Selama Lebaran, XL Perkuat Jaringan di Tiga Jalur Utama Penyeberangan Laut

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT XL Axiata Tbk memastikan kesiapan jaringannya guna melayani dan memudahkan arus mudik lebaran di semua lokasi yang dijangkau masyarakat, termasuk jalur transportasi darat dan laut. Khusus untuk transportasi laut, XL telah melakukan penguatan jaringan #jadilebihbaik di tiga jalur penyeberangan ramai, yaitu Merak – Bakauheni, Ketapang – Gilimanuk, dan Padang Bai – Lembar.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan, untuk keperluan ini, XL menambahkan kapasitas baru, upgrade teknologi dan newsite. ‘’Jadi selama berada di kapal penyeberangan, pelanggan XL Axiata akan bisa mendapatkan sinyal 4G yang kuat sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas akses data,’’ kata Darmayusa, di Jakarta Kamis (11/4).

‘’Semoga fasilitas yang kami kami sediakan ini bisa mendukung penyediaan layanan telekomunikasi dan data yang berkualitas bagi para pemudik, juga tentunya dalam jangka panjang mampu mendukung program-program pemerataan akses internet cepat hingga ke area terpencil, terutama juga support untuk pariwisata,” tambahnya.

Menurut dia, secara teknis, dengan adanya penguatan jaringan yang mampu menjangkau area jalur penyeberangan laut ini. Sinyal 4G bisa meningkat secara signifikan. Sehingga kenyamanan masyarakat dan pelanggan dalam menggunakan berbagai layanan data selama melakukan perjalanan diatas kapan ferry akan semakin nyaman termasuk melakukan streaming video, mengakses gaming, aktifitas browsing dan sebagainya.

Saat di laut, akses internet bisa menjangkau hingga 95 Mbps. Sebelum ada penguatan, pelanggan cenderung mengalami kesulitan akses internet saat kapal sudah di tengah laut karena semakin jauh dari BTS yang melayani. Selain kecepatan, fasilitas ini juga memungkinkan layanan bagi penumpang dalam jumlah yang lebih besar.

Sepanjang tahun, jutaan penumpang menyeberangi masing-masing dari ketiga jalur penyeberangan yang ramai tersebut. Merak – Bakauheni sepanjang 16 mil laut dengan waktu tempuh sekitar 2 jam yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera, serta Ketapang – Gilimanuk sejauh sekitar 3 mil laut dengan waktu tempuh sekira 1 jam yang menghubungkan Jawa dengan Bali.

Sementara itu, jalur Padang Bai – Lembar sejauh 38 mil laut dengan waktu tempuh sekira 4,5 jam menghubungkan Bali dengan Lombok. Penguatan akses internet di jalur penyeberangan laut ini sekaligus melengkapi kesiapan jaringan XL dalam menghadapi momen libur panjang Lebaran yang sudah mulai bergulir akhir pekan ini.

Penguatan jaringan telekomunikasi perlu dilakukan sebagai antisipasi potensi lonjakan trafik penggunaan data di saat libur panjang Lebaran. Untuk itu, XL juga telah melakukan uji jaringan yang berlangsung di jalur utama pulang kampung yang berada di berbagai daerah, termasuk di kawasan Sumatera.

Manajemen XL memprediksi, sepanjang libur Lebaran nanti, trafik layanan XL akan meningkat sekitar 10 persen – 20 persen dibandingkan hari biasa. Selain meningkatkan kapasitas, langkah antisipasi lainnya berupa optimasi jaringan dengan melihat kemungkinan pergerakan mobilitas masyarakat atau pelanggan saat masa libur Lebaran.

Untuk tujuan itu pula, sejumlah daerah yang biasanya menjadi tujuan mudik dan wisata akan menjadi perhatian khusus. XL telah menyiagakan sumber daya yang memadai, baik berupa tim teknis yang siaga dan akan memantau kondisi jaringan selama 24 jam, 7 hari sepekan, serta tim lapangan yang siap bergerak setiap saat jika diperlukan.

Selain itu, juga dilakukan pengerahan dan penempatan armada mobile BTS sebanyak sekitar 94 unit untuk mendukung penguatan jaringan di berbagai lokasi yang rawan terjadi kepadatan trafik.

Dari kantor pusat XL juga dilakukan pemantauan kondisi jaringan di seluruh wilayah operasi melalui fasilitas pusat monitoring Customer Experience & Service Operation Center (CESOC). (bw)

The Palace Jeweler Hadirkan Special Jewelry Exhibition di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – The Palace Jeweler, merek perhiasan emas dan berlian berkualitas Therlengkap, Therjangkau, Therjamin yang berada di bawah naungan Central Mega Kencana (CMK), konsisten berinovasi lewat produk maupun servisnya. Kini The Palace Jeweler menghadirkan special jewelry exhibition di Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 5 April 2024. Menariknya, desain booth pada special jewelry exhibition dari The Palace Jeweler ini sengaja dirancang dengan bentuk cincin yang unik.

Pembukaan special jewelry exhibition dari The Palace Jeweler di Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini dibuka bulan Ramadan lalu dalam rangka menyambut Idul Fitri karena diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pencinta perhiasan.

Terutama mereka yang bepergian melalui jalur udara dengan pesawat terbang. Di special jewelry exhibition ini, The Palace Jeweler juga menghadirkan banyak koleksi perhiasan emas dan berlian andalannya seperti Nusantara, Kasmaran, Kekaseh, hingga Moela.

General Manager The Palace Jeweler, Jelita Setifa, menyatakan, ini merupakan special jewelry exhibition pertama yang hadir pada bandara di Indonesia. Karena itu, pertama-tama kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak Pixel dan Angkasa Pura yang memberikan kesempatan bagi The Palace Jeweler untuk mengadakan special jewelry exhibition ini di Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno Hatta.

The Palace Jeweler selalu berusaha berinovasi untuk memperkenalkan dan menunjukkan beragam koleksi perhiasan dari The Palace Jeweler ke masyarakat luas. Exhibition ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen dari konsep 3T “Therlengkap, Therjangkau, dan Therjamin” yang selalu kami bawa di tiap kegiatan The Palace Jeweler.

‘’Dengan mengadakan special jewelry exhibition di area Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno Hatta, kami berharap para pelanggan yang bepergian dengan pesawat bisa semakin mengenal aneka koleksi perhiasan dari The Palace Jeweler sambil menunggu jadwal penerbangannya,” kata Jelita Setifa, di Jakarta Selasa (9/4).

The Palace Jeweler sebagai National Jeweler menyediakan beragam koleksi perhiasan berlian dan emas berkualitas dengan senantiasa mengedepankan budaya Indonesia pada setiap koleksi perhiasan berlian dan emas rilisannya demi menjadi karya lokal berkualitas tinggi dengan kualitas pelayanan terbaik, bukan hanya di ranah lokal, namun juga internasional.

Konsep 3T

Memiliki tagline 3T atau “Therlengkap, Therjangkau, dan Therjamin”, brand perhiasan The Palace Jeweler menawarkan ragam perhiasan dengan jenis dan model “Therlengkap”. Setiap gerai dari The Palace Jeweler juga mengusung konsep megastore perhiasan “one stop shopping destination” sehingga memberikan kemudahan bagi para pelanggan dalam mencari perhiasan tanpa harus berpindah ke gerai lain.

Selain itu, The Palace Jeweler juga menawarkan perhiasan dengan harga yang “Therjangkau” sehingga bisa menjadi solusi bagi konsumen yang ingin mulai mengoleksi perhiasan emas atau perhiasan berlian.

Melalui beberapa koleksinya, seperti Moela Collection yang tersedia mulai dari harga Rp 888.000 untuk perhiasan berlian, The Palace Jeweler menawarkan ragam perhiasan dengan harga terjangkau.

Konsumen juga tidak perlu ragu dengan kualitas perhiasan yang dibeli karena seluruh koleksi yang dihadirkan oleh The Palace Jeweler telah “Therjamin” mutunya.

Kualitas Perhiasan

Untuk menghadirkan perhiasan dengan kualitas unggul, The Palace Jeweler memastikan bahwa setiap perhiasan yang ditawarkan memiliki kadar yang tepat. Untuk perhiasan emas, dipastikan memiliki kadar 18 karat dengan kandungan emas sebesar 75.5 persen.

Konsumen juga bisa langsung membuktikan kualitas perhiasan melalui Karatimeter, sebuah alat pengukur kadar emas pertama di Indonesia yang memberikan jaminan kadar emas pasti pas bagi setiap pelanggan. (bw)

Lebaran Hari ke-2, Motor Hilang di Kampung Paling Aman Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hati-hati memarkir sepeda motor. Meski sudah dikunci, bahkan mengunakan tambahan rantai sekalipun, motor bisa raib. Buktinya, sebuah sepeda motor Vario 125 hilang di Kampung Bulaksari, Wonokusumo yang nota bene sebagai icon kampung paling teraman di kota Surabaya.

Motor Vario125 cc warna Orange tahun 2012, nopol L 4931 SN yang raib itu milik Yuliati, ini ketika raib sedang di parkir di depan rumah Bulaksari Gg. Lebar No. 17 A, RT 09 RW 06 Kel Wonokusumo Kec Semampir Surabaya Jam 07.00 WIB digondol maling saat lebaran hari kedua, Kamis (11/4/2024).

Akibat hilangnya motor itu, Arya suami Yuliati, langsung melaporkan on air ke Radio Suara Surabaya. “Motor di parkir di depan rumah pukul 07.00 WIB diketahui sudah hilang,” kata Arya, kepada pawartajatim.com, Kamis (11/4) pagi.

Anehnya, Kampung Bulaksari tercatat sebagai kampung yang sarat dengan prestasi tingkat Kota Surabaya. Diantaranya, juara Lomba Cipta Kampung Aman (LCKA) gelaran Polda Jawa Timur bersama media cetak nasional Jawa Pos.

Ketua RW 6 Bulaksari Moh Afdal, mengatakan, selama ini Kampung Bulaksari menjalin hubungan baik dengan semua instansi Kota Surabaya. Termasuk dengan Polsek Semampir dan Polres Tanjung Perak. “Semoga segera bisa ditemukan dan Bulaksari kembali aman,” kata Afdal. (bw)

Dari Ludah Turun ke Hati, (Sebuah Refleksi di Hari Idul Fitri)

0

Oleh : Nanang Sutrisno (wartawan pawartajatim.com)

Beberapa hari menjelang berakhirnya bulan Ramadhan 1445 H, jagad maya dihebohkan oleh sebuah kejadian viral tentang perilaku seorang anak manusia bernama Arie Febriant yang dianggap mengusik nilai-nilai kelayakan dan kepatutan.

Kejadian bermula pada suatu sore 5 April 2024, di Jalan Masjid Fahrul Fallah, Petukangan Utara, Pesanggrahan Jakarta Selatan. Saat itu Arie Febriant, hendak membeli gorengan untuk takjil buka puasa.

Dia turun dari mobil HRV-nya menuju ke penjual gorengan. Namun, karena dia berpikir hanya sebentar saja, maka mobil di parkir begitu saja. Dan ternyata benar mobilnya tersebut mengganggu pengguna jalan yang lain.

Tentu saja banyak pengendara yang komplain, termasuk Mila. Perempuan itu sudah mengingatkan Arie. Tetapi laki-laki itu malah tidak terima saat diingatkan. Marah, bahkan meludah ke arah Mila. Urusan ludah meludah ini akhirnya menjadi viral dan memancing kekesalan nitizen di jagad maya.

Hati mereka terasa mendidih menyaksikan lelakon yang tak pantas dan jauh dari rasa kemanusiaan ini. Kejadian ini, mengingatkan kita kepada peristiwa beberapa tahun yang lalu. Dimana di dalam sebuah kelas, seorang guru mengingatkan seorang muridnya karena mengganggu proses belajar mengajar.

Namun si murid tidak terima dan meludah ke tanah tanda tidak terima diingatkan oleh sang guru. Memang ludah itu jatuh ke tanah, tidak ke wajah. Namun tembus ke hati dan merobek-robek perasaan sebagai seorang pengajar, juga seorang manusia.

Singkat kata, kejadian viral ini memancing keingintahuan nitizen tentang sosok Arie Febriant. Ternyata, pria ini adalah lulusan Teknik Industri Universitas Indonesia Tahun 2008, yang bekerja sebagai Asisten Manager Oil Domestik Suplai di PT Pertamina dengan gaji dan tunjangan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 48 juta per-bulan.

Akhirnya Arie Febriant, atas celaan dan desakan yang bertubi-tubi dari nitizen, membuat video permintaan maaf. Dan PT Pertamina tempatnya bekerja mengumumkan skorsing untuk mempermudah pemeriksaan atas pelanggaran perilaku dan etika yang diperbuat oleh stafnya itu.

Sesungguhnya kisah Arie adalah juga kisah kita. Karena sebagai manusia biasa terkadang kita juga sering parkir sembarangan. Sering tidak terima saat diingatkan. Sering merasa diri kita adalah pejabat, orang penting, orang kaya yang banyak harta.

Sehingga perasaan superior selalu ditonjolkan. Kejadian kontroversial di penghujung Ramadhan ini, mestinya tidak perlu terjadi, jika semua manusia bisa menahan diri. Seperti hakikat tujuan puasa, yaitu menahan diri tidak makan minum serta hawa nafsu yang ada.

Beruntunglah, setelah melewati Ramadhan yang penuh maghfirah atau pengampunan, Allah SWT juga menghadirkan Idul Fitri yang merupakan momentum terbaik untuk saling bermaaf-maafan kepada sesama.

Sesungguhnya, kita adalah manusia yang permisif dan pelupa. Banyak kejadian yang menyakitkan berhasil kita maafkan dan lupakan. Bahkan, sebagai anak bangsa kita sudah berhasil melewati berbagai peristiwa penting.

Mulai pemberontakan pada awal kemerdekaan, Supersemar, lepasnya Timor Timur, Reformasi, pelanggaran HAM, skandal korupsi, dan berbagai peristiwa penting lainnya.

Memang memaafkan dan melupakan itu berat sekali dilakukan. Namun itu adalah sifat dasar manusia. Dan waktu telah menunjukkan bahwa kita telah berhasil melakukannya serta tampil sebagai pemenang. (*)

Libur Panjang Lebaran, Banyuwangi Suguhkan Beragam Atraksi Budaya

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Berbagai atraksi seni dan budaya disuguhkan Kabupaten Banyuwangi selama libur panjang Lebaran. Salah satunya, barong ider bumi dan seblang Olehsari.

Tradisi Barong ider bumi merupakan ritual tolak balak suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Tradisi sejak tahun 1800-an ini digelar pada hari kedua Idul Fitri. Atau, 2 Syawal.

Ritual diisi dengan berkeliling desa, mengarak barong. Kegiatan diakhiri selamatan desa. Sementara, Seblang Olehsari digelar pada hari ketiga atau kelima Lebaran. Tradisi ini adalah tarian sakral yang dibawakan gadis belia. Ritual Seblang digelar 7 hari.

Atraksi budaya lainnya adalah Sendratari Meras Gandrung pada 13 April, di Taman Gandrung Terakota, Licin. Ini merupakan pementasan kolosal, menggambarkan prosesi perjuangan seorang penari dalam mengatasi tantangan dan ujian agar dapat “diwisuda” menjadi penari Gandrung.

Lalu, tradisi Puter kayun di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri. Kegiatan ini digelar hari ke sepuluh di Bulan Syawal. Atau, Lebaran memasuki sepuluh hari. Puter kayun adalah ritual menepati janji warga Boyolangu pada para leluhur yang berjasa membuka jalan Banyuwangi utara.

Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki delman hias ke Pantai Watudodol. “Libur lebaran menjadi momentum penggerak perekonomian. Selain bersilaturahmi, tentunya para pemudik juga ingin berwisata dengan keluarga.

Maka, Banyuwangi menyiapkan sejumlah atraksi seni yang bisa ditonton, selain destinasi wisata yang bisa dikunjungi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. (udi)

Mengaku Bersalah, Tiga Penyebar Hoaks Suap Izin Battle Sound Kompak Menangis

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) Tiga terduga penyebar hoaks suap izin battle sound di Muncar, Banyuwangi kompak menangis saat diamankan di Polresta Banyuwangi, Selasa (9/4/2024). Bahkan, ketiganya merengek meminta pengampunan ke Kapolresta dengan bersujud. Mereka mengaku menyesal.

Ketiganya menangis saat digiring personel Polresta di hadapan para wartawan. Mereka langsung bersujud ke Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono ketika diminta Lebaran di Polresta.

“Kami menyesal dan mengaku bersalah. Kami mohon ampunan dan bisa segera pulang,” kata HM (21), salah satu terduga pelaku. Sambil terus menangis, dua terduga pelaku lainnya, MAF (21) dan MBS (20), ikut-ikutan meminta pengampunan.

Ketiganya juga membuat surat pernyataan bersalah. Dan, tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Termasuk, siap diproses hukum. Kepada polisi, ketiga terduga pelaku berdalih hanya ikut-ikutan membuat kabar hoaks di akun tiktok masing-masing.

Awalnya, HM mengambil tangkapan layar di status medsos MAF. Lalu, disebarkan di akunnya sendiri. Pun dengan MBS. Pemuda ini juga ikut-ikutan menyebarkan berita hoaks terkait suap izin battle sound itu.

Aksi itu dilakukan lantaran sakit hati ajang battle sound batal digelar. Ketiganya adalah penggemar berat battle sound. Sedangkan, HM adalah salah satu kru dari rombongan battle sound.

“Ketiga terduga pelaku diamankan di rumah masing-masing dengan barang bukti HP,” tegas Kapolresta. Menurutnya, tindakan tegas terhadap penyebar hoaks ini menjadi pembelajaran warga. Artinya, warga harus berhati-hati menggunakan medsos.

“Sekarang ini, jarimu harimaumu. Jadi, harus hati-hati menggunakan medsos,” tegasnya. Sebelumnya, viral di jagat maya terkait fitnah ke Polresta Banyuwangi. Isinya, terkait suap izin battle sound ke polisi senilai Rp170 juta.

Namun, izin tetap dipersulit.  Lalu, setelah ada bos sound yang membayar Rp 200 juta, izin dikeluarkan oleh polisi. Hanya hitungan jam, tiga terduga pelaku berhasil diamankan. Dua berasal dari Blitar, satu lagi asal Muncar, Banyuwangi. (udi)

Tiga Penyebar Hoaks Suap Izin Battle Sound Diamankan Polresta Banyuwangi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Tak butuh waktu lama bagi Polresta Banyuwangi menemukan penyebar kabar bohong atau hoaks terkait suap izin battle sound di Muncar, Banyuwangi. Tiga terduga pelaku berhasil diamankan, Selasa (9/4/2024). Ketiganya adalah pemilik akun media sosial (medsos) yang viral.

Mereka masing-masing berinisial HM (21) dan MAF (21), asal Blitar, serta MBS (20), warga Muncar, Banyuwangi. Ketiganya diamankan terpisah setelah statusnya di medsos menggegerkan jagat maya.

Mereka membuat status terkait pembayaran izin battle sound ke polisi senilai Rp170 juta. Namun, izin dipersulit.  Lalu, setelah ada bos yang membayar Rp 200 juta, izin dikeluarkan oleh polisi.

“Kabar hoaks itu disebarkan di akun tiktok, Minggu (7/4/2024) siang. Akhirnya, kami terjunkan tim dan terduga pelaku berhasil diamankan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga terduga pelaku diamankan di Polresta Banyuwangi. Dari mereka disita tiga buah telepon selular (ponsel). Ketiganya terancam pasal 283 ayat (3) Undang – undang Transaksi Elektronik.

“Ancamannya 6 tahun penjara. Namun, yang bersangkutan sudah menyampaikan permohonan maaf,” tegas Kapolresta. Terkait aksi battle sound di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kapolresta memastikan tetap memberi tindakan tegas.

Sebab, hal itu berdasarkan surat edaran Kapolda hingga Bupati Banyuwangi. Pun juga dengan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi. “Kami sudah arahkan untuk pulang sound dengan kekuatan berlebihan. Kalau takbir keliling tetap diperbolehkan dengan sound yang sewajarnya,” tegas perwira asal Bojonegoro tersebut. (udi)

Grand Mercure Malang Mirama Gelar Aksi Peduli Yatim Piatu di Akhir Ramadhan

0

Malang, (pawartajatim.com) – Sinergisitas Grand Mercure Malang Mirama untuk 1.000 yatim piatu. Bulan Suci Ramadhan memang sebentar lagi usai, namun semangat untuk berbagi dari Grand Mercure Malang Mirama masih belum redup.

Hotel ini kembali mengadakan kegiatan sosial bekerjasama dengan Ikatan Alumni Widyagama Malang (IKAWIGA) dan BRI Peduli. Mereka menggelar acara bertajuk buka puasa dan santunan bersama 1.000 anak yatim, kaum dhuafa dan pekerja sosial digelar di Grand Ballroom Mirama Sabtu (6/4).

Tampak hadir dalam acara tersebut beberapa tamu penting, antara  lain Wakil Bupati Malang, Drs. H Didik Gatot Subroto, SH., MH. H. Ketua IKAWIGA, Moh. Supriyadi, ST., MT.  Manager BRI Malang, Shinta, Ketua Pelaksana, Dr. H. Zahir Rusyad, MH., CLA, Sekjen IKAWIGA, Zulkarnain, SH., MH, dan Dr. Hj. Ana Sopanah, SE, M.Si, Ak., CA., CMA selaku Bendahara IKAWIGA dan juga para tamu penting lainnya dari jajaran Universitas Widyagama.

Acara ini merupakan  acara sosial perdana, hasil kolaborasi Grand Mercure Malang Mirama, IKAWIGA dan BRI Peduli. Shinta mengungkapkan, acara ini sebagai bentuk apresiasi BRI terhadap Masyarakat. bahkan acara ini sebagai rasa tanggung jawab dan komitmen dari BRI.

General Manager/GM Grand Mercure Malang Mirama, Sugito Adhi, menjelaskan, acara ini merupakan kali kedua kegiatan sosial yang dilakukan pada momen bulan ramadhan. “Ini adalah momen gathering yang membuat kami semua semangat bertemu satu sama lain. Mengingat ini kali kedua kami dalam momentum buka bersama 1.000 anak yatim dan dhuafa di bulan suci ramadhan sebelum menjelang momen lebaran,” kata Sugito Adhi, kepada pawartajatim.com

Suasana kegiatan buka puasa bersama di Grand Mercure Malang Mirama. (foto/ist)

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Dr. H. Zahir Rusyad, MH., CLA, mengucapkan terimakasih kepada BRI, IKAWIGA, dan Grand Mercure Malang Mirama, yang telah mendukung penuh kegiatan ini.

Sementara, Ketua IKAWIGA, H. Moh Supriyadi, ST., MT., menyampaikan, terimakasih kepada BRI, Grand Mercure Malang Mirama,yang telah mendukung penuh kegiatan ini semoga semakin jaya selalu.

“Tak ketinggalan untuk alumni Widyagama Malang tetap kompak dan jaya selalu” ujar H. Moh Supriyadi, ST., MT. Tampak suasana riang gembira dari wajah anak-anak yang hadir dalam acara tersebut.

Mereka bersemangat untuk bertemu dengan teman satu sama lain. Canda dan tawa dari anak-anak tersebut memenuhi Grand Ballroom yang ada di Grand Mercure Malang Mirama. (nanang)

Enaknya Menu Kikil dan Kepala Ikan di Surabaya Suites Hotel

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya Suites Hotel/Susuhot di Jalan Plaza Boulevard memiliki menu terkenal yang bernama Nasi Goreng Jancuk. Makanan berbahan dasar beras yang memiliki cita rasa pedas sekali ini sudah lama menjadi icon hotel ini. Pokoknya, bila orang ingat Susuhot, pasti teringat Nasi Goreng Jancuk atau JK.

Saat ini di Surabaya Suites Hotel, tidak hanya ada menu Nasi Goreng JK, tetapi sudah ada menu lainnya. Yaitu, Gule Kokot atau Kikil Sapi, Kesrut Kepala Ikan, Rahang Ikan Tuna, Mie Tronyok, dan Mie Jemblung.

Karena menu makanan ini berukuran jumbo, dapat dimakan bersama banyak orang. Termasuk Kokot, walaupun hanya satu biji tetapi ukurannya besar. Sehingga bisa dinikmati empat orang. Sumsum-nya biasanya jadi rebutan. Sehingga membuat suasana lebih hangat dan guyub.

Menu tisrut endas iwak. (foto/nanang)

Menu Kokot Sapi di hotel yang terletak di depan WTC ini rasanya empuk, enak sekali. Ini karena proses pengerjaan yang lama. Sehingga harus telaten. Kaki sapi dibakar dan dihilangkan bulu halusnya.

Kemudian dicuci bersih, direbus selama tiga jam. Terus dibumbui dengan rempah-rempah dengan jumlah dan ragam yang banyak jumlahnya. “Kalau kepala ikan ukuran nya juga besar. Beratnya 1,3 kilogram,” kata Executive Chef Surabaya Suites Hotel, Danang Lukita, kepada pawartajatim.com Senin (8/4/2024).

Sesudah menikmati Kesrut Kepala Ikan, Kokot Sapi, Rahang Ikan Tuna, bisa mencoba Mie Tronyok yang bercitarasa pedas atau Mie Jemblung yang tidak pedas. Untuk tamu yang ingin minum, sudah tersedia minuman bernama Citrus yang rasanya segar.

Dibuat dari air, sirup, soda dan lemon. Disajikan dalam wadah ceret. Minuman ini bisa mengimbangi makanan yang mengandung banyak santan. Harga menu makanan ini terbilang murah.

Menu kokot sapi. (foto/nanang)

Nasi Goreng JK hanya Rp 315.000, Kesrut Kepala Ikan Rp 195.000, Rahang Tuna Rp 180.000, Mie Tronyok Rp 215.000, dan Mie Jemblung Rp 308.000. “Untuk tamu yang bisa menghabiskan paket menu Mangan Gerudukan sendirian dalam waktu 20 menit tidak perlu membayar,” jelas Chef Danang.

Mangan Gerudukan mulai dibuka 20 April sampai 31 Mei 2024 bertepatan hari ulang tahun Surabaya. “Tamu yang datang akan mendapatkan kupon undian berhadiah arloji,” tambah Danang. (nanang)

Terkait Sound Horek, Polresta Banyuwangi Difitnah Terima Suap Izin

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Larangan pesta sound atau sound horek di Muncar, Banyuwangi membuat Polresta Banyuwangi diterpa isu miring. Muncul fitnah di media sosial (medsos), korps Bhayangkara itu menerima suap terkait perizinan kegiatan itu.

Kabar suap ke Polresta ini ramai di jejaring medsos, Minggu (7/4/2024). Isinya, memojokkan Polresta. Bahkan, terang-terangan menyebarkan informasi bohong jika polisi menerima suap untuk mengizinkan pesta sound.

Terkait kabar liar ini, Polresta Banyuwangi langsung bergerak memburu pemilik akun medsos tersebut. Termasuk, sejumlah medsos yang ikut menyebarkan informasi bohong itu.

“Langsung kita telusuri. Akan dintindak tegas. Karena ini informasi bohong dan mencemarkan institusi Polri,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Nanang Haryono. Padahal, larangan takbir keliling dengan sound horek didasarkan Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi No. 501 tahun 2024, tanggal 5 April kemarin.

Isinya, mengatur penyelenggaraan kegiatan masyarakat menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah. Dalam SE itu salah satunya berisi larangan penggunaan sound horek atau battle sound diiringi joget pargoy untuk takbir keliling.

Sebab, menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Lalu, kegiatan takbir diimbau digelar di masjid, mushala atau lapangan. Larangan yang dikeluarkan Pemkab ini hasil rakor bersama lintas Lembaga terkait. Seperti, Forkompimda, MUI dan jajaran kepala desa. (udi)