Perusahaan BUMN ini Terpilih sebagai Outstanding Company Sektor Material

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Perusahaan BUMN ini kembali terpilih menjadi salah satu perusahaan di Indonesia yang mendapatkan penghargaan sebagai Outstanding Company. Dialah PT  Semen Indonesia  Tbk (SMGR) yang memperoleh penghargaan pada sektor Materials dari Asiamoney yang telah dirilis melalui website mereka pada 20 September 2021.

AsiaMoney merupakan lembaga publikasi keuangan internasional yang bergerak dibidang media keuangan dan pasar modal. Metode yang digunakan adalah voting dengan melibatkan ribuan fund managers, buy-side analyst, bankers dan research analyst.

Dari hasil tersebut, akan dipilih perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki performa outstanding dari sisi kinerja keuangan, manajemen, hubungan investor dan CSR. Direktur Utama/Dirut SMGR Hendi Prio Santoso, mengatakan, AsiaMoney telah merilis hasil Asia’s Outstanding Companies Poll 2021 melalui website mereka.

Disini terdapat 190 perusahaan di seluruh penjuru Asia yang dinilai outstanding. Dan SMGR menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan perhargaan sebagai Outstanding Company pada sektor Materials di Indonesia.

“Penghargaan ini merupakan motivasi sekaligus semangat bagi SMGR untuk terus mendorong kinerja perseroan dalam mewujudkan visi menjadi perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional,” ujar Hendi.

SMGR fokus mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan industri bahan bangunan dan memberikan solusi kepada seluruh stakeholder. (dra)

Gubernur Khofifah: Prokes Jangan Kendor, Percepat Vaksinasi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Jawa Timur/Jatim terus mendapatkan kabar menggembirakan  yang harus disyukuri dalam penanganan Covid-19. Hal ini tak terlepas dari peran  semua elemen masyarakat di dalamnya.

Tak hanya pemprov saja, tetapi juga Forkopimda Jatim, Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), perguruan tinggi, media dan seluruh elemen masyarakat bersinergi menangani Covid-19 di Jatim.

Berdasarkan data assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI tanggal 22 September 2021 yang dirilis 23 September 2021, jumlah daerah di Jatim yang masuk dalam level 1 mencapai 25 kabupaten/kota (65,7 persen).

Angka tersebut meningkat dari sebelumnya 21 kabupaten/kota per 20 September 2021 menjadi 23 kabupaten/kota dan saat ini menjadi 25 kabupaten kota berdasarkan hasil asesmen level Kemenkes tanggal 23 September.

Adapun kabupaten/kota level 1 yaitu Kabupaten Tuban, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Ponorogo, Pasuruan, Pamekasan, Ngawi, Magetan, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro,  Banyuwangi, Lumajang dan Blitar.

Untuk level 2 di Jatim mengalami penurunan dari 17 daerah menjadi 13 kabupaten/kota sesuai assesment dari Kemenkes RI per 23 September 2021. Diantaranya Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Sumenep, Probolinggo, Pacitan, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun, dan Bangkalan.

Atas capaian yang diperoleh tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat.

Tak hanya pemprov, tetapi forkopimda, pemkab/pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat yang bersama-sama ikut mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jatim.

“Alhamdulillah, atas ikhtiar, sinergi dan do’a kita semua, Provinsi Jatim kembali mendapatkan penambahan pada level 1. Sebanyak 25 kabupaten/kota berada di level 1, 13 kabupaten/kota level 2. Mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” ujar orang nomor satu di Jatim di Grahadi Surabaya, Jumat (24/9) malam.

“Terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras dan patuh terhadap prokes, bersinergi dan berkolaborasi diikuti do’a bersama mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- POLRI,  Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim,” tambah Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim menjelaskan, assesment yang dilakukan Kemenkes RI tersebut berdasarkan atas hasil 6 parameter yaitu Kasus Konfirmasi, Rawat Inap RS, Kematian, Testing, Tracing dan Treatment yang dilakukan secara masif dan terukur sehingga menghasilkan predikat memadai.

Dari keenam parameter tersebut, Provinsi Jatim semuanya memenuhi standar  memadai dari standart WHO maupun Kemenkes RI. Misalnya, kasus konfirmasi berada pada level 1 dengan angka 5,14 per 100.000 penduduk/minggu.

Angka tersebut  jauh di bawah standar yang ditetapkan Kemenkes RI yaitu di bawah 20 per 100.000 penduduk/minggu. Rawat inap RS berada pada level 1 dengan angka 1,11 per 100.000  penduduk/minggu di bawah standar Kemenkes RI yaitu <5 per 100.000 penduduk/minggu.

Tingkat kematian berada pada level 1 mencapai 0,37/100.000 penduduk/minggu dibawah ketentuan Kemenkes RI yaitu <1/100.000 penduduk/minggu. Begitu juga dari segi tracing, testing dan treatment dinilai memadai sesuai hasil assement Kemenkes RI. Untuk testing sendiri, jumlah tes PCR di Jatim sudah sesuai standar WHO (>40.479 test/ minggu).

Berdasarkan data.covid19.go.id per 22 September 2021, seminggu terakhir berada di sekitar angka 150.000 test/minggu. Sehingga positivity rate Jatim kembali mengalami penurunan berada di angka 0,96 persen. Angka ini memenuhi standart WHO di bawah 5 persen/ minggu.

Untuk tracing Jatim mencapai 18,15 rasio kontak erat/kasus konfirmasi/minggu. Dengan demikian, tracing ratio Jatim mampu menembus standar Kemenkes RI, dimana Standar Kemenkes RI yaitu 15 kasus ditracing per 1 kasus.

Sedangkan, treatment di Jatim, jika dilihat dari tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS sudah mencapai 10,38 persen/minggu. Artinya BOR di Jatim ini  sudah berada sangat jauh di bawah standar WHO yaitu di bawah 60%

“Alhamdulillah tracing ratio Jatim kini sudah melebihi standar Kemenkes, Artinya kini tiap kasus positif yang ditemukan di Jatim telah ditracing dan ditemukan 16 kontak eratnya untuk dites dan diisolasi, sehingga penularan menurun dan positivity rate di bawah 1 yaitu 0,96 persen per minggu. Begitu juga untuk BORnya, mencapai 10,38 persen/minggu dibawah standar WHO,” tandas Mantan Mensos RI.

“Terimakasih para tracers, swabers, babinsa dan babinkabtibmas, tim nakes dan rumah sakit yang telah bekerja keras dan masyarakat Jatim yang telah kooperatif dalam kegiatan testing, tracing, maupun treatment ini,” imbuhnya.

Terkait pembelajaran tatap muka (PTM), Khofifah menjelaskan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), telah mengakui jika ada miskonsepsi terkait data yang menyebutkan bahwa klaster Covid-19 pembelajaran tatap muka (PTM) terbanyak adalah Jatim.

“Data yang dikeluarkan Kemendikbud Ristek adalah data akumulasi selama 14 bulan terakhir, sejak tahun 2020 lalu. InsyaAllah, PTM di Jawa Timur dikawal cukup ketat,” jelas Khofifah.

Secara berkala, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM jenjang SMA/SMK atau SLB yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan ini. PTM dilaksanakan secara hybrid dengan menggabungkan konsep tatap muka dan daring.

“Alhamdulillah, Jawa Timur saat ini  level 1  dengan 25 daerah level 1 sisanya 13 daerah level 2 dan semua daerah risiko rendah atau zona kuning sehingga  sekolah bisa melaksanakan PTM terbatas bertahap,” kata Khofifah.

Meski demikian, Khofifah terus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap  waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19.

“Terimakasih  atas semua kerja keras, kekompakan dan do’a terbaik untuk kita semua. Mari kuatkan disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya. (bw)

UMKM Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj Sa’adah Muhdlor (Ning Sasha) mengunjungi tempat sentra Usaha Mikro Kecil Menengah/UMKM pembuatan peralatan Dapur seperti Panci dan Dandang. Letaknya di Desa Kebakalan Kecamatan Porong.

Bersama pengurus TP-PKK, Ning Sasha, berangkat dari Pendopo Delta Wibawa gowes bareng menuju Desa Bakalan. Desa ini lebih dikenal dengan sebutan desa Panci karena mayoritas warganya berprofesi pembuat Panci. Sabtu, (25/9).

Dalam kunjungannya Ning Sasha menyampaikan pemulihan ekonomi sektor UMKM penting dilakukan. Salah satunya melalui promosi.  Tujuan lain dari kunjungannya ke kampung Panci karena ingin lebih banyak lagi mengenal sentra UMKM yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Selain yang sudah familiar seperti Kampoeng Batik Jetis dan Sentra Industri Tas dan Koper Tanggulangin.

Menurut Istri Gus Muhdlor, keberadaan UMKM mendukung pertumbuhan ekonomi Sidoarjo. Seperti sentra UMKM penghasil panci atau dandang yang lebih dikenal dengan usaha sayangan ini. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan ekonomi yaitu melalui promosi dan bermula dari sini akan ada dukungan dari pemerintah.

‘’Disperindag bisa mengangkat potensi usaha daerah dan bisa dikembangkan agar menjadi jujugan sebagai wisata desa panci,” katanya. Mayoritas warga desa Kebakalan memilih profesi sebagai pengarajin Panci dan dandang.  Profesi ini sudah turun temurun dari zaman kakek mereka.

Hingga saat ini masih bisa bertahan sekalipun dalam kondisi masa pandemi ini. Dalam sehari rata-rata mampu memproduksi 1000 panci dan 500 dandang. “Saya sangat menyayangkan hasil produksi ini malah lebih terkenal di luar daerah Sidoarjo bahkan sampai di luar Jawa. Ini menjadi PR kita bersama untuk membangkitkan lagi agar sentra industri ini menjadi jujugan masyarakat lokal maupun dari luar dan sekaligus membangkitkan UMKM yang ada di desa-desa,” ujarnya.

Sejalan dengan Ning Sasha, Camat Porong Khoirul Anam menyampaikan semoga dengan adanya kunjungan ini akan lebih mengangkat lagi produksi dalam daerah seperti usaha sayangan ini, dimana dengan adanya usaha itu sangat membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar dalam hal tersedianya lapangan kerja.

Seperti diketahui dengan adanya pandemi ini banyak warga yang terdampak pandemi sehingga banyak pengangguran. “Kedepannya kami berharap Pemerintah Daerah bisa membantu dengan memberikan pembinaan maupun pelatihan agar dari sisi kualitas produksi atau pemasarannya bisa lebih meningkat lagi. Begitu pula dalam hal pemasarannya bisa lebih luas lagi,” terangnya.

Salah satu pemilik pengrajin Hj Khalimatus Sa’diyah, warga Desa Kebakalan RT.02/01 Desa Kebakalan Kec. Porong, mengatakan, hasil produksinya diberi merk atau brand “Gajah Delta”. Setiap bulan omzetnya mencapai Rp 500 juta.

Selain panci dan dandang, Perempuan yang sudah menggeluti usaha panci belasan tahun itu juga memproduksi segala macam alat dapur seperti, Langseng, Rantang dll. Untuk menjalankan usahanya, Khalimatus dibantu 60 orang karyawannya yang sebagian besar warga desa sekitar. Setiap hari mereka bekerja mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Kami melayani pembelian partai maupun eceran dan hasil produksi kita pasarkan ke Jember, Madiun, Jawa Tengah serta Lombok dan Kalimantan,” ungkapnya. (no)

Tayangan Dokumenter Kolaborasi Lintas Generasi Sambangi Empat Kota

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Tayangan dokumenter yang menceritakan kolaborasi lintas generasi melalui perjalanan ke empat kota di Indonesia. Tayangan dokumenter ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian campaign kemerdekaan IM3 Ooredoo setelah sebelumnya merilis video Satu Satu – Bersatu Untuk Merdeka yang dibawakan oleh Iwan Fals, berkolaborasi dengan Hindia, Rendy Pandugo dan Petra Sihombing, serta Collabonation Konser Kemerdekaan ‘Bersatu untuk Merdeka’.

Melalui Collabonation Road to Unity – Bersatu untuk Bangkit, IM3 Ooredoo hendak terus memperkuat pesan tentang persatuan dan kolaborasi untuk bangkit bersama. Series dokumenter Collabonation Road to Unity yang terdiri dari empat episode ini akan menayangkan episode perdananya pada 24 September 2021 di YouTube IM3 Ooredoo.

Melalui Collabonation Road to Unity – Bersatu untuk Bangkit, IM3 Ooredoo mengajak para musisi muda Collabonation diantaranya Iga Massardi, Kunto Aji, Sal Priadi, Petra Sihombing, Asteriska, dan Rendy Pandugo untuk melakukan perjalanan lintas kota bertemu dengan para musisi dan seniman senior dari 4 kota di Jawa dan Bali seperti Barata Sena & Gondrong Gunarto (Solo), Shaggydog (Yogyakarta), Mocca (Bandung), dan Navicula (Denpasar).

Tayangan dokumenter ini akan secara mendalam menceritakan perjalanan tersebut dengan menunjukkan berbagai kegiatan produktif dan bagaimana para seniman dan musisi senior dapat terus berkarya, berkolaborasi dan bertahan bersama meski di situasi sulit seperti sekarang.

Mereka juga akan berdiskusi dan saling membagi pengalaman atas usaha dan perannya dalam bahu membahu mengatasi keadaan yang penuh tantangan saat ini di lingkungan dan komunitas sekitar mereka agar dapat terus berusaha bangkit bersama. Semangat bersatu dan kolaborasi ini juga terus dikobarkan antara musisi muda dengan para seniman

dan musisi senior untuk terus berkarya dengan melakukan pertunjukan musik kolaborasi yang belum pernah ada sebelumnya. Fahroni Arifin, SVP – Head of Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo, mengatakan, campaign kemerdekaan yang dipersembahkan oleh IM3 Ooredoo pada Agustus lalu adalah tentang bagaimana dengan Bersatu, kita dapat bangkit bersama dan mengatasi setiap tantangan dengan lebih mudah.

‘’Bersatu Untuk Bangkit menjadi tema yang kami angkat dalam series dokumenter Collabonation Road To Unity – Bersatu untuk Bangkit, yang menceritakan perjalanan musisi Collabonation untuk belajar dan mendapatkan inspirasi dari seniman dan musisi senior bagaimana mereka dapat terus berkarya bahkan peduli dengan saling bahu-membahu membantu masyarakat di sekitar mereka agar bisa bangkit pada situasi penuh keterbatasan sekarang ini,” kata Fahroni Arifin, di Jakarta Jumat (24/9).

Selain berbagi pengalaman dan cerita dari para seniman dan musisi senior di empat kota, series dokumenter ini juga akan menghadirkan penampilan kolaborasi yang spesial. Dengan memadukan latar belakang musik dan seni, para musisi Collabonation akan berkolaborasi di atas panggung bersama dengan para seniman dan musisi senior untuk menghadirkan sajian yang merepresentasikan keunikan cerita dari masing-masing kota.

Iga Massardi, perwakilan dari musisi Collabonation, menyampaikan, collabonation Road To Unity – Bersatu untuk Bangkit ini bercerita tentang bagaimana para musisi muda yang terlibat di Collabonation bisa mendatangi musisi yang lebih senior untuk mempelajari pengalaman dan pola pikir mereka mengenai bagaimana agar tetap bisa survive di era pandemi ini dan memberikan insight baru bagi teman-teman.

Mewakili musisi senior yang berkolaborasi, Heru Shaggydog, menjelaskan, “Hidup itu harus ‘migunani tumramping liyan’, hidup itu harus saling berguna satu sama lain. Karena di pandemi ini, prioritasnya adalah bagaimana kita membantu sesama. Sebagai warga, apa yang kita bisa bantu, apa yang kita bisa lakukan dan bagaimana kita bisa bersinergi dengan semua elemen-elemen ini. Di masa seperti ini kita dapat melihat dari sisi positifnya, kami memilih untuk menggunakan waktu untuk berkarya dan bereksperimen untuk dapat melakukan lebih banyak hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Collabonation Road to Unity – Bersatu untuk Bangkit merupakan perwujudan dari konsistensi IM3 Ooredoo untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam memberikan semangat optimisme, serta sebagai pengingat kepada sesama bahwa kita semua saling membutuhkan. Kita perlu bersatu agar bisa bangkit dan berjuang bersama.

“Kegiatan Collabonation Road To Unity – Bersatu untuk Bangkit dan seluruh rangkaian kampanye Bersatu untuk Merdeka diharapkan dapat menginspirasi serta mendorong para penontonnya, juga seluruh masyarakat Indonesia, untuk tetap bersatu, berkolaborasi, dan terus berkarya apapun keadaannya,” tutup Fahroni. (bw)

Sambangi Gerakan Petani Milenial Organik di Magetan, Wagub Emil, Sampaikan 3 Poin

0

Magetan, (pawartajatim.com) – Bertepatan dengan Hari Tani Nasional (HTN), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung kerja nyata hasil produksi pertanian organik berupa beras yang diprakarsai Gerakan Milenial Cemerlang (GEMILANG) dan Gerakan Magetan Pertanian Organik (GEMPOR) di Desa Sumursongo, Kecamatan Karas, Kab. Magetan, Jumat, (24/9).

Didampingi Bupati Magetan Suprawoto, Kepala Desa Sumursongo Rubangi serta jajaran Dinas Pertanian Kab. Magetan, Wagub Emil meninjau sekaligus mengevaluasi apa saja kebutuhan tambahan dari para petani Milenial Organik.

Menurut dia, sebuah program tidak bisa sekali dilaksanakan, tetapi harus berkelanjutan agar mengetahui apa saja hambatan yang terjadi di lapangan. Dari hasil pemaparan yang disampaikan, ada 3 poin yang didapatkan, yakni sertifikasi tanah, packaging dan branding produk serta regenerasi petani.

Pertama, soal sertifikasi tanah. Menurutnya, pada aspek legalitas negara, persoalan sertifikasi tidak bisa instan. Karena ada beberapa siklus untuk tanah dianggap sudah benar-benar kadar kimianya berkurang.

“Meski belum disertifikasi, produk ini akan tetap dipasarkan sebagai produk organik,” kata Wagub Emil. Kedua, branding dan packaging menjadi tugas koordinator GEMILANG untuk menindaklanjuti tantangan berikutnya, yakni dengan cara memperkenalkan produk ke perkotaan seperti mentik susu, mentik wangi dan varietas 32.

“Kita tidak ingin ketika teman-teman menanam tapi kesulitan menjual,” ujarnya.  Ketiga, soal regenerasi petani. Agar regenerasi petani berjalan dengan baik, Wagub Emil meminta anak muda meningkatkan pendidikan atau wawasannya agar bisa membuka lahan.

Meski luasan lahan dirasa sedikit, namun ketika dibedah isi kepala anak-anak muda dari Sumursongo bisa mendapat puluhan hektare lahan karena dibimbing mentor dan banyak melakukan pembelajaran.

“Ini yang harus kita kejar. Makanya, Hari Tani menjadi momentum melakukan regenerasi petani,” tuturnya. Selain meningkatkan wawasan, Wagub Emil mengusulkan kepada Bupati Magetan dan Kepala Desa Sumursongo agar membuat konsep 1 kelompok per 10 hektar.

Jadi, 10 ha lahan digarap petani, tetapi ada 1 kelompok tani milenial yang membantu untuk mengubah polanya. “Jadi bukan regenerasi langsung ganti petani. Bukan juga menggarap lahan sendiri. Akan tetapi, bekerjasama dengan petani yang ada untuk kemudian menghasilkan bantuan-bantuan seperti sertifikasi satu kelompok serta dari sisi penjualan sistemnya bagi hasil dari penambahan produktivitas,” jelas mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Melalui hasil peninjauan dan evaluasi yang didapatkan, Wagub Emil, optimis bahwa kelompok tani GEMILANG dan GEMPOR Magetan memiliki inisiatif bagaimana menekan biaya produksi, serta menghasilkan nilai lebih tinggi melalui penanaman organik.

Dengan demikian, pasar yang disasar jelas, panen konsisten, tanah terukur dan terverifikasi. Sehingga ke depan, jaringan akan semakin diperluas dengan kelompok lain yang ada di Jatim dengan dukungan teknologi dan teknik yang baru.

“Dari Magetan kita gelorakan petani Milenial yang organik, sehingga menjadi masa depan bagi para petani. Mengentaskan kita dari kemiskinan, mensejahterakan masyarakat, mewujudkan kedaulatan pangan dan masyarakat sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Suprawoto menyampaikan, melalui gerakan petani organik semacam ini, mengembalikan kesadaran masyarakat terkait pertanian yang sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, menumbuhkan sebuah harapan bahwa hidup di desa bukan terpaksa melainkan pilihan.

“Ada harapan salah satunya seperti yang dilakukan Gemilang dan GEMPOR, sehingga petani menjadi lebih baik utamanya dari sisi pendapatan,” ungkapnya. Kedepan, Suprawoto dan jajaran akan melengkapi alat-alat petani milenial yang masih sederhana.

Seperti pemilah beras, pengering atau open gabah dan alat vakum untuk packaging. “Dengan demikian, harapan dan semangat anak muda hidup di desa semakin tumbuh tanpa harus merantau ke perkotaan,” pungkasnya. (bw)

Edukasi Masyarakat Bebaskan Diri dari Gigi Berlubang

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui brand Pepsodent Kembali berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia/ARSGMPI) untuk menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2021.

Meyakini gigi yang kuat akan berujung pada hidup yang lebih sehat, melalui BKGN 2021, Pepsodent mengawali kampanye “Yuk #SikatGigiSekarang untuk #SenyumIndonesia” yang menginspirasi dan mengedukasi masyarakat untuk segera membebaskan diri dari gigi berlubang. (bw)

Antusias, Peserta UKM Ikuti Workshop Labeling Kadin Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Dalam upaya peningkatan keberadaan Usaha Kecil Menengah/UKM, perlu diadakan pelatihan. Di Kabupaten  Gresik, salah satu upaya peningkatan itu telah dilakukan Kadin setempat.

Untuk memberdayakan UKM yang ada di kota Pudak, Kadin Gresik bersinergi dengan Citra Pengusaha Mandiri/CPM mengadakan pelatihan atau workshop. Materi pelatihan terkait kemasan produk yang menarik dan labeling. Kegiatan yang dilaksanakan di Gresik Kamis (23/9) ini dihadiri sekitar 50 pengusaha UKM yang tersebar di kota santri.

Mereka tampak antusias mengikuti materi-materi yang disampaikan. Turut hadir dalam acara ini Riris Komite Tetap Kadin Gresik Bidang Pemasaran yang juga owner Bebek Selem, I Made Agus Budiono Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin, Eddy Purwanto Wakil Ketua Bidang Koperasi dan UMKM Kadin, Berrylianti Ariesta Eldoris dari CPM Gresik yang mempersiapkan sarana dan prasarana kegiatan.

Latar belakang peserta pelatihan beragam bidang usaha seperti mamin, kuliner, craft, fashion. “Target kami  kegiatan workshop ini bisa mendorong pengusaha kecil go online, go export, go modern,” kata I Made Agus Budiono, usai menyampaikan pemaparan.

Acara ini, diharapkan dapat mengangkat status pengusaha kecil bisa naik kelas. Pria kelahiran Bulan Agustus ini menambahkan, Kadin Gresik berupaya untuk mendampingi UKM sampai bisa go export.

“Kita akan membantu dari sisi kemasan, legalitas, packaging, dan kapasitas produksi. Semuai ini kami berikan secara gratis alias tanpa bayar,” jelasnya. Terkait lebeling, kata Agus, terdapat  7 item yang harus dicermati.

Yaitu, nama atau brand produk, info tentang berat produk, info produsen dan distributor,  pencantuman komposisi bahan, legalitas produk, masa berlaku produk, serta kode produksi.

“Ketujuh hal ini harus benar-benar diperhatikan jika memang ingin bisa bersaing di pasar termasuk pasar luar negeri,” tandasnya. Sementara itu, Eddy Purwanto, lebih menekankan pada fungsi kemasan.

Ini dinilai penting mengingat  untuk melindungi produk, mewadahi produk, promosi, dan komunikasi atau  memberi tahu konsumen. Tak lupa ia juga memaparkan cara memasang segel produk dengan memakai peralatan yang sederhana.

“Saya yakin yang hadir disini pasti bisa menerapkan yg sudah dipaparkan,” kata pria yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia UKM ini. Terpisah, Firdaus Ketua Forum Komunitas Wirausaha/FKW Gresik turut mengapresiasi  dengan kegiatan yang dipelopori oleh Kadin ini.

Karena bisa membantu UKM mengenal berbagai hal agar mereka segera bisa naik kelas. Salah satu peserta dari Jl. Sunan Giri Gresik, Ahmad Khusaeri yang memiliki produk minuman 70ves coffe, mengaku gembira dengan workshop ini, dirinya ingin belajar konsep pemasaran sehingga penjualannya bisa tampil di pasar yang lebih tinggi. (dra)

Kolaborasi Pemkab Sidoarjo dengan Aisyiah Gelar Vaksinasi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Kolaborasi percepatan vaksinasi antara Pemkab Sidoarjo dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah diikuti 800 perserta. Mereka yang ikut vaksinasi itu merupakan anggota persyarikatan wanita Aisyiyah dan masyarakat umum. P

Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama itu ditinjau Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) di Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Kamis, (23/9). Aisyiyah merupakan organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah yang memiliki ribuan anggota itu memang dikenal aktif dalam berkegiatan sosial.

Termasuk dalam gerakan amal usaha membantu peningkatan kesehatan masyarakat melalui unit-unit usaha kesehatan seperti RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. “Kita sangat terbantu sekali dengan peran Muhammadiyah dalam mensukseskan percepatan vaksinasi. Seperti yang dilakukan Aisyiyah hari ini yang telah mengumpulkan anggotanya dan mengajak masyarakat untuk ikut vaksin,” kata Bupati Gus Muhdlor.

Untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi kata Bupati maka percepatan menuju level 1 harus dilakukan. Oleh sebab itu Bupati mengajak para stakeholder dan warga Sidoarjo untuk bahu membahu sukseskan vaksinasi target dalam seminggu kedepan cakupan vaksinasi sudah 70 persen dosis pertama.

“Kepada keluarga Aisyiyah yang sudah menginisiasi kegiatan vaksinasi ini saya sampaikan terimakasih. Kepada yang hadir perlu disampaikan ke saudara dan tetangganya bahwa vaksin ini tidak kemudian menjadikan kebal tapi dengan vaksin tingkat vatality rate-nya rendah. Jadi orang yang sudah mendapatkan vaksin apabila terpapar covid resiko kematiannya lebih rendah,” jelas Gus Muhdlor.

Ketua PD Aisyiyah Sidoarjo Zubaidah Syafi’i menyampaikan pada awal pandemi PD Aisyiyah Sidoarjo sudah bergerak melakukan edukasi ke masyarakat pentingnya protokol menjaga kesehatan. Dan sampai sekarang Aisyiyah ikut bersama-sama Pemda mensukseskan program percepatan vaksinasi.

“Hari ini vaksin sedang diburu masyarakat. Hari Selasa kita publikasikan pendaftaran dan hari Kamis sudah penuh warga yang mendaftar,” ujar Zubaidah. Kerjasama ini tambah Zubaidah, tidak hanya selesai disini saja tapi bisa berlanjut lagi.

“Aisyiyah selalu siap kerjasama dengan Pemkab Sidoarjo sukseskan vaksinasi,” jelasnya. (no)

Gapoktan Sidoarjo Terima Bantuan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Bantuan alat ini dari kementrian pertanian pusat untuk Gapoktan Kabupaten Sidoarjo,yang di fasilitasi oleh DPD Partai Nasdem Kabupaten Sidoarjo. Bantuan alat pertanian berupa 5 Hend traktor,8 cultivator dan 10 pompa air,s emua sesuai kebutuhan para Gapoktan,’’ kata Aan Selaku Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian.

Hj Ir Nurhendriyati Ningsih, Ketua DPD Partai Nasdem (Nasional Demokrat) kabupaten Sidoarjo menyatakan agar para Gapoktan bisa mengunakan peralatan ini dengan baik dan benar serta merawatnya dengan rutin, karena akan ada lagi bantuan untuk Gapoktan alat penunjang pertanian yang lainya.

Tampak para petani tersenyum bahagia menerima alat”pertanian ini. (no)

Lamongan Genjot Pencapaian 70 Persen Vaksinasi

0

Lamongan, (pawartajatim.com) – Guna mewujudkan harapan untuk dapat menjadikan pandemi Covid-19 menjadi endemi, pemerintah bersama dengan berbagai pihak giat melaksanakan percepatan vaksinasi.

Hal ini demi tercapainya herd immunity (kekebalan imunitas). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Rabu (22/9), memperoleh bantuan vaksinasi dosis 1 dari Binda (Badan Intelijen Negara Daerah) Jatim.

Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan di dua tempat, yakni Masjid LDII (Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Al-Karim) Sugio dan SMP Negeri 1 Pucuk. Total dosis vaksin Sinovac yang  disuntikkan  sejumlah 2.734 dosis, dengan rincian 1.234 dosis (lansia 275 orang, umum 959 orang) di Masjid LDII dan 1.500 dosis di SMP Negeri 1 Pucuk.

Bupati Yuhronur Efendi, menyambut baik bantuan vaksinasi yang diberikan oleh Binda Jatim untuk pelajar dan masyarakat Lamongan. “Saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lamongan berterimakasih kepada Jajaran Binda Jatim. Ini melengkapi upaya kami TNI, Polri, Pemerintah Daerah dalam rangka untuk terus mensukseskan vaksinasi di Kabupaten Lamongan, khususnya untuk mencapai herd immunity,” ungkapnya.

Bupati yang kerap disapa Pak YES ini juga mengungkapkan, sasaran proyeksi vaksinasi masyarakat Lamongan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan yakni sebesar 1.063.543 dosis, per-21 September kemarin telah mencapai 52,78 persen yang sudah menerima vaksinasi dosis 1.

Dari sekitar 52 persen masyarakat yang telah menerima vaksin dosis 1, sebanyak 34,61 persen lansia dan 70,27 persen remaja telah melaksanakan vaksinasi. Bupati berharap secepatnya pelaksanaan vaksinasi di Lamongan dapat mencapai 70 persen dari jumlah sasaran penduduk yang akan divaksin.

“Mudah-mudahan ini memberi manfaat bagi pelajar dan masyarakat Lamongan. Tapi walaupun nanti sudah divaksin semua, walaupun aktifitas apa saja sudah ada kelonggaran, jangan euforia, biasa-biasa saja. Tetap lakukan aktifitas sebagaimana ketentuan, jangan lupa protokol kesehatan, terutama masker,” himbau Pak YES.

Sementara itu, Kepala Bagian Ops BIN Daerah Jatim Kolonel Inf Fahmi Sudirman menyatakan, vaksinasi ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo untuk membantu program vaksinasi.

Terutama di lingkungan pelajar usia 12-18 tahun, guna mempersiapkan pembelajaran tatap muka. “Semoga dengan dilaksanakannya vaksinasi pada para pelajar ini, sistem pembelajaran tatap muka bisa terealisasi, namun tetap disiplin protokol kesehatan. BIN melaksanakan vaksinasi ini menindaklanjuti perintah Presiden, sehingga siswa maupun pelajar bisa melakukan pembelajaran tatap muka, gurunya sudah tervaksin pertama-tama, muridnya juga sudah tervaksin, sistem pembelajaran akan relatif lebih aman,” tambah Kolonel Fahmi. (dra)