Warga di Situbondo Ungkap Alasan Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

0

Situbondo, (pawartajatim.com) – Semakin mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dukungan untuk pasangan Ganjar-Mahfud terus mengalir. Salah satunya dari warga yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur/Jatim.

Dukungan hadir saat warga bertemu dengan sukarelawan Generasi Alumni Muda Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair) atau Ganjar Creasi (G-Creasi).

“Pak Ganjar orangnya berwibawa, tegas, bermasyarakat, dan bisa mengayomi. Insya Allah Ganjar dan Mahfud pasti kita dukung,” kata salah satu warga Umaro’ah, di Situbondo Sabtu (18/11/2023). Dia berharap dan meyakini jika Ganjar-Mahfud dapat menangani beberapa persoalan yang akan terjadi.

Seperti kesulitan ekonomi dan lapangan kerja. “Kalau bisa masyarakat jangan sampai kesulitan ekonomi, lapangan kerja ada. Apalagi kita sebagai buruh tani yang selama ini banyak gagal panen,” jelasnya.

Sementara, Koordinator Lapangan G-Creasi Wilayah Situbondo, Izzul Muttaqin, mengaku dukungan untuk Ganjar-Mahfud di Desa Wonorejo sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang hadir saat G-Creasi menggelar kegiatan.

“Di sini kebetulan saat kami sampaikan akan ada kegiatan dari relawan Pak Ganjar, masyarakat antusias. Bahkan mereka memberikan dukungan serta menanyakan kapan kegiatan diadakan kembali lagi,” ujar Izzul. (rid)

Santri Dukung Ganjar Jatim Gelar Pelatihan Budidaya Sayur Hidroponik di Jember

0

Jember, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Jawa Timur/Jatim kembali menggelar kegiatan bermanfaat bagi para generasi muda. Kali ini, di Ponpes As-Salam, Desa Tugusari, Kecamatan Bangalsari, Kabupaten Jember, Jatim.

SDG menggelar kegiatan pelatihan budi daya sayur hidroponik yang mendapat apresiasi sekaligus antusiasme tinggi dari para santri. “Alhamdulillah kegiatan pelatihan penanaman sayur hidroponik ini mendapat antusias yang tinggi dari para santri. Karena ini menarik dan baru pertama kali diadakan,” kata Koordinator Wilayah SDG Jatim Hurriyahi, di lokasi, Jumat (17/11/2023).

Dia berharap, lewat kegiatan pelatihan dapat menambah kemandirian para santri untuk pangan sekaligus wirausaha. “Manfaatnya untuk kemandirian santri. Bisa menjadi nilai jual juga sayur yang ditanam ini, apalagi media tanamnya mudah dan tidak memerlukan lahan luas,” jelasnya.

Sementara, salah satu peserta Devi Purwarisari, mengaku kegiatan ini sangat seru dan dia bersemangat mengikutinya. “Antusias dan sangat seru banget. Bisa menambah wawasan, dari awalnya gatau sekarang menjadi tahu. Ke depannya inisiatif mau mencoba pastinya,” kata Devi.

Dia mengapresiasi dan berharap kegiatan bermanfaat atau positif lainnya dapat dilakukan kembali. “Ini baru pertama kali dan penting bisa menambah wawasan para santri sendiri. Kalau bisa diadakan lagi,” pungkasnya. (rid)

Ganjar Creasi Edukasi Peternak Cara Mengolah Kotoran Sapi Jadi Bernilai Ekonomis di Probolinggo

0

Probolinggo, (pawartajatim.com) – Generasi Alumni Muda Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam sukarelawan Ganjar Creasi memberikan edukasi kepada peternak dan masyarakat Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), tentang cara mengolah kotoran sapi hingga bernilai ekonomis.

Kegiatan pelatihan yang diikuti puluhan peserta tersebut dilakukan di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jatim Jumat (17/11). Perwakilan Koordinator Ganjar Creasi Jatim Anwar Sidiq, mengatakan pihaknya memberikan pelatihan pembuatan biobriket kepada puluhan peserta bagaimana cara pengolahan kotoran hewan ternak.

“Tujuannya, untuk mengedukasi masyarakat, khususnya para peternak di sini terkait pengolahan limbah peternakan dan pemanfaatannya, salah satunya pembuatan biobriket,” ungkapnya. Diketahui, kelebihan dari briket kotoran sapi adalah mempunyai panas pembakaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan arang biasa.

Walaupun panas yang dihasilkan tinggi, asap yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan arang biasa. Proses produksi briket dari kotoran sapi lebih ramah untuk lingkungan sekitar. Menurut Anwar, banyak hal yang didapatkan para peserta pelatihan. Dari cara pembuatan briket, nilai ekonomis yang didapatkan dari biobriket.

“Prosesnya, bahan utama yang digunakan yaitu kotoran ternak. Kotoran ini dikeringkan, lalu dicampurkan dengan bahan perekat yang terbuat dari tepung kanji. Kemudian dibentuk, setelah itu dijemur,” ucapnya.

Risa Setiawan sebagai peserta pelatihan menilai kegiatan yang digelar loyalis calon presiden Ganjar Pranowo ini sangat bermanfaat. “Setelah mengikuti pelatihan pembuatan briket Ganjar Creasi, sangat bermanfaat sekali bagi kami sebagai warga di sini,” ujarnya.

Setiawan mengatakan dirinya dan peserta lainnya kini bisa membuat bahan bakar pengganti batu bara dari kotoran sapi. “Dengan praktik ini, kami bisa memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai pengganti bahan bakar. Nilai jualnya sangat luar biasa di sini,” ucapnya.

Dengan begitu, warga Probolinggo bisa memanfaatkan limbah menjadi barang yang bernilai ekonomis sehingga dapat dijual untuk menambah pendapatan mereka. “Insya Allah, sangat tertarik (untuk usaha) karena akan lebih baik warga kita dengan adanya briket seperti ini. Sebab, nilai jualnya sangat luar biasa sehingga warga di sini ada perbaikan ekonomi,” ucapnya.

Setiawan pun mengapresiasi program yang dihadirkan relawan Ganjar Pranowo itu. Dia mengatakan Ganjar Pranowo sebagai sosok yang berpengalaman sebagai pemimpin. Dia mengatakan pria berambut putih itu terbukti menjabat gubernur Jawa Tengah selama dua periode.

“Menurut saya, Pak Ganjar dan Mahfud MD sudah berpengalaman dalam beberapa jabatan sehingga bisa memimpin Indonesia lebih baik,” tuturnya. (rid)

Indosat Ooredoo Hutchison Gelar Kompetisi dan Festival Film Pendek

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Indosat Ooredoo Hutchison/IOH berkolaborasi dengan narasi menyelenggarakan ajang Festival Film Pendek Save Our Socmed (SOS) 2023. Kompetisi pembuatan film pendek ini diadakan dengan tujuan menginspirasi anak muda Indonesia agar bijak dalam menggunakan media sosial/Medsos sekaligus meningkatkan literasi digital mereka.

Festival Film Pendek SOS 2023 mengampanyekan anti hate speech dengan tema ‘Bicara Baik di Digital, Hindari Emosi Tanpa Substansi’. Ajang penuh kreatifitas anak muda ini akan berlangsung sejak pendaftaran dibuka pada 26 Oktober 2023 hingga pengumuman pemenang Februari 2024 mendatang.

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang, mengatakan, “Media sosial merupakan rumah dari berbagai karya dan tempat kita berkolaborasi bersama. ‘’Medsos, harusnya jadi tempat yang nyaman untuk kita, bukan tempat menebar kebencian,’’ katanya Jum’at (17/11).

‘’Melalui kampanye ini, Indosat mengajak generasi muda untuk #BijakBerkreasiTanpaBatas, di mana kekuatan cerita dan visual dapat menyebarkan pesan perdamaian, kesetaraan, dan toleransi. Dengan dukungan teknologi dan digitalisasi, kita dapat mengubah dunia serta membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli dengan sesame,“ tambahnya.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Founder Narasi, Najwa Shihab, mengatakan, lnisiatif Indosat menyelenggarakan Festival Film Pendek SOS 2023 patut didukung. ‘’Sebagai kawan kolaborasi, kami punya semangat serupa, melawan penyebaran ujaran kebencian,’’ papar Najwa.

Apalagi, kata dia, sudah memasuki hari-hari jelang pesta demokrasi yang rentan menjadi lahan subur ulah tingkah informasi yang memecah belah. Lewat film-film pendek ini, kami berharap dapat memberikan suara dan gagasan yang dibutuhkan tentang kesetaraan, toleransi, dan perdamaian.

Program Festival Film Pendek SOS yang telah sukses terselenggara sejak 2021 ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (CSR) Indosat di pilar Pendidikan Digital yang memiliki rangkaian kegiatan seperti roadshow ke berbagai kampus, sosialisasi, workshop pelatihan, seleksi penjurian, dan acara pengumuman pemenangnya.

Adapun kegiatan workshop pelatihan akan menyajikan lokakarya online dengan menghadirkan para pakar perfilman untuk meningkatkan keterampilan para peserta. Aktifitas roadshow kampus akan diselenggarakan di empat kota, mulai dari Medan, Jember, Pontianak, dan Makassar.

Kegiatan sosialisasi turut dilakukan di enam kota lainnya, yaitu Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Mataram. Anak muda yang ada di kota lainnya tetap bisa menginguti kompetisinya dengan mengirimkan karya secara online.

Nantinya, hasil karya dari pemenang kompetisi akan ditampilkan dalam acara Anugerah Karya Festival Film Pendek SOS tahun 2024 mendatang. Ujaran kebencian dapat menjadi awal terjadinya polarisasi.

‘’Hal ini menjadi pendorong kami untuk berkontribusi menyampaikan narasi positif di dunia digital melalui pendekatan kreatif. Harapannya kampanye program Festival Film Pendek SOS ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk bergotong royong menciptakan media sosial sebagai tempat yang lebih bermakna untuk kita. nyaman dan aman untuk berekspresi,” tutup Steve. (bw)

Kembangkan Budidaya Bebek, ini Rahasia Warga Banyuwangi Raup Jutaan Rupiah

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Budidaya bebek sukses dikembangkan warga Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Dari usaha ini, keuntungannya tembus puluhan juta rupiah per bulan. Produksi dagingnya mencapai 2000 ekor per hari.

Peternakan bebek di desa ini dikembangkan secara berkelompok. Total anggotanya 40 orang. Masing-masing anggota memelihara sedikitnya 1000 ekor. Jika ditotal, populasinya mencapai 50.000 ekor.

Peternakan bebek ini dikelola dari hulu ke hilir. Mulai penetasan telur, budidaya, hingga pemasaran. Bahkan, telur bebek yang gagal menetas dijadikan pakan ternak lele. Sehingga, tak ada limbah yang terbuang.

“Peluang ternak bebek ini cukup bagus. Pasar utama daging bebek selain lokal, kebanyakan dikirim ke Bali,” kata Nur Kholis, pelopor ternak bebek di Desa Kedunguwungu, Banyuwangi, Jumat (17/11/2023) siang.

Budidaya bebek ini juga tak terlalu sulit. Dengan system kemitraan, warga hanya tinggal melakukan pemeliharaan dan menyediakan tempat. Mulai bibit hingga pakan ternak disuplai oleh kelompok. Sistemnya adalah bagi hasil.

Warga juga diberikan pelatihan sebelum terjun merawat bebek. “Dari usaha ini, warga bisa meraup keuntungan minimal Rp4 juta per bulan,” jelas Kholis. Masa panen ternak bebek ini juga tidak lama, rata-rata 25-38 hari.

Sehingga, warga bisa meraup pendapatan rutin setiap bulan dari beternak bebek ini. Proses perawatan bebek ini juga bisa dikerjakan sampingan. Sehingga, warga bisa melakukan kegiatan lain sembari memelihara ternak bebek.

Ternak bebek yang dikembangkan jenis peking dan hibrida. Yang menggembirakan, peternakan bebek ini mulai digandrungi kaum pemuda. Sehingga, bisa menciptakan lapangan pekerjaan di desa.

“Kami juga didukung Pemkab terkait perizinan pemasaran daging bebek,” tutupnya. Tingginya populasi bebek di Desa Kedungwungu membuat wilayah ini dikenal dengan kampung bebek.

Apalagi, proses pemotongan ternaknya sudah menggunakan teknologi modern. “Kami mendorong Dinas Pertanian dan Pangan memberikan pendampingan, sehingga usaha ternak bebek ini makin bertambah. Bisa mendongkrak ekonomi pedesaan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (udi)

Sebar Hoaks, Kementerian Kominfo Tertibkan 117 Akun Medsos dan Konten Politik

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Menjelang pemilu, media sosial (medsos) dan konten bernuansa hoaks makin menjamur. Sedikitnya 117 akun medsos dan konten politik ditertibkan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sepanjang 2023.

Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring makin dekatnya pemilu. Seratusan akun medsos ini terpaksa di-take down lantaran memicu unsur berita bohong. Sehingga, cukup berbahaya bagi penyimpangan informasi di masyarakat.

“Kami buat Satgas Anti Hoaks. Sesuai visi Kominfo menciptakan Pemilu Damai 2024. Kita sudah take down akun medsos dan konten yang memuat hoaks politik,” kata Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi, usai meresmikan pemancar digital TVRI di Desa Alas Malang, Banyuwangi, Jumat (17/11/2023).

Satgas Anti Hoaks yang dibentuk Kominfo bertugas melakukan patrol siber selama 24 jam penuh. Targetnya, mengawasi penyebaran berita bohong didunia maya. “Selain kita take down, ada juga yang kita lanjutkan ke ranah hukum. Hanya saja, banyak yang masuk delik aduan,” jelasnya.

Ketika masuk delik aduan, pihaknya tidak bisa melanjutkan ke ranah hukum ketika tidak ada pihak yang melapor. Sebab, syarat delik aduan adalah adanya pelaporan ke Kepolisian. “Jadi, kalua tidak ada yang lapor dan merasa dirugikan dengan hoaks, kita hanya take down saja. Tak sampai ke ranah hukum,” tegasnya.

Dari sekian akun medsos yang menyebar hoaks, menurut Budi, menimpa seluruh kandidat capres. Karena itu, pihaknya tidka tebang pilih dalam melakukan patrol siber. “Kalau yang bisa lanjut ke ranah hukum, kita serahkan ke Kepoliian,” tutupnya.

Ketua umum ormas Projo ini meminta masyarakat bijak dalam melihat informasi yang bertebaran di akun medsos atau konten politik. Apalagi, memasuki tahun politik. Sehingga, tidak terjebak dalam jebakan berita bohong. (udi)

Asah Keterampilan Ibu-ibu, Mak Ganjar Gelar Pelatihan Kreasi Baju Anak di Pasuruan

0

Pasuruan, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Mak Ganjar mengadakan pelatihan kreasi baju anak di Desa Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur/Jatim, Kamis (16/11/2023). Vivin Wulandari, selaku Pengurus Mak Ganjar Jatim mengatakan, pelatihan ini ditujukan untuk mengasah keterampilan serta kreativitas ibu-ibu di bidang pakaian dan busana.

“Kegiatan ini pelatihan pembuatan merchandise kaos anak-anak, jadi handmade ya dari kain flanel. Tujuannya untuk membekali ibu-ibu itu dengan kreativitas dan keterampilan baru supaya dapat ide bisnis,” kata Vivin di Pasuruan.

Menurut Vivin, kreasi baju anak bisa merupakan usaha yang potensial buat ibu-ibu. Pasalnya selain bisa dilakukan di rumah, bisnis bidang ini juga dapat dimulai dengan modal terjangkau.

Terlebih, kata Vivin, kebutuhan baju anak tak pernah surut dan tingkat persaingannya belum masif. Target pemasarannya juga sangat luas dengan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi usaha rumahan. “Luar biasa antusiasme ibu-ibu.

Apalagi pas berangakat ini panas-panas cuacanya. Luar biasa ibu-ibu ingin maju dan aktif membantu keluarga,” kata Vivin. Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu dibagi beberapa kelompok latihan.

Masing-masing kelompok diberikan sejumlah bahan kreasi baju anak seperti jarum jahit, benang, gunting, kain flanel, lem, hingga kaos polos. Kemudian mereka secara gotong royong memotong bagian kain flanel membentuk huruf.

Kemudian huruf tersebut dirapikan, disusun, dan ditepel di kaos bagian depan untuk membentuk sebuah kata.  “Jadi alurnya kita dari flannel kita bikin bentuk huruf untuk ditempelkan ke kaos. Nah kita spesial hari ini edisinya tulis nama Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” kata Vivin.

Ia berharap ibu-ibu di Pasuruan semakin berdaya dengan adanya pelatihan ini. Vivin juga berharap keterampilan mereka semakin terasah untuk membantu perekonomian keluarga. Sementara, salah satu peserta pelatihan bernama Siti Farida berterima kasih kepada sukarelawan Mak Ganjar.

Berkat pelatihan itu, Siti bisa mendapatkan ilmu baru dan punya bekal membuka usaha rumahan. “Dengan adanya usaha ini nanti perekonomian keluarga saya semakin maju dan ibu-ibu di sini juga dapat berdaya. Semoga Mak Ganjar juga sukses selalu dan diberikan semangat dalam menjalankan setiap kegiatannya,” imbuhnya. (rid)

Begini Cara Archipelago Tingkatkan Keakraban Karyawan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Hari masih pagi, karena masih pukul 06.00 WIB. Tapi suasana di Gelanggang Olah Raga (GOR) Mikasa  yang terletak di kawasan Barata jaya sudah ramai dengan aktifitas olah raga bulu tangkis. Gerakan pemain, dan  teriakan suporter berpadu menjadi satu.

Adalah Archipelago International, sebuah operator jaringan hotel terbesar di Asia Tenggara mengadakan kompetisi Badminton “Tepok Revenue” di GOR tersebut. Adapun kompetisi ini menjadi salah satu ajang yang diadakan Archipelago International untuk mempererat tali persaudaraan antar para General Manager dan Staff dibawah naungan hotel-hotel Archipelago International di Jawa Timur/Jatim.

Ajang Kompetisi Tepok Revenue ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Yohanes Sulistiyono Hadi selaku Regional General Manager – Archipelago International serta jajaran General Manager seluruh hotel yang ada di Jawa Timur.

Dalam pertandingan persahabatan ini, terdapat 20 tim hotel yang turut berpartisipasi. 1 tim ini terdiri dari 1 General Manager, 2 staff pemain ganda campuran dan juga 2 staff pemain cadangan.

Kompetisi “Tepok Revenue” ini dibagi dalam dua kategori pertandingan, yaitu untuk General Manager akan bertanding dalam kategori single dan staff akan bertanding dalam kategori ganda campuran.

Para pemenang juara 1, 2, 3 akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 1 Juta, untuk juara 1, 750.000 untuk juara 2 dan 500.000 untuk juara 3 beserta dengan goodie bag, voucher yang akan diterima.

Pertandingan ini diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi dan saling bertukar kemampuan antar General Manager dan staff hotel untuk meningkatkan sportivitas para peserta.

“Kami berencana melakukan kompetisi ini secara rutin setiap tahunnya,” kata Ketua Panitia, Santi Manurung yang juga Hotel Manager Fave Hotel Rungkut, kepada pawartajatim.com, Selasa (14/11/2023)

Sementara, Regional General Manager, Yohanes Sulistyono Hadi, berharap dengan diadakannya Ajang Kompetisi Tepok Revenue ini, setiap unit di Archipelago International dapat meningkatkan kerjasama tim yang lebih baik, upaya menyalurkan bakat dan tetap mengedepankan kesehatan.

Saat ini, Archipelago International memiliki 22 hotel yang berada di kawasan Jatim. Antara lain yaitu The Alana Surabaya, Quest Hotel Darmo Surabaya, Hotel NEO+ Waru Sidoarjo, Hotel NEO Gubeng, ASTON Sidoarjo, ASTON Inn Jemursari, favehotel Graha Agung Surabaya, favehotel Rungkut Surabaya, favehotel Mex Tunjungan, favehotel Sidoarjo, ASTON Bojonegoro, favehotel Sudirman Bojonegoro, ASTON Madiun, favehotel Madiun, ASTON Gresik Hotel & Conference Center, favehotel Tuban, ASTON Jember, ASTON Inn Batu, favehotel Malang, The Alana Malang, favehotel kediri dan ASTON Banyuwangi. (nanang)

Turunkan Stunting, BKKBN Jatim Gandeng Unitomo dan Insan Pers

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Untuk mencegah terjadinya stunting hulu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jawa Timur/BKKBN Jatim menggandeng ratusan mahasiswa Universitas dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, untuk peduli dengan saling sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan stunting sejak remaja. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya menurunkan angka stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., menyoroti strategi percepatan penurunan stunting dengan memulai dari hulu. “Kita harus persiapkan remaja agar siap menghadapi kehidupan berkeluarga, melibatkan faktor-faktor seperti kesehatan reproduksi, ekonomi, dan kesehatan mental,” kata Maria, di sela-sela kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis dengan tema Sinergitas Insan Pers bersama Mahasiswa Peduli Jurnalistik dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting di Jatim yang digelar di Auditorium Ki Moh Saleh Universitas Dr. Soetomo, Kamis, (16/11/23).

Menurut Maria, BKKBN Jatim berharap, mereka dapat terlibat aktif dalam percepatan penurunan stunting, mulai dari diri sendiri maupun mengajak orang lain. “Pertama, dirinya sendiri itu harus mempersiapkan dirinya supaya tidak ada keluarga atau dirinya yang stunting, melahirkan anak stunting. Kemudian peran dia mensosialisasikan terhadap lingkungan, yaitu teman sebaya,” ujarnya.

Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan sosial dengan mensosialisasikan isu stunting kepada teman sebaya dan lingkungannya. “Mereka memiliki peran penting sebagai insan sosial yang turut menyosialisasikan upaya percepatan penurunan stunting,” tambahnya.

Dalam mencapai target penurunan stunting, Pemda Jatim menetapkan target 14 persen. Namun, Ernawati berharap angka tersebut dapat lebih rendah. “Kita berharap agar target ini lebih rendah sebagai budaya ungkit bagi tingkat nasional, dengan target 13 kabupaten pada tahun 2024,” jelasnya.

Menyinggung tantangan di berbagai daerah, Ernawati menyatakan bahwa semua daerah memiliki kesulitan tersendiri. “Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kemiskinan, pola asuh, dan pemahaman perkawinan anak.

Sinergi antara pihak pers dan mahasiswa menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait faktor penyebab stunting,” pungkasnya. Upaya bersama antara insan pers dan mahasiswa diharapkan dapat menciptakan momentum positif dalam percepatan penurunan stunting di Jatim serta menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Unitomo Prof Siti Marwiyah, menyambut baik sinergitas ini. Seusai pembukaan seminar, Rektor menerima plakat dan cinderamata dari Kepala Perwakilan BKKBN Jatim.​

“Kami siap bekerjasama untuk masalah stunting karena kami memiliki SDM yang kuat,” terang Prof Siti. Ia menambahkan, di beberapa fakultas yang bisa mengedukasi tentang gizi dan kebutuhan makanan sehat calon ibu hamil.

Universitas dr. Soetomo juga telah melaksanakan KKN Tematik, dimana dosen pembimbing sudah membekali mahasiswa tentang gizi dan stunting sehingga bisa diteruskan ke masyarakat saat mereka melakukan KKN Tematik.

Salah satu narasumber, Sekretaris PWI Jatim, Dr Eko Pamuji, menjelaskan kegiatan BKKBN yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi dan media massa peduli terhadap program percepatan penurunan stunting.

“Sebagai insan pers, kita harus sering memberitakan perihal stunting ini. Agar masyarakat Indonesia bebas stunting,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Surabaya.

Eko menambahkan ketika isu tentang stunting ini dipublikasi dan dibaca masyarakat, diharapkan masyarakat semakin paham. Sebab, pada kenyataannya masalah stunting ini bukan lagi sekedar masalah kesehatan tetapi sudah merambat ke masalah sosial. (bw)

Siaga Banjir di Musim Hujan, Banyuwangi Siapkan 52 Jembatan

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Memasuki musim penghujan, Kabupaten Banyuwangi mulai siaga banjir. Sedikitnya 52 jembatan dibangun dan diperbaiki mengantisipasi luapan sungai di musim hujan. Dari jumlah ini, 10 jembatan hasil rekonstruksi bencana.

Puluhan jembatan dibangun sepanjang tahun 2023. Dari jumlah yang ada, 47 diantaranya sudah rampung. Sisanya, masih proses finalisasi. “Dari jumlah yang selesai dikerjakan, beberapa adalah jembatan yang putus akibat banjir tahun 2022,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (16/11/2023).

Sejumlah jembatan yang hancur akibat banjir diantaranya, jembatan Sutri di Kecamatan Banyuwangi sepanjang 10,7 meter. Jembatan Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru sepanjang 11 meter.

Lalu, jembatan Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru sepanjang 5 meter. Ada lagi, jembatan Gumuk di Desa Paspan, Kecamatan Licin sepanjang 12 meter. Kemudian, jembatan di Desa Sumberjambe Kecamatan Pesanggaran sepanjang 14 meter.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banyuwangi akhir tahun 2022, merobohkan sedikitnya 10 jembatan. Seluruhnya sukses dibangun dan menyambungkan Kembali wilayah warga yang sempat terputus. Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas. Sehingga, dipercepat.

“Jembatan yang putus langsung dimasukkan perencanaan 2023, karena jembatan itu penting, memperpendek jarak perjalanan. Kalau tidak segera diperbaiki, mengganggu mobilitas warga,” tegas Ipuk.

Menjelang akhir tahun, tersisa 5 jembatan yang masih proses pengerjaan. Targetnya, akhir tahun dipastikan rampung. “Pengerjaan sudah 70 persen. Target selsai 15 Desember,” kata Plt Kepala Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman, Suyanto Waspotondo.

Lima jembatan tersebut masing-masing jembatan Desa Pondoknongko Kecamatan Kabat. Jembatan Desa Banjarwaru Kecamatan Kalipuro. Jembatan Dusun Gunung Remuk Kecamatan Kalipuro.

Jembatan Desa Gumuk Candi Kecamatan Songgon dan jembatan Desa Kajarharjo Kecamatan Glenmore. “Total 52 jembatan, 9 diantaranya pemeliharaan,” tutupnya. (udi)