Terapis Nusantara Kembalikan Kerokan Warisan Leluhur

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Guasha yes, kerokan ok. Jika orang ditanya apa itu guasha, pasti banyak orang yang menggelengkan kepala tanda tidak tahu. Tetapi saat ditanya apakah mengenal kerokan ? Semua orang pasti paham dan mengenal metode terapi kesehatan yang satu ini.

Memang, kerokan merupakan terapi kesehatan asli nusantara’, yang dikembangkan secara turun temurun di berbagai daerah di tanah air. “Dulu  zaman kerajaan, bangsa Tiongkok membawa metode ini dan dikembangkan disana, kemudian hari dikenal dengan nama guasha,” kata Master Guasha Indonesia, Ir Handoko, kepada pawartajatim.com disela-sela pelatihan Teepis Nusantara di Hotel 88 Surabaya. Minggu (11/9).

Baru-baru ini, metode guasha  kembali populer di tanah air. Banyak para terapis belajar kepada Handoko, mulai dari Riau, Palembang, Jakarta, Solo, dan Surabaya. Sekitar 400-an orang yang lulus pelatihan ini.

Guasha yang menitikberatkan pada membuka dan melancarkan peredaran darah pada titik meridian pasien terbukti mampu menyembuhkan penyakit. Seperti masuk angin, mual, kembung,  meningkatkan kejantanan bagi laki-laki serta menimbulkan aura kecantikan pada perempuan.

“Banyak penyakit lain yang bisa sembuh dengan metode pengobatan ini,” jelas pria berlatar belakang seorang insinyur ini. Terapis Nusantara (Tenar) sebagai wadah para terapis sangat antusias menyambut kehadiran metode pengobatan yang konon jauh lebih tua  dan lebih mudah dari akupuntur ini.

Apalagi, Handoko, juga memperkenalkan penggunaan alat bantu berupa kepingan dari tanduk sebagai pengganti uang logam yang selama ini banyak digunakan di masyarakat. “Penggunaan alat bantu ini  disertai dengan pembacaan ayat suci dapat juga mengusir jin dan setan,” tambah pria bersahaja asal solo ini. (nn)

Indikator Penanganan Lampaui Standar WHO, Surabaya Level 2

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 4 September 2021, Kota Surabaya saat ini berada di Level 2. Turunnya situasi Covid-19 di Kota Pahlawan ini tentu dipengaruhi oleh beberapa hal.

Salah satunya, positivity rate di Kota Surabaya saat ini berada pada angka 1,61 persen, jauh di bawah standar WHO yang sebesar 5 persen. Positivity rate adalah perbandingan jumlah kasus Covid-19 dengan jumlah tes.

Semakin rendah angkanya, semakin menunjukkan kecilnya tingkat penularan, yang menunjukkan keberhasilan pengendalian pandemi. Sedangkan untuk rasio tracing kontak erat berada di angka 1:18,47, menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia dan telah melampaui standar Kemenkes sebesar 1:15.

Testing di Surabaya pun sangat masif, mencapai 58.000 dalam tujuh hari terakhir. Termasuk salah satu yang tertinggi di Tanah Air dan telah melampaui standar WHO. “Alhamdulillah, berkat gotong royong semuanya, kita lihat indikator-indikator pengendalian pandemi menunjukkan tren yang bagus.

Mulai test, trace, semuanya masif. Itu yang kemudian membuat kita bisa cepat memutus mata rantai penularan, dan otomatis mengurangi risiko keparahan pasien karena begitu positif langsung tertangani,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Minggu (5/9).

Tingkat kesembuhan (case recovery rate) mencapai 95,55 persen, di atas rata-rata nasional, menunjukkan kapasitas respons sistem kesehatan yang bagus. Adapun tingkat kematian (case fatality rate) Surabaya di angka 3,7 persen, juga salah satu yang terendah.

Sedangkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) per 4 September 2021 terus turun menjadi 16,54 persen. “Soal treatment ini kerja kolaboratif semuanya. Terima kasih tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan semuanya. Kami akan terus jaga kapasitas respons sistem kesehatan ini, sehingga Surabaya selalu siap melayani, tapi tentu kita berharap semua warga sehat, gak onok maneh yang terpapar,” papar Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri mengatakan, pengendalian pandemi ini menjadi pintu pembuka pemulihan ekonomi. “Insya Allah dengan turun situasi ke level 2, ekonomi bisa kembali bergerak, lapangan kerja terbuka, dan kita bisa bantu warga untuk kembali menata kesejahteraannya,” jelasnya.

Terkait vaksinasi, capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 1.995.317 atau 89,96 persen dari target 2,2 juta jiwa. Kemudian, vaksinasi dosis kedua mencapai 1.356.831 dengan persentase 61,17 persen dari target.

“Kita optimistis bisa segera full 100 persen target sasaran warga tervaksin,  karena sekarang seminggu dua kali kita mendapat kiriman vaksin. Kita bersama Forkopimda Kota Surabaya juga melakukan vaksinasi menggunakan mobil vaksin di kelurahan. Vaksinasi juga kita lakukan di puskesmas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita memastikan akan terus berupaya agar Kota Pahlawan dapat segera mencapai level 1. Tentunya untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan beberapa strategi dan upaya khusus.

Strategi pertama yang terus dilakukan adalah konsisten menerapkan kegiatan 3T (testing, tracing dan treatment) berbasis wilayah meskipun transmisi penularan sudah rendah. “Kita juga melakukan testing secara agresif dan terintegrasi dengan sasaran prioritas seperti suspek/probabel, kontak erat dan pelaku perjalanan berbasis wilayah,” kata Feny, sapaan lekatnya.

Tak hanya memasifkan testing secara agresif dan terintegrasi. Namun, Feny menyebut, tracing secara masif juga dilakukan <48 jam dengan ratio tracing cakupan minimal 1:15 dan memastikan semua sasaran tracing harus dilakukan swab (RDT antigen / RT PCR).

“Kita juga melakukan evakuasi cepat untuk kasus yg terkonfirmasi positif, baik dari RDT Antigen maupun RT-PCR ke tempat isolasi terpusat <24 jam setelah hasil pemeriksaan keluar,” jelasnya. Strategi lain yang dilakukan untuk mencapai level 1 adalah melakukan penerapan blocking area secara konsisten dan terintegrasi bersama Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo Sesuai Wilayah.

Disisi lain, percepatan vaksinasi wilayah berdasarkan level/zona baik dosis 1 maupun dosis 2 juga terus dilakukan. “Kita juga memastikan semua warga telah mendapatkan vaksin secara lengkap serta masyarakat tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan ketat secara disiplin dalam bermasyarakat,” pungkasnya. (bw)

Vaksinasi Merdeka untuk Ponpes dan Rumah Ibadah di Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pelaksanaan vaksinasi merdeka Pondok Pesantren (Ponpes) dan Rumah Ibadah di Ponpes Sunan Kalijogo, Jalan Simokalangan No 184, Surabaya, Selasa (7/9) dipantau Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Vaksinasi itu digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan dipantau secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi Widodo.

Selain Wali Kota Eri, vaksinasi di Ponpes Sunan Kalijogo juga dihadiri langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Danlanud Muljono Kolonel Pnb Moh. Apon, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Anton Delianto.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri mengatakan, vaksinasi merdeka Ponpes dan Rumah Ibadah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sementara di Kota Surabaya, pemerintah pusat memberikan sebanyak 4500 dosis vaksin Sinovac.

“Ini merupakan sinergi antara Polrestabes Surabaya, dan Staf Khusus Presiden RI yang terus membantu untuk menurunkan angka Covid-19 di Kota Surabaya. Hari ini pelaksanaannya serentak, ada di Masjid Agung, ada di gereja, ada di sini juga (Ponpes Sunan Kali Jaga). Total jumlah vaksinnya ada 4500,” kata Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri memaparkan, berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 4 September 2021, Kota Surabaya saat ini berada di level 2. Namun, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), Surabaya sebagai bagian dari wilayah aglomerasi Surabaya Raya masih berada pada level 3.

“Inilah hebatnya Kota Surabaya. Forkopimda bergotong-royong, bahu-membahu menangani pandemi Covid-19 hingga bisa berada di level 2. Ada mobil vaksin dari Kapolrestabes Surabaya, jumlahnya 22, dalam sehari bisa sekitar 20 ribu orang yang divaksin,” ujarnya.

Meski demikian, Wali Kota Eri menyebut, tanpa doa dari para Kiai dan alim ulama, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beserta jajaran Forkopimda tidak akan mampu menanggulangi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, ia secara tulus meminta bantuan doa dari para Kiai dan alim ulama agar Surabaya terbebas dari pandemi Covid-19.

“Sehebat-hebatnya Forkopimda Kota Surabaya, tidak akan menjadi hebat tanpa doa para Kiai dan alim ulama. Saya mohon doanya para Kiai dan alim ulama, Insya Allah diijabah oleh gusti Allah dan Kota Surabaya menjadi kota yang Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Ponpes Sunan Kalijogo, H. Nafi’ Mubarok mengatakan, total peserta yang mengikuti vaksinasi merdeka serentak di Ponpes Sunan Kalijogo sebanyak 500 orang. Dari jumlah tersebut, 250 orang merupakan santri yang masih menempuh pendidikan di Ponpes Sunan Kalijaga. Sisanya, vaksin tersebut diberikan kepada guru, alumni, dan warga yang tinggal di sekitar ponpes.

“Alhamdulillah, vaksinasi hari ini berjalan sesuai dengan harapan. Vaksinnya juga kita berikan ke warga sekitar. Kalau kita sudah vaksin tapi warga sekitar ponpes belum divaksin, kan kita belum bebas juga. Pastinya kita juga sangat mendukung program vaksinasi dari pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, vaksinasi untuk santri laki-laki dan perempuan dilakukan di ruang terpisah. Santri laki-laki divaksin di lantai satu. Sedangkan santri perempuan, divaksin di lantai dua. “Jadi, begitu masuk pintu gerbang langsung kita pisah. Sehingga, masuk lokasi langsung terpisah,” jelasnya. (bw)

Tegak Lurus, Gema Puan Jatim Perjuangkan Putri Megawati Jadi Presiden

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemilihan Umum/Pemilu masih 3 tahun lagi. Namun, suasana kontestasi begitu terasa. Hal ini ditandai dengan maraknya gambar baliho yang bertebaran di berbagai penjuru tanah air, termasuk di Surabaya.

Tokoh nasional yang gambarnya banyak menghiasi di baliho antara lain, Puan Maharani (PDIP), Airlangga Hartarto (Golkar), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat). Maraknya baliho bertujuan untuk melakukan tes pasar atau cek gelombang yang mengukur tingkat popularitas (keterkenalan) dan probabilitas (keterpilihan) calon di masyarakat.

Mengingat sistem pemilu 2024 sangat pelik dan rumit bagi partai selaku peserta dan KPU selaku penyelenggara. Karena di tahun tersebut digelar pemilihan legislatif yaitu DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota /Kabupaten, DPD RI, Presiden, Gubernur, dan Walikota/Bupati.

Maka tidak cukup untuk mengandalkan kekuatan mesin partai semata untuk memenangkan calon presiden. Kehadiran komponen relawan sebagai pendamping strategis sangat diperlukan. “Gema Puan Jatim sangat memahami hal ini. Karena itu, kita persiapkan sejak sekarang untuk memenangkan hati rakyat ” kata Ketua DPD Gema Puan Jatim, Nanang Sutrisno, SH, MM, bersama Sekretaris Jenderal DPP Gema Puan, M Araful Firaq, kepada pawartajatim.com disela-sela  rapat persiapan deklarasi Gema Puan Jatim di Surabaya, Sabtu (10/9).

Rapat dilakukan untuk mematangkan persiapan deklarasi di Malang, Oktober mendatang. Ratusan potensi pendukung Puan Maharani akan hadir pada acara tersebut. “Ada tokoh nasional yang akan tampil menyampaikan orasi kebangsaan,” jelas mantan anggota DPRD termuda di Surabaya ini.

Selain kegiatan deklarasi,  juga digelar bakti sosial kesehatan yang melibatkan para terapis handal yang tergabung dalam Terapis Nusantara/Tenar, pentas seni penyandang disabilitas, dan bazar Usaha Mikro Kecil Menengah/UMKM.

“Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai pesta rakyat,” tambah pengurus di Lembaga Bantuan Hukum Rumah Keadilan Masyarakat (LBH RKM) ini. Suasana optimis dan percaya diri juga tercermin pada wajah panitia yang hadir  seperti Charlie Hasiholan Panjaitan (Ketua Panitia), Nurul Chotimah (Sekretaris), Siti Nurwiji (Bendahara), Tomuan Hutagaol, Muridan, Misnatun, Dana Eryani, Tatik Effendi, Imanuel Dedi, Arifa, Agus Dianawati, Jatim, dan masih banyak lagi. (nn)

Bupati Ikfina, Lepas Kontingen Atlet PON XX Papua 2021

0

Mojokerto, (pawartajatim.com)

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Wakil Bupati Muhammad Albarraa, Amat Susilo Kepala Disparpora, Suher Didieanto Ketua KONI Kabupaten Mojokerto serta Didik Chunsul Yakin Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, melepas para atlet kontingen Kabupaten Mojokerto yang mewakili Provinsi Jawa Timur untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, Jumat (10/9) pagi di Pendapa Graha Majatama.

Ketua KONI dalam laporan sambutan menerangkan bahwa kontingen Kabupaten Mojokerto, terdiri atas 21 orang atlet dari 13 cabang olahraga (cabor) beserta dua orang pelatih. Para atlet ini telah disiapkan dengan baik, untuk berlaga di ajang yang akan digelar 2-15 Oktober mendatang.

Para kontingen akan menunjukkan kemampuan terbaiknya pada cabor judo, atletik, gantole, bulu tangkis, hockey, menembak, sepak takraw , qurash, sepak bola, binaraga, loncat indah, polo air hingga esport.

Bupati Ikfina Fahmawati pada arahannya, menyerukan agar para atlet bisa membawa nama baik daerah bahkan nama baik Negara Indonesia. Hal ini tentunya karena lecutan motivasi, sebab salah satu putri daerah asal Kabupaten Mojokerto yakni Khalimatus Sadiyah berhasil meraih medali emas pada ajang Paralimpic di Tokyo Jepang beberapa waktu lalu.

“Tidak semua yang diberi kesempatan, bisa berprestasi. Tidak semua yang berprestasi, bisa menunjukkannya. Targetkan juara Nasional, kalau bisa harus Internasional. Kibarkan Bendera Mera Putih dan lagu kebangsaan berkumandang di Negara lain. Anda semua akan mewakili Jatim. Tunjukkan yang terbaik di PON, untuk selanjutnya bisa mengikuti ajang internasional. Prestasi saudara kita yang meraih medali emas pada Paralimpic, harus jadi motivasi bersama. Saya yakin Anda semua akan menyusul,” kata bupati dilanjutkan penyerahan uang saku secara simbolis kepada para atlet. (bw)

Ibu Hamil Wajib Sehat dan Pernafasan Bagus

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – UPT Puskesmas Kecamatan Puri, menggelar vaksinasi pencegahan Covid-19 bagi ibu hamil/bumil. Acara dibuka Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, Jumat (10/9) pagi.

Sujatmiko Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, pada kegiatan ini melaporkan jumlah bumil yang akan mengikuti vaksin sebanyak 131 orang. Sujatmiko menyebut vaksinasi bumil sangat penting untuk diberikan, mengingat risiko kesakitan dan keparahan bisa ditekan apabila sudah tervaksin.

“Bumil yang bisa divaksin adalah yang usia kandungannya sekitar 13-33 minggu. Sasaran vaksinasi bumil di Kabupaten Mojokerto, kita targetkan bisa 100 persen atau sekitar 4.300 lebih bumil yang ada. Di UPT Puskesmas Puri pagi ini, vaksin kita berikan pada 131 bumil. Jika masih ada sisa vaksin, boleh ditambahkan sasaran lain. Harapannya mengurangi angka kesakitan hingga angka kematian. Beberapa kasus kematian positif covid, terjadi pada orang yang belum divaksin. Namun, 90 persen orang yang sudah tervaksin, terbukti terlindung dari risiko kesakitan dan tingkat keparahan apabila terkena covid,” kata Sujatmiko.

Bupati Ikfina Fahmawati, pada arahannya membeberkan manfaat besar vaksinasi bagi bumil. Hal ini karena Covid-19, menyerang sistem pernafasan sebagai target utama. Sedangkan, bumil membutuhkan kesehatan yang prima termasuk pernafasan yang bagus untuk proses persalinan nantinya.

Bupati menjelaskan bahwa dulu bumil tidak termasuk prioritas penerima vaksin. Ketika bersalin, ada satu proses yang wajib dilewati yakni skrining kesehatan di RS/Puskesmas. Tujuannya bukan untuk mencovidkan, namun untuk mengetahui status kesehatan, agar tidak dicampur dengan yang betul-betul sakit.

Pada saat dilakukan, ternyata banyak yang terdeteksi positif Covid-19. Sehingga, saat ini bumil dimasukkan sebagai kelompok prioritas penerima vaksin. Untuk menghadapi proses persalinan, bumil harus memiliki kondisi kesehatan prima dan pernafasan yang bagus untuk mengejan. Padahal, Covid-19 secara medis diketahui menyerang sistem pernafasan sebagai target utama. M

aka dari itu, vaksinasi harus dilakukan untuk menekan risiko tidak diinginkan. “Bumil wajib sehat. Sistem pernafasan juga harus bagus untuk proses persalinan. Vaksinasi ini sangat penting untuk menekan risiko penularan Covid-19, yang menyerang pernafasan. Bahkan untuk para suami bumil yang belum vaksin, harus segera dan wajib vaksin. Anak usia 12 tahun lebih, bisa segera divaksin.

Untuk yang 12 tahun ke bawah, saat ini masih dicarikan solusinya. Ini karena covid ternyata bisa menyerang siapapun dan usia berapapun,” kata bupati dilanjutkan penyerahan bansos sembako dan susu untuk bumil.

Usai Puri, Bupati Ikfina Fahmawati didampingi Langit Kresna Janitra Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, juga memantau pelaksanaan vaksinasi pencegahan Covid-19 di UPT Puskesmas Jatirejo yang diberikan untuk 61 bumil dan 200 orang warga umum. (bw)

Pengembangan Pelabuhan Benoa Selesai 2023

0

Bali, (pawartajatim.com) – Pengembangan Pelabuhan Benoa Bali dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dijadwalkan sepenuhnya rampung pada pertengahan tahun 2023. Penegasan itu dikemukakan, Direktur Utama/Dirut PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III Boy Robyanto sebagai pengelola Pelabuhan Benoa kepada Gubernur Bali I Wayan Koster, Sabtu (11/9).

Boy menyebut pengembangan Pelabuhan Benoa dilakukan secara bertahap dalam beberapa paket pekerjaan. Menurutnya, hingga saat ini sudah masuk pada paket pekerjaan kelima dari enam belas paket pekerjaan yang direncanakan. Lebih lanjut, disebutkan beberapa pekerjaan sudah mencapai 100 persen.

Pertama adalah pengerukan alur dan kolam pelabuhan tahap 1 yang dilakukan tahun 2019 dan kedua adalah perluasan terminal penumpang kapal laut internasional. “Pengerukan alur dan kolam pelabuhan dari yang sebelumnya memiliki kedalaman minus 8 meter low water spring (MLWS) menjadi minus 12 MLWS dengan kedalaman tersebut kapal pesiar sepanjang 350 meter dapat bersandar di dermaga Pelabuhan Benoa,” katanya.

Sementara itu, terminal penumpang kapal laut internasional dilakukan perluasan dari sebelumnya memiliki luas 1.500 m2 dengan kapasitas 800 penumpang menjadi 5.600 m2 dengan kapasitas 3.000 orang penumpang. Terminal penumpang tersebut digunakan sebagai fasilitas naik dan turun penumpang kapal pesiar yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Benoa.

Tak hanya itu, Pelindo III juga menyiapkan lokasi bagi wisatawan yang datang menggunakan kapal yacht. Saat ini pekerjaan yang sedang berjalan adalah pekerjaan pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas umum penunjang pariwisata termasuk di dalamnya UMKM plaza sudah mencapai 82 persen.

“Pengembangan Pelabuhan Benoa dalam konsep BMTH ini mengedepankan kearifan lokal Bali dan berwawasan lingkungan, dibangun dengan nuansa Bali dan terdapat kawasan hijau,” terang Boy. Gubernur Bali I Wayan Koster, memberikan apresiasi atas pengembangan Pelabuhan Benoa yang dilakukan oleh Pelindo III. Menurutnya, konsep pengembangan BMTH sudah menggambarkan Bali sebagai daerah tujuan wisata yang berwawasan budaya dan kearifan lokal Bali. 

Dengan demikian pengembangan Pelabuhan Benoa dapat sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Harmonisasi pembangunan penting untuk menggambarkan kehidupan asli masyarakat Bali yang lekat akan budaya dan tradisi. Guna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

“Wisatawan yang datang melalui Pelabuhan Benoa harus merasa jika mereka berada di Bali saat pertama kali tiba, hal ini penting karena Bali memiliki nilai budaya yang kuat,” kata Koster. Ia meminta agar pengembangan Pelabuhan Benoa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak. Keterlibatan UMKM juga ditekankan agar perekonomian juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat Bali. 

“Masyarakat berhak memperoleh manfaat, sehingga mereka harus dilibatkan, sediakan tempat bagi mereka di Pelabuhan Benoa, agar nantinya saat pandemi ini berakhir mereka juga ikut bangkit seiring dengan kapal pesiar yang kembali datang ke Bali,” tutup Koster. (bw)

Alhamdulillah…., Tiga Kabupaten/Kota di Jatim Level 1

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah Jawa Timur/Jatim bebas dari Level 4 dan Zona Merah, provinsi ujung Timur Pulau Jawa ini mendapatkan kabar membahagiakan  dan patut disyukuri dalam penanganan Covid-19. Berdasarkan assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI, per 9 September 2021 yang dirilis pada 10 September 2021, 3 kabupaten/kota di Jatim masuk pada level 1.

Yaitu, Lamongan, Tuban, dan Pasuruan. Kondisi ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya dalam assesment yang dilakukan oleh Kemenkes RI per 8 September 2021 dari 1 kabupaten menjadi 3 kabupaten.

Sementara, untuk level 2 terdapat 19 kabupaten/kota antara lain, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pamekasan, Ngawi, Nganjuk, Malang, Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, Jombang, Jember, Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan.

Assesment PPKM yang dilaksanakan pada 8 September dan 9 September 2021, untuk level 3 terjadi penurunan dari 18 menjadi 16 kabupaten/kota di Jatim. Diantaranya, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Magetan, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kabupaten Blitar.

Atas capaian yang diperoleh Pemprov Jatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas gerak cepat dan sinergi dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim.

Tak hanya Pemprov, tetapi Forkopimda Jatim, Bupati/Walikota dan Forkopimda Kabupaten/ Kota, tenaga kesehatan (nakes), serta semua elemen masyarakat se-Jatim yang saling bersinergi dan menjaga kekompakan dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah hari ini sudah ada 3 kabupaten/kota di Jatim yang masuk pada level 1. Data ini berasal dari assesment situasi Covid-19 yang dirilis Kemenkes RI per hari Jum’at tanggal 10 September 2021,” ujar orang nomor satu di Jatim itu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (10/9) malam.

“Terima kasih atas gerak cepatnya, kerja keras, dan sinergi dari semua pihak yang ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim. Di dalamnya termasuk Forkopimda Jatim, TNI- Polri,  Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, media, sektor swasta dan seluruh elemen masyarakat di Jatim,” kata Khofifah.

Terkait capaian vaksinasi di Jatim, gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, berdasarkan Dashboard Kemenkes/KCPEN per 10 September 2021, jumlah total capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah mencapai 17.471.879 dosis. Terdiri dari capaian dosis pertama mencapai 11.244.023 orang dan dosis kedua mencapai 6.227.856 orang.

Menurut Khofifah, capaian ini sejalan dengan langkah Pemprov Jatim bersama Forkopimda Jatim dan seluruh pihak dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Jatim. Pasalnya, untuk vaksinasi ini memang dibutuhkan adanya kerja sama yang kuat lintas sektor dan semua pihak, termasuk melibatkan pentahelix approach di dalamnya.

Sebab mewujudkan herd immunity memang menjadi tanggung jawab bersama. “Yang patut kita syukuri saat ini, Jatim sudah bebas zona merah dan terlepas dari level 4. Vaksinasi terus kita gencarkan.

Meski demikian saya kembali mengingatkan protokol kesehatan (prokes) jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” pungkas Khofifah. (bw)

Gebyar Vaksin Disabilitas Sasar 901 Orang

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabya bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya menggelar Gebyar Vaksin Disabilitas di Panti Keterampilan TP PKK Kota Surabaya, Jalan Tambaksari No 11 Surabaya. Vaksinasi yang akan digelar selama tiga hari itu, mulai 1-3 September 2021, akan menyasar 901 disabilitas.

Saat itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi meninjau langsung vaksinasi tersebut. Bahkan, ia juga sempat menyemangati beberapa disabilitas yang hendak disuntik vaksin.

Setelah divaksin, mereka juga mendapatkan bingkisan dari Ketua TP PKK Surabaya. Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri mengatakan Gebyar Vaksin Disabilitas itu digelar bersama-sama dengan TP PKK Surabaya.

Ia berharap nantinya seluruh warga Kota Surabaya, khususnya disabilitas yang belum mendapatkan vaksin, bisa divaksin di tempat yang aman dan nyaman, dan tidak bercampur dengan warga lainnya. “Jadi, pemkot terus lakukan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” kata Wali Kota Eri seusai meninjau vaksinasi, Rabu (1/9).

Menurutnya, vaksinasi kepada disabilitas ini memang memiliki tantangan tersendiri. Makanya, tim penggerak PKK turun ke bawah untuk bisa mengetahui dan bahkan merayu mereka yang mungkin takut jarum suntik, sehingga tim penggerak PKK ini diharapkan bisa mengajak mereka untuk tetap mengikuti vaksin.

“Itulah yang menjadi kebahagiaan kami, menjadi tantangan tersendiri bagi kami bagaimana kami tetap bisa melakukan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Ia mengaku, sengaja meminta seluruh kader tim penggerak PKK untuk turun langsung ke bawah supaya bisa mengetahui apakah masih ada di rumah-rumah atau perkampungan yang disabilitasnya belum divaksin.

Bagi dia, yang terpenting bukan jumlahnya, tapi semua warga Surabaya dapat divaksin. “Terutama disabilitas dan juga ibu hamil. Itu menjadi prioritas kami supaya mereka memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat daripada kita yang dalam keadaan normal,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi mengatakan vaksinasi kepada disabilitas ini akan dilakukan selama tiga hari dengan menyasar 901 orang yang berasal dari 31 kecamatan di Kota Surabaya. Pada hari pertama akan menyasar 361 peserta, hari kedua 351 peserta dan hari ketiga 189 peserta.

“Mereka kita fasilitas mulai dari dijemput, pendaftaran, suntik, mendapatkan kartu vaksin hingga pulangnya pun kita antarkan dan didampingi,” kata Rini Indriyani. Ia menjelaskan bahwa pada saat pandemi Covid-19 ini, TP PKK Kota Surabaya memiliki tim yang cukup solid dalam mensosialisasikan upaya untuk mencegah tingginya penyebaran Covid19.

Tim itu bernama Kader Pendekar Biru (Pendampingan Oleh Kader dalam Rangka Adaptasi Kebiasaan Baru). Tim ini sangat getol dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat secara langsung tentang tata kebiasaan baru di era pendemi. Bahkan, pada hari ini mereka inilah yang berperan aktif dalam mendampingi para penyandang disabilitas untuk mengikuti kegiatan vaksin.

“Tim ini juga yang turun langsung ke lapangan untuk mendata para disabilitas ini. Kami sangat dibantu. Kami mengucapkan terimakasih banyak atas semua supportnya untuk kelancaran acara ini,” pungkasnya. (bw)

Pengenalan Jaringan 5G di Medan

0

Medan, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi terus berinovasi. Salah satunya XL Axiata terus memperluas jaringan 5G di Indonesia. Setelah hadir di beberapa kota di Jawa, XL Axiata kini menggelar pengenalan ketersediaan jaringan 5G di Medan.

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution. mencoba langsung demo kecanggihan layanan 5G di XL Center Diponegoro, Medan. Di acara pengenalan jaringan 5G di Medan ini, juga dilakukan komunikasi bersama menggunakan fasilitas video conference di jaringan 5G dengan Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini serta perwakilan Kementerian Kesehatan yang berada di Jakarta.

Turut mendampingi di acara ini, antara lain Chief Human Capital Officer XL Axiata, M. Hira Kurnia. Program ini merupakan bagian dari implementasi komitmen XL memasuki usia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital.

I Gede Darmayusa menyampaikan, demo layanan 5G di Medan diselenggarakan dalam rangka sosialisasi jaringan dan layanan 5G kepada masyarakat Medan pada khususnya dan bahkan Sumatera Utara.

Hal ini sekaligus sebagai salah satu tahapan dari persiapan XL untuk menggelar layanan 5G secara komersial dan massif nantinya. Selanjutnya, setelah Medan, Banjarmasin dan Makassar, XL akan terus memperluas sosialisasi ke kota-kota lain secara bertahap sehingga layanan 5G XL bisa dinikmati di lebih banyak lokasi di Indonesia.

Di lokasi demo, pelanggan yang sudah memiliki smartphone yang mendukung 5G XL bisa mencoba langsung layanan 5G XL dari handset pelanggan, bagi pelanggan lainnya yang belum memiliki perangkat 5G pendukung bisa merasakan 5G XL melalui beragam demo layanan 5G yang ditampilkan, serta edukasi terkait 5G dari customer care representative XL.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) menyatakan XL lolos Uji Laik Operasi (ULO) untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia. Kelolosan ULO 5G tersebut tertuang dalam Surat Keterangan Laik Operasional (SKLO) yang diterima manajemen XL.

Selain Medan, Banjarmasin and Makassar, sejak 18 Agustus 2021, demo 5G XL Axiata juga sudah tersedia di Jakarta, Depok, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Layanan 5G XL Axiata telah tersedia pada lokasi XL Center di kota-kota ini.

XL akan mempercepat penyiapan ekosistem yang diperlukan, termasuk jaringan fiber dan modernisasi jaringan, berkolaborasi dengan penyedia perangkat dalam penyediaan perangkat smartphone 5G agar mudah didapatkan pelanggan dan masyarakat, penyediaan dari sisi sumber daya manusia, hingga edukasi untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi 5G guna mendukung kehidupan sehari-hari.

Saat ini XL memiliki lebih dari 56 juta pelanggan, yang ditopang lebih dari 156.000 BTS, termasuk lebih dari 65.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL juga terus diperluas, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 458 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

XL akan terus melakukan peningkatan dan pengembangan jaringan guna meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (bw)