Imbas Keluhan Wisatawan, Dinas Pariwisata Banyuwangi Minta Jam Masuk Ijen Dinormalkan

0

Banyuwangi, (pawartajatim.com) – Keluhan mahalnya tarif melihat blue fire Gunung Ijen, Banyuwangi direspon Pemkab Banyuwangi. Dinas Pariwisata Banyuwangi ikut menyayangkan kejadian ini. Sebab, berdampak pada kunjungan wisatawan ke wilayah ini.

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda meminta jam masuk Ijen dinormalkan lagi. Sebab, mahalnya tarif melihat blue fire disebabkan tidak normalnya jam masuk Ijen. “Dahulu, jam masuk ke Ijen dibuka pukul 01.00 WIB. Semua wisatawan bisa menikmati blue fire. Ketika jam buka diubah pukul 03.00 WIB, ini yang menyebabkan sulitnya mendapatkan pemandangan blue fire,” kata Bramuda, Rabu (23/2) siang.

Karena sulitnya mendapatkan blue fire inilah, muncul tawaran mahalnya paket blue fire. Wisatawan bisa masuk pukul 01.00 WIB, namun dengan membayar mahal. “Dua minggu lalu, kami sudah kumpulkan para tur guide, termasuk KSDA. Tapi, hasilnya masih nihil. Kami juga bersurat ke KSDA agar jam buka ke Ijen dinormalkan, tapi juga belum ada jawaban,” jelas Bramuda.

Pihaknya berharap, jam masuk ke Ijen dikembalikan pukul 01.00 WIB. Sehingga, wisatawan bisa menikmati blue fire yang menjadi ikon wisata Ijen. “Kekuatan pariwisata Banyuwangi ada pada blue fire. Tidak hanya Ijen, tapi pelaku pariwisata di sekitar lereng Ijen yang merasakan dampaknya,” tegasnya.

Mahalnya biaya masuk ke Ijen untuk melihat blue fire dikeluhkan wisatawan. Salah satu wisatan mengaku harus merogoh kocek hingga Rp 2,3 juta untuk bisa melihat fenomena alam kawah Ijen itu. Yang mahal, biaya pembuatan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).

Namun, Kasi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Balai Besar KSDA Jatim, Purwantono menegaskan aturan Simaksi sudah dihentikan tahun 2021 lalu. (udi)

Kemenkumham Jatim Usulkan Pengadaan Alat Pendeteksi Handphone untuk Lapas/ Rutan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Kanwil Kemenkumham Jatim terus berkomitmen melakukan pemberantasan handphone di lapas/rutan. Terbaru, instansi yang dipimpin Wisnu Nugroho Dewanto, itu telah mengusulkan pengadaan alat pendeteksi handphone untuk lapas/rutan.

Hal itu diungkapkan Plt Kadiv Pemasyarakatan Gun Gun Gunawan saat memimpin Satuan Operasional dan Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal Pas) Kanwil Kemenkumham Jatim melakukan sidak di Lapas IIA Sidoarjo Selasa (22/2).

Selain melakukan penggeledahan kamar hunian, tim juga melakukan tes urin untuk mengetahui ada tidaknya kandungan narkotika dalam tubuh. “Ini adalah wujud komitmen kami untuk melakukan menciptakan lapas yang zero handphone, pungli dan narkotika/halinar,” ujar Gun Gun.

Gun Gun yang didampingi Kalapas Sidoarjo Teguh Pamuji menyebutkan, pihaknya mulai kembali misi ‘bersih-bersih’ lapas. Dimulai dari Lapas Sidoarjo. “Kami menggandeng polsek dan koramil setempat sebagai bentuk transparansi,” terangnya.

Pada penggeledahan kali ini difokuskan di blok A dan blok W. Blok A merupakan hunian untuk warga binaan laki-laki kasus umum. Sedangkan blok W merupakan blok khusus perempuan. “Kami tidak menemukan barang-barang menonjol seperti handphone, dll,” tutur Gun Gun.

Meski begitu, Gun Gun berharap ke depan upaya-upaya yang dilakukan jajarannya lebih optimal lagi. Salah satunya dengan pemenuhan sarana prasarana. “Kami mengusulkan minimal kantor wilayah memiliki alat pendeteksi handphone, agar hasil penggeledahan lebih optimal,” urainya.

Nantinya, alat tersebut akan digunakan untuk kegiatan penggeledahan rutin maupun isidentil. Sehingga, hasil pemetaan keamanan dan ketertiban lapas/ rutan bisa lebih akurat. Dia berharap, usulannya bisa diakomodir Ditjen Pemasyarakatan pada tahun ini.

“Saya kira semua lapas/ rutan semua punya keinginan yang sama, agar semakin bersih dari halinar,” tegasnya. (bw)

Warga Asing Asal Palestina yang Kabur dari Rudenim Surabaya Berhasil Ditangkap

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Tim dari Direktorat Pengawasan dan Penindakan/Wasdakim Ditjen Imigrasi berhasil mengamankan seorang Warga Negara Palestina yang kabur beberapa waktu lalu dari Rumah Detensi Imigrasi/Rudenim Surabaya. WNA berinisial MDH diketahui telah melarikan diri dari Rudenim Surabaya pada 2 Januari 2022.

“Menurut informasi yang kami terima, MDH berhasil diamankan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat sekitar pukul 17.05 WIB,” ungkap Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh dilansir JurnalKumham, Selasa (22/2).

Sesaat setelah ditemukan, petugas mengantar MDH untuk melakukan tes swab antigen terlebih dahulu. Setelah itu, ia dikawal menuju Ruang Detensi Ditjen Imigrasi untuk dimintai keterangan guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas juga melakukan koordinasi dengan Polres Pasuruan untuk penanganan lebih lanjut, mengingat WNA tersebut telah melakukan tindak pidana/kriminal,” tuturnya. WNA berusia 41 tahun itu sebelumnya menabrakkan mobil Chevrolet N1030SP ke pintu gerbang Rudenim Surabaya dalam upaya melarikan diri di awal Januari lalu.

Dia bergegas mengambil kunci mobil setelah dua orang petugas yang berusaha menahannya tidak dapat melawan fisik MDH dan memutuskan segera menutup gerbang Rudenim Surabaya, dan petugas lainnya masuk ke dalam Ruang Kamtib untuk mengambil tongkat T untuk mengamankan Deteni.

Insiden kaburnya MDH berawal saat petugas hendak memasukkan deteni ke dalam sel. Saat itu, para deteni saling beralasan dan mengulur waktu untuk memasuki sel masing- masing. Hal ini mengalihkan perhatian terhadap petugas sehingga tidak menyadari posisi MDH yang sudah berada di depan sel A1 dan akan melarikan diri melewati pintu pagar Ring 1. “Atas perbuatannya, Deteni MDH dijerat pasal 365 KUHP terkait Pencurian Dengan Kekerasan.”, pungkas Achmad. (bw)

Puluhan Produsen Tempe di Sidoarjo Berhenti Produksi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Puluhan produsen tempe di sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tempe Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, Sidoarjo menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Mereka kompak mogok produksi tempe selama tiga hari yakni mulai 21 sampai 23 Februari 2022 besok.

Aksi mogok massal ini menyusul harga kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe harganya masih tinggi (selangit). Ketua Paguyuban Pedagang Tempe (PPT) Krian, Mukhromin, mengatakan aksi mogok produksi dilakukan serentak oleh seluruh pelaku usaha tempe di wilayah Krian.

“Semua produsen tempe di Krian udah tutup dari kemarin. Ada puluhan pelaku usaha tempe yang disweeping di Pasar Krian. Kalau tidak ditutup akan di sweeping teman-teman. Karena tutup produksi ini serentak,” ujar Mukhromin Selasa (22/2). Seusai menggelar sweeping di pasar Krian, lanjut Mukhromin para produsen tempe berkoordinasi. Hasilnya, setelah mogok massal maka disepakati hari Kamis bakal memproduksi dan berjualan lagi.

“Harga tempe tetap kita jual Rp 1.500 per potong (tidak dinaikkan). Kenaikan kedelai kami siasati dengan mengurangi ukuran dan bentuk tempe. Nanti kurang lebih ukuran seperti bungkus rokok,” imbuhnya.

Pria 57 tahun ini menjelaskan, aksi mogok massal ini terpaksa dilakukan agar pemerintah yakni Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dapat melakukan intervensi atas tingginya harga kedelai impor yang saat ini mencapai Rp 11.500 per kilogram di pasaran. Padahal, harga kedelai impor normal atau sebelumnya berkisar antara Rp 9.500 sampai Rp 10.000 per kilogram.

“Kalau dijual dengan harga biasa, kami tidak dapat untung bahkan rugi. Kami ingin pemerintah mendengar keluhan produsen tempe dan konsumen juga mengetahui tahu tempe mahal karena bahan bakunya sudah naik,” tegasnya.

Mukhromin berharap agar harga kedelai impor bisa kembali stabil (normal) seperti sebelumnya. Hal ini agar aksi mogok produksi itu tidak akan berlangsung lebih lama. “Kalau konsumen mendapatkan harga tahu tempe yang wajar, maka harga bahan baku utama kedelai harus terjangkau produsen tempe dan tahu seperti warta kampung tempe disini,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan agen kedelai sekaligus penjual tempe asal Krian, Ny Ningsih. Menurutnya, sejak harga kedelai impor naik pembeli kedelai turun. Menurut dia, biasanya saat harga normal kiriman 1 truk bermuatan 9 ton bisa habis dalam 2 hari. Namun sekarang baru habis dalam kurun waktu 4 sampai 5 hari.

“Begitu juga produksi tempe. Biasanya kita habis 5 kuintal kedelai, sekarang merosot drastis,” ungkap ibu 3 anak ini. Sejak kemarin, kata perempuan yang memiliki 6 karyawan ini, pihaknya menyepakati aksi mogok produksi massal sementara itu mulai 21 sampai 23 Februari 2022.

“Sesuai kesepakatan Paguyuban Pedagang Tempe Krian memang kami mogok semua. Kami berharap pemerintah (Jokowi) memperhatikan keluhan kami dan harga kedelai impor bisa normal lagi. Agar puluhan pedagang tempe di Pasar Krian bisa berjualan lagi dan konsumen bisa menjangkau harga tempe,” tandasnya. (rin)

IOH Laba di FY2021 Puncak dari Strategi Turnaround

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Hasil keuangan PT Indosat untuk kuartal keempat dan satu tahun penuh yang berakhir pada 31 Desember 2021. Ini menandai tahun buku terakhir Perseroan sebelum merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia menjadi Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT) yang selesai pada Januari 2022.

Dipandu oleh strategi turnaround tiga tahun sejak 2019, Indosat Ooredoo kembali mencatat kinerja yang kuat di tahun 2021, dengan total pendapatan meningkat 12,4 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp 31.388,3 miliar. EBITDA meningkat 21,4 persen YoY menjadi Rp 13.885,5 miliar, didorong oleh pertumbuhan top-line yang berkelanjutan dan inisiatif pengoptimalan biaya yang berkelanjutan. Laba Bersih Tahun Berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 6.750,9 miliar. Pendapatan seluler melonjak 10 persen (YoY) menjadi Rp 25.398,5 miliar.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison/IOH, Vikram Sinha, mengatakan, pihaknya mampu memberikan kinerja yang kuat dan konsisten dalam tiga tahun terakhir karena pelaksanaan strategi turnaround kami yang terfokus. Kami di Indosat Ooredoo Hutchison memiliki keinginan yang kuat untuk memberikan pengalaman pelanggan yang unggul, yang akan terus menjadi prioritas utama kami di masa mendatang.

Didorong oleh fokus Perseroan pada pengalaman pelanggan, eksekusi strategi penawaran produk yang sederhana, relevan, dan transparan, serta investasi belanja modal jaringan yang tepat, basis pelanggan meningkat sebesar 4,4 persen menjadi 62,9 juta pelanggan pada tahun 2021.

Pendapatan Rata-rata per Pengguna (ARPU) juga meningkat menjadi Rp 34,4 ribu, dari sebelumnya Rp 31,9 ribu di tahun 2020. Peningkatan pengalaman jaringan secara keseluruhan dan portofolio produk yang disempurnakan telah menghasilkan pertumbuhan lalu lintas data sebesar 36,7% persenYoY. Kinerja yang kuat pada operasional mencerminkan kepercayaan pelanggan yang tumbuh pada merek IOH.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Indosat Ooredoo Hutchison untuk mempercepat transformasi digital, Perseroan berhasil meluncurkan layanan komersial 5G di Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Ini juga memperluas jangkauan jaringan 4G berkualitas video di seluruh negeri, membangun 187 sites baru untuk menyediakan konektivitas internet ke ratusan desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sepanjang tahun, Perseroan juga menjalin kemitraan strategis dengan pemain digital global seperti Snap, Cisco, dan Google untuk mempercepat digitalisasi bagi konsumen dan bisnis di seluruh negeri.

Komitmen IOH untuk memperkuat jaringan dan mendorong inovasi terus diakui oleh penghargaan bisnis internasional terkemuka. Pada kuartal keempat tahun 2021, Perusahaan dinobatkan sebagai pemenang bersama Ericsson dalam kategori ‘Managed Services Innovation’ dari Global Telecoms Awards untuk proyek Transformasi Operasi Jaringan mereka yang didorong oleh Artificial Intelligence (AI) / Machine Learning (ML) dan Automation. Proyek ini secara signifikan meningkatkan kinerja jaringan dan pengalaman pengguna Perusahaan sambil membangun fondasi untuk peluncuran teknologi 5G.

Selain itu, Perseroan memenangkan penghargaan ‘Smart City Project of the Year’ di Asia Communication Awards atas keberhasilannya merintis infrastruktur dan layanan smart city di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto, memajukan cita-cita Indonesia menjadi ‘Smart Nation’.

Berkomitmen untuk memberdayakan anak muda dan talenta digital Indonesia melalui program keberlanjutannya di pilar Pendidikan Digital, Indosat Ooredoo Hutchison menyelenggarakan program beasiswa coding IDCamp dan berhasil menarik 46.025 peserta.

IDCamp telah mendistribusikan 108.179 beasiswa coding online kepada talenta digital muda Indonesia sejak program diluncurkan pada 2019, menghasilkan 13.226 developer bersertifikat. Sementara itu, melalui pilar Pemberdayaan Perempuan, Perseroan mengadakan SheHacks, sebuah program inovasi bagi perempuan Indonesia yang memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan ketidaksetaraan gender. Diluncurkan pada tahun 2020, hingga saat ini, SheHacks telah memberdayakan 1.548 wanita Indonesia.

Pada tahun 2022, Indosat Ooredoo Hutchison, sebagai entitas yang baru bergabung dan bisnis telekomunikasi terbesar kedua di negara ini. Dengan skala dan kekuatan  yang lebih besar, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memiliki posisi yang lebih baik untuk mendorong inovasi serta menghadirkan pengalaman dan layanan digital kelas dunia kepada pelanggan. IOH akan terus fokus untuk mendorong sinergi di seluruh aset dan jaringannya, menciptakan nilai lebih bagi pelanggan dan pemegang saham, serta mempercepat pertumbuhan transformasi digital Indonesia.

Dalam jangka panjang, Perseroan akan mendukung pemerintah dalam pemerataan akses teknologi digital di Indonesia dengan memperkuat infrastruktur jaringan dengan penambahan 11.400 site baru dan perluasan jangkauan jaringan ke 7.660 desa baru di seluruh tanah air, yang ditargetkan selesai pada akhir 2025. (bw)

Imigrasi Semarang Minta Timpora Salatiga Optimalkan Pengawasan

0

Salatiga, (pawartajatim.com) – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Semarang Kanwil Kemenkumham Jateng, menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan orang asing tingkat kota Salatiga, di Hotel Laras Asri Salatiga, Selasa (22/2). Kakanwil Jateng A. Yuspahruddin, yang berkesempatan membuka jalannya rakor mengatakan bahwa pengawasan terhadap orang asing memang tugas dari imigrasi, namun juga perlu kontribusi dari berbagai pihak terkait sehingga pengawasan yang dilakukan menjadi maksimal.

“Imigrasi memang tugasnya melakukan pengawasan, pengawasan terhadap lalu lintas, pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing. Oleh karena itu tim ini perlu dibentuk,” kata A. Yuspahruddin dalam sambutannya.

“Tidak mungkin imigrasi bekerja sendirian dalam mengawasi orang asing, apalagi di kondisi sekarang ini kita harus saling bertukar informasi, mendekatkan diri, untuk sama sama melakukan pengawasan,” tambahnya.

Yuspahruddin juga menyinggung soal Beneficial Ownership (BO) atau prinsip mengenali pemilik manfaat. Ia mencontohkan semisal ada orang asing yang memiliki pabrik namun atas nama orang Indonesia, maka hal tersebut perlu dilakukan pendalaman.

Untuk itu menurutnya, dalam anggota Timpora perlu adanya unsur notaris. “Kemenkumham melalui Ditjen AHU ada kewajiban untuk menerapkan prinsip mengenali pemilik manfaat (beneficial ownership), mungkin banyak terjadi misal kepemilikan terhadap tanah yang didirikan pabrik bukan atas nama orang asing tetapi atas nama orang Indonesia,” terang Yuspahruddin.

“Saya berharap timpora dapat menggandeng notaris, untuk bisa memantau siapakah pemilik manfaat dari sebuah perusahaan,” ujar Kakanwil menambahkan. Sebelumnya, Kepala Kanim Semarang Guntur Sahat Hamonangan dalam laporannya berharap melalui rakor ini Timpora Salatiga dapat mewujudkan pengawasan dan penegakkan hukum keimigrasian yang optimal.

Selain itu, kepada media ia juga mengatakan terdapat dua metode dalam mengawasi keberadaan orang asing. “Untuk pengawasan orang asing ada dua, pertama administratif dan kedua yang dilakukan bersama-sama misal dengan TIMPORA secara on the spot atau melalui sistem kita. Orang asing disini (Salatiga) rata-rata sebagai missionaris dan pelajar,” jelas Guntur Hamonangan kepada awak media.

Menurut Guntur, Salatiga adalah kota yang memiliki potensi untuk berkembang dalam berbagai aspek. Untuk itu, Salatiga mempunyai implikasi langsung terhadap lalu lintas keluar masuk orang asing di wilayahnya.

“Selain berdampak positif, banyaknya orang asing di Kota Salatiga tentu memiliki imbas yang negatif diantaranya penyalahgunaan izin hingga pelanggaran lainnya di bidang keimigrasian. Oleh karena itu TIMPORA Salatiga siap maksimalkan pengawasan,” pungkas Guntur Hamonangan.

Turut menghadiri rakor Kepala Bagian Program dan Humas Budhiarso Widhyarsono, Karutan Kelas IIB Salatiga Andri Lesmano, Jajaran Kanim Semarang serta seluruh anggota TIMPORA Salatiga. (dra)

Selain BPJS Kesehatan, Kini 4.055 Bunda Paud se-Surabaya dapat BPJS Ketenagakerjaan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah sebelumnya mendapatkan BPJS Kesehatan, kini sebanyak 4.055 Bunda Paud se-Surabaya mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dilakukan untuk melindungi Bunda Paud dalam melaksanakan tugasnya, yaitu mengajar anak-anak Surabaya yang masih dalam masa golden age.

 Secara simbolis, penyerahan bantuan CSR BPJS Ketenagakerjaan itu dilakukan di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Selasa (22/2). Proses penyerahan bantuan CSR itu disaksikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani.

 Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani bersyukur karena selama ini Bunda Paud sudah terlindungi dengan BPJS Kesehatan dari Pemkot Surabaya. Mulai hari ini, perlindungan kepada Bunda Paud semakin lengkap, karena akan mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini sangat penting untuk memberikan manfaat dari hal-hal yang tidak terduga, terutama yang diakibatkan dari terjadinya resiko yang ditimbulkan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik,” kata Rini, di acara Pemantapan Peran Bunda Paud (PPT) dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pemberian CSR BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya perlindungan kepada Bunda Paud.

Karena itu, ia menyampaikan atas nama Bunda Paud Kota Surabaya, ia menyampaikan terimakasih banyak kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah membantu memberikan CSR BPJS Ketenagakerjaan. Menurut dia, ini adalah upaya untuk melindungi 4.055 Bunda Paud di Kota Surabaya ke depan. “Semoga ini bisa membantu dan memberikan semangat baru bagi para Bunda Paud di Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Eri mengatakan dengan adanya bantuan BPJS Ketenagakerjaan itu maka kalau terjadi kecelakaan ketika bekerja, bisa ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, ada pula jaminan kematin.

“Jadi, banyak yang bisa dilakukan dengan BPJS Ketenagakerjaan ini,” kata Wali Kota Eri.  Menurut dia, ini penting diberikan karena Bunda Paud itu mendidik anak-anak usia dini yang nantinya akan menjadi orang-orang hebat dan akan menjadi pemimpin di Surabaya maupun Indonesia.

Makanya, ia menitipkan betul kepada Bunda Paud itu untuk memberikan pengarahan kepada anak-anak, terutama pencegahan kekerasan kepada perempuan dan anak-anak. “Saya berharap anak-anak ini bisa memiliki kepribadian yang berani, berani mengatakan jika salah itu salah dan jika benar itu benar. Berani mengatakan jika disakiti maupun dibully. Makanya, saya berharap kepada njenengan untuk mengajarkan anak-anak ini dengan kasih sayang seorang ibu,” katanya.

 Ia menambahkan, jika Bunda Paud itu mengajar dengan kasih sayang seorang ibu, kemudian ditambahkan dengan dzikir ketika mengajar, maka dia sangat yakin bahwa kekerasan terhadap ibu dan anak di Surabaya akan hilang, dan anak-anak ini akan menjadi anak yang luar biasa.

“Saya yakin kerja keras njenengan semuanya akan menjadi amal jariyah yang akan menjadi bekal di akhirat kelak,” pungkasnya. (ko)

Hujan Deras dan Angin Kencang, Ratusan Pohon Tumbang

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang saat cuaca ekstrem. Namun, hujan deras dan angin kencang yang mengguyur Kota Surabaya pada Senin (21/2) sore kemarin, mengakibatkan ratusan pohon tumbang yang terjadi di hampir seluruh wilayah di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro tak menampik, bahwa penyebab terjadinya pohon tumbang adalah hujan deras yang disertai angin kencang di beberapa kawasan. Bahkan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan evakuasi dan pembersihan.

“Ada sebanyak 118 pohon yang tumbang, paling banyak terdapat di wilayah Surabaya Timur, Selatan, dan Barat. Hingga saat ini kami juga sedang berupaya melakukan penyelesaian dengan membersihkan patahan pohon tersebut,” kata Hebi, sapaan lekatnya, Selasa (22/2).

Untuk jumlah personel yang diterjunkan dalam penanganan pohon tumbang, ia menerangkan bahwa pihaknya menerjunkan lima rayon yang terdiri dari 10 personel. Artinya, terdapat 50 personel yang diterjunkan.

“Tetapi kami juga dibantu oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSBABM) yang ikut melakukan pembersihan, total dengan tim gabungan ada 200 personel,” terang dia. Hebi menjelaskan, selain melakukan pembersihan, pihaknya juga terus melakukan peratingan.

Yakni di kawasan yang rawan terjadinya pohon tumbang, seperti di kawasan Jalan Kertajaya, Jalan Ngagel, hingga kawasan Merr. “Karena tempat itu adalah langganan untuk angin yang menyebabkan pohon itu tumbang. Maka kita akan memasifkan lagi perantingan tersebut untuk wilayah yang lainnya,” jelas dia.

Disisi lain, ia juga meminta masyarakat untuk ikut berperan dalam merawat seluruh pohon yang di Kota Pahlawan. Sebab, tidak sedikit pohon tumbang, diakibatkan oleh ulah masyarakat, salah satunya adalah pembakaran akar pohon.

“Pohon sampai kapan pun memiliki kekuatan untuk menahan kekuatan alam, tapi disini juga harus dilihat dari sisi manusianya, karena banyak pohon yang tumbang akibat dibakar oleh warga. Sehingga akarnya tidak lagi kuat,” ungkap dia.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk melaporkan pohon-pohon yang terindikasi memerlukan perantingan, maupun penebangan. Masyarakat bisa langsung menghubungi Call Center 112 atau melaporkan kepada kelurahan setempat untuk memudahkan dalam penjangkauan lokasi pohon.

“Nanti pohon itu akan kami cek dulu, apakah akan dilakukan perantingan atau penebangan pohon. Jadi kami tidak langsung menghilangkan pohon saja dan warga di imbau tidak membakar pohon karena terdapat peraturan yang tercantum pada Perda dan dapat dikenakan sanksi,” pungkasnya. (ko)

Wali Kota Tangani Banjir hingga Tengah Malam, Dua Jam Air Langsung Surut

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak Senin (21/2) sore, mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota Pahlawan tergenang. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, keliling ke sejumlah kawasan di Surabaya untuk mengecek genangan tersebut.

Ia didampingi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Di lokasi pertama, Wali Kota Eri Cahyadi, menangani genangan di Jalan Golf I/1, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

Di tempat tersebut, ia langsung meminta jajaran Dinas PMKP untuk menyedot air genangan itu. Ia memimpin penyedotan itu hingga sekujur tubuhnya basah kuyup. “Berdasarkan perkiraan BMKG, terjadi cuaca ekstrim yang menimpa Kota Surabaya. Akhirnya seperti ini, bahkan juga terjadi hujan es dan puting beliung, maka saya langsung turun untuk melakukan pengecekan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Senin (21/2) malam.

Ia mengatakan, usai melakukan pengecekan kondisi di kawasan Gunung Sari, air tersebut langsung surut setelah dilakukan pemompaan dan penyedotan oleh Dinas PMKP. Selanjutnya, ia bergegas melakukan pengecekan banjir di Jalan Raya Menganti Wiyung,

“Saya ke arah Wiyung dan saya tahu ada genangan yang lumayan tinggi di atas mata kaki dan itu membuat macet. Akhirnya saya membuat dua arah, jalan yang banjir saya tutup dan saya oper ke satu sisi. Yakni jalan yang tepat di depan basecamp PMKP,” kata dia.

Pada sisi lainnya, yakni yang mengalami kenaikan air, ia langsung meminta Dinas PMKP untuk melakukan pemompaan dan penyedotan air. Hasilnya, dalam kurun waktu dua jam, air tersebut surut dan tak menggenangi jalan lagi.

“Alhamdulillah, pukul 21.00 WIB kita mulai dan jam 23.00 WIB sudah surut semuanya. Jadi ini lah yang saya harapkan kolaborasi dengan semua tim, harusnya tanpa saya pun sistem ini berjalan,” ungkap dia.

Apabila hal tersebut terjadi kembali, ia meminta kepada Kepala Dinas PMKP untuk siaga. Sebab, banjir di kawasan Jalan Raya Menganti Wiyung telah terjadi sejak tahun 2017 dan terus berulang hingga saat ini.

“Ada limpahan air dari perumahan, seperti Dian Istana, Bukit Darmo, dan ada juga dari Graha Family. Maka kita tahu di dalam (gang rumah warga) juga ada genangan. Air itu akhirnya lari ke Kali Makmur ini, karena kalinya penuh maka dia tidak bisa menampung dan terjadilah banjir,” terang dia.

Untuk menekan luapan air, Wali Kota Eri Cahyadi langsung memasukan beberapa truk tangki untuk melakukan penyedotan air di dalam gang rumah warga untuk membuang air tersebut. “Berarti tahun 2022 ini kita sudah tahu masalahnya. Oleh karena itu, harus dikunci air itu yang ada di perumahan dengan dibuat pintu air dan bozem untuk mengatur air yang akan masuk ke Kali Makmur,” tegas dia.

Kalaupun terdapat limpahan air seperti saat ini, ia meminta Dinas PMKP harus memanfaatkan mobil PMKP. Sebab, inilah salah satu kecepatan Kota Surabaya untuk menyelesaikan genangan. “Tadi sempat diskusi dengan warga dan mereka mengatakan 2017 hingga 2019 itu sampai subuh. Tapi tadi kami juga berjibaku dengan warga untuk membuka saluran dan akhirnya kita bisa menyelesaikan dalam waktu dua jam,” ungkap dia.

Tak hanya itu saja, ia kemudian meminta PD (Perangkat Daerah) terkait untuk mendatangi perumahan tersebut, yang rencananya akan berkoordinasi untuk membuat pintu air dan bozem. “Ini pembelajaran bagi teman-teman, kudune lek 2017 terjadi (kalau terjadi sejak 2017) ya tutup disana, harus sama-sama ada toleransinya tidak langsung dibuang. Tapi harus saling menjaga lah,” tegas dia.

Karena itu, Wali Kota Eri Cahyadi, minta seluruh jajarannya untuk berkolaborasi dan bergotong-royong dalam menghadapi masalah. Khususnya permasalahan banjir yang terjadi terus menerus di Jalan Raya Menganti Wiyung.

“Mangkanya saya bilang, pakailah empati, golekno saluran (carilah salurannya) tidak bisa banjir disini diselesaikan disini. Cukup jaman ku iki tok (cukup jaman saya), aku emoh lek onok banjir maneh (aku tidak mau terjadi banjir lagi), kalau terjadi ditempat yang sama kebacut berarti,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dedik Irianto menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan 11 unit untuk melakukan pemompaan dan penyedotan air di Jalan Raya Menganti Wiyung.

“Unit yang diterjunkan ada 11 unit dan yang terbanyak dari rayon 4 dan sekitarnya. Estimasi kerja, sesuai target Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) pokoknya jalan ini bisa dilewati sampai jalan ini normal,” jelas dia.

Ia menerangkan, bahwa pemompaan dan penyedotan air ini berlangsung hingga larut malam, karena sempat terjadi kemacetan panjang akibat air mulai meluap ke jalan raya. “Karena banjir maka jalan ini macet, maka kita kurangi air hingga jalan ini bisa dilewati,” terang dia.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Lilik Arijanto, mengatakan, faktor utama penyebab banjir di Kota Surabaya adalah curah hujan yang cukup tinggi, yang juga menyebabkan pohon tumbang.

Lilik menerangkan, bahwa pihaknya akan membuat pelaluan air, karena posisi tempat penampungan air (saluran Wiyung) lebih rendah dibanding dengan tingginya jalan raya. “Kita ke depan akan membuat saluran pembuangan atau crossing yang ke Kali Makmur dan harus ada tambahan lokasi lagi, jadi akan ada pelebaran dan pendalaman termasuk,” pungkasnya. (ko)

Wali Kota Ingin Layanan dan Fasilitas Puskesmas Ditingkatkan

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, ingin tingkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas. Agar lebih baik lagi, ia mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk berinovasi membuat gebrakan baru, supaya warga yang berobat dapat terlayani dengan baik.

Wali Kota Eri Cahyadi, menyampaikan hal tersebut saat virtual bersama pegawai ASN dan tenaga kontrak di ruang kerjanya, Senin (21/2). Pada kesempatan itu, ia mengingatkan jajaran Dinkes Surabaya untuk meningkatkan fasilitas informasi sebagai pendukung pelayanan di puskesmas.

“Mulai minggu ini, saya konsentrasi ke pelayanan puskesmas. Iki akeh laporan pelayanan nang puskesmas elek kabeh (banyak laporan pelayanan di puskesmas jelek semua). Bu Kadinkes saya nyuwun tolong itu (minta tolong Bu Kadinkes) semua TV dipasang, biar masyarakat tahu informasi pelayanan di puskesmas,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (22/2).

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan soal laporan warga terhadap kurang memuaskannya pelayanan di puskesmas. Ternyata, hal itu disebabkan oleh minimnya informasi. Pasien tidak tahu ketika poli sedang kosong, sehingga penanganan kesehatan jadi terhambat.

Penyebab kosongnya pelayanan poli itu dikarenakan kurangnya tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas. Kekurangan nakes ini karena sebagian bertugas di lapangan. Ia menegaskan, tak segan mencopot camat dan lurah jika tidak ada perubahan dan menyulitkan pelayanan warga Surabaya.

“Kalau sampai pelayanannya jelek dan tidak cepat, tidak ada sarana informasi dan membuat pasien tidak mengetahui mana saja poli yang kosong. Maka akan saya copot. Kalau sampai terjadi lagi, Pak Sekda itu (Kapus) dicopot saja,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.

Tak lupa ia menyampaikan kepada jajarannya di puskesmas agar memperbaiki pelayanan publik menjadi lebih baik lagi. Orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu juga berpesan, jangan pernah takut untuk bersuara ketika ada kekurangan di puskesmas.

“Tugas kita sebagai pejabat, dicaci dan dimaki itu biasa. Jangan sampai memberikan data yang baik-baik saja kepada saya, sedangkan data yang jelek tidak disampaikan. Malah tak sikat sampean (saya tindak tegas), jadi semua masalah dan kekurangan apapun sampaikan, karena itu tugas kita bersama, Pak Sekda maupun asisten untuk diselesaikan,” pungkasnya. (ko)