Standar Layanan Terminal Peti Kemas Jadi Prioritas

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Operator terminal peti kemas terbesar di Indonesia PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) saat ini tengah gencar melakukan transformasi di seluruh area kerja perseroan. Hal itu dilakukan SPTP untuk meningkatkan pelayanan terhadap para perusahaan pelayaran yang menjadi pelanggan utamanya.

Standar pelayanan di area terminal peti kemas menjadi prioritas perusahaan untuk memberikan layanan yang optimal dan efisien. Corporate Secretary SPTP Widyaswendra, mengatakan tranformasi yang dilakukan oleh perseroan menjangkau 27 terminal peti kemas di bawah pengelolaan perseroan.

Terminal peti kemas yang berada di wilayah Indonesia Timur tak luput dari proses transformasi tersebut. Beberapa terminal peti kemas di wilayah timur yang saat ini menjadi perhatian utama adalah TPK Sorong dan TPK Jayapura.

“Seluruh terminal peti kemas nanti akan memiliki standar pelayanan yang sama sesuai dengan kelas masing-masing, ini memudahkan kontrol dan monitoring baik bagi kami selaku operator maupun perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa layanan kami,” kata Widyaswendra, Rabu (29/6).

Suasana pelayaran di Terminal Petikemas Surabaya. (foto/ist)

Salah satu upaya SPTP untuk memberikan standar layanan yang sama adalah dengan pemenuhan kebutuhan minimal fasilitas dan peralatan pada terminal peti kemas. Untuk percepatan, perseroan melakukan pemindahan sejumlah peralatan bongkar muat peti kemas dari satu terminal ke terminal yang lain.

Seperti pemindahan 1 unit quay container crane (QCC) yang merupakan alat bongkar muat peti kemas di dermaga dari Pelabuhan Ternate ke TPK Kaltim Kariangau Terminal dan 2 unit QCC dari Jakarta International Container Terminal (JICT) ke TPK MNP.

Pemindahan alat lainnya yaitu 2 unit rubber tyred gantry (RTG) yang merupakan alat bongkar muat peti kemas di lapangan penumpukan dari TPK MNP ke TPK Kaltim Kariangau Terminal.
“Selain pemenuhan peralatan, kami juga melakukan standardisasi sistem yang ada di terminal, sehingga seluruh terminal nantinya akan terintegrasi dengan satu sistem yang sama,” lanjutnya.

General Manager/GM Operasional PT Temas Shipping Iwan Hernawan, mengatakan, standardisasi pelayanan di terminal peti kemas menjadi hal utama yang dinantikan oleh sejumlah perusahaan pelayaran.

Pihaknya menyebut pengelolaan terminal peti kemas sebelum merger memiliki perbedaan standar pelayanan di masing-masing terminal. Pengelolaan seluruh terminal peti kemas oleh SPTP diharapkan dapat mewujudkan harapan para perusahaan pelayaran melalui standar layanan yang sama di seluruh terminal peti kemas.

“Terminal peti kemas di wilayah barat, tengah, dan timur seharusnya memiliki standar layanan yang sama, baik itu dari sisi peralatan, kecepatan bongkar muat, tarif, hingga layanan pelanggan, kami melihat hal tersebut sudah disiapkan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas tanpa kami para perusahaan pelayaran meminta hal tersebut,” terang Iwan.

Transformasi terminal peti kemas oleh SPTP sudah dirasakan oleh pengguna jasa di TPK Belawan, Sumatra Utara. General Manager PT Tanto Intim Line Bustanul Arifin Siregar mengatakan kinerja bongkar muat di TPK Belawan mengalami peningkatan hingga rata-rata mencapai 45 BSH (bongkar muat peti kemas pada 1 kapal dalam 1 jam).

Pihaknya menyebut dalam 1 bulan perusahaan pelayaran PT Tanto Intim Line memiliki 11 jadwal kedatangan kapal dengan rata-rata bongkar muat sebanyak 1.300-1.600 TEUs.
“Dengan peningkatan kinerja bongkar muat tersebut waktu sandar kapal (port stay) menjadi lebih cepat, sehingga bisa segera berangkat untuk menuju ke pelabuhan selanjutnya, kami harapkan kinerja ini bisa tetap terjaga dan dapat ditingkatkan,” tutupnya. (bw)

Hingga Akhir 2022, Target SRK 10 Juta Peserta

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Capaian Skrining Riwayat Kesehatan/SRK 2021 meningkat signifikan mencapai 2,2 juta peserta dari target 1 juta. Target 2022 meningkat menjadi 10 juta peserta. Penegasan itu dikemukakan Kepala Bidang/Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Kota Surabaya, Eka Wahyudi, ketika berbicara dalam ‘Cangkruk Bersama Media dan BPJS Kesehatan’ di Surabaya Rabu (29/6).

Menurut dia, SRK sebagai upaya preventif menjaring peserta dengan potensi risiko penyakit. Misalnya, 14 persen risiko hipertensi, 6 persen risiko penyakit jantung koroner, 3 persen risiko ginjal kronik, dan 3 persen  risiko diabetes mellitus.

‘’SRK bermanfaat bagi peserta JKN dan FKTP karena dapat mengetahui potensi risiko penyakit kronis dirinya. Membuka akses peserta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan JKN, khususnya bagi peserta yang belum pernah memanfaatkan layanan JKN di FKTP/FKRTL,’’ kata Eka.

Sehingga, kata dia, akan berdampak pada peningkatan kepuasan peserta. Sehingga perlu kebijakan, kewajiban SRK sebelum peserta JKN mengakses layanan di FKT. SRK adalah pengisian pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri, keluarga dan pola konsumsi makanan di fitur/ menu SRK. Ia menjelaskan, seluruh peserta JKN boleh mengisi SRK terutama yang telah berusia diatas 15 Tahun dan dilakukan setiap tahun satu kali  sebelum mengkases pelayanan di FKTP.

Menurut dia, SRK diperlukan untuk mengetahui sedini mungkin potensi risiko penyakit. Diantaranya, diabetes mellitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner sehingga dapat dicegah sebelum terjadinya penyakit

Jika peserta belum mengisi SRK, kata dia, pada saat Noka peserta diinputkan pendaftaran pelayanan di aplikasi Pcare FKTP, muncul notifikasi untuk pengisian skrining dan wajib diisi terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses pendaftaran.

Di masa pandemi covid-19 SRK penting, dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah fatalitas Covid-19 pada peserta JKN dengan komorbid. Skrining Riwayat Kesehatan adalah pengisian pertanyaan tentang riwayat kesehatan diri sendiri keluarga dan pola konsumsi makanan di fitur menu SRK.

Sementara itu, Staf Administrasi Kepesertaan BPJS Kota Surabaya Fery Darmawan ,menyampaikan, mobil JKN memberikan layanan yang mempermudah saat menggunakan fasilitas BPJS kesehatan. (bw)

Mendag Fokus Turunkan Harga Migor Curah dan Bapok di Seluruh Indonesia

0

Donggala, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, menegaskan, fokus untuk menurunkan harga minyak goreng/migor curah dan menstabilisasi harga barang-barang kebutuhan pokok  (bapok) digencarkan di seluruh Indonesia, tidak hanya di Pulau Jawa. Untuk  itu, Mendag Zulhas, bertolak ke Pasar Toaya, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah untuk memastikan harga migor curah sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000/liter.

“Saya berangkat dari Jakarta pukul 02.00 dini hari. Sampai Donggala pagi-pagi sekali untuk memastikan apakah harga minyak goreng curah di Donggala sudah sesuai HET pemerintah atau masih tinggi,” kata Mendag Zulhas, sesaat setelah meresmikan tiga pasar rakyat secara terpusat di Pasar Toaya, Rabu (29/6).

Setelah meninjau Pasar Toaya serta bertanya langsung kepada pedagang dan pembeli, Mendag Zulha,s mendapati harga migor curah stabil di harga Rp 14.000/liter. “Setelah langsung turun ke Pasar Toaya ini, senang rasanya harga migor curah stabil sesuai HET. Hanya saja kalau minyak   goreng kemasan bermerek itu tentu mengikuti nilai keekonomian. Hal yang  pasti, pemerintah  memastikan migor murah untuk rakyat terus terjaga ketersediaannya,” kata Mendag Zulhas.

Di Pasar Toaya, Mendag Zulhas, menemukan kreativitas pedagang yang mengemas minyak goreng curah  dalam  botol-botol  plastik. Migor curah dijual bersama botol plastik tersebut dengan harga Rp 14.500/liter. Selisih Rp 500 dari HET menjadi biaya pengepakan botol plastik.

“Rp 500 adalah harga botolnya, sedangkan harga minyaknya tetap Rp 14.000/liter. Nah, agar nanti tidak ada lagi beban pedagang harus menyiapkan kemasan sendiri, pemerintah akan menyiapkan migor kemasan sederhana yang dikemas dengan baik dan terstandar. Harga jualnya akan tetap Rp 14.000/liter, mereknya Minyak kita,” kata Mendag Zulhas.

Resmikan Tiga Pasar Rakyat

Dalam kunjungan kerja tersebut, Mendag Zulhas, meresmikan tiga pasar rakyat yang berada  di Kabupaten Donggala. Ke tiga pasar tersebut adalah Pasar Labean, Pasar Ogoamas, dan Pasar Sioyong. Peresmian pasar dilaksanakan secara terpusat di Pasar Toaya, tempat Mendag Zulhas, meninjau distribusi migor curah serta harga dan pasokan bapok.

“Saya memantau harga-harga  bapok di Pasar Toaya, serta meresmikan tiga pasar rakyat di Donggala  yang  merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan. Yakni, Pasar Rakyat Labean, Ogoamas, dan Sioyong,” kata Mendag Zulhas.

Pasar Labean merupakan pasar rakyat yang dibangun menggunakan dana tugas pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan 2021 sebesar Rp 6 miliar. Pasar Labean menempati lahan seluas 900 meter persegi dengan luas bangunannya mencapai 500 meter persegi. Pasar Labean memiliki 40  kios  dan  tujuh  los yangmenampung 128 pedagang. Komoditas yang dijual antara lain, barang pokok dan penting, serta kain.

Pasar Ogoamas dibangun menggunakan dana TP Kemendag tahun 2017 sebesar Rp 6 miliar. Berdiri di atas lahan seluas 850 meter persegi dengan bangunan seluas 500 meter persegi. Pasar ini menampung 117 pedagang sertamemiliki 32 kios dan tujuh los. Komoditas yang dijual adalah barang pokok dan kain.

Sementara itu, Pasar Sioyong dibangun menggunakan dana TP Kemendag tahun 2019 sebesar Rp 6 miliar. Dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 500 meter persegi.  Saat ini menampung 128 pedagang dan memiliki 40 kios serta delapan los. Komoditas yang dijual adalah bapok dan kain. (bw)

Komunitas Pecinta KA Diajak Kampanye Cegah Pelecehan Seksual di Atas Kereta

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com)- Aksi kekerasan dan pelecehan seksual di atas kereta api (KA) menuai reaksi berbagai kalangan di Banyuwangi. Salah satunya, Komunitas Pecinta Kereta Api. Mereka menggelar aksi kampanye cegah pelecehan seksual dan kekerasan di dua stasiun di Banyuwangi, Rabu (29/6/2022) siang.

Dalam aksinya, komunitas yang berisi kalangan remaja ini mengecam aksi pelecehan seksual di atas KA. Sejumlah poster dibentangkan. Dimulai dari penumpang cek in, berlanjut ke ruang tunggu penumpang hingga penumpang naik ke atas KA. “ Kami mengecam aksi pelecehan seksual di atas KA, termasuk kekerasan sesama penumpang,” kata  salah satu anggota Komunitas Pecinta KA.

Harapannya, dengan aksi damai ini bisa menyadarkan penumpang agar tidak melakukan pelecehan seksual dan kekerasan di kereta. Sebab, menganggu kenyamanan pengguna jasa kereta api.

Kampanye melibatkan Komunitas Pecinta KA ini untuk mengajak masyarakat peduli dengan keamanan selama perjalanan KA, sekaligus menyadarkan masyarakat tidak melakukan pelecehan seksual atau kekerasan di dalam KA. “ Jadi, kampanye ini untuk mengajak masyarakat saling menghargai dan menghormati sesame pelanggan KA,” kata Vice President PT.KAI Daop 9 Jember, Broer Rizal di Stasiun Banyuwangi Kota, Rabu siang.

Selain Komunitas Pecinta KA, kampanye juga melibatkan kalangan Komnas Perempuan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia serta aktivis anti kekerasan seksual. Mereka yang melakukan kekerasan atau pelecehan seksual di dalam KA dipastikan di-blacklist ketika akan menggunakan jasa KA. “ Hukuman blacklist ini berlaku seumur hidup. Jadi, jangan coba-coba melakukan pelecehan seksual atau kekerasan di dalam KA,” tegasnya.

Aksi kampanye ini digelar serentak di sejumlah stasiun. Melalui kampanye ini, penumpang KA diminta tidak ragu melapor jika mengalami kekerasan atau pelecehan seksual di dalam KA. “ Dalam gerbong KA sudah ada CCTV yang akan menguatkan bukti. Begitu lapor, Polsuska akan menangani dan diturunkan di stasiun terdekat,” pungkas Broer. (udi)

Heroik, Polisi Kibarkan Bendera Merah Putih di Bawah Laut Selat Bali 

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Bendera merah putih berkibar di bawah laut Selat Bali, Selasa (28/6) sore. Pengibaran bendera ini dilakukan oleh 12 penyelam dan 30 personel Satpolair Polresta Banyuwangi. Aksi pengibaran ini serangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-76.

Meski gelombang tinggi, arus laut  membahayakan, tak menyurutkan semangat personel Polresta melakukan penyelaman. Menggunakan tiga kapal Polisi milik Satpolair, seluruh personel dengan peralatan selam lengkap diturunkan ke laut.

Proses penyelaman berjalan lancar. Bendera merah putih akhirnya dikibarkan di kedalaman 10 meter. “Kegiatan ini juga sekaligus menggali potensi bawah laut Selat Bali,” kata Kasatpolair Polresta Banyuwangi, Kompol Masyhur Ade, Rabu (29/6) siang.

Pihaknya berharap, pengibaran bendera merah putih ini menjadi penyemangat nasionalisme, sekaligus ikut mendukung pelestarian potensi bawah laut. Apalagi, potensi bawah laut Selat Bali menjadi primadona penyelaman.

Aksi penyelaman ini juga melibatkan komunitas nelayan. Usai pengibaran bendera merah putih, polisi melanjutkan aksi pembagian sembako ke komunitas nelayan. ” Kami juga mengedukasi nelayan untuk ikut melestarikan potensi laut, khususnya di Selat Bali,” pungkasnya. (udi)

Pemkot Surabaya Tutup Holywings

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas terhadap Rekreasi Hiburan Umum (RHU) Holywings yang diduga menistakan agama. Langkah tegas itu dilakukan Pemkot Surabaya dengan cara menutup sementara sampai kasus tersebut tuntas.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, telah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan GP Ansor terkait penutupan outlet Holywings yang diduga menistakan agama. Setelah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan GP Ansor, Satpol PP bertindak menutup dan melakukan pengawasan ketat.

“Sudah kita rapatkan, kita tindak lanjuti dengan penutupan sementara sampai kasusnya tuntas. Kemarin juga disampaikan ke teman – teman GP Ansor, dari pertemuan itu akhirnya kita sepakat dengan Kapolrestabes Surabaya untuk ditutup dulu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (28/6).

Menurut wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu, langkah penutupan RHU tersebut tepat, agar tidak memicu gesekan antar umat beragama di Kota Surabaya. Ketika masalah itu dibiarkan, maka bukan hanya umat muslim dan GP Ansor yang tersakiti, akan tetapi juga seluruh elemen masyarakat serta umat beragama lainnya.

Cak Eri menegaskan kembali, tidak mencabut izin RHU tersebut, namun menutup sementara hingga kasus dan suasana kondusif. Bahkan, ia juga meminta jajaran Satpol PP Surabaya untuk melakukan pengawasan di tiga lokasi RHU tersebut, agar tidak timbul kegaduhan di Kota Pahlawan.

“Tidak dicabut, tapi dibekukan, nggak boleh buka dulu sampai kasusnya tuntas. Kota ini menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama, kalau ada perkara seperti itu ya ditutup,” tegasnya. Apabila pengelola nekat buka setelah ada kesepakatan untuk tutup sementara, Cak Eri tak segan akan mengambil langkah pencabutan izin.

Menurut dia, ketika RHU itu nekat buka, secara tidak langsung dapat mengganggu stabilitas kota dan bisa memecah belah antar umat beragama di Surabaya. “Kalau dia nekat buka, berarti melanggar perintah forkopimda untuk meredakan suasana dan itu sudah mengganggu stabilitas kota bahkan memecah antar umat. Insyaallah ketika diminta untuk tutup, mereka mematuhi itu. Kalau ketahuan buka selama belum tuntas, dicabut izinnya juga bisa,” pungkasnya. (ko)

RUPS Tahunan IOH Fokus Percepat Integrasi untuk Berdayakan Indonesia

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara elektronik di Kantor Pusat Perseroan Selasa (28/6). RUPST membahas persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.

Persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2021. Persetujuan penetapan remunerasi Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun 2022. Persetujuan penunjukan Akuntan Publik Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022.

Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan kami dan para mitra atas kepercayaan dan loyalitas berkelanjutan yang memberikan keyakinan besar kepada Perseroan.

‘’Kami berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang positif, sambil terus memperkuat kerja sama strategis dengan mitra global, dan juga senantiasa berkomitmen mendukung agenda transformasi digital Pemerintah Indonesia,’’ katanya.

Perseroan resmi menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) pada 4 Januari 2022. Sejak saat itu, IOH berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman pelanggan lewat integrasi dua entitas yang saling melengkapi.

Hal ini termasuk integrasi jaringan yang tengah dilakukan di 43 ribu pemancar jaringan dengan target selesai pada akhir tahun 2022. Selain itu, IOH juga mendorong inovasi dan percepatan layanan digital baru.

Pada Maret lalu, IOH telah meluncurkan UCan dan Bima Kredit yang digunakan untuk pemberdayaan komunitas UMKM dan nelayan di Mandalika. IOH membawa dampak signifikan bagi bisnis, industri, dan Indonesia.

Hal ini terlihat dari kinerja perusahaan di kuartal pertama 2022 yang mencatatkan pertumbuhan kuat di total pendapatan serta EBITDA. Belum lama ini, IOH juga mengumumkan lahirnya BDx Indonesia menjawab permintaan yang terus meningkat akan data center berstandar global di Indonesia.

IOH juga melakukan peran penting dalam mendukung agenda strategis Indonesia untuk mendorong pemulihan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di ajang MotoGP Mandalika, Jakarta E-Prix, dan Pertemuan G20.

IOH akan melanjutkan fokusnya dalam mempercepat proses integrasi sehingga seluruh pelanggan dapat segera menikmati manfaat dari hadirnya IOH di Indonesia. ‘’Kami ingin menciptakan nilai bersama yang lebih besar bagi pemegang saham untuk memberdayakan Indonesia melalui pemberdayaan talenta digital, perempuan, dan UMKM. Hal ini juga sejalan dengan misi IOH untuk memberikan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia,” tutup Vikram. (bw)

Bertemu Dubes AS, Mendag Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi Kawasan Indo-Pasifik

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, menerima  kunjungan  (courtesy  call) Duta  Besar/Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Kim, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Selasa (28/6). Pada pertemuan tersebut, Mendag menegaskan, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama perdagangan untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik upaya AS untuk menjalankan inisiatif Indo-Pacific Economic  Framework  for  Prosperity  (IPEF).Hal  ini  untuk  memastikan  pertumbuhan  ekonomi  di kawasan Indo-Pasifik yang saling menguntungkan, inklusif dan terbuka,” kata Mendag Zulhas.

Menurut dia, setidaknya ada tiga elemen penting yang menjadi perhatian Indonesia terkait inisiatif tersebut. Yaitu, unsur fleksibilitas, arah dan prosedur yang jelas, serta keterbukaan dalam  pembahasan  Pilar  IPEF.

Selain itu, skema IPEF harus  disinergikan  dengan  skema  ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang lebih dulu ada. Mendag Zulhas, menyampaikan, Indonesia  dan AS dapat semakin mempererat  hubungan bilateral yang sudah terjalin sejak 73 tahun  yang  lalu.

Diantaranya, dengan  adanya  inisiatif  Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang sudah terbentuk sejak 1996. “Melalui forum  TIFA, kedua negara dapat saling membahas mengenai isu-isu  perdagangan dan investasi, serta berbagai  potensi  kerja sama. Diharapkan pertemuan TIFA Tingkat Menteri dapat terlaksana,” ungkap Mendag Zulhas.

Terkait fasilitas Generalized System of Preference (GSP), Mendag Zulhas, turut menyampaikan pentingnya otorisasi pemberlakuan kembali GSP bagi Indonesia. Produk Indonesia yang mayoritas merupakan produk usaha kecil dan menengah (UKM) akan melengkapi kebutuhan industri AS bukan sebagai pesaing.

Selain itu, Indonesia siap menjadi pemasokalternatif industri AS dengan kualitas dan harga yang  bersaing. “Oleh karena itu, keputusan dan dukungan Kongres AS untuk segera mengesahkan  kembali  pemberian  fasilitas  GSP  untuk  Indonesia  sangat  berperan  besar  dalam mendorong pembangunan ekonomi kedua negara,” ujar Mendag Zulhas.

Terkait G20, Mendag Zulhas mengapresiasi dukungan AS terhadap Presidensi G20 tahun ini. Mendag Zulhasberharap dukungan AS akan membantu negara anggota G20 untuk menghasilkan capaian-capaian dan agenda prioritas G20 yang bermanfaat.

Dalam memperkuat kerja sama perdagangan bilateral, Dubes Kim, menyampaikan perlunya meningkatkan potensi komoditas pertanian antara Indonesia dengan AS yang sampai saat ini baru terealisasi sekitar 30 persen menjadidua kali lipat di tahun mendatang.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan akses produk pertanian di Indonesia yang sudah terbuka dan siap untuk dioptimalkan,” ujar Dubes Kim.

Pada periode Januari-April 2022, total perdagangan Indonesia dan AS tercatat sebesar USD 13,77 miliar, atau naik 26,65 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 10,87 miliar. Sementara  pada  2021,  total  perdagangan  kedua  negara  tercatat  sebesar  USD 37,02 miliar,  naik siginifikan sebesar 36 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 27,20miliar.

Pada 2021, ekspor Indonesia ke AS tercatat sebesar USD 25,77 miliar sedangkan impor dari AS ke Indonesia tercatat sebesar USD 11,25 miliar.Dengan demikian Indonesia mencatatkan surplus USD 14,52 miliar.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke AS pada 2021 adalah minyak sawit, krustasea hidup, alas kaki dari bahan kulit, krustasea dan moluska, serta furnitur. Sementara impor utama Indonesia dari AS adalah minyak bumi, kedelai, vaksin, residu pembuatan pati, dan tepung. (bw)

Pemkot Surabaya Fasilitasi Modal untuk Tokel MBR

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) berkolaborasi dengan perusahaan fintech Komunal, untuk memberikan bantuan pinjaman modal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Toko Kelontong (Tokel). Bukan hanya bantuan pinjaman modal, tetapi juga memberikan pendampingan setiap hari.

Perusahaan fintech asal Kota Surabaya itu memberikan bantuan modal usaha berupa bahan komoditi seperti telur, beras dan daging ayam, kemudian dijual kembali oleh pelaku UMKM dan Tokel sesuai dengan harga di pasaran.

“Jadi kami beri bantuan pinjaman modal, namun tidak berupa dana, tetapi berupa barang siap jual. Bahkan kami juga sediakan lemari pendinginnya, sehingga UMKM dan Tokel sudah tidak lagi bingung mencari supliernya,” kata Business Development Manager Komunal, Natanael Edwin Suprapto di Kantor Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Senin. (27/6).

Edwin menjelaskan, tim pendamping Komunal itu nantinya akan melakukan menyampaikan berbagai materi, diantaranya adalah bagaimana cara menjual yang efektif dan sesuai dengan pangsa pasar, selain itu pendampingan menjual dagangannya melalui platform digital (online).

“Misal ayam yang kami suplai mau dijual menjadi menu ayam geprek, nanti kita bantu bagaimana penjualannya, kami link-kan ke platform – platform online. Nanti, UMKM atau Tokel yang menjual itu, kami tidak mematok harga, harus dijual kembali dengan nominal berapa saja, bebas,” ujarnya.

Saat sosialisasi di Kantor Kelurahan Putat Jaya ke pelaku UMKM dan Tokel, Edwin menyampaikan, program bernama Jawara Komunal itu diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Fokus kami adalah kepada MBR yang sudah memiliki UMKM atau Tokel, namun kesulitan mendapatkan modal. Karena kami bukan sekadar sosialisasi namun juga pemberdayaan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto menyebutkan, dalam sosialisasi ini Komunal bekerjasama dengan pemkot untuk memberikan fasilitas bagi pelaku UMKM atau Tokel MBR yang sudah membuka usaha, namun kesulitan mencari modal.

Devie mengatakan, kolaborasi yang disuguhkan oleh Komunal kali ini sangat tepat jika diterapkan kepada warga MBR. “Misinya Pak Wali kan mengentaskan kemiskinan, nah untuk menggerakkan warga MBR ini butuh skema khusus agar ekonomi terus berputar. Sedangkan skema yang ditawarkan oleh Komunal sangat pas,” kata Devie.

Dalam sosialisasi ini, Dinkopdag Surabaya menggaet  50 pelaku Tokel di dua kecamatan, yakni Sawahan dan Wonokromo. Setelah itu, pada awal Juli 2022, para pelaku Tokel sudah diberi bantuan modal mulai bergerak menjajakan dagangannya masing – masing.

“Sebetulnya target kami itu 300an pelaku Tokel MBR yang masuk kedalam klasifikasi e-Peken, nah yang 50 dari dua kecamatan itu, kami jadikan pilot project-nya,” ujar Devie. Di lokasi berbeda, Camat Sawahan Kota Surabaya, M Yunus, menyambut baik adanya kolaborasi antara Komunal dengan Tokel MBR yang ada di wilayah kerjanya.

Menurutnya, itu adalah langkah tepat untuk mensejahterakan warga Surabaya, khususnya di Kecamatan Sawahan. “Ini adalah langkah konkrit Pemkot Surabaya agar pendapatan Tokel khususnya MBR bisa meningkat, selama itu baik untuk warga, wajib kita sukseskan,” ucap Yunus.

Sosialisasi dan memfasilitasi UMKM atau Tokel di wilayah Kecamatan Sawahan, menurut dia bukan hanya sekali ini saja, akan tetapi sudah beberapa kali dilakukan oleh Dinkopdag Surabaya. Seperti halnya memudahkan pelaku Tokel dan UMKM mengurus NIB yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Beberapa bulan lalu saja totalnya mencapai 100 lebih Tokel yang sudah mengurus NIB dan kami bantu, saya rasa sekarang sudah lebih dari itu jumlahnya,” pungkasnya. (ko)

Cegah Meluasnya PMK Jelang Idul Adha, Banyuwangi Vaksinasi 3.300 Ekor Sapi

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Menjelang Idul Adha, pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Banyuwangi, makin diperketat. Sedikitnya, 3.300 ekor sapi disuntik vaksin. Tak hanya sapi potong, sapi perah yang mendapatkan vaksinasi.

Vaksinasi yang diberikan ke ribuan ternak sapi ini adalah tahap pertama. Targetnya, melindungi ternak dari ancaman wabah PMK. “Selama empat hari, kita berhasil melakukan vaksinasi 3.300 ekor sapu, targetnya tembus 4.000 ekor,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dipertan Pangan) Kabupaten Banyuwangi, M.Khoiri, Selasa (28/6) siang.

Vaksinasi tahap pertama diprioritaskan pada populasi sapi perah. Total populasinya mencapai 700 ekor. Selanjutnya, vaksinasi menyasar sapi potong. Terutama yang ada di sekitar wilayah sapi perah. Dan, wilayah-wilayah rentan.

Seperti, wilayah munculnya PMK, kawasan perbatasan atau wilayah dengan populasi ternak tinggi. “Jadi, kita lakukan sistem ring vaccination,” jelasnya. Vaksinasi ternak digelar dalam tiga tahap. Tahap kedua akan diberikan setelah lima minggu dari tahap pertama. Kemudian, enam bulan kemudian dilakukan vaksin booster.

“Ternak yang bleh divaksin harus dipastikan akan dipelihara lama, artinya tidak akan dipotong dalam waktu dekat,” tegas Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Pangan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto.

Seluruh ternak yang divaksin dilaporkan secara online. Sehingga, capaian targetnya terpantau. Selain vaksinasi, penyemprotan massal juga dilakukan di sejumah kantung peternak. Kasus PMK di Banyuwangi tembus hingga 1.600 kasus. Dari jumlah ini, angka kematian ternak tidak sampai 1 persen. (udi)