Imbas Antrean di Pelabuhan Ketapang, Penjualan Tiket Penyeberangan ke Bali Dibatasi

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Sejumlah skenario digunakan ASDP Ketapang – Gilimanuk untuk mengurai kemacetan panjang di pelabuhan Jawa – Bali ini. Setelah kapal sapu jagat dikerahkan, penjualan tiket online mulai dibatasi. Khusus tiket truk non logistik dihentikan sementara, Jumat (7/7/2023) malam.

Penghentian tiket online ini untuk mengurangi penumpukan kendaraan, khususnya truk besar di jalur Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk. “ Jadi, kita lakukan pengendalian penjualan tiket. Khusus kendaraan non logistik, dihentikan sementara,” jelas General Manager PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang – Gilimanuk, Syamsudin.

Sementara, penjualam tiket untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor masih tetap dibuka. Artinya, masyarakat masih bisa menyeberang ke Bali dan sebaliknya. Penghentian sementara penjualan tiket ini tetap melihat kondisi lapangan. Ketika antrean sudah terurai, penjualan tiket akan kembali normal. “ Pengendalian penjualan tiket ini sifatnya sementara, situasional,” jelas Syamsudin.

Kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sudah terjadi sejak, Minggu (2/7/2023) lalu. Saking panjangnya, setiap kendaraan rata-rata harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk kapal. Versi ASDP Ketapang, kemacetan panjang dipicu lonjakan penumpang seiring libur Idul Adha dan libur panjang sekolah. Lalu, ada perbaikan dermaga di sisi Pelabuhan Gilimanuk.

Tragedi kemacetan ini memantik reaksi beragam dari warga Banyuwangi. Mereka menyayangkan perbaikan dermaga di Gilimanuk dilakukan pada musim libur Idul Adha dan libur panjang sekolah. Apalagi, kondisi areal parkir Pelabuhan Ketapang yang tidak mampu menampung kendaraan dalam jumlah besar. “ Kami menyayangkan kebijakan ini. Pimpinan ASDP Ketapang layak dicopot,” kata Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Banyuwangi, Eny Laros.

Terkait cuaca, pihaknya tak sepakat yang dijadikan kambing hitam. Justru, menurutnya, setiap pihak terkait harus mengikuti fenomena cuaca Selat Bali berdasarkan perkiraan BMKG. “ Jadi, jangan sampai menunda masyarakat yang akan liburan. Karena liburan akan mendongkrak ekonomi,” tegasnya. (udi)

Hebat…, Unusa Miliki Semua Prodi Skema Sertifikasi Kompetensi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kini menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang semua Program Studi (Prodi)-nya memiliki skema sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi dinilai penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Miftakul Azis, saat memberikan materi Kebijakan Sistem Sertifikasi Kompetensi pada kegiatan Pelatihan Asesor Kompetensi di Kafe Fastron Lantai 3 Tower Unusa Kampus B Surabaya.

Aziz menjelaskan, sertifikasi kompetensi menjadi bukti konkret yang menunjukkan bahwa seorang mahasiswa memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan dalam bidang tertentu.

Sertifikasi ini memberikan validasi objektif terhadap kemampuan yang dimiliki mahasiswa dan dapat membedakannya dari pesaing lainnya dalam dunia kerja. “Unusa satu-satunya Kampus Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki skema di masing-masing prodinya. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unusa menjadi inspirasi bagi kampus NU di Indonesia,” terang Azis di Kampus Unusa, Jumat (7/7).

Menurut Aziz, BNSP mengajak semua perguruan tinggi untuk mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yang nantinya dapat melahirkan asesor kompetensi, sehingga bisa menyertifikasi kompetensi mahasiswanya. Selain itu, memiliki sertifikasi kompetensi dapat memberikan keunggulan tambahan.

“Sertifikasi ini menunjukkan bahwa seorang mahasiswa telah mengikuti pelatihan dan berhasil lulus dalam bidang tertentu, yang akan meningkatkan daya tarik mereka bagi perusahaan atau organisasi yang mencari kandidat dengan kemampuan khusus,” jelasnya.

Tugas seorang asesor kompetensi adalah melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kemampuan dan kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Asesor kompetensi harus memahami standar kompetensi yang berlaku dalam bidang yang sedang dinilai.

“Mereka perlu mengkaji dokumen-dokumen referensi, seperti kerangka kualifikasi, unit kompetensi, atau deskripsi pekerjaan untuk menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan,” ungkapnya. Direktur LSP Unusa, Ir Sukemi, mengatakan kegiatan yang digelar selama enam hari tersebut, terdiri dari dua rangkaian, yakni pelatihan dan ujian.

LSP Unusa juga mendukung peningkatan kualitas para asesor kompetensi. Saat ini, Unusa sudah memiliki skema yang mewakili masing-masing Prodi. “Alhamdulillah, Unusa memiliki 31 Skema Sertifikasi.

Sehingga dari banyaknya skema diperlukan juga banyak asesor yang profesional untuk memastikan kompetensi mahasiswa sekaligus mendukung mahasiswa mendapat jenjang karir yang diinginkan setelah lulus nantinya,” kata Sukemi.

Sementara, Sekretaris LPTNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Suaedy, menyebut hingga saat ini tercatat ada sekitar 500 perguruan tinggi yang berafiliasi dengan NU.

Namun, baru ada 300 perguruan tinggi yang secara formal terhubung dengan NU, 40-an di antaranya yang langsung di bawah manajemen PBNU.

“Dari ratusan perguruan tinggi yang ada, 90 persen di antaranya berada di Pulau Jawa dari sisi lokasinya dan 90 persen perguruan tinggi yang hanya fokus pada studi agama. Sehingga, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pemerataan, baik secara jumlah untuk di luar Jawa maupun secara program studi,” pungkasnya. (red)

Untag Surabaya Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengukuhkan guru besar baru yang ke-20. Dia adalah Prof Dr Slamet Riyadi MSi Ak CA, guru besar di bidang Ilmu Akuntansi.

Dalam orasi ilmiahnya berjudul ‘Peran Supply Chain Management dalam Kinerja Bisnis Melalui Teknologi Informasi dan Inovasi’, Prof Slamet yang juga Dekan FEB Untag Surabaya ini memaparkan tentang strategi bersaing dalam menjalankan bisnis dengan memaksimalkan peran teknologi informasi dan inovasi.

Prof Slamet mengatakan, di era digital persaingan bisnis bisa dimenangkan oleh mereka yang piawai dalam menguasai teknologi informasi dan inovasi. Secara umum, ia ingin menyampaikan ketika ingin menjalankan bisnis di era digital, maka inovasi dan beragam informasi menjadi bagian penting.

“Inovasi-inovasi dan beragam informasi menjadi bagian penting dari pendamping bisnis kita dalam rangka untuk memenangkan persaingan dan meningkatkan kinerja perusahaan dengan fokus supply-chain manajemen,” kata Prof Slamet, saat ditemui usai pengukuhan di Graha Widya lantai 2 Untag Surabaya, Jumat (7/7).

Wakil Ketua Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia ini menyebut keberhasilan sebuah inovasi berasal dari pemahaman yang mendalam tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. “Inovasi berhasil bukanlah hasil dari keberuntungan, tetapi hasil pemahaman mendalam tentang apa yang diinginkan pelanggan atau yang disebut sebagai job to be done,” jelas pria kelahiran Sampang, 21 November 1966 ini.

Prof Slamet lulus pendidikan Sarjana Ekonomi Akuntansi Universitas Brawijaya pada 1990. Selanjutnya, ia berhasil menyelesaikan program Magister Ilmu Akuntansi pada 1998 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan meraih gelar Doktor pada 2004 di Untag Surabaya.

Berkat ketangkasan serta kerja kerasnya itulah, ia bisa meraih gelar guru besar bidang Ilmu Akuntansi di Untag Surabaya. “Dalam hidup ini yang paling utama adalah beriman, berilmu dan berakhlak. Kalau iman sudah dipegang, ilmu didapat maka akhlak pun akan menampakkan perilakunya,” katanya.

Rektor Untag Surabaya, Prof Dr Mulyanto Nugroho MM CMA CPA, memberikan apresiasinya atas ketekunan dan kerja keras Prof Slamet. Menurutnya, Untag Surabaya patut berbangga karena kembali menambah jajaran guru besar.

“Secara pribadi, saya menghargai integritas, keuletan yang dimiliki Prof Slamet Riyadi, terus mampu melakukan berbagai inovasi di dunia pendidikan,” pungkasnya. (red)

Dilimpahkan Ke JPU Tersangka dan BB Kasus Dugaan Korupsi Oknum PT Antam

0

Surabaya, (pawartajatim.com) –  Jaksa Penuntut Umum/JPU Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Surabaya telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi oknum PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk. dari penyidik Bareskrim Polri Kamis (6/7).

Tersangka yang diserahkan oleh penyidik yaitu Misdianto (Administrator/Back Office Butik Surabaya 1), Achmad Purwanto (Administrator/Back Office Butik Surabaya 1) dan Endang Kumara (MR Asisten Manager Butik Surabaya 1).

Sedangkan barang bukti yang diserahkan adalah emas batangan total 1.250 gram, uang pecahan Rupiah Rp 1.811.000.000, uang pecahan dollar Singapura 22.000 SGD, 5 unit handphone dan sejumlah dokumen.

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Joko Budi Darmawan, SH., MH., menyampaikan, kasus posisi perkara tersebut adalah tersangka Misdianto, Achmad Purwanto dan Endang Kumara beberapa kali menyerahkan emas batangan kepada Eksi Anggraini (tersangka lain yang belum diserahkan penyidik) tanpa surat kuasa dengan jaminan cek senilai emas yang diambil dan cek dikembalikan sejumlah nilai emas yang sudah diberikan.

Tersangka Misdianto membuat laporan penjualan emas Butik Surabaya 1 tidak sesuai dengan keadaan penjualan sebenarnya sehingga jumlah fisik emas di dalam brankas tidak sama dengan laporan penjualan.

Selain itu tersangka Misdianto, Achmad Purwanto dan Endang Kumara memberikan emas kepada Eksi Anggraini melebihi faktur pembayaran, sehingga setelah dilakukan stok opname terdapat kekurangan fisik emas yaitu 152,80 kilogram.

Dalam menjalankan aksinya ketiga tersangka mendapatkan sejumlah uang dan barang dari Eksi Anggraini yang digunakan untuk keperluan pribadi tersangka untuk membantu Eksi Anggraini memuluskan aksinya.

Ia mengatakan bahwa perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian negara sebesar 152,80 kilogram emas atau senilai Rp 92.257.257.820. Saat ini ketiga tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Kejati Jatim untuk menunggu proses persidangan. (rid)

Ganjar Creasi Beri Ruang Kaum Difabel Unjuk Kebolehan

0

Malang, (pawartajatim.com) – Keterbatasan bukan suatu hambatan kaum difabel untuk berkreasi dan menunjukkan kebolehan mereka. Hal inilah yang mendorong sukarelawan Ganjar Creasi (Gcreasi) memberikan ruang lewat pergelaran Harmoni Ekspresi.

Acara bertajuk “Difabel Bisa Berkarya – Menembus Asa Tanpa Batas” ini berkolaborasi bersama Yayasan Disabilitas Waroeng Inklusi (YDWI) Malang dan digelar di wilayah Kelurahan/Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur/Jatim, Kamis (6/7).

Gcreasi merupakan jaringan alumni muda tiga kampus tersohor di Jatim, yakni Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair) yang sepakat mendukung Ganjar Pranowo.

“Jadi, motivasi diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan akselerasi yang justru karena dengan segenap keterbatasan mereka harus mendapatkan akselerasi lebih yang harus kita tunjang bersama-sama lah ya,” kata Perwakilan Koordinator Gcreasi, Sutriyadi.

Dia mengatakan Harmoni Ekspresi ini ditujukan untuk menambah kepercayaan diri, dan menjunjung tinggi kesetaraan bahwa kaum difabel memiliki kesempatan yang sama. “Kami sebagai relawan dari Gcreasi itu merasa terpanggil untuk memberikan akselerasi semaksimal mungkin buat mereka agar bakat-bakat kemudian potensi-potensi itu bisa terwadahi,” katanya.

Puluhan difabel menyajikan penampilan memukau, mereka unjuk bakat dan kebolehan dalam acara ini mulai dari tarian, puisi, dan bernyanyi. Bahkan, ada juga pameran hasil karya mereka seperti lukisan, kriya, kaligrafi dan lainnya.

Ganjar Creasi berikan ruang kaum difabel unjuk kebolehan. (foto/ist)

Ciptakan Karya Terinspirasi Ganjar

Susanti Oktavia misalnya, perempuan berusia 35 tahun ini memiliki keterbatasan gerak (tuna daksa). Namun, dia terus memupuk semangat dalam diri untuk berkarya dan terus melangkah. Dia pun menampilkan sebuah puisi berjudul “Ayah untuk Negeri” di atas kursi roda. Karya itu terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo dan rampung dalam waktu satu hari saja.

“Puisi itu terinspirasi dari film biografi nya Pak Ganjar yang judulnya anak untuk negeri. Setelah nonton lagi film itu, terus nonton podcast-podcastnya bareng bapak, mbak Najwa Shihab dan kemudian tercipta lah puisi ini,” kata dia.

Santi sapaannya, membacakan puisi dengan suara lantang lantaran kagum akan sosok Ganjar Pranowo. Menurut dia, Ganjar pemimpin yang peduli terhadap semua kalangan masyarakat termasuk kaum difabel.

“Beliau lembut, humble ke semua orang, memimpin kaya mengayomi gitu ke semua orang. Dia gak peduli kan mau bagaimana pun keadaannya seperti beliau mencintai (rakyat) dengan tulus, seperti puisi yang saya buat tadi,” terang dia.

Dalam momen itu, ada juga dialog interaktif antara Ketua YDWI Malang Afifah Setiani bersama Fuad Nurhasan dan M. Alif Syaifullah sebagai difabel berprestasi untuk membangkitkan semangat para difabel.

Ketua YDWI Malang, Afifah Setiani (53) mengapresiasi kegiatan Gcreasi yang telah memberikan kesempatan atau wadah para difabel untuk berkreasi.

“Sangat berkesan. Inilah memang yang diharapkan semua orang, khususnya orang tua disabilitas juga untuk disabilitas sendiri. Karena apa? Peluang dan kesempatan untuk mengapresiasi bakat minat potensi itu ya disini lah,” kata dia. (rid)

DPR Dorong Pelabuhan Situbondo Dioperasikan Bantu Kemacetan di Jalur Ketapang

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Anggota DPR RI, Sumail Abdullah ikut turun tangan menyikapi kemacetan panjang di jalur Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Politisi Senayan ini mendorong Pelabuhan Situbondo ikut dioperasikan untuk membantu mengurasi kemacetan yang sudah berhari-hari tersebut.

Menurut Sumail, kondisi kemacetan di jalur penyeberangan Jawa – Bali ini masuk kategori darurat. Bahkan, kejadian luar biasa sepanjang sejarah. Sehingga, dibutuhkan kerjasama semua pihak. “ Jangka pendek, ini perlu kerjasama semua stakeholder. Kami mendorong Pelabuhan Jangkar Situbondo ikut membantu mengangkut kendaraan yang menumpuk di jalur Ketapang,” kata politisi Gerindra ini usai melihat kondisi Pelabuhan Ketapang, Jumat (7/7/2023) siang.

Harapannya, dengan kapal yang beroperasi dari Situbondo, potensi antrean bisa dicegah sebelum menumpuk di jalur Pelabuhan Ketapang. Sehingga, antrean akan terurai.  Pihaknya juga mendorong bantuan kapal berukuran besar untuk mengangkut lebih banyak kendaraan. “ Penyeberangan Ketapang – Gilimanuk ini terbesar kedua di Indonesia setelah Merak – Bakaheuni. Jadi, harus ada  langkah cepat dalam jangka pendek,” tegas pria asli Banyuwangi ini.

Pihaknya melihat, kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang ini tak hanya dipicu lonjakan penumpang. Namun, faktor cuaca juga ikut menjadi pemicu. Karena itu, pihaknya kembali mendorong terbangunnya jembatan Jawa – Bali. “ Kami sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR. Intinya, tetap menghormati budaya dan keyakinan di Bali,” tutup anggota Komisi V DPR RI ini.

Memasuki hari keenam, kemacetan panjang masih terus terjadi di jalur Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Mengantisipasi kemacetan makin parah, Polresta Banyuwangi memberikan imbauan agar warga yang hendak ke Bali menunda perjalanan hingga 3 minggu ke depan.

Kemacetan panjang kendaraan ini mulai terjadi sejak, Minggu (2/7/2023) lalu. Saking panjangnya, setiap kendaraan rata-rata harus menunggu hingga 11 jam untuk bisa masuk kapal. Meski sudah dilakukan skenario penambahan kapal, antrean belum juga terurai. Versi ASDP Ketapang, kemacetan panjang kendaraan ini dipicu lonjakan penumpang seiring libur Idul Adha dan libur panjang sekolah. Lalu, sedang ada perbaikan dermaga di sisi Pelabuhan Gilimanuk. (udi)

Kapal Sapu Jagat Diterjunkan Atasi Kemacetan Panjang di Pelabuhan Ketapang

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Kapal jumbo Jatra II akhirnya diterjunkan untuk mengatasi kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (7/7/2023). Kapal milik  PT Indonesia Ferry (ASDP) ini mulai dioperasikan pukul 08.00 WIB. Kapal ini mampu menampung sekitar 300 penumpang dan 130 kendaraan yang akan menyeberang ke Bali dan sebaliknya.

Sehari-harinya, KMP Jatra II melayani pelayaran Ketapang – Lembar, Lombok. Kapal raksasa ini juga pernah diterjunkan mengatasi penumpukan kendaraan saat musim arus mudik Idul Fitri lalu. Kini, kapal ini kembali diperbantukan agar antrean kendaraan di jalur Ketapang segera terurai. “ Mulai hari ini, KMP Jatra II dioperasikan. Targetnya, bisa mengangkut kendaraan dalam jumlah banyak. Sehingga, mengurai antrean,” kata General Manager PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang – Gilimanuk, Syamsudin.

Sejak dioperasikan Jumat pagi, KMP Jatra II sudah berjalan satu trip. Untuk melakukan bongkar muat, kapal ini bersandar di dermaga MB I. Pihaknya berharap, hadirnya kapal ini di lintasan Ketapang – Gilimanuk bisa segera mengurai kemacetan panjang kendaraan di jalur Ketapang. Dengan dioperasikannya KMP Jatra II, total kapal yang diterjunkan bertambah menjadi 34 unit. Jadwal bongkar muat tetap menggunakan sistem on time alias tepat waktu. “ KMP Jatra akan kita terjunkan hingga antrean benar-benar kembali normal,” tutup Syamsudin.

Memasuki hari keenam, kemacetan panjang masih terus terjadi di jalur Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Mengantisipasi kemacetan makin parah, Polresta Banyuwangi memberikan imbauan agar warga yang hendak ke Bali menunda perjalanan hingga 3 minggu ke depan.

Kemacetan panjang kendaraan ini mulai terjadi sejak, Minggu (2/7/2023) lalu. Saking panjangnya, setiap kendaraan rata-rata harus menunggu hingga 11 jam untuk bisa masuk kapal. Meski sudah dilakukan skenario penambahan kapal, antrean belum juga terurai. Versi ASDP Ketapang, kemacetan panjang kendaraan ini dipicu lonjakan penumpang seiring libur Idul Adha dan libur panjang sekolah. Lalu, sedang ada perbaikan dermaga di sisi Pelabuhan Gilimanuk. (udi)

Imbas Cuaca Buruk, Nelayan di Banyuwangi Libur Melaut

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Cuaca buruk yang melanda Banyuwangi berdampak pada aktivitas nelayan. Mereka memilih menghentikan aktivitas akibat cuaca tak bersahabat. Libur melaut ini sudah dilakoni seminggu terakhir. Para nelayan memilih memarkir perahu untuk menghindari kecelakaan laut.

Mengganasnya cuaca ini ditandai dengan hujan lebat dan naiknya gelombang laut. Sehingga, cukup berbahaya untuk berlayar. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai lebih dari 1 meter.  Selama libur, para nelayan memperbaiki sejumlah peralatan melaut. Diantaranya, menambal jaring atau badan perahu yang bocor. “ Selain cuaca buruk, saat ini juga bulan purnama. Jadi, nelayan libur total sejak seminggu terakhir,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Hasan Basri, Jumat (7/7/2023) siang.

Libur melaut ini rencananya akan berlanjut hingga cuaca membaik. Salah satunya, menunggu hujan reda. Hujan lebat memang terus mengguyur wilayah Banyuwangi, beberapa hari terakhir. “ Kalau kita paksakan melaut, ini juga berbahaya,” jelas tokoh nelayan asal Muncar ini.

Pihaknya berharap, cuaca buruk ini segera kembali normal. Sehingga, nelayan bisa kembali melaut. Kondisi ini berdampak pada aktivitas ekonomi para nelayan. Ketika libur, mereka tak memiliki penghasilan. Libur massal nelayan ini juga berdampak pada harga ikan. Akibat sepi tangkapan, harga komoditi ikan langsung naik. “ Kalau liburnya sampai kapan, kami tetap mengikuti perkembangan cuaca,” tutupnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memperkirkan cuaca ekstrim akan melanda Banyuwangi. Fenomena cuaca ini dipicu kondisi atmosfer yang cenderung tidak stabil. Sehingga, memicu munculnya awan yang berpotensi hujan lebat. Kondisi ini terjadi merata di seluruh kecamatan di Banyuwangi.

Selain hujan lebat, BMKG mengingatkan naiknya gelombang laut. Ketinggian gelombang, khususnya di perairan Samudera Indonesia bisa mencapai 4 meter. BMKG mengimbau warga di sekitar pesisir waspada. (udi)

 

Dianggarkan Rp 6,684 Miliar, 52 Desa di Banyuwangi segera Gelar Pilkades Serentak

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Meski bersamaan tahapan pemilu, pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Banyuwangi, tetap berlanjut. Bahkan, kebutuhan anggarannya sudah disiapkan. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp6,684 miliar. Jumlah dialokasikan ke 53 desa yang tersebar di 23 kecamatan.

Saat ini, tahapan pilkades serentak sedang dikebut. Salah satunya, menyiapkan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Dengan pembentukan ini, masing-masing panitia pilkades mulai menyusun kebutuhan anggaran. “ Jadi, tahapan pendaftaran pilkades dimulai 2 – 7 Agustus,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi Ahmad Faishol, Jumat (7/7/2023).

Besaran anggaran pilkades ini berbeda di masing-masing desa. Nilainya tergantung banyaknya tempat pemungutan suara (TPS) dan jumlah pemilih. Dari data yang ada, DPT terbanyak di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng dengan 15.485 pemilih. Sedangkan, jumlah pemilih paling sedikit berada di Desa Gumuk, Kecamatan Licin sebanyak 1.902 pemilih. Berbeda dengan pemilu, setiap TPS pilkades maksimal bisa mencapai 500 pemilih. “ Kalau berdasarkan total DPT pilkades, total sebanyak 309.503 pemilih, tersebar di 188 dusun,” jelasnya.

Aturan terbaru, pilkades harus diikuti minimal dua pasangan calon. Artinya, calon tidak boleh melawan kotak kosong. Jika hanya satu calon yang mendaftar, panitia wajib melakukan perpanjangan pendaftaran selama 20 hari. “ Kalau pendaftar hanya 1 orang, pilkades harus ditunda. Calon yang bertarung maksimal 5 orang,” bebernya.

Jika ada calon lebih dari 5 orang, wajiba dilakukan tes tulis. Sehingga, dipilih maksimal 5 calon. Dalam ujian tulis ini nilainya diakumulasikan antara indikator pengalaman dan tingkat pendidikan. Tes ujian ini melibatkan kalangan akademisi yang profesional. (udi)

Jaga Kualitas Tangkapan, Nelayan di Banyuwangi Diajak Bersihkan Sampah Laut

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)– Nelayan di Banyuwangi tak hanya diajak menangkap ikan dengan baik. Mereka juga diarahkan ikut menjaga ekosistem laut. Salah satunya, membersihkan sampah di perairan. Gerakan ini merupakan pendampingan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Aksi bersih sampah laut ini melibatkan sedikitnya 75 nelayan. Mereka didapuk sebagai agen di wilayah masing-masing untuk peduli dalam penanganan sampah laut. “ Mereka kita buatkan kelompok. Targetnya untuk nelayan. Tidak hanya melakukan penangkapan yang terukur, tapi bagaimana menjaga kelestarian alam,” kata Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Alief Kartiono, Jumat (7/7/2023) siang.

Menurutnya, dengan laut yang bersih akan berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Lalu, ikan yang ditangkap juga higienis, sehat. Sehingga, ketika ikan dikonsumsi manusia akan berdampak pada kesehatan. “ Program ini juga penting dalam mendukung penanganan stunting,” jelasnya.

Dipilihnya Banyuwangi dalam gerakan penanganan sampah laut ini bukan tanpa alasan. Kabupaten ini memiliki bentang laut yang luas. Jumlah nelayannya juga cukup besar. “ Kita libatkan 75 nelayan di Banyuwangi. Mereka sebagai agen,” kata Sub Koordinator Penanggulangan Pencemaran KKP, Suryo Prasojo.

Selain pembersihan sampah laut, program ini mendorong perluasan kawasan konservasi dan penangkapan ikan terukur. Lalu, pengembangan budidaya berkelanjutan dan ramah lingkungan.  Selanjutnya, pengelolaan sumber daya di pesisir dan pulau-pulau kecil. “ Program ini kita gelar di 18 kabupaten mulai Aceh hingga Papua. Kabupaten Banyuwangi mewakili Jawa Timur,” jelasnya.

Target dari gerakan ini adalah memberikan multiplayer efek, terutama ekonomi. Gerakan ini dengan mengumpulkan sampah. Lalu, menggandeng pihak terkait untuk melakukan pengelolaan. “ Kita hubungkan dengan pihak terkait. Salah satunya dengan Dinas Linkungan Hidup. Jadi, ada dampak ekonomi,” tutupnya. (udi)