Surabaya, (pawartajatim.com) – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Tanjung Perak kembali mengadakan layanan Eazy Paspor. Pelayanan jemput bola terhadap pemohon paspor besutan Direktorat Jenderal Imigrasi tersebut kali ini menyasar Polrestabes Surabaya.
Bekerjasama dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Pasma Royce, S.I.K., M.H., Imigrasi Tanjung Perak melayani Anggota Kepolisian di lingkungan Polrestabes. Kurang lebih 16 anggota Polri, TNI dan juga ASN mengikuti proses wawancara hingga biometrik pembuatan paspor.
Sedianya ke-16 orang ini mendapatkan reward berupa Umroh Gratis dari Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Pasma Royce, S.I.K.,M.H. Pada kesempatan terpisah, Verico Sandi, A.Md.Im., S.H., M.Si, Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Perak mengatakan, permintaan layanan Eazy Paspor meningkat sepanjang ramadhan ini.
“Kebanyakan pemohon layanan jemput bola ini berasal dari masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umroh dengan kelompoknya,” ujar pria yang biasa disapa Rico ini. Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (27/3) ini menurunkan petugas Imigrasi Tanjung Perak ke Polrestabes Surabaya guna memperlancar kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat SDM Polrestabes Surabaya.
Layanan Eazy Paspor ini mendapatkan apresiasi dari Ipda Muhammad Ali Imron,S.H., M.H., selaku Kaur Subbag Watpers SDM Polrestabes Surabaya. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak dari Kantor Imigrasi Tanjung Perak yang telah membantu kami dalam program Eazy Paspor,’’ ujarnya.
Mudah – mudahan sinergi ini dapat terus kita rajut dan ke depannya Kanim Tanjung Perak semakin terdepan, profesional dan memiliki banyak terobosan kreatif. (bw)
Gresik, (pawartajatim.com) – Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 Kabupaten Gresik tak lama lagi akan digelar November tahun ini. Namun Hingga kini, belum ada satu partai politik (Parpol) maupun koalisi parpol yang mendeklarasikan pasangan calon (paslon) yang bakal diusung di pesta demokrasi lima tahunan ini.
Meski begitu, sudah ada beberapa nama potensial yang mulai muncul. Salah satu nama yang mulai dilirik beberapa kalangan itu yaitu dr Titin Ekowati. Direktur Rumah Sakit Wates Husada (RSWH) Balongpanggang yang juga pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik bidang hukum ini menjadi incaran berbagai parpol untuk diusung dalam kontestasi Pilkada 2024.
Realitas tersebut tak dipungkiri oleh alumni S2 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. Apalagi, ia juga aktif beberapa kegiatan sosial, termasuk dalam kepengurusan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Condrodipo Kabupaten Gresik, sehingga sangat masuk kriteria untuk berkiprah di Pemerintahan Gresik.
“Yaa…, ada beberapa parpol yang sudah mendekati. Termasuk PKB,” ujar perempuan asli Balongpanggang di Gresik, Jum’at (29/3). Kendati demikian, dr Titin panggilan akrabnya menegaskan belum tertarik untuk terjun ke politik.
Selain itu, keluarganya juga belum memberikan restu untuk bertarung menjadi pejabat publik. Ditambah lagi pertimbangan anak-anak ada yang masih kecil butuh perhatian lebih. “Saya konsentrasi saja untuk mengurus rumah sakit,’ ungkap koordinator Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) wilayah Pantura ini.
dr Titin Ekowati. (foto/dra)
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Gresik Ahmad Nurhamim kepada awak media mengaku parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju di Gresik sudah melakukan komunikasi politik jelang Pilkada 2024.
Tetapi, belum ada nama yang mengerucut untuk diusung dalam Pilkada 2024. “Komunikasi sudah. Masih tahap inventarisasi nama- potensial yang layak diusung,” ujarnya. Wakil Ketua DPRD Gresik tersebut menegaskan akan ada kejutan nama yang bakal diusung dalam Pilkada 2024.
“Kalau bupati petahana akan berpasangan dengan dr Asluchul Alif, Ketua DPC Partai Gerindra Gresik sudah kami prediksi. Itu bukan kejutan,” terang Nurhamim. (dra)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur/Jatim kembali mengirimkan relawan dari organisasi mitra untuk ikut menangani Pulau Bawean pasca gempa bumi, Jumat (22/3) lalu.
Sebanyak 10 orang relawan dari organisasi mitra SRPB Jatim diberangkatkan dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Jumat, (29/3) pagi. Mereka bertugas untuk membantu BPBD Jatim dalam kedaruratan dan logistik serta rehabilitasi rekonstruksi.
Pengiriman ini merupakan gelombang kedua yang dilakukan oleh SRPB Jatim. Sebelumnya, SRPB Jatim mengirimkan para relawannya pada Senin, 25 Maret 2024 lalu melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Paciran, Lamongan.
Sepuluh orang ini diberangkatkan melalui Pangkalan Koarmada II, Ujung, Surabaya menuju Pulau Bawean. Sebelum diberangkatkan, mereka mendapatkan briefing langsung dari Analisis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Jatim Dadang Iqwandy di Kantor BPBD Jatim.
Setelah itu, mereka diberangkatkan bersama rombongan petugas dari BPBD Jatim dan para relawan lainnya. Wilayah di Pulau Bawean memang yang paling terdampak saat bencana gempa bumi yang terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 lalu. (bw)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Memasuki minggu ketiga Bulan Suci Ramadan, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya bersama sejumlah korposari menyalurkan bantuan sembako dan santunan ke puluhan anak yatim piatu dan dhuafa, bertempat di Aula Graha PWI Jatim, Surabaya, Sabtu (30/3/2024).
Puluhan anak yatim piatu itu berasal dari berbagai yayasan di kota Surabaya, salah satunya berasal dari Yayasan An Najaa Kedurus dan Yayasan Masjid Al-Karomah. ‘’Alhamdulillah kegiatan berbagi di Bulan Suci Ramadan ini kami gelar sesuai rencana, terselenggaranya kegiatan merupakan kolaborasi antara SMSI Kota Surabaya, SMSI Jatim serta korporasi dan sejumlah mitra bisnis kami,” kata Ketua SMSI Kota Surabaya, Iskandar Pribowo.
“Insya Allah, kami akan terus melakukan sejumlah kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Beberapa program telah kami susun dan akan kami jalankan usai lebaran mendatang,” jelasnya.
Kegiatan bertajuk “Berbagi Ceria Bersama Anak Yatim 1445 Hijriah” yang digelar di Aula PWI Jatim itu mendapat support dari beberapa korporasi besar yang beroperasi di kota Surabaya dan Jawa Timur.
Diantaranya PT Bank Jatim, PT Pelindo Regional 3, PT Petrogas Jatim Utama (PJU), PT Delta Artha Bahari Nusantara (DABN), Wira Jatim Grup, PT Trufindo Asta Mandiri dan Beras Al Aqso.
Acara ini juga didukung oleh PT DLU, Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso, PT Jamu Iboe, Ayam Bakar Pak D, Cleo dan Resto Djie Poek DW Resto & Cafe. “Kami ucapkan terimakasih atas dukungan korporasi dan mitra bisnis yang telah membantu suksesnya acara ini,” pungkas Isa. (bw)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Di Bulan Ramadan 1445 H tahun ini, Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis (KWEB) Surabaya kembali menggelar kegiatan “Gebyar Amal Ramadan 1445 H” dengan mengunjungi sekaligus memberikan bantuan kepada tiga panti Asuhan di Kota Surabaya.
Ketiga panti tersebut yakni di Panti Asuhan Cahaya Insani Jalan Gubeng Kertajaya 3 No 3, Panti Asuhan Al Iksan di Jalan Simo Sidomulyo 5/26 dan Panti Asuhan Darul Aitam Jalan Raya Menganti Golongan 1 Babatan Wiyung Sabtu (30/3).
Pada kegiatan kali KWEB bersinergi dengan sejumlah korporasi. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, mie instan, minuman. Selain bantuan paket sembako kepada pengurus panti asuhan, juga pemberian uang saku kepada anak yatim piatu dan duafa dan bantuan dana ke tiga Pengurus Panti Asuhan tersebut.
Kegiatan “Gebyar Amal Ramadan 1445 H” KWEB kali ini didukung donatur seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Jatim, Kereta Api Indonesia (KAI), Smartfren, Pertamina Gas Negara (PGN), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Sinergi Gula Nusantara (SGN), Kino, Eiger, PLN Icon Plus, Alfamart dan Hisana Fried Chicken
Ketua Pelaksana kegiatan, Harry Prasodjo, mengatakan meski dengan keterbatasan akhirnya kegiatan rutin tahunan ini tetap bisa digelar. Kegiatan ini bentuk kepedulian media kepada lingkungan sekitar khsusnya kepada anak yatim piatu yang membutuhkan bantuan.
Dengan relasi sejumlah korporasi yang dimiliki, mengajak serta perusahaan peduli dan membantu dengan menyalurkan donasi kepada anak panti secara bersama. “Ini kegiatan regular tiap tahun sebagai bentuk kepedulian para jurnalis terhadap lingkungan sekitar, khususnya anak yatim piatu yang ada di sejumlah panti asuhan. Harapannya semangat berbagi ini bisa berkelanjutan pada tahun mendatang dengan jumlah yang lebih besar,” kata Harry Prasodjo.
Husniati Perwakilan Panti Asuhan Cahaya Insani bersyukur dengan kegiatan yang dilakukan Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis Surabaya yang peduli dengan sesame, khususnya kepada anak yatim piatu dan duafa.
“Ada 35-an anak panti di sini terkecil usia 4 tahun sampai kelas II SMK yang tinggal disini. Bantuan ini sangat membantu meringakan beban operasional panti. Kegiatan mulai mengaji hingga kegiatan ekstra seperti menjahit dan computer. Terbanyak sekitar 70 persen yatim piatu, sisanya duafa,” kata Husniati.
Sementara Ketua Ponpes dan Panti Asuhan Al Ikhsan Muhaimin menambahkan bantuan dari Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis sangat membantu karena panti asuhan membutuhkan biaya besar.
“Senang pastinya teman media tetap menjalin silaturahmi dan memberikan bantuan kepada pengurus dan anak-anak panti asuhan. Mudah-mudahan konsisten kegiatan berbagi ini,” jelasnya.
Ketua Panti Asuhan Darul Aitam Wiyung Krisbanu, berterimakasih kepedulian komunitas media terhadap keberadaan anak yatim piatu. “Disini memang tidak menginap, tinggal di rumah masing-masing. Lebih dari 100-an anak yatim piatu yang kita koordinasi bantuan biaya pendidikan SD – SMU,” ungkapnya.
Sekretaris LPS, Dimas Yuliharto, mengatakan, sangat mendukung kegiatan sosial yang diselenggarakan komunitas wartawan ekonomi bisnis Surabaya. “Momentum Ramadan ini, LPS manfaatkan dengan baik salah satunya memberikan santunan kepada anak yatim bersama Komunitas wartawan surabaya, sebagai bagian dari tujuan LPS untuk memberikan manfaat sebanyak banyaknya kepada Masyarakat,” kata Dimas, yang asli arek Suroboyo ini.
Sementara, Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, mengapresiasi kegiatan Gebyar Amal Ramadan yang dilakukan oleh komunitas wartawan ekonomi bisnis Surabaya. Sebab, hal-hal seperti ini dapat menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama. Terlebih lagi dilakukan di bulan suci yang penuh dengan barokah.
“Kami berharap apa yang dilakukan teman-teman Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis Surabaya (KWEB) ini bisa bermanfaat bagi Panti Asuhan dan dapat memberikan semangat bagi anak-anak yatim piatu, termasuk pengurus panti asuhannya. Kedepannya semoga sinergitas bankjatim dengan komunitas WEB bisa selalu terjalin dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur/Jatim, Agus Kuswardoyo mengatakan “Melalui kegiatan ini PLN berharap mampu menebar manfaat dan kebaikan di bulan suci Ramadhan untuk anak yatim. Tak hanya itu, kami juga berharap kolaborasi PLN dan komunitas wartawan ini semakin menguat kedepannya.”
Sementra Regional Corporate Affairs Manager CCEP Indonesia Armytanti Hanum Kasmito mengapresiasi kegiatan kolaboratif bersama komunitas jurnalis dalam menumbuhkan kepedulian sosial pada sesama tersebut.
“Bulan Ramadan saatnya berbagi. Bulan yang melambangkan belas kasih, pengampunan, berkah, dan berbagi dan kami percaya pentingnya memberi kembali kepada masyarakat. Di CCEP Indonesia, kami berkomitmen untuk menciptakan perbedaan positif, baik di tempat kerja maupun komunitas lokal di area operasional bisnis kami,” kata dia.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mendukung kegiatan Ramadan Berbagi yang digelar Komunitas Wartawan Ekonomi Bisnis Surabaya ke sejumlah Panti Asuhan di Kota Surabaya di tengah kesibukan sebagai jurnalis masih menyempatkan waktu untuk kegiatan social.
“KAI mendukung kegiatan positif para jurnalis dim omen bulan puasa sekarang ini, untuk itu kami menyambut baik hal tersebut dan berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa tetap dikelar dim omen keagamaan yang lainnya. Selain itu kami juga berharap kegiatan santunan ini bisa menjadi agenda sosial di tiap tahunnya,” ujarnya. (bw)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Kasus dugaan malpraktek yang berakibat kebutaan pada pasien mulai menemui titik terang. Pasalnya, pengajuan PK (Peninjauan Kembali) oleh dr Moestidjab dan PT Surabaya Eye Clinic akhirnya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).
Dalam amar putusan PK Mahkamah Agung bernomor: 1037 PK/Pdt/2023 itu dengan tegas dinyatakan menolak permohonan PK dari pemohon dr Moestidjab dan PT Surabaya Eye Clinic.
Ditolaknya PK dr Moestidjab itu disampaikan Ir Eduard Rudy SH MH, kuasa hukum korban yang bernama Tatok Poerwanto ketika ditemui media ini di Polda Jatim, Sabtu (30/3). Bahkan, dengan ditolaknya PK tersebut, Eduard Rudy akan segera melakukan sita terhadap saham PT Surabaya Eye Clinic.
Pasalnya, menurut Eduard Rudy, kliennya Tatok dalam mencari keadilan atas dirinya sudah melalui proses yang sangat panjang. Selain mengajukan gugatan perdata, pihaknya juga sudah melaporkan perkara tersebut secara pidana.
Yaitu ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan: LP/B/794/VII/2022/SPKT/Polrestabes Surabaya. Dengan tuduhan, karena kelalaian dr Moestidjab menyebabkan orang lain mendapat luka berat dan atau pemalsuan surat, sebagaimana pasal 360 KUHP dan pasal 263 KUHP.
“Ya, sebelumnya sudah kita laporkan pidananya. Karena kelalaian menyebabkan orang lain mendapat luka berat, bahkan kebutaan seumur hidup,” jelas kuasa hukum ini. Selain itu, lanjut Eduard Rudy, dr Moestidjab diduga juga melakukan pemalsuan surat.
“Yaitu, surat rekomendasi yang ditujukan rumah sakit di Singapura, disebutkan bahwa Pak Tatok datang ke kliniknya sudah luka berat, kemudian diberikan rujukan ke rumah sakit Singapura. Tetapi setelah kita teliti, ternyata itu tidak benar alias palsu,” ungkap Eduard Rudy, Sabtu (30/3).
Tidak hanya itu, lanjut Eduard Rudy, saat pihaknya memenangkan Kasasi dan hendak melakukan eksekusi pun juga terhambat. Karena, dr Mostidjab melakukan upaya PK. Kini, dengan putusan PK yangmutuskan menolak permohonan dr Mostidjab dan Surabaya Eye Clinic maka secara otomatis putusan Kasasi yang dimenangkan oleh Tatok mempunyai kekuatan hukum tetap (incraght).
Dan dr Moestidjab dan Surabaya Eye Clinic diharuskan segera membayar ganti rugi materiil dan imateriil akibat dugaan malpraktek sebesar Rp 1.260.689.917. Jika tidak dipenuhi maka Eduard Rudy, kuasa hukum Tatok akan segera mangajukan sita terhadap saham Surabaya Eye Clinic.
“Dengan menangnya upaya Kasasi kami, dan ditolaknya PK dr Mostidjab membuktikan bahwa klien kami benar. Dan menjadi korban dugaan malpraktek. Hal ini kami sampaikan agar masyarakat tahu. Karena sejak adanya kasus ini, Pak Tatok merasa minder, putus harapan dan seoerti mendapat tekanan mental. Ketemu teman pun malu,” jelas Rudi.
Keluarga korban malpraktek Tatok memberi penjelasan bahwa bapaknya sekarang mengalami tekanan mental, minder dan putus asa. (foto/dra)
Apalagi lanjutnya selama ini masyarakat seringkali berbenturan oknum dokter endingnya selalu kandas. Sehingga nama IDI pun kerap tercoreng karena ulah oknum tersebut. Sementara itu, menurut Ely anak Tatok bahwa sejak kejadian itu ayahnya mengalami dampak psikologis yang sangat signifikan.
Tatok yang awalnya suka bersosialisasi dan berolahraga menjadi pribadi yang pendiam. “Perubahan karakternya sangat drastis. Sejak kejadian itu, papa saya suka mengurung diri, minder, bahkan putus asa,” kata Ely.
Ia menyatakan, jika seorang dokter harus berhati-hati menjalankan profesinya. Karena jika terjadi malpraktek maka akan ada konsekuensi atas perbuatan tersebut. “Saya yakin terdapat korban-korban lain selain papa saya.
Namun mereka tidak ada yang berani melapor,” terangnya. Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) menolak peninjuan kembali (PK) yang diajukan dr Moestidjab dan PT Surabaya Eye Clinic.
Dengan putusan itu, maka putusan kasasi yang sebelumnya diajukan Tatok Poerwanto berkekuatan hukum tetap. Sehingga, dr Moestidjab dan PT Surabaya Eye Clinic harus membayarkan ganti rugi kepada Tatok sebesar lebih dari Rp 1,2 miliar.
Karena, kata Eduard Rudy, jalur mediasi tidak menemui titik temu terkait ganti rugi. Dari putusan Kasasi yang menyatakan sekian. ”Mereka hanya mau bayar di bawah 50 persen. Sehingga upaya hukum kami selain melanjutkan eksekusi juga melanjutkan laporan pidananya dan juga merencanakan melakukan penyitaan terhadap saham-saham perusahaan yang ada di PT pelaksana Surabaya Eye Clinic tersebut,” tegas Eduard Rudy.
Kasus dugaan malapraktik itu berawal sekitar lima tahun lalu. Mata kiri Tatok malah mengalami kebutaan setelah mendapat tindakan medis dari Dr Moestidjab di Surabaya Eye Clinic.
Merasa menjadi korban malapraktik, Tatok melalui kuasa hukumnya Ir Eduard Rudy mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Surabaya. Namun putusan nomor 415/Pdt.G/2019/PN.Sby tanggal 10 Maret 2020, pengadilan menyatakan jika dr Moestidjab tidak bersalah.
Begitu juga Pengadilan Tinggi Surabaya, melalui surat putusan nomor 277/PDT/2020/PT.SBY tanggal 16 Juni 2020 justru menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya. Kemudian, Tatok mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.
Di MA ini hakim akhirnya mengabulkan permohonan Tatok, dengan surat putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1815 K/Pdt/2021 tanggal 29 September 2021.
Dalam amar putusan itu disebutkan bahwa dr Moestidjab beserta Surabaya Eye Clinik dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum terhadap Tatok Poerwanto. Keduanya dihukum untuk membayar ganti rugi materiil dan immateriil sebesar Rp 1.260.689.917 secara tanggung renteng.
Atas putusan tersebut, Dr Moestidjab dan Surabaya Eye Clinic tak tinggal diam. Keduanya lantas mengajukan peninjauan kembali melawan Tatok Poerwanto. Sayangnya, Mahkamah Agung melalui putusan nomor 1037 PK/PDT/2023 malah menolaknya. Sehingga menguatkan putusan Kasasi yang dimenangkan oleh Tatok. (dra)
Gresik, (pawartajatim.com) – Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, meresmikan bangunan masjid di Balongpanggang. Bangunan monumental yang diresmikan Bupati Gresik ini adalah Masjid KH Robbach Ma’sum.
Masjid ini berada dalam kompleks Islamic Centre di Desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang Gresik. Bangunan masjid ini menjadi salah satu dari tiga bangunan yang berada dalam kompleks islamic center tersebut.
“Hari ini bersama-sama kita saksikan peresmian bangunan prasasti yang tahun lalu mulai kita bangun. Semoga kedepan bisa memberikan manfaat dan bisa dipergunakan masyarakat Balongpanggang dan sekitarnya,” ujar Bupati Yani, di Kedungpring Balongpanggang, Jum’at (29/4) malam.
Bupati Yani mengenang, kala itu dirinya bersama jajaran melakukan peninjauan terhadap struktur bangunan yang tidak tuntas di Desa Kedungpring. Berikutnya, diawali dengan konsultasi dengan aparat penegak hukum, didapatkan kesimpulan bahwa struktur bangunan tersebut bisa dilanjutkan pembangunannya.
Gus Miftah saat memberi ceramah disela-sela acara peresmian masjid di komplek Islamic Centre. (foto/dra)
“Kami kemudian mengubah rancangannya untuk menjadi sebuah simbol atau identitas bangunan ikonik yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat. Kami dari Pemerintah Kabupaten/Pemkab Gresik bersama-sama dengan DPRD terus berusaha mewujudkan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah di Kabupaten Gresik,” tegasnya.
Berikutnya, pada tahun ini lanjut bupati, Insha Allah kita lanjutkan pembangunan kompleks Islamic Center dengan pembangunan museum digital dan perpustakaan berupa Gresik Universal Sains (GUS). Lalu, akan dibangun juga aula dan pujasera yang akan mengakomodir pelaku UMKM.
Penyematan nama KH. Robbach Ma’sum pada masjid ini tentunya bukan tanpa makna. Bupati Yani mengungkapkan, penamaan nama tersebut merupakan bentuk dedikasi dan penghormatan kepada Mantan Bupati Gresik periode 2000 – 2010.
Bangunan Masjid KH Robbach Ma’sum tampak megah. (foto/dra)
“Beliau adalah tokoh masyarakat, ulama, kyai sekaligus pernah menjadi pemimpin kita semua,” papar Bupati Yani. Kegiatan peresmian ini menjadi momen yang sangat istimewa. Hal ini lantaran bertepatan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an tahun 1445 H.
sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT Pemkab Gresik yang ke-50 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-537. Kegiatan ini juga dihadiri oleh KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), yang memberikan ceramah agama di hadapan jamaah.
Selepas itu, bersama Bupati Fandi Akhmad Yani, Gus Miftah juga turut menorehkan tanda tangan pada prasasti peresmian Masjid. Sebagai informasi, area islamic Center yang menjadi lokasi berdirinya Masjid KH Robbach Ma’sum merupakan lokasi dengan luas lahan 21.673 M² (2,1 HA).
Didalamnya direncanakan akan berdiri tiga bangunan utama dengan total luas bangunan 5.700 M². Adapun bangunan Masjid KH. Robbach Ma’sum yang diresmikan hari ini terdiri dari tiga lantai dan satu rooftop dengan fungsi masing-masing. Masjid tersebut, memiliki luas bangunan sebesar 1.900 M².
Tampak hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani, Forkopimda Kabupaten Gresik, serta tokoh masyarakat dan alim ulama di Kabupaten Gresik. (Adv/dra)
Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Apes menimpa Bj (10), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Bocah laki-laki ini mengalami luka-luka setelah terkena ledakan petasan. Akibat kejadian ini, korban harus mendapat perawatan di rumah sakit. Jari-jarinya terluka.
Kejadian berawal ketika korban menemukan petasan di pinggir jalan. Korban mencoba menyalakan petasan itu di depan rumah. Namun, gagal. Merasa penasaran, korban kembali memegangnya. Apesnya, petasan itu mendadak meledak. Kontan saja, ledakannya melukai korban.
Bocah kelas 4 SD ini berteriak kesakitan. Warga yang mendengarnya memberikan pertolongan. Saat didekati, tangan korban sudah luka-luka. “Kejadiannya, Jumat (29/3/2024) siang. Korban sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolsek Bangorejo AKP Sutarkam, Sabtu (30/3/2024).
Awalnya, korban dilarikan ke Puskesmas Sambirejo. Namun, karena lukanya cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Polisi masih mendalami kejadian ini. (udi)
Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Pesisir Banyuwangi, tepatnya di Kelurahan Lateng akan dipercantik. Kawasan ini segera dibangun Kampung Nelayan Modern (Kalamo) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Keunggulannya, Kalamo menjadi pusat kuliner ikan hingga balai nelayan.
Selain itu, dilengkapi pabrik es hingga bengkel nelayan. Mega proyek ini dianggarkan senilai Rp22 miliar. Lokasinya juga strategis. Dekat pusat kuliner ikan “plengsengan” Mandar yang terkenal.
“Kalamo akan menjadi pusat tongkrongan anak muda yang memikat, sifatnya tematik ikan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono disela meninjau lokasi pembangunan Kalamo di Banyuwangi, Sabtu (30/3/2024).
Pembuatan Kalamo ini terinspirasi dari fish market plengsengan di Kelurahan Mandar, Banyuwangi. Nantinya, Kalamo Lateng akan mensuplai ikan segar yang ditawarkan di fish market plengsengan. Lokasinya juga satu jalur.
“Selama ini hasil perikanan kita tercecer. Dengan Kalamo, bisa dikelola lebih baik dan tematik. Ikan bisa langsung dibeli,” jelas Trenggono. Pihaknya berharap, Kalamo akan menambah ikon Banyuwangi.
Apalagi, hasil tangkapan ikan di kabupaten ini cukup dikenal. Nelayan juga bisa memanfaatkannya untuk mendongkrak pendapatan. Tak kalah penting, bisa dijadikan destinasi wisata. Selain Banyuwangi, ada enam titik wilayah yang akan dibangun Kalamo oleh KKP.
Bagi Banyuwangi, Kalamo menambah destinasi baru. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap Kalamo bisa menjadi daya tarik wisatawan. Lalu, mendongkrak pendapatan nelayan.
“Ini akan melangkapi fish market Mandar. Harapannya, menjadi ikon wisata di Banyuwangi,” tegas Ipuk. (udi)
Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Jajaran Polsek Kota Banyuwangi merazia lapak pedagang petasan yang menjamur, Sabtu (30/3/2024). Hasilnya, ditemukan petasan yang membahayakan. Kegiatan ini bagian antisipasi pesta petasan menjelang datangnya malam takbiran.
Sasaran razian adalah kembang api yang dijual pedagang. Sesuai aturan, kembang api yang diperbolehkan dijual maksimal berukuran 2 inch. Jika melebihi ukuran, pedagang harus mengurus izin ke Kepolisian.
“Razia ini mengantisipasi pesta petasan di malam takbiran. Sedini mungkin dilakukan antisipasi,” kata Kapolsek Kota Banyuwangi AKP Kusmin disela memimpin razia. Razia diawali dari Pasar Sritanjung.
Kawasan ini banyak dijumpai lapak pedagang kembang api yang berjajar. Selama razia, pedagang diimbau tidak menjual kembang api atau petasan kea nak-anak. Sebab, membahayakan.
Beberapa menit melakukan razia, polisi menemukan sejumlah petasan yang membahayakan. Meski berukuran kecil, namun memiliki daya ledak. Polisi kemudian mengamankan beberapa jenis petasan.
“Kita konsultasikan ke pimpinan. Jika dinilai aman, akan kami kembalikan ke penjual lagi,” tegas Kusmin. (udi)