PMI Berencana Buat Pabrikasi Fraksionasi Plasma Darah

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla, menargetkan, Indonesia bisa melepas ketergantungan impor plasma darah untuk produk obat. Dalam dua tahun ke depan, PMI berencana membuat pabrikasi fraksionasi plasma.

Namun, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas Unit Donor Darah (UDD) PMI. Penegasan itu dikemukakan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Nasional UDD PMI yang dihadiri 442 peserta dari UDD PMI di seluruh Indonesia yang digelar di Hotel Harris Gubeng Surabaya, Selasa (3/10/2023).

Jusuf Kalla menjelaskan, Rakernis ini membahas fraksionasi plasma, yakni pemenuhan plasma darah untuk memproduksi produk obat. Pembahasan ini untuk mendukung target pemerintah Indonesia yang selama ini 100 persen atau bergantung penuh pada pendonor plasma darah luar negeri untuk produk obat.

“Kami mengakui, selama ini impor karena memang untuk bahan baku harus yang tersertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB),” ujar Jusuf Kalla kepada wartawan usai membuka Rakernis di Surabaya.

Ia menargetkan, dalam dua tahun ke depan Indonesia bisa memproduksi obat sendiri dengan membuat pabrikasi fraksionasi plasma. “Namun, target itu bisa dipenuhi dengan syarat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas UDD PMI,” terangnya.

Selain khusus plasma darah untuk produksi obat, Rakernis ini juga membahas peningkatan perbaikan pelayanan secara umum. “Mulai dari sistem, kualitas (pelayanan), volumenya (produksi kantong atau ketersediaan darah),” jelasnya.

Di sisi lain, Surabaya menjadi yang pertama dari total 18 Unit Pengelola Darah (UPD) PMI dan rumah sakit yang tersertifikasi CPOB untuk menghasilkan plasma darah yang memenuhi persyaratan untuk produksi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) atau fraksionasi plasma.

Untuk diketahui, Kemenkes RI menyatakan kebutuhan fraksionasi plasma untuk produksi lokal Produk Obat Derivat Plasma (PODP) masih bergantung 100 persen dari impor. PODP yang dimaksud berupa Albumin, Intravenous immunoglobulin (IVIg), Faktor VIII, dan Faktor IX.

Untuk mewujudkan kemandirian PODP produksi dalam negeri, Kemenkes RI sudah menerbitkan Permenkes Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Darah. (red)

Nahkoda Gembira, Kapal Ikan Akhirnya Kembali Bongkar di Pelabuhan Masami

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Cuaca membaik membuat polemik sandarnya kapal ikan di Banyuwangi berakhir. Kapal ikan yang selama ini bongkar di Pelabuhan Tanjungwangi, akhirnya kembali ke Pelabuhan Perikanan Masami, Selasa (3/10/2023) siang. Pelabuhan milik swasta ini dinilai aman untuk bersandar.

Setelah vakum berbulan-bulan, pendaratan perdana ini berlangsung lancar. Kapal ikan Andalan Utama berkapasitas 150 gros ton sandar dengan lancar. Cuacanya sangat bersahabat. Tak butuh waktu lama untuk bersandar.

“Cuaca sudah bersahabat. Ini juga didukung tim pengelola Pelabuhan Masami yang baik. Sehingga, kapal ikan bisa kembali sandar di pelabuhan ini,” kata Syahbandar Pelabuhan Perikanan Masami, Andika.

Sandarnya kapal ikan ke Pelabuhan Masami ini tetap mengacu pada kondisi cuaca. Termasuk, mengikuti izin pangkalan yang dimiliki kapal ikan. “Kami akan terus pantau kondisi cuaca bersama BMKG. Kalau memang aman di Pelabuhan Masami dan izinnya disini, kami arahkan kapal kesini,” tegasnya.

Kembali sandar di Pelabuhan Masami membuat nahkoda kapal sumringah. Sebab, dermaga pelabuhan ini sangat standar bagi kapal ikan. Lalu, tidak terganggu dengan kapal barang. Kondisi ini berbeda dengan Pelabuhan Tanjungwangi yang harus bergantian dengan kapal barang.

“Kalau sandar di Pelabuhan Masami, proses bongkarnya bisa lebih cepat. Kita tidak terganggu kapal barang. Semoga, cuaca terus bersahabat,” kata Akrom, nahkoda kapal. Kembalinya kapal ikan ke Pelabuhan Masami diharapkan bisa terus berlanjut. Sebab, secara teknis pelabuhan ini diperuntukkan kapal ikan. Sehingga, lebih aman dan nyaman.

“Selama ini, cuaca yang diisukan kurang bagus untuk sandar. Kita lihat, kapal bisa sandar normal. Harapannya, kapal ikan akan terus bersandar di sini,” kata pengelola Pelabuhan Perikanan Masami, Rudi Steven.

Bongkarnya kapal ikan ke Pelabuhan Masami juga menguntungkan. Sebab, program penangkapan ikan terukur bisa terjaga. Lalu, petugas pendataan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa fokus pada satu tempat.

“Jadi, ini sebenarnya membawa hal positif bagi semua pihak, terutama pengelola kapal. Sebab, biayaya akan lebih sedikit dengan bongkar muat yang cepat dan tepat,” tegasnya. Polemik kapal ikan yang berlabuh di Banyuwangi mulai muncul sejak empat bulan terakhir.

Kapal ikan yang semestinya sandar di pelabuhan perikanan justru antre di Pelabuhan Tanjungwangi yang berstatus kapal barang. (udi)

Rawan Krisis Pangan Akibat Kekeringan, Banyuwangi Siaga Debit Air Bendungan

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) –  Fenomena El Nino yang memicu kekeringan membuat Banyuwangi siaga. Mencegah krisis air, seluruh bendungan dan embung disiagakan. Targetnya, mencegah krisis air yang memicu terancamnya pasokan pangan.

“Kami minta dinas terkait siaga mengawasi pasokan air. Dinas PU Pengairan pantau terus debit air bendungan. Sehingga, memastikan semua sawah teraliri dengan baik. Dinas Pertanian juga terus cek produksi beras. Jangan sampai turun,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (3/10/2023).

Menurut Ipuk, tampungan air di sejumlah dam di Banyuwangi masih mencukupi. Meski, debit air cenderung turun. Jauh dari kondisi normal. Namun, debitnya dipastikan masih mencukupi pengairan persawahan.

“Hasil pantauan di lapangan, saat ini reservoir di sejumlah dam bisa dibilang aman. Petani yang menanam padi masih bisa melanjutkan aktivitasnya,” jelas Ipuk. Debit air di dam Karangdoro yang berukuran besar mencapai 8000liter/detik. Jumlah ini bisa mengairi sawah hingga 16.165 hektar.

Sementara, dam Tengoro debit airnya mencapai 1209 liter/detik. Mampu mengairi 1074 hektar. Lalu, bendungan Setail Genteng debitnya mencapai 2624 liter/detik yang mencukupi untuk 5.711 hektar. Pasokan air terbesar di Waduk Bajulmati dengan cadangan air 8 juta meter kubik.

Selain siaga pasokan air, Banyuwangi menyiapkan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) yang disusun berdasar kondisi ketersediaan air irigasi. Saat ini, ada 7.408 hektar sawah padi yang masuk dalam RTTG yang perlu  pengairan.

“Meski kekeringan saat ini membutukan pasokan air hingga 1,5 kali lipat dari kondisi normal, kapasitas dam yang ada masih cukup hingga November ke depan,” kata Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo.

Dampak El Nino memicu penguapan air di lahan pertanian menjadi tinggi. Sehingga sawah cepat kering. “Kami meminta ke petani bisa menghemat air. Jika ada kekurangan segera laporkan, agar bisa disuplai dari irigasi terdekat,” ujarnya.

Petani juga diimbau menanam padi dengan kualitas minim air. Sehingga, tidak banyak membutuhkan pasokan pengairan. Data dari Dinas Pertanian Banyuwangi, stok beras  mencukupi hingga akhir tahun.

Total luas panen padi di Banyuwangi mulai September, Oktober dan November mencapai 28.875 hektar. Kapasitas produksinya mencapai 192.797 ton gabah, setara dengan 122.807 ton beras. Sedangkan  jumlah konsumsi beras di Banyuwangi berkisar 14.000 ton/bulan. (udi)

Jual Motor Hasil Curian, Pria Asal Jember Dibekuk Polisi Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Jajaran Polsek Wongsorejo, Banyuwangi berhasil mengungkap kasus pencurian dan penggelapan sepeda motor. Pelakunya, Subairi (47), asal Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Pria ini dibekuk polisi ketika hendak menjual motor curian di media sosial.

Pelaku juga terbilang tak tahu diri. Motor yang digasak adalah milik temannya. Bahkan, memberi tumpangan hidup ke pelaku selama di Banyuwangi. Korban adalah Didik Dwi Purwanto (26), warga Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo.

Aksi pencurian itu terjadi akhir September kemarin. Pelaku dan korban awalnya bertemu di sebuah tempat di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Awal bertemu, pelaku terlihat memelas.

Dia mengaku datang dari Jember ke Banyuwangi ingin mencari pekerjaan. Merasa iba, korban mengajak pelaku pulang ke rumah. Pelaku diberikan tumpangan hidup. Awalnya, pelaku tak menunjukkan gelagat mencurigakan.

Selama tinggal di rumah korban, pelaku bersikap ramah, rajin. Korban tak curiga sedikitpun. Pelaku berulah ketika memasuki hari kelima. Dia berpura-pura meminjam motor Suzuki Shogun milik korban.

Dalihnya, hendak membeli nasi ke pasar. Tanpa curiga, korban menyerahkan motornya. “Pelaku mengaku pusing, lalu meminjam motor korban untuk membeli makan ke pasar,” kata Kapolsek Wongsorejo AKP Eko Darmawan, Selasa (3/10/2023) siang.

Setelah ditunggu beberapa jam, pelaku tak kunjung pulang. Korban mulai panik. Dia berusaha mencari pelaku ke pasar. Hasilnya nihil. Kecurigaan korban memuncak ketika nomor ponsel pelaku sudah tak aktif.

Gagal menemukan pelaku, korban hanya bisa pasrah. Lalu, memilih pulang. Hingga berhari-hari, pelaku tak kembali. Pun dengan motor yang dibawanya. Aksi pencurian ini terungkap ketika korban mengunggah motornya yang hilang di media sosial.

Ternyata, unggahan itu mendapat respon dari pengguna medsos lainnya. Motor korban diketahui hendak dijual di daerah Sempolan, Jember. Mendapatkan informasi ini, korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Wongsorejo.

Berbekal laporan korban, polisi memburu pelaku. Tak butuh waktu lama untuk meringkus pelaku. Polisi mendapati motor curian di rumah pelaku. Pria ini tak bisa berkutik ketika polisi mengamankannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diamankan di Polsek Wongsorejo. Penyidik menjeratnya dengan pasal 378 dan 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. “ Ancamannya maksimal 4 tahun penjara,” tutup Kapolsek. (udi)

Ganjar Creasi Beri Ruang Pemuda Probolinggo Salurkan Hobi Lewat Kompetisi Mobil Tamiya

0

Probolinggo, (pawartajatim.com) –  Surelawan Ganjar Creasi yang merupakan kumpulan generasi alumni muda UB-ITS-UNAIR Bersama Ganjar menggelar kompetisi mobil tamiya atau mini 4WD. Acara yang digelar di Distrik mini 4WD, jalan Ikan Kerapu No.30, Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur/Jatim itu bertujuan untuk memberikan ruang kepada para pemuda untuk menunjukkan bakatnya dalam ajang adu balap mobil tamiya.

“Kami menggelar kompetisi ini untuk memberikan ruang kepada para pencinta mobil balap tamiya untuk bisa menyalurkan kampuannya dalam meracik mobilnya di lintasan,” kata Koordinator Wilayah Gcreasi Jatim, Sutriyadi, Selasa (3/10/2023).

Dia menjelaskan lomba mobil tamiya adalah kompetisi adu cepat mobil miniatur yang dikenal sebagai Mini 4WD. Mobil itu didukung oleh motor listrik untuk melaju di lintasan khusus yang terbuat dari plastik.

Menurut dia, peserta yang berpartisipasi dalam lomba itu akan memodifikasi untuk bisa tampil maksimal. “Mereka (para peserta, red) mempersiapkan mobilnya untuk mencapai kecepatan maksimal dan menang dalam perlombaan,” tuturnya.

Kegiatan yang diadakan loyalis Ganjar Pranowo itu rupanya mendapatkan antusiasme positif dari masyarakat sekitar. Hal itu dilihat dari para peserta yng menghadiri kompetisi itu. Para peserta bahkan membawa perlengkapannya guna bisa memenangi kompetisi itu.

Selain itu, kata dia, kompetisi tersebut tidak hanya aktivitas menyenangkan, tetapi bisa membantu keterampilan para pencinta mobil tamiya. “Itu tidak hanya merupakan aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga dapat membantu dalam pengembangan berbagai keterampilan yang berguna,” kata dia. (rid)

Woww…, Peringatan Hari Batik di Hotel Bintang 5 ini Sangat Meriah

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hari Batik 2023 di Movenpick. Batik Indonesia adalah karya asli Bangsa Indonesia yang keberadaanya sudah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, yaitu lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengurusi hal-hal terkait budaya.

Pada peringatan Hari Batik 2023, Movenpick menggelar Karnaval Batik Nusantara. Hotel group Accor yang terletak di Jl. Ahmad Yani ini berkolaborasi dengan SMK Negeri 12 Surabaya. Begitu memasuki Lobby Mövenpick Hotel Surabaya City, pandangan mata pasti langsung tertuju pada pemandangan yang tidak seperti biasanya.

Yaitu, adanya kain batik karya murid-murid SMK Negeri 12 Surabaya setinggi tap lobby yang terbentang dan terpampang megah. Kain batik yang di pamerkan pun semuanya bernuansa motif Surabaya dan Jawa Timur-an. Salah satu nya adalah kain bermotif Jelajah Surabaya.

Karya murid SMKN 12 yang satu ini sangat unik. Karena begitu melihatnya, kita serasa diajak berkeliling kota Surabaya dengan gambar ikon Suro-Boyo yang begitu khas, Wisata Perahu Kalimas, KyaKya dan Pagoda Tian Ti yang terletak di Taman Kenpark Surabaya.

“Mudah-mudahan kerjasama ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa terus berkolaborasi juga batik akan terus tetap lestari dan tidak di klaim negara lain,” kata Cluster General Manager Mövenpick Hotel Surabaya City, Mercure Surabaya Manyar dan Ibis Surabaya Tidar, Eksi Ayuningtyas, kepada pawartajatim.com, Senin (2/10/2023).

Penampilan guru SMKN 12 Surabaya. (foto/nanang)

Bukan hanya berkolaborasi dengan SMK Negeri 12 Surabaya, Mövenpick Hotel Surabaya City juga bersinergi dengan Aora Wistara untuk mengadakan kelas membatik menggunakan canting yang dihadiri oleh 15 murid Aora Wistara dan beberapa tamu hotel.

Aora Wistara merupakan sekolah inklusif yang menyediakan berbagai kelas keterampilan seperti modelling, menjahit, tataboga, barista, salon, perhotelan, komputer dan juga tentunya kelas membatik. Kegiatan ini menggambarkan bahwa membatik tidak diperuntukkan untuk kalangan dan kondisi tertentu saja. Namun semua bisa melestarikan budaya batik.

Peserta yang hadir dengan berhati-hati menggerakkan canting yang berisi lilin panas mengikuti pola motif bernuansa Suraboyo-an. Seperti kembang semanggi dan sparkling yang belum lama ini telah dipatenkan menjadi motif batik khas Surabaya.

Keindahan budaya Nusantara pun kian terasa, ketika alunan musik gamelan menyelimuti seluruh area lobby hotel. Terlihat 3 guru SMK Negeri 12 Surabaya sangat handal dan kompak memainkan alat musik gender, siter dan slenthem.

Acara pameran terasa semakin meriah, ketika ditutup dengan penampilan Tari Kuda Lumping dari karyawan Mövenpick Hotel Surabaya City. (nanang)

Hebat…, Hotel ini Tuangkan Filosofi Loh Jinawi dalam Cawan Minuman

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sejak zaman dahulu kala, di zaman kejayaan kerajaan, kawasan nusantara sudah dikenal sebagai kawasan kepulauan yang memiliki tanah subur ‘Gemah Ripah Loh Jinawi’ dan menghasilkan beraneka ragam komoditi. Seperti padi, palawija, kelapa, tebu, dan masih banyak lagi.

Namun, bukan hanya menghasilkan komoditi beras petas dan palawija semata, Bumi Nusantara juga dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, kunyit, keningar, kapulaga, lada cengkeh, pala, dan lain- lain.

Keberadaan hasil bumi nusantara tersebut telah menghasilkan rute baru perdagangan jalur rempah mancanegara yang keberadaannya tidak kalah ramai bila dibandingkan jalur sutra Tiongkok. Perbedaannya jika jalur sutera Tiongkok banyak dilakukan lewat jalan darat, sementara ekspedisi jalur rempah lebih mengandalkan jalur maritim atau laut.

Berpijak dari hal tersebut, bertepatan dengan hari batik 2 Oktober 2023,  Hotel Movenpick Surabaya menggagas minuman berbahan dasar rempah yang diberi nama “Loh Jinawi” yang mengandung arti subur makmur berlimpah-limpah.

Pengunjung menikmati minuman Loh Jinawi. (foto/nanang)

Minuman tersebut mengandung 13 macam bahan rempah khas Nusantara seperti: sereh jahe, jahe merah,  kayu manis, secang, daun jeruk, cengkeh, kapulaga, kembang lawang, pala, lada hitam, daun pandan kombucha kedondong, sirup kedondong, dan gula.

Selain memiliki cita rasa menarik seperti perpaduan rasa sirup pala dan kombucha kedondong, minuman ini  juga memiliki berbagai kelebihan lain. “Garnis gambar batik ini adalah eidibel paper yang bisa dimakan karena terbuat dari bahan gula” kata Supervisor Food and Beverage Movenpick, Dimas Aprianto, kepada pawartajatim.com, Senin (2/10/2023)

Tamu dan pengunjung hotel banyak merasa senang atas hadirnya minuman ini. Selain rasanya yang enak menyehatkan, minuman ini juga bisa disajikan panas maupun dingin. Pengunjung  cukup membayar seharga Rp 55.000 per gelas.

Dimas yang merupakan alumni New Surabaya College (NSC) ini berharap agar keberadaan rempah-rempah bisa membantu membawa kemakmuran bagi masyarakat Nusantara. (nanang)

Kemenko Gandeng Unesa Tingkatkan Kecakapan Literasi Digital

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merintis dan memperkuat desa literasi di Jatim. Mengingat, kecakapan dan kesadaran literasi digital generasi muda masih menjadi perhatian bersama.

Serangkaian kegiatan pun digelar untuk meningkatkan kecakapan literasi digital para generasi muda tersebut. Salah satunya, melalui Kemah Pemuda Literasi Digital di Trawas, Mojoketo, pada akhir September 2023 lalu.

Kegiatan tersebut melibatkan anak muda lima desa Pancasila rintisan Unesa. Yakni, Desa Rejuno Ngawi, Desa Widodaren Ngawi, Desa Wonocoyo Trenggalek, Desa Watutulis Sidoarjo, dan Desa Pesanggrahan Mojokerto.

“Kegiatan ini lanjutan dari sebelumnya, seperti camp literasi digital untuk membekali mahasiswa sebagai calon fasilitator literasi digital ke masyarakat. Nah, kali ini kita bekali pemuda desa sebagai duta literasi digital di desanya masing-masing,” kata PIC Kegiatan, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, melalui keterangannya di Surabaya, Senin (2/10/2023).

Dari kegiatan itu, lanjut Iman, mereka menghasilkan empat modul pilar literasi digital. Yakni, modul budaya digital, etika digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. Modul tersebut sudah diuji coba pada 100 lebih siswa Labschool Unesa dan sudah mendapat masukan dari mitra, dosen, dan ahli di bidang literasi digital.

“Modul ini mulai kami diterapkan ke masyarakat lima desa Pancasila rintisan Unesa. Kami berencana nantinya modul ini akan kami daftarkan sebagai HKI,” ungkapnya. Iman menjelaskan, Kemah Pemuda Literasi Digital dihadiri 26 fasilitator dan 36 pemuda dari 5 desa pancasila rintisan Unesa. Kegiatan ini dinilai penting bagi generasi muda.

Sebab, kemampuan literasi digital menjadi tendensi maju atau mundurnya suatu bangsa. “Unesa ingin selalu terkoneksi dengan desa. Konsep pembangunan Indonesia maju dimulai dari desa,” jelasnya. Sedangkan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unesa, Bambang Sigit Widodo, mengatakan penguatan berbasis desa adalah penyelamat bangsa dari konflik yang mengakar.

Salah satu bentuknya adalah menjaga local wisdom atau kearifan lokal. “Kami hanya ingin mewariskan hal-hal yang konstruktif, mempertahankan dan mengembangkan potensi-potensi desa merupakan salah satunya, sehingga Indonesia bisa maju dan kuat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Pesanggrahan, Muhammad Afif, menyebut jika digitalisasi sebagai salah satu masalah di desanya. “Saya harap 15 pemuda desa saya khususnya dan semua peserta umumnya dapat mengikuti acara dengan maksimal dan mampu mengaplikasikan ke desanya agar lebih melek digital,” harapnya.

Staf SDGs Desa Watu Tulis Sidoarjo, Bastian, menilai kegiatan ini penting dan positif bagi masyarakat desa, mengingat era digital semakin pesat. Bastian berharap, kegiatan itu terus berlanjut ke desa-desa lain agar bisa mencegah hoaks dan kejahatan digital lainnya.

“Apalagi ini jelang pemilu yang tentu akan banyak informasi yang perlu dipilah-pilih. Kita tidak akan tahu mana yang keliru dan benar, kalau tidak punya kemampuan literasi yang baik. Karena itu kami sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya. (red)

Tujuh Siswa Asing Belajar dan Praktik Membatik di Smamda Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Memperingati Hari Batik Nasional, siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) mengajak siswa asing inbound program Rotary Youth Exchange belajar dan mempraktikkan langsung cara membuat batik. Selain untuk mengenalkan dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia, hasil batik bisa dibuat kenang-kenangan saat mereka kembali ke negaranya masing-masing.

Sebanyak tujuh siswa asing belajar dan mempraktikkan langsung cara membuat batik bersama siswa-siswa Smamda Surabaya. Mereka berasal dari Jerman, Finlandia, Malaysia, dan Filipina. Selain itu, juga diikuti tiga siswa asing program Rotary Youth Exchange yang bersekolah di SMA Negeri 5 Surabaya, SMA Trimurti Surabaya dan SMA Santa Maria Surabaya.

Emelie Sophie Knaack, salah satu siswa asing asal Jerman mengaku baru pertama kali belajar dan ikut praktik langsung membatik. Namun, sebenarnya siswa asal Gymnasium an der WilmsstraBe, Germany School yang kini tercatat sebagai siswa inbound di Smamda Surabaya ini sudah mengetahui batik asli Indonesia sejak lama.

“Sangat menyenangkan. Membatik ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan agar hasilnya juga bagus,” kata Emelie, ditemui di sela-sela belajar dan praktik membatik di Smamda Surabaya, Senin (2/10/2023).

Kepala Smamda Surabaya, Astajab, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mengenalkan dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Dalam proses pengenalannya, siswa diajak secara langsung untuk menggunakan alat batik tulis.

Seperti canting, lilin, hingga kain, disertai dengan pembekalan teknik membatiknya. “Hasil membatik berupa lukisan, kaus atau tas goodie bag batik yang nanti bisa dibawa pulang ke negaranya sebagai kenang-kenangan,” ujar Astajab.

Dia menegaskan, jika batik harus dirawat. Sebagai implementasi dari hal itu, Smamda telah memasukkan program membatik dalam pembelajaran Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Smamda juga selalu menjadi tempat belajar siswa atau mahasiswa asing membatik.

Seperti, saat menerima tamu siswa asing program student exchange. “Sehingga, saat ini, membatik bukan hanya sebagai kegiatan ekstra kurikuler, namun juga sebagai dalam pembelajaran intrakurikuler yang sudah masuk dalam kurikulum,” jelasnya.

Sebagai informasi, untuk siswa inbound Rotary Youth Exchange di Smamda Surabaya ini, adalah mereka bersekolah selama satu tahun untuk mendalami tentang bahasa dan budaya Indonesia. (red)

Warga di Banyuwangi Gelar Ritual Tiban, Berharap Hujan Turun

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Warga di Banyuwangi memiliki tradisi unik di musim kemarau. Menggelar ritual tiban untuk meminta berkah hujan. Tradisi ini digelar di Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Senin (2/10/2023). Kegiatan ini menyedot perhatian warga.

Ritual tiban digelar di sebuah tanah lapang. Tiban berasal dari bahasa Jawa yang berarti datang, Harapannya, dengan ritual ini, hujan bisa turun. Tiban adalah adu ketangkasan bermain cambuk. Bahan cambuk terbuat dari lilitan bambu.

Pertandingan dimainkan dua orang. Masing-masing memegang cambuk. Prosesi mencambuk dibuat bergiliran. Jika kurang piawai, dipastikan badannya akan terkena cambuk.

Tak jarang, adu cambuk ini memicu luka.  Jika luka berdarah, diyakini bisa mendatangkan hujan. Dahulu, tradisi tiban digunakan ajang adu kesaktian. Peserta tiban tak hanya warga lokal. Banyak warga luar daerah ikut turun laga.

“Tradisi tiban ini sekaligus nguri-uri budaya peninggalan nenek moyang, biar tidak tenggelam,” kata Suharto, tokoh warga setempat. Tiban digelar setelah tengah hari. Rencananya, dilakukan selama 10 hari.

Setiap hari, warga turun laga tanpa undangan. Para pemain naik panggung dengan bertelanjang dada. Mereka kemudian adu cambuk bergiliran. Meski terluka, para peserta cukup antusias. Bahkan, ada yang berdarah-darah.

“Biasanya kalau masih pemula pasti merasakan sakit. Tapi kalau yang sudah sering setelah kena cambuk seperti biasa,” kata Dedi Setiawan, salah satu pemain tiban. Meski tradisional, adu cambuk ini tetap menggunakan aturan.

Cambuk dilarang mengenai kepala dan bagian vital. Pemain juga menggunakan helm untuk pelindung kepala. Selain warga lokal, tiban diikuti pemain dari luar Banyuwangi. Diantaranya, dari Kabupaten Tulungagung, Blitar, dan Ponorogo.

“Selain melestarikan budaya, dengan ritual ini kami berharap bisa segera turun hujan,” tutupnya. (udi)