Survei BI : Penyaluran Pembiayaan Perbankan Terindikasi Meningkat

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan mengindikasikan penyaluran kredit baru pada Agustus 2021 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut terutama didorong oleh jenis penggunaan KPR dan kredit konsumsi lainnya. Sementara, jenis Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) diprakirakan melambat.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengatakan, berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada Agustus 2021 diprakirakan terjadi pada bank umum dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), sementara penyaluran kredit pada Bank Umum Syariah (BUS) melambat.

Untuk keseluruhan triwulan III 2021, penyaluran kredit baru juga diprakirakan tumbuh, meski tidak setinggi pertumbuhan triwulan sebelumnya. Hasil survei menunjukkan, kebutuhan pembiayaan korporasi pada Agustus tetap tumbuh, meskipun melambat  dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang1 (SBT) sebesar 0,9 persen, lebih rendah dari 1,8 persen pada Juli 2021,” ujarnya Sabtu (18/9). Sejumlah sektor seperti sektor pertambangan, industri pengolahan, dan jasa kesehatan terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang tidak setinggi bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh menurunnya kegiatan operasional.

Disisi lain, terdapat sejumlah sektor yang terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang meningkat, yaitu sektor Real Estat, Jasa Perusahaan dan Informasi dan Komunikasi terutama untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo dan aktivitas investasi.

Hasil survei juga mengindikasikan penambahan permintaan pembiayaan oleh rumah tangga pada Agustus lalu terpantau meningkat. Bank umum masih menjadi preferensi sumber utama penambahan pembiayaan responden rumah tangga, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa kredit multi guna dan kredit kendaraan bermotor. (bw)

Peduli MBR, Wawali Armuji, Tinjau JPS di Lapangan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Komitmen dan keberpihakan Pemerintah Kota Surabaya kepada warganya, ditunjukkan dengan memberikan pelayanan maksimal dan peninjauan langsung  proses penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Diantaranya di Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, dan Balai RW X Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari. Di kedua tempat tersebut, tampak Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turun langsung ke lokasi.

“Total ada 25.304 warga MBR di Surabaya yang belum tercover bansos dari Kemensos,”  kata Wakil Wali Kota Surabaya, Ir Armuji, MH kepada pawartajatim.com, di Surabaya Rabu (15/9).

Karena itu, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim bersinergi untuk memberikan bansos kepada warga MBR yang tidak menerima bansos dari Kemensos. “Pemkot Surabaya sudah memberikan bansos kepada warga MBR  sejumlah 19.054,” jelas mantan Ketua DPRD Surabaya ini.

Sedangkan sampai saat ini, Pemprov Jatim sudah memberikan bantuan sebanyak 6.250 orang. Pemkot Surabaya sudah menganggarkan Rp 3,8 M pada APBD Kota Surabaya tahun 2021, pada pos anggaran tak terduga.

“Pemberian JPS merupakan bukti bahwa Pemkot Surabaya hadir saat warga membutuhkan di era pandemi seperti sekarang ini,” tambah alumni ITATS ini. (nn)

Jalan Ikhlas Sang Relawan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – ‘Jadi relawan itu pilihan hidup’. itulah yang dikatakan Budi Murtianingsih, seorang relawan bidang pendampingan  kesehatan. Perempuan kelahiran, Surabaya, 21 Agustus 1974 yang akrab disapa Nunung, ini bersama Ferry, berkecimpung dibidang pendampingan sejak 2010.

Pertama mendampingi pasien katarak miskin di RS DR Soetomo, seorang pedagang daging. Dianjurkan untuk memakai SKTM, berhasil gratis tanpa mengeluarkan biaya sama sekali. “Saya merasa senang bisa menolong orang yang dalam kesusahan, terutama orang sakit,” kata Nunung, kepada pawartajatim.com, Sabtu (18/9).

Pada saat maraknya pandemi covid, Nunung, juga mendampingi puluhan pasien terpapar covid di beberapa rumah sakit (RS). Antara lain, DR Soetomo, RKZ, Soewandi, Husada Utama, RS Unair. Yang berkesan dan paling diingat selama masa pendampingan, yaitu saat menangani Eka, pasien berusia 8 tahun dari Papua, dengan penyakit awal tumor otak dan infeksi saluran kencing.

Awalnya dirujuk ke Jember, kemudian ditangani  rawat jalan di RS Dr Soetomo. Kondisi pasien menggigil, setelah 22 hari dirawat, kemudian meninggal dunia. “Pasien di makamkan di makam keluarga bapaknya Pasuruan,” jelas warga Gubeng Jaya SR ini.

Hal yang menyedihkan lagi, saat menangani pasien kanker paru-paru, seorang gadis baru lulus SMA,  putri seorang pedagang es cao, warga Tuban. “Bayangkan, saya hanya punya uang Rp 50.000 untuk berjaga apabila ditolak ditangani,” tambah aktifis Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Surabaya ini.

Oleh Nunung, pasien ini dibawakan 2 nasi bungkus lauk tahu dan telur goreng. Sambal kecap, dan  minumnya teh panas. Nasi bungkus yang mestinya bekalnya itu, dimakan bersama pasien dan keluarganya.

Pasien dan keluarganya terharu. Tapi sayang, dua hari kemudian pasien meninggal dunia. Tak hanya itu, ada lagi pasien dampingan asal Surabaya, seorang anak laki-laki usia enam tahun meninggal dunia, karena jantung bocor.

Pasien tersebut diantar ibunya dirawat di RS Dr Soetomo.  Ditengah keterbatasan uang yang dimiliki, Nunung sempat mengajak makan  pasien dampingan di kantin rumah sakit, dengan menu ayam. Belum lagi pasien gagal ginjal dari Gresik, yang  sempat mengalami kendala karena iuran  BPJS menunggak selama tiga bulan dan oleh Nunung dibantu menguruskan SKTM.

Walaupun akhirnya pasien meninggal dunia, setelah cuci darah. Saat ditanya, apakah ada ketakutan melakukan pendampingan saat covid-19 ? Nunung menjawab dengan tegas dan lugas. “Saya pasrah, yang penting sudah menjalani prokes,” tambah perempuan manis berhijab ini.

Sebagai manusia biasa, Nunung, merasa  sedih bila ada pasien meninggal dunia. Apalagi pasien meninggal karena covid, kemudian keluarganya tetap memaksakan untuk membawa pulang jenazah. Dan sudah ada sekitar 10 kasus seperti itu yang terjadi, selama dia melakukan pendampingan. (nn)

Imbas Tanah Diuruk, Petani Demo Pergudangan DKP Driyorejo

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Imbas dari tanah diuruk, para  petani  demo dengan jalan kaki ke pergudangan. Terdapat 3 orang yang merupakan perwakilan kelompok petani Desa Tenaru Kec. Driyorejo Gresik melakukan aksi  menuju Kawasan Pergudangan DKP (Driyorejo Kencana Permai).

Aksi yang berlangsung di Driyorejo Gresik, Sabtu (18/9) ini merupakan  bentuk protes kelompok petani Desa Tenaru atas dampak pengurukan lahan pergudangan yang berada di desanya. “Imbas dari pengurukan tersebut menyebabkan banyak masalah. Diantaranya banjir dan tanah urukan menjalar ke lahan-lahan pertanian,” kata Muhammad Sutek Koordinator Kelompok Petani Desa Tenaru.

Sutek, menjelaskan, setelah pengurukan tersebut menyebabkan dampak seperti lahan petani terancam tidak bisa ditanami. Ini terjadi  karena pada tiga hari lalu turun hujan lebat. Sehingga tanah urukan meluber.

Atas peristiwa ini  warga telah mengirimkan surat ke pihak DKP untuk membahas potensi kerusakan lahan akibat banjir dan longsor. Mengingat bila musim  hujan tiba dimungkinkan terjadi kondisi lebih parah lagi. Namun surat itu belum mendapat tanggapan dari pihak pengelola pergudangan.

Sementara itu, Ruli Mustika Adya SH, kuasa hukum kelompok petani menyatakan bahwa aksi jalan kaki ini adalah bentuk protes dari kelompok petani yang dirugikan atas kegiatan pengurukan pihak PT DKP.

Pihaknya akan menempuh jalur hukum dan melakukan gugatan  jika tidak ada penyelesaian di luar pengadilan. Mengingat sebagian warga di Desa Tenaru masih menggantungkan mata pencahariannya pada lahan pertanian. (dra)

Jalin Silaturrahmi, Kapolres Gresik Kunjungi  Tokoh Agama

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Sebagai pejabat baru, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Mochammad Nur Azis,  menjalin silaturrahmi dengan para tokoh agama dan masyarakat.

Para tokoh itu diantaranya Ketua PD Muhammadiyah, LDII dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik. Kegiatan itu dilaksanakan Jumat (17/9). Kegiatan diawali sebelum sholat Jumat dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik H. Zainal Abidin, M. Fil.

Di meeting room Masjid Agung, Zainal Abidin menyampaikan bahwa selama ini DMI juga ikut membantu kepada korban yang terdampak Covid 19 di Kabupaten Gresik. Selain memberi ucapan selamat kepada Kapolres Gresik, Ketua DMI juga berdoa semoga beliau menjadi Kapolres yang lebih elegan dan bijak.

Masih di tempat yang sama, Ketua DMI menyebut pihaknya juga turut membantu kepada korban yang terdampak Covid 19 di Kabupaten Gresik. “Mohon bantuan dan supportnya kepada pihak Kepolisian, Insyaallah bulan depan kami akan mengadakan kegiatan Masjid Tangguh terkait Prokes di masing masing Masjid,” tambah Zainal Abidin.

Sementara itu, Kapolres Gresik juga berharap bisa bersinergi dengan tokoh agama yang ada di Kota Santri. Ketua DMI Gresik menambahkan ikut mengambil peran aktif membantu upaya pemerintah terkait percepatan vaksinasi.

Sebelum berpamitan, Kapolres Gresik menerima cinderamata berupa songkok kehormatan dan buku panduan DMI. Kunjungan berikutnya, orang nomor satu di Polres Gresik ini menuju gedung dakwah Muhammadiyah.

Disambut Ketua PD Muhammadiyah Gresik Drs. H. Taufiqullah Ahmady, MP untuk selanjutnya melaksanakan sholat Jumat di Masjid At Tanwir yang masih satu lokasi dengan gedung dakwah. Seusai sholat Jumat, Ketua PD Muhammadiyah Gresik dan Kapolres Gresik sepakat untuk bersinergi demi menjaga Kota Santri tetap kondusif.

Langkah ringan AKBP Nur Azis yang juga mantan santri pesantren itu bertandang ke kantor LDII  disambut H. Abdul Muis Zuhry selaku Ketua DPD LDII Gresik. Selain berharap selalu menjalin kerjasama dan silaturahmi, Ketua LDII juga mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas di desa-desa sehingga mengetahui permasalahan yang muncul ditengah masyarakat.

Belum sah rasanya jika belum berkunjung ke Markas Kodim. Disambut hangat oleh Dandim 0817 / Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos, Mi.Pol. “TNI – POLRI selalu solid bersama sama untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Gresik,” tegas Dandim.

Lawatan dilanjut ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. Didampingi Kasatlantas AKP Engkos Sarkosi, alumni Akpol 2002 itu banyak bercerita pengalaman selama bertugas. Ketua PWI Gresik Sholahuddin, mengatakan, kedatangan Kapolres ini suatu kehormatan bagi awak media.

“Ini suatu penghormatan bagi rekan-rekan wartawan yang tergabung di PWI Gresik. Usai Sertijab beberapa hari langsung bersilaturrahmi ke sekretariat kami,” kata Cak Hud panggilan akrab Ketua PWI Gresik ini.

Sementara AKBP Mochamad Nur Aziz menuturkan, wartawan adalah rekan atau mitra Polres Gresik dalam menyampaikan informasi. “Selama satu bulan ini memang saya fokuskan banyak silaturrahmi baik itu ke ulama, tokoh masyarakat, atau pejabat Forkopimda Gresik,” tuturnya.

Mantan Kapolres Ponorogo ini juga menambahkan, dirinya banyak belajar dari seniornya yang pernah bertugas di Gresik. Bahkan, saat pertama kali bertugas juga melakukan ziarah ke makam Sunan Giri serta Maulana Malik Ibrahim.

Malahan ikon Gresik sebagai Kota Santri dijadikan tagline-nya. “Saya membuat tagline kota santri artinya kerjasama, obyektif, silaturrahmi, teladan, adil dan religius. Mudah-mudahan dengan tagline ini suasana kamtibmas aman dan kondusif.” pungkasnya.

Jelang petang Kapolres Gresik, berkunjung di kantor Komunitas wartawan Gresik (KWG). Suhud, selaku Ketua KWG mengaku, suatu kehormatan Kapolres Gresik telah menyempatkan diri menjalin silaturahmi dengan wartawan Gresik. (dra)

Ini Kunci Sinergi Bangun Ekosistim SRG untuk Sejahterakan Petani

0

Bandung, (pawartajatim.com) – Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem sistem resi gudang (SRG) di Indonesia. Melalui sinergi tersebut, SRG dapat dilaksanakan secara optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia.

Penegasan itu dikemukakan, Wakil Menteri Perdagangan/Wamendag, Jerry Sambuaga, saat membuka Public Hearing “Membangun Ekosistem Sistem Resi Gudang di Indonesia” yang digelar secara hibrida pada hari ini, Jumat (17/9).

Kegiatan ini diselenggarakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat  Arifin Soedjayana.

Kemendag telah membangun SRG sejak 2006 untuk membantu mengatasi tantangan petani daerah yang kesulitan dalam mendapatkan harga yang menguntungkan saat panen. Hal ini salah satunya disebabkan karena petani tidak mempunyai gudang untuk menyimpan hasil pertanian.

”Kemendag memberikan solusi dengan membangun gudang SRG sebagai instrumen tunda jual untuk membantu kesejahteraan petani,” kata Wamendag Jerry. Ia menyampaikan, untuk mendukung pelaksanaan SRG, Kemendag telah membangun gudag SRG beserta sarananya melalui APBN di daerah sentra produksi.

“Saat ini terdapat 123 gudang SRG yang dibangun Kemendag di berbagai daerah di Indonesia. Melalui SRG petani dapat menyimpan komoditas selama 3—5 bulan dan dijual kembali ketika harga menguntungkan,” ujarnya.

Wamendag menyebut, SRG dapat digunakan sebagai instrumen sistem pembiayaan perdagangan melalui pemberian kredit untuk petani. Selain itu, SRG menjadi solusi untuk permasalahan kelebihan suplai. “SRG bermanfaat untuk menjaga stabilitas harga komoditi di pasar dan menjadi instrumen Pemerintah untuk persediaan pangan nasional,” ucapnya.

Terdapat beberapa faktor yang diperlukan dalam membangun ekosistem SRG di daerah yaitu  dukungan pemerintah pusat dan daerah serta lembaga SRG; pengelola gudang yang mandiri dan profesional, dukungan infrastruktur pendukung, terciptanya jaringan pemasaran, serta kelembagaan petani/nelayan/peternak di lokasi gudang SRG.

“Faktor tersebut akan membentuk ekosistem yang akan menunjang pelaksanaan SRG yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas. Merupakan pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk membentuk ekosistem yang dapat mendukung pengembangan ekonomi untuk masyarakat ini semakin luas,” tutup Wamendag Jerry.

Sementara itu, Dirut PT KBI Fajar Wibhiyadi, mengatakan, KBI sebagai pusat registrasi resi gudang berkewajiban melakukan pencatatan, penyimpanan, pemindahbukuan kepemilikan, pembebanan hak jaminan, pelaporan serta penyediaan sistem dan jaringan informasi resi gudang dan derivatif resi gudang.

Selain itu, KBI terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pemanfaatan SRG bersama pemangku kepentingan, khususnya ke daerah sentra komoditas. “Seiring dengan perkembangan teknologi, KBI telah memperbarui aplikasi registrasi yaitu IsWare NextGen, dengan menggunakan teknologi Blockchain, dan Smart Contract. Dengan aplikasi ini, para pemilik komoditas dapat melakukan registrasi dengan mudah dan aman,” ucap Fajar.

Fajar melanjutkan, pusat registrasi resi gudang merupakan perwujudan dari tugas KBI sebagai akselerator ekonomi masyarakat. “Untuk itu, KBI telah menjalankan program kemitraan dalam lingkup tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui pembiayaan untuk pemilik barang yang menyimpan di gudang resi gudang (RG) sebagai bukti kepemilikan barang yang dijaminkan,” pungkasnya.

Terkait program kemitraan dengan jaminan resi gudang yang dijalankan KBI, hingga Agustus 2021 jumlah jaminan resi gudang melalui program kemitraan tercatat sebesar Rp 5,3 miliar untuk 14 resi gudang yang berasal dari 97 mitra. Nilai ini naik 3,9 persen dari sepanjang 2020 yang tercatat sebesar Rp 5,1 miliar untuk 7 resi gudang dengan 95 mitra.

Hingga 2021, pelaksanaan SRG telah mencakup 20 komoditas, yang terdiri atas komoditas pangan pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan dan telah dilaksanakan di 118 kabupaten/kota yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

Terdapat peningkatan partisipasi pelaku usaha komoditas dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, terdapat 96 pengelola SRG yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti, 153 Gudang SRG, serta 70 Lembaga Penilaian Kesesuaian SRG yang mendukung pelaksanaan SRG di Indonesia.

Peningkatan ini berdampak pada peningkatan nilai pemanfaatan SRG dalam tiga tahun terakhir. Pada periode Januari—September  2021, nilai transaksi resi gudang mencapai Rp 329,21 miliar tumbuh 169 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini diikuti naiknya pembiayaan berbasis SRG yang disalurkan yaitu mencapai Rp 233,02 miliar atau naik 205 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya. (bw)

Pembangunan Tol Trans Madura, Jangan Sampai Berubah Fungsi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Urgensi pembangunan tol trans Madura tidak boleh merubah fungsi pulau garam itu sendiri. Apalagi, pulau Madura memiliki produktifitas hasil garamnya yang melimpah.

“Saya nitip betul pembahasan pembangunan tol trans Madura jangan sampai merubah fungsi Pulau Madura sebagai Pulau Garam, meskipun nantinya akan mendongkrak sektor perekonomian maupun peningkatan kesejahteraan masyarakatnya jika terwujud,” kata Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, saat membuka Focus Group Discusion (FGD) dengan tema Urgensi Pembangunan Tol Trans Madura di Kampus Unitomo Surabaya, Kamis (16/9).

Menurut Heru, masyarakat Madura terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan di wilayahnya. Salah satu langkahnya yakni dengan menggagas adanya tol trans Madura yang bertujuan untuk memberikan konektivitas satu daerah dengan daerah lain di Pulau Madura, dari Bangkalan – Sumenep.

“Untuk itu yang perlu diperhatikan yakni jangan sampai mengubah fungsinya, itu saja,” tegasnya. Ia menyatakan, kekayaan dan Sumber Daya Alam (SDA) di Madura begitu besar, utamanya dari hasil garam yang diibaratkan emas nya orang Madura.

Untuk itu, apabila pembangunan tol trans Madura nantinya akan terwujud, Heru sapaan akrabnya berpesan agar wilayah sentra-sentra garam dapat dikoneksikan dengan keberadaan tol. Begitu juga, jangan sampai mengganggu alih fungsi lahan produksi dari garam.

“Lahan lahan produksi garam tidak boleh pindah. Tata ruang dan tata guna lahan harus diperhatikan,” ujarnya. Secara prinsip, Pemprov Jatim menyambut baik urgensi pembangunan tol trans Madura yang akan memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Bahkan Pemprov Jatim pun akan memfasilitasi setiap diskusi maupun pertemuan untuk membahas masalah tersebut jika nantinya pembangunan tersebut disetujui oleh pemerintah pusat. “Kami siap memfasilitasi apa yang dibutuhkan di masa pembahasan pembangunan tol trans Madura ini,” jelasnya.

Sementara mewakili Menkopolhukam RI, Staf Khusus Bidang Sosial dan Politik Menkopolhukam RI Dr. H. Imam Marsudi menyampaikan, bahwa pada prinsipnya pemerintah mendukung seluruh upaya masyarakat Madura untuk mewujudkan tol trans Madura selama memberikan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Namun, dirinya tidak menginginkan keberadaan tol trans Madura yang diharapkan menjadi beban masyarakat dan negara. Sehingga, keberadaannya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. “Pak Menko berpesan, apapun yang dilakukan untuk Madura muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Madura. Terpenting apa yang dilakukan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura,” tegasnya.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga sudah berupaya menggagas pelebaran jalan di kawasan exit Suramadu (Surabaya-Madura) menuju ke Blega maupun Tanah merah dengan melebarkan jalan akibat terdapat pasar yang mengakibatkan kemacetan.

“Semoga FGD ini bisa memberikan hasil terbaik. Semua harus dihitung apakah keberadaan tol ini nantinya menimbulkan kontroversi atau manfaat bagi masyarakat. Karena pembangunan jalan tol membutuhkan dana yang tidak sedikit,” terangnya. (bw)

Warung Rujak Soto ini Wajibkan Pengunjung Cek Suhu Sebelum Masuk

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Dibukanya destinasi wisata di Banyuwangi disambut gembira para pemilik warung kunliner. Mereka kembali sumringah, setelah cukup lama tutup. Pariwisata yang bergeliat diharapkan ikut menghidupkan kembali wisata kuliner.

Meski buka, pengelola kuliner tetap diminta siaga. Tidak lengah dengan protokol kesehatan (prokes). Seperti dilakukan Pinisri , pengelola warung rujak soto di Desa Sragi, Kecamatan Songgon. Wanita ini mewajibkan setiap pengunjung melakukan cek suhu sebelum masuk.

Jika suhu tubuh diatas 37 derajat celcius, langsung diarahkan kembali. Langkah ini mengantisipasi kemungkinan penularan Covid kepada pengunjung lain. Cek suhu dilakukan di pintu masuk warung. Ada petugas khusus yang berjaga. Menggunakan thermogun, setiap pengunjung dicek suhu.

“Kita awali dengan cek suhu pengunjung ketika akan masuk. Jika panasnya diatas normal, kita arahkan kembali,” kata Pinisri, Jumat (17/9) siang. Tak sekadar memburu rupiah dari banyaknya pengunjung. Wanita 54 tahun ini lebih mengutamakan kesehatan bersama.

Sejak pariwisata Banyuwangi dibuka lagi, warung rujak soto miliknya banyak diserbu pembeli. Maklum, sebelum pandemi, rujak soto buatan Pinisri menjadi ikon Banyuwangi. Banyak wisatawan penasaran. Selain rasa, bahan yang digunakan juga unik.

Yaitu, bumbu kuah soto yang terbuat dari daun aloe vera. Tanaman yang biasa digunakan untuk bahan kecantikan, disulap menjadi makanan. Rasanya gurih, membuat ketagihan. Rujak soto adalah kuliner khas Banyuwangi. Makanan ini campuran rujak dan kuah soto daging.

Rasanya bisa dibayangkan. Gurih, pedas dan segarnya kuah soto bercampur jadi satu. “Sejak dibuka kembali, pengunjung lumayan banyak. Tapi, kami batasi,” jelas Pinisri. Cara membatasi pengunjung dengan mengurangi porsi masakan. Dan, tempat duduk.

Dalam kondisi normal, warung rujak soto ini bisa menampung hingga 50 orang. Karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), jumlah pengunjung dibatasi maksimal 15 orang.

Jika sudah penuh, pengunjung harus rela menunggu di luar. Selain cek suhu, pengunjung juga wajib bermaskes. Pinisri menyediakan masker di pintu masuk. Sehingga, pengunjung yang tak bermasker langsung diberikan masker gratis.

“Setelah cek suhu, pengunjung wajib cuci tangan. Semua diarahkan petugas,” jelas wanita yang kerap diundang menjadi pelatih kuliner ini. Pinisri berharap dengan prokes yang ketat, kemungkinan penularan Covid bisa dihindari. Pihaknya juga khawatir jika pengunjung tak mengikuti prokes selama di warung.

Sebab, bisa saja, karyawannya terpapar dari pengunjung. Karena itu, seluruh karyawan diwajibkan tak mencopot masker. Dan, rajin mencuci tangan usai melayani pengunjung. “Kalau kami para pelaku usaha kuliner, harapannya pandemi segera berakhir. Pariwisata kembali normal, sudah lama kami tutup,” pungkasnya.

Prokes yang ketat ternyata tidak menyurutkan para penikmat rujak soto. Mujiati salah satunya. Wisatawan asal Jember ini justru merasa nyaman jika ada warung dengan prokes yang ketat. “ Kalau prokesnya ketat, kami juga merasa aman.

Sebab, pengunjung sudah cek suhu dan selalu bermasker,” ujarnya. Wanita ini sengaja datang ke Banyuwangi karena sudah lama rindu kuliner rujak soto. (budi wiriyanto)

Dibantu Relawan, hanya 5 Jam Vaksinasi Tembus 3.200 Warga

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Vaksinasi massal yang digelar di Kabupaten Banyuwangi mendapat amunisi baru. Relawan yang direkrut Pemkab Banyuwangi tembus 54 orang. Dari jumlah ini, hanya dalam 5 jam mampu memvaksin hingga 3.200 orang. Lumayan cepat. Membantu vaksinasi yang terus dikebut.

Para relawan ini berasal dari tenaga kesehatan. Mereka terbagi dalam 10 tim, setiap tim diisi 5-6 orang. “ Kami sempat sebar di dua lokasi, SMAN Pesanggaran dan Ponpes Blokagung.Mereka bisa memvaksin hingga 3.200 orang hanya dalam 5 jam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Jumat (17/9) siang.

Kehadiran para relawan ini membantu tim tenaga kesehatan Puskesmas dan Polri. Sehingga, vaksinasi bisa lebih cepat. Sasarannya bertambah. Selain mempercepat vaksinasi, relawan ini membantu kerja tenaga kesehatan.

Sebab, tidak mengganggu jadwal vaksinasi yang telah ditetapkan puskemas. Sehingga, vaksinasi di luar puskemas bisa diambil tim relawan. Tim relawan  ini sifatnya keliling. Jika sewaktu-waktu Puskesmas atau rumah sakit membutuhkan, mereka akan diberangkatkan.

“Jadi, bergerak sesuai penugasan,” lanjut pejabat yang akrab dipanggil Rio ini. Tugas utama relawan adalah mempercepat vaksinasi. Membantu pelaksanaan vaksin puskesmas.  Biasanya di balai desa atau tempat publik lainnya, terutama di kawasan yang cakupan vaksinnya rendah.

Selain itu membantu pelaksanaan tracing dan tracing yang dilakukan Puskesmas. Sebelum diterjunkan, para relawan bentukan Pemkab ini mendapatkan pelatihan selama dua hari. Mereka mulai direkrut awal Agustus lalu.

Kehadiran relawan diharapkan mempercepat vaksinasi di Bumi Blambangan. Hingga 14 September, cakupan vaksinasi dosis 1 di Banyuwangi mencapai 636.977 warga atau sekitar 47,5 persen. Adapun dosis 2 sebesar 338.790 atau sekitar 25,28 persen. dari target sasaran 1,34 juta jiwa.

Capaian persentase vaksinasi Banyuwangi merupakan yang tertinggi kedua se-Jatim untuk tingkat kabupaten. (budi wiriyanto)

Polresta Sidoarjo Angkat 99 Anak Asuh yang Ortunya Meninggal Dunia Akibat Covid

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sudah 1,5 tahun berjalan pandemi Covid-19 melanda Indonesia terdapat duka yang tersisa. Beberapa anak kehilangan orang tuanya, karena meninggal dunia akibat terkonfirmasi Covid-19.  Perjalanan menyongsong masa depan masih panjang.

Kini yang harus kita lakukan adalah saling menguatkan. Anak-anak yang ditinggal orang tua tersebut tidak sendiri. Sejumlah 99 anak yatim piatu di Kabupaten Sidoarjo yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19, mendapatkan perhatian dari Satlantas Polresta Sidoarjo.

Yakni, diangkat sebagai anak asuh, dan orang tua asuhnya tak lain adalah anggota Satlantas Polresta Sidoarjo. Satu polantas satu anak asuh. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, bersama Forkopimda Sidoarjo menghadiri acara Vaksinasi dan Pengangkatan Orang Tua Asuh Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19 di Alun-alun Sidoarjo, Jumat (17/9).

Kegiatan dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 tahun 2021 ini, juga digelar serentak Polres jajaran Polda Jawa Timur. Diadakan melalui virtual zoom yang dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

Tema Hari Lalu Lintas Bhayangkara kali ini adalah Polantas yang Presisi, Tangguh dan Tumbuh di Era Kenormalan Baru. Program orang tua asuh bagi anak yatim piatu terdampak Covid-19, merupakan kepedulian Polri. Dalam hal ini polisi lalu lintas terhadap dampak adanya pandemi Covid-19.

Anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19, mendapatkan pendampingan, bantuan materi dan pendidikan dari anggota Satuan Lalu Lintas di seluruh wilayah Polda Jatim. Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, pada kesempatan ini Polresta Sidoarjo dan jajarannya mengangkat anak asuh yatim piatu terdampak Covid-19. Sebagai orang tua asuh adalah anggota Satlantas.

Selain itu, juga diadakan kegiatan vaksinasi bagi anak yatim piatu dan warga. “Satu Polantas satu anak asuh. Kami berharap dengan menjadi orang tua asuh bagi anak yatim piatu terdampak Covid-19, dapat membangkitkan semangat dan harapan mereka kembali. Bahwa mereka tidak sendiri, ada kami yang siap jadi pendamping, pengayom dan pelindung bagi adik-adik yatim piatu,” ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Anak yatim piatu terdampak Covid-19, begitu senang dengan adanya program orang tua asuh dari Polisi. Seperti disampaikan Putri, salah satu anak yatim terdampak Covid-19. “Terima kasih bapak ibu Polisi. Kami sudah dibantu dan diperhatikan, jangan berhenti semangati kami,” ungkapnya. (no)