Gresik, (pawartajatim.com) – Sekolah ini menggelar kegiatan olah raga yang unik, futsal sarung. Usai vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik kembali menggelar class meeting. Uniknya, pada kali ini ada lomba futsal pakai sarung.
Futsal sarung ini layaknya permainan futsal pada umumnya, hanya saja pemain posisi penjaga gawang atau kiper memakai sarung. Tak ayal, saat ada pemain menendang bola ke kiper dan terkena sarung para penonton pun tertawa.
Panitia Lomba Futsal Sarung Spemdalas, RamaDitya Satria Laksana, mengatakan, kegiatan lomba futsal sarung digelar selama 3 hari, Rabu – Jum’at (15-17/12). “Total ada 22 tim yang ikut dalam futsal sarung ini. Adanya pemakaian sarung membuat teman-teman semakin bersemangat dan gembira,” kata Rama Ditya.
Rama mengaku, dalam class meeting ini komunikasi menjadi kendala. Betapa tidak, usai dua tahun pembelajaran dilakukan daring. Baru bisa melakukan kegiatan secara offline. “Awalnya kerepotan, tapi alhamdulillah bisa terlaksana dengan lancar,” ungkap Pengurus IPM Spemdalas ini.
Koordinator IPM dan Bina Prestasi Spemdalas Achmad Indra Baskoro menambahkan futsal sarung dipilih lantaran Spemdalas memiliki ekstrakurikuler futsal. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan minat siswa dalam olahraga.
“Sedangkan pemakaian sarung sendiri dibuat untuk hiburan, jadi kami ingin siswa tetap menjaga kesehatan dan bergembira,” terang Indra. Selain lomba futsal sarung, tambah Indra, dalam class meeting juga digelar lomba magic water, tarik tambang, sumpit bola, hingga food culinary.
“Kami ingin para siswa usai ujian bisa bersantai, tapi tetap semangat dalam belajar,” ujarnya. Dalam class meeting ini juga ada pertandingan persahabatan dengan sekolah lain. Salah satunya dengan SMA Muhammadiyah 10 GKB atau Smamio. (dra)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Salah satu pelajar SD di Surabaya membuat minuman herbal menyehatkan untuk meningkatkan imun tubuh di saat kondisi pandemi covid-19. Minuman herbal ini terbuat dari sari buah ciplukan yang kaya akan manfaat kesehatan tubuh.
Siswa kelas 5 SD, Veve, sengaja membuat minuman sari buah ciplukan ini untuk mengikuti pameran inovasi pelajar yang digelar di sekolahnya. ‘’Buah ciplukan banyak dimanfaatkan dalam dunia pengobatan herbal,’’ kata Veve, kepada pawartajatim.com di Surabaya Kamis (16/12).
Buah ciplukan mengandung sejumlah nutrisi bermanfaat seperti vitamin C. Dengan kandungan nutrisi yang dimilikinya, buah ciplukan dipercaya mampu memberikan manfaat untuk Kesehatan, terutama di saat kondisi pandemi covid-19.
Untuk membuat minuman sari buah ciplukan ini pun cukup mudah. Buah ciplukan yang sudah dicuci bersih dapat langsung di blender hingga halus. Setelah itu dicampur dengan air, gula maupun asam Jawa secukupnya dan kembali di blender.
Kemudian hasil sari buah ciplukan dapat direbus hingga mendidih dan siap untuk dikonsumsi. (ad)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah varian Omicron ditemukan di Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung bergerak cepat untuk melakukan antisipasi. Salah satunya dengan menyiagakan kembali kampung-kampung tangguh yang tersebar di berbagai penjuru Kota Pahlawan.
Kepala BPB Linmas Kota Surabaya yang sekaligus Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto menjelaskan, setelah varian Omicron diumumkan dan ditemukan di Jakarta, Pemkot Surabaya langsung melakukan antisipasi.
Bahkan, prokes kepada masyarakat lebih diketatkan dan operasi prokes sewaktu-waktu juga digalakkan. “Jadi, kita lebih menggencarkan prokes, dan itu dibantu oleh Kapolrestabes, TNI, dan jajaran 3 pilar. Operasi prokes dan swab massal tetap kita lakukan pada waktu-waktu tertentu,” kata Irvan di ruang kerjanya, Jumat (17/12).
Selain itu, Irvan, memastikan Pemkot Surabaya juga mengaktifkan dan menggerakkan kembali Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Bahkan, hal itu diperintah langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
“Pak Wali Kota Eri Cahyadi, minta camat dan lurah agar mengaktifkan kembali Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di wilayah masing-masing. Satgas kampung wani ini tetap diberdayakan untuk tetap waspada, kemudian mengantisipasi, dan melaporkan warganya, terutama yang melakukan perjalanan dari luar kota dan juga luar negeri,” katanya.
Menurut dia, bagi warga yang melakukan perjalanan dari luar kota maupun luar negeri, juga akan diperhatikan. Bahkan, nantinya satgas kampung wani akan berperan untuk mengawasi dan mencatat warga yang telah melakukan perjalan dari luar kota maupun luar negeri itu.
“Jadi, bukan hanya perjalanan luar negeri saja yang dicatat dan diawasi, tapi pelaku perjalanan luar kota, satgas kampung wani bisa melakukan pencatatan dan pengamatan jika seandainya terjadi apa-apa kepada warga tersebut,” ujarnya.
Meski begitu, Pemkot Surabaya juga tidak melarang masyarakat dalam beraktivitas. Tapi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Setiap kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan mengumpulkan orang banyak, diminta rekomendasi ke satgas. Supaya dipastikan pelaksanaannya itu betul-betul menjalankan prokes,” ujarnya.
Di samping itu, Dinkes Surabaya juga diminta untuk melakukan aktif case finding, sehingga testing secara masif akan terus dilakukan, baik di perkantoran swasta maupun pemerintah. Selama ini, testing di perkantoran itu sudah dilakukan dan akan terus digalakkan lagi.
“Testing ini akan terus digalakkan sebagai langkah antisipasi. Jadi, Ayo kita selalu disiplin menjaga protokol kesehatan dengan biasakan yang tidak biasa,” pungkasnya. (ko)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Berbagai pusat perbelanjaan yang ada di surabaya perketat protokol Kesehatan/Prokes bagi karyawan toko maupun pengunjung yang hendak masuk untuk belanja. Upaya pengetatan prokes ini untuk mencegah penularan covid-19 jenis varian baru omicron yang telah masuk di Indonesia.
Pasca pemerintah menyatakan covid-19 jenis varian baru omicron yang telah masuk di Indonesia. Berbagai tempat publik terus melakukan pengetatan protokol kesehatan secara ketat, lebih dari biasanya.
Tidak terkecuali di berbagai pusat perbelanjaan yang ada di kota Surabaya. Seperti halnya yang ada di salah satu pusat perbelanjaan perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup yang berada di Surabaya Timur.
Di tempat belanja ini, petugas keamanan perketat protokol kesehatan bagi karyawan toko maupun pengunjung yang hendak masuk untuk belanja. Mereka diwajibkan memakai masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah masuk toko, menunjukan kartu vaksin lewat barcode peduli lindungi, serta menjaga jarak antar pengunjung dan karyawan toko.
Salah satu pengunjung, Lina, mengatakan jika belanja disaat pandemi covid-19 sekarang ini tidak perlu merasa takut dan cemas. Lantaran tempat publik di surabaya seperti pusat perbelanjaan sudah banyak yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Sementara itu, General Manager Operasional, Ali Yudanto, dari salah satu pusat perbelanjaan perlengkapan rumah tangga Kamis (16/12) menyatakan, pihaknya memang sejak lama telah menerapkan protokol kesehata secara ketat demi keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung dan karyawan. (ad)
Surabaya, (pawartajatim.com) – Potensi pengembangan tanaman kakao di Jawa Timur/Jatim cukup luas. Data Dinas Perkebunan Jatim menyebutkan, luas potensi pengembangan kakao mencapai kurang lebih 16.000 ha.
Luas potensi tersebut jika dapat dikembangkan dengan maksimal, tentu dapat memenuhi permintaan yang selama setiap bulannya masih kurang. Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Heru Suseno S.TP., M.T, Jumat (17/12) mengatakan, selama produksi kakao biji kering di Jatim sebesar 50 – 80 ton perbulan. Namun permintaan yang ingin menyerap produksi kakao kelompok tani sebesar 100 ton per bulan.
Tentu saja, permintaan pasar tersebut belum dapat dipenuhi untuk saat ini. Dari beberapa lahan yang memiliki potensi pengembangan kakao tersebut, beberapa lokasi tersebar dibeberapa kabupaten, diantaranya Pacitan, Trenggalek, Madiun, Malang, Blitar, Lumajang, Kediri, Nganjuk dan Tulungagung.
“Jika potensi lahan tersebut dapat digarap secara maksimal, status Jatim sebagai sentra kakao nasional dapat kita raih,” harapnya. Data tahun 2021 menyebutkan, luas exsisting kakao di Jatim sebesar 57.020 ha. Lahan-lahan tersebut tersebar di Perkebunan Rakyat seluas 40.184 ha, Perkebunan Besar Negara seluas 12.229 ha, dan Perkebunan Besar Swasta 4.608 ha.
Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Jatim), Heru Tjahjono saat membuka kegiatan “Gebyar Kopi dan Kakao Jawa Timur Tahun 2021” bertempat di Warung Tani Pan Java, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (foto/ist)
Sementara, untuk produksinya sendiri pada tahun 2021 mencapai 34.988,85 ton. Produksi itu berasal dari Perkebunan Rakyat sebanyak 20.558,10 ton, Perkebunan Besar Negara sebesar 11.2019 ton dan Perkebunan Besar Swasta sebesar 3.211,75 ton.
“Potensi kakao rakyat di Jatim cukup besar tapi belum dikembangkan optimal, padahal komoditas tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa karena bisa dipanen dua kali per bulan dan penjualannya juga cukup mudah,” imbuhnya.
Menurut dia, kebutuhan pabrik pengolahan kakao dalam negeri sendiri kekurangan bahan baku, sehingga kerap mendatangkan kakao dari kawasan timur Indonesia bahkan impor dari Afrika. Guna meningkatkan kembali produktivitas kakao di Jatim, pemerintah terus melaksanakan kegiatan pengembangan, rehabilitasi, dan intensifikasi kakao Hal ini juga untuk memberikan peluang kesempatan kerja bagi petani .
Ia mengatakan, kegiatan intensifikasi sendiri bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani kakao di Jatim. Di lain pihak kegiatan rehabilitasi tanaman dilakukan untuk memperbaiki tanaman yang tua atau rusak, serta kegiatan pengembangan untuk menumbuhkan sentra kakao baru di Jatim.
Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu tanaman kakao di Jatim juga dilakukan bantuan alat panen dan pasca panen serta peningkatan SDM petugas dan petani melalui pelatihan. Dengan adanya pelatihan diharapkan petani dapat meningkatkan ketrampilan dalam berbudidaya serta mengolah biji kakao yang dihasilkan menjadi produk sekunder sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
Kegiatan pengembangan kakao ini sangat diminati masyarakat karena harga komoditi yang dalam lima tahun ini relatif stabil, tidak dikenal musim berbuah serta teknik budidaya kakao yang relatif mudah dan memerlukan naungan sehingga oleh petani banyak ditanam di antara pertanaman yang telah ada sebelumnya.
Harga per kakao untuk non fermentasi rata-rata berkisar Rp 20.000 – Rp 23.000. Sementara untuk fermentasi berkisar rata-rata Rp 27.000 – 35.000 sesuai dengan grade masing-masing. “Dengan potensi harga yang cenderung naik, tentunya minat petani untuk mengembangkan komoditas ini semakin bergairah,” katanya.
Pada 2020, areal tanam kakao di Jawa Timur mencapai seluas 56.895 ha. Luasan tersebut terdiri dari areal kakao rakyat seluas 40.059 ha dan Perkebunan Besar Negara seluas 12.229 ha dan Perkebunan Besar Swasta seluas, 4,607 ha.
Produksi kakao di Jatim pada tahun 2020 mencapai 35.304 ton terdiri dari produksi kakao rakyat sebesar 20.815 ton, produksi kakao Perkebunan Besar Negara 11.249 ton dan Perkebunan Besar Swasta sebesar 3,240 ton.
Komoditi kakao ini merupakan komoditi strategis untuk mengangkat martabat masyarakat dengan meningkatkan pendapatan petani perkebunan dan tumbuhnya sentra ekonomi regional.
‘’Kakao merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan, antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara,” terangnya.
Sebelumnya, untuk mempromosikan potensi kakao di Jatim, Dinas Perkebunan Jatim pada 10 Desember 2021 bertempat di Warung Tani Pan Java Dau Malang, menyelenggarakan kegiatan “Gebyar Kopi dan Kakao Jatim Tahun 2021.
Kegiatan ini dilaksanakan, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Perkebunan Nasional ke 64. Dalam arena gebyar, dipamerkan ragam produk hilir kopi dalam bentuk roasting (sangrai) dan powder (Bubuk) yang dikemas menarik, dari berbagai sentra produksi. Sentra produksi kopi Jatim ada di Selingkar Ijen-Raung, Selingkar Argopuro, Selingkar Bromo-Tengger-Semeru, Selingkar Arjuno-Kawi-Anjasmoro, Selingkar Kelud, Selingkar Wilis dan Selingkar Lawu.
Masing-masing kawasan, memiliki citarasa yang khas. Sementara, produk hilir kakao, antara lain Minuman Cokelat; Permen Cokelat; dan makanan berbasis cokelat dari sejumlah sentra olahan kakao, antara lain Mojokerto, Kediri, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.
Kegiatan diikuti sebanyak 24 stand, meliputi stand produk hilir kopi dan kakao hasil olah kelompok tani atau Gapoktan se-Jatim. Produk Olahan Kopi dari Pesantren anggota OPOP (One Pesantren One Product), Produk olahan kopi dan cokelat PUSLITKOKA, PTPN XII serta Stand Bank UMKM Jatim,” tutur Heru Suseno. (bw)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kabupaten/Pemkab Sidoarjo mendorong penguatan ekonomi desa melalui dukungan terhadap BUMDes. Yang terbaru, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, meresmikan BUMDes Kampung Wisata Kelengkeng di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu.
Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Muhdlor, mengatakan, Kampung Wisata Kelengkeng ini merupakan salah satu BUMDes yang patut dijadikan contoh bagi pengembangan ekonomi desa. Setelah hampir dua tahun berkutat pada pemulihan kesehatan masyarakat karena Pandemi Covid-19, kini saatnya kita mulai berangsur-angsur fokus pada pemulihan ekonomi.
‘’Kampung Wisata Kelengkeng ini menjadi salah satu pola pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bisa direplikasi di desa lain sesuai potensi masing-masing,” ujar Gus Muhdlor saat meresmikan Kampung Wisata Kelengkeng, Kamis (16/12).
Menurut dia, jika dalam pengembangan satu wilayah atau desa dapat menggerakkan roda ekonomi secara mandiri maka geliat ekonomi akan terus berjalan. “Kampung Wisata Kelengkeng di Simoketawang ini adalah bukti bahwa kemandirian desa telah terbangun dan geliat ekonomi akan cukup tinggi,” kata Gus Muhdlor.
Saat ini ,terdata jumlah BUMDes di seluruh Sidoarjo ada sebanyak 203 unit. Dari jumlah tersebut, yang masuk kategori Maju ada 37 unit, kategori berkembang 48 unit, dan kategori pemula 118 unit. Beberapa BUMDes tergolong maju seperti di Desa Watesari Kecamatan Balongbendo, Desa Sepande Kecamatan Candi, Desa Tlasih Kecamatan Tulangan, Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati, dan Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon.
Untuk memperkuat BUMDes, Pemkab Sidoarjo memberikan pelatihan. Baik dari sisi manajemen keuangan seperti akuntansi dasar, pengelolaan logistik, hingga pemasaran. “Kita jadikan BUMDes sebagai salah satu pendorong pemulihan ekonomi berbasis potensi lokal yang bisa membuka lapangan kerja, sehingga pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan,” ujarnya. (rin)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, memberikan penghargaan kepada 119 anggotanya dan polsek jajaran berprestasi, serta satu babinsa Koramil Sidoarjo dan Lurah Pucang, Sidoarjo, yang turut membantu tugas kepolisian dalam penanggulangan Covid-19.
Penghargaan diberikan dalam apel di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (17/12)pagi. “Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada anggota berprestasi dan masyarakat yang telah membantu tugas kepolisian di wilayah hukum Polresta Sidoarjo, khususnya dalam penanganan Covid-19,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.
Ia berharap para personel Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran lebih memacu kinerja, untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat serta terus berinovasi dalam melayani masyarakat. Termasuk dalam penanganan Covid-19.
Keberhasilan Polresta Sidoarjo dan jajaran, menurutnya juga tak lepas dari peran serta instansi lain dan masyarakat. Sebab itu, pihaknya mengapresiasi sinergitas dengan TNI dan masyarakat yang terjalin.
Pada apel penghargaan kali ini, Kapolresta Sidoarjo berikan penghargaan kepada Ps. Ka SPKT Polsek Sidoarjo Kota Aiptu Eko Sugiarto, Babinsa Koramil Sidoarjo Kota Serda Mohammad Saiin dan Lurah Pucang Sidoarjo Dian Ariyanti. Karena ketiganya telah bersinergi dengan baik dalam penanggulangan Covid-19.
Ketiganya terlibat dalam perangkat posko PPKM, yang memiliki kategori sangat baik. Dengan indikator efektivitas, tracing dan ketersediaan posko pada 34 provinsi dalam rangka penanggulangan Covid-19. (rin)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Memasifkan vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 11 tahun, Polresta Sidoarjo siap melayani anak digerai maupun posko siaga vaksinasi 24 jam. Seperti disampaikan, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, usai meninjau vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun di Gedung Serbaguna Polresta Sidoarjo, Jumat (17/12).
Pihaknya bersama instansi terkait, kini berupaya memasifkan vaksinasi bagi anak usia tersebut. Termasuk langkah yang dilakukan antisipasi libur sekolah dasar, mulai 20 Desember 2021 hingga awal tahun 2022.
“Masyarakat silahkan memvaksinkan anaknya, selain di sekolah juga dapat mendatangi gerai maupun posko siaga vaksinasi 24 jam Polresta Sidoarjo. Tentunya dengan diantar orang tua atau keluarga terdekat, menunjukan kartu keluarga yang bersangkutan,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.
Sementara terkait target vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, Kapolresta Sidoarjo menyampaikan sesuai data dari Pemkab Sidoarjo menargetkan 182.000 anak Sidoarjo tervaksinasi dalam dua bulan kedepan.
“Upaya masif akselerasi vaksinasi anak ini, diharapkan para orang tua turut berperan dan mendukung buah hatinya divaksinasi. Agar anak-anak kita terhindar dari penyebaran Covid-19, dengan terbentuknya herd immunity pada anak-anak,” lanjutnya. (rin)
Balikpapan, (pawartajatim.com) – Indosat Ooredoo, perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, hari ini mengumumkan peluncuran layanan komersial 5G di Balikpapan. Peluncuran ini menandai komitmen lebih lanjut dalam mendukung revolusi 5G di Indonesia dan merupakan peluncuran yang terakhir di tahun ini, setelah sebelumnya diluncurkan di Solo, Jakarta, Surabaya, dan Makassar, serta memasuki babak baru sebagai pendukung transformasi digital Indonesia.
Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha, meresmikan peluncuran layanan komersial 5G di Balikpapan yang dihadiri Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr Ir Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor; Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Budi Santosa Purwokartiko dan Head of Mobile Networks Nokia Indonesia, Frederic Chapelard. Protokol kesehatan dan pembatasan jarak yang ketat diberlakukan selama acara berlangsung.
President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan, bangga dapat meluncurkan layanan komersial 5G Indosat Ooredoo di Balikpapan dalam melanjutkan revolusi 5G di seluruh negeri.
Teknologi 5G ini kami harapkan akan mempercepat transformasi digital di Kalimantan, terutama untuk mendukung persiapan ibu kota baru Indonesia, Penajam Paser Utara, yang terletak di dekat Balikpapan. ‘’Kami berharap peluncuran ini juga akan secara signifikan meningkatkan daya saing industri di kawasan ini,” kata Ahmad Al-Neama, di Balikpapan Kamis (16/12).
Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, mengatakan, mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo dalam menyediakan layanan komersial 5G di Balikpapan, sebagai kota terbesar di Kalimantan Timur dan kota terdekat dari ibu kota baru Indonesia.
‘’Kami berharap teknologi 5G ini dapat mempercepat implementasi Smart City, Smart Government, dan Smart Industry guna mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan sehingga turut menjadi akselerator perekonomian nasional,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan, Balikpapan merupakan kota di Kalimantan Timur dengan industri manufaktur sebagai penggerak utama perekonomian. Tercatat sektor manufaktur menyumbang 47 persen dari Produk Domestik Regional Bruto pada tahun 2020[1], sedangkan perikanan laut menjadi kontributor utama di sektor pertanian.
Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, mengatakan, senang menjadi bagian dari perjalanan Indosat Ooredoo dalam merevolusi tanah air memanfaatkan kekuatan transformatif 5G. Balikpapan memiliki sumber daya alam yang potensinya sangat besar.
‘’Kami berharap teknologi 5G akan mengubah cara industri beroperasi sehingga dapat mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekspor. Seiring dengan Balikpapan menjadi pintu gerbang dari ibu kota baru, saya tidak sabar untuk menyaksikan transformasi digital yang masif di kawasan ini, yang didukung tentunya oleh layanan 5G dari Indosat Ooredoo,’’ kata Isran Noor.
Presiden Direktur Nokia Indonesia, KP Goh, mengatakan, suatu kehormatan bagi Nokia untuk menjadi mitra terpercaya dalam mendukung peluncuran layanan 5G di Balikpapan. Peluncuran ini merupakan kali kedua kami mendukung peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Indonesia setelah sebelumnya di Surabaya, Jawa Timur.
‘’Nokia bangga dapat berkontribusi mewujudkan kekuatan transformatif 5G menjadi realita di kawasan ini, terutama dalam mendukung persiapan relokasi ibu kota baru Indonesia di dekat Balikpapan,” ujarnya.
Bertepatan dengan peluncuran layanan komersial 5G di Balikpapan, Indosat Ooredoo dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menandatangani Memorum of Understanding (MoU), yang menandai komitmen bersama untuk memperkuat sektor pendidikan dengan memanfaatkan keunggulan teknologi 5G. (bw)
Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Ada warga protes dengan langkah Pemkab Sidoarjo membebaskan lahan di jalur Gedangan untuk frontage road/FR terpaksa tertunda. Pasalnya, enam warga pemilik lahan memilih mengajukan gugatan ke PN Sidoarjo karena tak terima dengan ganti rugi yang dinilai kecil.
Sedikitnya 6 warga RW 09 Dusun Gedangan Desa Gedangan, menggugat BPN dan Dinas PU Bina Marga Pemkab Sidoarjo lantaran keberatan atas proses appraisal, karena dinilai tidak ada transparasi proses ganti rugi.
Dimas SH, selaku kuasa hukum 6 warga Gedangan, mengatakan, penolakan pemilik lahan terkait proses ganti rugi yang tidak transparan ini sangatlah wajar. Alasannya ganti rugi harus melibatkan masyarakat secara terbuka dan lembaga akuntabel.
“Faktanya proses ganti rugi ini, dilakukan dengan narasi tekanan. Seperti ungkapan nilai appraisal yang sudah tinggi, dan kalau tidak mau maka warga tidak akan mendapatkan harga yang sesuai, dan uangnya akan dititipkan ke pengadilan,” kata Dimas, saat mengikuti sidang gugatan di PN Sidoarjo, Kamis (16/12).
Menurut Dimas, dalam penolakan ini, juga sempat beredar surat tanpa tandatangan kepala BPN, yang digunakan sebagai dasar kesepakatan ganti rugi. “Ini menandakan adanya tekanan kepada warga, makanya kita ajukan gugatan, apalagi penentuan ganti rugi tidak melibatkan warga,” kata Dimas SH.
Nilai ganti rugi yang ditetapkan tim appraisal per meter Rp 13 juta. Namun, warga minta Rp 35 juta pe rmeter dengan dasar bangunan rumah mereka besar dan bertingkat. “Karena tidak ada kejelasan ganti rugi sebenarnya kepada masing-masing penerima dan tim appraisal tidak kompeten, lantaran tidak ada rujukan informasi cara menghitung yang diterima warga maka kita menolak,” urai Dimas yang mengaku warga akan tetap mempertahankan hak milik meskipun ada eksekusi.
Sementara itu, Pemkab Sidoarjo optimistis pengerjaan frontage road mulai Bundaran Aloha sampai batas pemukiman warga Desa Gedangan alias Segmen 1 bisa tuntas akhir 2021. Untuk yang segmen 1 sampai pemukiman warga Desa Gedangan kita yakin bisa selesai akhir 2021.
‘’Segmen berikutnya dikebut lagi tahun depan. Program ini menjadi prioritas Bupati Sidoarjo karena akan sangat membantu mengurai kemacetan,” ujar Plt Kepala Dinas PU BM SDA Sidoarjo, Dwi Eko. (no)