Sekar Tanjung Gresik Wakili Lomba Kampung Tingkat Provinsi

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Kampung Keluarga Berkualitas/KB Sekar Tanjung Desa Tanjungan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik akan maju pada lomba Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Timur. Mengingat kampung ini memiliki sejumlah keunggulan dan inovasi dalam upaya pencegahan Stunting (kondisi perkembangan yg kurang baik) anak.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati menjelaskan perihal keberadaan desa berprestasi itu di Gresik, Selasa (28/2).

Titik Ernawati, mengatakan, penentuan tersebut berdasarkan penilaian secara lengkap oleh para penyuluh KB setempat. Terakhir pada Senin kemarin Tim monitoring dan evaluasi Dinas KBPPPA Gresik yang dikomandani oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pengendalian Penduduk Mohammad Mukhlis memantau langsung keberadaan kampung KB tersebut.

“Kampung KB Sekar Tanjung sangat layak untuk mewakili Gresik. Berbagai inovasi para kader serta warga setempat sangat mendukung program Pemerintah dalam pencegahan stunting. Warga setempat mengoptimalkan IT terutama medsos untuk kegiatan pencegahan stunting ini. Ada grup WA Cetingan Selebriti atau cegah stunting dan keselamatan ibu Hamil Resiko Tinggi,” kata Tutik.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak/KBPPPA Gresik dr. Titik Ernawati memberi apresiasi pada desa yang berupaya menekan angka penderita Stunting. (foto/dra)

Sejumlah bukti seperti jumlah bayi stunting di desa tersebut pada 3 tahun yang lalu sebanyak 45, dalam setahun menjadi 12 dan setahun kemudian menjadi 5. Saat ini fokus untuk menghilangkan angka stunting menjadi zero stunting.

Beberapa hal lain yang membuat dr Titik ‘kepincut’ untuk merekomendasikan kampung KB di Driyorejo ini yaitu adanya kepedulian Kepala Desa Tanjungan, Nanang Sumantri yang mengalokasikan Rp 10 juta setiap tahun dana desa untuk program kampung KB.

Selain itu, Kades Nanang Sumantri juga mengupayakan tambahan dari dana corporate social responbility (CSR) dari beberapa perusahaan yang ada di wilayah setempat. Dari dana tersebut oleh para kader Kampung KB dipakai untuk membiayai Dapur Sehat Atasi Dtunting (Dashat). Langkah ini semacam pemberian makanan bergizi kepada para bayi yang ada di desa tersebut.

Dokter Titik berharap, hal yang sudah dicapai  Kampung KB Sekar Tanjung ini bisa diduplikasi oleh Kampung KB yang lain. “Kami tahu masih banyak Kampung KB yang ada di Kabupaten Gresik yang berkategori baik atau paripurna. Dari 166 kampung KB ada 21 Kampung KB yang berkategori paripurna,’’ pungkasnya.

Diantara kampung KB yang Paripurna itu saya melihat Kampung KB Rukun Guyub Desa Bunderan Sudayu dan Kampung KB Terajana Desa Tanjangawan Kecamatan Ujungpangkah juga masuk nominasi. (dra)

Satu Keluarga di Banyuwangi Luka-luka Akibat Ledakan Gas Elpiji

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Tragis menimpa satu keluarga di Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Gara-gara gas elpiji meledak, empat anggota keluarga mengalami luka-luka, Selasa (28/2/2023). Seluruhnya dirawat di rumsah sakit.

Keempat korban masing-masing, Suryono, sang istri Koyimah dan dua anaknya, Ibnu dan Fian. Seluruhnya mengalami luka bakar serius. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul, 01.30 WIB. Kala itu, Suryono bersama istri bersiap memasak di dapur. Mereka adalah penjual lauk pauk di kampung. Nahas, begitu menyalakan kompor, tabung gas 3 kilogram itu bocor. Suryono membawa tabung gas itu ke kamar mandi, lalu mengganti dengan gas lainnya.

Saat menyalakan kompor, Suryono menyulutnya dengan korek api. Percikan api ini menyambar tabun gas yang bocor, lalu meledak. Api juga menyambar tirai rumah, lalu terbakar. Api membakar Suryono dan istrinya. Termasuk, kedua anaknya yang berlari ke dapur.

Warga yang melihat kejadian ini berhamburan memberikan pertolongan. Keempat korban didapati warga sudah terluka akibat semburan api. Rata-rata menderita luka bakar sekitar 30 persen.  “ Lukanya cukup serius. Seluruhnya dirawat di RSUD Genteng,” kata Rizky Fauzi, salah satu warga di lokasi kejadian.

Sembari menolong korban, warga juga memadamkan api yang melalap rumah. Amukan api berhasil dipadamkan dengan peralatan seadanya. Namun, sejumlah perabot rumah korban sudah terbakar. “ Kami sudah lakukan olah TKP. Dugaan sementara, kejadian ini dipicu selang gas yang bocor,” kata Kapolsek Srono AKP Junaidi. (udi)

BKKBN Jatim Getol Turunkan Stunting di Jember

0

Jember, (pawartajatim.com) – Tingginya angka stunting, angka kematian ibu dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember menarik perhatian Perwakilan BKKBN Jawa Timur/Jatim. Untuk mempercepat penurunan stunting di Jember, Perwakilan BKKBN Jatim menggandeng Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Prof Dr Sri Sumarmi, S.KM., M.Si untuk melibatkan Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Tak hanya gandeng Universitas, BKKBN Jatim juga jalin komunikasi yang intensif dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Jember yang diketuai oleh Wakil Bupati Jember, KH. Balya Firjaun Barlaman.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Maria Ernawati, menjelaskan berdasarkan UU 52 Tahun 2009 yang mengamanatkan dua hal yaitu penduduk tumbuh seimbang dan mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas.

Dalam menjalankan amanah membutuhkan kerja keras dalam mewujudkan, BKKBN tidak bisa kerja sendiri karena terbatas SDM. ‘’Kami membutuhkan banyak pihak bisa melaksanakan, membantu, mensupport dalam mewujudkan amanah itu,” kata Maria Ernawati dalam kegiatan FGD (Forum Group Discussion) tentang pencegahan Stunting di Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember dan di Kantor Bupati Jember, Senin (27/2).

Erna menambahkan, Indonesia masih memiliki permasalahan stunting dengan angka prevalensi yang masih tinggi.  Tahun 2022 Stunting Nasional 22,6 persen, WHO mensyaratkan Stunting dibawah 20 persen. Sedang untuk Jawa Timur, angka prevalensi stunting di angka 19,2 persen.

Untuk di UIN Khas Jember, Erna berharap Fakultas Dakwah yang sudah menjalin kerjasama dengan BKKBN Jatim diharapkan bisa ditingkatkan. Sedang untuk TPPS Jember, diharapkan Pemerintah Jember bisa menggunakan data by name by addres untuk mengetahui data keluarga stunting ataupun keluarga berisiko stunting.

Sehingga program percepatan penurunan stunting bisa tepat sasaran. “Sesuai hasil SSGI 2022, angka prevalensi Stunting di Kabupaten Jember naik 11 poin yang menjadikan Kabupaten Jember sebagai Kabupaten dengan angka prevalensi stunting 35.9 persen, tertinggi stunting di Jatim, juga angka kematian ibu tinggi serta kemiskinan ekstrim tinggi, ” ujarnya.

Untuk UIN KHAS Jember, sambung Erna, adanya konsorsium perguruan tinggi diharapkan bisa bergabung dengan program KKN Tematik. Sedangkan untuk TPPS Kabupaten Jember, diharapkan bisa menggandeng pihak swasta untuk bersama-sama melakukan program percepatan penurunan stunting.

Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si. menjelaskan Konsorsium Perguruan Tinggi memiliki anggota sebanyak 20 Perguruan tinggi di Jawa Timur. Dalam pendampingan perlu dana, BKKBN tidak bisa menyerahkan anggaran langsung ke Universitas.

Namun, ada solusi untuk itu, yakni mengikuti matching fun (dana padanan) dirilis kementerian pendidikan melalui Dikti, semula untuk hilirisasi penelitian guna mendukung industri. Perguruan Tinggi mendampingi pelaksanaan program BKKBN di masyarakat menggunakan dana matching dari Dikti sehingga ada skema pemberdayaan masyarakat.

‘’Matching fun insan Perguruan Tinggi dibawah Dikti. Diluar Dikti kita payungi dengan SK Rektor Unair sebagai penanggung jawab ada legal formal sebagai dasar menurunkan anggaran,” terangnya.

“Dalam kerjasama, KKN tematik bisa disupport anggaran dalam penurunan stunting. Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan yakni kegiatan kampanye KB Pasca Persalinan, layanan terpadu pra nikah, dan pemberian suplemen,” papar Prof Sumarmi.

Dekan Fakultas Dakwah UIN Khas Jember, Prof Dr Ahidul Asror, M.Ag, mengatakan, ada program studi penyuluhan masyarakat, terkait penurunan stunting, kenakalan remaja, pernikahan dini tema tidak asing bagi mahasiswa UIN.

“Fakultas Dakwah kita kembangkan, lulusan kami cetak ada konselor pendamping masyarakat yang menyelesaikan permasalahan masyarakat. Visi pembelajaran yang kami kerjakan humanistik, betul-betul pembelajaran output pendidikan yang menyelesaikan persoalan

masyarakat, terkait penurunan stunting, kenakalan remaja, pernikahan dini tema tidak asing bagi mahasiswa UIN. Fakultas dakwah kita kembangkan, lulusan kami cetak ada konselor pendamping masyarakat yang menyelesaikan permasalahan masyarakat.

‘’Visi pembelajaran yang kami kerjakan humanistik, betul betul pembelajaran output pendidikan yang menyelesaikan persoalan masyarakat menjunjung tinggi marbatat manusia, untuk itu Stunting kita perhatikan,” ujar Ahidul Asror.

Ia menerangkan pernikahan dini pengaruhi kualitas SDM, ekonomi dan persoalan sosial yang harus diperhatikan bersama. Pihaknya bersyukur kedatangan BKKBN Jatim, menjadi visi dan giat bersama, semua bersinergi termasuk Perguruan Tinggi yang mencetak SDM dan sangat berkaitan dengan permasalahan Stunting, Ketahanan keluarga yakni keluarga sakinah.

‘’Peningkatan kapasitas SDM kami perlu dilatih, pelatihan pada dosen semakin memperkuat kerja yang kita inginkan,” terangnya. Wakil Bupati Jember, KH Balya Firjaun Barlaman, mengatakan, terimakasih kepada BKKBN Jatim dan Prof Mamik terkait intervensi penurunan stunting dari hulu. Dari informasi dan masukan tersebut akan menjadi bahan untuk program TPPS di Jember.

“Kami harapkan pertemuan ini bisa menjadi solusi dari akar permasalahan sehingga bisa mendapatkan treatment yang tepat,” tutur Gus Firjaun. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, dr Koeshar Yudyarto mengatakan Hasil dari SSGI 2022 menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki. Tahun 2023 sudah dilakukan penimbangan bayi dan sudah dilakukan pendataan dan pemetaan daerah lokus stunting.

Kabupaten Jember juga melakukan program pendewasaan usia menikah dan kesehatan calon ibu. Secara konvergensi akan dilakukan untuk semua program tersebut. Adanya perbedaan data stunting dari pendataan internal Jember dengan data SSGI. Hal ini menjadi evaluasi Pemkab.

‘’Jember karena dulu penimbangan dan pengukuran dilakukan oleh kader, sedangkan tahun ini dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas,” jelasnya. Setelah pemetaan lokus, ungkapnya, Pemkab Jember akan melakukan program penambahan asupan gizi dengan bantuan daging baik daging ayam maupun daging sapi.

Begitu pula dengan tambahan vitamin akan dikaji ulang karena di Kabupaten Jember banyak obat dan vitamin yang kadaluwarsa dan akan dimusnahkan dengan membutuhkan dana kurang lebih Rp 7 milliar. “Vitamin tersebut didropping dari Pemerintah Pusat dengan waktu kadaluwarsa yang memang sudah mendekati masa kadaluwarsa, ditambah dengan Pandemi Covid-19 yang vitamin tersebut tidak terserap maksimal, ” jelasnya.

Kepala DP3AKB Kabupaten Jember, Suprihandoko menjelaskan saat ini pihaknya sedang melakukan TOT 80 kader yang akan mensosialisasikan untuk remaja perihal pendewasaan usia pernikahan, tentang kehamilan, pola asuh sebagai upaya pencegahan stunting. Sebanyak 700 remaja di Kabupaten Jember yang akan mendapatkan pendampingan dengan mendapatkan Nomor ID masing-masing.

“Kami akan melihat datanya dari 700 remaja ini, pada dua tiga tahun mendatang, apakah ini ada perubahan perilaku apa tidak. Edukasi sangatlah penting, terutama pada remaja akan pentingnya edukasi perihal pernikahan. Sebab jumlah janda atau perceraian di Jember sangat tinggi, “urainya.

Forum Group Discussion (FGD) tentang pencegahan Stunting juga dihadiri oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Jatim, Nyigit Wudi Amini, S.Sos, M.Sc., Ketua Tim Dalduk, Uni Hidayati, ST, MM. dan Kepala Balai Diklat KKB, Jember Ronald Stefen Rigo, SE, MM. (bw)

Pegadaian Ramaikan Festival Panggung Rakyat BUMN di Parapat

0

Tapanuli Selatan, (pawartajatim.com) –  PT Pegadaian bersama sejumlah perusahaan BUMN lainnya, menggelar Festival Panggung Rakyat BUMN, yang bertujuan untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat sekitar Danau Toba. Acara yang digelar di Terminal Sosor Saba Parapat, Tapanuli Selatan Sumatera Utara Sabtu (25/2) merupakan rangkaian kegiatan dari F1H20 sekaligus untuk menyemarakan HUT ke-25 Kementerian BUMN.

Festival Panggung Rakyat BUMN dihadiri Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, Komisaris Utama PT Pegadaian Loto Srinaita Ginting, para Pemimpin Perusahaan berdarah Batak dari beberapa perusahaan BUMN lainnya.

Tak hanya itu, acara ini juga melibatkan budayawan lokal dan pelaku UMKM yang ada di Parapat dan sekitarnya. Arya Sinulingga mengatakan, selain untuk menghibur masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kearifan lokal budaya Indonesia.

Selain itu, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar serta memperkenalkan aktivitas dan transformasi BUMN. Sehingga membangun awareness masyarakat terhadap BUMN. Sejalan dengan arahan pak Menteri Erick Thohir, BUMN siap mewujudkan masyarakat makmur.

‘’Kami menggelar acara di Parapat bukan tanpa alasan, tapi kami ingin membantu membangkitkan ekonomi dan UMKM khususnya di Parapat. Jadi kami buat rangkaian kegiatan disini, mulai dari F1H20 hingga panggung rakyat hari ini,” jelas Arya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pegadaian Loto Srinaita Ginting, mengaku, senang dan mengapresiasi inisiasi Kementerian BUMN yang telah menggerakkan para perusahaan BUMN untuk turun mendekat ke masyarakat. Loto berharap, kegiatan ini dapat membantu para pelaku UMKM di daerah kembali bergeliat dan membantu memutar kembali ekonomi di daerah tersebut.

“Festival Rakyat BUMN memberi kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas. Selain itu, ragam aktivitas yang tersedia disini mulai dari panggung hiburan sampai pasar rakyat akan membuat masyarakat terhibur. Satu yang perlu diingat bahwa BUMN hadir untuk rakyat,” ujar Loto. (red)

PKB Gresik Gelar Uji Kelayakan Bakal Caleg

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa/PKB Kabupaten Gresik mengelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) terhadap puluhan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg). Para bakal calon ini akan maju dalam Pemiilihan Legislatif (Pileg) di Kota Pudak 2024.

Ketua DPC PKB Kabupaten Gresik Muchammad Abdul Qodir mengatakan tujuan dari pelaksanaan UKK ini untuk mengetahui kemampuan  para Bacaleg. Serta untuk menjajagi potensi yang dimiliki  para bacaleg yang akan diusung.

“UKK ini untuk memastikan bahwasannya Bacaleg yang terpilih dalam Pemilu 2024 nantinya saat menjadi anggota legislatif bisa memiliki gagasan atau ide yang tertuju kepada kepentingan rakyat dan bukan hanya sekedar duduk manis saja di gedung parlemen,” kata Ketua DPC PKB Gresik, M Abdul Qodir, usai pembukaan Uji Kelayakan di kabupaten setempat, Minggu (26/2).

Qodir menambahkan, ada sekitar 70 orang yang telah mendaftarkan diri sebagai Bacaleg. Baik yang daftar melalui aplikasi online maupun datang  langsung ke Kantor DPC PKB Gresik.

Suasana pembukaan kegiatan Uji Kelayakan dan Kepatutan/UKK bakal Caleg yang diselenggarakan DPC PKB Kab. Gresik. (foto/dra)

“Sistem pendaftaran bacaleg yang kita lakukan ada dua metode, manual atau mendaftar langsung ke Kantor DPC dan juga online,” tuturnya. Dari 70 lebih bacaleg yang telah mendaftar, tentunya akan diseleksi secara bertahap melalui UKK ini.

Baik itu bacaleg incumbent (petahana) maupun newcommers (pendatang baru) untuk memastikan kualitas dan kuantitasnya. Menjawab terkait target perolehan kursi parlemen pada Pemilu 2024, politisi asal Gresik Selatan ini menegaskan pihaknya memasang target realistis tidak bermuluk-muluk.

“Target kita realistis saja, dari 13 kursi menjadi 16 kursi. Hitungan ini, berdasarkan basis massa riil PKB yang tersebar di wilayah Kabupaten Gresik. Karena PKB partainya orang NU, kami optimis target ini bisa tercapai dengan maksimal,” pungkasnya.

Waktu UKK ini dibagi dalam 2 tahap, Tahap pertama dilakukan pada hari Minggu dan tahap berikutnya pada Senin (27/2) besok. Dan terdapat 16 penguji yang akan melaksanakan kegiatan ini diantaranya Moh Qosim, KH Ilman Zuhri, Ir Ahmad Nadzir. (dra)

Seminggu Hasilkan 2000 Liter Susu, Begini Keunikan Peternak Kambing di Lereng Raung

0

Banyuwangi (pawartajatim.com)-  Berada di lereng Gung Raung, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi memiliki potensi alam melimpah. Kondisi ini dimanfaatkan warga mengembangkan peternakan kambing perah etawa. Seminggu, peternakan ini mampu menghasilan 2000 liter susu kambing.

 Meski baru berdiri tahun 2018, kelompok ternak kaming perah ini memiliki anggota cukup banyak. Sedikitnya 15 peternak bergabung. Total kambingnya mencapai 100 ekor. Rata-rata, satu ekor kambing bisa menghasilkan minimal 1 -2 liter susu per hari. “ Kambing kami seluruhnya produktif. Sehingga, produksi susunya sangat melimpah,” kata Hanif, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) ternak kambing di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Minggu (26/2/2023).

Produksi susu etawa ini dikirim ke salah satu pabrik ternama. Peternakan ini menggunakan sistem berjaring di berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Dari peternak, harga susu kambing dihargai Rp15.000 per liter.  “ Jadi, kami ini peternakan berjaring yang bekerjasama dengan pabrik,” jelasnya.

Masa perah susu kambing ini dimulai ketika berusia 2 tahun. Lalu, masa perah produktif sekitar 1 tahun. Selama diambil susunya, seluruh ternak diberikan nutrisi pakan yang terjaga. Selain pakan hijauan, juga nutrisi tambahan. Hal ini untuk menjaga kualitas susu yang baik. Dari peternakan ini, bisa mendongkrak perekonomian warga.

Setelah kambing melewati masa produktif, daging kambing dimanfaatkan untuk konsumsi atau hewan kurban. Hasil pendapatan kelompok ternak ini juga mampu membantu warga kurang mampu di sekitarnya.

Peternakan kambing perah ini tak hanya menghasilkan susu. Namun, diarahkan menjadi destinasi wisata edukasi. Termasuk, olahan susu. “Saat ini tren wisata edukasi di kebun dan peternakan. Kambing perah ini bisa menjadi wisata edukasi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. (udi)

Surabaya Tingkatkan Akurasi Data Penduduk, Warga yang Pindah Keluar Kota Diminta Melapor

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya berupaya meningkatkan akurasi data penduduknya. Makanya, warga yang sudah pindah keluar kota tapi masih tercatat warga Surabaya diminta segera melaporkan ke kelurahan atau kecamatan setempat.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan setelah memperhatikan Surat Menteri Dalam Negeri nomor 470/7256/SJ tanggal 27 Desember 2021 tentang Pindah Datang Penduduk, maka diminta agar ketentuan Undang-undang nomor 23 tahun 2006 harus dilaksanakan dengan baik.

Hal itu tercantum dalam Pasal 1 ayat (11) dimana peristiwa kependudukan adalah kejadian yang dialami penduduk yang harus dilaporkan karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan/atau surat keterangan kependudukan lainnya meliputi pindah datang, perubahan alamat, serta status tinggal terbatas menjadi tinggal tetap.

“Lalu Pasal 14 ayat (1) dalam hal terjadinya perubahan alamat penduduk, Instansi Pelaksana wajib menyelenggarakan penerbitan perubahan dokumen pendaftaran penduduk. Kemudian, Pasal 15 ayat (1) penduduk warga negara Indonesia yang pindah dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib melapor kepada Instansi Pelaksana di daerah asal untuk mendapatkan Surat Keterangan Pindah,” kata Agus Imam Sonhaji, di Surabaya Sabtu (25/2).

Karena itu, Pemkot Surabaya memandang penting ketentuan tersebut karena sebagaimana diatur juga pada pasal 101 pada huruf b Undang-Undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 24 tahun 2013 yang berbunyi semua instansi wajib menjadikan NIK sebagai dasar dalam menerbitkan dokumen.

Menurut dia, penggunaan NIK yang di dalamnya terdapat informasi nama dan alamat penduduk, sangat tepat untuk menjaga ketepatan sasaran program-program intervensi Pemkot Surabaya, termasuk program bansosnya.

“Bahkan, persoalan ini juga menjadi perhatian Wali Kota Surabaya beserta jajarannya,” tegasnya. Nah, untuk menjamin keakuratan data penduduk tersebut, Pemkot Surabaya melalui jajarannya di kelurahan telah melakukan pengecekan keberadaan data penduduk Surabaya di akhir tahun 2022 melalui aplikasi Cek-in Warga.

Hasilnya, didapatkan data kependudukan bahwa data Penduduk ber-KTP-el Kota Surabaya (de jure), namun secara de facto sudah pindah keluar kota, tetapi belum pernah melaporkan kepindahannya secara administratif.

“Mencermati temuan data tersebut, Pemkot Surabaya memberikan waktu selama 30 hari ke depan sejak 27 Februari nanti kepada penduduk yang dirinya termasuk kategori temuan sudah pindah keluar kota atau tidak diketahui keberadaannya, dengan status alamat tetap di Surabaya untuk melaporkan alamat eksisting domisili,” kata dia.

Agus menjelaskan, laporan tersebut dilakukan melalui layanan administrasi kependudukan di kelurahan atau kecamatan, supaya dibantu diterbitkan Surat Keterangan Pindah (SKP)-WNI dari Dispendukcapil Surabaya ke Dispendukcapil Kota/Kabupaten alamat eksisting domisili.

Apabila penduduk yang data de facto dan de yure nya tidak sesuai tersebut sampai dengan 30 hari ke depan tidak segera melaporkan posisi alamat tempat dirinya yang terkini, maka data kependudukannya akan diajukan ke kemendagri guna ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

“Selanjutnya, Pemkot Surabaya tidak akan menggunakan data penduduk yang diketahui tidak sesuai antara kondisi riel/faktual (de facto) dengan data administratifnya (de yure) ketika menjalankan program-program intervensinya,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan apabila penduduk tersebut ingin meng-klarifikasi keberadaan-nya atau domisili eksisting setelah masa 30 hari ke depan, maka dapat datang ke kantor layanan adminduk di kelurahan atau kecamatan guna dibantu untuk meng-up date alamat terkini melalui proses pindah ke alamat domisili-nya tersebut. “Jadi, silahkan melaporkan sebelum 30 hari ke depan,” pungkasnya. (ko)

Neraca Komoditi dan Pasar Induk, Instrumen Cegah Inflasi Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Surabaya punya langkah jitu dalam mencegah terjadinya inflasi, dan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang ramadan. Diantaranya, menggerakkan pasar induk dan pendataan bahan kebutuhan pokok dengan neraca komoditi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan, pemkot melalui Bagian Perekonomian dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, akan melakukan pendataan bahan kebutuhan pokok untuk dimasukkan ke dalam neraca komoditi.

Dengan adanya neraca komoditi, maka ke depannya akan diketahui, bahan kebutuhan pokok apa saja yang mengalami kenaikan harga. Jadi, sebenarnya kita sudah melakukan pendataan neraca komoditi bahan kebutuhan pokok, yang dibuat oleh PD Pasar Surya dan Bagian Perekonomian.

‘’Dengan neraca komoditi itu, akan tahu mana yang akan naik dalam waktu satu atau dua hari, maka harus ada intervensi dari pemerintah,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (25/2). Dengan neraca komoditi itu, pemkot akan menyiapkan bahan apa saja yang perlu disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan harga.

Misal, pemkot akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, untuk menyiapkan bahan kebutuhan pokok dalam jangka waktu satu bulan atau dalam setahun. “Contohnya cabai, dalam satu tahun butuh 1000 ton, maka saya bisa bilang ke kabupaten/kota penghasil cabai, untuk menyiapkan cabai 1000 ton dalam satu tahun. Atau sebulannya butuh 1-100 ton gitu, maka kabupaten/kota itu akan menyiapkan 1-100 ton tadi,” jelas Wali Kota Eri.

Dengan cara itu, lanjut Wali Kota Eri, secara otomatis kabupaten/kota yang bekerjasama dengan Pemkot Surabaya, akan menyiapkan kebutuhan pokok selama sebulan atau setahun pertama. Sehingga ketika Mei misalnya ada kenaikan harga, itu tidak berpengaruh keharga.

“Maka dari itu, saya minta untuk menyiapkan neraca komoditi. Langkah itu yang akan kita lakukan dan sudah kita hitung jangka panjang,” ujarnya. Kemudian jangka pendek mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang ramadan yang kedua, adalah memperkuat Pasar Induk. Dengan pasar induk, maka inflasi dapat dicegah. Karena seluruh pedagang di Surabaya diminta untuk kulak bahan kebutuhan pokok di pasar induk.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menegaskan, harga bahan kebutuhan pokok harus lebih murah dan berkualitas. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang disahkan DPRD, maka pasar rakyat, pasar kecil dan sebagainya harus berjalan beriringan dengan pasar pasar induk yang ada di Kota Surabaya.

“Karena di dalam pasar induk ini kualitasnya juga harus baik, yang kedua harganya harus lebih murah atau sama dengan harga di tempat kulak. Secara otomatis inflasi bisa dikendalikan,” tegasnya. Lantas bagaimana ketika bahan kebutuhan pokok di pasar induk mengalami kenaikan harga? Cak Eri menambahkan, maka yang harus diintervensi adalah pasar induknya. Misal, kenaikan harga disebabkan bahan bakar minyak (BBM), maka pemerintah akan memberikan intervensi biaya transportasinya.

“Kalau tidak ada ini (pasar induk) ya bubrah (selesai), insya allah Maret ini sudah harus berjalan, pasar pilihan, pasar tradisional dan pasar masyarakat kulaknya di pasar induk,” pungkasnya. (ko)

Pelajar hingga Pejabat Pemkot Surabaya Masuk Sekolah Kebangsaan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, membuka Sekolah Kebangsaan di Lanudal Juanda, pada Selasa (22/2) lalu. Dibukanya Sekolah Kebangsaan tersebut, karena Eri Cahyadi, ingin, karakter anak-anak di Surabaya terbentuk sejak dini.

Wali Kota Eri Cahyadi, menegaskan, anak-anak yang masuk di dalam sekolah kebangsaan bukanlah anak nakal atau yang terjaring razia. “Setiap anak harus memiliki ideologi Pancasila, kalau sudah cinta bangsanya, mereka akan mengerti Pancasila. Kalau sudah mengerti Pancasila, maka akan mengerti guyub rukun, dan gotong royong, serta tolong menolong,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (24/2).

Wali Kota Eri meminta, setiap sekolah di Surabaya baik itu SMP maupun SMA untuk mengikuti Sekolah Kebangsaan. Bahkan, kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun juga diikutkan dalam Sekolah Kebangsaan selama 10 hari.

“Sehingga apa? Kemudian akan muncul lagi rasa guyub rukun di dalam dirinya masing-masing. Jadi bukan hanya karena onok sing tukaran (ada yang berkelahi), kemudian masuk Sekolah Kebangsaan, tidak,” ujar Wali Kota Eri.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya itu mengungkapkan, putranya pun juga bakal diikutkan ke dalam Sekolah Kebangsaan di Lanudal Juanda. “Anakku tak lebokno yoan, kan yo SMA, yo tak masukkan (anak saya juga dimasukkan, kan sudah SMA juga, ya dimasukkan). Semua akan mendapatkan Sekolah Kebangsaan,” ungkapnya.

Wali kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi mengimbau kepada seluruh orang tua siswa SMP-SMA untuk tidak perlu khawatir, ketika anaknya ikut Sekolah Kebangsaan. Menurutnya, sebagai orang tua harusnya bangga ketika anaknya ikut ke dalam Sekolah Kebangsaan.

Setelah lulus dengan bagus, Cak Eri melanjutkan, akan menyematkan pin kepada para siswa SMP-SMA yang ikut Sekolah Kebangsaan. Setelah itu, siswa tersebut akan dijadikan Duta Pemerintah Kota Surabaya.

“Semakin banyak duta itu, ke depannya Surabaya akan memiliki orang-orang yang menjadi pengajar dan penyebar ajaran Pancasila di masing-masing wilayahnya,” ujarnya. Sekali lagi, Cak Eri mengingatkan kepada para orang tua siswa SMP-SMA se-Surabaya, untuk tidak perlu khawatir anaknya ikut Sekolah Kebangsaan.

Adanya Sekolah Kebangsaan, secara tidak langsung akan tertanam rasa tolong menolong, gotong royong, dan toleransi sesuai dengan ideologi Pancasila. “Di dalam Sekolah Kebangsaan mereka diajarkan disiplin, dan ada pembelajaran sesuai dengan ajaran nilai-nilai agama. Jadi jangan salah menilai anak, karena bisa jadi anak pendiam bisa saja berbuat nakal tanpa diketahui,” pungkasnya. (ko)

HUT ke-110 Tahun, Sharp Eco-Bition Gelar Workshop di SMAN 13 Surabaya

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Larangan penggunaan kantong plastik oleh Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya mulai bersambut. Terkai HUT ke-110 tahun, Sharp ingin berkontribusi lebih banyak pada bidang lingkungan, sosial dan tata kelola [Environment, Social & Governance (ESG)].

Dalam kunjungan kegiatan Eco-Bition Road Show di Surabaya, Sharp Indonesia menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR), Sharp Eco-Bition Workshop di SMAN 13 Surabaya. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian perayaan hari jadi Sharp Corporation ke 110 Tahun. Kota Surabaya menjadi kota keempat yang dikunjungi Sharp Eco-Bition Workshop.

Melalui program ini Sharp bertujuan untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan dengan mengajak kaum muda untuk turut serta berpartisipasi secara aktif dalam menjaga bumi.

Mengangkat tema From Love Comes Green, Sharp Indonesia berkolaborasi dengan Kertabumi Recycling Center, mengajak para siswa/i belajar langsung bagaimana cara mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna.

PR & Brand Communication Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, mengatakan, sebelum melakukan praktek daur ulang sampah plastic di SMA N 13 Surabaya, para peserta diajak melakukan operasi semut.

Pandu Setio (kiri), didampingi Henry Santoso (tengah) dan Lazuardi Mulyanto (kanan). (foto/bw)

Yakni, dengan mengumpulkan sampah plastik di lingkungan sekolah untuk menerapkan kebiasaan dan memupuk kesadaran mereka akan gaya hidup hijau. “Kami berharap melalui kegiatan ini, akan meningkatkan kesadaran mereka untuk bijak dalam menggunakan plastik dan membiasakan mereka untuk membuang sampah pada tempatnya, serta  kreatif dalam mengelola sampah,” kata Pandu Setio, didampingi Kacab Sharp Indonesia Surabaya, Henry Santoso dan Kepala sekolah SMAN 13 Surabaya, Drs. Lazuardi Mulyanto, di Surabaya Sabtu (25/2).

Sementara itu, Lazuardi Mulyanto, mengatakan, jika kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa didiknya. ”Kami senang sekali dengan kehadiran PT Sharp Electronics Indonesia di sekolah kami. Kegiatan seperti ini memiliki dampak positif tidak hanya bagi siswa namun juga lingkungan sekolah,” tambah Lazuardi.

Seperti diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, menyebut, komposisi sampah domestik maupun non domestik di Surabaya pada tahun 2021 adalah sebesar 578.169 ton per tahun atau sama dengan 1.585 ton per hari.

Henry Santoso (kiri) dan Drs Lazuardi Mulyanto (kanan). (foto/bw)

Sebanyak 314.003,58 ton (54,31 persen) merupakan sampah organik, sementara 264.168,42 ton (45,69 persen) adalah sampah anorganik yang terdiri dari 109.852,11 ton sampah plastik dan 154.316,31 ton sampah anorganik lainnya.

Melihat besaran jumlah sampah plastik yang dihasilkan pertahunnya, pada tanggal 9 April 2022 lalu, Pemerintah Kota Surabaya secara resmi melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai sebagai wujud nyata dalam mengurangi permasalahan sampah plastik di kota ini.

Pelarangan ini diperkuat dengan di terbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan kantong Plastik di Kota Surabaya. Dalam kesempatan ini Sharp menyerahkan mesin pencacah rumput dan produk elektronik kepada sekolah untuk digunakan sebagai penunjang kegiatan di sekolah.

Pameran Sharp Eco-Bition berlangsung selama lima hari dimulai pada 22 Februari – 26 Februari 2023 bertempat di Fashion Atrium Pakuwon Mal Surabaya. Selain menghadirkan jajaran produk baru, di pameran ini Sharp pun mengajak pengunjung untuk turut melestarikan lingkungan dengan mengumpulkan sampah plastik / kertas / kaleng / botol kaca untuk ditukarkan dengan tas ecobag dari Sharp, untuk mendapatkan tas ecobag dari Sharp pengunjung cukup mendaftar di tautan berikut https://forms.gle/U2Er1k3fUGquazry8, kemudian masukan sampah ke dalam drop box yang telah disediakan, abadikan momen ini lalu posting di feed akun Instagram jangan lupa tag IG @Sharpindonesia dan menulis #Sharpdropbox pada keterangan foto feed.

“Ini adalah bentuk kontribusi kami terhadap lingkungan, semoga dengan kegiatan ini seidkit banyak dapat memberikan dampak postif bagi kota Surabaya,” ujar Kepala cabang Sharp Indonesia Surabaya, Henry Santoso. (bw)