Begini Cara Anak Muda di Malang Tunjukkan Dukungan pada Sosok Capres 2024

0

Malang, (pawartajatim.com) – Mahasiswa dan milenial yang tergabung dalam Ganjar Milenial Jawa Timur (Jatim) menggelar Festival Ganjar Milenial. Melalui festival ini, mereka menunjukkan sosok pemimpin yang dibutuhkan pada 2024 mendatang. Yaitu, figur yang punya komitmen mengembangkan UMKM serta melestarikan budaya bangsa.

Koordinator Wilayah Ganjar Milenial, Mahmud, mengatakan, sekitar 2.000 mahasiswa dan milenial memadati acara yang berisi kegiatan bazaar UMKM. Acara ini juga menampilkan tari tradisional khas Jatim, serta pertunjukan musik itu.

“Acara dikemas dengan kegiatan bazaar dan pertunjukan seni  karena memang tujuan kita untuk lebih menegaskan rekam jejak Ayah Ganjar  yang terus menerus berupaya mengembangkan UMKM dan melestarikan budaya,” kata Mahmud di Gedung Graha Tirta, Sumbersari, Lowok Waru, Kota Malang, Jatim, Minggu (17/7).

Ratusan relawan pendukung Ganjar Pranowo menuju Capres 2024 di Malang Minggu (17/7). (foto/ist)

“Dengan kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa kegiatan para milenial tidak hanya sekadar yang bersifat euforia, tapi juga peduli pada pengembangan perekonomian masyarakat serta pelestarian budaya,” tambahnya.

Selain antusias mengikuti festival, kata dia, mereka juga secara terbuka mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden Indonesia pada 2024. “Alhamdulillah tanggapan milenial bagus-bagus. Mereka positif banget. Malah meminta beliau harus mencalonkan diri walaupun beliau (Ayah Ganjar) belum mengarah ke sana,” imbuhnya.

Menurut dia, para anak muda merasa nyaman Ayah Ganjar menjadi Presiden pada 2024 karena sosoknya yang komunikatif dan dekat dengan masyarakat. Selain itu, Mahmud juga menyebut Ganjar cukup dikenal memiliki banyak prestasi baik ketika masih di DPR maupun saat memimpin Jawa Tengah (Jateng).

“Ada banyak prestasi yang memang saya rasa dilihat masyarakat. Karena itulah kalangan milenial merasa perlu mendukung beliau agar kinerja Ayah Ganjar bisa dirasakan lebih luas oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya terbatas masyarakat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Menurut dia, Ganjar Milenial Jatim akan terus lebih mendekatkan sosok Ayah Ganjar ke masyarakat. Selain lewat media sosial, Mahmud juga berkomitmen membuat rangkaian acara yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia berharap, aspirasi para anak muda agar Ayah Ganjar bisa tampil  memimpin Bangsa pada tahun 2024 mendatang bisa terwujud agar Indonesia menjadi jauh lebih baik. Dia berharap, seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan kepemimpinan terbaik dari Ayah Ganjar.

“Harapan kita Ayah Ganjar harus bisa menjadi pemimpin Nasional karena memang mampu melakukan hal yang terbaik dan bisa  dirasakan masyarakat Indonesia nantinya. Karena bagi kami belum ada sosok selain Ayah Ganjar yang paling tepat untuk memimpin Bangsa dan Negara Indonesia setelah kepemimpinan Presiden Jokowi,” tuturnya.

Dalam Festival Ganjar Milenial ini, tampil juga band seperti Akustik Berilmu, Sweet Friday, Radio Akustik, Aneseria, Long Distance, dan band Sahabat Ganjar. Ada juga donor darah PMI, Flashmob Maumere, penampilan penyanyi Feby Putri, dan DJ Andreanz.

Para relawan Ganjar Milenial Jatim juga membagikan ratusan goody bag ke mahasiswa dan milenial yang hadir dalam Festival Ganjar Milenial. (rid)

Aksinya Terekam Video dan Viral, Pelaku Onani di Depan Pendopo Banyuwangi Ditangkap 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Videonya sempat viral, pelaku asusila dengan onani di depan Pendopo Kabupaten Banyuwangi berhasil ditangkap tim Buru Sergap (Buser) Polresta Banyuwangi, Minggu (17/7). Pelaku berinisial ARB (42) asal Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Pelaku ditangkap saat kabur ke Bali.

Penangkapan pelaku tak kurang dari 19 jam setelah polisi mendapat laporan dari warga yang resah dengan aksi pelaku. “Begitu videonya viral dan ada laporan, kami kerahkan tim untuk bergerak. Pelaku akhirnya berhasil diamankan,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa.

Video asusila ini viral setelah pelaku beraksi, Rabu (13/7) lalu. Pelaku beraksi di depan RM (18), seorang mahasiswa yang menunggu temannya di Taman Sritanjung, depan Pendopo Banyuwangi. Pelaku mengendarai motor bernopol DK 5321 XT, lalu berhenti tak jauh dari korban.

Pelaku kemudian mengeluarkan alat vitalnya, lalu berbuat pornografi di hadapan korban. Merasa terganggu, korban merekam aksi tak senonoh tersebut. Video ini akhirnya viral, menghebohkan warga Banyuwangi.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan maraton kepada pelaku, termasuk tes kejiawaan,” kata Kapolresta. Pelaku terancam dengan pasal 36 junto pasal 10 Undang – undang No.44 tahun 2001 tentang pornografi.

“Ancaman hukumannya 10 tahun penjara atau denda Rp 5 miliar,” tegas Kapolresta. (udi)

Pecah…! Warga Desa Kabupaten Jember ‘Gayeng’ Dukung Ganjar

0

Jember, (pawartajatim.com) – Jember merupakan wilayah Tapal Kuda atau wilayah paling di timur di Provinsi Jawa Timur/Jatim yang memiliki populasi menduduk paling banyak diantara wilayah ini lainnya. Yakni, Probolinggo dan Banyuwangi.

Oleh sebab itu, mengapa Des Ganjar wilayah Tapal Kuda Jawa Timur diselenggarakan di Kabupaten Jember, tepatnya di Alun-Alun Jenggawah pada Sabtu (16/7). Kegiatan tersebut merupakan Des Ganjar terakhir yang diselenggarakan di wilayah Jatim sebelum memasuki puncak Des Ganjar yang rencananya akan diselenggarakan di Surabaya.

“Kabupaten Jember merupakan wilayah Jatim terakhir yang kita selenggarakan, setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Madura dan Tuban. Rencananya kita akan selenggarakan puncak Des Ganjar secara besar-besaran di Surabaya, tapi untuk waktu dan tempat masih menyusul,” kata Wargiyati, Dewan Pembina Des Ganjar saat ditemui pada kegiatan Des Ganjar Kab. Jember, Jawa Timur, Sabtu (16/7).

Dewan Pembina Des Ganjar mengungkapkan dirinya optimis bahwa Jatim akan menyumbangkan perolehan paling banyak dan Jember merupakan pemilih mayoritas. “Jatim, khususnya Jember bisa jadi basis populasi pemilihan terbanyak Pak Ganjar saat pemilu nanti. Animo Warganya cukup tinggi, kita targetkan yang datang kegiatan kali ini sebanyak 1,000 tapi yang datang saya hitung sampai 5,000 masyarakat. Ini membuktikan elektabilitas Pak Ganjar yang kuat di Jatim,” tambahnya.

Deklarasi relawan Des Ganjar di Jember Sabtu (16/7). (foto/ist)

Wargiyati menambahkan kegiatan Des Ganjar akan terus dilakukan diseluruh Kabupaten di Indonesia dengan mengedepakan kearifan lokal setiap daerahnya. “Wong yang mengadakan kegiatan ini Relawan daerah masing-masing, sehingga ciri khas kegiatannya pun masih disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Selain memberikan dukungan, masyarakatpun tetap terhibur,” tutupnya.

Sementara, Agus Nugroho, Ketua Relawan Des Ganjar Kabupaten Jember, menyebutkan bahwa dirinya siap menjadi relawan dan sudah berkonsolidasi dengan beberapa komunitas di wilayah Tapal Kuda untuk saling bersinergi dalam mensosialisasikan program kampanye nantinya.

“Kurang lebih selama 1 tahun kebelakang memang sudah ada pembicaraan dengan teman-teman di pusat terkait dukungan ini, saya berinisiatif untuk mengumpulkan komunitas dan tokoh masyarakat yang pada akhirnya mereka antusias mendengar dukungan Pak Ganjar,” kata Agus.

Ketika disinggung soal pengaruh UU Desa yang pernah dirancang oleh Ganjar Pranowo, Agus membeberkan bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak positif bagi warga di wilayah Tapal Kuda. “Saya sangat merasakan pengaruh yang besar akibat kebijakan tersebut. Pak Ganjar tulus betul dalam mensejahterakan masyarakat. Yang beliau lakukan begitu peduli dengan masyarakat, khususnya desa-desa pelosok,” tambah Agus.

Sebagai desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai pelaku UMKM dan Petani, Agus memahami betul karakteristik Ganjar Pranowo yang sangat peduli dengan masyarakat di pedesaan. “Selama ini orang desa hanya dipandang sebelah mata, dijadikan objek oleh berbagai kepentingan. Tapi beliau merupakan sosok yang tulus dalam melayani masyarakat,” tambahnya.

Ketika ditanya bagaimana program sosialisasi seperti apa yang akan dibuat, Agus akan terus berkonsolidasi dan kerjasama dengan tokoh masyarakat di masing-masing wilayah terkait pencalonan Ganjar Pranowo, sebagai Presiden RI.

“Setelah kegiatan Des Ganjar di sini, pastinya ada strategi komunikasi lanjutan yang akan dibawa kepada masyarakat. Upaya-upaya yang dilakukan salah satunya blusukan masuk ke wilayah pelosok desa melalui bantuan teman-teman dari tokoh masyarakat,” tutupnya. (rid)

Usai Lantik Sekda Adhy Karyono, Gubernur : Harus Gercep dan Gaspol Bangun Jatim

0

Surabaya (pawartajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, melantik Adhy Karyono sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim. Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Adhy dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi, Jumat (15/7).

Adhy Karyono, dilantik sebagai Sekdaprov Jatim bedasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 79/TPA Tahun 2022  tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) di lingkungan Pemprov Jatim.

Gubernur Khofifah, meminta kepada Adhy untuk segera gaspol dalam melaksanakan sejumlah pekerjaan yang sudah menunggunya. Diantaranya yakni merumuskan RAPBD Tahun 2023 yang harus segera dibahas bersama DPRD Prov Jatim.

Khofifah minta Adhy bersama seluruh OPD dapat membangun sinergitas dengan maksimal terutama kesiapannya dalam membahas Rancangan APBD 2023 serta RKPD yang proses finalisasi terus dilakukan dengan Kemendagri.

“RAPBD 2023 harus nyambung dengan RPJMD dan nyambung dengan RKPD,” tegas Mantan Menteri Sosial tersebut. Adhy juga diminta untuk mengawal ketat tercapainya Indeks Kinerja Utama (IKU). Terlebih Jatim selalu berada diatas target yang telah ditetapkan.

“Allhamdulillah, dari 11 IKU Prov Jatim selalu berada diatas target yang telah ditetapkan. Oleh karenanya, RPJMD harus menjadi acuan dalam program program strategis yang telah dibahas bersama jajaran DPRD Jatim,” terangnya.

Agar seluruh pekerjaan tuntas dan maksimal, Khofifah berpesan agar Adhy mampu mengelola orkestrasi tersebut dengan baik. Sekda, kata Khofifah, adalah dirigen sehingga wajib hukumnya membangun kolaborasi dan sinergitas dengan banyak elemen strategis.

“Jika diibaratkan marching band, setiap intansi memiliki keahlian di masing masing alat musik yang tujuan akhirnya memberikan percepatan kesejahteraan bagi masyarakat Jatim,” ungkapnya.  “Orkestrasi ini menjadi bagian penting dengan varian tugas, program yang akan memberikan signifikansi terhadap upaya percepatan kesejahteraan masyarakat Jatim,” jelasnya.

Berbagai capaian prestasi pemprov Jawa Timur membuktikan bahwa kolaborasi dan sinergitas serta kerjasama semua pihak  terbangun sangat luar biasa. Patnership yang dibangun dengan semua institusi strategis telah menjadi kekuatan dalam membangun Provinsi Jawa Timur.

Tak lupa, Khofifah menyebut bahwa kerjasama dengan perguruan tinggi dan media juga menjadi modal penting. Kesemuanya ini adalah bentuk kerjasama Pentahelix Approach. Pentahelix Approach menjadi hal yang penting untuk bekerja, bergerak dan berlari secara bersama maka orkestrasi menjadi hal yang sangat penting.

Agar sekda Adhy Karyono segera adaptasi dengan tugas yang harus diembannya maka Gubernur Khofifah langsung menggelar rakor yang dipimpinnya sendiri bersama Wagub Emil Dardak bersama semua perangkat daerah. Tujuannya memperkenalkan semua kepala perangkat daerah beserta tupoksinya.

Sementara itu, Sekda Adhy Karyono, menyampaikan bahwa akan senantiasa bekerja dan menjalankan amanah sebaik baiknya yang sesuai petunjuk dan arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Adhy menegaskan bahwa dirinya akan menjadi sosok yang cepat beradaptasi dan menyesuaikan irama yang telah terbentuk bersama Gubernur, Wakil Gubernur serta seluruh Kepala OPD selingkup Pemprov Jatim.

“Juga bersama seluruh stakeholder. Saya akan menjunung tinggi dan berpedoman pada amanah menjadi Sekda,” ucapnya. Dirinya juga akan menjalin kemitraan bersama seluruh stakeholder, Forkopimda, DPRD dan seluruh pihak terkait untuk mewujudkan RPJMD dan RKPD yang mensejahterahkan masyarakat Jatim.

“Mohon waktu untuk saya bisa beradaptasi. Harapannya dengan rakor yang akan diselenggarakan usai pelantikan  bisa mempercepat proses belajar saya,” tutupnya. Sebagai informasi, Adhy Karyono terpilih bedasarkan penilaian akhir dari Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) setelah melewati seluruh tahapan seleksi mulai dari seleksi administrasi, assessment, penulisan makalah, wawancara dan rekam jejak.

Adhy Karyono adalah mantan Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI dan Staf Ahli Menteri Sosial RI. Pada kesempatan itu, juga dilakukan serah terima jabatan dan Pakta Integritas yang dilanjutkan dengan penyerahan memori jabatan dari Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi kepada Sekdaprov Jatim Adhy Karyono.

Hadir menjadi saksi pelantikan, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian BKN RI Dr Otok Kuswandaru dan Staf Ahli Bidang Administrasi Negara Kemenpan RB Dr Herman.

Tampak hadir dari pimpinan DPRD Jatim, Pangdam V Brawijaya, Wakapolda Jatim, Wakajati Jatim dan seluruh Kepala OPD Jatim, para Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, OJK dan unsur organisasi masyarakat. (dra)

Pantau Pengerjaan Pasokan Listrik 150 kV di Jembatan Suramadu, Gubernur Pastikan Tak Ada Penutupan Jalur Roda Dua

0

Bangkalan, (pawartajatim.com) – Proyek pemasangan saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150 KV di Jembatan Suramadu yang berdampak pada peralihan arus lalu lintas mendapat perhatian khusus Gubernur Jawa Timur/Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah, Kamis (14/7) sore memantau langsung seluruh proyek pengerjaan pasokan listrik SKTT di Jembatan Suramadu, Kedinding Bangkalan. Proses pemantauan ini dilakukan guna memastikan, akses baik dari Surabaya maupun Bangkalan tidak akan terjadi penutupan khususnya untuk Roda 2 selama proses pemasangan SKTT.

Khofifah menjelaskan, proses pengerjaan proyek pemasangan SKTT tersebut, akan berdampak terhadap arus lalu lintas khususnya pada jalur sepeda motor atau roda dua. Direncanakan selama pemasangan berlangsung, jalur sepeda motor akan dialihkan pada jalur roda empat secara bergantian selama enam bulan.

“Dari Bangkalan ke Surabaya pada enam bulan pertama ini masih tetap menggunakan jalur roda 2.  Enam bulan pertama yang dialihkan ke badan jalan  jembatan Suramadu  adalah  jalur roda 2 dari arah Surabaya – Bangkalan,” tuturnya.

Demi keamanan pengendara roda 2, Khofifah juga menyampaikan akan diberikan pembatas dan penerangan sehingga para pengendara roda dua bisa melintas Jembatan Suramadu pada malam hari tetap aman.

“Rencananya pengalihan jalur roda dua akan dimulai Selasa (19/7). Jadi selama enam bulan pertama arah dari Surabaya-Bangkalan dialihkan jalur roda duanya ke akses badan jalan Jembatan Suramadu. Kemudian enam bulan berikutnya, jalur Bangkalan-Surabaya. Masing-masing konstruksi kanan dan kiri jembatan dilaksanakan total satu tahun,” terangnya.

Gubernur Khofifah, meminta masyarakat Madura maupun masyarakat yang menggunakan akses Jembatan Suramadu untuk memaklumi jikalau ada pengerjaan pasokan daya listrik. Pemasangan SKTT ini diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat Madura yang akan mendapatkan peningkatan pasokan  suplai energi listrik dan mendukung pertumbuhan pembangunan dan ekonomi di Madura.

“Saat ini wilayah Madura disokong oleh 2 sirkuit yaitu SUTT 150 kV Ujung/Kenjeran- SKTT 150 kV Suramadu 1 & 2- SUTT 150 kV Bangkalan/Gilitimur. Kegiatan yang dilaksanakan dalam mendukung tujuan diatas yaitu dengan dilaksanakannya pekerjaan SKTT 150 kV Kedinding – TX Bangkalan sirkuit 3 dan 4. Sehingga total jika konstruksi selesei akan menjadi dua kali lipat yaitu 600 kV,” ungkapnya.

Khofifah optimis jika pemasangan SKTT ini rampung akan mendukung seluruh geliat aktifitas ekonomi, kegiatan keagamaan utamanya pesantren pesantren hingga sektor UMKM akan bergerak tumbuh.

“Kesemuanya ini untuk kepentingan masyarakat Madura dimana jika tersambung akan menghasilkan pasokan listrik dua kali lipat. Sektor ekonomi, pesantren, UMKM dan kehidupan keagamaan saya yakin bisa lebih maksimal semua bisa terkoneksi dengan baik,” terangnya.

“Jadi warga yang mengakses Jembatan Suramadu mohon bisa memaklumi bahwa PLN sedang bekerja untuk meningkatkan pasokan listrik di Madura,” tambahnya. Khofifah berharap, seluruh pengerjaan SKTT bisa cepat selesai dan seluruh masyarakat Madura dan Jatim bisa mendapatkan manfaat dari peningkatan kapasitas pasokan listrik yang sedang dibangun.

Sementara itu, GM PLB UIP JBTN Muhammad Ramadhansyah menegaskan kembali bahwa pengerjaan proyek ini dipastikan tidak akan menutup jalan bagi pengguna roda dua. “Namun, pengguna roda dua akan dialihkan ke lajur roda empat yang sudah diberikan pembatas serta diberi penerangan jalan guna keselamatan,” ujarnya

Dirinya kemudian menjelaskan bahwa skema pengerjaan proyek penambahan pasokan listrik ini akan menghabiskan waktu 6 bulan dan secara bertahap. Tahap pertama pengerjaan 6 bulan di sisi Surabaya Bangkalan, dan pengerjaan tahap berikutnya dalam waktu yang sama dengan sisi ruas Bangkalan-Surabaya.

“Insyaallah pasokan listrik akan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Sehingga sangat menguntungkan bagi industri yang akan tumbuh dan berkembang di wilayah madura,” tutupnya. Turut mendampingi, Kadis ESDM dan Kadishub Jatim, bersama GM PLN UIP JBTB Muhammad Ramadhansyah dan GM PLN UID JATIM Lasiran. (dra)

Pasca Penangkapan Sabu 1 Kilogram, Kades di Banyuwangi Digandeng Awasi Peredaran Narkoba di Desa

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Darurat narkoba melanda Banyuwangi, bahkan menyasar pedesaan. Hal ini menyusul penangkapan sabu 1 kilogram yang pelakunya dua pemuda desa. Mengantisipasi maraknya narkoba di pedesaan, Polresta Banyuwangi manggandeng para kepala desa (kades) mengawasi peredaran barang terlarang tersebut. Sehingga, peredaran narkoba bisa dideteksi dengan cepat.

Dilibatkannya para kades di Banyuwangi ini bukan tanpa alasan. Mereka menjadi kendali terdepan masyarakat desa. Harapannya, dengan melibatkan para kades, warganya tidak ikut tergiur dalam peredaraan narkoba.

“Kami mengajak para kades bersama-sama menjaga ketenteraman dan keamanan Banyuwangi. Salah satunya, kami mengajak mengawasi peredaraan narkoba mulai dari tingkat desa,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa disela gesah bersama Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab), Jum’at (15/7) sore.

Selain narkoba, para kades juga digandeng mengawasi peredaran minuman keras (miras). Dengan dukungan para kades, warga desa diharapkan tidak menggelar pesta miras sembarangan. Pun, menjual miras secara bebas.

Sebab, narkoba dan miras akan memicu kejahatan baru. “Kalau semua kades kompak memerangi peredaran narkoba dan miras, tentunya Banyuwangi akan aman dari peredaran barang terlarang ini,” tegas Kapolresta.

Ajakan polisi disambut para kades se-Banyuwangi. Mereka sepakat, narkoba dan miras tidak beredar bebas di pedesaan. Caranya, dengan memberikan edukasi dan pemahaman akan pentingnya bahaya narkoba dna miras.

“Kami merupakan unsur pemerintahan yang langsung berhadapan dan menyentuh masyarakat.Terimakasih Kapolresta yang memberikan perhatian dan menerima masukan dari kami,” ujar Ketua Askab, Anton Sujarwo. (udi)

Petro Gresik Jajal Pemupukan Pakai Alat Drone

0

Gresik, (pawartajatim.com) – Perusahaan penghasil pupuk ini di Gresik ini menjajal inovasi baru, memupuk menggunakan alat Drone. Alat yang biasa digunakan sebagai pengambilan foto atau gambar dari udara ini dimanfaatkan untuk menyebarkan pupuk.

Petrokimia Gresik (PG) perusahaan Solusi Agroindustri, berkomitmen mendukung digitalisasi pertanian. Penggunaan Drone merupakan salah satu pengembangan dari era digital ini. Uji coba pertama kali penggunaan Drone ini dikemas berbarengan dengan acara diskusi “Petro AgriTalk: Digital Farming, Ancaman atau Peluang untuk Sektor Pertanian” di Kebun Percobaan (Buncob) PG di Gresik, Kamis (14/7).

Direktur Utama/Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan digital farming menjadi salah satu strategi intensifikasi pertanian yang sudah seharusnya diaplikasikan di era industri 4.0 ini.

Dengan harapan  meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus pendapatan petani.”Kita harus berani melakukan terobosan, kalau kita tidak melakukan apa-apa di era kemajuan tehnologi ini kita akan tergilas,” ujar Dwi, panggilan akrab Dirut PG ini usai menjajal alat Drone di persawahan komplek Buncob Petrokimia ini.

Ia menjelaskan, selama tiga tahun ini Indonesia memang tidak melakukan impor beras tapi apabila kita tidak melakukan apa-apa sekarang, maka krisis pangan akan terjadi di negara kita. Untuk itu kita harus terus melakukan perbaikan dan inovasi yang berkelanjutan.

Salah satu teknologi digital farming yang diperkenalkan Petrokimia Gresik dalam rangkaian acara Petro AgriTalk adalah teknologi Drone untuk pengaplikasian pupuk jenis granul. Drone yang didemonstrasikan di  ini merupakan percontohan perdana untuk pupuk Granul, karena selama ini Drone hanya digunakan untuk pupuk jenis cair. Sedangkan pupuk yang diaplikasikan adalah produk andalan Petrokimia Gresik, Phonska Plus Formula 15-15-15.

“Drone yang kita terbangkan ini merupakan teknologi dari Thailand, dan mudah-mudahan bisa kita adaptasi karena sangat bermanfaat bagi pertanian Indonesia,” ujar Dwi Satriyo. Pemanfaatan Drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi bagi petani, dimana salah satu item cost yang mahal dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja.

Sedangkan alat ini cukup dioperasikan oleh satu orang dan mampu melakukan pemupukan antara 40-60 Ha/hari dengan hasil penyebaran pupuk yang lebih presisi. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat melengkapi Program Makmur yang selama ini dijalankan Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih baik.

Yaitu, mengolaborasikan lembaga perbankan, asuransi, offtaker, dan Petrokimia Gresik sebagai motor penggerak bertugas menyiapkan pupuk, pestisida, dan melakukan pengawalan budidaya pertanian.

Menurut dia, kehadiran teknologi dalam Program Makmur dapat meningkatkan pengetahuan teknis petani, seperti dosis pupuk yang tepat melalui rekomendasi Mobil Uji Tanah, pemilihan bibit unggul, atau agro input lain dengan cara yang lebih efisien. Begitu juga dengan sistem informasi mengenai cuaca atau kondisi pasar akan membantu ketepatan petani dalam pengambilan keputusan.

“Teknologi Drone ini akan menyempurnakan peranan Mobil Uji Tanah Petrokimia Gresik,” imbuh Dwi Satriyo. Menurut dia, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang diinisiasi Pupuk Indonesia (Persero) dengan MarkPlus, Inc. Melalui kerja sama ini, produk-produk pengembangan Petrokimia Gresik ke depan akan disinergikan dengan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pemupukan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain Dirut Petrokimia Gresik, turut hadir sebagai pembicara, Hermawan Kartajaya (Founder & Chairman MarkPlus Inc.), Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada) dan Dimas Eko Prasetyo S.T (SEVP Operation PT Perkebunan Nusantara X).

Dalam kesempatan ini, Hermawan Kartajaya mengajak stakeholder pertanian di Indonesia untuk belajar teknologi pertanian dari Thailand yang saat ini terbilang lebih maju. Dengan spirit ASEAN, ia berharap akan ada alih teknologi untuk kemajuan pertanian di tanah air.

“Manusia dan teknologi akan berjalan berdampingan. Kegiatan teknis pemupukan bisa dilakukan drone. Sedangkan, petani bisa melakukan hal-hal yang lebih produktif. Sehingga produktivitas pertanian dapat terus digenjot,” ujar Hermawan.

Ia mengapresiasi langkah Pupuk Indonesa (Persero) yang menugaskan anak usahanya, dalam hal ini Petrokimia Gresik, untuk menjadi percontohan perdana penggunaan drone untuk pupuk jenis Granul.

“Di bidang pupuk tanah air, Pupuk Indonesia Group ini adalah yang terbesar, jadi kita memang mengutamakan Pupuk Indonesia Group untuk kolaborasi ini,” tandas Hermawan. Selain pembicara diatas, kegiatan yang diikuti oleh 128 peserta yang berasal dari mahasiswa fakultas pertanian, petani muda, dinas pertanian, perusahaan BUMN, dan stakeholder pertanian lainnya ini juga menghadirkan perwakilan dari NAC Drone Thailand, yang berperan mendukung pelaksanaan simulasi Drone, sekaligus memberikan wawasan mendalam soal transformasi menuju industri 4.0.

Menurut Dwi Satriyo, selain dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas pertanian, pengenalan digital farming juga menjadi sarana untuk semakin meningkatkan ketertarikan generasi muda terjun di sektor pertanian. Mengingat generasi muda identik dengan teknologi dan segala sesuatu yang praktis.

“Sejak pandemi Covid-19, terdapat kenaikan angkatan kerja muda untuk sektor pertanian dari 18 persen menjadi 20 persen lebih. Ini adalah angin segar bagi sektor pertanian Indonesia yang harus terus kita dorong dengan kemajuan teknologi,” pungkasnya. (dra)

Anies Baswedan, Sosok Capres yang Dianggap Cerdas Versi Milineal

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Jelang Pelaksanaan Pemilihan Presiden 2024 mendatang, kandidat bakal calon Presiden mulai bermunculan. Setidaknya, ada tiga nama teratas yang sering muncul di hasil survei.

Tiga nama itu adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Hal yang menarik di Pilpres mendatang adalah tidak adanya calon incumbent. Ditambah lagi, 60 persen pemilih di Pilpres 2024 mendatang didominasi oleh kalangan milenial dan gen Z.

Sehingga calon presiden yang cerdas dan visioner menjadi hal yang paling diminati anak-anak muda ini. Dosen Fikom Universitas Dr. Soetomo Surabaya Rosnindar Prio E.R, mengatakan, generasi muda saat ini memiliki kriteria seperti apa Presiden idaman mereka kedepan.

“Untuk sementara, hasil survei sampai April kemarin termasuk dari Nusakom Pratama tiga orang (Anies, Ganjar, dan Prabowo) itu yang sering disebut. Untuk 2024 milih siapa ya kita nggak tahu, tapi kecenderungannya seperti itu,” jelasnya saat menjadi pembicara dalam diskusi Umum Kriteria Capres, Siapa Sosok yang Dianggap Cerdas dan Visioner? yang diselenggarakan oleh Universitas Dr. Soetomo, Kamis (14/7).

Sebagai pemilih muda, menurut dia, kebanyakan menginginkan kandidat capres yang memiliki kecerdasan. Jika kecerdasan dikaitkan dengan riwayat pendidikan, maka Anies Baswedan menjadi salah satu capres yang lebih unggul dibandingkan kedua calon lainnya.

Prabowo Subianto merupakan pria lulusan AKABRI tahun 1974. Sedangkan Ganjar Pranowo merupakan lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada dan Magister ilmu Politik UI tahun 2013.

“Kriteria tambahan yang ada juga mengarah ke pak Anies ya, soal cerdas, soal visioner, kita juga bisa lihat track record soal pendidikan akademisnya juga yang paling tinggi diantara yang lain,” ungkap peneliti dari Nusakom Pratama ini.

Namun, jika dibandingkan dengan dua calon lainnya, hanya Anies yang bukan merupakan kader struktural partai. Meski demikian, dinamisnya peta politik masih memungkinkan Anies mendapat rekom dari partai seperti ketika dirinya maju ke Pilgub DKI Jakarta pada 2017 lalu.

“Saya kira peluang masih terbuka lebar, kita ambil contoh pak Anies sendiri beberapa tahun yang lalu ketika maju Gubernur DKI juga diusung oleh beberapa daerah, contoh yang lain adalah Tri Rismaharini di Pilwali Surabaya,” pungkasnya.

Sementara itu, Drs. Machmud Suhermono, Ketua Mappili PWI Jatm dan Wakil Ketua PWI Jatim yang juga menjadi pembicara mengungkapkan, jika Pilpres 2024 mendatang akan sangat cair apalagi dengan tidak adanya incumbent. Partai-partai yang berbeda ideologi bisa saja menjadi satu koalisi untuk mengusung calon.

“Isu terakhir misalnya Anies Baswedan dan Puan, secara ideologis ini kan bagus, artinya ada pertemuan kelompok kanan dan kelompok nasionalis, kalau ini diwujudkan saya kira ini akan jadi alternatif, tapi kan tetap partai akan melihat hingga pendaftaran Oktober 2023,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, di Pilpres 2024 mendatang, memiliki posisi yang kemungkinan sama. Pasalnya, sebelum Pilpres seluruh Gubernur telah mengakhiri masa jabatannya. Sehingga, menurutnya, selama dua tahun ini para calon perlu memoles diri dan meningkatkan popularitasnya agar dilirik partai untuk maju menjadi Capres.

“Ganjar akan turun dari jadi Gubernur, Anies Baswedan juga sudah selesai, jadi mereka diluar semua. Nah kesempatannya untuk memanfaatkan dan menjaga popularitas dan elektabilitasnya itu,” katanya. (bw)

Soal Penolakan Sekdaprov Jatim, AMAK Indonesia : Jangan Berpikir Picik dan Kerdil

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Jika tak ada aral melintang, Jum’at (15/7) warga Jawa Timur/Jatim akan mempunyai Sekretaris Daerah/Sekda definitif yang baru. Hal ini diketahui dari keterangan resmi Gubernur Khofifah.

“Insya Allah Jum’at besok akan ada pelantikan Sekdaprov Jatim definitif. Untuk jamnya, nanti tanyakan ke Mas Ali (Kepala Biro Adpim Setdaprov Jatim) yang bagian undang-undang,” kata Khofifah Indar Pawaransa, kepada wartawan usai tasyakuran kepulangan haji di Grahadi Surabaya, Kamis (14/7).

Hingga saat ini belum ada yang mengetahui siapa calon Sekretaris Daerah Provinsi/Sekdaprov definitif yang akan dilantik itu. Juga tentang lamanya proses untuk memutuskan satu diantara tiga nama yang dikirimkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) ke Jakarta akhirnya menimbulkan polemik.

Ada salah satu LSM yang menolak Sekdaprov Jatim yang notabene bukan dari Jatim dan tidak pernah bertugas di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jatim. Saya pikir tindakan mereka sudah kebablasan. Pakai bikin petisi penolakan segala.

Ponang Adji Handoko/Bonang (kiri) bersama seniornya. (foto/ist)

‘’Jangan berpikir picik dan kerdil. Kenapa? Saya menengarai LSM tersebut kurang baca regulasi, tidak tahu mekanisme dan prosedur hingga Panitia Seleksi mendapatkan tiga nama calon Sekdaprov Jatim akhirnya terpilih setelah melewati sejumlah tahapan seleksi,” kata Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti ( AMAK ) Indonesia, Ponang Adji Handoko, kepada pers Kamis (14/7) malam di Surabaya.

“Sepatutnya sebagai aktivis yang benar harus bersikap independen, berpikir jernih dan tidak perlu ada muatan kepentingan terhadap salah satu calon. Karena kerja keras dan sangat teliti Panitia Seleksi patut diapresiasi. Ada Prof Nuh, Prof Mas’ud Said, itu bukan orang sembarangan,” ujar pria yang akrab disapa Bonang.

Ia menambahkan, bursa calon Sekdaprov dimanapun dilakukan secara terbuka dan transparan. Misalnya, Jatim membuka bursa tersebut, semua putra-putri terbaik Bangsa Indonesia boleh mendaftarkan dirinya.

“Dipersilahkan mendaftar. Lha celakanya, misalnya nanti yang dilantik tidak berasal dari Jatim kemudian ditolak, ini berbahaya. Sekali lagi berbahaya. Bisa pecah NKRI jika ada aktivis seperti ini. Mereka sudah tidak mikirin persatuan dan kesatuan. Tapi kepentingan calon yang didukung. Mereka jika berpikir kritis, boleh tidak setuju. Tapi jangan sekonyong-konyong, ujug -ujug terus menolak,” kilahnya

Untuk diketahui, dari ketiga calon Sekdaprov Jatim tersebut satu diantaranya merupakan pelamar dari luar Pemprov Jatim. Yakni Adhy Karyono, yang saat ini duduk sebagai Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial.

Sementara Dr Ir Jumadi saat ini merupakan Kepala Dinas Kehutanan Jatim dan berpengalaman menjadi Pj Sekdaprov Jatim di era Gubernur Soekarwo. Terakhir, Dr Nurkholis, saat ini menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral yang juga pernah menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim.

Sekretaris Pansel Sekdaprov Jatim, Aries Agung Paewai, kepada pers mengatakan, seluruh proses tahapan seleksi ini akan disampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapatkan rekomendasi.

Selanjutnya, tiga nama terbaik ini akan ditelusuri latar belakangnya selama menjadi ASN maupun prestasi-prestasinya oleh TPA. Sebab, keputusan untuk memilih pejabat JPT Madya merupakan kewenangan penuh TPA. (bw)

Charta Politika Indonesia : Elektabilitas Ganjar Pranowo, di Jatim Unggul Mutlak

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Lembaga survei Charta Politika Indonesia, mengeluarkan rilis hasil survei terkait Calon Presiden (Capres) 2024 di Provinsi Jawa Timur/Jatim. Hasilnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, unggul telak dari tiga nama pesaing terdekatnya.

Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo, mendapatkan elektabilitas tertinggi, diikuti oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Ganjar berhasil memperoleh raihan sebanyak 31,8 persen suara, posisi kedua diduduki Anies dengan 17 persen. Sementara Khofifah dan Prabowo mendapatkan suara imbang dengan masing-masing 15 persen.

“Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo elektabilitasnya 31,8 persen, menjadi pilihan tertinggi responden di Jawa Timur. Jauh di atas nama-nama lainnya,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, dalam keterangannya, Kamis (14/7).

Survei yang dilaksanakan pada 24 sampai 30 Juni 2022 lalu ini, mengambil sampel sebanyak 1.200 responden dengan nilai margin of error 2,83 persen. Survei ini dilakukan melalui teknik wawancara tatap muka secara langsung.

Wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Metodologi yang digunakan yakni metode acak bertingkat atau multistage random sampling pada tingkat kepercayaan masyarakat 95 persen.

Sementara itu, ihwal pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang, lebih dari 80 persen responden menyatakan mengetahui hal ini. Mayoritas responden di Jatim juga turut menyatakan tidak setuju dengan wacana penundaan pelaksanaan Pemilu 2024. (rid)