Demi Keberlanjutan Bisnis di Masa Depan, XL Terapkan Prinsip ESG

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi terus meningkatkan layanan. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk  (XL Axiata) bertekad untuk menerapkan prinsip-prinsip ESG (penyelamatan lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance).

Manajemen XL Axiata sepakat bahwa penerapan prinsip ESG akan menjadi faktor penentu  bagi keberlanjutan bisnis perusahaan di masa depan. XL Axiata terus  berupaya menerapkan prinsip ESG dengan mengacu kepada target GSMA.

Yaitu, menurunkan emisi karbon menjadi 0 pada 2050 (Net Zero Emission by 2050). Harapannya dengan bisa ikut menurunkan emisi karbon menjadi 0, XL Axiata juga bisa ikut berperan dalam mencegah bencana jangka panjang akibat perubahan iklim.

Chief of Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O Baasir, mengatakan, XL melihat penerapan ESG secara keseluruhan bermanfaat dalam mengukur sustainability atau keberlanjutan, serta dampak sosial investasi perusahaan di masa depan.

Dengan menerapkan ESG, perusahaan dapat mengurangi secara signifikan potensi dampak operasional terhadap lingkungan dan mendapatkan kepercayaan baik dari publik maupun pemerintah, juga para pemangku kepentingan lainnya.

Disisi lain, implementasi ESG dapat mengurangi energi yang digunakan, dan pada akhirnya dapat membantu pengelolaan biaya yang lebih baik bagi perusahaan. Marwan menambahkan, penerapan prinsip-prinsip ESG mungkin tidak secara langsung berpengaruh pada kinerja perusahaan.

Namun, dalam penerapan ESG selama ini, XL Axiata mampu menjaga/meningkatkan citra perusahaan sebagai institusi yang perduli dengan usaha-usaha pelestarian lingkungan, penanganan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, serta melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik.

XL tidak pernah mengalami persoalan yang terkait dengan ketiga hal tersebut. Kedepan, lanjut Marwan, XL akan memperkuat pelaksanaan ESG, seiring dengan terus meningkatnya kesadaran publik untuk mengaitkan isu ESG dengan keputusan mereka dalam memilih produk layanan.

Tingkat kesadaran publik diyakini akan terus meningkat atas persoalan/isu-isu terkait lingkungan, sosial, serta penerapan tata kelola perusahaan (ESG) yang baik oleh suatu perusahaan. Perusahaan dengan citra negatif pada penerapan ESG mulai dijauhi.

Hal yang sama juga mulai terlihat dengan semakin meningkatnya investasi pada saham-saham perusahaan yang menerapkan ESG. Sudah saatnya semua perusahaan, mulai menerapkan prinsip ESG.

‘’Selain agar semakin banyak kalangan dunia usaha perduli dan berpartisipasi dalam penanganan isu utama yang dihadapi masyarakat dan bumi ini, juga demi keberlanjutan bisnis ke depan,” imbuh Marwan.

Secara konkret, di sektor lingkungan, kebijakan yang telah ditempuh oleh XL Axiata antara lain berupa upaya menghemat energi untuk operasional perusahaan, termasuk di kantor dan perangkat Base Transceiver Station (BTS).

Pada perangkat BTS, XL Axiata telah menerapkan antara lain Green BTS yang meliputi Intelligent Ventilation Cooling System (IVS), penggunaan kipas angin DC, dan Air Conditioning. Penggunaan Green BTS ini mampu mengurangi konsumsi energi secara signifikan hingga mencapai 50 persen.

Selain itu, juga telah diterapkan penggunaan Hybrid System Charge Discharge Battery (CDC) pada BTS di area terpencil yang tidak ada pasokan listrik, yang berhasil mengurangi konsumsi solar hingga 54 persen.

Setiap tahun, XL Axiata juga melakukan penghitungan terhadap konsumsi daya energi yang dikeluarkan beserta emisi yang dihasilkan. Penghitungan ini merupakan bagian dari proses pengawasan sekaligus acuan dalam perencanaan efisiensi konsumsi energi untuk tahun-tahun ke depan.

Selanjutnya, XL Axiata juga telah menerapkan digitalisasi pada berbagai fasilitas kerja karyawan di seluruh kantor yang dimiliki, termasuk ke layanan pelanggan, yang terbukti mampu berkontribusi mengurangi penggunaan energi listrik dan kertas.

Misalnya, digitalisasi pada fasilitas ruang-ruang pertemuan yang secara otomatis termasuk mengatur penggunaan listrik sesuai waktu pertemuan. Demikian juga dengan digitalisasi dalam beragam proses administrasi yang mampu mengurangi secara signifikan penggunaan kertas.

Sementara itu, pada aspek sosial, XL Axiata akan terus mendukung transformasi digital bagi kalangan perempuan melalui program-program pemberdayaan dan peningkatan literasi digital, terutama untuk kaum perempuan pelaku UMKM.

Beriringan dengan perluasan jaringan 4G yang terus dilaksanakan, XL Axiata juga memberikan dukungan peningkatan literasi digital dan pemanfaatan sarana digital bagi masyarakat di daerah terpencil agar lebih produktif, antara lain bagi komunitas nelayan, serta pelajar dan pendidik.

Dukungan pada pemberdayaan perempuan juga dilakukan melalui penerapan kebijakan yang berorientasi pada kesetaraan gender di lingkungan kerja, serta keaktifan manajemen XL Axiata dalam mempromosikan kebijakan yang sama di dunia usaha dan sektor publik.

Perusahaan membuka kesempatan secara luas juga bimbingan yang diperlukan bagi karyawan perempuan untuk berkarir secara maksimal hingga level pimpinan. Terkait dengan penanganan Covid-19, XL secara aktif mendukung pemerintah dalam percepatan dan pemerataan vaksinasi kepada masyarakat.

Sejak Maret 2021, XL telah membuka program Vaksinasi Indonesia Bangkit di Depok dan Medan, yang hingga bulan November 2021 lalu, total telah memberikan vaksin Covid-19 kepada 91.000 warga.

Selain itu, melalui brand AXIS, perusahaan juga mendukung vaksinasi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa di 7 kota, yang hingga saat ini telah menjangkau total lebih dari 32.200  pelajar dan mahasiswa.

Perusahaan juga telah pemberian dana bantuan kepada BNPB, ribuan APD untuk nakes di puluhan rumah sakit, hingga penguatan jaringan di sekitar rumah sakit rujukan utama. (bw)

Karyawan XL Kirim Bantuan untuk Korban Semeru

0

Lumajang, (pawartajatim.com) – Karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), melalui Majelis Ta’lim XL Axiata (MTXL), mengirimkan bantuan darurat untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Bantuan disalurkan ke tiga titik warga terdampak yaitu Sumber Wuluh Tengah, Dusun Poncosumo dan Dusun Kamar Kajang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/12).

Ketua MTXL, Yanuar Tirta Kumaya mengungkapkan, bantuan ini merupakan salah satu bagian dari Program MTXL Tanggap Bencana yang bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan.

Bantuan ini sekaligus merupakan wujud dari kepedulian karyawan XL Axiata untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Bagaimana pun juga, XL Axiata telah lama menjadi bagian dari masyarakat Lumajang.

Sudah semestinya kami ikut membantu warga. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat. Bantuan darurat dari karyawan XL Axiata tersebut berupa paket barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari seperti mie instan, makanan ringan, susu, sabun mandi, dan masker.

Selain itu, MTXL bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyalurkan paket bantuan alat kebersihan seperti sapu, sikat, alat pel dan ember. Sementara itu, untuk menyemangati anak-anak terdampak erupsi, MTXL bersama IZI mengadakan program Trauma Healing di camp pengungsian SMPN 2 Pasirian, Lumajang.

Pengadaan dan program untuk bantuan ini dihimpun dari dana zakat, infaq/sodaqoh karyawan XL Axiata yang dikelola oleh MTXL. Seluruh dana yang terkumpul melalui Program MTXL Tanggap Bencana ini disalurkan secara langsung dengan menggelar berbagai aksi sosial untuk masyarakat Indonesia di berbagai daerah.

Selain disalurkan dalam bentuk bantuan darurat ke wilayah terdampak bencana, dana dari karyawan juga disalurkan dalam berbagai kegiatan sosial, seperti antara lain pembangunan jembatan desa, sarana air bersih, pembangunan masjid, pembangkit listrik, bedah rumah, hingga depot air isi ulang. (bw)

RG untuk Ketahanan Pangan, Begini Rupanya yang Dilakukan

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Resi Gudang/RG yang berjalan 15 tahun lebih di Indonesia saat ini banyak dilihat dari aspek kesejahtaraan untuk petani dan pemilik komoditas. Namun, instrumen ini juga bisa menjadi bagian mendukung ketahanan pangan nasional. Terutama dari sisi rantai pasok (Supplay Chain).

Pengamat Ekonomi dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Sebelas Maret Surakarta, Izza Mafruhah, mengatakan, bicara RG dalam konteks ketahanan pangan, dapat membantu aspek produksi.

Berupa pembiayaan dan aspek penjagaan harga untuk menekan laju inflasi. Hal ini karena hasil pertanian adalah salah satu produk yang tergantung pada kondisi alam dan musim tanaman pangan  membutuhkan sekitar 3 sampai 4 bulan sekali panen.

‘’Pada saat panen raya jumlah produk melimpah sehingga harga turun sebaliknya pada masa tanam dan produksi, hal ini menyebabkan harga fluktuatif,’’ kata Izza Mafruhah, Kamis (16/12).

Salah satu alternatif dalam mengatasi ini adalah dengan menyiapkan saluran distribusi yang menjaga ketersediaan barang sekaligus meredam fluktuasi harga agar tidak merugikan baik petani maupun konsumen, dan itu bisa dengan melalui sistem resi Gudang/SRG.

Perlu upaya bersama dari para pemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan juga media perlu melakukan kolaborasi untuk mengoptimalkan SRG ini dalam mendukung ketahanan pangan.

Pertama, melakukan sosialisasi tentang SRG, tujuan, aktivitas serta upaya yang dilakukannya dalam hal bantuan pembiayaan yang bisa diberikan kepada pelaku usaha. Langkah ini perlu dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan menggandeng akademisi dan media.

Kedua, meningkatkan kemudahan dan keterjangkauan akses pembiayaan kepada pihak petani dan pelaku usaha pertanian agar tidak terjebak pada pembiayaan illegal. Ketiga, bekerjasama dengan pelaku usaha dibidang pemasaran agar mampu menyalurkan barang kebutuhan pangan dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangka.

Keempat, melakukan pendekatan kepada pihak pemerintah khususnya dalam penjaminan pinjaman (government guarantee) terhadap petani dan UMKM terkait. Terkait SRG untuk ketahanan pangan, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI, Agung Rihayanto, yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang mengatakan, dalam kaitan dengan ketahanan pangan ini, SRG dapat dimanfaatkan dari sisi supplay chain atau rantai pasoknya.

Hal ini karena pada intinya bicara ketahanan pangan adalah tentang ketersediaan dan keterjaungkauan masyarakat terhadap kebutuhan pangan. Untuk itu, dengan SRG ketersediaan akan terjaga. Sehingga masyatakat mendapatkan kemudahan dalam hal mendapatkan kebutuhan pangan.

Pemanfaatan RG di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Data dari PT KBI menunjukkan, tahun 2021 sampai November, jumlah RG yang diregistrasi mencapai 582 RG yang terdiri dari 11 Komoditas, dengan total volume sebesar 12,3 Juta kg dan nilai barang sebesar Rp 484,1 miliar.

Adapun dari sisi pembiayaan, sepanjang 2021 sampai November mencapai Rp 261 miliar. Sedangkan sepanjang 2020, jumlah RG yang diregistrasi mencapai 427 RG yang terdiri dari 7 komoditas, dalam  volume  9,6 juta kg dengan nilai barang sebesar Rp 200,7  miliar.

Sedangkan pembiayaannya mencapai Rp 93,8 miliar. Terkait pemanfaatan RG, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat Disimpan dalam Sistem Resi Gudang, komoditas yang dapat masuk ke SRG meliputi beras, gabah, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, pala, ikan, wawang merah, rotan, kopra, teh, rumput laut, gambir, timah, gula putih kristal, kedelai serta ayam karkas beku.

Ia menambahkan, sebagai pusat registrasi, kedepan kami akan terus berupaya untuk meningkatkan peran penting resi gudang ini dalam konteks ketahanan pangan. Berbagai upaya baik itu sosialisasi, edukasi, serta kerjasama dengan berbagai pihak sebagai offtaker (stand by buyer).

Selain itu, dalam hal pembiayaan, kami juga terus berupaya untuk mengajak lembaga pembiayaan baik bank maupun non bank untuk turut serta dalam pembiayaan RG. Kami optimis, kedepan RG ini akan mampu menjadi salah satu pilar dalam penciptaan ketahanan pangan nasional. (bw)

Gubernur Jatim Apresiasi Wali Kota Eri, Jadi Lokomotif Percepatan Vaksin Anak

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Percepatan vaksinasi terus dikebut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Setelah sukses dalam percepatan vaksin dewasa, lansia dan anak usia 12 – 18 tahun. Kini pemkot mulai menyasar vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun bagi siswa yang duduk di bangku kelas Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Di pelaksanaan Kick Off Vaksinasi Covid-19 untuk anak ini, dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Percepatan vaksinasi di Kota Surabaya, dilakukan di 116 sekolah SD/MI dengan total keseluruhan laki-laki dan perempuan 25.741 siswa.

“Insya Allah, kami akan selesaikan dalam waktu secepatnya, 10 hari ke depan. Tadi juga disampaikan oleh Ibu Gubernur, Alhamdulillah akan datang vaksin sinovac yang berikutnya dan akan kami lakukan vaksinasi secepatnya,” kata Wali Kota Eri, saat meninjau vaksinasi di SD Negeri Kaliasin I, Rabu (15/12).

Ia menjelaskan kepada para wali murid serta tamu undangan yang hadir, percepatan vaksinasi ini bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang lebih aman dan nyaman.

Bukan hanya itu, vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun ini juga untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kota Pahlawan. “Insya Allah dengan vaksinasi ini, Covid-19 di Kota Surabaya bisa semakin melandai dan hilang dari kota ini,” ujar Wali Kota Eri.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menyampaikan, proses vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun ini, akan dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah SD/MI di Kota Pahlawan.

Seusai meninjau Kick Off Vaksinasi Covid-19, ia menuturkan, dalam percepatan vaksin anak ini akan bekerjasama dengan Forkopimda Surabaya agar sesuai target. Jadi, tidak bebarengan semua hari ini, karena sebagian tenaga kesehatan (nakes) masih ada yang melayani pasien umum dan lansia.

‘’Misal, jumlah vaksinnya 100.000, pasti akan kita bagikan ke Forkopimda, setelah itu menyebar. Nanti mobilnya pak Kapolrestabes di lokasi mana, kemudian pemkot mobilnya di mana. Kalau sudah terbagi, maka bisa tercapai 70.000 vaksinasi,” urainya.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri, menambahkan, jumlah sasaran vaksinasi di SDN Kaliasin I, totalnya ada 311 siswa. Sedangkan per hari ini, yang ikut Kick Off Vaksinasi Covid-19 ada 247 siswa yang mendapat persetujuan dari orang tua / wali murid.

“Karena persyaratan vaksinasi ini kan harus ada surat persetujuan dari wali murid terlebih dahulu, diperbolehkan atau tidak. Setelah itu baru dilakukan screening, baru dilakukan vaksinasi. Nah, di SDN Kaliasin I ini ada yang sudah mendapat persetujuan dan ada yang belum,” imbuhnya.

Dikarenakan ada siswa yang belum mendapat persetujuan dari wali murid, Cak Eri memastikan, siswa SD/MI yang nantinya melaksanakan PTM, itu siswa yang sudah divaksin. Sedangkan siswa yang belum divaksin, tetap mengikuti pembelajaran lewat daring.

“Insya Allah yang PTM kami wajibkan untuk siswa yang sudah vaksin. Sedangkan yang belum vaksin, tetap belajar melalui daring, karena untuk mencegah penularan Covid-19,” tegasnya.

Cak Eri, berterima kasih kepada Gubernur Jatim, Khofifah telah mendukung proses vaksinasi untuk anak SD/MI. Menurut dia, Kota Surabaya tidak akan bisa berhasil mencapai level 1 kalau tidak ada dukungan dari Gubernur Jatim Khofifah.

“Bu Gubernur ini bukan hanya sekadar seorang gubernur, tapi Bu Gubernur ini adalah seorang Nyai. Dengan adanya Bu Nyai, maka doa kami akan mudah diijabah oleh Gusti Allah, makannya Surabaya bisa masuk ke level 1 lebih cepat. Matur nuwun Bu Nyai,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim Khofifah juga hadir di tengah proses Kick Off Vaksinasi Covid-19. Tak lupa, ia menyapa jajaran Forkopimda dan para siswa yang hadir di SDN Kaliasin I Surabaya. Dia menyampaikan, Kick Off Vaksinasi Covid-19 ini diikuti oleh 27.342 siswa SD/MI di seluruh Kabupaten/Kota se-Jatim.

Untuk vaksin kali ini, Khofifah mengatakan, menggunakan vaksin jenis Sinovac dengan dosis 0,5 milliliter. Tak lupa ia mengingatkan, proses vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun ini harus dilakukan dengan hati-hati sesuai dengan prosedur dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Matur nuwun Pak Wali, dari 27.342 itu 25.741 dari Surabaya. Terima kasih, atas gerak cepat Pak Wali beserta tim dan beserta para kepala sekolah SD/MI, saya rasa (Wali Kota Eri) ini menjadi lokomotif percepatan vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun di Jatim,” kata Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah menjelaskan, proses Kick Off Vaksinasi Covid-19 tersebut  berlangsung di 21 Kota/Kabupaten se-Jatim. Selain itu, ia juga menyampaikan, pada siang ini Pemprov Jatim akan menerima 700.000 lebih dosis vaksin Sinovac.

“Maka dari itu, kita akan menyegerakan untuk mengirim dosis vaksin yang dikirim dari Kemenkes RI untuk disalurkan ke berbagai Kota/Kabupaten di Jatim. Terutama, ke Kota/Kabupaten yang capaian vaksin umumnya mencapai 70 persen dan capaian vaksin lansianya 60 persen,” pungkasnya. (ko)

Pasien Covid-19 di Hotel Asrama Haji Terkonfirmasi Nol

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Setelah melewati perjuangan panjang selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaporkan perkembangan tamu atau pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Hotel Asrama Haji (HAH). Hasilnya, HAH dinyatakan nol pasien.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengungkapkan, terhitung per Selasa, 14 Desember 2021 pada pukul 09.00 WIB, sebanyak 397 kamar di HAH tidak terisi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Artinya, kamar tersebut nihil pasien Covid-19.

“Per Selasa 14 Desember 2021, pukul 09.00 WIB dengan jumlah total kamar sebanyak 397 orang, dengan jumlah kamar terisi adalah nol orang. Hasilnya, jumlah kamar kosong sebanyak 397 orang,” ungkap Kadinkes Febria Rachmanita, Selasa (14/12).

Feny sapaan lekatnya menerangkan, bahwa berdasarkan data kondisi tamu atau pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di HAH, dinyatakan nol tamu atau pasien yang masuk terkonfirmasi positif Covid-19, maupun yang tamu atau pasien yang keluar dari HAH.

“Data kondisi tamu HAH, jumlah tamu awal  sebanyak nol orang, jumlah tamu masuk nol orang, lalu jumlah tamu keluar nol orang dan jumlah tamu akhir nol orang,” katanya. Sedangkan untuk rincian data tamu akhir di HAH, Feny menjelaskan, terdapat dua Gedung yang kosong.

Gedung pertama, adalah Gedung Zam-zam yang setiap kamarnya mampu menampung 3 orang. “Kamar terisi  nol orang dan kamar kosong sebanyak 257 orang. Lalu ada Gedung Shofa, yang setiap kamar mampu menampung 3 orang, saat ini kamar terisi nol orang, dan kamar kosong 140 orang,” jelas dia.

Selain itu, Feny, mengungkapkan untuk data capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Surabaya. Untuk dosis satu, telah tercapai sebanyak 118,34 persen, sedangkan untuk dosis dua telah tercapai 99,63 persen.

“Untuk lansia dosis satu sudah tercapai 99, 95 persen dan dosis dua telah tercapai 90,24 persen,” ungkap dia. Karena itu, Feny berharap seluruh Camat dan Lurah untuk terus melakukan pengecekan terhadap warganya yang belum melakukan vaksinasi Covid-19.

Sebab, dari data tersebut, Feny mengaku, bahwa masih terdapat warga Kota Surabaya yang belum mengikuti pelaksanaan vaksinasi. “Berdasarkan arahan Wali Kota Eri Cahyadi untuk dosis kedua, baik total maupun lansia harus 100 persen. Mohon bantuan bapak dan ibu Camat untuk mengecek warganya yang belum melakukan vaksin,” pungkasnya. (ko)

Pemkab Optimis Frontage Road Bundaran Aloha Tuntas Akhir Tahun

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kabupaten/Pemkab Sidoarjo optimistis pengerjaan frontage road mulai Bundaran Aloha sampai batas pemukiman warga Desa Gedangan alias Segmen 1 tuntas akhir 2021.

”Untuk yang segmen 1 sampai pemukiman warga Desa Gedangan kita yakin bisa selesai akhir 2021. Segmen berikutnya dikebut lagi tahun depan. Program ini menjadi prioritas Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor (Ahmad Muhdlor Ali) karena akan sangat membantu mengurai kemacetan,” ujar Plt Kepala Dinas PU BM SDA Sidoarjo, Dwi Eko, Rabu (15/12).

Dia menjelaskan, saat ini pengerjaan dua jembatan penghubung pada segmen 1 juga telah rampung, tinggal dilakukan pengecoran. Masih tersisa pekerjaan pembebasan 11 bidang lahan, terdiri atas 9 lahan milik warga Desa Gedangan dan 2 musala, yang akan dilanjutkan pada 2022.

”Kami sedang melakukan perubahan kontrak dengan kontraktor terkait belum selesainya serah terima 11 bidang lahan tersebut. Nanti kontraktor menyelesaikan yang sudah diserahterimakan, di mana nanti akhir Desember itu menyelesaikan hasil perubahan kontrak terkait lahan yang sudah diserahterimakan, yaitu pengerjaan Segmen 1,” terang Dwi.

Memang masih ada 11 bidang yang belum selesai, tetapi yang penting jalan ini nanti sudah bisa tembus dari segmen 1 dengan segmen 2. Karena yang di ujung dekat musala itu sudah dibangun jembatan.

Harapannya nanti sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan kendaraan kecil roda empat. Tapi memang belum sempurna karena masih ada 11 bidang yang belum diserahterimakan. Nanti lanjut tahun depan.

Untuk diketahui, frontage road Sidoarjo terdiri atas sejumlah segmen. Segmen 1 membentang dari Bundaran Aloha sampai batas pemukiman warga Desa Gedangan. Lalu Segmen 2 dimulai dari awal batas pemukiman warga Desa Gedangan sampai ke arah Timur Rel Perempatan Gedangan.

Adapun Segmen 3 membujur dari perempatan gedangan ke sampai batas fly over Kecamatan Buduran dengan jarak 3 km. Dwi memaparkan, pengerjaan Segmen 1 bobotnya 90 persen dari total seluruh kontrak. Sejauh ini semuanya berjalan sesuai rencana.

”Yang segmen 1 ini kelar tidak ada masalah. mulai pengecoran dan pembangunan jembatan sudah rampung semua, tinggal finishing,” ujarnya. Sedangkan Segmen 2 volumenya hanya 10 persen. Pemukiman warga masuk segemen 2.

‘’Kalau dari kontrak awal nilai yang terselesaikan nanti 94 persen. Sehingga dilakukan perubahan kontrak. Dan sisanya yang 6 persen itu termasuk 11 bidang yang belum diserahterimakan kita tuntaskan tahun depan,” imbuh Dwi. (rin)

Pelaku Pembobol Gerai Indomart Ditangkap Polisi

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Tim buru sergap/Buser mengungkap kasus pembobolan gerai Indomaret, di Bakung Temenggungan, Balongbendo, Sidoarjo, yang terjadi akhir November lalu.Satu pelaku, berinisial LTT berhasil ditangkap polisi.

Sedangkan satu lagi masih DPO. Saat ditangkap di tempat tinggalnya, polisi mendapatkan barang bukti alat yang digunakan pelaku saat menjalankan aksinya melalui atap plafon gerai tersebut pada dini hari. Alatnya antara lain, palu, gergaji, gerenda, kabel rol dan karung.

Ada juga handphone dan beberapa parfum, yang didapatkan pelaku dari dalam Indomaret. Untuk barang hasil curian lainnya tidak didapatkan petugas, karena sudah lebih dulu dijual dan terpakai pelaku.

 ‘’Pembobolan gerai Indomaret ini diketahui salah satu karyawan, yang kaget saat membuka pintu gerai mengetahui bagian dalam ruangan sudah berantakan dan ada beberapa barang hilang. Kemudian, yang bersangkutan melapor ke Polsek Balongbendo,’’ kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, pada wartawan, Rabu (15/12).

“Dari keterangan pelaku LTT, ia pernah membobol gerai Indomaret di Gedek, Mojokerto, konter handphone di Peterongan, Jombang dan di Brangkal, Mojokerto. LTT ini juga residivis pencurian bobol brankas di Ciracas, Jakarta Timur pada 2019 lalu.

Atas perbuatan kriminal yang dilakukan LTT, sesuai dijelaskan dalam Pasal 363 ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Yakni hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun. (rin)

Rokok Ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol Dimusnahkan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sebanyak 8.151.436 batang rokok ilegal serta 112. 490 mililiter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal dan 44 cartrige vape ilegal dimusnahkan Pemkab Sidoarjo bersama Kantor Wilayah/Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim I di pendopo Delta Wibawa, Rabu, (15/12).

Pemusnahakan dilakukan Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi SH bersama Kepala Kanwil DJBC Jatim I Tri Wikanto. Jutaan batang rokok ilegal didalam drum dibakar bersama-sama. Wabup H. Subandi mengapresiasi positif kegiatan seperti ini.

Menurut dia, hasil kerja keras bersama dalam memberantas rokok ilegal di Kabupaten Sidoarjo. Kedepan dirinya meminta sosialisasi rokok ilegal terus dilakukan agar peredaran rokok ilegal dapat berkurang.

“Kedepan, saya berharap permasalahan cukai ilegal di Sidoarjo dapat berkurang,” kata Subandi. Ia mengatakan membuat atau mengedarkan rokok ilegal sama halnya dengan melawan hukum. Pasalnya merugikan negara dari sektor pendapatan pajak.

Ia menyatakan, Pemkab Sidoarjo akan terus berupaya menekan peredaran rokok ilegal. Upaya tersebut tidak hanya melalui penindakan, namun lewat sosialisasi dan edukasi. “Saya berharap sosialisasi-sosialisasi terus dilakukan kepada masyarakat maupun perusahaan rokok yang ada di Sidoarjo. Lakukan pendekatan, ajak komunikasi agar masyarakat mengetahui kalau membuat atau mengedarkan rokok ilegal adalah melanggar hukum,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJBC Jatim I Tri Wikanto mengatakan pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal adalah hasil penindakan selama kurun waktu bulan Februari 2021 sampai Juni 2021. Tri merinci, selama kurun waktu tersebut Bea Cukai Sidoarjo melakukan penindakan di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 29 kali.

Hasilnya didapat 5.139.556 batang sigaret ilegal yang diamankannya. Sedangkan di Surabaya jumlah barang hasil penindakan yang dilakukan 8 kali berhasil menyita 1.069.320 batang sigaret dan 112.490 ml MMEA dan 45 cartridge Hasil Produksi Tembakau Lainnya (HPTL) berupa vape atau e-liquid.

Untuk penindakan yang dilakukan di Mojokerto diperoleh barang sitaan sebanyak 1.940.980 batang sigaret. ‘’Dengan adanya BKC ilegal tentu menimbulkan banyak dampak negatif seperti persaingan pasar yang tidak sehat karena harga jual yang lebih rendah, penerimaan negara dari sektor cukai turun karena BKC ilegal tidak dilekati pita cukai dan ada bahaya dari sisi kesehatan karena kadar nikotin, alkohol dan bahaya kimia yang ada tidak sesuai standard,”ucapnya.

Tri mengatakan, dalam kurun waktu enam tahun ini Bea Cukai Sidoarjo telah melakukan berbagai upaya menekan peredaran rokok ilegal. Mulai secara preventif dengan sosialisasi sampai penindakan dan kegiatan operasi pasar bersama Pemda Sidoarjo.

Melalui langkah-langkah seperti itu diharapkannya tidak ada lagi pelanggaran BKC ilegal berupa rokok, HPTL vape atau e-liquid maupun MMEA.

“Bea Cukai Sidoarjo secara persuasif juga mengajak dan mengharapkan kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha di bidang cukai untuk mentaati aturan dan ketentuan yang berlaku sehingga kedepan tidak ada lagi pelanggaran BKC ilegal,” harapnya.

Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil operasi penindakan selama kurun waktu tahun 2021. Penindakan di bidang cukai tersebut diperoleh di tiga wilayah di Jawa Timur. Antara lain dari Kabupaten Sidoarjo, Kota Sidoarjo dan Mojokerto.

Diperkirakan kerugian negara dari hasil penindakan tersebut sebesar Rp 4.203.754.410. Nilai barangnya sendiri ditaksir mencapai Rp 8.331.406.440. (rin)

Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Mulai Dijalankan

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun, Selasa (14/12) mulai dijalankan. Seperti yang berlangsung di sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Sidoarjo. Untuk memantau pelaksanaan vaksinasi tahap pertama bagi anak usia 6 sampai 11 tahun berjalan lancar, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengunjungi Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2, Sedati, Sidoarjo.

Di sekolah tersebut, Kapolresta Sidoarjo mengecek langsung sejumlah 200 Vaksin Sinovac disuntikan kepada siswa-siswi usia 6 sampai 11 tahun. Tak lupa, edukasi protokol kesehatan juga disampaikan polisi bersama instansi terkait kepada pihak sekolah dan para pelajar.

“Sesuai dengan instruksi pemerintah, mulai hari ini dimasifkan vaksinasi bagi anak usia 6 sampai 11 tahun. Karena proses belajar mengajar tatap muka di sekolah dasar mulai aktif. Maka, untuk membentuk kekebalan komunal supaya terhindar dari Covid-19 bagi pelajar, saat ini kita gencarkan vaksinasi,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Rofik, salah satu pelajar yang ikut vaksin mengaku senang setelah disuntik. Kini ia dan teman-temannya lebih tenang telah divaksin Covid-19 pertama kalinya. “Semoga kita semua sehat, terhindar dari Covid-19 sehingga tetap dapat melaksanakan sekolah langsung bisa bertemu guru dan teman,” ujarnya.

Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun pertama kali hari ini, juga berlangsung di berbagai wilayah. Pelaksanaannya sesuai Instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo untuk segera melaksanakan vaksinasi pada anak 6 sampai 11 tahun. Selain itu, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), juga telah mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun.

Pelaksanaan vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap, dengan target dosis pertama secara nasional mencapai 70 persen. Harapannya di tengah mulai aktif pembelajaran tatap muka, Februari-Maret 2022 anak usia 6 sampai tahun di Indonesia telah tervaksin Covid-19. (rin)

Pemkot Surabaya Gelar Vaksinasi Khusus Anak SD Usia 6-11 Tahun

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menggelar vaksinasi dosis pertama khusus anak SD (Sekolah Dasar) usia 6-11 tahun. Pelaksanaan vaksinasi tersebut akan dimulai pada Rabu, (15/12) di setiap puskesmas di Kota Surabaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, pelaksanaan vaksinasi untuk usia 6-11 tahun tersebut, menargetkan 227 ribu anak, dengan menyasar 126 sekolah tingkat SD di Kota Surabaya. Pelaksanaan vaksinasi tersebut, juga telah mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali murid.

“Jadi ada formulir persetujuan yang wajib diisi oleh orang tua. Pelaksanaan vaksin ini juga langsung dikoordinasi oleh sekolah, maka teknisnya sudah diatur sekolah dan tenaga kesehatan dari puskesmas, agar tidak terjadi kerumunan,” kata Febri sapaan lekatnya, Selasa (14/12).

Febri mengungkapkan, bahwa jenis vaksin yang digunakan pada pelaksanaan vaksinasi dosis pertama untuk anak usia 6-11 tahun adalah vaksin jenis Sinovac. Pelaksanaan vaksin dimulai pukul 08.00 WIB oleh setiap puskesmas dan bertanggung jawab untuk dua sekolah yang berada di wilayah tersebut.

“Catatan dari kami, bagi orang tua yang hendak melakukan imunisasi (Difteri dan Tetanus) bagi anak-anaknya, mohon untuk ditunda terlebih dahulu. Agar bisa mengikuti vaksinasi Covid-19,” ungkap dia. Secara teknis, Febri menjelaskan, sebanyak seribu dosis vaksin perhari, akan diperuntukan untuk anak usia 6-11 tahun.

Nantinya, sebelum mendapat vaksin dosis pertama, anak-anak akan mendapat pemeriksaan riwayat penyakit terlebih dahulu. “Vaksin ini pelaksanaannya setiap hari. Kalau satu puskesmas ada seribu dosis perhari, artinya satu sekolah mendapat jatah 500 dosis,” jelas dia.

Ia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi anak untuk usia 6-11 tahun telah dilakukan sosialisasi oleh pihak sekolah. Terutama sekolah yang telah mendapat asesmen dari Satgas Covid-19. Tentunya sudah disampaikan oleh wali kelas.

Jadi sekolah yang sudah melaksanakan PTM (Pertemuan Tatap Muka), yang nanti diutamakan terlebih dahulu,” terang dia. Karena itu, Febri berharap, pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun bisa berlangsung sesuai target dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

Yakni, vaksin dosis pertama tersebut, ditargetkan akan selesai pada dua minggu mendatang. “Untuk vaksin dosis dua disesuaikan dengan aturan pelaksanaan vaksin. Harapannya, bisa sesuai dengan target, sambil menunggu SKB 4 menteri, untuk bisa melaksanakan PTM 100 persen,” pungkasnya. (ko)