Tujuh Faskes Terima Penghargaan BPJS Kesehatan, Puskesmas Situbondo Kalahkan Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Sebanyak  7 fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi mendapatkan penghargaan terbaik, Senin (2/10/2023) siang. Ketujuh faskes ini terdiri dari praktik mandiri dokter, klinik, rumah sakit dan puskesmas.

Sayangnya, Puskesmas di Banyuwangi harus menelan pil pahit. Sebab, kategori Puskesmas terbaik justru disabet Situbondo. Tujuh faskes terbaik itu masing- masing Klinik Anindya sebagai klinik pratama terbaik, dr. Luria Widijana (praktik mandiri dokter), drg. Suniyah (praktik mandiri dokter gigi), RSU Al Rohmah (RS tipe D), RSUD Genteng (RS tipe C) dan RSUD Blambangan (RS tipe B).

Sedangkan kategori Puskemas terbaik diraih Puskesmas Jangkar, Situbondo. “Ini bagian dari memberikan penghargaan kepada mitra faskes dengan layanan terbaik. Ada sejumlah indikator yang menjadi kriteria,” kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi, Titus Sri Hardianto usai penyerahan penghargaan.

Penilaian para faskes ini dilakukan secara ketat. Rata-rata memiliki nilai yang nyaris sama, hanya beda tipis. Khusus Puskesmas Jangkar, Kabupaten Situbondo yang terpilih karena memiliki inovasi khusus yang belum ditemukan di Banyuwangi. Sehingga, nilainya menyaingi puskesmas lain.

“Kami sempat bingung memberikan skor. Perbedaan nilainya sangat tipis,” tegasnya. Salah satu indikator penilaian diantaranya,  RS memiliki program rujuk balik. Artinya, ketika pasien sembuh dari RS, ketika kontrol diarahkan ke Puskesmas.

Namun, tetap menggunakan obat yang standar seperti di RS. Lalu, tidak membedakan antara pasien BPJS dengan lainnya. “Penghargaan ini untuk memberikan reward bagi faskes yang komitmen sesuai kontrak,” tegasnya.

Pemberian penghargaan ini merupakan agenda rutin tahunan. Ketika pandemi, kegiatan serupa juga terus berlangsung. Namun, dilakukan secara daring. Harapannya, dengan penghargaan ini, setiap faskes yang menjadi mitra bisa membuat inovasi pelayanan yang memberikan kemudahan ke konsumen BPJS Kesehatan.

Puskesmas Jangkar memiliki rahasia khusus menjadi yang terbaik. Salah satunya, tidak membedakan pasien BPJS dengan lainnya. “Kami memiliki program layanan kesehatan dengan BPJS dengan jemput bola. Termasuk, program preventif bagi pasien. Sehingga, warga tak perlu repot,” kata Kepala Puskesmas Jangkar, dr. Emmy Damayanti.

Dari inovasi ini, angka kapitasi di tempatnya bisa maksimal. Hal ini memudahkan BPJS Kesehatan melakukan pelayanan kepada konsumen. “Kami juga memberikan sosialisasi bagi pasien yang tidak harus dirujuk ke RS. Hasilnya, bisa 100 persen,” tutupnya. (udi)

Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama Peringati Hari Batik Nasional

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Indonesia adalah negara dengan keberagaman ras, suku, kepercayaan, seni dan budaya dari berbagai suku yang ada di dalamnya. Salah satu karya seni yang berasal dari Indonesia dan harus tetap dilestarikan adalah batik.

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama ikut memeriahkan Hari Batik Nasional dengan mengadakan acara Miracle of Batik Fashion Show dengan konsep From Heartists to Heartists.

Dimana nantinya para staff (heartists) yang sudah memiliki anak akan membawa anak-anak mereka yang berusia 4-15 tahun untuk mengikuti Batik Fashion Show. Batik Fashion Show dimulai pukul 15:00 hingga selesai.

Ada 2 juri yang akan menilai penampilan dari anak-anak heartists yaitu, Yayuk selaku pemilik Namira Ecoprint dan Andreas Riyadi selaku General Manager Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Beragam hadiah menarik untuk anak-anak yang memenuhi kriteria penilaian dari juri.

Kriteria yang dinilai mulai dari keserasian busana dan keceriaan dalam berlenggak lenggok dipanggung. Kegiatan Miracle of Batik Fashion Show pastinya sangat seru, karena selain mempererat kekeluargaan para heartists, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak para heartists yang berusia 4-15 tahun kepada kain Batik.

‘’Budaya batik ini budaya yang harus diperkenalkan sejak dini,” kata Haidar Anash Rullah, selaku Talent & Culture Manager di Surabaya Sabtu (30/9). Sementara, General Manager Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama mengungkapkan, Andreas Riyadi, mengatakan, kegiatan ini termasuk memperkenalkan Batik kepada generasi-generasi muda di Indonesia.

Hotel kami memulainya dari lingkup yang paling dekat, yaitu kepada anak-anak Heartists yang berusia 4-15 tahun. Acara ini sebenarnya adalah pengenalan dan edukasi kepada anak-anak kecil tentang Batik yang dibalut dengan keseruan Miracle of Batik Fashion Show”, selain itu agar anak-anak ini mempunyai keberanian untuk tampil didepan umum untuk menumbuhkan kepercayaan diri.

“Harapan kami, Mercure Surabaya Grand Mirama bisa memberi dampak positif dalam melestarikan ikon budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan anak-anak generasi sekarang kepada pakaian Batik,” tambah Andreas. (bw)

Resmi Ditutup, Transaksi FESyar Jawa 2023 BI Tembus Rp 3 Miliar

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Gelaran Festival Syariah (FESyar) Jawa 2023 Bank Indonesia (BI) selama tiga hari di Surabaya mencatat total transaksi penjualan mencapai Rp 3.031.330.490 dengan jumlah pengunjung mencapai 163.940 orang. FESyar Jawa 2023 BI yang digelar di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya telah berakhir.

Ada tiga topik yang diangkat pada FESyar Jawa 2023, yakni, inklusivitas, digitalisasi, dan pertumbuhan ekonomi syariah. Acara yang digelar mulai Jumat (29/9/2023) hingga Minggu (1/10/202) itu, sukses memberikan dampak positif bagi UMKM serta mempercepat roda perekonomian Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Tercatat total transaksi penjualan mencapai Rp 3.031.330.490. “Transaksi penjualan tersebut merupakan transaksi penjualan online (e-commerce) maupun offline di Pakuwon Mall,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur/Jatim, Rizki Ernandi Wimanda, saat menutup acara, Minggu (1/10/2023).

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung FESyar Jawa 2023 yang mencapai 163.940 orang. “Di sisi lain, partisipasi UMKM Festival Syariah juga meningkat secara signifikan. Pada penyelenggaraan Fesyar regional Jawa tahun ini tercatat 250 UMKM yang berpartisipasi online dan 150 UMKM secara offline,” ungkap Rizki.

FESyar bukan hanya soal transaksi jual beli, namun juga soal edukasi. Sepanjang FESyar, ada 60 sesi konsultasi. Rinciannya, 53 offline dengan showcase UMKM dan lembaga mitra business matching dan tujuh online yang membahas virtual booth dan business lounge virtual.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Budi Raharjo, dalam sambutannya menilai FESyar Jawa 2023 memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat Jawa Timur mengenai prinsip-prinsip ekonomi syariah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Selama acara ini, ide-ide dan pemikiran yang konstruktif telah ditampilkan, serta berbagai layanan dan produk ekonomi syariah yang inovatif telah diperkenalkan,” katanya. Budi menilai, hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“FESyar Jawa 2023 juga menjadi kesempatan untuk membangun jejaring, kolaborasi, dan merancang langkah-langkah strategis guna mengembangkan ekonomi syariah di Jawa Timur,” terangnya.

Pemprov Jatim berkomitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk dengan memfasilitasi sertifikat halal, program OPOP, industri halal, dan pengembangan wisata ramah bagi muslim.

“Jatim juga telah meraih penghargaan sebagai juara umum Tata Syariah 2023 dalam enam kategori,” jelasnya. Dalam acara penutupan FESyar Jawa 2023, dilakukan berbagai lomba dan penampilan kreativitas fashion dari finalis Modest Young Designer Competition menuju Road To Indonesia International Modest Fashion Festival.

Tak ketinggalan, penampilan dari Wali Band juga menghibur peserta dan pengunjung Semarak FESyar Jawa 2023. (red)

BPJS Kesehatan Buka Pojok Mobile JKN di Rumah Sakit

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Surabaya membuka Pojok Mobile JKN atau Pojok Pelayanan Informasi BPJS Kesehatan pertama kali di rumah sakit di kota ini. Pojok Mobile JKN ini dibuka untuk melengkapi kanal-kanal layanan informasi dan keluhan peserta BPJS Kesehatan serta mengurangi jumlah antrean langsung saat berobat di fasilitas kesehatan.

Pojok Mobile JKN ini resmi dibuka BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) Surabaya oleh Kepala BPJS Kesehatan Jawa Timur/Jatim, Beno Herman, bersama Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Surabaya, Hernina Agustin Arifin, serta Direktur RSHU Surabaya, dr Didi Darmahadi Dewanto.

Menurut Beno, Pojok Mobile JKN ini dibuka untuk melengkapi peningkatan mutu layanan yang saat ini sedang dikampanyekan BPJS Kesehatan. Kehadiran Pojok Mobile JKN ini untuk melengkapi kanal-kanal layanan informasi dan keluhan peserta BPJS Kesehatan, serta mengurangi jumlah antrean langsung ketika berobat di fasilitas kesehatan.

“Termasuk mencanangkan transformasi mutu layanan dengan tagline Mudah, Cepat, Setara. Sehingga, kehadiran Pojok Mobile JKN ini agar memudahkan peserta dalam mendapatkan informasi dan layanan jika mengalami kendala dan bisa cepat ditangani keluhan tersebut,” kata Beno, ditemui usai meresmikan Pojok Mobile JKN di RSHU Surabaya, Senin (2/10/2023).

Di Pojok Mobile JKN ini, peserta yang hendak berobat ke rumah sakit bisa mencetak nomor antrean dari pendaftaran yang sudah dilakukan melalui Mobile JMO. Sehingga, saat ini tidak perlu antre di rumah sakit. “Peserta BPJS Kesehatan cukup mendaftar dari Mobile JMO.

Nantinya, ada estimasi jam berapa bertemu dokter dan peserta BPJS Kesehatan baru datang ke rumah sakit. Kemudian, tinggal mencetak nomor antreannya di Pojok Mobile JKN ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSHU Surabaya, dr Didi Darmahadi Dewanto, mengapresiasi dibukanya Pojok Mobile JKN di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya sebagai yang pertama di Kota Surabaya.

Ia mengakui, pasien di RSHU hingga kini paling banyak adalah peserta JKN atau sekitar 70 persen, sisanya pasien umum dan asuransi lain. “Dengan adanya Pojok Mobile JKN ini pasien BPJS Kesehatan bisa dengan mudah dilayani jika ada kendala, seperti tentang rujukan dan sebagainya dan bisa mengurangi jumlah antrean langsung,” ujar dr Didi.

Nantinya, Pojok Mobile JKN ini akan dibuka di seluruh rumah sakit. Khusus di Surabaya, BPJS Kesehatan Cabang Kota Surabaya akan menggandeng Pemkot Surabaya untuk membuka layanan ini di rumah sakit milik Pemkot yang sudah menjadi mitra. (red)

Gawat, Parpol di Banyuwangi Meradang, ini Penyebabnya 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Partai politik/parpol di Banyuwangi meradang. Dana bantuan parpol/banpol yang disepakati naik ternyata batal. Nilainya sebesar Rp 6000 per suara. Sebelumnya, dalam pembahasan APBD di tahun 2022, besaran dana banpol disepakati naik dari Rp 3000 menjadi Rp 6000 per suara.

Sayangnya, karena terbentur administrasi, dana banpol gagal dicairkan. Penyebanya terjadi kesalahan mekanisme dalam proses pengajuan di Provinsi Jatim. “Nggak bisa cair. Katanya salah mekanisme. Jadi pengajuan kenaikan dana banpol yang Rp 6.000 itu gagal. Yang bakal cair tetap yang Rp 3.000 itu,” kata Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Ruliyono, Senin (2/10/2023).

Padahal, dana banpol di kabupaten tetangga Banyuwangi sudah lebih dulu naik. Dana banpol di Kabupaten Bondowoso dan Situbondo sudah naik menjadi  Rp 5.000 per suara. Batalnya kenaikan dana banpol membuat sejumlah kegiatan parpol gagal.

Padahal, sudah menyusun sejumlah program. Seperti kaderisasi dan pelatihan-pelatihan.  “Gagal total akhirnya. Perencanaan itu akhirnya nggak sesuai dengan yang kita rencanakan,” tegas Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini.

Berbeda dengan Golkar, Partai Keadilan Sejahtera/PKS memilih pasif menanggapi batalnya kenaikan dana banpol. Mereka tak menyoal kejadian ini. “Bagi kami tidak menjadi persoalan,” kata Ketua DPD PKS Banyuwangi, Faisol Aziz.

Pihaknya memilih menerima dan mengikuti aturan yang ada. Batalnya kenaikan dana banpol diklaim tidak menjadi kendala memaksimalkan proses pemilu.  “Kalau kami tidak mempermasalahkan. Karena ini terkait prosedur dan harus taat azaz,” tutupnya. (udi)

Petebu Ganjar Bubuhkan Tanda Tangan di Nganjuk, Komitmen Dukung ‘Ganjar Pranowo Presiden 2024-2029’

0

Nganjuk, (pawartajatim.com) – Ratusan petani yang berjejaring dalam Petani Tebu Bersatu (Petebu) Dukung Ganjar Kabupaten Nganjuk, menyatakan komitmen dukungannya untuk Capres 2024 Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Dukungan itu dituangkan dalam bentuk deklarasi, sekaligus pembubuhan tanda tangan oleh seluruh sukarelawan Petebu Ganjar Kabupaten Nganjuk.

Koordinator Daerah Petebu Ganjar Kabupaten Nganjuk, Taryono, menyampaikan, deklarasi dukungan pada Minggu (1/10/2023) juga dibarengi dengan kegiatan bakti sosial di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur/Jatim.

“Alhamdulillah….., Pak Ganjar sudah ditetapkan sebagai Calon Presiden. Untuk itu sambil bakti sosial dan mengecek petani-petani, kita ajak untuk memenangkan sambil mengingatkan teman-teman petani di Nganjuk untuk memenangkan Pak Ganjar Pranowo,” kata Taryono di lokasi.

Ia menjelaskan, para sukarelawan Petebu Ganjar yang membubuhkan tanda tangan dukungannya ke Ganjar akan bersama-sama berkomitmen memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Mereka juga akan menyosialisasikan figur Ganjar Pranowo kepada para petani di seluruh daerah Nganjuk.

Petebu Ganjar bubuhkan tanda tangan di Nganjuk, komitmen dukung ‘Ganjar Pranowo Presiden 2024-2029’. (foto/ist)

Para petani optimistis memenangkan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 lantaran Ganjar dinilai sebagai sosok Capres 2024 yang paling merakyat dan dekat dengan seluruh kalangan, termasuk petani. “Memang bakal calon presiden yang tiga ini semuanya baik, tapi menurut saya yang paling adalah Pak Ganjar,” ujar Taryono.

“Pak Ganjar ini merakyat dengan petani. Penilaian kami dengan teman-teman di Nganjuk ini Pak Ganjar yang paling merakyat dan baik sama petani maupun orang-orang kecil. Pak Ganjar harus menang,” tambahnya. (rid)

Gelar Diskusi dan Sarasehan, Ganjar Creasi Serap Keluhan serta Aspirasi Puluhan Mlijo di Malang

0

Malang, (pawartajatim.com) – Sukarelawan yang tergabung dalam Generasi Alumni Muda UB-ITS-Unair Bersama Ganjar atau Ganjar Creasi (G-Creasi) menyoroti permasalahan yang kerap dialami pedagang sayur dan buah di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim), mulai menurunnya minat pembeli hingga kurangnya kreativitas mereka dalam berjualan.

Kali ini, loyalis Ganjar Pranowo, menggelar diskusi dan sarasehan bersama puluhan mlijo atau pedagang sayur eceran yang tergabung dalam Komunitas Mlijo Makmur Malang di Esto Coffee, Jalan Raya Krebet, Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu (1/10).

Koordinator Wilayah (Korwil) Ganjar Creasi Jatim, Ilham Hasan, mengatakan, Komunitas Mlijo Makmur ini terdiri atas pedagang sayur yang berkendara sepeda motor berkeliling ke masyarakat. Ada juga dibikin toko-toko kecil di desanya.

Dalam kegiatan ini, Ganjar Creasi berusaha menyerap aspirasi dan keluhan mereka dengan menghadirkan pemateri untuk menjawab keluh kesah mereka. “Hari ini, kami mengadakan diskusi bagi teman-teman pedagang sayur dan buah untuk mendengar aspirasi mereka,” katanya di sela-sela kegiatan.

Ilham menyatakan para mlijo ini mengeluhkan berkurangnya minat pembeli dan turunnya daya beli masyarakat sehingga dagangan sayuran mereka kerap tak laku. “Permasalahan pedagang yang pertama mereka mengeluhkan daya beli yang berkurang dari hari ke hari. Dari segi permodalan juga,” ucapnya.

Karena itu, dalam sarasehan ini, Ganjar Creasi menyampaikan solusi kepada para pedagang ini untuk membuat inovasi dan menggagas ide-ide cemerlang agar dagangannya laris. Misalnya, memperhatikan penampilan dan kebersihan barang dagangan.

“Pemateri menyampaikan bahwa perlunya upgrade skill dan penampilan pedagang. Karena penampilan menjadi modal utama. Katakanlah pedagang cuma memakai pakaian seadanya. Padahal, penampilan yang rapi akan menarik konsumen untuk membeli,” katanya.

Gelar diskusi dan sarasehan, Ganjar Creasi serap keluhan serta aspirasi puluhan Mlijo di Malang Minggu (1/10). (foto/ist)

Selain itu, perlunya pemanfaatan teknologi digital melalui media sosial untuk menjual barang dagangan mereka agar tak kalah saing dengan minimarket. “Hal itu juga dirasakan pedagang mlijo bahwa mereka kalah dengan toko minimarket,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Ganjar Creasi juga menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo kepada puluhan mlijo itu. Ilham, mengatakan, para mlijo juga menaruh harapan kepada Ganjar Pranowo jika nanti menjabat Presiden Indonesia periode 2024-2029.

“Pak Ganjar dikenal sebagai sosok yang merakyat dan bisa mengakomodasi kepentingan komunitas pedagang sayur,” ucapnya. Ganjar Creasi, berharap para mlijo terus bersemangat berdagang dengan menjalankan solusi yang diberikan pihaknya dalam sarasehan ini.

“Harapannya, mereka tetap semangat berdagang dan bisa mempraktikkan apa yang dibahas pemateri tadi dan all out mendukung Ganjar Pranowo Presiden 2024,” ujarnya. (rid)

PCU Gelar Konser Amal, Bantu Pengidap Kanker Anak dan Stunting

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Petra Christian University (PCU) Surabaya menggelar konser amal untuk membantu pengidap kanker anak, stunting, dan masalah kelaparan. Konser itu dimeriahkan Brisia Jodie, Fabio Asher, dan Flo.

Rektor PCU Surabaya, Prof Djwantoro Hardjito, mengapresiasi gelaran charity concert hasil kolaborasi dengan Lions Club tersebut. Menurut Prof Djwantoro, kegiatan tersebut bisa membangun dan mentransformasi masyarakat.

“Hasil dari penjualan tiket yang terkumpul itu dapat digunakan untuk mengurangi masalah stunting melalui pengabdian masyarakat yang akan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa,” kata Prof Djwantoro, di Surabaya, Minggu (1/10/2023).

Koordinator Acara, Hanjaya Siaputra, mengatakan harga tiket konser tersebut mulai dari Rp 75.000 untuk Petranesian, Rp 250.000 untuk kategori Reguler, hingga Rp 1.000.000 untuk kategori VVIP. Dana yang terkumpul ini akan dipakai untuk beberapa aksi sosial.

‘’Salah satunya, seperti pemberian donasi kepada Rumah Singgah Dewi, yang merupakan rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker,” ungkap Hanjaya. Prosesi penyerahan donasi dilakukan secara simbolis saat konser amal dan diterima langsung oleh Puspita Dewi Prijadi, Pendiri dan Pembina Yayasan Matahari Tangan Kasih (YMTK).

“Dukungan dalam bentuk makanan juga akan diserahkan kepada warga Kecamatan Wonocolo, untuk mengatasi masalah kelaparan,” jelasnya. Sejalan dengan pengabdian masyarakat PCU Surabaya, kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa.

Sehingga, Petranesian yang tergabung dalam BEM juga akan turut membantu proses pembagian makanan kepada warga. Tak ketinggalan, sebagian dana yang terkumpul juga akan digunakan untuk riset menu cegah stunting oleh tim PCU Surabaya. Hasil menu tersebut akan dibagikan kepada masyarakat. (red)

Keren…., Unesa Rangking Sepuluh Besar Nasional

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) masuk 10 besar nasional untuk indikator International Outlook Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) 2024. Pada THE WUR itu, Unesa menduduki peringkat 1.501+ dunia.

Untuk indikator international outlook, Unesa menempati posisi ke-10 nasional dengan nilai 35.5 dari skor tertinggi perguruan tinggi dunia, 98.8. “Kami unggul di indikator international outlook, masuk top 10 nasional dan rangking 1.315 dunia,” kata Direktur Inovasi Pemeringkatan dan Publikasi Ilmiah Unesa, Prof Nadi Suprapto, di Surabaya, Minggu (1/10/2023).

Selama berpartisipasi dalam THE WUR periode 2022 dan 2023, Unesa masih berstatus sebagai reporter. Namun, berkat komitmen dan kerja keras seluruh jajaran, indeks Unesa tahun periode 2024 meraih catatan cukup bagus.

“Alhamdulillah…., atas dukungan semua pihak, para pimpinan rektorat hingga fakultas dan prodi, seluruh sivitas akademika, Unesa mampu masuk dalam peringkat perguruan tinggi dunia,” jelas Prof Nadi.

Menurut Prof Nadi, hasil itu menjadi motivasi untuk meningkatkan peringkat di level dunia. Aspek yang perlu ditingkatkan, yakni indikator teaching, research dan industry income. Selain itu, aspek sitasi juga menjadi perhatian khusus.

Ke depan, Unesa memasang target tinggi. Untuk jangka panjang pada pemeringkatan QS, targetnya bisa masuk 500 dunia. Itu dicapai secara bertahap dengan strategi khusus. Untuk pemeringkatan THE WUR, dari posisi 1.501 dunia tahun ini bisa naik ke peringkat 1.200-an dan tahun berikutnya masuk top 1.000 dan seterusnya.

“Kerja sama semua sivitas akademika dari bidang satu, bidang dua, bidang tiga dan bidang empat mutlak diperlukan,” ungkapnya. Bagi Unesa, pemeringkatan dunia seperti THE WUR penting untuk meningkatkan rekognisi internasional.

Selain pemeringkatan QS, THE WUR menjadi acuan Diktiristek untuk mengalokasikan dananya terhadap PTN-BH, terutama melalui program Enhancing Quality Education for International University Recognition atau EQUITY Project. (red)

Kurangi Screen Time, Siswa Elyon Christian School Ikuti Coaching Clinic

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Penggunaan screen time yang berlebihan seringkali bisa berdampak kurang baik, terutama pada kesehatan. Namun, Elyon Christian School Surabaya memiliki cara tersendiri kepada para siswanya agar mengurangi penggunaan screen time. Salah satunya, dengan menggelar kegiatan coaching clinic.

Kepala SMP Elyon Christian School Surabaya, Ratna Bayu Anggraeni SPsi MPd, menjelaskan screen time adalah suatu waktu yang dihabiskan oleh mata untuk menatap layar, baik layar pada gadget, tablet, televisi, hingga video game.

Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan kebiasaan kecanduan yang berdampak pada kesehatan anak. “Sebagai lembaga pendidikan unggulan yang berkomitmen mengedepankan pendidikan holistik, Elyon Christian School memiliki cara seru dan menyenangkan untuk mengurangi screen time para siswa,” kata Ratna, di Surabaya, Minggu (1/10/2023).

Dengan mengusung pendekatan inovatif, lanjut Ratna, Elyon Christian School mengajak siswa siswi mengikuti kegiatan coaching clinic berkolaborasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Play On Community Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan LaSalle College Surabaya.

“Penggunaan screen time yang berlebihan, terkadang bisa memberikan dampak kurang baik. Oleh karena itu, melalui program coaching clinic ini diharapkan bisa merawat pertumbuhan holistik para siswa Elyon Christian School,” jelasnya.

Dalam coaching clinic ini, Elyon Christian School menghadirkan dua pilihan, yakni desain dan olahraga. Untuk olahraga, siswa bisa memilih futsal, play on, dan floorball. Kegiatan ini difokuskan pada dua aspek non-akademik yang signifikan dalam kerangka pendidikan holistik 5K.

Yakni, Kreativitas, Kompetensi, Karakter, Kekristenan, dan Kebugaran. “Sedangkan, tujuan utama dari coaching clinic ini sendiri adalah sebagai sarana pengenalan dan promosi olahraga baru, seperti mobil mini 4WD by Play on Community, futsal dan floorball.

Sekaligus, untuk memberikan pengetahuan dan teknik yang akurat dalam untuk meningkatkan kebugaran fisik dan sportivitas siswa,” terangnya. Diharapkan, melalui kegiatan seru ini bisa menjadi alternatif yang menarik bagi para siswa untuk mengurangi penggunaan screen time yang berlebihan.

Dalam kolaborasi kali ini, Komunitas Play on Surabaya untuk mengenalkan siswa pada mobil mini 4WD. Untuk PSSI Surabaya memberikan pelatihan futsal. Sedangkan, Unesa memperkenalkan olahraga unik Floorball.

“Untuk bidang desain interior dan fashion, Elyon Christian School berkolaborasi dengan LaSalle College Surabaya,” ungkapnya. Disisi lain, meski digelar di halaman sekolah dengan terik matahari yang sangat menyengat, para siswa terlihat antusias dan gembira, serta menikmati semua rangkaian kegiatan coaching clinic hingga selesai.

Salah satunya yang dirasakan Christian Cornor, siswa kelas 8, mengaku senang dan gembira bisa mengikuti kegiatan seru coaching clinic. Meskipun agak panas dan berkeringat tapi permainan dan olahraga ini menyenangkan. Salah satunya adalah Floorball.

“Olahraga ini menarik dan seru bikin tubuh kita makin sehat dan bersemangat. Dan, yang pasti, melalui kegiatan coach clinic ini, teman teman bisa mengurangi screen time yang berlebihan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Elyon Christian School membentuk siswa dengan pendidikan karakter, pengembangan kompentensi, dan kebugaran fisik, agar bisa mempersiapkan siswa untuk berhasil dalam semua aspek kehidupan. (red)