Kaki Terikat, Pekerja Proyek Ditemukan Tewas di Sungai

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Warga di sekitar Sungai Setail Dam 1, Dusun Tempurejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, geger. Pekerja proyek di Dam setempat ditemukan tewas, Selasa (14/9) malam.

Pemicunya masih misterius. Namun, janggal. Kaki korban terikat tali yang dibalut lempengan besi. Mirip sebagai pemberat. Korbannya, Purwanto (54), warga Kelurahan/Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Tubuh korban ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB.

Awalnya, teman kerja korban, Aziz Kadam (27), asal Bogor, Jawa Timur/Jatim curiga ketika korban tak terlihat di tempat kerja.  Sebelumnya, pukul 15.00 WIB, korban masih terlihat duduk di luar kantor sendirian.

Lalu, tak terlihat lagi.Menjelang malam, Aziz Kadam berusaha mencari korban. Namun, tak kunjung ketemu. Pria ini kemudian menghubungi karyawan pengairan setempat, Cahyono Rokim (38) dan Sugeng Riyanto (39).

Merasa curiga, ketiga saksi berusaha mencari korban di sekitar Dam. Hasilnya nihil. Kemudian diputuskan menguras Dam. Betapa terkejutnya. Saat air surut, tubuh korban terlihat. Kondisinya sudah kaku, meninggal.

Kakinya terililit tali tampar, diberikan pemberat lempengan besi. Tubuh korban langsung diangkat. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Purwoharjo. Tak berselang lama, polisi tiba. Hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Untuk pengembangan penyelidikan, jenazah korban dibawa ke RSUD Blambangan. Tim medis masih melakukan autopsi. Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu Lita Kurniawan membenarkan peristiwa ini. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

“Kami masih menunggu hasil autopsi. Penyelidikan jalan terus untuk memastikan kematian korban,” tegasnya via telepon. Informasi di lapangan menyebutkan sejak bekerja di proyek Dam, korban sering mengeluhkan  persoalan keluarga. Tak jarang, korban menyendiri. (budi wiriyanto)

Ribuan Ibu Hamil di Banyuwangi Disasar Vaksinasi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Vaksinasi di Banyuwangi terus menyasar berbagai kalangan. Terbaru, vaksinasi menyasar kalangan ibu hamil. Sebanyak, 5.300 ibu hamil menjadi target vaksinasi. Mereka mendapatkan vaksin jenis Sinovac.

Ibu hamil yang diperbolehkan vaksin dengan usia diatas 13 minggu atau trisemester kedua. Vaksinasi ibu hamil ini yang pertama kalinya digelar di Banyuwangi. Targetnya, bisa menciptakan herd immunity seluruh lapisan masyarakat.

“Kami sediakan 20.000 dosis untuh tahap 1 maupun 2. Termasuk untuk pendamping ibu hamil,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono disela meninjau vaksinasi ibu hamil di  Graha Pena, Brawijaya, Rabu (15/9) pagi.

Vaksinasi ibu hamil melibatkan tim medis Puskesmas. Seluruh Puskesmas dikerahkan melakukan vaksinasi di wilayah masing-masing. Vaksinasi digelar serentak, melibatkan para bidan. Selain  ibu hamil, pendampingnya juga sekalian divaksin.

Bisa suami atau keluarga yang mendampinginya yang memang belum divaksin. Harapannya, cakupan vaksin bisa lebih luas. Khusus vaksinasi ibu hamil ditargetkan bisa tuntas seminggu ke depan.

Sehingga, target vaksinasi di Banyuwangi bisa segera terlampaui. Vaksinasi ibu hamil ini sebagai upaya melindungi ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Sehingga, bisa mengantisipasi kemungkinan terpapar Covid-19.

Seperti masyarakat umum, proses vaksinasi ibu hamil dimulai dengan pendataan, lalu skrining kesehatan. Jika tidak layak, tetap tak diikutkan vaksinasi. Sehingga, tak semua ibu hamil bisa mendapatkan vaksin.

Hingga 14 September, cakupan vaksinasi dosis 1 di Banyuwangi mencapai 636.977 warga atau sekitar 47,5 persen. Adapun dosis 2 sebesar 338.790 atau sekitar 25,28 persen. Sempat ragu dan takut dengan vaksin, para ibu hamil di Banyuwangi memyambut antusias vaksinasi.

Mereka bersyukur, bisa mendapatkan vaksin. Sehingga, merasa aman ketika akan melahirkan. “ Kami lega. Ibu hamil akhirnya boleh divaksin. Ini kan bagus untuk bayi dan ibu hamil ketika pandemi,” kata Alifia Kusaini (22), salah satu ibu hamil yang divaksin.

Wanita ini sempat takut ketika mendapat panggilan vaksinasi. Namun, setelah mendapat penjelasan dari dokter, dia merasa lega. Dia mengajak masyarakat tidak takut vaksin. Sebab, manfaatnya untuk kesehatan bersama. (budi wiriyanto)

Wisata Dibuka, UMKM di Banyuwangi Diingatkan Perketat Prokes

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Seiring dibukanya obyek wisata di Kabupaten Banyuwangi, berdampak pada aktivitas usaha kecil mikro menengah (UMKM) di wilayah ini. Geliatnya wisatawan, UMKM akan kecipratan berkah.

Terkait ini, para UMKM diingatkan tidak kendur mematuhi protokol kesehatan (prokes). Salah satunya, membatasi jumlah pengunjung yang akan berbelanja. Selain itu, seluruh pelaku UMKM dan karyawan diwajibkan sudah tervaksin. Dan, menyiapkan produk higienis.

“Yang terpenting, wajib selalu bermasker, jangan eforia. Prokes tetap jalan terus,” pinta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (15/9) siang. Dikhawatirkan, jika para pelaku UMKM kendur dengan prokes, kasus positif Covid akan melonjak lagi.

Dampaknya, level PPKM Banyuwangi naik lagi. Saat ini, Banyuwangi sudah turun ke level 2, sebelumnya level 4. Dengan level 2, Banyuwangi diperbolehkan membuka kembali ruang publik. Salah satunya, destinasi wisata.

Jika destinasi wisata dibuka, otomatis berdampak pada UMKM. Termasuk, restoran dan warung. “ Ini yang harus diwaspadai. Jangan, lengah, harus tetap waspada, prokes tetap diperketat,” tegas Bupati. Selain destinasi wisata, Satgas Covid-19 Banyuwangi mulai membuka ruang publik lain  secara bertahap.

Mulai dari Ruang Terbuka Hijau, sarana olahraga, maupun sarana seni budaya. Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu meminta semua pelaku usaha mematuhi aturan prokes, khususnya pengaturan pengunjung hingga prokes di lokasi.

“Kapasitas diperhatikan, jangan sampai timbul kerumunan, termasuk jam buka juga harus diperhatikan,” tegasnya. Pihaknya mengancam akan bertindak tegas jika ada yang melanggar.

Satgas Covid, kata Kapolresta, akan terus melakukan pengawasan kepatuhan prokes di tempat publik. (budi wiriyanto)

Berwisata ke Banyuwangi Wajib Tunjukkan Bukti Vaksin

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Obyek wisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur/Jatim, mulai dibuka, seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Meski dibuka, wisatawan tetap diperketat.

Salah satunya, wajib menunjukkan bukti vaksinasi. Jika tidak, wistawan dilarang masuk ke obyek wisata. Jumlah pengunjung obyek wisata juga dibatasi. Maksimal, 25 persen dari kapasitas kunjungan.

Penerapan protokol  kesehatan (prokes) juga dipantau ketat. Pengunjung wajib selalu bermasker, menjaga jarak dan cuci tangan sebelum masuk lokasi wisata. “Pengunjung  wajib dibatasi, jangan dibebaskan. Yang terpenting, pengunjung bisa menunjukkan bukti vaksinasi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (15/9) siang.

Agar pengunjung taat prokes, para pengelola wisata diingatkan tidak eforia. Artinya, meski dibuka, penerapan prokes harus tetap diperhatikan. “Kuncinya harus disiplin. Disiplin menerapkan protokol kesehatan. Disiplin menaati peraturan. Kalau kita lengah, tidak disiplin, nanti yang rugi kita sendiri karena bisa-bisa ada lonjakan Covid-19 lagi,” jelas Ipuk.

Pengelola wisata akan dievaluasi setiap pekan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten. Jika ada pengelola wisata yang tidak disiplin prokes, izin buka akan dievaluasi. Bahkan, jika melanggar, izin operasional  bisa ditutup lagi.

Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, lebih dari 90 persen pengelola wisata sudah divaksin. Pemkab akan terus menuntaskan vaksinasi kepada para pengelola wisata hingga 100 persen.

Kecuali, karena alasan kesehatan. Jika pengelola wisata sudah tervaksin, bisa menciptakan herd immunity di kawasan obyek wisata. Ketua Asosiasi  Kelompok Sadar Wisata(Pokdarwis) Banyuwangi Abdul Aziz memastikan setiap pengelola wisata wajib menerapkan standar prokes yang ketat.

Baik, bagi pengelola maupun pengunjung. Termasuk, mewajibkan setiap pengunjung menunjukkan bukti vaksinasi. “Kami sudah berkomitmen, jangan sampai teledor. Obyek wisata dibuka ini sudah bersyukur. Jadi, kita harus disiplin,” kata pria yang akrab dipanggil Aziz ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda menegaskan tidak semua destinasi wisata dibuka. Sementara, baru 15 destinasi dari 64 destinasi di Banyuwangi.

“Yang dibuka ini hasil survei teman-teman asosiasi,” tegasnya. Destinasi yang dibuka diantaranya, Kawah Ijen, Pulau Merah, Alas Purwo, Sukomade, Grand Watudodol, Desa Wisata Tamansari, Bangsring Underwater, Pantai Cacalan, Pantai Cemara, Pantai Mustika, dan Teluk Hijau.

Khusus  wisata kolam renang masih belum diperbolehkan buka. Ini berdasarkan aturan dari pusat. (budi wiriyanto)

Penuhi Keadilan Masyarakat, LBH ini Hadir di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang pasti akan melakukan interaksi sosial dengan orang lain. Untuk menjamin kelancaran komunikasi antara satu orang dengan lainnya, maka negara membuat suatu aturan yang mengikat, disamping norma yang ada di masyarakat.

Walaupun sudah ada aturan hukum yang mengikat, namun, dalam melakukan interaksi masih saja terdapat pelanggaran, yang pada  akhirnya ada pihak yang dirugikan hak- haknya. Hal ini tentu saja bisa menjadi perkara hukum pihak yang berseteru.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa berperkara membutuhkan perhatian tersendiri. Terutama terkait waktu dan biaya yang harus disediakan. Bagi orang kaya, kondisi seperti tidak menjadi masalah. Karena bisa membayar pengacara ternama yang bertarif mahal sekalipun.

Namun. bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah/MBR, hal ini akan menjadi kesulitan tersendiri. Kehadiran Lembaga Bantuan Hukum/LBH sebagai wadah perjuangan hukum non profit, menjadi jalan keluar para warga MBR dalam mencari keadilan untuk penanganan kasus hukum yang dialaminya.

“LBH Rumah Keadilan Masyarakat hadir untuk menjawab persoalan masyarakat terkait masalah hukum di Surabaya,” kata Sekretaris LBH Rumah Keadilan Masyarakat, Bagus Andri Dwi Putra, SH, kepada pawartajatim.com di Surabaya Rabu (15/9).

LBH Rumah Keadilan Masyarakat selain diketuai oleh Tomuan Sugiarto Hutagaol,SH, juga didukung Advokat ternama lainnya seperti, Bagus Andri Dwi Putra,SH, Dio Akbar Rachmadan Purba, SH, Kharisma Candra Dwi Wijaya,SH, Eryoga Pratama,SH, dan Nanang Sutrisno, SH, MM.

“Banyak tokoh yang bergabung di LBH ini, seperti Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Bambang DH, ” jelas Advokat alumni Universitas Bhayangkara ini. Untuk memenuhi syarat sebagai LBH yang diakui dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Ham, maka lembaga ini sudah didaftarkan.

Pada Selasa (20/4) lalu di kantor LBH ini dilakukan verivikasi faktual oleh petugas dari Kanwil Kemenkumham Jawa Timur/Jatim. Selain memeriksa kelengkapan berkas, dan mencoba layanan sistem online, Dian Megawati dan Fathimah Amansyah, dua verifikator  berwajah cantik dan menarik tersebut juga berkenan memeriksa kebersihan fasilitas toilet yang ada.

Kehadiran LBH Rumah Keadilan Masyarakat, sudah dinantikan oleh para pencari keadilan di Surabaya. Saat ini saja, sudah belasan kasus prodeo  yang ditangani oleh lembaga ini. “Masyarakat MBR silahkan memanfaatkan lembaga ini untuk mendapatkan pendampingan dalam berperkara,” tambah Advokat muda yang masih lajang ini. (nn)

Pembayaran Digital Solutif dan Terpercaya, yaaa….., AstraPay

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Pandemi Covid-19 mengubah pola transaksi masyarakat dari tunai menuju digital. Hal ini senada dengan data dari Bank Indonesia/BI yang menyatakan pertumbuhan pesat transaksi digital selama 2021.

Untuk menjawab kebutuhan konsumen, Astra melalui PT Astra Digital Arta meluncurkan AstraPay agar masyarakat dapat tetap bertransaksi dengan mudah dan aman. Sebagai aplikasi pembayaran digital yang tumbuh dalam ekosistem Astra, AstraPay mempunyai value proposition yang khas, yang berbeda dengan pemain pembayaran digital lainnya.

Karena dilahirkan oleh Astra yang sangat dekat dengan kebutuhan transportasi dan mobilitas serta dengan reputasi customer service yang baik, AstraPay akan mempunyai kekuatan di sektor dan ekosistem tersebut.

“Sesuai tujuan awal, AstraPay adalah aplikasi pembayaran digital milik Grup Astra yang memberikan kemudahan terhadap pengguna dalam melakukan pembayaran digital,” kata Meliza Musa Rusli, CEO AstraPay, di Jakarta Rabu (15/9).

Ia mengatakan, AstraPay ingin berkontribusi sebagai technology enabler dari produk-produk digital yang dikembangkan di dalam Grup Astra. AstraPay memiliki fitur direct payment untuk produk pembayaran angsuran dari layanan Grup Astra.

Saat ini, AstraPay telah bekerja sama dengan FIFGROUP, Toyota Astra Finance (TAF), Astra Credit Companies (ACC), hingga Maucash. Hal ini ini sejalan dengan keunggulan AstraPay yang difokuskan  pada  mobilitas masyarakat.

AstraPay juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran moda transportasi umum, seperti MRT Jakarta dan Transjakarta. Selebihnya, AstraPay juga dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik, PDAM, TV kabel, BPJS, pajak, hingga beli pulsa atau paket data.

Sebagai wujud komitmen AstraPay untuk memastikan standar keamanan data pengguna sesuai regulasi yang berlaku, AstraPay telah mendapatkan lisensi sebagai Uang Elektronik dari Bank Indonesia sebagaimana surat keputusan No. 22/59/DKSP/Srt/B dan surat keputusan Transfer Dana No. 22/273/DKSP/100.

Disisi keamanan akses akun, AstraPay telah dilengkapi dengan mekanisme single device authentication. Sistem ini hanya memungkinkan pengguna untuk login akun di satu device saja, sehingga pengguna tetap aman bertransaksi di AstraPay.

Langkah-langkah ini diharapkan menjadi bukti bahwa AstraPay adalah sarana pembayaran digital Grup Astra yang terpercaya, khususnya di kancah layanan keuangan digital Indonesia.

Konsumen dapat menggunakan AstraPay sebagai alat pembayaran digital secara luas, tidak hanya untuk layanan Astra. Hal ini sejalan dengan upaya AstraPay untuk  mendukung program Bank Indonesia dalam memperluas inklusi keuangan digital dengan menghadirkan fitur pembayaran QRIS.

Lisensi penggunaan fitur QRIS ini telah AstraPay dapatkan sejak tahun 2020. Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan pembayaran servis kendaraan di Toyota Sales Operation / TSO, Shop&Drive, Isuzu Sales Operation / ISO, Daihatsu Sales Operation / DSO, dan AHASS.

Bahkan di luar ekosistem Astra, pengguna dapat melakukan transaksi berbagai produk dan keperluan secara mobile, di mana saat ini telah ada sekitar 9 juta merchant di seluruh Indonesia yang telah menerima pembayaran melalui QRIS.

Suparno Djasmin selaku Director-In-Charge dari Astra Financial, Transportation, and Logistic  mengatakan, AstraPay berkomitmen mendukung transaksi pembayaran digital di dalam ekosistem Astra maupun luar ekosistem agar transaksi digital berjalan seamless, aman, dan terintegrasi.

AstraPay hadir melengkapi pilihan di industri pembayaran digital sebagai mitra terpercaya yang solutif terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia. ‘’Kami meyakini kehadiran AstraPay dapat meningkatkan kenyamanan konsumen Indonesia saat melakukan pembayaran digital,’’ tutup Djasmin. (bw)

Pelaku Ekonomi Kreatif Sidoarjo Diminta Belajar Mengolah Ikan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – TP-PKK Kabupaten Sidoarjo bekerjasama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikana/BPPP Banyuwangi  menggelar sosialisasi diversifikasi olahan ikan. Pasalnya, peluang keuntungan (diversifikasi) dari sektor pengolahan ikan di Kabupaten Sidoarjo cukup menjanjikan.

Karena Sidoarjo daerah penghasil udang dan bandeng. Karena itu TP-PKK mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk mengambil peluang usaha olahan ikan dengan belajar langsung kepada BPPP Banyuwangi yang sudah ahli dalam mengolah ikan Selasa, (17/9) di Pendopo Delta Wibawa.

Peluang usaha olahan ikan yang diajarkan yaitu usaha pembuatan olahan  ikan dalam bentuk frozen food, makanan siap saji dan sejenisnya. Peserta langsung praktek membuat olahan ikan bandeng dan udang sebagai produk unggulan Sidoarjo.

Nurul Firdausi, dari BPPP Banyuwangi yang bertugas di Kabupaten Sidoarjo sebelumnya memberi contoh cara membuat olahan ikan dihadapan Ibu-Ibu PKK Kecamatan. “Kegiatan sosialisasi diversifikasi olahan ikan ini merupakan program dari pokja 3 TP-PKK Kabupaten Sidoarjo  untuk menggeliatkan kembali ekonomi kreatif  Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Hj Sa’adah Muhdlor (Ning Sasha) Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo.

Sosialisasi yang dihadiri PKK Kecamatan itu diharapkan akan mengaplikasikan ilmunya dan disebarkan sampai ke desa. Karena ini akan menjadi contoh program rencana kerja (renja) yang akan disusun tahun 2022.

Bahwasannya program PKK-Kabupaten sinkron dan berkesinambungan dengan program PKK Kecamatan. “Maka dari itu saya menghimbau pentingnya peran PKK Kecamatan untuk saling bersinergi dengan TP-PKK Kabupaten, jangan sampai putus kontak, kita buat program yang bermanfaat dan lebih mengena,” pungkas Ning Sasha. (no)

Gus Muhdlor : Persiapkan Data Base Lulusan SMK Siap Kerja 

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Ribuan Siswa SMK di Kabupaten Sidoarjo yang akan memasuki kelulusan dan sudah siap memasuki dunia kerja menjadi atensi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Mudlor). Lembaga Bursa Kerja (LBK) yang dibentuk Sekolah Kejuruan diminta Bupati Gus Muhdlor mempersiapkan data base lulusan siswa yang siap bekerja.

Para lulusan SMK juga diminta Bupati meningkatkan kompetensinya. Persiapan ini dilakukan karena lulusan SMK masuk dalam prioritas program 100 ribu lapangan kerja baru yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui kerjasama dengan perusahaan – perusahaan.

Gus Muhdlor mengatakan, saat ini Ia tengah menyiapkan kebijakan dalam rangka mempercepat membuka lapangan kerja baru melelaui MoU dengan perusahaan-perusahaan besar. Seperti industri di kawasan Jabon ditargetkan akan menyerap sekitar  75 persen pekerja  memperioritaskan warga Sidoarjo.

“Setiap perusahaan besar yang mau investasi mendirikan ataupun berada di Sidoarjo, harus mengutamakan 75 persen pekerja dari warga Sidoarjo dan dari BLK Kejuruan. Saya minta Disnaker mengawal program ini,” jelas Gus Muhdlor saat Penyuluhan Bimbingan Jabatan Bursa Kerja Khusus Sistem Antar Kerja dalam jejaring info lowongan kerja Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Antar Negara (AKAN), bagi siswa SMK ITABA Gedangan yang akan memasuki dunia kerja, di SMK ITABA Gedangan. Selasa, (14/9).

“Ada AKL, AKAD, AKAN, itu peluang-peluang yang bisa dipilih kalau adik-adik masuk dunia kerja, tapi akan lebih baik kalau adik-adik wirausaha sendiri,” ucapnya. Upaya lain yang dilakukan Bupati Sidoarjo dalam menekan angka pengangguran terbuka dari lulusan SMK yang saat ini sudah tembus 43.000 atau 14,57 persen adalah dengan mendorong menjadi wiraswasta.

Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Tenaga Kerja akan memfasilitasi lulusan SMK yang ingin meningkatkan kompetensinya yang bisa menjadi bekal untuk merintis usaha sendiri. Sedangkan untuk permodalan pemkab sudah memfasilitasi lewat program KURDA Sayang. Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga sangat ringan 3 persen/tahun.

“Lulusan SMK  dapat meningkatkan kompetensinya untuk bekal menghadapi persaingan dunia kerja. Bahkan saat ini tukang bangunan harus memiliki sertifikat. Oleh sebab itu lulusan SMK wajib meningkatkan kompetensinya,’ tutur Gus Muhdlor.

“Berbekal ijazah yang diterima di sekolah saja tidak cukup, harus diimbangi kompetensinya,” tambahnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati  mengatakan siap mengawal dan mengupayakan semaksimal mungkin menjembatani antara dunia pendidikan dan dunia industri, termasuk memfasilitasi pelatihan kompetensi.

Agar ribuan lulusan SMK di Sidoarjo dapat  bekerja di Industri maupun mencetak wirausaha baru. “Kami siap mengawal seluruh Siswa-siswi SMK Sidoarjo terutama lulusan SMK ITABA mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya di dunia industry,’’ katanya.

Tahun 2021 ini SMK ITABA sedang menjajaki kerjasama dengan 42 perusahaan, 15 perusahaan yang aktif dan 37 perusahaan sebagai praktek kerja Industri dan mengantarkan lulusannya 90 persen mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya. (no)

Deltras Bertanding pada Divisi Tiga Liga Indonesia

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Setelah lama mati suri dari perhelatan sepak bola karena terbelit masalah keuangan dan sanksi dari FIFA, kini Deltras yang sudah menjadi klub kebanggaan arek Sidoarjo bangkit. Saat ini, Deltras sudah diakuisisi sebuah konsorsium.

Dibawah manajemen yang baru, Deltras siap mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo. CEO Deltras, Amir Burhanuddin, didampingi Ketua PSSI Jawa Timur/Jatim, Riyadh dan Ketua Delta Mania, Saiful Bahri, menemui Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) di Pendopo Delta Wibawa untuk meminta izin karena Deltras akan mulai bertanding di Divisi Tiga Liga Indonesia Selasa, (14/9).

Pada pertemuan itu Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) menyampaikan dukungannya kepada konsorsium yang baru saja mengambil alih Deltras. Dukungan Bupati diantaranya siap memfasilitasi apa yang diperlukan Deltras.

Termasuk home base yang rencananya akan di tempatkan di Sidoarjo. Dengan bangkitnya klub the Lobster itu Gus Muhdlor, berharap akan membawa nama Sidoarjo dikancah liga sepak bola nasional. Pemkab Sidoaro sebagai fasilitator akan siap memfasilitasi Deltras untuk berlaga di divisi tiga.

Bupati mengapresiasi konsorsium yang sudah menyelamatkan Deltras dari keterpurukan. “Masuk di divisi tiga, Deltras akan menjadi kebanggaan Sidoarjo. Ini menjadi momen penting kerena Deltras merupakan klub kebanggaan masyarakat Sidoarjo,” paparnya.

Intinya, atas nama Pemkab Sidoarjo berterimakasih kepada mas Amir beserta semua teman-teman di konsorsium yang sudah mau bahu membahu untuk mensukseskan akhirnya bisa membawa Deltras masuk divisi tiga ini.

‘’Kita siap memfasilitasi itu semua, pemerintah sebagai fasilitator akan memfasilitasi agar laga berjalan dengan baik. Termasuk masalah home base dan sebagainya,” kata Gus Muhdlor. Banyak wacana tentang Deltras dikelola oles siapa dan sebagainya.

Akhirnya kami beberapa orang yang kemudian menghimpun diri menjadi konsorsium mendapatkan mandat, wewenang dan kuasa dari manajemen lama bahwa Deltras diserahkan kepada kami. Karena Deltras ini adalah miliknya orang Sidoarjo kami memastikan sesama konsorsium bahwa Deltras namanya tetap Deltras dan Deltras tetap bermain di Sidoarjo,’ jelasnya

Ia menambahkan, pihaknya akan memulai laga kompetisi resmi di liga tiga. ‘’Kami menyampaikan perencanaan klub ini kedepannya seperti apa dan alhamudillah Bupati mensupport penuh dan kami siap bertanding di liga tiga,” ujarnya.

Terkait persoalan keuangan yang membelit klub berjuluk the lobster itu Amir mangaku pihaknya sudah menyelesaikan dan sudah tidak ada tanggungan. Ia memastikan Deltras sudah bebas dari sanksi FIFA.

“Segala tunggakan menjadi tanggung jawab kami selaku manajemen baru untuk menyelesaikan dan kami telah menyelesaikan per hari ini dan saya berani memastikan bahwa Deltras tidak akan ada sanksi dari FIFA perhari ini,” janji Amir.

Untuk pelatih dan para official Amir mencari sosok yang memiliki darah Deltras. Sedangkan home base akan ditempatkan di Sidoarjo. “Sekarang sudah proses, dalam waktu satu dua hari ini kita mencari pelatih dan membentuk tim. Termasuk para official nanti kita pilih yang punya darah Deltras dan home base kita tempatkan di Sidoarjo,” urainya.

Dibawah manajemen baru semua persoalan keuangan yang selama ini membelit Deltras sudah diselesaikan termasuk membayar tunggakan gaji pemain asing. Sekarang Deltras sudah masuk divisi tiga liga Indonesia. (no)

Jaringan 4G XL Layani 82 Persen Desa di Rokan Hulu

0

Pekanbaru, (pawartajatim.com)

Operator telekomunikasi ini terus membangun jaringan 4G hingga ke area-area pelosok di Sumatera, termasuk di wilayah Provinsi Riau. Salah satu area di provinsi tersebut yang menjadi perhatian XL Axiata adalah Kabupaten Rokan Hulu.

Sebanyak 114 desa yang berada di 12 kecamatan sudah terjangkau jaringan 4G XL. Selain untuk perluasan jangkauan layanan, pembangunan jaringan di kabupaten ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas jaringan di area yang sebelumnya terjangkau dan mengalami kenaikan trafik.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari implementasi komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital. Group Head XL Axiata West Region, Desy Sari Dewi, mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 82 persen dari total desa di Kabupaten Rokan Hulu yang sudah terlayani XL Axiata.

‘’Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat perluasan jaringan 4G masih akan terus kami laksanakan ke depan, seiring dengan tingginya permintaan layanan XL Axiata oleh masyarakat Rokan Hulu. Hal itu bisa lihat dari tingginya trafik penggunaan layanan data oleh pelanggan dalam dua tahun terakhir, yaitu hingga sekitar 338 persen,” kata Dewi, Sabtu (11/9).

Menurut Desy, guna melayani pelanggan di Rokan Hulu, saat ini jaringan XL Axiata ditopang oleh total sekitar 170 BTS , termasuk sebanyak sekitar 65 BTS 4G. Dalam dua tahun terakhir, jumlah BTS bertambah sebanyak 20 unit, termasuk 20 BTS 4G.

Sementara itu, jika dilihat dari perluasan wilayah, dalam dua tahun terakhir ada penambahan wilayah baru yang terdiri dari 5 desa dan 1 kecamatan. Sementara itu, di area perkotaan seperti ibu kota kabupaten, Pasir Pengaraian, penambahan BTS ditujukan untuk menjaga kualitas jaringan mengingat trafik yang terus meningkat. XL Axiata menjadi solusi komunikasi di seluruh area Kabupaten Rokan Hulu, termasuk di area perkebunan sawit dan karet yg sudah terhubung oleh jaringan XL.

Fiberisasi jaringan 4G juga telah berjalan di wilayah Provinsi Riau, termasuk Rokan Hulu dan fiberisasi terus dilakukan dari BTS yang sudah ada. Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber, termasuk melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS.

Dengan fiberisasi, kualitas jaringan data bisa ditingkatkan sehingga kualitas layanan yang bisa dirasakan pelanggan juga meningkat. Saat ini kualitas jaringan 4G XL di Pasir Pangaraian sudah bagus. Masyarakat setempat dan Kabupaten Rokan Hulu secara umum tak perlu ragu untuk memanfaatkan layanan XL Axiata.

‘’Kami berkomitmen untuk menjaga layanan agar pelanggan benar-benar mendapatkan manfaatnya, terlebih di masa pandemi seperti saat ini, layanan data dan internet menjadi kebutuhan utama agar kita bisa tetap produktif.  Selain di Kabupaten Rokan Hulu, XL Axiata juga memperluas jaringan dengan penambahan BTS di Kabupaten Kampar, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Sengingi, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati layanan XL Axiata di wilayah Provinsi Riau,” lanjut Desy. (bw)