi yang mengangkut pisang ini untuk dijual ke Bali dan Surabaya.

Dan setiap truk mampu mengangkut sekitar 1.000 tandan sekali angkut. Namun, harga yang dibeli oleh pedang relatif murah hanya Rp 35.000 per tandan dan pisang itu dipotong sebelum tua betul karena mereka takut masak dan hancur  di jalan sebelum tiba di tempat tujuan di Bali dan Surabaya.

Tetapi kalau sentra kripik pisang ini  nanti sudah jadi, maka pisang yang dibeli hanya pisang-pisang yang sudah tua yang isinya warna kuning kemerah-merahan dan rasanya gurih dan manis.

Selain itu akan dibeli sedikit lebih mahal oleh UKM sekitar Rp 50.000 per tandan dan ini sangat menguntungkan para petani pisang.

Lebih jauh Frans Malas menambahkan di gedung sentra kripik pisang ini akan dikelola oleh 5 sampai 6 UKM yang khusus menangani kripik pisang. Sebelum mereka bekerja di sentra ini, mereka akan dilatih oleh petugas khusus sehingga mereka mengerti betul cara mengolah kripik pisang kepok.

Selain itu, mereka juga dilatih untuk pengepakannya secara menarik sehingga kelihatan bagus dan baik sehingga bisa menarik perhatian para pembeli. Selain itu mereka  juga dilatih untuk pemasarannya agar laku terjual.

Frans menambahkan target produksinya cukup tinggi namun belum ditentukan batas maksimalnya hingga sekarang. Tujuan pemasarannya selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal di Manggarai Timur dan Flores, juga akan dipasarkan ke Bali dan Jawa yang punya potensi pasar yang cukup tinggi.

Frans Malas mengatakan pihaknya  tidak gegabah untuk segera mulai produksi. Kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dana yang tersedia. Jika pada 2021 dana yang ada digunakan untuk membangun gedung sedangkan mesin-mesinnya akan direncanakan pada tahun anggaran 2022. Jika tidak ada halangan yang berarti produksi akan dimulai pada tahun 2023 mendatang.

 “Semoga proses dan rencana ini dapat berjalan lancar sesuai program yang kita rencanakan,” ujar Frans.  (josef sintar)

SheHacks Salurkan Donasi kepada Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Memberdayakan lebih banyak perempuan dibidang teknologi dalam memberikan kontribusi besar untuk mengurangi kesenjangan gender yang kami temukan pada setiap aspek kehidupan tujuan utama SheHacks 2021. Perempuan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dengan memberi mereka kesempatan untuk meningkatkan peran mereka dalam kehidupan orang lain.

‘’Inisiatif ini baru permulaan; kami akan berkolaborasi lebih lanjut dengan merek atau organisasi lain untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mengatasi tantangan yang muncul yang kita hadapi saat ini,’’ kata SVP – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo, Steve Saerang, disela serah terima dan penutupan program SheHacks ‘Shop-for-a-Cause’, sebuah inisiatif kolaboratif untuk memberdayakan lebih banyak perempuan Indonesia dibidang Kesehatan di Jakarta Senin (11/10).

Menurut statistik Globocan[1] 2020, angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 24,4 persen, dan angka kematian 14,4 persen. Pada tahun 2020, tercatat 36.633 kasus kanker serviks baru, yang merupakan bagian terbesar kedua dari kasus kanker baru untuk wanita dan semua usia di negara tersebut sebesar 17,2 persen.

Melalui inisiatif ini, kata dia, SheHacks 2021 mempersembahkan kolaborasi pertamanya untuk mendorong perempuan Indonesia untuk mengambil bagian dalam memberdayakan perempuan lain dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat kita, selain dari kompetisi SheHacks itu sendiri. Donasi yang terkumpul dialokasikan kepada KICKS untuk mendukung pasien kanker serviks yang menginap di shelter Cancer Information & Support Center (CISC).

Aryanthi Baramuli, Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) dan Penggagas KICKS, mengapresiasi kolaborasi SheHacks 2021 dan Rubylicious untuk mendorong para perempuan untuk ikut berperan serta membantu perempuan lain melawan kanker serviks.

‘’Kami berharap inisiatif ini dapat menyebarkan kesadaran tentang risiko kanker serviks yang relatif tinggi di kalangan perempuan dan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan perempuan, terutama di bidang Kesehatan,” ujar Aryanthi.

Helena Ruby, CEO Rubylicious menambahkan, merasa terhormat untuk berkolaborasi dengan SheHacks dalam memberdayakan wanita, terutama untuk membantu wanita lain melawan kanker serviks.

Kolaborasi ini, kata dia, memungkinkan pelanggan kami untuk berdonasi secara otomatis dari setiap item berwarna pink yang dibeli di Rubylicious. Kami berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi banyak orang dalam menuai manfaat dari era digital yang semakin meningkat dan memberdayakan lebih banyak perempuan di masa depan.

SheHacks sendiri merupakan program yang mendorong perempuan Indonesia untuk merumuskan dan menciptakan solusi digital untuk memecahkan masalah kesetaraan perempuan di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, serta kewirausahaan.

Diluncurkan pada Juni 2021, program ini telah berhasil memberdayakan sekitar 1.500 perempuan Indonesia dan menerima total 477 proposal penyelesaian masalah, suatu pencapaian yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti diketahui, Indosat Ooredoo, menyelenggarakan acara serah terima dan penutupan program SheHacks ‘Shop-for-a-Cause’, sebuah inisiatif kolaboratif untuk memberdayakan lebih banyak perempuan Indonesia dibidang kesehatan.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penyerahan donasi kepada Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) menandai penutupan program kerjasama ini. Bekerja sama dengan brand fashion wanita Rubylicious dan KICKS, SheHacks 2021 membentuk kolaborasi ini untuk mendorong perempuan Indonesia membantu perempuan lain melawan kanker serviks.

Dengan membeli barang berwarna pink di situs resmi Rubylicious atau toko offline, 10 persen dari hasil penjualan akan secara otomatis dikonversi untuk donasi. Inisiatif tersebut langsung mendapat banyak dukungan, dan lebih dari 1.300 item berhasil terjual. (bw)

Gubernur Khofifah : Disabilitas Bukan Penghalang Jadi Pengusaha Sukses

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur mengajak swasta dan perusahaan untuk turut berperan menggandeng pelaku UKM Disabilitas agar dapat mengembangkan usahanya.

Menurut Khofifah, Penyandang disabilitas mempunyai potensi besar dibidang usaha mikro. Karenanya, perlu dorongan agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola penyandang disabilitas dapat tumbuh dan memiliki daya saing di tengah masyarakat.

“Mereka harus diberi hak dan kesempatan yang sama. Apalagi, kondisi pandemi seperti sekarang, pelaku UMKM sangat terdampak akibat menurunnya daya beli masyarakat,” kataGubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi stand Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur  yang digelar di Grand City Surabaya dalam rangkaian Jatim Fair tanggal 8-12 Oktober 2021 yang menghadirkan  pelaku UKM disabilitas, Sabtu (9/10) .

Stand pelaku UKM disabilitas tersebut sengaja dikunjungi Khofifah untuk mengetahui perkembangan usaha mereka  dan  mendengar langsung keinginan juga harapan para pelaku UKM disabilitas di Jatim.

Dihadapan pelaku UKM disabilitas, Khofifah menyebut bahwa disabilitas bukan penghalang menjadi pengusaha sukses. Pemprov Jatim siap memberikan dukungan berupa pemodalan, pelatihan hingga pemasaran digital.

“Di era tekonologi digital ini, akan lebih mudah menjalankan bisnis asalkan dapat menguasai teknologi,” imbuhnya. Ia mengapresiasi, berbagai contoh produk yang dipamerkan para pelaku UMKM disabilitas di acara Jatim Fair 2021 tersebut.

Diantaranya, gelas dan cangkir, taplak bordir, batik lukis, dan juga keset. Tak hanya itu, terdapat pula dari mereka yang menjadi ahli qiraah dan penerjemah bahasa isyarat. “Ini produk cukup berkualitas dan mampu bersaing dengan produk produk setara lainnya. Pemprov Jatim akan selalu mengupayakan wadah dan ruang seluas-luasnya bagi teman-teman disabilitas. Apalagi mereka sudah menjual on line dan menggunakan QR Code,” tutur Khofifah.

Khofifah, mengajak masyarakat umum turut mendukung pelaku UKM disabilitas dengan cara membeli produk yang dihasilkan pelaku UKM tersebut. Dengan membeli, kata dia, maka para pelaku UKM Disabilitas semakin terpacu dalam pengembangan produknya.

Ia mengaku, salut dan bangga dengan hasil karya pelaku UKM disabilitas yang menurutnya sangat luar biasa. Meski ditengah keterbatasan, tapi mereka mampu menghasilkan produk yang punya nilai guna dan ekonomi yang tinggi.

Saat mengunjungi  stand  UKM disabilitas, Khofifah mendapatkan hadiah cangkir buatan Noval, yang memiliki kualitas sangat bagus. “Ini dipatok harga berapa, semua karya ini? Pasti membuatnya tidak mudah dan butuh ketekunan serta waktu. Kami berharap ini dapat dihargai sesuai dengan kerja keras di baliknya, jangan ada yang menawar,” ucapnya kepada Rahma.

Tak hanya Rahma, Khofifah, juga berbincang dengan Milatun, yang meski menyandang tunanetra, dapat menyulap kain perca menjadi keset berkualitas untuk digunakan sehari-hari.

Serta Bela, seorang tunarungu dan wicara yang mencurahkan kemampuannya untuk membuat taplak bordir yang menuai pujian dari Mantan Mensos RI itu. Usai berdialog dengan para pelaku UKM difabel dan disabilitas, Gubernur Khofifah juga menyimak iqra dan tilawah yang dilantunkan oleh Halimah, seorang penyandang tunanetra.

Ia didampingi oleh Vira selaku penerjemah, dan Noka yang menginterpretasi lantunan ayat sucinya dengan bahasa isyarat. “Sangat-sangat indah. Saya begitu bangga dengan teman-teman sekalian yang turut berjuang dan berkarya terlepas dari keterbatasan yang ada. Pemprov Jatim akan selalu mendukung, dan memberi kesempatan seluas mungkin,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, khofifah yang dalam kunjungannya didampingi anggota DPR RI Komisi XI Indah Kurnia, juga turut belanja beberapa item batik dan taplak meja bordir bikinan pelaku UKM disabilitas dari berbagai daerah dan UPT Dinsos Jatim.

“Tadi kita tau semua, bagaimana penerimaan Ibu Gubernur kepada teman-teman. Tidak ada kata lain, selain Luar Biasa dan saya matur nuwun kepada Ibu Gubernur,” ungkap Kadinsos Alwi dalam wawancaranya.

Alwi menuturkan, melihat perhatian khusus yang diberikan Gubernur Khofifah kepada para pelaku UMKM Disabilitas, akan menjadi PR baginya untuk terus mengembangkan kreasi anak-anak disabilitas ini di masa depan. (bw)

Ir Angelus Nainggalas, Perintis Budidaya Tambak Udang di Flores

0

Flores, (pawartajatim.com) – Udang sebagai salah satu biota air bukan barang baru bagi masyarakat termasuk masyarakat di Flores. Namun, udang yang mereka kenal dan konsumsi selama ini adalah udang yang ditangkap dari air tawar di sungai dengan berbagai peralatan sederhana.

Mereka belum mengenal sistem budidaya udang modern seperti yang ada di daerah lain di Jawa, Sumatera dan daerah lain di Indonesia. Lokasi untuk membangun tambak udang di Flores sebenarnya cukup banyak dan hampir memenuhi persyaratan untuk sebuah sistem budidaya  udang modern.

Namun, sayang selama ini belum ada yang tertarik ke arah itu. Kalau bicara soal dana saya kira banyak yang punya uang. Sarjana perikanan atau ahli dibidang udang banyak juga. Kendalanya terletak pada minat dan  ketertarikan untuk membangun tambak dengan sistem budidaya udang modern.

Ir Angelus Nainggalas, dapat dijuluki sebagai seorang perintis sistem budidaya udang modern dengan membuka tambak udang di kawasan Gorontalo, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Jika dilihat dari segi lokasinya, Gorontalo, memang bagus dan ideal untuk sebuah tambak udang modern. Tetapi untuk memulainya, tentu mengalami banyak tantangan yang tidak kecil. Selain keterbatasan dana, pengoperasi alat berat untuk membuat tambak terpaksa harus didatangkan dari Lampung.

Untuk mendapatkan bibit udang alias benur pun tentu bukan urusan kecil, karena harus didatangkan dari luar Flores. Seperti dari Sumbawa, Propinsi NTB atau Jawa Timur dan daerah lainnya.

Singkatnya tantangan sangat berat untuk memulai sebuah impian sistem budidaya udang modern. Jika tidak ada keberanian dan tekad yang kuat, impian membangun sebuah budidaya udang modern mungkin hanya sebuah impian belaka dan hanya menjadi penghias mimpi di kala tidur malam.

Keberanian dan tekad tentu sambil berdoa dan berharap kepada Tuhan, itulah yang mendorong Angga, panggilan akrab Angelus Nainggalas untuk memulai bisnis  super berat ini. Tahun 2018, menjadi awal alumnus Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor/IPB ini merealisasikan mimpinya.

Dengan berbekal pengetahuan dan ketrampilan serta keahliannya dalam mengolah budidaya udang di Lampung,  Jawa Barat dan Jawa Tengah selama kurang lebih 25 tahun, putera keempat dari delapan bersaudara anak pasangan alm Bapak Donatus Tat dan Mama Martina Nuet, ini mulai mewujudkan mimpinya.

Setelah melihat, mengamati dan menganalisa kondisi alam serta PH air di Lokasi Gorontalo, Pa Angga memutuskan untuk segera mulai.

Aktivitas lewat perusahaan yang diberi nama Angga Farm ini, diawali dengan mendatangkan mantan rekan kerjanya di Lampung untuk menjadi pengoperasi alat berat membangun sejumlah tambak di atas lahan yang masih penuh ditumbuhi pohon bakau.

Dalam waktu tidak terlalu lama, tambak pertama, kedua dan ketiga berhasil dibangun. Kemudian mulai mencari benur untuk segera ditaburkan. Dua bulan setelah ditabur benur udang, musim panen yang ditunggu-tunggu pun datang.

Panen perdana pada Januari 2019 menjadi titik awal yang sangat menggembirakan sebagai hasil dari sebuah jeripayah dan kerja keras. Dalam panen perdana pada Januari 2019 ini, berhasil mendapat 6 ton udang jenis vaname tetapi sempat rugi Rp 400 juta karena banjir.

Enam bulan kemudian yakni pada Juli 2019  berhasil panen lagi atau panen kedua sebanyak 12 ton. Dan tahun 2020 berhasil panen lagi 10 ton. Uang yang diperoleh dari hasil penjualan panen perdana ini dapat menjadi modal untuk bisa berpikir memperluas dan menambah tambak-tambak baru.

Berkat dukungan keluarga, teman-temannya  dan berbagai pihak, tambak-tambak selanjutnya berhasil dibangun hingga saat ini mencapai 14 unit tambak yang terbentang di atas lahan seluas 3.5 hektar.

Berkat kerja keras dan ketekunannya, pria kelahiran Desember 1967 dan hobi musik ini, mulai merasakan nikmatnya hasil udang. Dalam panen dua tahun, yakni 2019 dan 2020, mantan siswa SMAN 1 Ruteng yang sempat mengikuti jambore di Jakarta 1980 ini, berhasil meraup keuntungan total sekitar Rp 1,8 miliar.

“Keuntungan bersih sekitar Rp 700 juta setelah dipotong untuk berbagai biaya lain seperti membeli benur, memberi gaji 4 orang karyawan dan sebagainya,” ujar pria yang pernah menjadi mayoret drumband saat masih duduk dibangku SMN 1 Ruteng itu saat dikonfirmasi ke lokasi tambaknya, Senin (11/10) pagi.

Tragedi Banjir

Kegembiraan panen selama dua tahun, ternyata tidak berlanjut ke tahun ketiga. Pasalnya,   tahun 2021 menjadi tahun tragedi yang menyakitkan karena diterpa cuaca buruk dan banjir bandang yang memporak-porandakan tambak dan seluruh isinya serta pakan yang sudah tersedia di lokasi.

Kondisi selama pandemi Covid-19 Maret 2020 hingga sekarang pengaruhnya cukup besar. Mobilitas mengambil benur dari Sumbawa, NTB  sedikit terganggu. Demikian juga pergerakan untuk pengoperasional tambak relatif agak terbatas.

“Puji Tuhan semuanya masih bisa berjalan walau tidak maksimal dan tidak berhenti total,” ujar mantan siswa SD Ruteng 5 dan siswa SMP Seminari Pius XII, Kisol, di Manggarai Timur ini. Pria yang saat SMA aktif pada kegiatan pramuka itu, merinci sistem pengoperasian tambak secara detail.

Menurut dia, satu petak tambak bisa diisi 150.000 ekor benih udang. Jumlah petak hingga sekarang 14  unit, berarti kapasitasnya bisa mencapai 1.650.000 ekor hingga 2.100.000 ekor benih jika semua terisi.

“Selama ini yang terisi hanya 3 sampai 4 petak dengan total per petak 100.000 ekor benih karena terkendala di pembiayaan,” ujarnya mengungkapkan salah satu kendala paling besar yang dialaminya.

Dia mengakui, hingga sekarang total investasi yang ditanamkannya dibudidaya udang Gorontalo mencapai Rp 1,3 miliar. Perjuangan Angga,  membangun dan memperluas budidaya udang juga dipacu potensial pasar udang di Labuanbajo yang sangat tinggi.

Bahkan di seluruh daratan Flores. Dijelaskannya, harga udang per kilogram di tambak rata-rata Rp 65.000 per kilogram. Pasarannya selain di Kota Labuanbajo juga dibawa keluar. Seperti ke Kota Ruteng, Borong, Bajawa, Ende dan daerah lainnya bahkan ke Kupang dan Bali.

Pembelinya selain warga masyarakat untuk dikonsumsi secara pribadi, juga pemilik hotel dan restoran. Angga, menjelaskan, selain budidaya udang, dia juga sudah mulai berpikir untuk memperluas usahanya dengan budidaya ikan bandeng karena peminat ikan bandeng di Labuanbajo juga tinggi.

“Mulai 2020 lalu, saya mencoba memulai budidaya ikan bandeng tetapi masih dalam skala kecil namun ternyata hasil dan peminatnya cukup tinggi,” ujarnya bangga seraya menambahkan ke depan dia juga akan mengembangkan budidaya ikan nila.

“Mulai 2021 ini, saya akan budidaya ikan nila srikandi dan kakap putih. Ini jarang dilakukan orang dan di Flores belum ada sama sekali,” ujar Angga sambil tersenyum. Berdasarkan  data yang diperoleh, ternyata kebutuhan udang selama seminggu di TPI Labuan Bajo dalam kondisi normal sebanyak 2,5 ton.

“Selama ini udang yang dijual di sini kebanyakan berasal dari Sape dan Bima, NTB serta dari Makassar,” kata Angga yang lulus IPB Bogor tahun 1993 ini. Selain digunakan untuk budidaya udang, lahan tambaknya juga menjadi tempat kuliah lapangan dari para mahasiswa khususnya jurusan perikanan.

“Pada tahun 2019 lalu, mahasiswa  Politeknik Perikanan Kupang praktek di sini. Menyusul tahun 2020 mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang juga Praktek kuliah Lapangan (PKL) di sini,” jelasnya.

Angga menuturkan pihaknya juga  membuka pelatihan secara gratis di lahannya bagi siapapun yang berminat untuk usaha tambak udang. Yang lebih menarik lagi, ternyata lokasi tambak Angga Farm di  Gorontalo ini akhir-akhir ini sudah menjadi terkenal karena telah menjadi salah satu destinasi wisata baik bagi warga setempat maupun turis-turis asing.

Hal ini menjadikan obyek-obyek wisata di Labuanbajo selaku wisata premium  ini, bertambah banyak. “Setiap akhir pekan, Sabtu dan minggu banyak sekali kelompok masyarakat seperti ibu-ibu pengajian, guru-guru, kumpulan arisan, grup sepeda dan kelompok-kelompok lainnya rame-rame datang berekreasi di sini sambil bakar ikan bandeng dan udang dan langsung dinikmati juga rame-rame di sini,” ujar Angga, dengan wajah ceriah. (josef sintar)

Nanang : Puan Maharani Lebih Jelas Bibit, Bebet, dan Bobotnya

0

Malang, (pawartajatim.com) – Api perjuangan pendukung Puan  Maharani menggelorakan semangat kebangsaan. Bung Karno, Sang Proklamator dan Bapak Bangsa pernah berkata  ‘Apa yang dilahirkan oleh api, tidak akan meleleh walau terus menerus diterpa sinar matahari’.

Sebagai bangsa, kita sering menjadi dingin, terlebih setiap menjelang prosesi dan kontestasi demokrasi. Bahkan sering terjebak atau dijebak pada kondisi situasi disharmoni akibat pilihan politik yang berbeda.

Padahal ini jauh dari cita-cita luhur pendiri bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dalam perbedaan, sebagaimana tercantum dalam Pancasila dan sesanti Bhineka Tunggal Ika. ‘’Pengalaman ini mengajarkan kepada kita   untuk bersama sama mengambil langkah bijaksana, dengan memilih untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Ketua DPD Gema Puan Jawa Timur/Jatim, Nanang Sutrisno, SH, MM kepada pawartajatim.com di Malang, Minggu (10/10).

Melalui deklarasi di Hotel Gayatri ini, Gema Puan Jatim, ingin menyalakan api, yaitu api  perjuangan, yang percikannya diharapkan dapat menjalar dan menggelorakan semangat kebangsaan. Selain daripada itu, untuk menjamin keberlangsungan proses berbangsa dan bernegara, Gema Puan Jatim memandang perlu pada pemilu 2024 yang akan datang untuk memilih presiden yang memiliki rasa semangat kebangsaan yang tinggi dan komitmen kuat untuk mempertahankan NKRI, Pancasila, dan UUD 45.

Dan kami telah melakukan pergulatan pemikiran dan perdebatan panjang untuk menjatuhkan pilihan kepada Puan Maharani. “Bagi kami Puan Maharani bukan sekedar Ketua DPR RI  dan Menteri Koordinator perempuan pertama di Indonesia, tetapi lebih dari itu Puan Maharani adalah sosok seorang negarawan sejati. Memiliki karakter pemimpin cerdas, pekerja keras, dan tak banyak bicara,” jelas alumni Universitas Airlangga ini.

Di dalam darah Puan Maharani mengalir darah agung Nusantara, dimulai buyutnya Raden Soekemi (Jawa Dwipa), dan Ida Ayu Nyoman Rai Sirimben (Bali Dwipa), kakeknya, Soekarno (Jawa Dwipa), Fatmawati (Swarna Dwipa), ibu dan ayahnya Megawati Soekarnoputri(Jawa Dwipa),  Taufik Kiemas (Swarna Dwipa).

Apabila ditarik lebih jauh urutan leluhurnya akan sampai pada raja raja kerajaan besar yang  pernah berjaya di Nusantara yaitu Majapahit, Sriwijaya, dan Bedahulu. Mantan anggota termuda DPRD Surabaya ini berharap percikan api perjuangan Gema Puan Jawa Timur dapat menyala dan berkobar kobar.

“Kerja Politik, berupa komunikasi dan penggalangan di masyarakat akan terus  dilakukan Gema Puan Jawa Timur mulai sekarang, secara masif, sistematis, terukur, efektif, dan efisien,” tambah penghobi olahraga berkuda ini. (nn)

Mesin Politik Puan Maharani, di Jatim Sudah Bergerak

0

Malang, (pawartajatim.com) – Pelantikan Pengurus DPD Gema Puan Jawa Timur/Jatim berjalan mulus. Momentum hari baik yang jatuh pada hari Minggu tanggal 10 bulan 10 tahun 2021 ini digunakan oleh pendukung Puan Maharani, di Jatim untuk mendeklarasikan dukungannya sebagai Presiden pada 2024 mendatang melalui wadah juang Gema Puan.

Deklarasi ini tidak hanya dihadiri perwakilan dari 18 daerah di Jatim, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, Jombang, Kediri, Tulungagung, Banyuwangi,  Bangkalan,  tetapi juga dihadiri dari Semarang, dan Jakarta.

“Mengingat masih PPKM, kami hanya bisa menerima 50 persen dari kapasitas gedung, yaitu membatasi sekitar 250 peserta saja,” kata Ketua DPD Gema Puan Jatim, Nanang Sutrisno,SH,MM kepada pawartajatim.com Minggu (10/10)

Acara yang digelar mulai Sabtu (9/10), tidak hanya  ada acara deklarasi semata, tetapi juga ada bakti sosial kesehatan ,dan foto both bergambar Puan Maharani. Sementara prosesi pelantikan diatur sedemikian rupa sehingga terlihat khidmad namun menarik.

Dimulai dari tari Remo sebagai pembuka acara, disusul menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Gema Puan, Pembacaan teks Pancasila yang didampingi oleh peragawati disabilitas tuna rungu yang merupakan Duta Gema Puan untuk pemasyarakatan Pancasila, dengan mengenakan kostum Garuda Pancasila karya desainer Tatik Effendi, SH.

Kemudian, pembacaan biografi Puan Maharani sebagai sosok yang akan diperjuangkan sebagai calon presiden. “Tepat pukul 10.00 WIB, kami deklarasikan Puan Maharani Presiden. Semoga perjuangan kami berhasil baik,” kata kolektor buku buku Bung Karno ini.

Penyerahan pataka sebagai tanda diberikannya mandat organisasi, dilakukan oleh Ketua Umum DPP Gema Puan, M Ridwan, SH kepada Nanang Sutrisno, SH, MM, Ketua Gema Puan Jatim dan Suroso Santoso selaku Ketua DPD Kabupaten Malang.

Orasi kebangsaan juga diberikan kepada peserta oleh Tokoh Pemuda Jatim, DR, dr, Sukma Sahadewa,SH. Dalam pidatonya itu, bakal calon Bupati Kediri tahun 2020 itu menekankan pentingnya menjaga marwah Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam acara yang sakral ini juga dihidangkan tumpeng yang dilengkapi dengan ingkung ayam pelung, sebagai tanda ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk menunjang kegiatan pelantikan dan deklarasi, juga digelar bakti sosial kesehatan, yang dilayani oleh para terapis yang tergab6 dalam Terapis Nusantara (Tenar).

Mulai dari pemeriksaan darah, hingga pengobatan tradisional seperti bekam, akupuntur (tusuk jarum),  guasha (kerok), totok punggung, sentuh sehat, gurah, fasdhu, dll. “Ketua Umum Tenar, Hari Mardiyanto yang kondang dengan sebutan Syeh Gambar, dan juga Sekretarisnya, Moestar Affandi, harus turun langsung karena banyaknya peserta yang ingin diterapi,” tambah pecinta jamu tradisional ini. (nn)

Pembangunan Masjid Al Ikhlas Pabean Asri Dianggarkan Rp 1,5 Miliar

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pembangunan Masjid Al Ikhlas Perumahan Pabean Asri Kecamatan Sedati dimulai. Secara simbolis, Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi, SH, meletakkan batu pertama pembangunannya, Minggu, (10/10).

Wakil Bupati Subandi, mengapresiasi, serta mendukung pembangunan masjid tersebut. Menurut dia, membangun rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu Wabup mengajak masyarakat Pabean Asri untuk ikut berpartisifasi menyukseskan pembangunan Masjid Al-Ikhlas.

“Saya salut dengan kekompakan Pabean asri. Semoga dengan kekompakkan warga masjid ini dapat segera jadi, sebagai amal ibadah seluruh warga. Untuk itu pesan saya agar warga yang ikhlas dalam membangun masjid ini. Tetap guyub rukun. Saya yakin dengan kekompakkan warga dan semangat kegotongroyongan warga masjid ini dapat segera berdiri,” kata Subandi.

Wakil Bupati, berharap, agar setelah di bangunnya rumah ibadah tersebut, dapat dirawat dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. “Mari sama-sama kita doakan kepada para panitia agar dalam pembangunan berjalan dengan baik, mudah-mudahan dengan dibangunnya masjid Al-Ikhlas ini dapat menambah iman dan taqwa kita semua utamanya warga Pabean Asri,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengingatkan, agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari  dan ikut serta sukseskan Vaksinasi di kabupaten Sidoarjo terutama di Desa Pabean ini, harus tercapai herd imunity terbentuk untuk menjaga dari paparan Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Ikhlas, Suparti, menyampaikan bahwa sebelum masjid tersebut akan dirikan berdiri sebuah mushola yang digunakan masyarakat Perumahan Pabean Asri untuk beribadah.

Namun demikian berjalannya waktu, dari tahun ke tahun jumlah warga masyarakat semakin bertambah sehingga tak muat lagi untuk menampung warga yang beribadah. Berdasarkan hal tersebut inilah maka tercetus untuk mendirikan masjid yang sekiranya mampu menampung umat di perumahan Pabean asri untuk beribadah.

Rencana Anggaran Biaya/RAB, untuk pembangunan masjid 2 lantai tersebut memerlukan biaya sebesar Rp 1,5 miliar. Dimana pihaknya telah mendapatkan bantua stimulan dalam bentuk material. Sementara sisanya dari swadaya masyarakat Perumahan Pabean Asri.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh donatur perumahan Pabean Asri yang telah mendukung pembangunan mesjid ini dengan bantuan material terkumpul senilai Rp 300 juta. Semoga bantuan tersebut dapat merangsang masyarakat Pabean menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan masjid Al-Ikhlas,” tutur Suparti.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekcam Sedati, Kepala Desa Pabean Hj.dr Sriatun, Ketua Yayasan Al-Ikhlas H. Mulyono Wijayanto,  tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat serta sejumlah undangan lainnya. (no)

Sosialisasi Inovasi Pemasyarakatan Masuk Desa

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Terobosan Lapas Kelas IIA Sidoarjo menggelar kegiatan pelaksanaan SIPEMUDA (Inovasi Pemasyarakatan Masuk Desa) di Balai Kelurahan Sidokare Kamis (7/10). Hadir dalam giat tersebut Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Teguh Pamuji, Kepala Kelurahan Sidokare, Mukarto, Sekretaris Kelurahan Sidokare, Babinkamtibmas Kelurahan Sidokare, Kasubsi Bimkemaswat, Kasubsi Kamtib dan 12 Keluarga WBP yang berdomisili di Kelurahan Sidokare.

Teguh Pamuji, menyatakan, kegiatan sosialisasi layanan SIPEMUDA adalah mempermudah keluarga WBP untuk urusan pemasyarakatan. “Layanan yang dilakukan di balai desa khusus untuk keluarga WBP dalam pendaftaran integrasi, pelayanan HAK Keluarga WBP, pelayanan Si TEMON dan Si PENTOL,” kata Teguh.

“Kita juga menggelar konseling mengenai pembinaan keluarga WBP, menjelaskan tentang pentingnya peran keluarga dalam pembinaan WBP. Dan kegiatan semacam ini akan diadakan secara berkala,” ujarnya. (no)