Wagub Emil Minta Prodi Perbankan Syariah Ikuti Perkembangan Keuangan & Fintech

0

Mojokerto, (pawartajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur/Jatim Emil Elestianto Dardak, meminta Program Pendidikan/Prodi Perbankan Syariah untuk selalu mengikuti perkembangan keuangan termasuk financial technology (Fintech). Menurutnya, mengikuti perkembangan dunia keuangan adalah hal penting yang harus dilakukan oleh semua orang yang fokus pada bidang tersebut, termasuk para mahasiswa yang mengambil Prodi Perbankan Syariah.

“Terkait dengan tema yang diangkat saya pikir ini tema yang sangat baik karena dalam mengembangkan Prodi Perbankan Syariah harus selalu up to date dengan perkembangan terkini di keuangan termasuk perkembangan fintech,” kata Wagub Emil Dardak, saat menjadi pemateri pada Seminar Islamic Banking Fastival & Seminar yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah Institut Pesantren KH. Abdul Chalim, Pacet, Kab. Mojokerto, Minggu (7/11) pagi.

Wagub Emil mengatakan, ketika para mahasiswa dan milenial mengikuti perkembangan dunia keuangan dan fintech, diharapkan mampu memberikan pemahaman yang baik dan lebih kepada masyarakat luas.

Karena saat ini, lanjut Emil Dardak, tengah marak platform kredit atau pinjaman online (pinjol) yang beredar bebas di masyarakat. “Hari ini akan memberikan sebuah perspektif yang baru mengenai apa yang terjadi akhir-akhir ini banyak yang ketukar mengenai fintech. Orang pikir fintech itu hanya pinjol,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kebanyakan platform pinjol ini menawarkan kemudahan dalam mengajukan pinjaman. Namun di sisi lain, pinjol ini bunganya sangat tinggi dan selalu menggunakan ancaman yang meneror penggunanya. “Orang pikir fintech itu mirip dengan rentenir online,” imbuhnya.

Emil mengungkapkan, fintech lebih dekat dengan perbankan syariah. Karena mampu mendekatkan apa yang dimiliki pemodal dan apa yang menjadi kebutuhan pengusaha atau orang yang membutuhkan bantuan modal.

Dalam fintech, pemodal akan mengetahui kemana uang atau modal yang diberikan akan disalurkan. Hanya saja diperlukan akad yang lebih jelas. “Nah, ini kan prinsip-prinsip keterbukaan, ini yang seharusnya membawa efisiensi bukan malah menambah beban bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap, agar para akademisi dan mahasiswa di Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto ikut ambil bagian dan berkontribusi terhadap perkembangan perbankan syariah di Jawa Timur dan Indonesia.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pemahaman terkait perbankan syariah ataupun fintech kepada masyarakat. “Nah, ini yang mudah-mudah bisa diwujudkan oleh Insan di Institut Kyai Haji Abdul Halim ini untuk kemudian bisa mendorong solusi dan inovasi, terobosan berbasis digital dalam mendorong perbankan syariah,” harapnya.

Emil yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini mengapresiasi berdirinya program studi perbankan syariah di Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto. Sehingga akan lebih banyak lagi orang-orang yang paham perbankan syariah yang juga update terhadap perkembangan perekonomian.

“Harapan kita tentunya semakin banyak sumber daya manusia yang melek perbankan syariah dan kemudian mampu menjawab juga realita yang baru-baru ini berkembang dalam hal digitalisasi, landscape perekonomian yang baru, sehingga perbankan syariah akan semakin berkembang didorong dari SDM-nya,” pungkasnya. (dra)

Bupati Gus Muhdlor, Instruksikan Jajarannya Turun Kebawah Lihat Sungai yang Dipenuhi Sampah

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Kondisi sungai atau kali di Sidoarjo saat ini banyak yang mengalami pendangkalan karena disebabkan banyak warga yang membuang sampah rumah tangga di kali. Selain itu, karena kurangnya pengawasan dan kesadaran masyarakat sendiri masih lemah.

Penegasan itu, dikemukakan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, saat memberi intsruksikan kepada jajarannya untuk sigap turun kebawah melihat kondisi sungai yang banyak dipenuhi sampah Minggu (7/11).

Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan/DLHK, Dinas PU BM Sumber Daya Air, Camat dan Kepala Desa/Lurah diminta bahu membahu atasi permasalan sampah. Tak terkecuali tokoh masyarakat serta relawan juga ikut digerakkan bersih – bersih sampah, salah satunya dengan melakukan kerja Bhakti.

Karena, menurut Bupati Gus Muhdlor, sampah sudah menjadi permasalahan bersama. Saat ini memasuki musim penghujan Gus Muhdlor mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah disungai.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Gus Muhdlor, usai menyerahkan Sembako kepada masyarakat Desa Kedensari Kecamatan Tanggulangin di Taman Budaya Tanggulangin, Minggu, (7/11). Ia mengatakan, Sidoarjo selalu dipantau Gubernur Jawa Timur/Jatim.

Sungai-sungai yang ada di Sidoarjo banyak yang dangkal. Salah satu penyebabnya adalah sampah. Pelakunya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu dirinya meminta mulai saat ini masyarakat harus peduli dengan lingkungannya.

Tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi memasuki musim penghujan saat ini. Banjir akan terjadi bila sampah dipenuhi sungai. “Sidoarjo itu daerah yang oleh gubernur selalu dipantau dari atas naik helikopter, itu sungainya dangkal semua, pelakunya ya kita-kita semua, ada yang membuang sampah disungai,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Gus Muhdlor, masyarakat diminta ikut peduli dengan keberadaan sungai. Jangan sampai sungai yang semestinya menjadi tempat penampungan air beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Apalagi sengaja menutup sungai untuk dijadikan rumah.

Selian itu, Gus Muhdlor, juga meminta masyarakat untuk memperhatikan saluran got yang ada didepan rumahnya. Diharapkan ada pengerukan saluran got dimasing-masing rumahnya. “Pak Camat Kludan itu sungainya hilang semua, sungainya jadi rumah,” ucapnya kepada Camat Tanggulangin Sabino Mariano, yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Gus Muhdlor, meminta desa dapat membuat anggaran terkait penanganan sampah. Menurutnya masalah sampah merupakan masalah bersama. Mulai dari pemerintah kabupaten sampai pemerintah desa dan masyarakat itu sendiri.

Tanpa dukungan masyarakat, penanganan sampah tidak dapat dilakukan. Oleh karenanya masyarakat diharapkan ikut peduli. Seperti dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Saya harapkan besok dari pak Kades juga menganggarkan penanganan sampah didesanya,” pintanya. (no)

Bantuan Rp 10 Miliar untuk Infrastruktur Kawasan Pesisir Puger Jember

0

Jember, (pawartajatim.com) – Sebagai upaya membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi khususnya di kawasan pesisir, Gubernur Jawa Timur/Jatim Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Pantai Puger Kabupaten Jember, Jumat (5/11).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan vaksinasi yang menyediakan lebih dari 500 dosis vaksin Sinovac bagi masyarakat pesisir dan nelayan di kawasan Puger. Selanjutnya, sebagai agenda tahunan, mantan Menteri Sosial RI tersebut juga mengikuti kegiatan ‘Beach Clean Up’ atau bersih-bersih pantai yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Kadiskanla) Jatim Diah Wahyu Ermawati, Kadishub Sunyono, Bupati Jember Hendy Siswanto, Wakil Bupati Jember Balya Firjaun Barlaman, Dandim 0824/Jember, Letkol Inf La Ode M Nurdin, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, Warek Jember Prof. Bambang Kuswandi, beberapa Kepala OPD dilingkup Pemprov Jatim serta jajaran Forpimda Kabupaten Jember.

Mengambil tema ‘Masyarakat Pesisir Berdaya, Sehat dan Bangkit’, Gubernur Khofifah menyampaikan, kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan upaya yang digalakkan oleh Pemprov Jatim untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan khususnya keversihan pantai dan pesisir.

“Untuk itu kami sangat mengharapkan sinergitas antar semua instansi baik Pemkab Jember, Pemprov Jatim hingga Pemerintah Pusat dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pelabuhan perikanan Puger. Peran aktif masyarakat menjadi hal sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pesan Khofifah.

Selain itu, pada kunjungan kerja tersebut, Gubernur Khofifah, menyerahkan bantuan hibah peralatan untuk melaut dan budidaya, serta mengolah hasil perikanan bagi masyarakat pesisir di wilayah Pantai Puger Jember.

Hibah tersebut antara lain 200 paket sembako secara simbolis dan upah harian petugas kebersihan untuk 60 orang selama dua hari, masing-masing Rp.300.000, yang diberikan secara simbolis kepada 5 orang.

Selain itu beberapa bantuan hibah alat juga diberikan, antara lain Grill Net 82 unit kepada KUB Akar Laut, Trammel Net sebanyak 64 unit kepada KUB Jaring Sutra, alat pengolahan Ikan kepada 2 kelompok yaitu Poklahsar Ekonomi Puger Bahri dan Poklahsar Ar-rohmah.

Selain itu bantuan Hibah budidaya Udang juga diberikan kepada Pokdakan Ulam Makmur, serta hibah bahan praktek dan percontohan Budidaya Air Tawar melalui Bimtek budidaya ikan air tawar kepada 29 kelompok, yang diberikan secara simbolis.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah, mengatakan, Pemprov Jatim akan memberikan support dalam bentuk bantuan  keuangan (BK) guna tambahan infrastruktur di kawasan Puger Jember.

Hal tersebut senada dengan permintaan Bupati Jember, agar disediakan docking kapal serta breakwater  bagi kebutuhan para nelayan agar tidak khawatir terhadap pasang surut air laut.

“Hari ini saya minta Pak Bupati Jember untuk menyampaikan proposal  RAB untuk  pengembangan infrastruktur kawasan Puger, bantuan sebesar Rp 10 Miliar, untuk mendirikan Docking Kapal dan tambahan break water. Saya minta segera koordinasikan dengan Kadishub dan  Kadiskanla bersama dengan tim teknis dari Bupati Jember,” ujar Khofifah.

Disisi lain, Khofifah menambahkan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, sektor yang tidak mengalami kontraksi ialah sektor pertanian dan perikanan. Khofifah berharap, kegiatan pembersihan sampah di pesisir laut tersebut tidak hanya dilakukan pada saat tertentu saja, melainkan menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh masyarakat Puger dan umumnya Jatim.

“Potensi ini akan bisa menjadi tumbuh kembang, karena bisa menjadi destinasi yang indah di kawasan Puger ini,” pungkas Khofifah. Ia menyampaikan, kegiatan ‘Beach Clean Up’ tersebut sekaligus merupakan upaya pemberdayaan masyarakat, dimana para peserta mendapatkan upah sebesar Rp.150.000,00 untuk setiap orang per harinya selama dua hari.

Senada yang disampaikan Gubernur Khofifah, Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jatim kepada masyarakat khususnya di wilayah Puger.

Dia menambahkan, kebutuhan akan Docking Kapal bagi nelayan Puger menjadi hal terpenting. Menurutnya, saat ini kondisi nelayan yang memiliki kapal,apabila air laut pasang haruslah menarik kapal tersebut ke daratan.

“Kami berharap dengan adanya tempat kapal bersandar (docking kapal), kualitas ikan juga menjadi lebih baik karena tidak harus menyentuh tanah melainkan bisa langsung ke dermaganya,” kata Hendy.

Dikesempatan yang sama Kadiskanla Jatim, Diah Wahyu Ermawati juga mengatakan, pihaknya akan terus berupaya, berinivasi serta bersinergi dalam sektor kelautan dan perikanan serta berkomitmen terhadap pengelolaan nol hingga 12 mil laut wilayah Jatim termasuk didalamnya ialah wilayah pesisir.

“Program-program strategis telah kami susun dalam upaya pemanfaatan dan pemberdayaan sektor perikanan dan kelautan demi tercapainya masyarakat pesisir yang berdaya, sehat dan bangkit,” ujar Erna.

Selain ‘Beach Clean Up’, ada  beberapa program yang telah dicanangkan oleh Diskanla Jatim  antara lain ialah program revitalisasi pelabuhan perikanan, pemulihan sumbedaya ikan melalui ‘Underwater Restocking’, pemberian bantuan hibah alat penangkapan ikan, penguatan produksi budidaya laut serta peningkatan daya saing produk hasil olahan UMKM.

Dimana potensi kelautan dan perikanan Jatim besar, dengan memiliki luas laut mencapai 126.672 kilometer persegi, dengan melintasi 22 Kabupaten/Kota berpesisir dari  total panjang pantai sebanyak 3.498 kilometer.

Dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan Jatim didukung oleh sekitar 240.000 orang nelayan, 59.000 unit kapal penangkapan ikan, pembudidaya 276.000 orang, serta 288 unit pengolah ikan.

Dimana pada tahun 2020, sektor kelautan dan perikanan mampu menghasilkan produksi perikanan mampu menghasilkan produksi perikanan tangkap sebanyak 80.000 ton, dimana untuk sektor perikanan budidaya sebesar 1,2 juta ton. (dra)

Program SVIB di Medan Berakhir, 28.000 Dosis Vaksin Telah Warga Terima

0

Medan, (pawartajatim.com) – Selama dua bulan membuka layanan vaksinasi Covid-19 di Medan, Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit/SVIB telah memberikan 28 ribu dosis vaksin ke warga Medan dan Sumatera Utara pada umumnya.

Melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik dan Pemerintah Kota Medan, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) sebagai pelaksana dan inisiator program, berharap program SVIB ini bisa berkontribusi pada penanganan Covid-19 dan pencapaian vaksinasi di Medan dan Sumatera Utara secara umum menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Sumatera.

Layanan vaksinasi Covid-19 SVIB di RSUP H Adam Malik Medan dan beberapa Kecamatan resmi berakhir pada tanggal 5 November 2021. Penutupan acara SVIB dilaksanakan di Gedung Paviliun RSUP H Adam Malik Medan, Kamis (4/11).

Pada kesempatan tersebut, XL Axiata menyerahkan donasi 10 kursi roda dan 5 router XL Axiata beserta paket internet untuk keperluan RSUP H Adam Malik Medan. Penyerahan donasi langsung diserahkan Group Head West Region XL Axiata, Desy Sari Dewi dan Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih, kepada Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan & Penunjang RSUP H Adam Malik, DR. dr. Fajrinur, M.Ked (Paru), Sp.P (K).

Chief Corporate Affair Officer XL Axiata, Marwan O. Baasir, mengatakan, XL Axiata mengucapkan terima kasih kepada warga Kota Medan dan sekitarnya atas antusias yang sangat tinggi untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksin Indonesia Bangkit di RSUP H Adam Malik dan beberapa Kecamatan di Medan.

Dalam satu hari, maksimal kami bisa melakukan penyuntikan kepada 700 warga, dan kuota untuk satu hari selalu habis. Penyelenggaraan program ini merupakan wujud komitmen kami selaku pelaku bisnis untuk mendukung pemerintah dalam mendorong percepatan pelaksanaan program vaksinasi covid-19 bagi masyarakat Indonesia.

‘’Kami sangat menyadari penyelesaian persoalan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendirian, namun harus dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan kompetensi masing-masing dengan semangat kolaboratif,” katanya.

Marwan menambahkan XL Axiata juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Pemerintah Kota Medan (Pemko Medan), RSUP H Adam Malik, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) dan mitra lainnya.

Dengan program SVIB ini, berarti semakin banyak masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, sehingga mereka bisa lebih terlindungi dan bisa beraktivitas kembali seperti semula, dan bisa mendorong pemulihan ekonomi.

Direktur Utama/Dirut Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (Dirut RSUP HAM), dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K), mengucapkan terima kasih kepada XL Axiata atas kepercayaan, partisipasi dan kerjasamanya bersama RSUP H Adam Malik melaksanakan Sentra Vaksin Indonesia Bangkit.

Vaksinasi telah dilakukan sejak 8 September, dimana setiap hari bisa dilakukan suntikan vaksin kepada 500 warga. Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit ini telah membantu pemerintah untuk mencapai sasaran percepatan vaksinasi Covid-19.

Pelaksanaan program vaksinasi yang diinisiasi oleh PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) ini berlangsung di RSUP H Adam Malik dan di Kecamatan Medan Selayang, Medan Johor, Medan Sunggal, dan Medan Tembung.

Terkait dukungan penanganan Covid-19, XL Axiata sejak awal pandemi tahun lalu juga telah  memberikan donasi ratusan ribu unit APD untuk petugas medis di berbagai daerah, termasuk total lebih dari Rp 150 miliar dalam berbagai bentuk mulai dana tunai hingga dukungan sarana telekomunikasi bagi masyarakat dan instansi terkait serta penguatan jaringan telekomunikasi secara khusus di sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di seluruh Indonesia. (bw)

Aksi Sosial Karyawan XL, Dirikan Depo Air Isi Ulang dan Bedah Rumah

0

Tuban, (pawartajatim.com) – Operator telekomunikasi tidak hanya mencari keuntungan semata. Tetapi, juga peduli terhadap lingkungan. Seperti yang dilakukan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) ini. Operator yang dikenal dengan sebutan si-biru ini merampungkan sekaligus meresmikan program yang diinisiasi Majelis Taklim XL Axiata (MTXL) yaitu bedah rumah di Kabupaten Tuban dan depo air isi ulang di Kabupaten Pamekasan.

Peresmian dua program ini termasuk dalam program “XL Axiata Baik” sebagai bagian perayaan HUT ke-25 perusahaan. Selain itu, XL Axiata juga memberikan donasi router, akses internet gratis selama satu tahun dan donasi laptop/gadget layak pakai kepada Pondok Pesantren sekaligus memberikan pembelajaran literasi digital kepada para santri,  sebagai bagian dari implementasi komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital

Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto, mengatakan, sebagai bagian keluarga besar XL Axiata sangat bersyukur dengan telah selesainya renovasi bedah rumah di Kabupaten Tuban dan depo air isi ulang di Kabupaten Pamekasan.

Program donasi dan pembukaan lapangan kerja bagi yang membutuhkan telah dilakukan ataupun akan dilakukan kedepannya merupakan komitmen XL Axiata untuk terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat yang berkelanjutan melalui Program XL Axiata Baik.

‘’Tidak lupa saya juga menyampaikan terima kasih banyak atas kerja keras dan kerja ikhlas dari berbagai pihak sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik dan semoga bisa menjadi manfaat bagi para penerima bantuan,’’ kata Dodik, di Tuban Jumat (5/11),

Dodik Ariyanto menambahkan, manajemen XL Axiata mencoba menggalang dana dari karyawan untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan karyawan dalam kedua program ini secara sukarela mengerahkan tenaga dan waktu dalam aksi sosial.

serta mengajarkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki kepada komunitas-komunitas masyarakat yang membutuhkan. Program bedah rumah ini berlokasi di Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur/Jatim.

Sebuah rumah berukuran 7,5 meter x 5 meter yang dihuni seorang lansia yang sudah kurang layak huni dipugar dan dibangun lagi menjadi layak huni serta dilengkapi peralatan rumah tangga seperti tempat tidur, lemari, kursi dan kompor.

Selain membangun kembali rumah tersebut, MTXL Axiata juga memberikan donasi 100 paket sembako kepada warga dhuafa sekitar bedah rumah. Penyaluran donasi paket sembako berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat agar penerima bantuan merupakan orang-orang yang memang membutuhkan.

Kepala Desa Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Yudi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada XL Axiata atas bantuan yang diberikan kepada salah satu warga kami.  Semoga dengan adanya program renovasi rumah ini dapat memberikan kebahagiaan bagi keluarga penerima.

Yaitu, Sadah dan juga masyarakat di sekitarnya yang selama ini juga ikut bergotong royong membantu menyediakan kebutuhan sehari-hari ibu Suwemi. Sadah sebagai pemilik lahan dan rumah yang direnovasi juga sangat bersyukur karena adanya bantuan dari XL Axiata, karena bisa membantu menyediakan rumah layak huni bagi ibu Suwemi.

‘’Semoga kegiatan-kegiatan yang baik seperti ini dapat diberikan kepada masyarakat lain yang membutuhkan,’’ ujarnya. Aksi sosial lain yang dilaksanakan di Kabupaten Tuban adalah kegiatan karyawan mengajar bagi para santri, donasi router, akses internet gratis selama satu tahun dan donasi laptop/gadget layak pakai dari karyawan kepada Pondok Pesantren Daarun Najaa di Desa Sukolilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, XL Axiata juga meresmikan depot air isi ulang di Desa Bandungan, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, sehingga membantu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar di Madura.

Pada saat acara peresmian XL Axiata memberikan promo kepada masyarakat sekitar berupa potongan harga selama 3 bulan pertama. Dana pembangunan renovasi bedah rumah, depot air isi ulang dan paket sembako ini sepenuhnya berasal dari dana Zakat, Infaq dan Sedekah karyawan XL Axiata yang dikelola oleh Majelis Taklim XL Axiata.

Dalam penyaluran kedua program ini, MTXL Axiata bekerjasama dengan Laznas Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Beberapa aktivitas CSR dalam XL Axiata Baik lain yang dilakukan karyawan selama tahun 2021, seperti donor darah konvalesen untuk penyitas Covid-19, relawan pada Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI, Depok, dan RSUP H  Adam Malik, Medan.

Selain itu juga edukasi dan donasi ke yayasan edukasi/non profit di berbagai daerah. Saat ini XL Axiata memiliki lebih dari 122 BTS 4G di area Kabupaten Tuban dan saat ini sudah mencapai sekitar 88 desa.

Untuk area Jatim ditopang lebih dari 19.000 BTS, termasuk lebih dari 8 ribu BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan XL Axiata terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. (bw)

Akhirnya Ditutup, Home Industri Pengolahan Limbah Ayam, yang Baunya Ganggu Masyarakat

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pertemuan yang dipimpin Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, Jum’at (5/11) terkait konflik antara warga dengan pemilik usaha home industri tepung yang diproduksi dari limbah ayam akhirnya menemui titik terang. Diketahui, usaha pengolahan limbah bulu ayam yang dijadikan tepung itu ternyata melanggar sejumlah aturan.

Dari hasil pertemuan, akhirnya Bupati Gus Muhdlor, memutuskan menutup pabrik yang telah lama meresahkan warga sekitar karena bau busuk yang menyengat. Pemilik usaha, Umindah Marji, tidak  bisa mengelak dan akhirnya menghentikan produksi dan menutup industri tepungnya.

Selain telah menyalahi perizinan, selama ini keberadaan usaha ini dinilai telah mencemarkan polusi bau yang meresahkan warga sekitarnya. Proses mediasi yang berlangsung di Kantor Balai Desa Kletek itu selain dihadiri Bupati Sidoarjo disaksikan Asisten 1 M Ainur Rahman, Kadis DLHK M Bahrul Amig, Kadis PU BM SDA Sigit Setyawan, Kasat Pol PP Wiwid Widyantoro, Kabag Hukum, Camat Taman, Forkopimka dan Tokoh Masyarakat setempat.

Bupati Gus Muhdlor, mengingatkan kepada warga Sidoarjo supaya secepatnya mengutarakan setiap masalah tentang kebijakan Pemerintah agar masyarakat segera mendapatkan solusi.

“Cerita ini sudah lama dari 2017, aduan dari masyarakat masuk ke pemkab. Karena itu Pemkab hadir,  Wabup juga sudah hadir, sekarang Bupati hadir disini ingin menuntaskan masalah ini secepatnya,” kata Bupati Gus Muhdlor mengawali forum.

Atas dasar Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 103 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Izin Mendirikan Bangunan, dari hasil verfikasi diketahui beberapa izin persyaratan tidak kunjung dipenuhi pemilik usaha.

Aktivitas usaha dinilai melangar beberapa pasal, khususnya pasal 11. “Memutuskan menghentikan usaha sampai izin diterbitkan mulai 5 november 2021, Kalau tidak ada izin, tidak boleh dan masyarakat wajib mengawasi. Ada kalanya cuma pindah tempat, tapi kalau kelihatan baunya meskipun sedikit selama kegiatannya tidak ada izinnya masyarakat harus lapor,” tegas Gus Muhdlor.

“Seperti solusi yang terjadi dalam diskusi ini, bahwa usaha limbah bulu ayam ini wajib dihentikan. Karena tidak ada izin mendirikan bangunan (IMB), izin lingkungan (AMDAL atau UKL-UPL), dan izin dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara/SKPU,” tambahnya.

Keberatan warga dengan keberadaan industri pengolahan bulu ayam itu sebenarnya sudah terjadi tahun 2017. Saat itu warga sudah melaporkan kepada pemkab Sidoarjo. Namun warga tidak belihat ada perubahan dari sistem pengolahannya, akibatnya yang terkena dampaknya dari polusi bau adalah warga sekitar.

“Waktu 2017 itu, waktu ke lingkungan hidup itu tindak lanjutnya tidak ada, kita tindak lanjuti sampai ke Perindustrian, sampai ke macem-macem. Dan terakhir adalah Wakil Bupati yang kemarin, waktu itu dijanjikan diberi peringatan 2 minggu selesai untuk menyelesaikan bau, tapi buktinya sampai kemarin masih ada,” keluh Asmuni Warga Kletek yang selama ini menerima imbasnya dari bau yang ditimbulkan.

Sementara itu, Umindah Marji, mengakui jika tanah yang ditempati untuk usaha pengolahan limbah ayam itu tidak bersertifikat. “Sertifikat saya tidak ada, cuma saya bayar PBB sejak 2005 itu diterima,” ujar Marji. (no)

Wakil Rakyat ini Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Politisi Sidoarjo asal Partai Gerindra Mimik Idayana, memang dikenal sebagai wakil rakyat yang berjiwa sosial tinggi. Setiap mendengar keluh kesah warganya, selalu diaksi turun ke lapangan sekaligus menyalurkan bantuan secara pribadi.

Tak hanya di Sidoarjo, Mimik Idayana, juga menyalurkan bantuan pada para korban bencana alam, seperti banjir bandang yang menerjang kota Batu dan Malang. Jumat 4 Nov 2021, belum genap 24 jam kejadian banjir bandang, dirinya melalui Tim Kesehatan dan Relawan Rahmat Centre menerjunkan bantuan berupa sembako yakni betas, mie instant, pampers bayi dan Belita, vitamin, susu, serta snack bagi korban yang mengungsi di rumah-rumah penduduk.

Sebanyak dua armada Ambulance sengaja diterjunkan ke lapangan mendekat pada korban banjir di Desa Bulukerto Bumiaji Batu serta Kecamatan Lowokwaru kota Malang,  Didampingi petugas Dinas Sosial sekaligus Tim Tagana divisi permakanan, Tim Relawan Rahmat Centre menggali Kebutuhan mendesak bagi warga korban banjir bandang.

Tak cukup hanya dropping sembako di Dapur Umum, Mimik juga membagi pampers, snack dan susu pada para pengungsi yang memiliki anak-anak bayi Balita. Vitamin pun tak lupa diberikan bagi para orang tua serta Relawan yang membantu pembersihan efek banjir bandang.

Istri Anggota DPR RI Rahmat Muhajirin SH kepada para wartawan mengatakan jika bantuan ini diberikan karena trenyuh melihat para korban disaat Pandemi yang masih belum pulih sepenuhnya.

“Setelah melihat laporan teman-teman relawan di lapangan, hati saya tergerak untuk berbuat meski sebatas pada kebutuhan sembako. Semoga menjadi manfaat bagi para korban terdampak,” kata Mimik Idayana

Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Batu mendapat musibah banjir bandang pada Kamis (4/11). Banjir bandang menimpa desa Bulukerto Dan 8 desa lain di Kecamatan Bumiaji. Tercatat 10 rumah hanyut dan mengakibatkan aliran listrik PLN dan air PDAM terhenti. Jumlah korban pun masih Simpang siur hingga Jumat (5/11). (no)

Hujan Angin Terjang Pemukiman Warga di Desa dan Dusun

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Hujan bercampur angin yang terjadi Kamis (4/11) sore mengakibatkan pemukiman warga Desa Pepe dan Dusun Wagir Desa Kwangsan atap rumah porak poranda. Karena itu, Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., bersama Dinas Sosial, dan BPBD (Badan Nasional Penanggunan Bencana Daerah) Sidoarjo,meninjau lokasi bencana puting beliung yang menerjang 28 pemukiman warga Dusun Wagir Desa Kwangsan dan Desa Pepe Kecamatan Sedati, Jumat (5/11)pagi.

Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Warga yang rumahnya diterjang puting beliung mendapatkan santunan dan mengganti atap rumah warga yang rusak dengan asbes.  Adanya perubahan iklim ini, pemerintah kabupaten Sidoarjo.

Baik TNI-POLRI dan BPBD sudah melakukan persiapan dalam rangka menghadapi adanya bencana yang menimpa rumah warga, contohnya yang terjadi pada saat ini. “Karena ini adalah perubahan musim, kita sudah antisipasi, kapan hari kita sudah apel bersama Kapolres mempersiapkan langkah guna antisipasi perubahan musim,” kata Subandi.

Tak hanya BPBD Sidoarjo, Dinas Sosial, Polres Sidoarjo, sinergi antisipasi perubahan musim juga ada di jajaran stakeholder kecamatan dan desa. Seperti Pengurus Kecamatan, Pemerintah Desa, dan Amil diminta Wakil Bupati Sidoarjo untuk juga turut membantu.

“Mulai dari Kepala Desa, mulai Camat dan Amil, sampai jajaran Kepolisian semuanya bersama-sama untuk menyelesaikan tugas masing-masing,” tambah Subandi. Ia berpesan, supaya selalu mengedepankan kerja sama antar institusi negara guna mengantisipasi dan menanggulangi masalah-masalah yang ada, khususnya tentang bencana. (no)

FB Bagikan Tips, Hindari Misinformasi Covid-19

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Facebook bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, tokoh agama, dan kreator konten bagikan tips untuk hindari misinformasi Covid-19 Rabu di Surabaya (3/11). Facebook berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tokoh lintas agama, dan kreator konten di Surabaya, menggelar roadshow virtual #TahanDulu.

Roadshow di Surabaya ini merupakan episode keempat, yang sebelumnya sukses digelar di Jakarta, Pontianak, dan Medan. Dipandu kreator asal Madura Ferdiansyah Aliffurahman (@MiripFerdy), yang dikenal lewat konten videonya yang kerap menyuarakan aspirasi masyarakat, berbagi video inspiratif dan juga jenaka, bincang-bincang ini hadir untuk mengajak masyarakat Surabaya, Madura dan Jawa Timur pada umumnya, untuk berpikir kembali dan memeriksa kebenaran sebuah informasi, terutama yang terkait Covid-19, sebelum membagikannya ke orang lain.

Sejak awal pandemi, Facebook telah secara proaktif memerangi misinformasi Covid-19 dan menghubungkan orang-orang dengan informasi yang akurat dari sumber tepercaya termasuk otoritas kesehatan.

Memberikan konteks yang tepat adalah salah satu cara kami untuk mengatasi misinformasi, dan inilah tujuan utama dari kampanye #TahanDulu, yaitu mengingatkan orang-orang di Indonesia untuk membuat keputusan yang tepat tentang apa yang ingin mereka baca dan bagikan secara online sehingga semua orang dapat turut ambil bagian untuk bersama-sama melawan Covid-19,” ujar Rahimah Abdulrahim, Director Public Policy (SEA Established Countries), Meta.

Pada roadshow virtual episode keempat ini, Ferdiansyah, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ferdy, akan berbincang dengan perwakilan dari Kominfo, Facebook, serta dua tokoh lintas agama Habib Husein Ja’far Al Hadar dan Pendeta Yerry Pattinasarany.

Obrolan santai dan seru khas Ferdy akan memberikan wawasan baru bagi warga di Jawa Timur mengenai kompleksitas misinformasi yang beredar di masyarakat, serta bagaimana pandangan agama terhadap hoaks yang sangat membahayakan masyarakat.

Tak ketinggalan, para pembicara akan memberikan tips agar terhindar dari hoaks. Sesi diskusi yang bertajuk “#TahanDulu. Dia berharap melalui roadshow virtual keempat #TahanDulu ini, masyarakat di Surabaya, Madura, dan Jawa Timur secara umum akan semakin memahami bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari misinformasi dan dapat berpikir ulang serta memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima sebelum dibagikan di media sosial.

‘’Kami percaya, kolaborasi dan peran serta dari seluruh masyarakat menjadi kunci untuk meredam peredaran misinformasi, khususnya yang terkait Covid-19, dan mempercepat langkah kita untuk keluar dari pandemi ini,” ujar Rahimah. (bw)

Seribu Warga Desa Tanggulangin Divaksin

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Akselerasi vaksinasi Covid-19 menyasar pedesaan terus dilakukan Polresta Sidoarjo dan jajaran. Melalui vaksinasi keliling pedesaan, Kapolresta Sidoarjo berharap pihaknya terus masifkan vaksinasi untuk terbentuknya herd immunity bagi masyarakat.

Kali ini, pelaksanaan vaksinasi pedesaan di wilayah Kecamatan Tanggulangin didatangi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, Kamis (4/11). Sejak pagi dimulainya vaksinasi 1.000 dosis, mengundang animo masyarakat untuk mendapatkan suntikan vaksin Sinovac tahap pertama maupun kedua begitu tinggi.

“Gerak vaksinasi kami terus menyasar wilayah pedesaan. Tujuannya untuk dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya bagi para lansia agar lebih mudah mendapatkan vaksinasi,” ujar Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.

Capaian vaksinasi di wilayah Kabupaten Sidoarjo menurutnya juga terus meningkat. Vaksinasi dosis pertama sudah melebihi target 70 persen, yakni sekarang 76 persen. Vaksinasi dosis kedua 54 persen, disusul vaksinasi bagi lansia sudah 55 persen lebih.

“Program vaksinasi keliling pedesaan yang kami gagas, terbukti efektif karena semakin banyak lansia yang antusias vaksin. Upaya akselerasi vaksinasi akan terus kami genjot hingga sampai 100 persen, termasuk akan membuat posko siaga vaksinasi 24 jam lagi,” imbuhnya.

Adanya vaksinasi keliling pedesaan, salah satu di wilayah Tanggulangin, dirasakan bermanfaat dan berikan kemudahan bagi masyarakat. Seperti diutarakan Nova Amaliah, warga Ketegan, Tanggulangin.

“Tidak perlu lama-lama antri, cepat dan prosesnya mudah mendatangi layanan vaksinasi pedesaan Polresta Sidoarjo,” ucapnya. Sama halnya yang disampaikan, Hidayanto, warga Kalitengah, Tanggulangin.

Dua hari kemarin dapat informasi dari Bhabinkamtibmas akan adanya vaksinasi, langsung ia bersemangat untuk mendatangi lokasi vaksinasi pedesaan. “Alhamdulillah saya sudah disuntik vaksin pertama, semoga sehat dan terhindar dari Covid-19,” katanya. (no)