Sambut Idul Adha, Executive Chef Luminor Hotel Jemursari Bagikan Resep Kreasi Menu Olahan Kambing

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Idul Adha yang dinanti umat muslim memiliki kesan istimewa dalam setiap perayaannya. Identik dengan daging hewan qurban seperti sapi, kambing, hingga unta. Masyarakat seolah sangat antusias membuat beragam olahan menu makanan berbahan dasar daging tersebut.

Melihat hal tersebut, Executive Chef Luminor Hotel Jemursari Surabaya, Sukismanto, membuat kreasi hidangan berbahan dasar kambing yang berbeda dan unik. Resep kreasi menu tersebut dibagikan dan diunggah melalui media sosial @luminorhoteljemursari.

Menu olahan kambing tersebut diberi nama “Lamb Ribs Skewer with Rock Peanut Sauce”. Adapun proses memasaknya, daging iga kambing dicuci bersih. Kemudian dipotong-potong lalu direbus hingga empuk.

Kemudian haluskan bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, lengkuas, dan kemiri. Bumbu yang sudah dihaluskan kemudian ditumis bersamaan dengan kelapa parut hingga wangi dan warna nya berubah agak sedikit kecoklatan.

Sisihkan sebagian bumbu kelapa untuk ditumis bersama dengan nasi sebagai pelengkap. Langkah selanjtutnya, masukkan daging yang sudah direbus ke dalam bumbu kelapa hingga bumbu kelapa meresap ke dalam daging.

Setelah matang kemudian sisihkan dan tusuk daging iga kambing menggunakan tusuk bambu dan panggang di atas pan hingga warna nya berubah menjadi coklat gelap dan mengeluarkan aroma bakaran yang nikmat.

Berikutnya, sisa bumbu kelapa tadi di tumis bersama dengan nasi hingga aroma dan teksturnya seperti menjadi nasi goreng. Lalu, untuk membuat saus kacang nya dengan cara menghaluskan kacang tanah, cabe rawit, cabe merah besar, bawang merah dan bawang putih.

Saus kacang yang sudah halus, di tumis di wajan hingga harum dan kecoklatan. Setelah semua bahan makanan matang, makanan sudah siap untuk di tata dengan cantik di atas piring. Sebagai tambahan taburkan keju mozarella dan aneka sayuran serta acar sembagai pelengkap.

Keju mozarella yang sudah ditabur kemudian di bakar menggunakan bakaran “torch” hingga teksturnya meleleh dan warna nya sedikit coklat. Lamb Ribs Skewer with Rock Peanut Sauce sudah siap disajikan dan dinikmati sebagai sajian istimewa di Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.

Proses membuatnya pun terbilang cukup mudah sehingga dapat dipraktekkan di rumah sebagai referensi olahan menu kambing yang berbeda dari yang sudah sering dimasak. Menu kambing yang sering diolah menggunakan santan dan berkuah.

‘’Kali ini kami kreasikan dengan proses memasak dan penyajian yang sedikit berbeda, tentu nya dengan cita rasa yang khas dari bumbu rempah-rempah Indonesia pilihan dan sebagai kreasi baru penambah tekstur serta cita rasa dengan menambahkan keju mozarella yang sudah dilelehkan,” kata Executive Chef Luminor Hotel Jemursari Surabaya, Sukismanto, di Surabaya Selasa (27/6).

Menu olahan kambing ala Hotel namun bisa dinikmati oleh keluarga di rumah. Luminor Hotel Jemursari Surabaya juga akan menyuguhkan hidangan kreasi tersebut pada 29 Juni 2023 di Breakfast Rice & Shine mulai dari pukul 06.00 – 10.00 WIB, tamu dapat menikmati beragam sajian menu makan pagi ala Western hingga tradisional menu lengkap dengan menu andalan Lamb Ribs with Rock Peanut Sauce dengan harga Rp 105.000 nett per orang. (arief)

Saat Satgas Tumbang, Nanang-pun Datang….

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Perhelatan konsolidasi akbar PDI Perjuangan memang telah selesai. Semua kader partai berlogo moncong putih tersebut telah kembali ke daerah asal dan menjalankan aktifitas masing-masing. Namun, ada beberapa kejadian di Lapangan Gelora Bung Karno/GBK yang luput dari pantauan media selama kegiatan besar itu berlangsung.

Yaitu, banyaknya satgas kelelahan dan akhirnya tumbang dibawa keluar lapangan. Suasana panas dan kelelahan akibat beberapa hari latihan, kemudian siap dalam beberapa  jam untuk parade di lapangan membuat fisik beberapa Satgas Cakrabuana yang berseragam hitam bertopi petani tersebut tak bisa dipertahankan dan harus di evakuasi keluar lapangan untuk ditangani tenaga medis.

Siang itu, tepatnya saat setelah parade yang dibawakan oleh satgas dan penari dihadapan tamu undangan kehormatan dan peserta dari seluruh penjuru Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan pidato ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, banyak Satgas mulai tumbang.

Tim medis dibantu oleh beberapa anggota Satgas tampak hilir mudik mengangkat korban menggunakan tandu, serta ada yang menggandeng dan membantu jalan. Diatas tribun, tepatnya no 41 yang di tempati oleh rombongan delegasi dari Surabaya – Jawa Timur/Jatim, ada beberapa orang yang memperhatikan langsung kejadian tersebut.

Nanang Sutrisno (kanan) yang memiliki latar belakang penyehat tradisional Guasha yang tergabung dalam wadah Terapis Nusantara (Tenar) tersebut segera bergegas turun ke tengah lapangan sembari menenteng tas yang berisi peralatan guasha yang terbuat dari tanduk kerbau. (foto/ist)

Adalah Nanang Sutrisno, Bendahara Badan Bantuan Hukum – Advokasi Rakyat (BBH-AR) Kota Surabaya, Baktiono, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Wimbo Ernanto, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang mengamati langsung kejadian itu secara seksama.

Melihat kejadian tersebut, Nanang Sutrisno, merasa tergerak untuk membantu tim medis yang nampak kewalahan. Rasa kemanusiaan spontan dilakukan lelaki ini. Ia-pun segera berpamitan kepada rekan-rekannya, terutama Baktiono, untuk membantu tim medis.

Nanang, yang juga pernah menjadi anggota Satgas tersebut memiliki latar belakang penyehat tradisional Guasha yang tergabung dalam wadah Terapis Nusantara (Tenar) tersebut segera bergegas turun ke tengah lapangan sembari menenteng tas yang berisi peralatan guasha yang terbuat dari tanduk  kerbau.

Sampai di tengah lapangan, Nanang, yang juga pernah menjadi Komisaris PDI Promeg selama 2 periode tersebut, langsung menangani Satgas yang kelelahan dengan melakukan guasha kepala, leher, dan punggung mereka.

Banyak Satgas yang akhirnya berhenti mual dan kembali segar. “Saya merasa bersyukur, kemampuan yang saya miliki bisa berguna untuk membantu teman-teman Satgas yang membutuhkan,” kata Nanang, yang juga pernah menjabat anggota DPRD Kota Surabaya kepada pawartajatim.com, di Jakarta Minggu (25/6).

Hari Minggu Nanang, bersama rekannya di BBH-AR Kota Surabaya yaitu Wakil Ketua Moestar Arifin, SH., dan Tomuan S Hutagaol, SH., serta kader yang lain kembali pulang ke Surabaya dengan mengendarai tujuh bus yang disediakan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya dibawah pimpinan Ketua Adi Sutarwijono. (bw)

Nataneila Quinn, Pemeran Fafat di Film Lara Ati 2 ini, Ternyata…..

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Sukses film Loka Drama Lara Ati membuat sang produser Bayu Skak, ikut mengembangkan seri keduanya dengan judul Lara Ati 2. Seri kedua kali ini dikembangkan dalam sebuah novel.

Di aplikasi Vidio, Lara Ati, sukses menjaring 35 juta penonton. Kesuksesan itu tak hanya karena para bintang ternama yang mengisi. Tetapi, juga mempertontonkan akting para bintang baru, asli Jawa Timur/Jatim.

Salah satunya, Nataneila Quinn Arkadevi Darmawan, siswi kelas 2 SMP Negeri 6 Surabaya. Namanya memang jarang didengar di industri perfilman Tanah Air. Namun, siapa sangka, gadis kelahiran Surabaya 26 Desember 2009 itu juga memiliki segudang prestasi di dunia olahraga dan modeling.

Nei sapaan akrab pemeran Fafat di film Lara Ati 2 adalah adik dari Mamat Dingkluk. Karakternya cukup kuat di seri film tersebut. Sehingga mudah untuk dihafal. Diketahui, Nei adalah seorang atlet karate.

Nei bahkan beberapa kali menjuarai kompetisi karate di kelasnya. Pada 2018, Nei sukses menjadi juara karate beregu. Winner kata perorangan 2021-2023, dan juga menjadi winner kumite pemula 2022-2023. Selain seorang atlet, di dunia model, Nei adalah bagian dari 17 finalis putri cilik Jawa Timur di tahun 2021, kemudian menjadi best talent putri cilik Surabaya di tahun yang sama, berlanjut dengan best model dari Surabaya.

Karirnya bahkan semakin moncer di tahun selanjutnya, Nei berhasil menjadi best fotomodel terbaik top model Indonesia tahun 2022. Nei mengaku jika dirinya sangat bangga bisa berolah peran langsung dengan komedian Jatim.

Seperti Dono Pradana, Firza Valaza, Indra Pramujito dan juga Keisya Levronka hingga para aktris di tingkat nasional. Menurut dia, ini pengalaman baru dan akan sulit ia lupakan
“Sebenarnya sih kayak bisa dapat hal baru, kayak ada orang baru, meskipun di awal agak susah memerankan tokoh ini tapi lama-lama bisa karena terbiasa terbawa suasana lingkungannya ini tadi,” kata Nei.

Putri pasangan Arif Darmawan dan Devi Pujayanti ini bahkan mengaku ketagihan bermain film yang disutradari oleh Bayu Skak. Menurutnya, berperan sebagai Fafat terasa lebih mudah karena ia berperan dengan bahasanya sehari-hari. Ya, Lara Ati 2 memang menggunakan konsep bahasa yang khas Suroboyoan.

Nei juga menjelaskan, bermain peran di film ini akan ia jadikan sebagai modal untuk memggapai prestasi selanjutnya. Mengingat, bocah penyuka ayam goreng ini memiliki cita-cita sebagai profesional publik figure.

Walapun sukses dalam sinetron perdananya, Nei tetap memprioritaskan Pendidikannya. Siswi SMPN 6 Surabaya ini juga cukup bagus dalam nilai2 ulangannya.

Walaupun sempat bbrp kali ijin dalam sekolah, namun Nei mengejar ketertinggalannya di kelas dengan belajar sendiri baik itu di lokasi shooting ataupun dibantu guru les secara online. (bw)

Liburan Sekolah, Staycation di YELLO Hotel Jemursari Jadi Pilihan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) Semakin hari Kota Surabaya sangat menyenangkan untuk dinikmati. Suasana yang sudah kondusif mendukung banyak orang untuk merencanakan aktivitas luar rumah menikmati indahnya kota. Salah satunya adalah Staycation.

Yaaa…., menginap di hotel sembari menikmati beberapa fasilitas yang ditawarkan seakan menjadi agenda wajib untuk beberapa orang menyambut momen akhir pekan. Ingin Menjadi salah satu jujukan Staycation, YELLO Hotel Jemursari Surabaya menawarkan paket kamar “Happy Family” yang dibandrol hanya Rp 588.000 nett/malam.

Selain mendapatkan menginap 1 malam di Yello Room sekaligus, juga disiapkan kids playground di dalam kamar, Free Breakfast 2 Orang Dewasa dan 2 Orang Anak, Free WiFi access 24 jam, Free dua botol Juice dan juga Free Voucher bermain di Trans Studio.

“Kami ingin memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan untuk tamu terutama keluarga yang Staycation di Yello, sehingga banyak fasilitas tambahan yang disediakan,” kata General Manager/GM Yello Hotel Jemursari Surabaya, Ita Tania, di Surabaya Minggu (25/6).

Liburan sekolah, enaknya nginap di hotel. (foto/ist)

Selain kamar yang nyaman, YELLO Hotel Jemursari memiliki Wok’n Tok Restaurant yang berada di lantai G dengan layanan Dine-in sampai pukul 23.00 dan Room Service 24 jam setiap hari. Menyediakan berbagai olahan makanan mulai dari harga Rp 25.000.

“Setelah kenyang makan di Wok ‘n Tok, para tamu bisa bermain X-box  di Area Gaming Station & Kids Playground yang kami sediakan untuk tamu yang menginap,” tambah Marcomm Manager YELLO Hotel Jemursari Surabaya, Elgar Gumilang . Paket Kamar “Happy Family” tersedia sepanjang 2023. (bw)

Mangan Wedus Bumbu Kacang, Enak Tenan……

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Panganan anyar dino Idul Adha. Rong dino maneh wong Islam sak dunyo podo ngelakoni ibadah Idul Adha. Yo isok sing diarani Idul Qurban. Mergo ning dino Iki umat Islam sing mampu diwajibno qurban ternak. Koyok sapi, kebo, unto, dibeleh terus dagingnge didum nang wong sing nduweni hak nurut Al Qur’an.

Biasane, karo uwong-uwong daging sapi qurban dimasak sop, utowo rawon. Lek daging wedus dimasak sate, gule, paling pol dimasak kare. Wong- wong masak ngono terus suwe-suwe bosen dadine.

Mangkane opo sing dadi ngersulone wong akeh iki digolekno dalan metune karo Penggede Tukang Masak’e Hotel Luminor Suroboyo, Sukismanto. Dia nggawe masakan anyar sing dijenengno Igo Wedhus Bumbu Kacang, Wong Inggris ngarani panganan Iki “Lamb Ribs Skewer With Rock Peanut Sauce”.

Sukismanto. (foto/nanang)

Carane nggawe, daging wedhus diumbah resik, disigar cilik- cilik, digodok sampe empuk gak alot, maringono dibumboni karo rempah- rempah bawang abang, bawang poteh, laos, kemiri, merico sing wis diulek alus.

Indonesia iku panggone rempah- rempah kaet zaman kerajaan Nusantara, mangkane ojok Wedi kentek’an. Bumbu alus terus digongso karo parutane klop sampek wernone sing poteh dadi suoklat.

Maringono disisihno titik digawe campurane nggongso sego. Sisae bumbu digawe ngggongso daging wedhus, teros daginge disunduk karo sujen maringono ditunu sampek metu ambune sing enak.

Sego sing onok dicampur karo parutan klopo terus digongso sampek dadi koyok sego goreng. “Terus disiapno bumbu kacang teko bahan kacang, lombok cilik, Lombok gede, bawang poteh, karo bawang abang,” jarene Sukismanto, nang pawartajatim Selasa (27/6).

Panganan wis dadi, kari noto nang piring karo ditambahi hiasan teko sayur utowo buah supoyo luwih ketok apik. Masak’an Iki rencanane disuguhno gawe tamu sing sarapan nang Hotel Luminor tanggal 29 Juni 2023 mulai jam 06.00 WIB sampek 10.00 WIB, kanggo tamu sing gak seneng masak’an wedhus onok pilihan liyane, menu panganan Indonesia utowo Eropa. (nanang)

Tergilas Bus Pariwisata, Lansia Dibonceng Motor Tewas

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Tragis menimpa SU (63), asal Kelurahan Penganjuran, Banyuwangi. Perempuan lanjut usia ini tewas tergilas bus pariwisata di Jalan Kartini, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi, Selasa (27/6/2023) pagi. Korban tewas seketika di lokasi kejadian.

Saat kejadian, korban dibonceng suaminya berinisial BU (63), menggunakan motor Honda Beat bernpol P 4102 U. Kala itu, pasangan suami istri ini melaku dari arah barat ke timur, lalu berhenti di lampu merah. Setelah lampu hijau menyala, motor melaju belok ke kiri. Saat kejadian, dari arah bersamaan muncul bus pariwisata bernopol S 7490 UJ.

Nahas, motor korban terserempet bus yang dikemudikan AA (36) asal Kediri, Jawa Timur ini. Akibatnya, motor korban oleng. Saking kerasnya, korban terpental ke kanan. Suaminya, terpelanting ke kiri. Tubuh korban akhirnya tergilas roda belakang bus. Korban langsung tewas. “ Sopir bus sudah berusaha mengambil haluan untuk menghindari tabrakan, namun motor korban tersenggol,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Iptu Dwi Wijayanto.

Korban yang bersimbah darah sempat dilarikan ke RSUD Blambangan. Namun, nyawanya tak tertolong. Sedangkan suami korban mengalami luka-luka. Hasil pemeriksaan polisi, kecelakaan dipicu sopir bus  kurang berhati-hati saat berbelok. Sehingga, menyerempet motor korban. Korban yang dibonceng tak sempat menghindar. Untuk pengembangan penyidikan, sopir bus bersama kendaraannya diamankan di Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi. “ Sopir bus masih menjalani pemeriksaan,” tegasnya. (udi)

Musim Kemarau, 12 Desa di Banyuwangi Rawan Krisis Air

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Musim kemarau mulai melanda Kabupaten Banyuwangi. Sedikitnya, tiga kecamatan di kabupaten ini yang rawan kekeringan. Biasanya, mengalami krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mulai siaga mengantisipasi kekeringan ini.

Tiga kecamatan yang rawan dilanda kekeringan masing-masing Kecamatan Wongsorejo, Tegaldlimo dan Bangorejo. Dari ketiganya, ada 12 desa yang rawan dilanda kekeringan. Fenomena kekeringan ini menyusul munculnya El Nino yang diprediksi memicu kemarau lebih kering dari musim sebelumnya. “ Sebenarnya, hampir seluruh kecamatan di Banyuwangi rawan dilanda kekeringan. Namun, ada tiga yang paling rawan,” kata Sekretaris BPBD Banyuwangi, Mujito, Selasa (27/6/2023) siang.

Di Kecamatan Bangorejo terdapat dua desa yang berpotensi rawan kekeringan. Masing-masing Desa

Sambimulyo dan Desa Sambirejo. Sedangkan Kecamatan Tegaldlimo terdapat lima desa, masing-masing Desa Kalipait, Kedungasri, Kendalrejo, Purwoagung dan Wringinpitu. Sementara di Kecamatan Wongsorejo sedikitnya lima desa yang rawan kekeringan. Diantaranya, Desa Alasbuluh, Alasrejo, Bangsring, Sidowangi dan Desa Wongsorejo.

Menurutnya, pemetaan wilayah rawan kekeringan dilakukan untuk siaga bencana, serta penanganannya. Sehingga, jika terjadi kekeringan sudah disiapkan antisipasi penanganan. Dari sekian daerah yang rawan kekeringan, kategorinya mulai sedang hingga tinggi. Pihaknya bersama warga mulai mengantisipasi kekeringan dengan mengamankan persediaan air bersih. Apalagi, sejumlah sarana air bersih sudah banyak yang dibangun. “ Kami prediksi, selama musim kemarau cadangan air bersih masih tercukupi dengan berbagai sarana yang sudah dibangun Pemkab,” tutupnya. (udi)

Hebat…., Ada Menu Laut Tengah di The Cafe Java Paragon Hotel

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Kuliner mewah di Kota Pahlawan. Negara-negara kawasan Laut Tengah seperti Yunani, Italia, Turki, Albania, Bulgaria, terkenal eksotis karena keindahan laut dan keaneka ragam budayanya.

Salah satu yang juga terkenal dari kawasan ini adalah menu makanan. Banyak makanan enak nan lezat yang bisa dinikmati. Antara lain, Greek Salad/ Salad Yunani, Mediteranian/Italian Style Pizza, Turkish Roasted Chicken, Dessert seperti Bakvla, Creme Brule, Mediterranean Cookies, dan Macaroon.

Bagi warga Surabaya pecinta kuliner yang ingin menikmati makanan tersebut, tidak perlu jauh- jauh terbang ke negara-negara yang ada di kawasan Laut Tengah tersebut. Cukup datang ke The Cafe. Karena The Cafe yang terletak di Java Paragon Hotel & Residence Jalan Mayjen Sungkono ini menyediakan makanan Mediterranean yang berkonsep buffett dining.

Promo ini bisa dinikmati setiap Jumat dan Sabtu malam pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. “Pengunjung cukup bayar Rp 318.000++ per orang. Dan ada promo buy 2 Get 3,” kata Chef Java Paragon Hotel & Residence, Satyo Ardianto kepada pawartajatim.com, Selasa (27/6).

Banyak pengunjung yang memanfaatkan promo menarik ini, selain menikmati hidangan yang lezat, mereka juga menghabiskan waktu untuk istirahat di kamar  hotel yang memiliki luas 22 M 2 dengan konsep art Deco serta memiliki fasilitas tempat tidur king koil, AC, TV Android, dan WIFI. (nanang)

Santrine Ganjar Sedekah Hewan Qurban untuk Ponpes Raudlatul Ulum di Bangkalan

0

Bangkalan, (pawartajatim.com) – Sukarelawan Santrine Abah Ganjar (SAG) kembali menghelat kegiatan yang memberikan manfaat untuk masyarakat. Jelang Idul Adha, loyalis Ganjar Pranowo, itu menyedekahkan beberapa hewan qurban kepada Pondok Pesantren Raudlatul Ulum di Desa Kendaban, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur/Jatim.

Koordinator Wilayah SAG Jatim, Suhadi, mengatakan, hewan kurban tersebut diberikan agar bisa disembelih saat Idul Adha dan dagingnya bisa dinikmati santri serta masyarakat sekitar ponpes. “Malam ini kami juga ada penyerahan kambing. Ini momen yang paling pas dari SAG, karena Idul Adha di Madura itu, ramainya melebihi hari raya, jadi sangat ramai sekali,” kata Hadi, Senin (26/6).

Sedekah hewan kurban ini diharapkan, bisa menanamkan semangat berbagi kepada ratusan santri yang hadir dalam acara tersebut. Karena ini momennya Idul Adha, harapannya agar nanti masyarakat khususnya para santri di pondok bisa ikut menikmati.

‘’Ini juga untuk edukasi bahwa kurban ini agar kita bisa saling berbagi. Untuk masyarakat maupun santri,” papar Hadi. Selain pemberian hewan kurban, relawan SAG juga menggelar istigasah dan doa bersama untuk Indonesia.

Mereka mendoakan agar Indonesia diberikan pemimpin berkompeten dan bertanggung jawab. Hadi menjelaskan pihaknya yakin bahwa Ganjar adalah sosok pemimpin yang paling cocok untuk memimpin Indonesia dengan baik.

“Kenapa kami memilih Pak Ganjar, karena selama ini Pak Ganjar sudah dekat dengan ulama, pondok pesantren, dan santri,” ujarnya. Hadi bersama rekan-rekannya berkomitmen untuk terus menyosialisasikan sosok Ganjar ke daerah-daerah lainnya di Jawa Timur.

Sosialisasi akan dibarengi dengan berbagai kegiatan yang bisa memberikan manfaat untuk masyarakat.

Santrine Ganjar sedekah hewan qurban untuk Ponpes Raudlatul Ulum di Bangkalan. (foto/ist)

Sambutan Hangat

Ratusan massa hadir dalam istigosah dan doa bersama dari SAG. Mulai dari santri, ulama, pengasuh ponpes, hingga masyarakat sekitar ikut serta mendoakan kelancaran Ganjar untuk maju dalam Pemilu 2024.

Pengasuh Ponpes/Ponpes Raudlatul Ulum, Ahrori Delofir, menyebut pihaknya sangat menyambut baik kedatangan relawan ke ponpesnya. Banyaknya santri yang datang, disebutnya jadi bukti kecintaan mereka terhadap Ganjar.

“Kegiatan ini sangat positif sekali, karena kami bisa silaturahmi bersama para relawan, ini merupakan suatu yang sangat nyata bahwa di masyarakat, Pak Ganjar itu sangat dicintai,” kata Ahrori. “Dengan hewan qurban yang dikasih kepada kami, itu merupakan hal yang sangat positif. Apalagi menjelang Idul Adha, ini nanti disembelih bersama, dibuat makanan bersama, dan mengeratkan hubungan silaturahmi santri dengan alumni pondok yang nanti hadir,” tambahnya. (rid)

Keren..! Siswa SD di Banyuwangi Diajak Mengelola Sampah Bernilai Jual

0

Banyuwangi (pawartajatim.com) – Pengelolaan sampah di Banyuwangi dibuat kolaboratif. Terbaru, melibatkan para siswa, mulai SD hingga SMA. Targetnya, anak-anak diajari peduli dengan pengelolaan sampah sejak dini. Pengelolaan sampah berbasis siswa ini didampingi langsung Dinas Lingkungan Kabupaten Banyuwangi.

Sedikitnya 12 sekolah, SD hingga SMP yang dilibatkan dalam pengelolaan sampah ini. Hebatnya lagi, kegiatan ini mendapat dukungan salah satu NGO asal Norwegia yang peduli tentang sampah. Yaitu, PT Sistemik Lestari Indonesia. “ Kami bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata. Yaitu, sekolah yang peduli lingkungan,” kata Kepala UPT Pengelolaan Persampahan DLH Banyuwangi, Amruloh disela seminar “Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan pada Program UKS,” Selasa (27/6/2023) pagi.

Saat ini, baru sekitar 15 persen sekolah di Banyuwangi yang bergabung dalam Adiwiyata. Kendalanya beragam. Salah satunya, kesadaran siswa yang masih minim. Apalagi, program ini sifatnya sukarela. Meski begitu, pihaknya terus bergerak melakukan edukasi ke sekolah-sekolah. “ Kegiatan ini bertajuk Program Banyuwangi Hijau. Bagaimana kita melakukan pengelolaan dan pengolahan sampah secara berkelanjutan,” jelasnya.

Terbaru pihaknya juga menyiapkan pengolahan sampah terpadu di Songgon. Tempat ini akan menampung sampah dari 33 desa di 6 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Sempu, Singojuruh, Kabat, Rogojampi dan Songgon. “ TPS 3R ini akan mengelola sampah berkelanjutan. Residunya akan dikirim ke TPA Karangbendo,” tutupnya.

Pengelolaan sampah juga melibatkan pihak kampus. Hal ini bagian dari pengabdian Tri Darma Perguruan Tinggi. Para akademisi diajak menyasar SD dan SMP untuk peduli pada pengelolaan sampah sejak dini. “ Kami memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  yang menyasar kegiatan UKS. Targetnya, pengelolaan sampah sejak dini,” kata Ketua STIKES Banyuwangi, Dr. Soekardjo.

Saat ini pihaknya sudah menggandeng 12 sekolah dalam pengelolaan sampah. Targetnya, jumlah ini bisa bertambah hingga 20 sekolah. Tak sekadar mendampingi, pihaknya juga memberikan edukasi dalam pengelolaan sampah. Mulai memilih dan memilah sampah organik dan non-organik. Pihaknya juga memiliki lokasi praktik pengolahan sampah bernilai jual. Salah satunya, budi daya maggot yang memanfaatkan sampah organik. “ Hari ini, kami undang perwakilan sekolah untuk mulai peduli dengan pengelolaan sampah,” jelas Ketua Forum Banyuwangi Sehat ini. (udi)