Prasasti Wurare, Jejak Arkeologi Kerajaan Singhasari di Pusat Kota Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Banyak warga Surabaya yang masih bingung ketika ditanya, dimana letak Prasasti Wurare? Namun, jawaban  berbeda ketika ditanya dimana letak Patung Joko Dolog ? Mereka pasti akan menjawab secara tepat dimana letak patung tersebut.

Patung Joko Dolog dan Prasasti Wurare sesungguhnya satu kesatuan. Prasasti yang berasal dari kandang Gajah Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto ini  memang berada dalam satu perwujudan.

Dibawah tempat duduk patung Joko Dolog yang dianggap sebagai perwujudan  Prabu Kertanegara dalam sosok Jina (Budha sempurna) dalam posisi  bersila dengan kaki diangkat satu (akshobaya) tersebut terpahat 19 bait Prasasti Wurare.

“Prasasti Wurare menceritakan  kisah pembagian Kerajaan Kahuripan menjadi dua  yaitu Jenggala dan  Panjalu (Kediri) oleh Mpu Baradha dari Watu Tulis,” kata Pengurus Badan Kebudayaan Nasional/BKN PDI Perjuangan Jawa Timur/Jatim Bidang Manuskrip dan Prasasti, Nanang Sutrisno, kepada pawartajatim.com, di Surabaya Selasa (21/9).

Seperti tertulis di berbagai sumber sejarah, Raja Kahuripan, Prabu Airlangga mempunyai satu orang putri, dan dua orang putra. Sebenarnya sang putri yang bernama Dewi Kilisuci yang dipersiapkan menjadi penerus mahkota kerajaan, namun  lebih memilih menjadi seorang biksuni atau pertapa dan bertapa di Gua Selomangleng Kediri.

Untuk mencegah perebutan kekuasaan diantara kedua putranya, yaitu Samarawijaya dan Mapanji Garasakan, maka Prabu Airlangga memerintahkan Mpu Baradha untuk membagi dua kerajaannya itu.

“Konon dengan berbekal air suci dalam kendi, pendeta sakti itu terbang ke angkasa dan membagi wilayah dangan menjadikan sungai Porong sebagai batasnya,” jelas alumni Universitas Airlangga ini. Awalnya, kedua saudara ini hidup rukun, namun lama kelamaan terjadi perang saudara, dan dimenangkan oleh Mapanji Garasakan yang berkuasa di Panjalu) Kediri.

Hal ini bisa diketahui dari Prasasti Hantang/ Ngantang, Malang yang tertulis kata Panjalu Jayati. Pada zaman penjajahan Verinegde Ost Campagnie (VOC) Belanda, tepatnya Tahun 1817, oleh Residen Baron AM T Salis, Prasasti Wurare yang awalnya berada di Bejijong, Mojokerto,  diangkut dan hendak dibawa ke negeri Belanda.

Namun, entah mengapa, sampai di Surabaya, patung tersebut terasa berat untuk dipindahkan ke kapal, sehingga batal diangkut. “Awalnya patung ini berada dibelakang gedung Negara Grahadi, menghadap ke sungai. Tanda siap dinaikkan ke kapal untuk selanjutnya berlayar ke laut lepas,” tambah pemerhati sejarah kerajaan Nusantara ini.

Setelah gagal diangkut, patung diletakkan di taman yang berada di belakang Grahadi, yang sekarang dikenal sebagai  kawasan Patung Gubernur Suryo, Jalan Taman Apsari, Kelurahan Embong Kaliasin , Kecamatan Genteng, bersebelahan dengan kantor Persatuan Wartawan Indonesia/PWI Jatim.

Sampai sekarang di malam tertentu, banyak orang yang berziarah di Patung Joko Dolog untuk berbagai tujuan. “Dari bunga tabur yang ada di patung tersebut, menunjukkan banyaknya peziarah,” tambah Ketua DPD Gema Puan Jatim ini. (nanang)

Bupati Gus Muhdlor, Gowes Langsung Sidak ke Pasar Krian

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) gowes berangkat dari Pendopo menuju Pasar Krian untuk melakukan sidak setelah mendapat laporan kalau atap pasar berlantai tiga itu ambruk.

Sidak dilakukan Bupati selang satu hari setelah perwakilan pedagang pasar Krian wadul ke Gus Muhdlor. Minggu, (19/9). Saat sidak diketahui penyebab ambruknya atap yang berada di lantai tiga itu akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, kondisi bangunan atap memang sudah waktunya direvitalisasi. “Kemarin perwakilan pedagang ke Pendopo menyampaikan kalau kondisi atap pasar Krian ambruk. Hari ini kita cek ke lokasi dan langsung saya perintahkan diperbaiki,” kata Gus Muhdlor, didampingi perwakilan pedagang pasar Krian, Sholeh.

Bukan hanya diperbaiki atapnya saja, Bupati juga minta ada revitalisasi lainnya karena pasar Krian kondisinya membutuhkan peremajaan. Termasuk akan dicat lagi agar kelihatan bersih dan menarik.

“Sudah waktunya direvitalisasi, nanti kita sediakan Catnya dan pedagang tadi mengatakan bersedia mengecat sendiri stand pasarnya masing-masing,” ujarnya. Sholeh, perwakilan dari pedagang mengaku puas karena keluhannya langsung direspon Bupati Sidoarjo.

Dia dan pedagang pasar lainnya mengapresiasi gerak cepat Gus Muhdlor karena saat sidak langsung memerintahkan perbaikan. “Kita, para pedagang lega keluhan kita langsung ditindaklanjuti, karena kalau tidak segera diperbaiki banyak pedagang yang tidak bisa berjualan karena di lantai tiga ini ada ratusan stand,” katanya. Saat sidak, Gus Muhdlor sempat memborong beberapa tas milik Aminah.

Perempuan yang sudah berjualan di Pasar Krian belasan tahun itu mengeluh ke Bupati karena selama Pandemi dagangannya sepi pembeli. (no)

Polresta Sidoarjo Gelar Operasi Patuh Semeru 2021

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) Selama dua minggu Polda Jawa Timur/Jatim dan jajarannya menggelar Operasi Patuh Semeru 2021, mulai 20 September sampai 3 Oktober. Di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo memulai Operasi Patuh Semeru 2021 dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Senin (20/9), diikuti personel dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2021, para personel harus lebih mengedepankan upaya yang bersifat premitif dan preventif.

Terutama dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait kepatuhan protokol kesehatan (Prokes), serta keselamatan berlalu lintas. Prioritas kita tetap pada pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang grafik penyebarannya terus menurun.

”Kedepankan pendekatan humanis terkait edukasi hingga penegakan disiplin protokol kesehatan ke masyarakat,” kata Kapolresta Sidoarjo kepada para personel yang bertugas. Ia menyampaikan, dalam Operasi Patuh Semeru ini, sebagai upaya mengantisipasi euforia masyarakat, seiring dengan melandainya penyebaran Covid-19.

Diharapkan diperhatikan betul oleh para personel yang terlibat. Bahwa faktor penilaian level PPKM, meskipun berdasakan Kementerian Kesehatan kita berada di level 1, tetapi berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri untuk Kabupaten Sidoarjo masih berada di level 3.

Karenanya, sasaran dari digelarnya operasi ini antara lain, segala bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi menyebabkan klaster baru penyebaran Covid-19, titik-titik kerumunan masyarakat, masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas dan lokasi rawan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas. (no)

Lamongan Berangkatkan Delegasi PON Papua

0

Lamongan, (pawartajatim.com) – Sebanyak 12 peserta PON (Pekan Olahraga Nasional) XX Papua asal Lamongan diberangkatkan. Peserta atau delegasi itu  terdiri dari 6 orang atlet, 1 orang mekanik, 4 orang pelatih, dan 1 orang wasit juri. Mereka  tergabung dalam Kontingen Jawa Timur/Jatim delegasi Kabupaten Lamongan.

Kegiatan dilepas dan diberangkatkan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, secara virtual melalui platform zoom meeting, Minggu (19/9). Delegasi Lamongan yang dikirim mengikuti PON XX Papua ini diharapkan mampu memperkuat Kontingen Jatim di cabang olah raga bermotor, bola tangan, panahan, panjat tebing, gulat, aeromodelling, pencak silat, renang, dan catur.

Selain menyapa satu per satu atlet, mekanik, pelatih, dan wasit juri asal Kabupaten Lamongan, Bupati YES juga memberikan motivasi untuk meningkatkan semangat dan spirit para peserta. Ia berharap, atlet-atlet Lamongan dapat terus menjaga prestasi.

Bahkan dapat kembali pulang sebagai juara dan membawa medali. Beberapa kali Lamongan  sudah menjuarai cabang olah raga, untuk itu jaga prestasi ini, jaga kebiasaan-kebiasaan ini, jaga tradisi ini, atlet-atlet dari Lamongan nanti pulang membawa prestasi, pulang bawa medali.

‘’Yang penting siap dulu, dan harus semangat, kemudian berpikir untuk menang, terus konsentrasikan pikiran untuk menang. Karena dengan apa yang kamu pikirkan, maka nanti akan didorong untuk menjadi kenyataan, untuk menjadi pemenang, berprestasi, dan mendapatkan medali,” kata Pak YES, panggilan akrab Bupati Lamongan ini.

Pak YES juga mendukung penuh peserta delegasi Lamongan untuk berjuang dan berkompetisi dalam PON XX Papua. Selain memberikan do’a dan dukungan, sebagai upaya untuk mendorong semangat dan motivasi, ia juga memberikan uang saku kepada para peserta delegasi asal Lamongan.

“Sekali lagi ingat, kalian semuanya tidak hanya membawa nama Lamongan, tapi juga Jawa Timur, sekaligus membawa prestasi diri masing-masing. Terima kasih, semangat, saya selalu berdoa untuk kalian semua. Tetap semangat, jaga diri, dan jaga kesehatan masing-masing,” pungkas bupati asli dari Desa Karanggeneng ini. (dra)

Kedurus, Desa Swatantra Peninggalan Kerajaan Majapahit di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hari ulang tahun Kota Surabaya yang diperingati setiap 31 Mei memiliki hubungan yang sangat erat dengan berdirinya Kerajaan Majapahit. Memang peristiwa heroik pengusiran Tentara Tartar di Ujung Galuh atau Churabhaya yang dijadikan dasar hari ulang tahun Surabaya merupakan satu rangkaian dengan sejarah berdirinya Majapahit.

Berdasarkan Prasasti Kudadu atau yang juga dikenal dengan nama Prasasti Gunung Butak berangka tahun 1294 Masehi. Disebutkan bahwa Nararya Sangramawijaya/Raden Wijaya mendapat tugas dari mertuanya Prabu Kertanegara, Raja Singhasari untuk memadamkan pemberontakan Prabu Jayakatwang yang merupakan raja bawahan dari Kerajaan Gelang-gelang yang terletak di Murawan, Dlopo, Madiun sekarang.

Semula Raden Wijaya dan pasukannya yang bermaksud menumpas pasukan pemberontak, justru akhirnya menjadi pihak yang diburu dan dikejar-kejar musuh. Hal ini disebabkan karena Raden Ardharaja yang juga menantu Prabu Kertanegara membelot bersama pasukannya, dan memihak Prabu Jayakatwang yang merupakan ayah kandungnya.

Pasukan Gelang-gelang pertama kali menerobos desa Mameling, dan Pasukan Raden Wijaya terlibat pertempuran  dan akhirnya kejar kejaran dengan musuh di Lembah, Jasun Wungkal, Rabut Carat, Kedung Peluk, Hanyiru, kambangsri, Pamwatan Apajeg, dan berhasil menyelamatkan diri di Kudadu, hingga akhirnya menyeberang  ke Songeneb  (Sumenep) di Pulau Madura melalui Rembang.

“Nama nama tempat yang menjadi rute pelarian Raden Wijaya, sebagian masih bisa dikenali hingga sekarang,” kata Pengurus Bidang Manuskrip dan Prasasti Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan Jatim, Nanang Sutrisno, kepada pawartajatim.com Minggu (19/9).

Misalnya, Jasun Wungkal itu Watu Kosek dekat Gempol, Pamwatan Apajeg adalah Pamotan di Sidoarjo, Kudadu itu Kedurus, dan Rembang adalah Krembangan. Kedua tempat  disebut terakhir berada di Kota Surabaya.

Kudadu, Badander, Sukamerta Wringin Pitu, dan Jiwu adalah nama desa yang disebut langsung dalam Negarakertagama, dan memiliki status swatantra atau perdikan. Bahkan, nama Kudadu disebut berkali-kali dalam Prasasti Kudadu dan Kidung Harsawijaya.

Hal ini, dikarenakan sikap ramah yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Kudadu yang bernama Ki Buyut Macan Kuping saat menerima pelarian Raden Wijaya bersama 12 pengikutnya yang bernama Sora, Gajah Pagon, Wirota Wigati, Medang Dangdi, Rakai Pamandana, dan lain-lain.

Mereka tidak hanya diberi perlindungan, tetapi juga diberikan makanan, bahkan juga menyediakan tempat persembunyian bagi Gajah Pagon yang terpaksa ditinggalkan karena terluka parah akibat tusukan tombak.

“Nama Ki Buyut Macan Kuping mirip dengan nama Macan Kunting yang menjadi legenda bagi masyarakat Kedurus dan sekitarnya,” jelas alumni Unair ini. Saat ini di Kampung Kedurus terdapat punden  atau teteger berupa sumur tua  berdiameter 60 cm X 49 cm yang dikeramatkan oleh penduduk.

Karena itu, sumur tersebut ditutupi dengan kain. Konon sumur itu memiliki kesamaan dengan prasasti Kudadu, yaitu ber angka tahun 1294 Masehi. Jika keberadaan desa Kudadu  benar berada di  Kedurus, maka  juga memiliki kaitan dengan Gajah Mada, karena ada beberapa ahli sejarah berkeyakinan bahwa Gajah Mada merupakan putra dari Gajah Pagon yang merupakan menantu dari Ki Buyut Macan Kuping.

Bahkan, ada juga ahli yang berpendapat bahwa Gajah Pagon merupakan putra Prabu Kertanegara dari  istri selir. Hal ini didasarkan pada fakta sejarah bahwa Gajah Mada saat melakukan renovasi Candi Singhasari, menyebut pembangunan kembali Candi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap Prabu Kertanegara  yang merupakan leluhurnya.

Selain Kudadu, nama lain yang disebut dalam Negarakertagama adalah Bukul (Bungkul) Bobot Tegalsari (Pulo Tegalsari) dan Gesang (Pagesangan). Nama tempat-tempat itu disebut merupakan desa yang berada di pinggiran Sungai Brantas.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, bahwa tujuan dari dibuatnya peraturan ini untuk  ketahanan desa dalam rangka ketahanan nasional, serta memakmurkan desa baik dari segi ekonomi maupun sosial budayanya.

Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Yordan Mailano Batara Goa, saat berkunjung di Kedurus, menyebutkan bahwa sesuai undang-undang desa, Pemerintah berkewajiban memperhatikan ketahanan dan kemajuan desa termasuk Kedurus yang merupakan desa Swatantra sejak zaman Majapahit. (nanang)

Jual Menu Isoman, Jurus Berkelit di Masa Sulit

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pandemi Covid-19 di tanah air mulai mengalami penurunan. Hal ini ditandai dengan berubahnya level program pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa daerah hingga menjadi tingkat dua, bahkan satu.

Pada saat terjadinya PPKM, banyak dunia usaha yang mengalami kerugian. Bahkan, menutup usahanya karena sepi pengunjung dan pembeli. Berbagai langkah dan upaya dilakukan oleh pelaku usaha untuk bisa bertahan dimasa sulit itu.

Diantaranya Hotel Midtown Basuki Rahmat Surabaya. Hotel ini menjadi salah satu hotel yang tetap buka dan operasional, karena mampu membaca peluang usaha di tengah keterbatasan akibat pandemi covid-19.

Yaitu, menyediakan menu makanan sehat untuk pasien isolasi mandiri (Isoman) di rumah dengan layanan antar. Menu makanan sehat itu terdiri nasi, lauk, sayur, buah, Yakult, dan vitamin C, dikemas dalam satu wadah yang hieginis dan diantar sampai didepan rumah pelanggan.

“Kami sengaja jemput bola dengan memberikan layanan antar kepada pelanggan,” kata Marketing Communication Hotel  Midtown Basuki Rahmat, Anggi, kepada pawartajatim.com belum lama ini.

Pada saat itu banyak penderita covid yang Isoman memanfaatkan layanan ini. Karena  masakannya enak, bergizi, menyehatkan, praktis, dan murah. “Saat itu pesanan paket isoman laris manis,” jelas pria berkacamata ini.

Selain paket isoman, hotel ramai di pusat kota Surabaya ini juga menyediakan  produk lain  yaitu paket rice bowl dengan pilihan menu ayam dan ikan dori saus asam manis, yang dilengkapi sambal ijo, sambal matah, dan sambal colo-colo.

“Ada juga menu lain, yang tak kalah enak, yaitu rice bowl nasi goreng dan mie goreng,” pungkas alumni Universitas Widya Mandala ini. (nanang)

Hebat, Lelaki ini Pelopor Minuman Ubi Ungu di Indonesia

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Ubi ungu adalah salah satu komoditi tanaman yang tumbuh di Indonesia, selain ketela, singkong, dan talas. Banyak yang belum tahu, bahwa ubi ungu bisa diolah menjadi minuman kesehatan seperti halnya minuman tradisional lainnya seperti halnya sinom, temulawak, beras kencur, kunyit asam, dan lainnya.

Minuman ubi ungu pertama kali dikembangkan oleh Ari Wijaya atau yang akrab disapa Papa Kristo. “Menurut hasil penelitian Universitas Udayana, minuman ubi ungu baik untuk kesehatan, karena mengandung anti oksidan yang tinggi dan meningkatkan imunitas tubuh,” kata pelopor minuman ubi di Indonesia, Ari Wijaya, kepada pawartajatim.com, disela Bazar UMKM dan Zumba Fun Party di Bicopi Gunung Anyar Surabaya Minggu (19/9).

Awalnya, semasa anak- anak, Ari Wijaya kalau sakit selalu dibuatkan jamu dari perasan air ubi ungu oleh neneknya, dan keesokan harinya langsung sembuh seperti sedia kala. Kebiasaan minum jamu ubi ungu terus dijalankan oleh warga Citraland ini, hingga suatu ketika, saat dia sudah pensiun dari perusahaan swasta, dia mengalami sakit dan pernah masuk rumah sakit sampai 11 kali dalam setahun.

Nana. (foto/nanang)

“Saya minum jamu ubi ungu dan kemudian sembuh sampai sekarang,” jelas  pria berkacamata ini. Ari Wijaya, tergerak untuk membagikan informasi manfaat ubi ungu kepada masyarakat,  kemudian sejak 2015 dia mulai mengembangkan minuman ubi ungu sebagai produk kemasan yang siap diminum.

Membuat minuman ini, tingkat kesulitannya sangat tinggi dan lama. Prosesnya sampai 12 jam. Pembuatannya rentan gagal, terutama berkaitan dengan warna produk yang gampang berubah. “Saya banyak melatih orang untuk produksi, tapi belum  satupun yang berhasil,” ungkap pria yang dikenal ramah ini.

Kini produk minuman buatan Ari sudah memiliki ijin dari BPOM. Dan produknya sudah terpajang di Surabaya Square milik Pemerintah Kota Surabaya. Selain beredar di Jawa Timur/Jatim, Ari, juga menerima pesanan dari Singapura untuk di pasarkan di Negeri Jiran tersebut.

Dukungan dari dunia pendidikan banyak mengalir. iantaranya dari LIPI Universitas Gajah Mada/UGM untuk pengujian manfaat produk dan pembuatan mesin produksi. “Dalam waktu dekat, saya diundang ke UGM untuk melakukan pembicaraan terkait kerjasama” pungkas Ari. (nanang)

Rahmat Muhajirin Jadi Narasumber Sosialisasi Hasil Evaluasi Pilkada Serentak

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Terus bergerak Pasca Pilkada 2020, Bawaslu RI melakukan evaluasi atas pengawasan yang dilakukan sepanjang penyelenggaraan Pilkada 2020. Hasil pengawasan ini disosialisasikan ke masyarakat dalam acara Sosialisasi Hasil Evaluasi Pengawasan Pilkada Serentak Tahun 2020 berlangsung di Hotel Aston, Sidoarjo, Minggu (19/9). Anggota Komisi II DPR RI Rahmat Muhajirin hadir menjadi narasumber.

Anggota Bawaslu RI selaku Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Mochammad Afifuddin menyatakan bahwa Bawaslu mengharapkan ada masukan dari masyarakat terkait pengawasan yang sudah dilakukan.

“Kegiatan ini adalah bentuk apresiasi kami sekaligus meminta masukan kepada stakeholders lewat pengawasan partisipatif pemilihan,”katanya. Anggota Bawaslu Afifudin menyatakan selama pelaksanaan Pilkada 2020, Bawaslu melakukan perencanaan, pengawasan dan evaluasi/laporan.

Selain pengawasan tahapan, Bawaslu juga diamanatkan untuk mengawasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan pengendalian Covid 19. “Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Pilkada 2020 dilaksanakan di tengah Pandemi Covid 19,,” katanya.

Pihaknya berharap bahwa masyarakat bersama-sama Bawaslu dapat melakukan pengawasan pemilihan. “Pentingnya Pendidikan politik bagi masyarakat guna meningkatkan partisipasi politik dan (khususnya) partisipasi mengawal penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan secara bersama sama,” pungkasnya.

Anggota DPR RI Rahmat Muhajirin SH yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini memaparkan evaluasi pilkada serentak tentang pandemik, partisipasi pemilih dan pemungutan suara ulang.

“Penyesuaian regulasi dengan perspektif mitigasi pandemik yang awalnya mengkhawatirkan dan menimbulkan kegalauan bagi publik ternyata tidak demikian,” katanya. Untuk Pilkada Sidoarjo 2020 berjalan dengan baik dan aman serta tidak ada gugatan, ini artinya masyarakat bisa menerima hasil pilkada dengan baik.

“Kita berharap dalam pilkada 2024 nanti bisa berjalan dengan baik dan aman serta bisa menelorkan pemimpin yang baik dalam demokrasi yang partisipatif dan luber,” ujar Rahmat Muhajirin SH. UU No 6 Tahun 2020, bahwa pemungutan suara serentak nasional dalam Pilkada akan dilaksanakan tahun 2024.

“Saya menaruh perhatian dan harapan besar, kepada seluruh stakeholder yang hadir, agar penyelenggaraan pemungutan suara yang kolosal nanti akan lebih baik dan tingkat partisipasi masyarakat yang meningkat,” katanya.

Sosialisasi Hasil Evaluasi Pengawasan Pilkada Serentak Tahun 2020 kiranya dapat dilakukan untuk menjadi acuan guna peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. (no)

Bupati Gus Muhdlor, Sidak ke Proyek Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pembangunan RSUD Sidoarjo Barat (Sibar) sudah mencapai 31 persen. Progres itu sudah melampaui target yakni 28 persen menurut perhitungan Bagian Administrasi Pembangunan (AP).

Capaian itu diketahui setelah Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) melakukan sidak langsung dilokasi proyek. Bupati memperkirakan paling lama bulan Mei 2022 RSUD Sibar sudah mulai beroperasi. Minggu, (19/9).

“Menurut bagian AP hari ini harusnya 28 persen tetapi yang dicapai sudah 31 persen, melebihi target. Ini akan lebih cepat lagi kalau beberapa alat turun atau sudah terpasang seperti genset dan alat lainnya,” terang Gus Muhdlor saat sidak RSUD Sibar.

“Paling lama Mei 2022 rumah sakit Sidoarjo barat ini sudah mulai beroperasi,” katanya. Sambil proses pembangunan fisik berjalan yang ditarget selesai akhir tahun 2021. Bupati Gus Muhdlor memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan drg Syaf Satriawarman untuk segera melakukan perencanaan pengisian Sumber Daya Manusia (SDM) dan faktor pendukung lainnya.

“Saya kira ini sudah tercapai dan bisa terealisasi tepat waktu. Tinggal kemudian, dinas terkait yakni dinas kesehatan harus mulai merangkai, mulai dari sekarang. Mulai dari SDM nya, peralatannya serta faktor-faktor pendukungnya. Agar ketika bangunan rumah sakit ini sudah rampung langsung siap dioperasikan,” ujarnya.

Meski RSUD Sibar masuk tipe C dengan kapasitas bed 144 untuk kelengkapan peralatannya lebih unggul dari rumah sakit dengan type yang sama. Karena RSUD Sibar dilengkapi dengan pelayanan ortopedi atau pelayanan spesialis otot dan tulang.

Saat ini Bupati tengah mencari satu tenaga dokter spesialis radiologi. “Untuk SDM Medis masih kurang satu yakni dokter spesialis radiologi,” ujarnya. Bupati minta semua persiapan seperti faktor pendukung mulai dari kelistrikan, ambulan dan pendukung lainnya dimatangkan oleh Dinas Kesehatan.

Begitu juga urusan perizinanannya. “Termasuk juga yang harus dimatangkan masalah perizinan. Karena sebuah instansi rumah sakit kalau mau operasional harus didukung perizinan,” tambahnya. Untuk memenuhi Alat Kesehatan (Alkes) Bupati menyampaikan sementara ini karena kendala tempat testing alkes yang harus dilakukan dilokasi maka yang dipenuhi masih alkes kecil saja.

“Sementara ini pengadaan Alkes masih yang peralatan kecil, belum yang besar karena terkendala testing alat harus ada ditempatnya,” pungkasnya. (no)

Peduli Aspirasi Warga, Wakil Rakyat ini Kunjungi Desa Balongtani

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sangat peduli, anggota DPRD Sidoarjo Mimik Idayana bergerak cepat menindaklanjuti aspirasi warga. Seperti yang dilakukannya terhadap pembangunan pagar makam Dusun Ngingas, Desa Balongtani, Kecamatan Jabon.

Berdasarkan aspirasi masyarakat tahun 2020 lalu, Mimik mendengar dan menyerap keinginan warga tersebut. Selanjutnya dia menindaklanjuti agar aspirasi tersebut bisa terealisasi. “Alhamdulillah tahun ini aspirasi tersebut terealisasi. Saya melakukan tugas pengawasan turun ke lokasi yang dibangun. Dan hasilnya bangunan masih dalam tahap proses finalisasi,” kata Mimik, didampingi suaminya Rahmat Muhajirin.

Kedatangannya pada Sabtu (18/9), disambut para pekerja, juga para perangkat desa mulai dari RT, RW, kasun dan BPD. Mimik mengungkapkan, para perangkat dan warga ternyata juga turut melakukan pengawasan terhadap pembangunan tersebut.

“Saya bersyukur semua elemen masyarakat turut serta dalam pengawasan ini. Idealnya memang seperti itu, semoga Sidoarjo memiliki warga yang aktif agar pembangunan di masing-masing desa bisa berjalan sesuai dengan harapan masyarakat,” terang Mimik.

Rahmat Muhajirin, juga mengaku senang dengan kepedulian masyarakat dalam mengawasi pembangunan tersebut. Sehingga target untuk menyelesaikan usulan dari aspirasi masyarakat bisa tercapai. “Semoga bisa bermanfaat pembangunan pagar makam di Jabon itu,” paparnya. (no)