Berburu Cumi, Nelayan di Banyuwangi Ditemukan Tewas di Selat Bali

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Tragis menimpa Suhairi (47), warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Pria ini ditemukan tewas di Selat Bali ketika memancing ikan, Kamis (16/11/2023) pagi. Penyebab kematian korban masih misterius. Dugaan sementara akibat tak bisa berenang.

Korban pertama kali ditemukan sejumlah nelayan yang beraktivitas di Pantai, sekitar pukul 08.00 WIB. Kala itu, mereka melihat sebauh ban yang hanyut di perairan. Ban tersebut mirip membawa beban.

Merasa curiga, beberapa nelayan mendekatinya dengan perahu. Betapa terkejutnya, setelah dilihat, ban tersebut berisi tubuh korban. Leher korban terlilit tali ban. Kondisinya sudah kaku.

Korban kemudian dievakuasi ke daratan. Warga sempat kesulitan melacak identitas korban. Beberapa jam kemudian, sejumlah warga yang melihat kejadian ini mengenali korban. Ternyata, korban tinggal tak jauh dari pesisir barat Selat Bali.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Satpolair Polresta Banyuwangi. Tak berselang lama, polisi tiba di lokasi. Petugas Puskesmas juga didatangkan memeriksa kondisi korban. “Saat dievakuasi dari laut, kondisi korban sudah meninggal. Hal ini dikuatkan dengan hasil pemeriksaan medis,” kata Kasatpolair Polresta Banyuwangi, Kompol Masyur Ade.

Sayangnya, keluarga menolak dilakukan autopsi pada korban. Keluarga meminta korban segera dikebumikan dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Versi keluarga, korban terakhir berpamitan memancing sekitar pukul 05.00 WIB, Kamis pagi.

Selama ini, korban dikenal hobi berburu ikan cumi. Namun, korban dikenal tidak bisa berenang. Usai diperiksa medis, jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. (udi)

Hiperhu Tolak Kebijakan Wali Kota Surabaya, Soal Pengunjung Hiburan Malam di Bawah Umur

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Maraknya pengunjung hiburan malam yang masih di bawah umur mendapat reaksi dari berbagai pihak. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, akan memberlakukan surat pernyataan terhadap tempat hiburan malam terkait maraknya anak di bawah umur.

Hal ini langsung direaksi Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum/Hiperhu. Bahkan, Ketua Hiperhu, Dr George Handiwiyanto SH MH, menyatakan menolak atas kebijakan tersebut. Menurut George, bahwa RHU (Rumah Hiburan Umum) yang ada di Surabaya, selama ini sudah memberlakukan aturan yang sangat ketat terhadap para pengunjung. Termasuk, pengunjung yang masih di bawah umur.

Diantaranya, kata George, RHU sudah memasang pemberitahuan di setiap pintu masuk, yang bertuliskan pengunjung harus berusia 21+ (21 tahun keatas). “Artinya, pengunjung di bawah umur 21 tahun tidak boleh masuk. Dan itu sudah kami lakukan sejak lama,” tegas George.

Meskipun, kata George, tidak menutup kemungkinan RHU juga kerapkali kecolongan. Salah satunya, adanya pengunjung dibawah umur tapi dengan postur tubuh yang cukup besar. Sehingga, pihak keamanan RHU pun menjadi terkecoh.

“Jadi itu mungkin bisa saja terjadi, karena pengunjung bertubuh besar tapi ternyata masih dibawah umur. Kita tidak mungkin meminta KTP, kecuali pengunjung itu terlihat masih kecil, baru kita minta KTP dan kita cek. Jadi, kalau kecolongan itu bukan salah kita,” tandasnya.

Untuk itu, praktisi hukum yang juga sebagai Dewan Penasehat DPC Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Kota Surabaya ini menolak dengan tegas jika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, akan memberlakukan surat pernyataan pada tiap-tiap RHU.

Menurut George, saat ini yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya adalah menegakan hukum secara benar. Yakni, menjalankan Perda (Peraturan Daerah) yang sudah ada, termasuk melakukan pengawasan terhadap jalannya Perda tersebut.

“Dengan tegas kami menolak diberlakukannya surat pernyataan. Kalau surat pernyataan itu diberlakukan, maka apabila kita kecolongan nanti yang disalahkan para pengusaha,” papar George. Hingga saat ini, lanjut George, HIPERHU tetap konsisten dan mendukung penegakan hukum.

“Cukup diberlakukan Perda saja, tidak harus tiap tempat hiburan umum diminta buat surat pernyataan,” tambah George. Menurut dia, jika Perda terkait hiburan umum betul-betul dijalankan dengan benar, tentunya semua akan bagus dan tertata. Artinya, tidak akan ada ‘tebang pilih’ dalam pelaksanaan Perda tersebut.

Dia mencontohkan, ada regulasi yang menyebut bahwa RHU harus berjarak minimal 100 meter dari tempat ibadah. “Lantas bagaimana tempat hiburan yang ada di mall-mall. Di dalam mall pasti ada tempat ibadahnya, dan jaraknya bisa dilihat sendiri, lalu kenapa tidak ditindak? Dan bagaimana pula jika tempat hiburan tersebut sudah lama beroperasi sebelum adanya regulasi itu? tanya George.

Sehingga, George berharap, kini yang perlu dilakukan adalah hukum atau aturan dijalankan dengan benar dan tidak ‘tebang pilih’. Namun juga harus memperhatikan sisi sosialis-nya. Mengingat, RHU juga memberikan kontribusi yang cukup besar ke Pemerintah Kota, termasuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat

Dengan demikian, tambah George, birokrasi  harusnya lebih bisa memahami dahulu bagaimana pengusaha hiburan umum selama ini. “Sebenarnya pengusaha hiburan ini patuh semua kok. Jadi, jangan semua yang disalahkan pengusaha,” paparnya.

Tidak hanya itu, George meminta agar birokrasi lebih bijaksana dalam mengambil kebijakan. “Makanya, seharusnya birokrat (pejabat) itu jadi pengusaha dulu, baru kemudian jadi pejabat. Biar tahu bagaimana mengelola tempat usaha. Kita ini taat aturan, juga taat pajak. Dan, Surabaya kalau tidak ada tempat hiburan malam ya tidak bisa menjadi Kota Metropolitan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Walikota Surabaya Eri Cahyadi terlihat marah. Pasalnya, belakangan diduga banyak anak-anak dibawah umur masuk Rumah Hiburan Umum (RHU). Bahkan, walikota yang akrab dipanggil Cak Eri ini mengancam akan menutup tempat dugem yang bandel.

Bahkan, dia meminta agar seluruh RHU di Kota  Surabaya harus membuat surat pernyataan di atas materai. Surat pernyataan itu berisi tentang komitmen mereka atau pelaku usaha untuk mematuhi peraturan.

“Seluruh RHU membuat surat pernyataan, untuk satu, tidak memasukkan anak di bawah umur,” tegas Eri kepada wartawan. Selain itu, dia juga meminta tempat pijat kesehatan juga dioperasi.

“Disitu juga ada surat pernyataan untuk tidak akan melakukan tindakan prostitusi dan macam-macam yang tidak benar, dilarang oleh agama dan dilarang pemerintah,” jelas politisi PDIP ini.

Dikatakan Eri, jika surat pernyataan yang sudah ditandatangani itu tetap dilanggar, maka izin usaha RHU bisa dicabut. Bahkan, jika pelanggaran yang dilakukan RHU dalam kategori berat, maka izin usaha tidak akan dikeluarkan selamanya.

“Jika pelanggaran itu terjadi karena mereka tidak bisa menjaga dirinya sendiri, maka izin (usaha) saya cabut dan tidak akan saya keluarkan selamanya,” paparnya. Eri menyatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan tempat hiburan malam dengan memasukkan anak di bawah umur, masuk dalam kategori berat.

Makanya pihaknya tak segan mencabut izin tempat hiburan malam itu apabila nekat memasukkan anak di bawah umur. “Izinnya kan pasti ada syarat-syaratnya, kalau dia (RHU) melanggar tak selesaikan. Ini soalnya nasibnya anak bangsa, tidak bisa main-main kalau sudah pelanggaran anak bangsa dirusak, ya maaf diselesaikan,” ungkapnya.

Eri mempersilahkan RHU seperti tempat hiburan malam atau pijat kesehatan yang ingin berinvestasi di Surabaya. Namun demikian, ia kembali menekankan bahwa RHU seperti hiburan malam juga harus mengikuti peraturan yang berlaku.

“Silahkan investasi di Surabaya, RHU (hiburan malam / pijat) dalam aturan hukum diperbolehkan, tapi jaga Kota Surabaya. Kalau tidak bisa menjaga, saya tutup pastinya,” tambahnya. (dra)

Konsolidasi Dukungan untuk Ganjar di Kediri, Dinasti Nusantara Libatkan Pemangku Adat hingga Budayawan

0

Kediri, (pawartajatim.com) – Para raja, sultan, ratu, dan tokoh adat di Indonesia yang berjejaring dalam Dinasti Nusantara silaturahmi bersama dengan pemangku adat, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budayawan di Kediri, Jawa Timur/Jatim untuk mendukung Ganjar Pranowo Presiden 2024.

Acara tersebut digelar di Hotel Merdeka, Kota Kediri, Selasa (14/11/2023), mendapat respons positif  pemangku adat, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budayawan di Kediri. Penggagas dan penasihat Dinasti Nusantara, Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II turut hadir dalam silahturahmi ini.

Korwil Dinasti Jatim, KRNgt Kusuma Ningrum, mengatakan, pertemuan itu dalam rangka menciptakan suasana keakraban dan solidaritas guna memperkuat konsolidasi dukungan kepada Ganjar sebagai Presiden 2024.

“Sekarang juga untuk mencari dukungan pemenangan untuk Pak ganjar di Kediri,” kata KRNgt Kusuma. Dalam acara silahturahmi tersebut, ditandai juga dengan penandatanganan bersama ratusan pemangku adat, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budayawan dalam acara silahturahmi Dinas Nusantara Jawa Timur.

Tanda tangan itu sebagai bentuk dukungan bagi Ganjar Pranowo sebagai Presiden. KRNgt Kusuma berharap, pernyataan sikap ini bisa menyatukan tekad dalam memenangkan Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Mahfud MD di Pilpres 2024.

“Saya berharap teman-teman kita menyatukan sikap kesepahaman bahwa bertekad untuk memenangkan Pak Ganjar. Karena memang kita merasakan (Ganjar) layak dan memang sudah harus mendukung Pak Ganjar,” kata KRNgt Kusuma.

Senada, Ketua DPW Dinasti Nusantara Kediri, Ki Soetarto, mengatakan, adanya pernyataan sikap yang dilakukan oleh pemangku adat, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budayawan menjadi bukti bahwa Ganjar disukai semua kalangan.

“Jadi merupakan suatu anugerah mungkin dengan tanda-tanda itu, tanda-tanda kumpul ya raja-raja dan kepala suku di Nusantara yang begitu mendukung Pak Ganjar sepenuh hati mungkin inilah pemimpin masa depan,” ujar Ki Soetarto.

Ki Soetaro berkata sosok Ganjar Pranowo diyakininya bisa melestarikan adat dan budaya kerajaan serta meningkatkan kesejahteraan para pegiat seni budaya daerah di masa mendatang. Keyakinan ini diperkuat karena rekam jejak Ganjar Pranowo selama menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode.

Dimana, Ganjar sangat peduli terhadap adat-kebudayaan nusantara agar tetap dikenal dan tidak punah seiring perkembangan zaman. “Pak Ganjar waktu jadi gubernur, kami mengadakan pertemuan raja-raja nusantara dan para ketua suku dan tokoh-tokoh budaya di Magelang, itu banyak sekali yang hadir dan sebenarnya diundang pulau Jawa, tapi yang hadir seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Ki Soetaro, pihaknya juga mendapatkan beragam aspirasi yang disampaikan pemangku adat, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budayawan. Diharapkan, bisa dibahas dan ditindaklanjuti bersama Ganjar Pranowo di masa mendatang.

“Semoga di dalam pemilihan presiden 2024 ini Indonesia mendapatkan pemimpin yang betul-betul bisa melanjutkan menuju Indonesia maju, Indonesia emas 2045,” ujarnya. (rid)

Gus-Gus Ganjar Gelar Pelatihan Desain Grafis, Tingkatkan Skill Generasi Milenial di Situbondo

0

Situbondo, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Gus-Gus Nusantara/GGN membantu meningkatkan soft skill generasi milenial melalui program-program bermanfaat di wilayah Jawa Timur/Jatim. Kali ini, loyalis calon presiden (capres) Ganjar Pranowo, menggelar pelatihan desain grafis untuk mengembangkan minat dan bakat puluhan pemuda-pemudi dan masyarakat di Aula Yayasan Baitul Rohmah, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jatim, Selasa (14/11).

Wakil Koordinator Wilayah (Korwil) GGN Jatim Efendi Pradana, mengatakan sejumlah anak muda dan masyarakat di wilayah tersebut sangat antusias mengikuti pelatihan yang digelar Gus-Gus Ganjar itu. “Alhamdulillah, anak-anak muda antusias mengikuti pelatihan desain grafis,” katanya di sela-sela pelatihan desain grafis.

Efendi menuturkan, para peserta dibekali ilmu dan pengetahuan tentang desain grafis, mulai cara mengedit foto, tulisan, hingga mendesain produk secara digital. Melalui pelatihan itu, Gus-Gus Ganjar ingin menjadikan anak muda di wilayah tersebut bisa menjawab tantangan digital di era globalisasi.

“Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini bisa menambah skill teman-teman milenial agar memiliki nilai ekonomi,” ujarnya. Sukarelawan Ganjar Pranowo, berharap para peserta anak-anak muda turut berkontribusi lebih banyak di bidang desain grafis.

“Harapannya ke depan anak-anak muda di desa ini bisa berkontribusi lebih banyak di bidang desain grafis atau dunia digital,” tambahnya. GGN juga berharap para peserta terbuka peluang menjadi pengusaha muda di dunia digital setelah menguasai bidang desain grafis.

“Selain itu, semoga bisa memiliki peluang untuk menjadi entrepreneur muda agar bisa mandiri secara ekonomi,” ucapnya. Pihaknya terinspirasi oleh sosok Ganjar Pranowo dalam menggelar pelatihan tersebut.

Menurut dia, pria berambut putih ini berkomitmen mengembangkan bakat dan kemampuan anak muda di Indonesia. “Pak Ganjar salah satu pemimpin yang kami harapkan. Karena Pak Ganjar sudah berkomitmen untuk membangun ekonomi dan kemandirian bangsa. Apalagi didampingi oleh Pak Mahfud, pasangan yang paling cocok dan ideal untuk memimpin Indonesia di masa depan,” ujarnya.

Selain pelatihan, GGN menggelar doa bersama untuk kebaikan bangsa serta kemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar-Mahfud MD di kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. (rid)

Putusan MK Soal Batas Usia, Jadi Sejarah Catatan Kelam

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinasia) menilai Keputusan Mahkamah Konstituti (MK) Nomor 90 Tahun 2023 tentang Ketentuan Tambahan Pengalaman Menjabat dari Keterpilihan Pemilu dalam Syarat Usia Minimal Capres/Cawapres menjadi catatan kelam dalam sejarah putusan Mahkamah Konstitusi.

Hal itu disampaikan Ketua Pertinasia, Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA, dalam sebuah diskusi di kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (14/11/2023).

Menurut Prof Nugroho, Keputusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) memberikan sanksi kepada Ketua MK Anwar Usman karena melanggar kode etik perilaku Hakim Konstitusi dinilai sudah tepat.

”Namun, putusan MKMK tidak akan memengaruhi keberlakuan Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. Salah satu amar putusan dari MKMK adalah memutuskan Ketua MK Anwar Usman sebagai hakim terlapor melakukan pelanggaran sebagaimana tertuang dalam Sapta Karsa Hutama Prinsip Ketakberpihakan, Prinsip Integritas, Prinsip Kecakapan dan Kesetaraan, Prinsip Independensi, dan Prinsip Kepantasan dan Kesopanan,” kata Prof Nugroho yang juga sebagai Rektor Untag Surabaya.

Ia menjelaskan, fungsi MKMK mengawasi kode etik dan perilaku Hakim MK, dan bukan pada substansi putusan MK. Selain itu, dalam pasal 24C ayat (1) UUD RI 1945 menyatakan bahwa MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final dan binding (mengikat).

”Keputusan tersebut menjadi pengalaman yang berharga bagi hakim konstitusi untuk terus mempertahankan sikap netralitas. Di sisi lain, secara hukum tidak ada upaya lain yang dapat ditempuh terkait dengan hasil amar putusan tersebut,” jelasnya.

Menurut Prof Nugroho, dalam Putusan MKMK Nomor 02/MKMK/L/11/2023, salah satu anggota MKMK yaitu Bintan R. Saragih memberikan pendapat berbeda (dissenting opinion). Dissenting opinion tersebut adalah menyatakan pemberhentian tidak dengan hormat kepada Anwar Usman sebagai Hakim Konstitusi yang disebabkan telah terbukti melakukan pelanggaran berat.

”Sebagaimana diatur pada Pasal 41 huruf c dan Pasal 47 Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi, pelaksanaan sanksi terhadap pelanggaran berat hanya pemberhentian tidak dengan hormat dan tidak ada sanksi lain,” ungkapnya.

Dia menegaskan, hal tersebut sangat berkaitan erat dengan reputasi peradilan dan keyakinan masyarakat terhadap independensi kehakiman. Sebagai benteng terakhir dalam upaya menegakkan hukum dan keadilan, hal ini sangat dipengaruhi oleh integritas pribadi, kompetensi, dan perilaku hakim konstitusi saat menjalankan tugas untuk memeriksa, mengadili, dan memutuskan perkara yang diajukan kepada mereka, demi mencapai keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

”Saya berharap melalui keputusan MKMK tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap Mahkamah Konstitusi dapat secara bertahap pulih, terutama mengingat tugas berat yang akan diemban oleh MK pada tahun mendatang, yakni menangani perselisihan hasil Pemilu dan Pilkada,” pungkasnya. (red)

Hingga Oktober 2023, Cadangan Devisa Ekspor Capai $ 134,9 Miliar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Bank Indonesia mencatat cadangan devisa ekspor hingga Oktober 2023 mencapai 134,9 Miliar Dollar Amerika. Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, dari periode Januari hingga September 2023 mencapai 192,27 Miliar Dollar Amerika.

Assisten Manager Departemen Pengelolaan Kepatuhan Laporan Bank Indonesia, Mahardynastika Nindyah Hapsari, mengatakan sejak 1 Agustus 2023, pemerintah menetapkan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Ketentuan itu hanya berlaku terhadap eksportir yang memiliki nilai ekspor pada Pemberitahuan Pabean Ekspor (PPE) paling sedikit USD 250.000 atau ekuivalennya. “Hal itu tertuang dalam aturan turunan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor (DHE), yakni Keputusan Menteri Keuangan (KMK) nomor 272 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 73/2023 tentang Pengenaan dan Pencabutan Sanksi Administratif atas Pelanggaran Ketentuan DHE dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam,” kata Mahardynastika, di Surabaya, Selasa (14/11/2023).

Menurut Mahardynastika, dalam KMK nomor 272 tahun 2023, jenis barang yang terkena DHE sebanyak 1.545 jenis barang. Sehingga, bagi eksportir yang nilai ekspornya di atas USD 250.000 dan termasuk dalam kategori tersebut, maka mereka wajib memenuhi ketentuan peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2023.

“Ketentuannya, yakni eksportir wajib memasukkan dan menempatkan devisa berupa DHE SDA dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan ke dalam sistem keuangan Indonesia melalui rekening khusus pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau bank yang melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing,” jelasnya.

Mahardynastika menjelaskan, jika nilai ekspornya di atas USD 250.000 dan masuk dalam kategori 1.545 pos tarif, mereka menjadi eksportir yang wajib memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2023.

Sebaliknya, jika eksportir yang barang-barangnya termasuk dalam 1.545 jenis barang sesuai KMK 272 tahun 2023, namun nilai ekspornya di bawah USD 250.000 per dokumen Pemberitahuan Pabean Ekspor, mereka tidak terkena kewajiban DHE.

“Penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) hanya berlaku terhadap eksportir tertentu. Bagi eksportir yang menempatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri akan diberikan insentif pajak,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ada fasilitas tambahan yaitu insentif perpajakan yang kedua pemberian status eksportir sebagai eksportir bereputasi baik dan insentif lain yang dapat dikeluarkan KL lain.

Besaran insentifnya juga beragam bergantung tenor yang dipilih. Tenor yang tersedia dalam penempatan DHE, yaitu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan lebih dari 6 bulan. “Jika eksportir memilih tenor 1 bulan, pemerintah akan memberikan insentif Pajak Penghasilan (PPh) atas bunga deposito yang semula 20 persen menjadi 10 persen,” katanya.

Kemudian, apabila eksportir mengkonversi dolar AS menjadi rupiah, PPh atas bunganya menjadi lebih rendah lagi atau diturunkan menjadi 7,5 persen. Sementara, untuk tenor 3 bulan insentif yang diberikan lebih besar, yakni tenor 3 bulan dan insentif pajak yang diberikan lebih besar, yakni PPh atas bunga deposito yang semula 20 persen menjadi 7,5 persen. Sedangkan, jika eksportir mengkonversi dollar AS menjadi rupiah, PPh atas bunganya menjadi 5 persen.

“Untuk tenor 6 bulan, insentif pajak yang diberikan lebih besar lagi, yakni PPh atas bunga deposito yang semula 20 persen menjadi 2,5 persen. Sedangkan, jika eksportir mengkonversi dollar AS menjadi rupiah, PPh atas bunganya menjadi 0 persen. Jika di atas 6 bulan, bahkan DHE masuk dalam deposito, tidak kena PPh bunga deposito,” pungkasnya. (red)

XL Ajarkan Solusi IoT untuk Budidaya Maggot di Pesantren

0

Pamekasan, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus mendorong penerapan teknologi digital di kalangan pondok pesantren (ponpes). Salah satunya adalah di Ponpes Miftahul Ulum Sekar Anyar, Pamekasan, Madura. Di ponpes ini, XL mengajarkan para santri memanfaatkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) untuk budi daya maggot.

Dalam proyek edukasi ini, XL juga menggandeng mitra Yayasan Benihbaik di acara Peresmian atas beroperasinya fasilitas budi daya Maggot tersebut berlangsung Kamis, (9/11).  Chief Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O Baasir, mengatakan, melalui program Pesantren Digital, XL Axiata turut menyediakan sejumlah solusi digital yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman pengelola pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Pemanfaatan solusi IoT adalah salah satu implementasinya, dapat dipakai untuk meningkatkan produktivitas di pesantren, termasuk dalam kegiatan ekonomi dan kewirausahaan.

Solusi ini IoT untuk budidaya maggot ini lahir dari hasil program inkubasi IoT di Laboratorium XCamp milik XL. Di tempat ini dipilih sejumlah solusi IoT yang cocok dan dapat diterapkan di lingkungan pesantren, terutama yang dapat mendukung upaya pemberdayaan ekonomi.

Secara teknis, solusi ini sendiri memiliki sejumlah fitur pemantauan lingkungan dan kontrol suhu atau kelembaban di lokasi peternakan Black Soldier Fly (BSF). BSF ini adalah jenis lalat yang telurnya kemudian menjadi larva maggot.

Untuk bisa menghasilkan maggot yang bisa menjadi pakan ternak berkualitas tinggi, dibutuhkan suhu dan kelembapan yang optimal, dengan rentang 20-25 derajat celcius.

Selain itu, dibutuhkan juga kelembaban yang ideal dalam beternak maggot, yaitu 50-70 persen. Penggunaan solusi IoT akan membantu mempermudah mengukur suhu dan kelembaban terbaik secara real time.

Selain untuk meningkatkan produktivitas, manfaat dari pemanfaatan solusi IoT terutama adalah dapat untuk mengurangi biaya operasional, sebagai sumber data untuk keperluan Big Data dan Artificial Intelligent. Selain itu teknologi ini juga bisa untuk mempermudah perencanaan, proyeksi, hingga perawatan.

Nilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari budi daya maggot pun terbilang cukup tinggi. Maggot dibutuhkan untuk pakan ternak seperti unggas dan lele. Maggot bisa menjadi pakan ternak berkualitas tinggi yang dapat mempercepat pertumbuhan hewan ternak. Dengan demikian, budidaya maggot ini juga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Budidaya maggot pun terbilang cukup mudah karena pakannya berasal dari limbah rumah tangga atau sampah organik yang mudah didapatkan. Karena itu, budidaya maggot juga mendukung program pengolahan dan pemberdayaan sampah organik di pesantren, serta diharapkan turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Marwan menambahkan, solusi IoT untuk budidaya maggot juga telah diterapkan di Pesantren Hidayatulloh, Depok, Jawa Barat, Ponpes PesantrenAl Idrisiyah, Tasikmalaya, Jawa Barat, Ponpes KH Mas Mansur Madrasah Boarding School (MBS), Brebes, Jawa Tengah.

Program Pesantren Digital

Sementara itu, melalui program Pesantren Digital, XL melakukan berbagai pelatihan digital guna meningkatkan kecakapan para santri dan santriwati dalam bidang kewirausahaan sosial bersama mitra Rumah Kopi Temanggung.

XL juga memberikan sejumlah pelatihan pemanfaatan teknologi dan sarana digital seperti antara lain membuat konten digital, desain website, pemanfaatan IoT, dan keamanan siber, serta pemanfaatan 5G.

Untuk Ponpes Miftahul Ulum Sekar Anyar, XL Axiata juga memberikan fasilitas perangkat router dan akses internet gratis selama periode satu tahun melalui program Gerakan Donasi Kuota untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar.

Tak hanya itu, karyawan XL melalui MTXL juga sangat antusias dalam memberikan dukungan terhadap program Pesantren Digital ini. Dukungan berupa penyaluran zakat karyawan untuk mendukung biaya operasional pendidikan santri dan santriwati yang membutuhkan. (bw)

Sisternet Goes To Campus, Ajak Mahasiswi Universitas Tanjungpura Atasi Bullying

0

Pontianak, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar program “Sisternet Goes To Campus” di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Dengan mengangkat tema ‘Kenali, Sadari, dan Atasi Bullying’, XL mengajak lebih dari 2.000 mahasiswi Universitas Tanjungpura membuka wawasannya dan bersama-sama membahas sejumlah isu perempuan, serta menemukan solusinya.

Chief Corporate Affairs Officer XL, Marwan O. Baasir bersama Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Tanjungpura, Dr. rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T.,IPU  membuka acara tersebut di Auditorium Universitas Tanjungpura, Selasa (14/11).

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 2.000 mahasiswi dan juga menghadirkan Artis Marshanda, Content Creator, Gritte Agatha, dan psikolog sekaligus Puteri Indonesia Jambi 2019 – Offie Natalia.

Turut hadir dalam acara ini tokoh perempuan Yanieta Arbiastuti yang merupakan isteri Walikota Pontianak, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK serta Ketua Dekranasda Kota Pontianak, serta Head Youth Marketing Communication XL, Nahdiah Estu Pawestri.

Marwan O. Baasir mengatakan, program Sisternet Goes To Campus merupakan salah satu wujud komitmen bersama dalam upaya memperluas literasi digital di kalangan anak muda dan perempuan Indonesia.

Salah satu alasan XL mengangkat tema terkait perundungan (bullying) mengacu pada data Unicef 2022, bahwa 45 persen dari 2.777 anak mengaku pernah menjadi korban cyber-bullying. Fakta yang paling menyedihkan adalah tindakan ini paling sering terjadi dan ditemukan dilingkungan sekolah dan kampus, yang dimana seharusnya lembaga pendidikan merupakan tempat bagi setiap orang untuk menimba ilmu secara tetram dan damai.

Marwan menambahkan, XL hadir di tengah-tengah mahasiswi untuk terus berusaha mengurangi dampak kasus bullying dan cyber-bullying terhadap perempuan Indonesia. Caranya antara lain dengan memberikan edukasi literasi digital, yang didukung oleh layanan konvergensi dengan keamanan siber terbaik untuk privasi data dan keamanan jaringan internet.

Selain itu, XL juga mendukung terus percepatan literasi digital perempuan Indonesia. Bullying merupakan salah satu masalah sosial yang sering terjadi di Indonesia, baik itu dikalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Secara umum, bentuk kekerasan terhadap sesama terbagi dalam 4 jenis yaitu, bullying verbal, bullying fisik, bullying relasional dan cyber-bullying.

Sementara itu, R. M Rustamaji menuturkan, Di Universitas Tanjungpura, kami yakin bahwa membuka peluang dan memperluas wawasan adalah hal penting untuk selalu dilakukan terutama bagi mahasiswi.

‘’Kami percaya setiap mahasiswi memiliki potensi untuk menjadi pilar kekuatan yang tak tergantikan dalam keluarga, masyarakat, dan di semua bidang kehidupan. Namun, terkadang, mereka harus menghadapi tantangan yang tak terlihat, membentuk bayangan trauma yang panjang dalam kehidupan mereka. Isu bullying bukanlah masalah sepele. Ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal psikis, emosional, dan sosial,’’ katanya.

M Rustamaji menambahkan, melalui acara ‘Sisternet Goes To Campus’ ini, pihaknya tidak hanya menyoroti isu perundungan, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi mahasiswa agar merasa didengar, didukung, dan diberdayakan.

Bersama-sama, Universitas Tanjungpura ingin menciptakan lingkungan di mana setiap perempuan merasa memiliki suara yang didengar, merasa diperlakukan dengan hormat, dan memiliki kepercayaan diri yang kokoh.

Sisternet Goes to Campus yang membawa tagline #AllSupportWomen dibuat berdasarkan cita-cita Sisternet untuk mewujudkan ekosistem yang mendukung perempuan untuk jadi lebih baik, bersama dengan dukungan dari semua, dan dengan menerapkan nilai-nilai pada program pemberdayaan perempuan dari XL untuk tumbuh berdaya bersama serta berperan aktif dalam mendukung Indonesia maju melalui pemanfaatan digital dan teknologi.

Perempuan Indonesia cakap digital dan mandiri secara ekonomi

XL melalui program Sisternet hadir sebagai salah satu program CSR XL untuk menjadikan perempuan Indonesia cakap digital dan mandiri secara ekonomi. Dengan misi sisternet untuk mencapai 1 juta perempuan go-digital, Sisternet terus berinovasi dengan menyediakan kelas-kelas edukatif dan fitur-fitur terbaru dari aplikasi Sisternet untuk beragam minat perempuan Indonesia seperti bisnis, digital marketing, sharing, beauty, dan lainnya untuk meningkatkan literasi digital perempuan Indonesia.

UMKM Perempuan Kota Pontianak

Berbarengan dengan acara talkshow Sisternet Goes to Campus ini juga mengundang 15 UMKM Perempuan yang ada di Kota Pontianak. Ke-15 UMKM tersebut merupakan binaan Sisternet dan telah mengikuti sejumlah training pengembangan produk UMKM yang digelar oleh XL.

Ke-15 UMKM tersebut adalah UMKM Teman Negemilku, Pempek Lebuana, Kerupuk Basah Enduls, Hap Kimbab by Ngelahap, dan Gerai Tionly memproduksi makanan ringan, dan UMKM FSA Boutique, Shaqierra Collection, HAE.BRACELET, giftsbynacca.co, Yang Ciamik, CEBC, QL Cosmetic, You Deserve It, dan Withijab memproduksi ragam fashion dan souvenir, serta UMKM dari Penggadaian.

Terdapat peningkatan 30 persen produktivitas produksi produk, 75 persen dalam menggunakan pemasaran digital, dan 13 persen omzet naik bagi perempuan pemilik bisnis kecil setelah mereka bergabung ke dalam binaan Sisternet, dan rutin bergabung ke dalam kelas-kelas edukasi pemanfaatan sarana digital yang telah disiapkan.

Informasi yang disajikan tidak hanya mengenai materi-materi pengembangan bisnis tetapi juga membahas daily life perempuan bersama keluarga serta kisah-kisah menginspirasi dari perempuan yang sudah berhasil di usahanya.

Informasi dan keseruan sisternet juga bisa didapatkan di sosial media melalui platform youtube, instagram, facebook, dan twitter. Sisternet juga hadir dalam bentuk aplikasi tersedia di Android dan iOs yang di dalamnya terdapat banyak fitur, seperti artikel edukasi, berbagai kelas webinar dengan topik yang menarik, forum edukasi melalui diskusi pintar, toko Sister yang merupakan slot promosi untuk para UMKM perempuan binaan Sisternet, dan juga web banner gratis yang dapat digunakan untuk promosi. (bw)

Dosen PCU Surabaya Ubah Air Payau Jadi Layak Konsumsi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dosen Petra Christian University (PCU) Surabaya membuat alat pemurni air payau yang diberi nama ALPAMAL atau Alat Pemurni Air Payau dengan Material Lokal. Melalui alat tersebut, air yang dihasilkan diklaim terbukti tidak mengandung bakteri E. coli dan bisa dikonsumsi karena telah teruji oleh PT Sucofindo.

Selain itu, uji kelayakannya juga sudah memenuhi standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan World Health Organization (WHO). ALPAMAL yang diciptakan Dr rer nat Ir Surya Hermawan ST MT, Dosen Faculty of Civil Engineering and Planning PCU Surabaya ini berawal dari feromena krisis air bersih yang masih sering ditemuinya.

Terutama di wilayah pesisir yang dekat dengan pantai. Salah satunya, di Dusun Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Selama ini, masyarakat di sana (Dusun Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo), harus hidup berdampingan dengan kondisi air payau yang sangat tinggi kadar garamnya, sampai tak layak konsumsi.

‘’Sehingga, saya memberikan solusi, salah satunya dengan membuat alat pemurni air payau yang diberi nama ALPAMAL ini,” kata Surya, Selasa (14/11/2023). Menurut Surya, ALPAMAL ini menggantikan alat yang tahun lalu sempat dipasang di salah satu rumah warga di Dusun Tegalsari, yang masih belum sempurna. Kemudahan akses untuk air bersih dinilai menjadi dambaan bagi warga Dusun Tegalsari.

“Setelah melewati masa-masa trial and error selama kurang lebih enam tahun lamanya, akhirnya pada momen Hari Pahlawan yang lalu, ALPAMAL secara resmi bisa digunakan oleh para warga,” ungkap dosen yang juga anggota Perkumpulan Ahli Rekayasa Pantai Indonesia (PARPI) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur/Jatim tersebut.

Surya menjelaskan, ada 178 Kepala Keluarga (KK) yang setiap harinya harus membeli air bersih, untuk keperluan minum dan memasak. Jika di total, dalam satu tahun Dusun tersebut bisa menghabiskan biaya sebesar Rp 512.640.000 hanya untuk membeli air.

“Masyarakat mengaku, mereka sudah lebih dari 30 tahun bergumul atas kesulitan mendapatkan air bersih. Padahal, di sana ada sumber air payau, namun mereka belum tahu cara memanfaatkannya,” jelasnya.

Pengurus RW dari Dusun Tegalsari, Mashudi, mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa mendapatkan air layak konsumsi, tanpa harus membelinya lagi. “Kami sangat senang dan berterima kasih. Sebab, upaya untuk mendapat air bersih sudah kami lakukan sejak lama. Misalnya, dengan pengeboran. Tapi, hasil airnya tetap terasa pahit,” katanya.

Sementara, Akbar, bocah 10 tahun, anak dari warga setempat yang menjadi salah satu yang berkesempatan merasakan air hasil pemurnian itu untuk pertama kalinya, mengaku senang dan bisa merasakan air bersih tersebut. “Enak! Rasa airnya segar banget,” terang Akbar.

Surya juga mengajak 25 mahasiswa PCU dari kelas Ilmu Lingkungan yang ia bimbing, sebagai bagian dari kegiatan Service Learning. Mereka ikut membantu proses perencanaan, pembuatan, hingga peluncuran ALPAMAL kepada warga setempat.

Peluncuran ALPAMAL ini merupakan lanjutan dari hibah Dikti dengan No. PKS: 792/E1.1/KS.03.00/2023, berjudul Program Pembinaan UMKM Nurul Ismiati yang sedang dilakukan Surya bersama empat dosen PCU lainnya.

Banyak warga Dusun Tegalsari memiliki usaha budidaya udang, rumput laut, dan kepiting. Hasil budidaya itu kemudian dipakai untuk membuat produk-produk UMKM seperti kerupuk, bolu, dan mie.

”Nah, air yang sudah dimurnikan ini bisa mereka pakai untuk membuat produk UMKM tersebut. Dengan kualitas air yang lebih bersih dan sehat, saya yakin itu juga bisa meningkatkan kualitas produknya,” pungkasnya. (red)

Guru Besar ITS Suarakan Pengembangan Alutsista Ramah Lingkungan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Agoes Santoso, menyuarakan pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) ramah lingkungan. “Saat ini, kampus tidak hanya berperan sebagai forum teoritis, tetapi juga menjadi pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan produk teknologi unggulan,” kata Prof Agoes, Selasa (14/11/2023).

Menurut dia, pendekatan untuk memenuhi tuntutan alutsista yang ramah lingkungan saat ini berkembang ke dua arah, yaitu menurunkan tingkat polusi dan meningkatkan efisiensi. “Dalam konteks kemaritiman, peningkatan efisiensi motor bakar dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan mengurangi polusi udara,” jelasnya.

Ia menyebut, ITS sudah mempertimbangkan solusi yang juga fokus pada kelestarian sumber daya dan pengelolaan dampak lingkungan. Hal ini mencakup keragaman sumber daya, penurunan konsumsi, peningkatan efisiensi, dan manajemen risiko yang lebih baik.

“Penurunan emisi gas buang di kapal menjadi salah satu aspek yang diatur pemerintah Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO),” ungkapnya. Salah satu solusinya, lanjut Prof Agoes, mengembangkan alutsista yang mempertimbangkan dampak lingkungan. Konsep ini dapat membantu mengurangi dampak polusi di tingkat nasional, bahkan global.

“Ini tantangan besar yang mendorong kampus teknik untuk mengembangkan teknologi militer yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa,” katanya. Prof Agoes juga menyebutkan gagasan untuk mengintegrasikan kampus sebagai pilar keempat dalam industri pertahanan nasional.

Diharapkan, ini dapat berkontribusi signifikan dalam pengembangan alutsista berwawasan lingkungan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan militer diharapkan tidak hanya memberikan manfaat teknis, tetapi juga manfaat finansial dan kontribusi terhadap kedaulatan negara.

Agoes menekankan, perguruan tinggi juga harus memahami bahwa industri pertahanan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Penelitian harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Inovasi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), otomatisasi terintegrasi, Big Data, dan sumber daya terbarukan harus menjadi perhatian utama,” terangnya.

Prof Agoes menambahkan, kampus teknik harus mengambil langkah progresif dalam menggabungkan inovasi teknologi dengan kelestarian lingkungan. “Melalui komitmen ini, perguruan tinggi sebagai pilar keempat industri pertahanan nasional memiliki potensi untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan alutsista yang ramah lingkungan,” pungkasnya. (red)