Gubernur Khofifah : Raih Prestasi, Bawa Medali Emas Sebanyak-banyaknya

0

Jayapura, (pawartajatim.com) Gubernur Jawa Timur/Jatim Khofifah Indar Parawansa optimistis kontingen Jawa Timur bisa membawa pulang banyak medali emas dan menjadi juara umum pada PON XX Papua 2021.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menyambangi enam mess cabang olahraga (cabor) masing-masing sepatu roda, sepak takraw, layar, renang, dayung dan selancar bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung, Minggu (3/10).

Dalam kunjungannya tersebut, Gubernur Khofifah, bersama Pangdam dan Kapolda juga memompa semangat dan motivasi para atlet yang sedang berjuang dalam perhelatan PON XX/2021 di Papua 2-15 Oktober 2021.

Menurut dia, persiapan yang dilakukan selama 4 tahun terakhir harus diwujudkan dalam bentuk perolehan medali sebanyak-banyaknya. “Kalau boleh saya sambungkan, sejauh ini, penghasil emas potensial   di Indonesia ada di Freeport- Timika, Papua dan Kabupaten Gresik. Jadi bawalah medali emas sebanyak-banyaknya bagi masyarakat Jatim,” tuturnya.

Khofifah mengatakan, dukungan juga datang dari Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya yang datang langsung ke Papua. Semangat yang diberikan untuk memberikan penguatan bagi para atlet se Jatim.

“Forkompinda bisa menyeiringi tugas dan semangat para atlet dan pelatih selama melakukan laga   dalam  PON XX Papua,” ujar Khofifah. Mantan Menteri Sosial RI tersebut, mengingatkan para atlet agar membawa semangat Bumi Majapahit ke Bumi Cendrawasih.

“Ini yang harus kita sambungkan, rasa memiliki NKRI dibangun dengan damai dan kasih. Sebab, ada misi yang tidak sekadar sportifitas, melainkan seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, perhelatan PON XX merupakan panggung persaudaraan, persatuan, serta melihat Keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia,” pesannya.

Dengan demikian, Gubernur Khofifah mengajak seluruh atlet dan pelatih Jatim agar membangun dan merajut persaudaraan, persatuan dan keberagaman dengan segala penghormatan, penghargaan serta memberikan ruang satu dengan yang lain untuk saling mengenal.

“Tetaplah membawa harum nama Jatim di Bumi Cendrawasih, harum diantara kontingen dan harum dimata masyarakat Jatim melalui prestasi yang akan kita persembahkan untuk warga Jatim,” tandasnya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto mengatakan bahwasannya dalam pembukaan PON XX semalam, atlet Jatim menunjukkan sikap dan mental pemain yang siap bertanding.

“Melihat Jatim mengenakan pakaian hijau-hijau itu langsung terlihat adem. Semoga kalian semua bisa mendapatkan medali emas,” tuturnya. Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mendoakan sekaligus mendukung seluruh atlet Jatim yang bertanding dalam kejuaraan PON XX.

“Tentu kami berdoa bersama untuk kalian. Semangat dan semoga raihan medali bisa kalian dapatkan,” ujarnya. Bahkan, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, berjanji akan memberi hadiah kepada atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas.

“Untuk atlet yang berhasil sumbangkan emas nanti akan kami rekomendasikan kalau ingin sekolah kepolisian dan memberikan fasilitas pembuatan SIM gratis,” imbuhnya. Kunjungan yang dilakukan Gubernur Khofifah bersama jajaran Forkompinda membuat beberapa atlet bangga dan mengucapkan terima kasih.

Seperti yang diungkapkan atlet cabor sepatu roda, Delfa Amalya Putri (19). Dirinya bersama tim optimis meraih hasil optimal untuk mengharumkan nama Jatim. Sebab, kata Delfa, sebelumnya sepatu roda sudah mempersembahkan medali perunggu.

“Kunjungan Gubernur Khofifah dan Forkompinda semakin melecut semangat kami untuk bisa mendapatkan medali emas,” ungkapnya. Hal senada disampaikan atlet sepak takraw putra Saiful Rizal.

Menurut dia, kunjungan Gubernur Khofifah beserta Forkopimda tidak sekadar melecut semangat atlet, melainkan turut membakar spirit tim agar berjuang hingga titik darah penghabisan meraih medali emas.

“Melalui kunjungan ini, kami semakin optimis meraih medali sehingga mampu mengharumkan Jatim di kancah nasional,” ungkapnya. Agar spirit, mimpi dan cita-cita kontingen Jatim berhasil mengumpulkan pundi-pundi medali, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu turut mengajak seluruh atlet dan pelatih di enam cabor menyanyikan lagu Padamu Negeri.

“Mari bersama-sama menyatukan nafas kita dengan melantunkan lagu padamu negeri. Salam sehat dan sukses selalu untuk kalian semua,” seru Mantan Menteri Sosial RI tersebut. Adapun, Gubernur Khofifah beserta jajaran Forkopimda menyerahkan bantuan uang penambah semangat bagi masing-masing cabor sebesar Rp 25 juta.

Setelah menyambangi atlet enam cabor, Gubernur Khofifah melanjutkan dukungan bagi atlet cabor tenis Putri yang pada siang ini bertanding di partai final melawan DKI Jakarta. (bw)

Istri Bupati Sidoarjo Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Anak Berkebutuhan Khusus

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo selain menyasar masyarakat umum dan pelajar juga menyasar Anak Berkebutuhan Khusus. Sebanyak 100 dosis vaksin Sinovac disiapkan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo khusus untuk anak – anak berkebutuhan khusus.

Pelaksanaan vaksinasi ini dipantau langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sa’adah Muhdlor yang akrab disapa Ning Sasha. Sabtu, (2/10) di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. Mereka yang ikut vaksinasi juga mendapatkan paket sembako dari TP-PKK Kabupaten Sidoarjo.

Kepedulian Ning Sasha terhadap anak berkebutuhan khusus itu semata-mata untuk memperhatikan kesehatannya dengan memberikan vaksinasi. Karena bagi Ning Sasha mereka juga sama dengan anak – anak yang lain punya hak mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kedepan TP PKK Kabupaten akan mengawal dengan memberikan identitas atau tanda khusus seperti kartu identitas untuk anak berkebutuhan khusus di Sidoarjo. Nanti akan kita  koordinasikan dengan dinas terkait,” tambahnya.

Puluhan anak yang ikut vaksinasi itu datang dari beberapa sekolah di Sidoarjo dengan kategori autis, tunarungu dan tunagrahita. Ning Sasha, mengungkapkan sebagai kota layak anak Pemkab Sidoarjo memperhatikan segala hal yang berkaitan dengan pertumbuhan anak, tak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Baik itu urusan pendidikan maupun kesehatannya.

“Kita mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan anak-anak berkebutuhan khusus karena sepertinya masih banyak yang memandang sebelah mata karena sebab kondisi mereka,” terangnya.

Ning Sasha juga memberi semangat anak – anak serta orang tua mereka dengan mengajak berbincang-bincang di pendopo. Tenaga Kesehatan (nakes) yang bertugas nampak dengan sabar dan telaten melayani. Ini dilakukan agar mereka mau disuntik vaksin.

Bahkan, para nakes sampai menenangkan mereka yang menangis dan mengejar yang lari-larian di halaman pendopo. (no)

Sambang Sedulur, Indahnya Persahabatan Manisnya Pertemanan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu. “Persahabatan itu seperti mata dengan tangan, saat  tangan terluka, maka mata menangis. Saat mata menangis, maka tangan yang mengusapnya,” begitu kata-kata bijak tentang persahabatan.

Desemba Titahelu dan Agus Priyanto, adalah dua orang sahabat yang merasakan kebenaran dari kata-kata bijak tersebut. Mereka berteman sejak SMP, sama-sama menempuh pendidikan disekolah yang sama di Kota Blitar.

Ayah Desemba seorang perwira menengah yang menjabat sebagai komandan di salah satu kesatuan militer di Kota Blitar, sedangkan Agus Priyanto putra seorang pengusaha kenamaan di Tulungagung. Perbedaan latar belakang keluarga, tidak menjadikan kendala bagi mereka.

Kehidupan belajar di SMP dilalui dengan suasana seperti kebanyakan anak seusia mereka saat itu. Penuh persahabatan, kesetiakawanan dan  kehangatan. “Kadang-kadang kami juga terlibat tawuran dengan siswa lain,” kata Desemba, didampingi Agus, sahabatnya kepada pawartajatim.com di suatu acara pertemuan di kawasan Surabaya Barat.

Seiring berkembangnya waktu, Desemba Titahelu, yang merupakan perpaduan Ambon-Jawa tumbuh menjadi seorang pelukis kenamaan, yang karya lukisannya banyak menghiasi  kantor instansi pemerintah dan swasta.

Sementara, Agus Priyanto, meneruskan profesi ayahnya menjadi seorang pengusaha sukses. Sambang dulur, selalu dilakukan diantara mereka berdua, sebagai tanda bahwa diantara mereka terjalin ikatan persahabatan dan persaudaraan yang kental.

“Kalau saya pas ke Blitar , saya selalu mengunjungi Agus. Dan kalau Agus ke Surabaya, pasti mencari saya,” jelas Desemba yang juga anggota Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan Jatim ini. Apabila mereka berdua bertemu, pasti akan ada pembicaraan yang hangat diselingi canda dan tawa. Hingga tidak terasa sudah melampaui waktu yang berjam- jam lamanya.

Usia yang sama-sama tidak mudah, tidak pernah menyurutkan intensitas persahabatan diantara mereka. Bagi mereka bisa berkumpul dan tertawa bersama bisa menjadi hal yang menyenangkan diantara mereka.

“Hati yang gembira adalah obat,” tambah seniman dengan ciri khas rambut panjang terurai dan jas kancing terbuka ini. Memang, dianugerahi sahabat dan teman yang menyenangkan adalah satu nikmat yang tidak bisa kita dustakan. (nn)

Siapkan SDM Pariwisata, AHLI Jatim Bimbing Siswa SMP

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Peluang kerja di hotel tetap menjanjikan. Bekerja di hotel masih tetap menjadi impian pencari kerja generasi muda, banyak lulusan SLTA , diploma, maupun strata satu yang ingin berkarir di dunia perhotelan. Namun, mereka tidak pernah tahu bagaimana memulai dan mempersiapkannya.

Saat ini sudah banyak berdiri sekolah menengah kejuruan yang mempersiapkan lulusannya untuk bekerja di hotel dan kapal pesiar, belum lagi lembaga pendidikan setingkat diploma dan perguruan tinggi.

“Banyaknya sekolah dibidang perhotelan dan memasak merupakan bukti tingginya minat dan permintaan di bidang pariwisata,” kata Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan Associates of Hospitality Leaders Indonesia/AHLI Jatim, Yuliarto Dedi Prabowo, kepada pawartajatim.com belum lama ini.

Ada banyak peluang kerja dibidang perhotelan, mulai dari security, front office, accounting,  enggenering, gardener, room service, housekeeping, kitchen, dan lain- lain. Selain kemampuan, attitude atau sikap baik mutlak diperlakukan untuk bisa bekerja di hotel.

Mulai dari kebersihan, sopan santun, dan lain sebagainya. “Hal yang paling kecil, adalah  menjaga kebersihan kuku dan rambut,” jelas mantan General Manager/GM Hotel Gunawangsa Manyar ini. Saat ini, AHLI Jatim mempunyai program untuk mengarahkan para siswa SMP yang berminat bekerja di sektor perhotelan untuk bisa lebih fokus mencapai minat dan bakatnya tersebut dengan masuk ke sekolah SLTA khusus dibidang perhotelan.

“Kami ada MOU dengan banyak sekolah SMP terkait program tersebut,” tambah warga Gubeng Kertajaya yang pernah berkarir di banyak hotel ini. Salah satu sekolah yang sudah bekerja sama adalah SMP Wijaya Putra.

Kedepan, juga dibuka magang di hotel-hotel anggota AHLI. Selanjutnya sertifikat magang bisa jadi referensi pada saat melamar kerja. Salah satu tujuan lain dari program bimbingan karir ini adalah untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal guna mengantisipasi membanjirnya tenaga kerja asing saat pasar bebas.

Bagi pria yang pernah berkarir di Kapal Pesiar, Whiz, Garden Palace, Shangrilla, Hard Rock Bali. Pullman Bali, Tanjung Kodok Resort, dan Natour Garuda Resort ini, program magang merupakan tanggung jawab moral AHLI selaku pemangku kepentingan dalam rangka pemajuan pilar-pilar pariwisata. (nn)

Puan Maharani : Aturan Turunan UU Otsus Papua Harus Berdasarkan Aspirasi Rakyat

0

Jayapura, (pawartajatim.com) –  Peraturan pelaksanaan otonomi khusus Papua harus menguntungkan rakyat. Ketua DPR RI Puan Maharani, mengingatkan agar peraturan turunan UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua segera disahkan.

Ia mengingatkan, para kepada daerah di Papua agar bersinergi secara optimal sebagai pelaksana dari Otsus Papua tersebut. Hal itu disampaikan dalam kegiatan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Papua di Kantor Gubernur Papua di Jayapura, Sabtu (2/10).

“Hal penting yang sama-sama harus kita perhatikan terkait dengan Otsus Papua, tentu saja ke depannya ini akan keluar Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait pelaksanaan Otsus Papua yang kita harapkan dalam waktu dekat akan disahkan pemerintah pusat,” kata Ketua DPR RI, Puan Maharani, kepada pawartajatim.com.

Undang-undang yang merupakan Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua itu disahkan dalam Rapat Paripurna DPR pada bulan Juli lalu.

UU Nomor 2 Tahun 2021 diteken Presiden Joko Widodo pada 19 Juli 2021 dan saat ini pemerintah tengah menyusun RPP terkait Otsus Papua. Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut mendorong agar RPP Otsus Papua disusun berdasarkan aspirasi masyarakat setempat.

Puan, menyatakan, DPR mendukung agar pelaksanaan Otsus Papua tidak hanya sekadar menjadi sebuah undang-undang. “Belajar dari pengalaman 20 tahun sebelumnya, RPP yang nanti akan disahkan perlu mendorong aspirasi masyarakat Papua sebagaimana UU Otsus yang telah dan akan lebih bermanfaat dari sebelumnya,” jelas putri Presiden Megawati tersebut.

Mantan Menko PMK itu hadir dengan mengenakan tas pengrajin UMKM Papua tersebut juga mengingatkan bahwa pelaksanaan Otsus Papua tak mungkin dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saja.

Menurut dia, diperlukan gotong royong dari semua elemen bangsa untuk membangun Papua. “Diperlukan sinergi serta koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dan keberhasilan pelaksanaan Otsus Papua bukan hanya soal dana, atau regulasi semata. Komitmen dan integritas tinggi kepala daerah tentu saja akan sangat penting,” tambah cucu Ir Sukarno, ini.

“Bapak-ibu pemangku kepentingan yang ada di wilayah Papua ini tentu saja yang nanti akan menentukan apakah UU Otsus ini nantinya akan bermanfaat atau tidak bagi masyarakat Papua secara keseluruhan,” sambung anggota DPR RI dengan perolehan suara terbanyak itu.

Dalam UU yang baru, dana Otsus Papua dinaikkan dari dua persen menjadi dua seperempat persen dari DAU (Dana Alokasi Umum) nasional. Dana otsus itu sekarang akan dimaksimalkan untuk kesejahteraan di Papua.

Puan memastikan DPR akan terus mengawasi, mendukung, dan mendorong agar pelaksanaan Otsus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Melalui revisi UU tersebut, DPR berharap agar ada penurunan tingkat pengangguran dan persentase penduduk miskin di Bumi Cenderawasih itu juga semakin berkurang.

“Sehingga, hal yang sama-sama kita lakukan ini akan bermanfaat untuk masyarakat Papua,” pungkas Puan. Khususnya, tentu saja orang asli Papua, sehingga bisa ikut berkontribusi dalam membangun Papua dan Indonesia ke depan. (nn)

Gubernur Khofifah : Ayoo.., Beli Batik  

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dimomen peringatan Hari Batik Nasional, Gubernur Jawa Timur/Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat tidak sekedar memeriahkannya di media sosial  melalui unggahan dan hashtag.

Khofifah, meminta masyarakat untuk membeli batik bukan printing dari para perajin batik. Hari Batik, jangan hanya ramai di medsos atau hashtag saja, tapi juga ramaikan di gerai-gerai batik.

Di Jatim ini banyak sekali sentra batik dengan beragam motif sesuai ciri khas daerahnya. Mulai dari Tuban, Banyuwangi, Madura, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek,  Mojokerto, Pacitan, Sidoarjo, Bojonegoro,  Jember dan sebagainya.

‘’Ayo bantu perajin batik di Jatim bisa tetap eksis dengan membeli produknya,” kata Khofifah di Bandara Juanda, Surabaya sebelum take off menuju Jayapura, Sabtu (2/10). Khofifah mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa batik printing adalah batik.

Padahal, menurutnya batik printing bukanlah batik, melainkan hanya kain yang diprint dengan motif batik. Sementara, batik adalah kain yang diproduksi dengan metode membatik, baik itu tulis, cap, maupun campuran keduanya.

“Memang kain printing motif batik harganya lebih murah, tapi jika kita membelinya, perajin batik kita tidak akan dapat apa-apa. Kadang terasa lebih mahal karena itu kreasi hand made, bukan mesin,” imbuhnya.

“Daripada beli baju merek luar negeri dengan harga selangit, mending bali batik asli bukan printing yang notabene adalah produk dalam negeri,” tambah dia. Khofifah menyebut, membeli batik karya pengrajin sama dengan berkontribusi menyelamatkan aset bangsa yang telah resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity).

Lebih dari itu, langkah ini juga sebagai bentuk penyelamatan terhadap pelaku UMKM yang ada di Jatim agar segera pulih dari Pandemi Covid-19. (bw)

UISI Gresik Kolaborasi Pasar Modal Selenggarakan Vaksinasi

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Semakin banyak saja lembaga yang peduli terhadap upaya penuntasan penyebaran Covid-19. Seperti yang dilakukan lembaga pendidikan Universitas Internasional Semen Indonesia/UISI Gresik ini.

UISI ikut berupaya memutus rantai penyebaran pandemi dengan melakukan vaksinasi. Universitas yang terletak di Kota Pudak ini menyediakan 2.000 dosis Vaksin Sinovac. Kegiatan ini merupakan kerjasama atau kolaborasi dengan Pasar Modal yang lagi berulang tahun ke-44.

Sasaran vaksin kali ini diperuntukkan masyarakat umum, tua muda, pria wanita. Mengingat para mahasiswa UISI Gresik sudah melakukan vaksinasi beberapa waktu lalu. “Sasaran vaksin adalah untuk masyarakat umum, baik yang dekat  maupun di luar lingkungan kampus. Bahkan dari luar Gresik pun boleh asal menunjukkan KTP,” kata Niswatun Faria Ketua Satgas Covid-19 UISI Gresik, Sabtu (2/10).

Pelaksanan vaksinasi dilakukan di Wisma Ahmad Yani Gresik yang lokasinya masih satu komplek dengan kampus binaan perusahaan semen ini. Kegiatan ini cukup mendapat respon menggemberikan dari masyarakat, sampai Sabtu tengah hari sudah sekitar 500 orang yang berbondong datang ke lokasi vaksinasi.

Hal ini, lanjut dosen alumni S-2 universitas di Enschede Belanda ini karena pihaknya telah mempublikasikan ke berbagai tempat termasuk di sosial media. Namun demikian masyarakat yang datang langsung juga tetap dilayani.

Sementara itu, Dewi Sriana R, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Jawa Timur yang turut menyaksikan kegiatan vaksinasi menjelaskan bahwa menggandeng UISI sebagai patner ini karena lembaga pendidikan ini merupakan salah satu stake holder kantornya.

Dan pula kampus ini memiliki jurusan Managemen. “Di dalam kampus UISI terdapat galery investasi dan ini merupakan bagian dari stake holder kami,” tambah Sriana. Sebelumnya, Pasar Modal telah membantu Pemerintah Kabupaten Gresik lewat Dinkes Gresik sebanyak 50.000 dosis vaksin.

Dan 2.000 dosis ini diberikan ke UISI secara langsung selain yang 50.000 dosis tadi. Secara umum pelaksanaan vaksinasi yang digelar UISI ini berjalan lancar. Turut hadir dalam kegiatan ini Leo Herlambang, Wakil Rektor II, petugas Dinkes Gresik, Direktur Utama/Dirut Rumah Sakit/RS Semen Gresik (RSSG).

Usai divaksin peserta tampak ceria karena mendapat bingkisan berupa ice cream dan nasi kotak. (dra)

Jelang Pembukaan PON XX Papua, Jatim Koleksi 11 Emas, 15 Perak, 8 Perunggu

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Jelang pembukaan PON XX Papua 2021, Jawa Timur/Jatim berhasil mengoleksi 11 medali emas, 15 perak, dan 8 perunggu dan menempati peringkat keempat di papan klasmen.

Peroleh emas terbanyak berasal dari cabor Wushu dengan 4 medali. Sementara panjat tebing menyumbang 3 medali emas, sepatu roda 2 medali emas, diikuti sepak takraw dan judo masing-masing 1 medali emas.

Sementara, untuk perolehan medali perak terbanyak juga berasal dari cabor wushu yaitu sebanyak 4 medali. Cabor panjat tebing, judo, sepatu roda, dan senam artistik masing -masing memperoleh 2 medali perak. Selanjutnya cabor terbang layang, sepak takraw, dan taekwondo memperoleh 1 medali perak.

Sedangkan perolehan medali perunggu terbanyak berasal dari cabor judo sebanyak 3 medali. Untuk cabor sepatu roda dan wushu masing-masing meraih 2 medali perunggu, kemudian cabor senam artistik meraih 1 medali perunggu.

Sebagai informasi, Jatim menerjunkan sebanyak 543 atlet dari 47 cabang olahraga (cabor) yang bertanding di PON XX Papua. Selain atlet, Jatim juga memberangkatkan sebanyak 161 pelatih beserta tim mekanik yang berjumlah 78 orang.

Atas perolehan medali sementara tersebut, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, ucapan selamat kepada seluruh para atlet kontingen Jawa Timur yang berhasil membawa pulang medali emas, perak dan perunggu.

“Prestasi ini membawa kebanggaan dan kebahagiaan untuk seluruh rakyat Jawa Timur. Hingga 1 Oktober 2021, Jatim telah meraih 11 medali emas, 15 perak, dan 8 perunggu. Terimakasih kepada seluruh atlet Jatim yang telah berjuang untuk provinsi kita tercinta,” kata orang nomor satu di Jatim itu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (2/10).

Menurut Khofifah, prestasi luar biasa ini adalah spirit dan kegigihan para atlet Jatim. Capaian medali bisa dijadikan suntikan motivasi para atlet cabor lainnya untuk mengukir prestasi di PON XX Papua 2021.

“Raihan medali ini tentunya juga menjadi penyemangat bagi seluruh atlet dan seluruh masyarakat Jawa Timur,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim. “Insyaallah pagi ini (2/10) hingga Senin (4/10), saya akan memberikan support dan motivasi secara langsung kepada para atlet kontingen Jawa Timur yang sedang berlaga di PON XX Papua,” tambah dia.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga meminta doa masyarakat Jatim agar para atlet diberikan kesehatan dan kelancaran saat bertanding, karena masih banyak Cabor unggulan Jatim yg belum ditandingkan.

“Mohon doa kepada seluruh warga Jawa Timur di mana saja, bukan hanya warga Jawa Timur yang di Jawa Timur, warga Jawa Timur dimana saja doakan mudah mudahan seluruh kontingen PON XX dari Jawa Timur semuanya bisa memberikan yang terbaik prestasi tertinggi, semuanya sehat, aman, lancar,” imbuhnya. (bw)

Pertama Kali, Rumah Sakit Rujukan Covid -19 di Jatim Nol Pasien

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Tingkat keterisian tempat tidur atau yang dikenal sebagai bed occupancy ratio (BOR) terus mengalami penurunan di Jawa Timur. Penurunan tersebut terjadi pada BOR Isolasi, ICU pada RS, maupun BOR pada RS Lapangan.

Kali ini, BOR ICU dan Isolasi di sejumlah RS Rujukan Covid-19 juga mengalami penurunan bahkan sudah mencapai 0 pasien. Sebagai informasi, jumlah total RS Rujukan Covid-19 di Jatim mencapai 164 RS.

Berdasarkan data RS Online  di Kemenkes per 30 September 2021, ICU Covid-19 pada 110 RS Rujukan sudah berada pada angka 0 (nol) pasien. Artinya, sebanyak 67% RS Rujukan di Jatim memiliki nol  pasien.

Sementara untuk Isolasi Covid-19 yang sudah mencapai 0 pasien terdapat pada 52 RS Rujukan di Jatim. Termasuk di dalamnya RS Darurat Lapangan Indrapura Surabaya. Artinya ada sebanyak 31persen RS Rujukan yang nol  pasien.

Sebelumnya, BOR Isolasi pada periode 15 Juli – 27 September 2021 menurun dari 81 persen menjadi 6 persen atau terjadi penurunan sebesar 75 persen. BOR ICU menurun dari 78 persen menjadi 11 persen atau turunnya sebanyak 67 persen.

Sementara, BOR RS Lapangan juga mengalami penurunan dari 74 persen menjadi 5 persen atau turun 69 persen. Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menyampaikan terima kasih atas kerja keras, sinergi, do’a serta kolaborasi dari tenaga kesehatan (nakes), Forkopimda, dan berbagai elemen strategis masyarakat.

Didalamnya juga ada pemkab/pemko, tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat yang bergotong royong ikut mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jatim.

“Alhamdulillah, dari data yang dilansir dari RS Online per 30 September 2021, 67 persen RS Rujukan ICUnya Nol  pasien, 31 persen RS Rujukan Ruang Isolasi Covid -19 juga Nol  pasien termasuk di dalamnya juga ada RS Lapangan Indrapura,” ujar Khofifah di Grahadi Surabaya, Kamis (30/9) malam.

“Ini patut kita syukuri bersama dan saya sampaikan terima kasih atas kerja keras dan sinergi dari berbagai elemen masyarakat di Jatim. Pada saat yang sama mohon tetap jaga protokol kesehatan dan percepat vaksinasi,” tambahnya.

Khofifah, menjelaskan, terjadinya penurunan atau pelandaian BOR yang signifikan ini menjadi kabar baik. Apalagi di Jatim penurunan tak hanya BOR Isolasi, tetapi juga ICU dan RS Lapangan. Sebagaimana diketahui sesuai standar dari WHO (organisasi kesehatan dunia) itu BOR minimal 60 persen.

“Meski BOR kita berada di bawah standar yang ditetapkan WHO, namun saya mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” pintanya.

Meski demikian, Khofifah tidak pernah berhenti mengingatkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19.

“Terima kasih atas semua kerja keras, kekompakan dan do’a terbaik untuk kita semua. Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali, dan makin melandai,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim.

“Sekali lagi Mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Tetap pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari kerumunan. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya. (bw)

Dua Petinju Jatim Ditarget Emas di PON XX Papua

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bonus dang penghargaan dijanjikan Ketua Persatuan Tinju Nasional/Pertina Jawa Timur/Jatim, Rahmat Muhajirin, untuk memompa semangat dua atlet petinju Jatim yang akan bertarung di Pekan Olah Raga Nasional/PON XX, 2021 Papua. Kedua atlet ditarget meraih medali emas dan akan mendapat penghargaan maupun bonus.

Kedua petinju kontingen Jatim yang akan berlaga di PON XX Papua 2021 yakni, Daniel Mofu dan Mandy Yikwa. Rahmat Muhajirin melepas keberangkatan kedua atlet menuju Bumi Cendrawasih pada Jumat (1/10).

Dalam arahannya, Rahmat, berpesan kepada Daniel dan Mandy, untuk selalu menjaga stamina dan menorehkan prestasi yang mengharumkan Jatim. Anggota DPR RI itu juga tak ragu memberi penghargaan sesuai prestasi mereka.

“Jika nanti sudah masuk final, jangan ragu-ragu menghubungi saya. Misalnya ‘Pak Saya masuk final, apa kontribusinya buat saya?’ Jangan ragu-ragu, saya juga sampaikan ke Gubernur Khofifah. Intinya, raih prestasi dengan baik,” kata Rahmat Muhajirin.

Rahmat, minta tim official untuk bekerja keras. Terutama dalam memberi arahan dan menjaga stamina atlet. “Saya titip kedua atlet ini, selama di sana (Papua) jangan sampai susah. Saya juga berpesan untuk atlet, hubungi saya jika ada yang perlu disampaikan. Itu dari saya, dan semoga perjalanan selamat tak ada kendala apa pun,” ucap legislator Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini.

Menandai keberangkatan kedua atlit untuk berlaga di PON ke XX di Papua, secara simbolis, Rahmat Muhajirin menyerahkan sarung tinju kepada kedua atlit. Mereka kemudian bersama-sama meneriakkan yel penyemangat “Jawa Timur … Jaya Luar Biasa . . .!!

Ketua Harian Pertina Pengrpov Jatim, Mikdon Tanaem, menjelaskan, pada ajang PON XX di Papua, kedua atlet akan bertanding di kelas berbeda. Daniel Mofu akan bertarung di kelas 64 Kg, dan Mandy Yikwa turun di kelas 69 Kg.

“Fisik dan kesiapan mereka untuk berlaga sudah siap dan matang targetnya medali emas. (no)