AXIS Dukung Vaksinasi Mahasiswa dan Pelajar

0

Banjarmasin, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi ini berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah melawan pandemi Covid-19 di Indonesia. Kali ini dengan menyasar kalangan mahasiswa dan pelajar, perusahaan ikut mendukung pelaksanaan vaksinasi yang digelar secara bertahap di enam kota sejak akhir Agustus – November nanti.

Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 5.200 orang telah menerima vaksinasi di Bandung, Jawa Barat dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dukungan ini akan terus berlanjut di beberapa kota lain di Indonesia.

(Act) Chief Marketing Officer XL Axiata, Alfons Eric Bosch Sansa mengungkapkan, dukungan pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

‘’Kami meyakini bahwa komitmen ini bisa terwujud dengan kerja sama antar berbagai pihak, termasuk kalangan swasta. Dengan mengusung AXIS, kami turut mengambil bagian dalam pelaksanaan vaksinasi yang digelar di berbagai kota dengan menyasar kalangan mahasiswa dan pelajar,’’ kata Alfons, Senin (13/9).

Ditargetkan total penerima vaksin Covid-19 di dua kota akan mencapai lebih dari 5.200 orang, dengan rentang usia 14 sampai 35 tahun. Vaksinasi ini terealisasi berkat kerja sama antara XL Axiata dengan pemerintah daerah, universitas, hinga media lokal di Kota Bandung dan Kota Banjarmasin.

Pemilihan kedua kota dalam program ini atas pertimbangan banyaknya sekolah dan universitas di tiap daerah. AXIS sebagai brand anak muda memiliki spirit untuk mendukung kreatifitas generasi muda dalam berkarya meskipun masih berada di tengah situasi pandemi.

‘’Untuk itu kami sangat berharap agar vaksinasi ini dapat menjadi pintu agar semakin banyak masyarakat yang menerima vaksinasi, khususnya dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Saat ini AXIS juga tengah mempersiapkan percepatan vaksinasi di beberapa kota lainnya,’’ ujarnya.

“Mengingat hingga saat ini kita masih berada dalam situasi pandemi, kami pun turut menghimbau kepada seluruh penerima vaksinasi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Saling mengingatkan rekan maupunkeluarga yang belum menerima vaksinasi”, jelas Alfons lebih jauh.

Terkait dukungan pada percepatan vaksinasi, selama empat bulan sejak 22 Maret hingga 23 Juli, XL  berkolaborasi dengan RSUI, Pemerintah Kota Depok, dan ILUNI telah berhasil menyelenggarakan program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit untuk masyarakat umum. Tidak kurang dari 60 ribu warga telah memanfaatkan fasilitas ini.

Program vaksinasi yang sama saat ini sedang diselenggarakan di Kota Medan, Sumatera Utara, bekerja sama dengan RSUP H Adam Malik, Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Polda Sumut mulai 8 September hingga 3 November. (bw)

Sasar Pelajar dan Masyarakat, BIN Gelar Vaksinasi di Gresik

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Presiden  Joko Widodo, memantau vaksinasi yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) di Kabupaten Gresik melalui video conference. Kegiatan Vaksinasi itu digelar di SMA Negeri 1 Cerme, juga di Perguruan YPI Darussalam Cerme, MAN 1 Gresik, serta masyarakat Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Senin (13/9).

Presiden Joko Widodo, mengatakan tujuan vaksinasi kepada pelajar agar mereka sehat dan terlindungi dari bahaya Covid-19. “Supaya para pelajar kita, semua tetap sehat dan terlindungi dari bahaya Covid-19 dan bisa segera menggelar pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Vaksinasi digelar berbarengan dengan sembilan tempat lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Ditambahkan, pihak sekolah, supaya aktif berperan serta dan menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi para pelajar di tempatnya masing-masing.

“Yang juga penting, sudah berada di level 3 atau level 2 kepada seluruh bapak dan ibu kepala sekolah, kejar Bapak maupun Ibu Bupati dan Walikota untuk segera vaksinasi kepada pelajar-pelajar kita ini agar bisa segera diselesaikan, bisa dirampungkan. Bisa dibantu dari Pak Kabinda, dari Polri, dari TNI, semuanya, yang penting kecepatan harus bisa segera diselesaikan untuk vaksinasi para pelajar, agar bisa segera pembelajaran tatap muka terbatas,” harap presiden.

Kepala BIN (Kabinda) Jawa Timur Marsma TNI Rudy Iskandar menambahkan agenda vaksinasi dengan 5.500 dosis vaksin yang dipersiapkan ini tersebar di empat titik. Rinciannya, SMA Negeri 1 Cerme sebanyak 1.250 dosis, kemudian 1.250 dosis untuk pelajar SMP, SMA dan SMK di YPI Darussalam Cerme, juga sebanyak 2.500 dosis untuk siswa di MAN 1 Gresik yang berada  di Kecamatan Bungah.

“Kami juga melaksanakan vaksinasi door to door masyarakat di Kecamatan Kebomas, kita menyasar warga dan para petani tambak,” jelas Rudy. Ia mengatakan agenda vaksinasi tidak hanya berlangsung di Gresik. Vaksinasi juga akan digelar di Kabupaten dan Kota lain yang ada di Jatim.

“Seminggu ada tiga kali, kami akan bekerja sama dengan Dinas kesehatan setempat, TNI dan Polri,” tegasnya. Sementara itu, Plt kepala SMA Negeri 1 Cerme Ainur Rofiq tidak bisa menutupi rasa bahagianya.

Dia mengaku bangga, sekolah yang dipimpin olehnya bisa termasuk dalam agenda sepuluh sekolah terpilih dalam video conference bersama Presiden Jokowi, dan sekaligus dihadiri secara langsung oleh Kabinda Jawa Timur Marsma TNI Rudy Iskandar beserta jajaran.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi sekolah kami. Dari sepuluh sekolah di Indonesia, kami termasuk di dalamnya. Semua anak-anak, semua guru, menyambut dengan gembira. Apalagi vaksin yang telah kami tunggu-tunggu, akhirnya bisa dilaksanakan pada hari ini,” kata Ainur.

Di Desa Prambangan , Kecamatan Kebomas, selain menggelar vaksinasi di balai desa, juga menyasar petani tambak yang sedang bekerja, dan juga melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. (dra)

Emil Dardak : KEK, Tumbuhkan Investasi di Jatim

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat semakin menumbuhkan investasi di Jawa Timur/Jatim. Dirinya menginginkan agar realisasi investasinya dapat mencapai 60 persen seperti saat iklim investasi tahun 2020.

“Kita perlu menggenjot. Kita sangat ingin perekonomian cepat pulih. Memang kita mencetak sesuatu yang luar biasa di tahun 2020. Realisasi investasi yang mencapai 60 persen ingin kita dapatkan lagi,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Strategi Percepatan Pembangunan dan Pengelolaan KEK di Jatim yang diselenggarakan di Hotel Elmi Surabaya, Senin (13/9) siang.

Menurut Emil, saat ini, realisasi investasi menduduki peringkat ketiga dalam kontribusi terhadap realisasi investasi nasional dengan prosentase 7,9 persen atau setara dengan Rp 34,8 triliun. “Ini memang terhitung turun, tapi masih dalam nilai positif. Artinya memang tetap naik atau tumbuh,” tukasnya.

Di Jatim sendiri, sebut Emil, saat ini terdapat 2 KEK. Keduanya adalah KEK Singhasari dan KEK JIPEE. Kedua kawasan ini dinilai tak beririsan. Malah menjadi komplementer satu sama lainnya. Karena satunya adalah bidang tourism dan digital sedang satunya fokus pada bidang industri 4.0 .

“Tujuannya untuk capital intensif bukan hanya sekadar labour intensif lagi. Capital intensif nantinya akan mendukung dalam persaingan pasar global saat ini,” paparnya. Potensi investasi dinilai Emil sapaan lekatnya akan terbuka lebih luas beriring dengan terciptanya ekosistem melalui dua KEK ini.

“Kalau memang melihat strategi, kita tidak bisa gegabah. Cuman kita harus selalu waspada. Nah keberadaan KEK disini kami harapkan bisa menarik Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN),” katanya.

Menurut dia akselerasi pembangunan KEK ini harus bersama sama dengan adanya pembangunan akses atau jalan menuju lokasi. “Rencana pembangunan tol Gresik-Lamongan-Tuban nantinya akan mendukung akses bagi KEK JIPEE. Bahkan menjadi sebuah poros baru bagi pelaku investasi karena seperti yang kita tahu disana sedang berjalan pula Proyek Strategis Nasional (PSN) yakni Smelter,” kata Emil.

“Investasi besar ini bisa sinergis betul kalau semuanya sudah terkoneksi dengan baik. Termasuk tol KLBM (Krian Legundi Bunder Manyar) yang juga belum terkoneksi kesana,” lanjutnya. Sedang di KEK Singhasari, Malang yang memiliki fokus pada bidang animasi dan digital dengan luas 120 ha sudah memiliki milestone yang baik. Utamanya dengan dikembangkannya sentra animasi.

“Beberapa studio animasi skala kecil sudah masuk dan beraglomerasi dalam Kampung Animasi. Animator ini mendapat pendanaan dari Bank BNI berupa KUR, untuk menbuat studio dan menghasilkan karya yang di agregasi oleh Lokanima,” jelasnya.

Dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian terkait seperti Kementerian BUMN, Kemenparekraf, dan Menkomarves, kata Emil turut membuat sinergi terjalin dengan baik. “Animator yang disana pun juga menyarankan untuk dibangunnya sekolah vokasi animasi. Nah kombinasi semua ini diharapkan bisa menjadi sebuah ekosistem yang akan menumbuhkan profesi digital lainnya,” katanya.

Dalam kondisi seperti ini, Emil menuturkan bahwa upaya marketing harus digencarkan untuk menarik para investor. “Tunjukan pula bahwa pemerintah daerah juga mendukung penuh akselerasi pembangunan di dua kawasan tersebut. Nanti perwakilan dari JIPEE dan Singhasari kalau ada investor yang menghubungi, langsung diarahkan untuk menghubungi tim Ka. Biro Perekonomian,” tegasnya.

Melihat itu semua, Emil merasa optimis bahwa dengan stimulus dan dorongan terhadap iklim investasi melalui KEK bisa membuat pertumbuhan ekonomi di Jatim semakin membaik kedepannya.

“Kita optimis bahwa capaian-capaian ekonomi bisa mulai kita genjot dengan penuh ke hati-hatian. Karena ini saat yang pas, covid di Jatim sudah melandai dan sudah mulai terkendali. Sudah saatnya kita mulai berfikir dan mendorong investasi. Jangan sampai kita kehilangan momentum,” harap Emil.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Biro Perekonomian Aris Mukiyono mengungkapkan keinginan yang sama dengan Wagub Emil untuk percepatan pembangunan dan pengelolaan KEK.

“Kami harap ada akselerasi. Di JIPEE seperti apa di Singhasari seperti apa. Agar tetap terarah dan sesuai dengan Peraturan Presiden. Tentunya juga agar permasalahan yang ada segera bisa diselesaikan,” katanya.

“Kita kumpulkan disini semuanya untuk mendapat arahan dari Wagub terkait promosi dan pengelolaan dari kedua wilayah ini,” pungkasnya. (bw)

Alhamdulillah….., Level 1 di Jatim Bertambah

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah Jawa Timur/Jatim terdapat 3 kabupaten/kota yang berada level 1, kali ini kembali mendapatkan kabar baik dalam penanganan Covid-19. Berdasarkan assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI, per 12 September 2021 yang dirilis pada Senin (13/9), ada 6 kabupaten/kota di Jatim masuk pada level 1.

Yakni, Lamongan, Jember, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Banyuwangi. Kondisi ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya dalam assesment yang dilakukan oleh Kemenkes RI per 9 September 2021 dari 3 kabupaten menjadi 6 kabupaten.

Sementara, untuk level 2 terdapat 19 kabupaten/kota yaitu  Kab. Tuban, Sumenep, Situbondo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Madiun, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Jombang, Bojonegoro dan Bangkalan.

Assesment PPKM yang dilaksanakan pada 9 September dan 12 September 2021, untuk level 3 terjadi penurunan dari 16 menjadi 13 kabupaten/kota di Jatim. Yaitu , Kab. Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Lumajang, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Bondowoso, dan Blitar.

Atas penambahan level 1 di 6  kabupaten  di Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergi dan kekompakan  dari semua pihak yang turut mencegah dan mengendalikan  penyebaran Covid-19 di Jatim.

Tak hanya pemprov, tetapi Forkopimda Jatim, Bupati/Walikota dan Forkopimda Kabupaten/ Kota, tenaga kesehatan (nakes), serta semua elemen masyarakat se-Jatim saling bersinergi dan menjaga kekompakan dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah hari ini sudah terjadi penambahan kabupaten/kota di Jatim yang masuk pada level 1. Total ada 6 kabupaten/kota yang berada pada level 1. Data ini berasal dari assesment situasi Covid-19 yang dirilis Kemenkes RI per hari ini,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Grahadi Surabaya, Senin (13/9).

“Terima kasih atas sinergi, kerja keras, dan kekompakan dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- POLRI,  Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim,” tambah Khofifah.

Terkait capaian vaksinasi di Jatim, gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN per 13 September 2021, jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai 18.056.737 dosis. Terdiri dari capaian dosis pertama mencapai 11.679.097 orang dan dosis kedua mencapai 6.377.640 orang.

Menurut Khofifah, capaian ini sejalan dengan langkah Pemprov Jatim bersama Forkopimda Jatim dan seluruh pihak dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Jatim. Pasalnya, untuk vaksinasi ini memang dibutuhkan adanya kerja sama yang kuat lintas sektor dan semua pihak, termasuk melibatkan pentahelix approach di dalamnya.

Sebab mewujudkan herd immunity memang menjadi tanggung jawab bersama. Meski demikian, kembali Khofifah mengingatkan kepada semua elemen masyarakat untuk jangan kendor dan tetap menjaga kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Tetap memakai masker, menjaga jarak yang aman, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. “Kondisi seperti ini patut kita syukuri saat ini. Jatim sudah bebas zona merah dan terlepas dari level 4.

Vaksinasi terus kita gencarkan. Namun prokes jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” pungkas Khofifah. (bw)

Vaksinasi Capai 99,3 Persen, Surabaya Fokus Penguatan Infrastruktur Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Berdasarkan data dashboard vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Minggu (12/9), capaian vaksinasi di Kota Surabaya sebesar 99,03 persen atau 2.196.071 warga yang telah dilakukan vaksinasi dosis pertama.

 

Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 64,2 persen atau 1.426.724 warga yang telah divaksin lengkap. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengatakan, capaian vaksinasi tersebut juga memberikan dampak positif berupa melandainya angka infeksi Covid 19 di Kota Surabaya, karena terbentuk herd immunity.

 

“Saya bersama-sama Wali Kota Eri Cahyadi, jajaran Pemkot Surabaya, TNI, POLRI, Badan Usaha dan seluruh warga Kota Surabaya turut bangga atas capaian vaksinasi yang secara optimal berdampak positif menekan laju infeksi Covid-19,” kata Cak Ji panggilan akrab Wawali Surabaya, Minggu (12/9).

 

Dia juga menerangkan, bahwa kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi juga meningkat seiring dengan dorongan untuk mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi. “Alhamdulillah vaksinasi sudah sampai 99,3 persen dosis pertama, ini tertinggi di Jawa Timur/Jatim. Sekarang kita fokus untuk pemulihan ekonomi dengan mulai dilonggarkannya pembatasan,” jelas Cak Ji.

 

Oleh sebab itu, Cak Ji, mengaku juga aktif mendorong UMKM di kecamatan-kecamatan untuk menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi di Kota Surabaya. Kolaborasi antara pemerintah kota, badan usaha hingga UMKM, memberikan gairah kebangkitan ekonomi di Kota Surabaya.

 

“Berdasarkan data tanggal 11 September 2021 yang saya terima, RT Zona Merah di Surabaya yang ditemukan angka konfirmasi positif lebih dari satu orang ada 4 RT dan sebanyak 10.219 sudah zona hijau,” katanya.

 

Meski demikian, Cak Ji juga berpesan kepada masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan. Masyarakat diimbau agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi.

 

“Dengan melandainya angka Covid-19, kita perkuat juga infrastruktur kesehatan seperti testing dan rumah-rumah sehat, sehingga nanti bisa siap siaga menghadapi berbagai kondisi yang akan datang,” tandasnya. (bw)

Bapak Dua Anak Cabuli Bocah Cilik Bau Kencur

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Perbuatan pencabulan dilakukan terhadap anak perempuan dibawah umur kembali terjadi. Kejadian ini menimpa bocah 9 tahun, yang dicabuli S (51), asal Gedangan, Sidoarjo.

Pernah menjalani masa hukuman penjara atas kasus pencabulan yang pernah dilakukan, tidak membuat S, bapak dua anak ini jera. Hingga membuat dirinya berkeinginan untuk mencabuli lagi anak dibawah umur.

Pencabulan terhadap bocah ini dilakukan S pada 7 September 2021. Saat itu, ia tepat pukul 10.30 WIB pulang sekolah di wilayah Wonoayu, tetapi belum juga dijemput orang tuanya.

Tak lama kemudian, datanglah tersangka S menghampiri korban. Mengajak serta membujuk rayu dengan membelikan es oyen di dekat sekolahnya dan juga diberikan uang Rp 7.000 Setelah berhasil membujuk, tersangka mengantarkannya pulang.

Di tengah perjalanan pulang, terjadilah perbuatan cabul terhadap gadis kecil berinial M ini. Di atas motornya, tersangka memasukan jarinya ke dalam rok korban, hingga masuk ke kemaluan sampai korban merasa kesakitan.

Tak berhenti disitu. Kemudian tersangka mengajak korban berhenti ke sebuah warung, sambil minum es teh, M mengalami tindakan cabul kembali yang dilakukan S. Tubuh M didudukkan di atas pahanya.

Setelah itu S kembali memasukan jarinya kekemaluan M. Rasa sakit yang dialami korban tak dihiraukan pelaku. Hingga berlanjut ia meminta M agar tangannya memegang kelaminnya. Setelah itu, tersangka melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan korban pulang.

Namun, pada saat itu tersangka tidak mengantarkan korban sampai di rumahnya, tersangka hanya mengantarkan korban di gang rumahnya. Lalu korban diberikan uang oleh tersangka sebesar Rp 10.000.

Tersangka mengancam korban, supaya tidak memberitahu siapapun terkait peristiwa yang dialaminya. Namun, korban memberanikan diri untuk bercerita kepada orang tuanya atas apa yang dialaminya.

Kemudian orang tuanya melapor ke polisi. Dari hasil penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi, pengakuan korban dan visum. Polisi berupaya mengungkap kasus ini. “Tim kami berhasil mengungkap kasus pencabulan yang dialami M dan menangkap pelakunya yakni S, yang tak lain adalah residivis kasus pencabulan,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro pada wartawan, Senin (13/9).

Kepada tersangka S, dikenai ancaman hukuman 15 tahun penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (no)

Bupati Ikfina : Hindari Janji Buram Oknum Perekrutan

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Ujian seleksi kompetensi Calon Aparatur Sipil Negara/CASN, Pemerintah Kabupaten Mojokerto 2021, untuk formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan Fungsional Guru resmi dimulai, Senin (13/9) pagi.

Pelaksanaan dipantau Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, didampingi Zainul Arifin Kepala Dinas Pendidikan dan Susantoso Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto.

Peserta seleksi adalah para Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Tetap Yayasan (GTY), terdiri dari guru SDN 729 orang dan Guru SMP 37 orang (total 766 orang). Seleksi dibagi menjadi tiga tahap yakni tanggal 13 September-17 September (tahap 1), 26 Oktober-30 Oktober (tahap 2), dan 2 Desember-6 Desember (tahap 3).

Sedangkan sesi ujian dibagi menjadi dua waktu, yakni pukul 07.00-10.50 WIB (sesi 1), dan 13.00-16.50 WIB (sesi 2) pada masing-masing tahap. Lokasi ujian ditetapkan di tiga titik yakni gedung SMAN 1 Sooko, SMKN 1 Trowulan dan SMAN 1 Gondang.

Untuk keamanan dan standar protokol kesehatan sesuai rekomendasi Satgas Covid-19, Bupati Ikfina pada pemantauan ini juga memastikan para peserta telah melewati proses skrining ketat pencegahan Covid-19.

Yakni, melaksanakan rapid test antigen, dengan hasil negatif/non reaktif dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum mengikuti ujian. Dari proses skrining ini, panitia menemukan satu orang peserta yang dinyatakan positif Covid-19.

Peserta tersebut saat ini, telah mendapatkan perawatan di Pondok Sehat Terpusat Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, di Desa Claket Kecamatan Pacet. Peserta akan mengikuti ujian dengan penjadwalan ulang, jika sudah dinyatakan negatif Covid-19 pasca perawatan.

Meski banyak tantangan di tengah pandemi Covid-19, Bupati Ikfina mendorong para peserta ujian untuk selalu yakin dengan kemampuan diri sendiri. Bupati juga mengimbau agar peserta tidak tergiur janji buram pihak-pihak tidak bertanggung jawab, apabila menawarkan kemudahaan instan masuk penerimaan PPPK.

“Saya harap semua peserta, percaya dengan kemampuan diri sendiri. Ikuti tes ini dengan sebaik-baiknya. Jangan mudah percaya pihak-pihak tertentu, yang mungkin mengklaim dan menjanjikan penerimaan PPPK.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto sudah berkomitmen, untuk penerimaan PPPK, ASN ataupun jabatan-jabatan di Kabupaten Mojokerto, akan selalu dilaksanakan sesuai prosedur, kemampuan dan kompetensi yang dimiliki,” tegas bupati. (bw)

Bupati Gus Muhdlor Wujudkan Janji Kampanye Pilbup

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, memenuhi janji kampanye saat Pemilihan Bupati, 2020 lalu. Salah satu dari 17 program yang saat ini dikebut Gus Mudhdlor, adalah membuka 100.000 lapangan kerja baru.

Selama Pandemi yang berlangsung kurang lebih 2 tahun itu membawa efek besar bagi dunia usaha. Dampaknya angka pengangguran di Sidoarjo jadi meningkat. Ada sekitar 10,97 persen yang menganggur karena berbagai sebab.

Yang paling besar adalah korban pemutusan hubungan kerja/PHK. Kemudian faktor lainnya, lesunya usaha yang dijalankan selama pandemi. Karena itu, Bupati Gus Muhdlor menggenjot program membuka lapangan kerja baru melalui pemberian pelatihan keterampilan berbasis kompetensi.

Selain itu, kerjasama dengan perusahaan melalui MoU penerimaan karyawan mengutamakan warga Sidoarjo akan dilakukan Bupati. Pemberian bekal keahlian untuk para korban PHK dan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan itu dilakukan secara masif di 18 kecamatan.

Harapannya jumlah pengangguran di Sidoarjo turun. “Pengangguran terbuka di Sidoarjo besar, ada 10, 97 persen, sekitar 288.000 orang, dengan adanya pelatihan seperti ini diharapkan dapat mengikis jumlah itu,” ucap Gus Muhdlor, saat menutup pelatihan SPA Refleksiologi bagi warga Gedangan di Kantor Kecamatan Gedangan, Senin (13/9).

Gus Muhdlor minta semua pihak diharapkan bahu membahu mengatasi permasalahan pengangguran. Kerja keras, kerja bersama jadi kunci keluar dari persoalan ini. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta sinergi merealisasikan 17 program yang menjadi janjinya sebelum dilantik jadi Bupati Sidoarjo.

“Seluruh OPD harus sinergi mensukseskan 17 program yang sudah masuk dalam RPJMD. Salah satunya membuka 100.000 lapangan kerja baru,”jelasnya. “Peningkatan kompetensi yang berbasis pada skill langsung terapan kepada masyarakat, yang kemudian diharapkan menjadi wirausaha baru, bukan hanya ikut kerja di pabrik tetapi adalah mencetak pengusaha-pengusaha baru di bidang jasa, dalam hal ini SPA Refleksiologi,” tuturnya.

Tahun depan Bupati minta jenis pelatihan dirubah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan masyarakat setiap kecamatan. Karena menurutnya, tidak semua wilayah membutuhkan keahlian yang sama.

Para Camat diminta mengkoordinir hasil produk unggulan desa/kelurahan di wilayahnya masing-masing. Branding apa yang ingin diangkat nantinya akan difasilitasi oleh Pemkab Sidoarjo.

“Salah satu ujung tombaknya adalah desa, untuk itu setiap desa bisa memberikan masukan ke kecamatan untuk diangkat produk unggulannya. Contohnya di Desa Punggul yang dikenal sebagai kampung Topi,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan kompetensi, upaya lainnya yang ditempuh Gus Muhdlor untuk mempercepat membuka lapangan kerja baru adalah melakukan MoU dengan perusahaan- perusahaan.

Ada sekitar kurang lebih 1.500 industri skala besar dengan total 6.000 industri skala menengah dan besar. “Kedepan kita akan MOU ke beberapa perusahan besar yang ada di Sidoarjo, yaitu harus mengutamakan tenaga kerja dari warga Sidoarjo atau memberikan ruang Pelatihan Kerja,” katanya.

“Setiap perusahaan besar yang mau investasi mendirikan ataupun berada di Sidoarjo, harus mengutamakan pekerja dari warga Sidoarjo dan Balai Latihan Kerja,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, yang hadir mengatakan pelatihan keterampilan di kantor Kecamatan Gedangan diikuti oleh 20 orang.

Semuanya warga ber KTP Kecamatan Gedangan. 20 orang tersebut mengikuti pelatihan refleksiologi. “Seluruhnya saudara-saudara kita yang ber KTP di Kecamatan Gedangan,”ucap Fenny. Ia mengatakan, instansinya menjadi satu-satunya dinas di Kabupaten Sidoarjo yang menyelenggarakan pelatihan keterampilan berbasis kompetensi.

“Satu-satunya pelatihan keterampilan yang berbasis kompetensi, ada uji kompetensinya ada di Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo,”ucapnya. (no)

Giliran PAN Sidoarjo Gelar Vaksinasi Gratis

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Peduli kepada masyarakat, DPD PAN Sidoarjo menggelar vaksinasi gratis untuk kader dan masyarakat di kantor DPD PAN Sidoarjo Kelurahan Sekardangan, Senin (13/9), dengan kuota vaksinasi 1.100 orang.

Vaksinasi tahap pertama ini, diperuntukkan kader dan pengurus DPD PAN Sidoarjo dan ditinjau Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor. Selain vaksinasi untuk kader dan pengurus DPC PKB Sidoarjo, digelar juga vaksinasi untuk masyarakat umum.

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor menyampaikan bahwasanya vaksinasi ini sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat untuk program Herd Immunity Indonesia. ”Mudah-mudahan program vaksinasi nasional yang dicanangkan Pak Jokowi ini bisa segera memberikan keyakinan, bahwa kita bisa mengurangi dan keluar dari COVID-19 ini di Indonesia,” ungkapnya.

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor mengucapkan pemkab sangat mendukung pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan parpol. “Ini merupakan bentuk partisipasi parpol dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat herd immunity warga,” paparnya

Ketua DPD PAN Sidoarjo, Dr Emir Firdaus, menjelaskan, pimpinan partai terus mendorong kader untuk membantu pemerintah dalam memperkuat herd immunity masyarakat dengan mendorong vaksinasi.

Emir Firdaus, yang juga Wakil Ketua DPRD Sidoarjo menambahkan bahwasanya kader, pengurus, anggota, serta simpatisan PAN Sidoarjo sudah divaksin jumlahnya terus bertambah dalam rangka percepatan vaksinasi.

“PAN all out mendukung vaksinasi ini, tujuan kami untuk membentuk herd immunity serta bergotong royong demi terbebas dari pandemi COVID-19,” urainya. (no)

Pengembangan Pelabuhan Benoa, Pelindo III dapat PMN Rp 1,2 Triliun

0

Bali, (pawartajatim.com) – Pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) mendapat dukungan pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,2 trilliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2 yang merupakan salah satu dari 16 paket pengembangan BMTH.

Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto, mengatakan, pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 2 merupakan lanjutan dari pekerjaan sebelumnya yang telah dikerjakan tahun 2019 lalu. Dengan pengerukan alur dan kolam tahap 2 direncanakan kedalaman alur dan kolam Pelabuhan Benoa sepenuhnya merata sedalam minus 12 meter low water spring (MLWS).

“Pengerukan alur dan kolam ditahap ini areanya lebih luas, akan menjangkau hingga area pengembangan pelabuhan di sisi utara Pelabuhan Benoa saat ini, kedalaman akan merata hingga minus 12 MLWS,” kata Boy saat bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster, Sabtu (11/9).

Secara rinci Boy menyebut area yang akan dikeruk yakni kolam dermaga timur, kolam putar, alur pelayaran (pelebaran), kolam dermaga yacht club. Selanjutnya adalah kolam dermaga LNG, curah cair dan petikemas serta kolam dermaga selatan.

Pengerukan alur dan kolam pelabuhan dilakukan kembali karena pada beberapa area kedalaman alur dan kolam masih belum merata. Kedalaman di area pengembangan pelabuhan misalnya, kedalaman saat ini berkisar antara minus 1-3 MLWS.

“Area pengembangan sisi utara Pelabuhan Benoa direncanakan untuk area petikemas, curah cair, dan LNG yang terpisah dengan area wisata, sehingga membutuhkan kolam pelabuhan yang dalam, bisa diakses kapal tanker dengan panjang 180 meter dengan boot 50.000 deadweight tonnage (DWT),” ungkapnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster, memberikan apresiasi atas pengembangan Pelabuhan Benoa yang dilakukan oleh Pelindo III. Menurutnya, konsep pengembangan BMTH sudah menggambarkan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang berwawasan budaya dan kearifan lokal Bali.

Dengan demikian pengembangan Pelabuhan Benoa dapat sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Harmonisasi pembangunan penting untuk menggambarkan kehidupan asli masyarakat Bali yang lekat akan budaya dan tradisi. Guna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

“Wisatawan yang datang melalui Pelabuhan Benoa harus merasa jika mereka berada di Bali saat pertama kali tiba, hal ini penting karena Bali memiliki nilai budaya yang kuat,” kata Koster.

Ia meminta agar pengembangan Pelabuhan Benoa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak. Keterlibatan UMKM juga ditekankan agar perekonomian juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat Bali.

“Masyarakat berhak memperoleh manfaat, sehingga mereka harus dilibatkan, sediakan tempat bagi mereka di Pelabuhan Benoa, agar nantinya saat pandemi ini berakhir mereka juga ikut bangkit seiring dengan kapal pesiar yang kembali datang ke Bali,” tutup Koster. (bw)