Berkat Pelatihan Menjahit Ganjar Milenial, Warga Desa di Trenggalek Punya Bekal Rintis Usaha

0

Trenggalek, (pawartajatim.com) – Warga Desa Prambon, Kabupaten Tenggalek, Jawa Timur/Jatim bersyukur bisa mengikuti pelatihan menjahit dari sukarelawan Ganjar Milenial Center/GMC. Pasalnya, pelatihan yang diadakan di Griya Sambung Rasa TKM Mandiri, Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jatim, Selasa (14/11/2023) itu memberikan keterampilan yang bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian warga.

Salah satu peserta bernama Maulana Bagus berterima kasih kepada pendukung Ganjar Pranowo itu. Dengan pelatihan itu, Bagus jadi punya bekal untuk merintis usaha jasa jahit. “Setelah ikut kegiatan ini, alhamdulillah saya diajarkan menjahit dan jadi punya bekal untuk membuka usaha kecil-kecilan di bidang jahit,” katanya.

Dalam pelatihan itu, warga Desa Prambon diajarkan untuk mehamami istilah-istilah menjahit, mengerti pengoperasian mesin jahit, mengetahui jenis-jenis kain, hingga belajar membuat pola pakaian dan teknik menjahit dasar.

Bagus berharap, pelatihan serupa bisa digelar lagi oleh sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo itu. Dirinya bisa membantu warga yang membutuhkan jasa jahit. “Harapannya dengan saya membuka jasa jahit, bisa bermanfaat buat warga desa prambon. Karena dengan adanya skill ini, saya bisa membantu mereka,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator Daerah GMC Kabupaten Trenggalek Arika Hafidz, mengatakan, pelatihan diadakan untuk mendorong warga berwirausaha, khususnya di bidang jasa jahit. Menurut Arika, usaha dibidang jahit akan terus bertahan karena masih banyak orang yang mengandalkan usaha jasa jahit untuk kebutuhan pakaian sehari-hari ataupun modifikasi busana.

Terlebih, skill menjahit juga tidak hanya bisa digunakan untuk membuat pakaian. Tapi juga jahitan lain seperti sprei, sarung bantal, selimut, tas, masker kain, taplak, hingga gorden. “Dengan skill menjahit, warga di Desa Prambon ini juga bisa menerima orderan dari hajatan-hajatan,” kata Arika.

Ia berharap warga Desa Prambon bisa semakin berdaya dan meningkat perekonomiannya. Arika juga berharap silaturahmi antar warga selalu terjalin. (rid)

GenRe Jatim Edukasi Pelajar Konsumsi Makanan Sehat

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Insan Generasi Berencana (GenRe) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur/Jatim melakukan edukasiribuan pelajar Sekolah Menegah Pertama (SMP) untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang sehat dengan gizi seimbang. Hal ini sangat diperlukan para remaja untuk menjadi pribadi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Dewan Pembina Insan GenRe Perwakilan BKKBN Jatim, Haydar Iskandar, mengatakan memberikan sosialisasi terkait kesehatan reproduksi dan juga sosialisasi tentang gizi. “Kegiatan sosialisasi seperti ini merupakan salah satu fokus kami dalam upaya percepatan penurunan angka Stunting yang dimulai dari hulu yaitu para remaja,” kata Haydar, di Taman Flora, Minggu (12/11).

Ia menjelaskan GenRe Jatim berkeliling ke setiap wilayah untuk terus mensosialisasikan program GenRe termasuk ikut dalam kegiatan strategis seperti hari ini yang digelar oleh Tunas Hijau dengan menghadirkan 4000 lebih pelajar SD dan SMP di seluruh Surabaya.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, menghimbau remaja untuk hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan yang bergizi seimbang. Sera jagalah kesehatan reproduksi dengan baik dan rencanakan masa depanmu melalui Insan GenRe.

Di tempat yang sama, Juara 1 Duta GenRe Jatim 2023, Lung Ayu Natasha Dewi, menjelaskan dalam kegiatan ini, pihaknya memberikan sosialisasi tentang gizi karena peserta merupakan pelajar SD dan SMP.

“Salah satu materi kami adalah apa isi piringmu,” jelasnya. Lung menjelaskan mengapa sosialisasi tentang gizi ini penting, agar remaja bisa memilih asupan gizi yang memang dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga setiap remaja yang peduli akan asupan gizi yang seimbang akan menjadi pribadi yang memiliki fisik sehat dan hal itu menjadi salah satu modal utama untuk menjadi generasi berkualitas yang akan memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara. (bw)

Menciptakan Suasana Rumah yang Aman dan Nyaman untuk Anak

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setiap orang memiliki hak untuk memiliki rumah yang aman dan nyaman, terlebih apabila sudah ada si buah hati yang menjadi bagian dari anggota keluarga di rumah. Selain menjadi tempat beristirahat, rumah juga menjadi tempat pertama untuk anak bermain, belajar, berkeksplorasi dan bertumbuh.

PR & Communication Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, menjelaskan, di IKEA, anak-anak menjadi orang terpenting di dunia yang harus kita pastikan mereka bisa mendapatkan apa yang  menjadi haknya, termasuk hak untuk bisa menempati rumah dengan suasana yang aman dan nyaman demi mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

“Namun sayangnya, kesadaran masyarakat untuk menciptakan suasana rumah yang aman bisa dikatakan masih minim, karena setiap tahunnya masih banyak orang yang terluka bahkan ketika berada di  rumahnya sendiri,” kata Ririn, saat ditemui di IKEA Ciputra World Surabaya, Senin (13/11).

Sejalan dengan visi IKEA dalam menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, ambisi IKEA adalah melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat dalam membuat rumah menjadi tempat yang lebih aman bagi semua orang.

Menurut Ririn, setiap tahunnya IKEA rutin untuk melakukan kunjungan ke rumah-rumah di seluruh dunia termasuk di Indonesia, untuk bisa mempelajari kehidupan masyarakat di rumah.

Dari kunjungan tersebut, IKEA mengetahui seperti apa kehidupan banyak masyarakat di rumah dan apa saja yang dibutuhkan di dalam rumah. Dari hasil kunjungan ke rumah itu juga kami dapat menghasilkan solusi dan inspirasi tentang bagaimana bisa menciptakan rumah yang nyaman dan tentunya aman terutama bagi anak-anak.

Dalam menciptakan suatu produk, IKEA selalu menciptakan solusi yang berdasar pada permasalahan yang banyak terjadi di rumah. IKEA juga memastikan setiap perabot rumah dirancang sedemekian rupa agar menjadi lebih aman bagi anak-anak.

“Misalnya, semua tirai IKEA tidak  menggunakan tali agar tidak menjerat anak-anak. Hal tersebut juga kami terapkan pada mainan boneka yang tidak menggunakan mata kancing untuk bagian mata boneka dan menggantinya dengan sulaman mata sehingga terhindar dari risiko tertelan dan tersedak,” ungkap Ririn.

Ririn menambahkan, IKEA juga menghadirkan solusi untuk membantu mengamankan aktivitas sehari-hari di rumah seperti produk penahan pintu dan jendela sehingga anak terhindar dari terjepit, ada juga alas anti slip untuk menghindarkan anak-anak dari risiko tergelincir, bumper corner agar anak tidak terbentur ujung perabot yang tajam dan penutup steker yang melindungi anak dari sengatan listrik.

Selain memfasilitasi anak-anak dengan rumah yang aman dan nyaman, IKEA juga peduli terhadap  tumbuh kembang anak-anak. Saat ini IKEA sedang mengadakan kampanye “Ayo Bermain” untuk  mendukung anak dalam berkreasi dan berimajinasi.

Dengan meluncurkan koleksi AFTONSPARV yang tentunya aman digunakan dan dimainkan mulai dari boneka, tenda karton, kertas gambar, lampu, dan produk tekstil. Program menarik lainnya adalah layanan konsultasi desain interior sehingga semua pelanggan bisa mendapatkan saran untuk rumah yang lebih aman dan nyaman, mulai dari pemilihan jenis produk hingga penempatan produk di rumah.

‘’Kami berharap, layanan ini bisa memudahkan masyarakat untuk membuat ruang kamar atau ruang lainnya dengan lebih mengutamakan kenyamanan serta keamanannya untuk semua anggota keluarga,” tutup Ririn. (ony)

Begini Cara LPS Unjuk Diri pada Generasi Milenial

0

Jakarta, (pawartajatim.com) _ Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung penuh pagelaran jazz tertua di Indonesia bertajuk LPS Jazz Goes To Campus (JGTC) 2023. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk implementasi LPS untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui kegiatan ekonomi kreatif, sekaligus juga sebagai upaya untuk terus mensosialisasikan peran dan fungsi LPS kepada generasi milenial.

“Senang sekali LPS malam ini bisa berkumpul bersama jazzmate disini, sambil nonton konser boleh dong kami memperkenalkan diri. Anyway, LPS ini adalah lembaga negara yang peran dan fungsinya salah satunya adalah menjamin simpanan jazzmate semua di bank,” kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa disambut riuh penonton yang mayoritas anak muda tersebut, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, pada Minggu (12/11/2023).

Dalam sambutannya, dia juga selalu berpesan kepada para generasi milennial agar terus menabung di bank, karena ada LPS yang akan menjaminnya. “Nabungnya harus di bank ya, jangan di lemari baju apalagi disimpan di bawah tempat tidur, karena apa? Sebab kalau hilang atau rusak tidak dijamin oleh LPS, makanya simpan di bank, misalkan sewaktu-waktu bank nya bangkrut, LPS akan bayar simpanan jazzmates asalkan memenuhi syarat dan ketentuan dari LPS ya” tambahnya.

Animo penonton yang sebagian besar anak-anak muda tersebut sangat besar, bahkan dari keempat panggung yang menghadirkan musisi-musisi ternama dalam dan luar negeri itu, sebagian besar dipadati oleh lebih dari 17.000 penonton.

Walaupun ramai, namun penonton sangat tertib dan amat menikmati sajian musik yang menghibur dan juga elegan. Sekilas mengenai JGTC, awalnya JGTC diciptakan dengan tujuan agar dapat dinikmati seluruh khalayak. Hal ini direalisasikan dengan menggelar festival musik yang megah, namun tetap dengan harga yang terjangkau.

Tahun ini, penyelenggara menyajikan pengalaman festival yang lebih meriah dengan sejumlah penampil internasional juga nasional, seperti Sheila Majid & Tohpati, Fariz RM, Charlie Burg, Ahmad Dhani Electric Band, Maliq & D’Essentials, Tulus, Yura Yunita, dan sederet musisi terkemuka lainnya. (bw)

Health Expo Gresik Tampilkan Banyak Inovasi Bidang Kesehatan

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Bidang kesehatan di Kabupaten Gresik dapat dikatakan  berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah, memberi apresiasi  kepada semua insan kesehatan di Kabupaten Gresik, atas kolaborasinya dengan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Hal ini disampaikan Wabup, saat menutup acara Gresik Health Expo 2023 di Gresik, Minggu (12/11) malam. Dengan mengangkat thema ‘Discover new Healthcare Innovation’, acara yang digelar di Atrium Icon Mall Gresik ini diselenggarakan selama 3 hari, mulai 10-13 November 2023.

“Kolaborasi ini, sangat membekas kala pandemi Covid-19 silam. Dan yang terbaru, saat kejadian kecelakaan waktu Jambore Pramuka di Pulau Bawean bulan lalu,” kenang Wabup. Wanita pertama yang menjadi Wabup di Gresik ini mengatakan, disamping berharap akan adanya inovasi-inovasi baru dalam bidang kesehatan melalui Gresik Health Expo 2023 ini, pihaknya juga berharap kolaborasi yang ada tidak kendor.

“Masih banyak hal yang harus kita hadapi bersama-sama, seperti pencegahan kasus HIV/AIDS, hingga penurunan stunting. Bersama-sama dengan ibu-ibu PKK, serta semua organisasi dan instansi yang ada saya optimis semua bisa kita selesaikan,” tegas Bu Min, panggilan akrabnya.

Dalam kesempatan yang sama, diberikan juga penghargaan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia/ IDI kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Penghargaan ini, diberikan lantaran dukungan dan perhatian Bupati Yani terkait bantuan biaya pendidikan spesialis untuk dokter dari Pulau Bawean.

Inisiasi Bupati Yani ini, dilatarbelakangi karena minimnya dokter spesialis khususnya untuk kepulauan Bawean. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Gresik menyiapkan anggaran untuk Beasiswa bagi dokter umum, yang melanjutkan ke jenjang spesialis gratis sampai lulus spesialisnya, dengan catatan mau ditempatkan di Bawean.

Selain pameran bidang kesehatan, acara Gresik Health Expo 2023 ini juga diisi dengan kompetisi tingkat SD dan SMP bertajuk “Gresik Medical Science”. Dari kompetisi ini, didapat pemenang untuk tingkat SD yakni UPT SD Negeri 6 Gresik dan tingkat SMP yakni UPT SMP Negeri 1 Gresik.

Tampak hadir bersama Wabup, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Haryanto, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, Ketua Pengurus Besar IDI Pusat Adib Khumaidi, dan juga Ketua IDI Gresik Umar Nur Rahman. (dra)

Lolos HAKI, Batik Bagajo Lapas Banyuwangi Banjir Pesanan

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Berstatus nara pidana tak membuat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi berhenti berkreasi. Mereka justru membuat beragam kreasi bernilai ekonomis. Salah satunya, batik tulis.

Batik tulis warga binaan Lapas Banyuwangi memiliki motif unik. Namanya, Batik Gajah Oling Jeruji (Bagajo). Batik gajah oling merupakan motif asli Banyuwangi. Karena dibuat di Lapas, Namanya ditambahi jeruji.

Motif batik tulis ini dibuat sejak tahun 2018. Jenis batik ini juga sudah lolos sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Sehingga, sudah memiliki hak cipta. Batik Bagajo memiliki motif utama belalai gajah. Lalu, dikreasi dengan motif gelang sebagai simbol borgol.

Motif yang unik ini ternyata banyak digandrungi. Terbaru, pesanan datang dari Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur. Totalnya, 200 lembar.

“Pesanan batik tulis ini akan digunakan untuk pertemuan rutin. Jumlahnya bisa bertambah,” kata Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono, Senin (13/11/2023).

Selain motif Bagajo, warga binaan Lapas Banyuwangi juga melayani beragam pesanan motif lainnya. Warnanya juga disesuaikan dengan pesanan. Setiap harinya, sebanyak 26 warga binaan menekuni kerajinan batik ini.

Mereka terdiri dari 23 warga binaan wanita yang bertugas mencanting batik. Lalu, 3 warga binaan pria bertugas membuat desain dan pewarnaan. “Mereka mengerjakan batik setiap hari. Saat ini sudah 70 persen dari pesanan Bagajo sudah siap dikirim,” jelas Agus.

Ide membuat batik di Lapas ini berawal dari tingginya potensi yang dimiliki warga binaan. Awalnya, Lapas Banyuwangi bekerjasama dengan perajin batik untuk mengajari teknik membatik.

Ternyata, banyak warga binaan yang tertarik menekuninya. Alhasil, batik menjadi salah satu kerajinan unggulan Lapas Banyuwangi. (udi)

Siaga Kemacetan Libur Nataru, Pelabuhan Ketapang Buka Dermaga Baru

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) sejumlah persiapan mulai digelar di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Salah satunya, menyiapkan dermaga baru untuk mengurai antrean. Dermaga baru ini dibuka di pesisir Waru Doyong, sebelah selatan dermaga LCM Ketapang.

Pembukaan dermaga baru ini menyusul potensi kemacetan panjang di momen akhir tahun. Dermaga yang dibuka merupakan wilayah ASDP Ketapang, selama ini digunakan kapal lego jangkar.

“Dermaga baru ini sifatnya antisipasi, situasional. Tujuannya, jika terjadi kemacetan digunakan sebagai dermaga alternatif,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur Rocky Surentu disela uji coba dermaga, Senin (13/11/2023) siang.

Karena hanya alternatif, dermaga baru ini nantinya hanya digunakan bongkar kendaraan. Artinya, proses pemuatan tetap dilakukan di dermaga ASDP Ketapang. Bongkar kendaraan ini nantinya difokuskan untuk pelayaran dari Lombok.

Namun, jika situasi darurat, kapal dari Gilimanuk juga bisa bongkar di dermaga baru ini. “Jadi, hari ini kita uji coba dulu. Apakah kapal bisa sandar atau tidak. Ini sifatnya melaksanakan perintah pusat,” jelasnya.

Uji coba sandar ini, menurut Rocky wajib dilakukan. Sebab, nakhoda harus memastikan kondisi perairan sebelum sandar. Apalagi, versi para nakhoda, kondisi laut di dermaga ASDP Ketapang dengan dermaga Waru Doyong sedikit berbeda.

“Katanya arusnya lebih kuat di dermaga Waru Doyong ini. Sehingga, nakhoda wajib mencoba. Apalah buritan atau haluan yang harus menyesuaikan tempat,” jelasnya lagi. Pihaknya berharap libur Nataru mendatang jalur penyeberangan Ketapang – Gilimanuk maupun Ketapang – Lombok tak memicu kemacetan.

Sehingga, seluruh kapal tetap melakukan bongkar muat di Pelabuhan ASDP Ketapang. Saat ini, sebanyak 45 kapal yang siap melayani libur Nataru di jalur Ketapang – Gilimanuk, Bali. Sedangkan jalur Ketapang – Lombok dilayani 6 kapal.

“Khusus jalur ke Lombok, ada 7 kapal. Tapi, satu kapal sedang docking,” tutupnya. (udi)

Pandawa Ganjar Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba, Tekankan Peran Orang Tua Lindungi Anaknya

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Peran serta orang tua ternyata sangat signifikan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba yang berisiko dilakukan oleh generasi muda penerus bangsa Indonesia saat ini.

Hal itu ditekankan dalam Penyuluhan Dampak Bahaya Narkoba yang diinisiasi kelompok sukarelawan Pandawa Ganjar di Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur/Jatim, Minggu (12/11/2023).

“Edukasi di masyarakat, khususnya di orang tua. Karena, di sini banyak kalangan anak muda terkena (risiko) bahaya narkoba. Orang tua harus mengarahkan (anaknya) di sini,” ujar Novan Pahlevi selaku pemateri dalam kegiatan itu.

Dalam kegiatan yang dilakukan bertepatan dengan Hari Ayah Nasional tahun ini, dia menyarankan para orang tua untuk mengarahkan anaknya kepada kegiatan-kegiatan bernilai positif dan produktif.

“Yang pertama, (orang tua) mengarahkan tentang pergaulan (anak-anak) mereka. Yang kedua, melakukan kegiatan-kegiatan positif biar mereka semua tidak terjerat narkoba,” kata Novan.

Selain peran orang tua, dia juga menyebutkan pihak lain yang memiliki andil besar dalam mencegah peredaran narkoba adalah lingkungan sosial di setiap wilayah dari mulai tingkat Rukun Tetangga (RT).

Novan menjelaskan, langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat melalui organisasi -organisasi kemasyarakatan dan kepemudaannya adalah menggelar kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti penyuluhan kali ini.

“Kalau dari lingkungan, pentingnya (mengadakan) kegiatan-kegiatan seperti ini (penyuluhan narkoba). Diedukasi dari kalangan RT, agar mereka tahu dampaknya narkoba itu apa,” ujarnya.

Kegiatan yang digagas para sukarelawan Calon Presiden Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD kali ini menuai pujian warga seperti diakui salah seorang di antaranya, Angga Trisusilo.

“Kegiatan ini termasuk yang bagus. Dapat diterima di lingkungan ini. Tentang bahayanya narkoba itu dapat penyuluhan yang bagus dari pematerinya tadi. Bahaya narkoba terhadap lingkungan, terhadap keluarga, terhadap anak-anak dan terhadap masyarakat,” tuturnya.

Meskipun demikian, risiko itu masih bisa dicegah bersama-sama oleh kelompok warga dengan cara meningkatkan kewaspadaan dan menjalin koordinasi yang baik dengan instansi pemerintah hingga penegak hukum terkait.

“Bisa (dicegah dengan cara) dilihat dari perilaku dan juga tindakan dan kebiasaannya. (Penanganannya) harus kompak. Tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri, kita tidak koordinasi dengan lingkungan. Terutama, RT, RW, Kelurahan,” kata Angga. (rid)

Bersatunya Suporter Persebaya & Arema dalam Upacara Pembukaan Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo

0

Pada tanggal 23 September 2023 penulis menerima telfon dari seorang teman yang bernama Sandy Irawan atau yang lebih akrab disapa “Shandy Gibol” untuk minta ketemuan di salah satu restoran cepat saji di daerah Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.

Kebetulan waktu itu penulis memang berniat menonton pertandingan Liga 2 antara Deltras vs Gresik United di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Sehingga mampir dulu untuk sekedar diskusi soal persepakbolaan nasional dan dunia dengan Shandy Gibol ini.

Di tengah obrolan, disampaikanlah niat Shandy yang ingin mendamaikan atau mempersatukan Suporter Persebaya dengan Arema. Akhirnya kami diskusi mencari cara perdamaiannya lewat siapa dan dengan event apa.

Awalnya kami ingin meminta bantuan Ahmad Riyadh (Ketua Asprov PSSI Jatim), tetapi karena kami takut mengganggu kesibukan beliau akhirnya penulis teringat seorang kolega yang masih ada hubungan saudara dengan penulis, yaitu Anto Baret.

Namun, karena penulis tidak menyimpan nomor WA Anto Baret, penulis harus menghubungi Rosyid (Ketua Aremania Parahyangan) yang juga sahabat Anto Baret. Kebetulan juga anak dari Rosyid yang bernama Gilang adalah sahabat penulis di dalam dunia pekerjaan.

Penulis lalu menelfon Rosyid (dispeaker) didengarkan oleh Shandy Gibol, dalam telfon tersebut Rosyid mengatakan bahwa Anto Baret siap mendukung perdamaian antara suporter Persebaya dan Arema.

Bak gayung bersambut, malam harinya kita langsung mengumpulkan teman-teman komunitas Radio Bonek untuk menyampaikan niat Shandy Gibol dan penulis untuk mendamaikan atau menyatukan Suporter Persebaya dan Arema (Bonek dengan Aremania).

Namun, sebelum diskusi siang itu diakhiri, penulis dan Shandy berfikir untuk event ini siapa yang mendanai. Lalu terbersitlah teman Shandy yang bernama Frangky Chandra. Frangky ini teman lama Shandy yang sudah 10 tahun tidak ketemu, kemudian ketemu lagi waktu FIFA Match Day Indonesia vs Palestina di GBT.

Waktu itu Frangky mengatakan silahkan dibuatkan kegiatan sosial nanti dia yang akan membiayai. Shandy dan penulis semakin bersemangat untuk mewujudkan konsep perdamaian antara Bonek dan Aremania ini.

Disusunlah sebuah Panitia Kecil “Suporter Pecinta Persebaya” dengan Frangky sebagai Pembina, Shandy sebagai Ketua dan penulis sebagai sekretarisnya. Di tengah rapat malam harinya ada Ketua Bonek Jabodetabek hadir yang bernama Mohammad Khoiron atau lebih akrab disapa Abah Khoiron Dyer yang didapuk sebagai Penasehat.

Kemudian dirancang juga susunan acara untuk event perdamaian Bonek-Aremania. Konsep awalnya adalah menggelar Exhibition Match antara Legenda Persebaya/Arema/Tokoh Suporter Persebaya/Arema vs Stakeholder Sepakbola (Presiden FIFA/Ketua Umum PSSI/Walikota Surabaya/Walikota Malang/Bupati Malang) dengan dihadiri oleh Suporter Persebaya dan Arema di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya beberapa saat sebelum Kick Off Piala Dunia U-17.

Namun, konsep ini ditolak oleh Pembina dan Penasehat karena pastinya Stadion GBT akan steril menjelang Piala Dunia U-17. Akhirnya konsep kita rubah menjadi Mengundang Anto Baret datang ke Surabaya pada tanggal 22 November 2023 dan Nribun Bareng Suporter Persebaya & Arema pada Pembukaan Piala Dunia U-17 tanggal 10 November 2023.

Dihubungilah Anto Baret untuk datang ke Surabaya. Karena belum saling mengenal satu sama lain dan demi menunjukkan keseriusan Suporter Persebaya untuk berdamai maka Shandy bersama Abah Khoiron Dyer berangkat ke Jakarta untuk menemui Anto Baret.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan dan ternyata memiliki misi dan persepsi yang sama maka Anto Baret setuju untuk datang ke Surabaya pada tanggal 22 Oktober 2023 tepat pada Hari Santri Nasional atau Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari ketika melawan tentara Sekutu.

Ketika Anto Baret datang ke Surabaya secara tiba-tiba datang 2 orang ibu dari keluarga korban Kanjuruhan ke tempat pertemuan di Hotel Elmi. Sambil menahan tangis, sang ibu menceritakan kisah meninggalnya sang anak di Stadion Kanjuruhan.

Sontak seluruh suporter Persebaya dan suporter Arema yang hadir pada saat itu tak kuasa menahan air mata mendengar cerita dari sang Ibu. Dan yang membuat kita tercengang adalah ternyata kakek dari sang korban adalah seorang Bonek Sejati.

Semua yang hadir pada saat itu langsung bersepakat bahwa Perdamaian antara Suporter Surabaya dan Malang harus segera diwujudkan. Cukup sampai disini yang namanya rivalitas buta. Permusuhan ini hanyalah akan membawa korban-korban berikutnya entah dari Surabaya atau dari Malang.

Setelah pertemuan tanggal 22 Oktober malam, maka keesokan harinya kami mengantar salah satu Suporter Arema yang ikut menginap di Hotel Elmi bersama Anto Baret sambil mengantarkan Anto Baret ke Bandara Juanda karena beliaunya harus pulang ke Jakarta.

Setelah pertemuan di Surabaya gantian Suporter Arema yang menjamu kami di Kebun Teh Lawang, Kabupaten Malang. Disana kembali terjadi diskusi yang sangat guyub antara suporter Persebaya dengan suporter Malang.

Lagi-lagi beberapa Ketua Korwil Aremania mempunyai visi yang sama untuk berdamai. Mereka tidak ingin mewariskan permusuhan kepada anak cucu kita. Setelah diskusi yang sangat intens, kami menyampaikan pesan sebelum kami pulang bahwa kami akan mengundang saudara-saudara kita Suporter dari Malang sebanyak 30 orang untuk Nribun Bareng pada acara Pembukaan Piala Dunia U-17 tanggal 10 November 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Pada saat itu kami berjanji untuk datang lagi ke Malang sebelum tanggal 10 November 2023 demi mematangkan rencana Nribun Bareng tersebut. Tanggal 5 November 2023 tepat 5 hari sebelum hari H kami pilih sebagai waktu yang tepat untuk berkunjung ke Malang.

Kebetulan tanggal 5 November adalah hari Ahad atau hari Minggu dimana Shandy dan penulis lagi libur bekerja. Kami langsung menuju ke Karangploso, Kabupaten Malang untuk menemui salah satu Tokoh Arema yaitu Sam Wijo Carlos (Carang Ploso).

Ketika diskusi di Rest Area Karangploso (salah satu cafe milik Sam Wijo) tiba-tiba terdengar kabar bahwa salah satu mantan pemain Persema Malang yang bernama Yohanes Geohera akan datang bergabung untuk diskusi.

Mendengar nama Yohanes Geohera langsung menggugah memori penulis pada Kompetisi Perserikatan Divisi Utama tahun 1991/1992 dimana ada suatu pertandingan Persema Malang menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Gajayana Malang.

Penulis yang kala itu masih kelas 3 SD benar- benar teringat bahwa Persema Malang melakukan aksi teror kepada Persebaya Surabaya dan salah satu aktor utamanya adalah Yohanes Geohera. Dialah pencetak gol tunggal dimana laga tersebut dimenangkan Pesema Malang dengan skor 1-0.

Obrolan yang semakin menarik ini kita lanjutkan ke Oro-Oro Kota Batu dimana “sang aktor” Yohanes Geohera ikut bergabung dalam diskusi tersebut (sebelumnya di cafe Sam Wijo Yohanes Geohera belum bergabung).

Di sebuah cafe Oro-Oro Kota Batu itulah, Yohanes Geohera menceritakan semua tentang kronologis aksi teror yang dilakukan dirinya dan seluruh komponen Persema Malang terhadap Persebaya Surabaya pada Kompetisi tahun 1991/1992.

Berawal dari pertandingan sebelumnya dimana Persema Malang menjalani laga away ke Makassar untuk melawan PSM. Disana pemain Persema diteror habis-habisan, bus Persema dilempari hingga kacanya pecah, pemain dipukul sampai akhirnya PSM dapat mengalahkan Persema 2-0.

Sepulang dari laga di Makassar, pemain Persema pulang dengan penuh emosi. Apalagi protes ke PSSI tidak digubris pada saat itu. Sial bagi Persebaya karena laga berikutnya harus dijamu Persema di Gajayana. Emosi yang memuncak inilah dilampiaskan kepada pemain Persebaya.

Yohanes mengakui sebelum laga Persebaya dia minta disuntik kepalanya untuk meredam emosi yang menyala-nyala. Akhirnya pada saat warming up menjelang laga Persema vs Persebaya, aksi teror dimulai.

Yohanes Geohera langsung memukul Yusuf Ekodono (bintang Persebaya kala itu karena baru saja ikut menyumbangkan medali emas Sea Games 1991) tanpa alasan yang jelas. Yohanes mengakui waktu itu dia sudah gelap mata.

Penulis yang waktu itu menonton melalui televisi melalui siaran tunda masih mengingat dengan jelas bahwa pertandingan itu sarat dengan teror, bahkan ada tulisan “Barmen haram masuk lapangan” (Moh. Barmen adalah Manajer Persebaya saat itu).

Rasa penasaran penulis terjawab dengan cerita Yohanes Geohera tersebut. Karena sejak pertandingan itu sampai sebelum bertemu Yohanes Geohera, penulis selalu bertanya-tanya kenapa Persebaya diteror dalam pertandingan itu.

Di akhir obrolan, Yohanes Geohera sambil menitikkan air mata, meminta maaf kepada seluruh Suporter Persebaya atas kejadian tersebut yang menyebabkan adanya “permusuhan” antara suporter Surabaya dengan Malang dan mulai saat ini ayo kita akhiri permusuhan tersebut.

Yohanes Geohera mengakui setelah kejadian tersebut selama 7 tahun tidak berani pulang ke Surabaya. Yohanes Geohera mengawali karier di Niac Mitra, dia juga turun sebagai pemain pengganti ketika Niac Mitra mengalahkan Arsenal 2-0, kemudian setelah berdirinya Arema tahun 1987 dia bergabung ke Arema atas perintah dari alm. Acub Zainal. Dan tahun 1991 bergabung dengan Persema Malang.

Nah, peristiwa antara Persema vs Persebaya pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan tahun 1991/1992 inilah sebagai awal “permusuhan” Suporter Persebaya dan Malang dalam konteks sepakbola (sebab ada yang menulis bahwa awal permusuhan suporter Surabaya dan Malang ini karena konser musik Kantata di Tambaksari tahun 1990).

Kemudian dilanjutkan dengan peristiwa Nurkiman tahun 1995, kerusuhan Tambaksari 2006, peristiwa Sragen 2015 dan puncaknya adalah Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Sudah lebih dari 30 tahun “permusuhan” ini terjadi, sekali lagi ayo “permusuhan” ini harus segera diakhiri.

Damai itu indah, bersatu itu membuat kita teguh, bersaudara itu nyaman. Orang Surabaya banyak yang punya saudara bahkan istri orang Malang begitu juga sebaliknya. Bahkan, sebuah fakta yang penulis sampaikan diatas “Korban Kanjuruhan adalah Aremania tapi kakeknya adalah Bonek sejati”.

Jadi tidak ada alasan untuk memelihara permusuhan. Kembali lagi soal obrolan dengan Yohanes Geohera tadi. Setelah ngobrol panjang lebar di Oro-oro, pertemuan ini ditutup dengan penambahan tiket 1 orang khusus undangan kepada Yohanes Geohera untuk Nribun Bareng Pembukaan Piala Dunia U-17 di GBT.

Jadi total tiket yang diberikan secara gratis kepada Saudara kita Suporter dari Malang sebanyak 31 tiket. Sepulang dari Kota Batu, penulis dan Shandy berdiskusi untuk mendatangkan Yusuf Ekodono.

Jadi biar lengkap, Legenda Arema diwakili oleh Yohanes Geohera dan Legenda Persebaya diwakili oleh Yusuf Ekodono. Kebetulan keduanya adalah pelaku dan saksi peristiwa 1991/1992.

Ternyata ada momen keesokan harinya Yusuf Ekodono bakal datang di acara Mengundang Legend Persebaya Memeriahkan Piala Dunia U-17 di Kedai Ketan Punel di depannya Taman Bungkul Surabaya.

Setelah sholat maghrib berjama’ah antara penulis dan Yusuf Ekodono, disampaikanlah niat kami untuk mendamaikan suporter Persebaya dan Arema dan disambut baik oleh Yusuf. Bahkan Yusuf, menyarankan ada deklarasi atau ikrar perdamaian. Tibalah saatnya yang ditunggu-tunggu Jum’at, 10 November 2023.

Bermarkas di Radio Suzana atau yang lebih dikenal dengan Radio Bonek Jalan Walikota Mustajab 62 Surabaya akan menjadi saksi sejarah Suporter Arema akan nribun bareng Suporter Persebaya di home base Persebaya Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Sebelum kedatangan saudara-saudara kita dari Malang, penulis dikejutkan dengan kedatangan Tommy Welly (pengamat sepakbola) yang terkenal dengan sebutan Bung Towel. Towel akan menjadi saksi bersatunya suporter Arema dan Persebaya.

Pada pukul 09.00 WIB suporter dari Malang mulai berdatangan di radio Suzana. Tepat pada pukul 10.00 Shandy melakukan siaran radio. Tapi siaran radio kali ini sangat spesial karena dihadiri oleh Suporter Arema dan Tommy Welly.

Setelah siaran, momen ikrar damai akan segera dilaksanakan. Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya bahwa momen ikrar damai akan dilakukan di depan makam pendiri Persebaya Pamoedji. Tepat di depan makam Pamoedji, ikrar damai dibacakan oleh Yusuf Ekodono mewakili Legenda Persebaya dan Yohanes Geohera mewakili Legenda Arema.

Setelah ziarah ke makam Pamoedji, kami berziarah ke makam Pahlawan Nasional Bung Tomo yang namanya diabadikan sebagai nama stadion pembukaan Piala Dunia U-17. Beliau di tahun 1945 lewat orasinya dapat mempersatukan pemuda-pemuda bukan hanya Surabaya tapi juga Malang, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo dsb.

Semangat dari Bung Tomo inilah yang dapat mengingatkan kita bahwa Suporter Surabaya dan Malang harus bersatu kembali. Setelah sholat Jum’at tepatnya pukul 13.30 Suporter Arema berjumlah 31 orang dan Suporter Persebaya dengan jumlah yang sama berjalan beriringan menuju ke Balai Kota Surabaya untuk selanjutnya naik Shuttle Bus menuju ke Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Sebelum masuk ke stadion, Shandy dan Abah Khoiron memberikan pengarahan bahwa momen yang ditunggu-tunggu telah tiba. Oleh karena itu kita tidak ada hentinya bersyukur kepada Tuhan YME atas anugerah ini. Setelah menikmati pertandingan Maroko vs Panama yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Maroko kemudian kita sesaat menikmati Opening Ceremony yang sangat singkat.

Momen bersatunya Suporter Persebaya dan Arema di tribun selatan Stadion GBT nampak sangat kompak ketika menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kita tidak hanya berdiri menyanyikan, tapi Suporter Arema telah menyiapkan bendera berukuran 25 meter untuk dikibarkan diatas tribun selatan sambil menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Frangky Chandra mengakui sebelum masuk ke Stadion GBT sempat meneteskan air mata karena cita-cita untuk mendatangkan Suporter Arema untuk nribun bareng Suporter Persebaya akhirnya terwujud.

Meskipun awalnya hanya 31 orang tapi ini adalah tonggak awal dimulainya perdamaian untuk skala yang lebih besar. Saking terharunya, Frangky Chandra lagi-lagi harus merogoh kocek lebih dalam untuk mentraktir makan malam setelah pertandingan di sebuah restoran cepat saji di kawasan Jalan Basuki Rakhmad Surabaya.

Sebelum Suporter Arema pulang ke Malang, Frangky berpesan bahwa event ini hanyalah awal, akan ada event berjenjang yang tujuannya mengajak damai untuk Seluruh Suporter Persebaya dan Arema (Bonek dan Aremania) dalam skala yang lebih luas.

Pesan Frangky tersebut diamini oleh Sam Wijo yang sudah menyiapkan suatu event di Malang untuk mendidik generasi muda bahkan mungkin mulai dari TK sudah kita perkenalkan persaudaraan antara Bonek dan Aremania.

Momen makan malam di restoran cepat saji tersebut mengakhiri event yang sudah disiapkan sejak tanggal 23 September 2023 tersebut. Melalui tulisan ini penulis berpesan kepada Seluruh Suporter Persebaya dan Arema,,, Ayo Berdamai… Damai-damai Saudaraku !!! (Penulis adalah Ardiansyah (Pecinta Sepakbola Jawa Timur sejak PON Jatim menjadi Finalis Cabor Sepakbola Putra pada Event Pekan Olahraga Nasional tahun 1989)

Peduli Kesehatan Masyarakat, Tiga Kader PDIP ini Gelorakan Senam Indonesia Cinta Tanah Air

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Menyehatkan masyarakat dan memasyarakatkan kesehatan. Masalah kesehatan bagi masyarakat modern merupakan sesuatu yang penting, hal ini seiring dengan berkembangnya penyakit seperti Diabetes, Vertigo, Stroke, Asam Lambung, dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan hal tersebut, PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai politik terbesar di Indonesia, berupaya keras untuk merespon masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari keberpihakan politik anggaran kesehatan yang diperjuangkan oleh kadernya di pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan DPRD.

Pengoperasian Kapal Rumah Sakit Malahayati yang beroperasi di pulau terpencil dan terluar, hingga melakukan Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) yang digelar dan dijalankan secara masif oleh seluruh kadernya di semua jajaran, mulai dari tingkat pusat hingga  jajaran paling bawah yaitu anak ranting di Rukun Warga (RW).

Adalah Norma Yunita, Sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Genteng Kota Surabaya, kader partai yang terbilang getol mempopulerkan Sicita. Gerakannya sangat masif, karena setiap seminggu sekali menggelar Sicita di berbagai wilayah di Surabaya, terutama di Daerah Pemilihan Surabaya satu, yang meliputi kecamatan Genteng, Simokerto, Gubeng, Tegalsari, Bubutan, dan Krembangan.

Dimana dapil ini merupakan dapil yang mengantar perempuan cantik ini melesat ke Yos Sudarso, dan menjadi anggota Komisi D (Bidang Kesehatan dan Pendidikan). Norma Yunita kembali menggelar Sicita di Jl Tambak Dukuh.

Acara ini menjadi terasa istimewa. bukan saja karena diikuti ratusan peserta, tetapi karena dihadiri oleh tamu istimewa yang merupakan tokoh penting PDIP, yaitu Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno, dan Dewa Buana Putra, anak mantan Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.

“Mbak Puti adalah partner kami di DPR RI. Selama ini beliau yang selalu membantu memperjuangkan kuota Program Indonesia Pintar,” kata Sekretaris PAC PDIP Genteng, Norma Yunita, kepada pawartajatim.com, Minggu (12/11/2023)

Di depan peserta Sicita, Norma Yunita, berkomitmen bersama- sama dengan Puti Guntur Soekarno, dan Dewa Buana Putra untuk lebih memperjuangkan aspirasi Masyarakat. Baik kwantitas maupun kwalitasnya.

“Mas Dewa insya allah juga punya komitmen yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat bila terpilih menjadi anggota DPRD Jatim,” kata mantan  pegawai Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya ini.

Peserta Sicita sangat antusias  mengikuti acara yang menyehatkan ini, mereka juga terlihat gembira saat bersalaman dan foto bersama para panutannya tersebut. “Alhamdulillah, program Sicita bisa diterima dengan gembira oleh masyarakat disini,” tambah Norma yang juga menyukai motor trail ini. (nanang)