Cinta Disabilitas Jadi Gelaran Pertama Baksos Ika Unair Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Ikatan Alumni Univeritas Airlangga (Ika Unair) Sidoarjo memulai kegiatan bakti sosial (Baksos) dalam rangka 50 Tahun Ika Unair untuk Indonesia. Kick off baksos bertema Cinta Disabilitas dimulai di SMAN 1 Gedangan, Sidoarjo, Rabu (19/10).

Acara ini diikuti anak-anak berkebutuhan khusus atau inklusi. Sekitar 100 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas anak berkebutuhan khusus ikut dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti dua kegiatan, yakni Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) oleh narasumber Ika Irawan, ketua Tim Bisindo dan Aksesibilitas (Tiba) Surabaya.

“Sedangkan yang satunya adalah Pelatihan Vokasional Sablon yang dikuti anak-anak berkebutuhan khusus dari SMA-SMK se-Sidoarjo,” ungkap Person in Charge (PIC) acara ini Priyanti Rusanti.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini salah satu kegiatan positif bagi alumni Unair Sidoarjo. Untuk ke depan harus terus ditingkatkan dan perlu diadakan lagi,” tambah Camat Gedangan Ineke Dwi Setiawati yang membuka kegiatan ini.

Hal senada diungkapkan Kepala SMAN 1 Gedangan Panoyo. Menurutnya, kegiatan ini pas karena sekolahnya punya siswa inklusi yang terbesar di Indonesia. “Semoga berlanjut di masa depan sehingga bisa meningkatkan kualitas guru dan anak didik kami,” jelasnya.

Sementara, Ketua Ika Unair Sidoarjo Abdullah Khizam, menyambut baik kerja sama ini. Pihaknya akan berkolaborasi untuk meningkatkan pendidikan, terutama untuk inklusi. Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan alat bantu dengar kepada anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Ananda Mutiara Indonesia (YAMI) oleh Penasihat Ika Unair Sidoarjo Dwi Wahyu Indrawati. (rizki)

Partai Republik Minta Mediasi ke Bawaslu, Siap Raih Kursi Senayan

0

Jakarta, (pawartajatim.com) –  Partai Republik siap meraih kursi parlemen di Senayan sebagai Partai Politik Peserta Pemilu 2024. Hari ini, Partai Republik  meminta Bawaslu memfasilitasi mediasi dengan KPU pusat. Dengan mediasi, diharapkan KPU dapat memberikan waktu kepada Partai Republik untuk memperbaiki input data keanggotaan yang belum sempat terupload secara sempurna selama dalam proses verifikasi administrasi.

“Kami siap lolos dan berkompetisi dalam Pemilu 2024. Kami yakin jika diberi kesempatan mengikuti Pemilu 2024, kami bisa mengambil jatah  kursi di Senayan dan DPRD tingkat I dan II,” kata Ketua Umum Partai Republik, Asngari, usai mendaftarkan permohonan mediasi ke Bawaslu di Jakarta Selasa (18/10).

Permohonan mediasi dilayangkan melalui pengajuan permohonan penyelesaian sengketa proses pemilu terkait keluarnya Berita Acara KPU Nomor: 230/PL.01.1-BA/05/2022 tentang Rekapitulasi Hasil Verifikasi Administrasi Partai Politik Calon Peserta Pemilihan Umum dan Pengumuman KPU Nomor: 9/PL.01.1-Pu/05/2022 tentang Pengumuman Hasil Verifikasi Administrasi.

Dalam kesempatan ini, Asngari menyatakan Partai Republik telah memenuhi semua persyaratan seperti kepengurusan 100 persen di 34 provinsi, 75 persen kabupaten/kita dan 50 persen kecamatan. Syarat domisili dan nomor  rekening partai  serta syarat  KTA keanggotaan dan  sudah diinput ke dalam Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) KPU RI.

“Jadi, kami sudah memenuhi seluruh persyaratan sehingga besar harapan kami Bawaslu dapat mempertimbangkan putusannya agar meloloskan   Partai Republik dalam forum Mediasi bersama KPU dengan keputusan mengikuti verifikasi faktual dan selanjutnya diloloskan sebagai Peserta Pemilu 2024,” tegasnya.

Menurut dia, seluruh kader Partai Republik di seluruh Indonesia diharapkan tetap bertahan doa dan mempersiapkan  diri untuk melaksanakan verifikasi faktual. “Tetap optimis. Kita semua berharap permohonan mediasi ke Bawaslu  ini dapat diterima dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, dalam pengumuman  KPU, Partai Republik dinyatakan tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya yaitu  verifikasi faktual karena data kepengurusan dinyatakan TMS.  Keputusan ini dianggap bertentangan dengan fakta yang sebenarnya bahwa Partai Republik telah berhasil melengkapi 4 kategori jenis data  termasuk  kepengurusan  dan kantor  di dalam aplikasi SIPOL KPU. (bw)

Ubah Perilaku Masyarakat, Kunci Penurunan Angka Stunting

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Jawa Timur/Jatim menargetkan penurunan angka stunting di provinsi ini hingga diangka 18 persen pada 2022 dan akan diangka 14 persen di Tahun 2024. Untuk mencapai ke angka tersebut pada 2024 dibutuhkan kerja sama semua stakeholder untuk melakukan mendorong tercapainya target nasional.

Namun dari semua upaya yang terpenting dan harus bisa dilakukan adalah memastikan seluruh masyarakat Jawa Timur masuk ke dalam sistem sehingga akan mampu merubah perilaku akan kepedulian terhadap asupan nutrisi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Astha Triyono, dr. Sp.PD., KPTI dalam sambutannya pada acara Rakor Optimalisasi DAK Sub Bidang KB dalam Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 di Aston Sidoarjo City Hotel, (18/10).

Rakor Optimalisasi DAK Sub Bidang KB ini dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 18-19 Oktober 2022 yang menghadirkan Sekretaris Utama BKKBN, Drs. Tavip Agus Rayanto,M.Si., Inspektorat Wilayah 1 BKKBN, Chinggih Widanarto, S.E., M.Si., dan Biro Perencanaan BKKBN.

“Bonus demografi akan menjadi beban kalau SDM-nya tidak unggul,” tegas Dr. Erwin di depan peserta Rakor Optimalisasi DAK Sub Bidang KB yang diikuti seluruh Kepala OPD-KB se-Jawa Timur.

Erwin menegaskan yang menjadi tugas pemerintah saat ini adalah bagaimana menciptakan sistem yang bisa diikuti oleh seluruh masyarakat sehingga pada 10 hingga 20 tahun yang akan datang akan lahir SDM-SDM Indonesia yang unggul.

“Stunting adalah masalah yang berkaitan dengan gagal tumbuh anak. Dimana pada lima tahun pertama merupakan masa emas anak untuk tumbuh kembang. Untuk itu, ada Posyandu yang terus membantu orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak,” paparnya.

“Dengan masuknya masyarakat ke dalam sistem maka diharapkan angka stunting di Tahun 2025 akan semakin turun dibandingkan angka stunting di angka 2024,” harapnya. Dr. Erwin menambahkan dengan masuknya masyarakat ke sistem yang ada, diharapkan ada perubahan perilaku masyarakat untuk terus memperhatikan asupan nutrisi untuk keluarga.

Dimana, saat ini pemerintah melalui berbagai program sudah memberikan bantuan langsung tunai yang diharapkan bisa digunakan dengan sebaiknya untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi. Menurut Erwin, ke depan diharapkan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan asupan nutrisi dengan bahan lokal yang ada disekitar mereka.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati mengungkapkan BKKBN juga telah memiliki beberapa program terkait pemenuhan asupan nutrisi dengan memanfaatkan bahan lokal yaitu program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), dimana banyak ragam menu makanan sehat atasi stunting di Kampung Keluarga Berkualitas.

“Melalui DASHAT ini diharapkan akan banyak muncul menu-menu masakan baru dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang kandungan asupan nutrisinya tinggi. Selain itu juga murah meriah dan terjangkau masyarakat,” papar Erna.

Erna menyampaikan bahwa untuk meningkatkan upaya bersama menurunkan stunting di Jatim, tersedianya Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah bantuan dari Pemerintah Pusat untuk Pemerintah Daerah, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota, dalam menjalankan pembangunan yang termasuk dalam Prioritas Nasional yang dilaksanakan oleh daerah, supaya pemerintah daerah mampu menutup gap/jarak antara kemampuan daerah dengan target-target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam prioritas nasional.

“Kita harus dapat memanfaatkan dengan baik ketersediaan DAK dan BOKB tersebut, untuk mendongkrak capaian kinerja kita dalam pembangunan di daerah yang termasuk Prioritas Nasional, dimana stunting saat ini menjadi Prioritas Nasional hampir di segala bidang pembangunan,” pungkas Erna. (bw)

Pemasangan Alat Gantri, Percepat Pembangunan JLLB

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemasangan alat launching gantri yang melintas diatas rel kereta api di jalan Raya Sememi diharapkan percepat pembangunan JLLB hingga selesai sesuai dengan kontrak kerja yang ditentukan. Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Peraturan (DSABM) kota Surabaya, Adu Gunita, mengatakan, jalan luar lingkar barat (JLLB) progresnya sudah 44 persen per hari Senin (17/10).

Progres terakhir ada persiapan untuk pemasangan alat launching gantri untuk mengangkat balok gider yang posisinya nanti melintasi rel kereta api. Jadi rencananya kemarin per hari Kamis (13/10) Pemkot Surabaya melakukan kordinasi dengan PLN, Kereta Api (KAI), PJK3 dalam hal ini, dari Disnaker untuk mengecek salah satu kelengkapan tersebut.

“Rencana Kamis kemarin, tapi ada kekurangan sedikit yang telah di inspeksi oleh teman teman Disnaker, sehingga nanti per Sabtu kita akan meluncurkan alat launching gantri yang diatas rel lebih dulu. Dan pada saat peluncuran itu ada window time (waktu yang diberikan KAI) untuk uji coba kurang lebih 60 menit, dan untuk memastikan relnya itu waktu 60 menit itu berapa untuk kebutuhan rel nya,” kata Adi Selasa (18/10).

Ia menerangkan, setelah pemasangan alat launcher itu nanti kita prepare untuk penempatan balok balok gidernya, sambil nunggu 20/10 pihaknya melakukan pemasangan gider yang melintasi rel kereta api.

Karena pemasangan gider yang melintasi rel kereta api ini memang sifatnya komplek, tidak bisa asal- asalan karena waktu yang diberikan terbatas, kalaupun ada traffic dari kereta api kita tidak boleh dilakukan pemasangan.

“Jadi, waktu kosong yang diberikan KAI kita boleh melakukan pemasangan diatas rel, selebihnya kita target untuk pemasangan kritisnya percepatan disisi atas rel. Selebihnya mungkin normal seperti pekerjaan biasanya, pemasangan gider dilahan yang sudah siap. Kita target pertumbuhan 31 Desember 2022 sudah selesai sesuai ketentuan awal.” papar Adi.

Dia menjelaskan, target gider panjang 50 meter yang diatas rel itu, kita diberikan waktu oleh PT KAI tidak boleh lebih dari tanggal 9 Desember. Karena apa, bulan Desember itu lagi padat-padatnya persiapan Nataru (Natal, Tahun Baru), kita hanya ada waktu satu setengah bulan untuk percepatan pemasangan dan itu sudah selesai akhir November.

“Secara kontraktual target selesai harus selesai 31 Desember secara fisik. Jadi kita harapkan tidak ada hambatan lagi terkait dengan pekerjaan fisiknya, karenakan memang pemasangan fisik kritisnya yang ada diatas rel.” pungkasnya. (ko)

Warga MBR yang Pengeluarannya Dibawah Rp 690.000 per Bulan dapat Perhatian

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Warga Surabaya yang masuk sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapat perhatian khusus. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengklasifikasi data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berdasarkan desil.

Langkah itu dilakukan agar intervensi yang diberikan pemkot kepada keluarga miskin tepat sasaran. Dengan harapan, persoalan kemiskinan ini dapat segera terselesaikan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengatakan, pada tahun 2023 mendatang, pemkot menargetkan dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan desil 1 dan 2.

Sebab, kategori ini masuk dalam MBR yang pengeluarannya di bawah Rp690 ribu per kapita. “Kalau pendapatannya kurang dari itu maka masuk dalam keluarga miskin. Keluarga miskin ini berarti masuknya desil 1,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (18/10).

Ia menjelaskan, untuk mengentas kemiskinan, secara otomatis maka pendapatan keluarga itu harus dibesarkan. Sementara untuk beban pengeluarannya harus berkurang. Hal itu pun telah dilakukan pemkot seperti misalnya kepada warga penghuni rumah susun sewa sederhana (rusunawa).

“Beberapa warga miskin misal tinggal di rusun itu kita kasih pekerjaan. Kita juga lakukan terkait pengeluarannya misal pembayaran rusun dikurangi dan ini sudah kita lakukan,” ungkap dia. Wali Kota Eri, menyebutkan, bahwa program padat karya yang telah berjalan tak hanya menyasar kepada warga miskin di rusunawa.

Tapi menyasar kepada warga miskin yang tinggal di perkampungan. Langkah mengentas kemiskinan yang dilakukan itu seperti di antaranya melalui program padat karya seperti cuci mobil dan pembuatan paving.

“Dulu ada yang mengatakan tidak mungkin warga miskin bisa dapat Rp6 juta. Ternyata dengan (program padat karya) pembuatan paving itu bisa dapat Rp 6 juta,” ungkap Cak Eri sapaan lekat Wali Kota Surabaya.

Bagi keluarga miskin yang memiliki keahlian fisik, Cak Eri juga meminta kepada jajarannya agar mereka dibentuk koperasi. Sehingga pada tahun 2023 mendatang, mereka bisa mengikuti proyek pembangunan infrastruktur seperti pekerjaan saluran di perkampungan.

Tentu saja sebelumnya mereka akan dilatih dan didampingi agar bisa masuk ke dalam e-katalog. “Jadi pemkot kalau ada dana kelurahan yang mengerjakan tidak perlu lagi pakai e-lelang, tapi dari warga Surabaya dihitung per orangnya berapa. Inilah salah satu cara mengentas kemiskinan,” jelasnya.

Bagi Cak Eri, cara mengentas kemiskinan bukanlah warga tersebut terus digelontor bantuan. Sebab, intervensi bantuan yang diberikan itu hanya bersifat sementara. Karenanya di Surabaya ini pemkot getol membuka lapangan kerja melalui sejumlah program padat karya.

“Kalau kemiskinan hanya dikasih bantuan saja tidak dipikirkan pekerjaannya apa, maka hari ini dia hanya menerima bantuan tapi tidak tahu di tahun depan mau ngapain. Makanya di Surabaya ada pembuatan paving, cuci mobil dan macam-macam yang itu sebenarnya untuk mengentas kemiskinan,” jelasnya.

Meski begitu, Cak Eri menuturkan, bahwa bantuan memang perlu diberikan di awal untuk dapat mengurangi beban pengeluaran dari keluarga miskin tersebut. Namun, pemberian bantuan harus diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan.

“Bantuan kita berikan untuk mengurangi pengeluaran, tapi setelah itu kita siapkan pekerjaan. Sehingga bantuan ini di titik tertentu kita hentikan. Dan pekerjaan mereka jalankan sehingga ada pendapatan,” ujarnya.

Cak Eri menargetkan pada tahun 2023 mendatang, persoalan warga miskin yang masuk ke dalam kategori desil 1 dan 2 dapat terselesaikan. Sementara untuk kategori desil 3 dan 4 atau pra-sejahtera, akan dipertahankan agar tidak sampai jatuh miskin.

“Harapan saya di tahun depan, targetnya itu desil 1 dan desil 2 selesai. Jadi yang paling rendah itu desil 1 dan 2. Nanti desil 3 ini kita pertahankan,” jabarnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin menjabarkan, bahwa penentuan desil ini berdasarkan garis kemiskinan dengan estimasi pengeluaran Rp 690.000 per kapita.

Artinya, jika kepala keluarga itu pengeluarannya di bawah Rp690 maka masuk dalam desil 1. “Kalau berdasarkan garis kemiskinan itu Rp690 ribu estimasi pengeluaran per kapita maka masuk dalam desil 1. Nah, dari desil 1 ini dia akan meningkat ke desil 2,” kata Anna.

Anna menyebutkan, bahwa pemeringkatan desil ini menggunakan metode Proxy Means Tests (PMT). Melalui metode ini, data warga akan diolah ke dalam sebuah sistem. Hasil dari pengolahan sistem itulah yang selanjutnya bisa diketahui warga tersebut masuk ke dalam desil berapa.

“Misalnya si A dimasukkan ke dalam PMT maka akan terolah datanya. Dilihat dari aset, status rumah, pekerjaan, jumlah anggota keluarga dan lain-lain. Itulah faktor-faktor yang mempengaruhi desil. Jadi terolah dalam sebuah sistem,” ucapnya.

Ia menerangkan, bahwa nantinya hasil dari pemeringkatan desil tersebut akan dimasukkan ke dalam SK Wali Kota Surabaya. Dengan demikian, akan ada prioritas penyelesaian pengentasan kemiskinan di Surabaya berdasarkan desil.

“Namun itu beda dengan kemiskinan ekstrem yang di SK kan dari pusat. Jadi itu di SK kan sendiri-sendiri dan kemiskinan ekstrem adalah bagian dari pada kemiskinan,” tandasnya. Sebagaimana diketahui, bahwa Pemkot Surabaya saat ini tengah melakukan verifikasi dan kroscek 23.523 data kemiskinan ekstrem dari pemerintah pusat. Data tahun 2019 ini, berasal dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Hasil dari kroscek data tersebut yang selanjutnya akan menjadi sasaran prioritas intervensi Pemkot Surabaya ke depannya. Tentunya mereka yang mendapat intervensi adalah warga ber-KTP dan domisili di Kota Surabaya. (ko)

Bantu Korban Bencana di Jatim, Wali Kota Buka Posko Bangga Surabaya Peduli

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Musim penghujan mulai datang. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka “Posko Bangga Surabaya Peduli” di halaman Balai Kota Surabaya. Posko tersebut dibuka untuk membantu korban bencana alam pada beberapa wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur/Jatim.

“Beberapa kabupaten/kota di Jatim sedang dilanda banjir dalam skala yang cukup parah. Pemkot Surabaya dan warga Surabaya tidak tinggal diam, kita akan saling membantu. Bagi warga yang ingin ikut bergotong – royong bisa menyalurkan bantuan di halaman Balai Kota Surabaya mulai besok pagi,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (18/10).

Melalui posko tersebut, bantuan yang disumbangkan bisa berupa pakaian layak pakai, berbagai kebutuhan anak atau balita (popok bayi dan lainnya), kebutuhan perempuan (pembalut dan lainnya), selimut, sarung, perlengkapan mandi, sembako, makanan siap saji (mie instan, biskuit, sereal, dan lainnya), obat – obatan, atau bahkan uang tunai yang bisa dikirimkan melalui rekening Bangga Surabaya Peduli pada nomor 0013444439 (Bank Jatim).

Sementara itu, PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan bahwa jam operasional “Posko Bangga Surabaya Peduli” di buka pada pukul 07.30 – 17.00 WIB. Masyarakat Kota Surabaya bisa langsung mengunjungi posko tersebut dengan membawa barang – barang yang dibutuhkan korban bencana alam.

“Semua yang bisa digunakan, untuk popok bayi dan pembalut haruslah yang baru. Sedangkan untuk pakaian, jangan yang robek tetapi yang bisa digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan disana. Serta, obat – obatan tidak kadaluarsa,” kata Hidayat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat Kota Surabaya untuk saling bergotong – royong untuk menolong masyarakat yang terdampak bencana alam di beberapa kabupaten/kota di Jatim. “Setiap bantuan yang siap akan langsung kami kirim. Ayo, kita bersama – sama saling membantu dan menolong saudara-saudara kita,” pungkasnya. (ko)

Karapan Sapi, Jadi Pelecut Bangkitnya Ekonomi dan Wisata di Madura

0

Bangkalan, (pawartajatim.com) – Gelaran Karapan Sapi menjadi pelecut bangkitnya sektor ekonomi dan wisata di Pulau Madura pasca pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Adhy Karyono mewakili Gubernur Jawa Timur/Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Grand Final Karapan Sapi Tradisional yang memperebutkan Piala Presiden RI di Lapangan Karapan Sapi Stadion Raden Panji Muhammad Noer, Kabupaten Bangkalan, Minggu, (16/10).

Menurut dia, acara karapan sapi menjadi penyemangat sekaligus menyejahterakan masyarakat Jawa timur. Hal ini, kata dia selaras dengan tema Provinsi Jatim ‘Optimis Jatim Bangkit’. Dengan demikian diharapkan masyarakat Madura mulai bangkit dan tumbuh untuk memulihkan ekonomi dari krisis akibat pandemi Covid-19.

“Ada harapan agar penumbuhan ekonomi sumber daya juga berjalan baik karena Masyarakat Madura memiliki potensi di sektor ekonomi, budaya dan wisata yang luar biasa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Adhy mengatakan, kegiatan seni budaya grand final karapan sapi yang memperebutkan Piala Presiden 2022 merupakan kegiatan yang dilaksanakan Pemprov Jatim melalui Bakorwil Pamekasan dalam rangka Hari Jadi Ke-77 Provinsi Jatim dengan mengusung tema Optimis Jatim Bangkit.

“Terima kasih serta penghargaan kepada seluruh masyarakat Madura, terutama empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep yang mengikuti sekaligus menjaga dan melestarikan salah satu aset budaya tak benda di Indonesia,” ucapnya.

Salah satu pesertakarapan sapi di Bangkalan Minggu (16/10). (foto/ist)

Disampaikan Adhy, karapan sapi warisan leluhur bagi di Madura mulanya untuk meningkatkan hiburan masyarakat setelah panen padi, namun saat ini lebih membanggakan dengan mengangkat harkat martabat masyarakat peternakan sapi.

Ke depan, Adhy meminta peserta karapan sapi mau berpartisipasi untuk menjadikan acara karapan sapi menjadi tontonan menarik, unik dan layak dijual bagi wisatawan mancanegara sehingga ke depan dapat memicu meningkatnya wisata dan pemulihan serta peningkatan ekonomi masyarakat Madura.

“Hadirkan inovasi setiap tahun sehingga acara karapan sapi menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk menikmati objek wisata di Pulau Madura dan di tiap-tiap kabupaten setiap tahun bisa menyelenggarakan lomba karapan sapi melihat animo masyarakat begitu tinggi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Adhy menjelaskan, sejauh ini, cukup banyak komoditas mentah dari Madura yang keluar dari wilayah Madura dalam kondisi yang belum diolah. Hal ini, kata dia, mengurangi nilai tambah untuk masyarakat sehingga tidak didapat secara maksimal.

“Kedepan, saya berharap tidak ada produk mentah, tapi produk yang sudah diolah salah satunya ternak sapi dengan jumlah lebih 1 juta ekor sapi di Madura,” ujarnya. Karena itu, perlu ada Rumah Potong Hewan (RPH) modern berstandar SNI, perlu pelabuhan perikanan, perlu pengolahan industri rumput laut, perlu industri pengelolaan kawasan ekonomi khusus yang semuanya disesuaikan potensi daerah.

“Pemprov Jatim memprogramkan agar dipetik, diolah, kemas dan dijual sehingga dari hulu ke hilir secara mandiri,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Bakorwil Pamekasan Muhammad Gunawan Saleh, menambahkan, total ada 24 peserta yang mengikuti grand final karapan sapi. “Ada empat kabupaten yang mengikuti lomba karapan sapi, yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep,” tuturnya.

Menurutnya, lomba karapan sapi sempat menghadapi tantangan hewan ternak sapi yang hendak dilombakan, selain pandemi Covid-19, muncul wabah Penyakit Kuku dan Mulut mewabah di Jatim Juli 2022. “Di Madura sebanyak 80 persen sapi terjangkit virus PMK,” ujarnya.

Namun, bantuan dan intervensi Pemerintah Provinsi Jatim dengan memberikan pelayanan berupa pengobatan, pemberian obat dan vaksinasi gratis bagi sapi di wilayahnya masing-masing membuat kondisi sapi mulai membaik.

“Alhamdulillah wabah sudah menurun dan sapi mulai sehat, Agustus dilakukan lomba karapan sapi sebagai ajang uji coba. Kemudian September ajang pemanasan. Hal ini menegaskan sapi sudah sehat dan layak mengikuti lomba,” ungkapnya.

Selain itu, Gunawan menambahkan, peserta karapan sapi yang hendak mengikuti lomba mendapat tambahan persyaratan, yakni mendapat rekomendasi dari vetenier setempat, surat Keterangan hewan dan surat keterangan vaksin minimal vaksin pertama dari kabupaten Bangkalan.

“Hasilnya, 24 pasang sapi yang akan berlomba sudah memenuhi syarat dan layak mengikuti lomba,” ucapnya. Adapun karapan Sapi merupakan perlombaan pacuan sapi. Tradisi ini merupakan ciri khas masyarakat Madura.

Selain itu, Karapan Sapi termasuk salah satu jenis kesenian, olahraga, atau permainan tradisional yang rutin dilakukan masyarakat Pulau Madura. Budaya khas suku Madura ini digelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September. Lalu akan dilombakan lagi untuk final pada akhir September atau Oktober.

Tak hanya perlombaan, Karapan sapi menjadi ajang pesta rakyat dan acara yang prestisius bagi masyarakat Madura. Bahkan status sosial pemilik sapi karapan terangkat jika sapinya menjadi juara.

Sebelum karapan sapi dimulai, pasangan-pasangan sapi diarak mengelilingi arena pacuan dengan iringan gamelan Madura. Selain untuk melemaskan otot-otot sapi, proses ini menjadi arena pamer keindahan pakaian dan hiasan dari sapi yang berlomba. Setelah parade selesai, barulah pakaian dan seluruh hiasan dibuka.

Setelah itu, setiap joki dan sepasang sapi memasuki arena pertandingan. Mereka siap untuk berlaga dengan jarak mulai start hingga finish 225 meter. Nantinya, akan diambil 3 pemenang lomba karapan sapi dengan hadiah dua unit mobil dan satu sepeda motor. (bw)

Penyaluran Pembiayaan Multiproduk Meningkat

0

Jakarta, (pawartajatim.com)PT Federal International Finance (FIF Group) melalui brand service Spektra yang menyediakan layanan pembiayaan alat elektronik dan perabot rumah tangga kembali menghadirkan layanan pameran virtual, Spektra Fair, yang akan hadir di 45 wilayah Indonesia mulai 16 hingga 30 Oktober 2022.

Penyelenggaraan pameran virtual tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia khususnya bagi masyarakat yang ingin mewujudkan impiannya memiliki alat elektronik maupun perabot rumah tangga dengan mimilih Spektra sebagai solusi finansial pilihan.

Chief Executive Officer (CEO) FIF Group, Margono Tanuwijaya, mengatakan di tengah ancaman resesi yang sedang terjadi Pemerintah Indonesia tetap optimis di Kuartal III – 2022 ini ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,44%, tentunya kehadiran FIF Group sebagai perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut.

“Optimistis pemerintah tentunya menjadi angin segar bagi FIF Group. Dalam kinerjanya, melalui Spektra, FIF Group mencatatkan peningkatan kinerja dengan nilai penyaluran pembiayaan yang meningkat rata-rata sebesar lebih dari 24 persen setiap bulannya elama enam bulan terakhir,” pungkas Margono.

Astra Multfinance (AMF) President Director, Ardian Prasetya, juga menyebutkan : “Untuk mendorong kinerja Spektra sekaligus memberikan pelayanan optimal bagi customer, Spektra  Fair menawarkan beragam kemudahan akses, promo, dan kesempatan mendapatkan hadiah menarik lainnya,” tutur Ardian.

Spektra Fair kali ini menawarkan kesempatan potongan angsuran yang menguntungkan sebesar Rp400 ribu bagi customer. Tidak hanya itu, cashback AstraPay sebesar Rp 10.000 juga bisa didapatkan pada transaksi yang dilakukan di Spektra Fair. Tidak perlu susah payah, cukup tunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan uang muka 0 persen customer sudah bisa mengakses seluruh keuntungan tersebut.

Spektra Fair akan hadir 49 wilayah Indonesia, di antaranya Bandung Sokarno Hatta, Bandung HMS Mintareja, Bengkalis Hangtuah, Binjai, Bojonegoro, Cikampek, Majenang, Cilegon, Cirebon, dan Garut.

Daerah lainnya yang turut menjadi destinasi Spektra Fair adalah Jambi, Jatibarang, Jatiuwung, Jombang, Kadipaten, Karawang, Kupang, Lubuk Pakam, Mataram, Maumere, Medan, Menganti, Mojokerto, Muara Bungo, Padalarang, Padang Adinegoro, Pangkal Pinang, Pangkalan Kerinci, Pasar Minggu, Pekalonga, Pematang Siantar, Praya.

Selain itu, Spektra Fair juga hadir di Rangkasbitung, Rantau Prapat, Rengat, Selong, Soreang, Sumbawa, Surabaya, Surabaya Timur, Tandes, Tambora, Tanjung Jabung, Tarakan, Tasikmalaya, Tegal, Tembilahan, Tembung, Ujung Batu. (bw)

Himpunan Santri di Bangkalan Dukung Ganjar Presiden 2024

0

Bangkalan, (pawartajatim.com) – Dukungan untuk Ganjar Pranowo menjadi presiden 2024 semakin menguat di sejumlah daerah di tanah air. Salah satunya hadir dari Himpunan Santri Nusantara (HISNU) di Bangkalan, Jawa Timur/Jatim.

Sedikitnya, 1000 santri di Bangkalan menyatakan dukungannya terhadap Ganjar untuk bisa memimpin Indonesia. Koordinator Nasional HISNU, Gus Yusuf Hidaya,t mengatakan, pembacaan ikrar dukungan tersebut dilakukan para santri dan kyai di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah An-Nawawiyah, di Desa Dabung, Kecamatan Geger pada Minggu (16/10).

Kegiatan ini juga berbarengan dengan dirayakannya Maulid Nabi 1444 Hijriah. Selain menggelar konsolidasi dukungan terhadap Ganjar, para santri juga turut menggelar doa bersama untuk bangsa Indonesia, agar diberikan kedamaian dan kesejahteraan dengan hadirnya pemimpin yang tepat.

Doa dipimpin oleh 100 kiayi dari berbagai daerah di Kabupaten Bangkalan. “Insyaallah, jika memang Pak Ganjar adalah pemimpin yang tepat, dia pasti bisa maju menjadi presiden. Doa bersama ini kita juga barengi dengan salawat bersama para santri. Yaitu salawat Nariyah sebanyak 4444 kali yang dipimpin oleh salah satu kiayi di pesantren Nurul Hidayah An-Nawawiyah,” ujar Yusuf.

Ia menilai, Ganjar Pranowo sebagai pemimpin yang berkualitas dan tepat untuk meningkatkan Indonesia di masa mendatang. Besarnya dukungan dari para santri, disebutnya merupakan hal yang wajar. Sebab, Ganjar memang dikenal dengan para para santri di Jawa Tengah.

“Pak Ganjar itu sangat open terhadap santri. Mau dia datang ke pesantren-pesantren. Melihat langsung para santri. Enggak ada jarak. Di sosmed bisa kita lihat dia sering bercanda-bercanda dengan para santri. Kedekatan seperti ini yang buat para santri mendukung Ganjar,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan HISNU, dilakukan penyerahan pataka perjuangan dukungan para santri untuk Ganjar, terhadap pengurus Ponpes Nurul Hidayah An-Nawawiyah. Yusuf berkomitmen bahwa Himpunan Santri Nusantara di daerah lain juga akan mengkonsolidasikan dukungan mereka untuk Ganjar.

“Tidak hanya kita mengumpulkan dukungan para santri di Bangkalan. Tapi kita juga memberikan sejumlah paket bantuan untuk para santri dan operasional pesantren. Ini adalah bentuk kepedulian kita ke pesantren-pesantren di Indonesia,” kata Yusuf.

Ia berharap Ganjar mampu membawa perubahan positif bila kelak memimpin Indonesia. Mulai dari penerapan program pemberdayaan santri di seluruh Indonesia, hingga insentif bantuan untuk pondok pesantren kecil di pelosok-pelosok daerah. (rid)

Anggota Komisi IX, Anas Thahir dan BKKBN Jatim Apresiasi Kerja Bersama Elemen Masyarakat Banyuwangi Turunkan Stunting

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Pemerintah menaruh perhatian besar bagi upaya penurunan angka stunting ini. Sebab, masalah stunting dapat memengaruhi kualitas SDM Indonesia di masa mendatang. Anggota Komisi IX DPR RI Sy. Anas Thahir mendukung penuh program BKKBN terutama dalam percepatan penurunan stunting.

Sy. Anas Thahir memandang pentingnya pencegahan stunting dari hulu. “Sangat penting mencegah stunting mulai dari hulu, bagaimana kita mempersiapkan calon pengantin. Untuk ibu-ibu yang punya anak perempuan, mohon anaknya dibolehkan nikah saat usianya sudah 21 tahun. Jika sudah terlanjur menikah sebelum 21 tahun, lebih baik hamilnya ditunda agar siap secara fisik dan mental,” ujarnya.

Sy Anas Thahir mengapresiasi upaya percepatan penurunan stunting di banyuwangi yang telah dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat misalnya PKK dan organisasi masyarakat dan agama. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Promosi KIE Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI di Aula Kantor Kecamatan Giri Banyuwangi, Sabtu (15/10).

Senada dengan Sy. Anas Thahir, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM menjelaskan bahwa prevalensi stunting di Jawa Timur tahun 2021 adalah sebesar 23,5 persen. Secara regulasi, kami berterima kasih kepada pemerintah daerah karena pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS ), lalu ada yang namanya tim pendamping keluarga yang terdiri dari 3 unsur.

‘’Di Jatim, ada 31.243 tim. Oleh karenanya, kami memohon semua sektor harus berperan aktif dalam percepatan penurunan stunting,” tambahnya. Sementara itu, dipotret dari lensa kabupaten Banyuwangi, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB Kab. Banyuwangi, Henik Setyorini, AP, M. Si mengungkapkan angka stunting by name by address dan by ordinat di banyuwangi sebesar 2064.

Tak hanya itu, Henik menjelaskan bahwa ada salah satu inovasi di Banyuwangi untuk mendukung percepatan penurunan stunting Setiap tanggal cantik, seperti 10.10, kami mengadakan kegiatan belanja untuk anak-anak stunting.

‘’Sehingga bisa memenuhi kebutuhan gizi anak-anak stunting. Kami bekerjasama dengan pedagang sayur tanpa sepengetahuan ibu si anak sehingga bisa terus mensuplai kebutuhan gizi anak sebulan,” pungkasnya. (siska/bw)