Ikuti Trend, Archipelago Gelar Lomba Barista

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Pasca pandemi covid-19 menurun, bisnis kuliner kembali merangkak naik. Setelah sekian lama mengalami pembatasan akibat adanya PPKM, kini masyarakat kembali menjalankan aktifitas secara new normal.

Termasuk kegiatan bertemu kelurga, kerabat, dan sahabat, sembari minum kopi hangat serta makanan kecil di kafe hotel, maupun di warung kopi pinggir jalan. Ya…., menikmati kopi sambil nongkrong, memang menimbulkan sensasi tersendiri.

Bahkan, pahitnya kopi bisa mendatangkan orang untuk mendekat, dari kenal, menjadi sahabat, dan dari sahabat menjadi seperti saudara. “Saudara se Kopi” begitu orang menyebutnya. Para Barista kopi berusaha untuk meracik kopi atau minuman kekinian lainnya seperti cappucino dengan kesungguhan hati.

Mereka tidak hanya memastikan rasanya, tetapi juga memasukkan unsur seni serta menjaga prosesnya secara sempurna. Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa waktu yang lalu, Archipelago, sebuah jaringan hospitality yang menaungi hotel berkelas dunia, menggelar lomba barista di Hotel Fave Sidoarjo.

Dan diikuti 12 hotel jaringannya di Jawa Timur seperti Fave Sidoarjo, Neo Waru, Alana Surabaya, Fave Rungkut, Quest Surabaya, Fave MEX, dan lain-lain. “Dengan Kompetisi ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan inovasi barista di lingkungan kami,” kata Direktur Food & Beverage Corporate Archipelago, I Made kepada pawartajatim.com

Terlihat dalam kompetisi yang bekerjasama sama dengan supplier Javabica ini, para barista bekerja penuh passion. Sehingga kombinasi bahan, warna , simetris dan seni terlihat terpadu dengan sempurna.

“Akan ada review dan evaluasi, dan perbaikan standar dalam SOP kami” jelas pria asal Bali ini. Dalam beberapa event, barista hotel pernah dikalahkan oleh barista cofffee independen. Hal ini juga menjadi salah satu agenda review.

Seperti diketahui, lomba ini merupakan yang kedua di Indonesia, sebelumnya digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur. (nn)

Pamekasan Kembangkan Kreativitas UMKM Berbasis Desa Tematik dan Konten Lokal

0

Pamekasan, (pawartajatim.com) – Menjelang dibukanya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Pamekasan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Pameran Dagang MTQ XXIX Provinsi Jatim di Lapangan Ex RSUD Pamekasan, Jl. Kesehatan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (3/11) sore.

Pembukaan yang juga dihadiri Bupati Pamekasan Badrut Tamam itu diikuti 55 stand pameran. Terdapat galeri batik, gerai kuliner, gerai camilan, mitra swasta, stan Baznas, handycraft, sovernir MTQ, Wira Usaha Baru (WUB) Pamekasan, serta beberapa instansi pemerintah.

Seusai membuka, orang nomor satu di Jatim tersebut menyempatkan diri untuk meninjau beberapa stand. Salah satunya yaitu stan Wira Usaha Baru (WUB) Pamekasan. Dalam stan itu Gubernur Khofifah membeli dan langsung mengenakan sepatu batik khas Pamekasan bernuansa hitam bermotif warna biru.

“Saya senang sekali dan bangga sudah pakai sepatu buatan wirausaha baru Pamekasan ini. Ada macam-macam desainnya. Dan juga beli contoh sandal-sandal yang cantik. Ini indah sekali, ada nuansa etnik, local wisdom dan nyaman dipakai,” kata Khofifah.

Sebagai informasi, Wira Usaha Baru (WUB) Pamekasan ini merupakan kumpulan wirausahawan baru yang dikembangkan Pemkab Pamekasan. Salah satu usahanya yaitu membuat sepatu batik seperti yang dikenakan gubernur perempuan pertama di Jatim. Selain itu juga ada sandal, tas, dan batik Khas Pamekasan.

Selain berkunjung stand WUB, Gubernur Khofifah berkesempatan mengunjungi galeri Batik Pamekasan “House Batik” dan “Nyi Leha Batik”, UMKM binaan Bank Jatim. Khofifah pun tertarik dan membeli batik tulis khas Pamekasan bernuansa hijau.

“Motif dan warnanya bagus. Semoga semakin banyak pasar yang bisa dijangkau ya mbak,” ucap Khofifah. Tak hanya stan batik, Ketua PP Muslimat NU itu juga meninjau stand Jamu Tradisional Madura “Hj. Sumiati”.

Didalam stand tersebut menjual varian jenis jamu seduh. Harganya variatif mulai Rp 7.000 hingga Rp 75.000. Khofifah, membeli jamu pegel linu dan langsung dikonsumsi di tempat. “Saya senang sekali ada produk jamu tradisional Madura yang masih dilestarikan dan masuk dalam pameran ini. Semoga Bapak dan Ibu selalu sehat dan makin menemukan pasar yang tepat,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, pemilik stand Jamu Tradisional Madura “Hj. Sumiati”, Heri mengatakan sangat senang dikunjungi Gubernur Khofifah. “Alhamdulillah, sangat gembira, paling tidak Ibu Gubernur tahu adanya produk budaya Madura yaitu Jamu Tradisional Madura.

Mudah-mudahan Ibu Gubernur menyampaikan ada produk jamu yang masih dilestarikan di Pamekasan ini,” jelas Heri. Seusai meninjau stand pameran, Khofifah menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Pamekasan beserta jajarannya yang telah  mengembangkan inovasi dan kreativitas UMKM berbasis Desa Tematik dan Konten Lokal.

“Jadi kita akan bisa menikmati kreativitas dan inovasi masing-masing daerah. Apalagi basisnya desa tematik. Untuk menyiapkan inovasi dan kreativitas berbasis kearifan lokal itu luar biasa. Itu sudah dilakukan di Pamekasan dan akan terus dikembangkan,” puji Khofifah.

Menurut dia, peran UMKM sangat penting bagi perekonomian di Jatim. Pasalnya, sektor UMKM merupakan backbone perekonomian di Jatim dengan memberikan sumbangsih PDRB sebesar 57,25 persen.

Oleh karena itu, Khofifah menegaskan, pameran dagang seperti ini sangat penting dilakukan untuk pemulihan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. Tak hanya sebagai showcase, tetapi juga show window yang dapat dikunjungi masyarakat setempat serta kunjungan virtual.

“Yang kita lakukan pada proses MTQ, mendapatkan penguatan dari Pemkab Pamekasan. Ada pameran dagang dalam rangkaian MTQ XXIX Jatim Tahun 2021 bisa menjadi bagian showcase dan show window produk-produk UMKM yang ada di Pamekasan. Mudah-mudah produk-produk ini akan menemukan marketnya lebih luas lagi,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Melihat begitu pentingnya UMKM di Jatim, Khofifah menyampaikan bahwa sebagai bentuk penguatannya terdapat kebutuhan untuk melakukan transformasi digital. Menurutnya, proses tersebut menjadi sebuah keniscayaan.

“Transformasi digital tak bisa diganti. Jack Ma mengatakan pada tahun 2030 UMKM di dunia 99 persen will be online, 85 persen will be e-commerce. Artinya 85 persen transaksi melalui e-commerce, 99 persen melalui online,” jelas Khofifah.

Khofifah kembali menyampaikan, Pemprov Jatim telah menyiapkan ekosistem transformasi digital. Salah satunya yaitu rumah kurasi yang digagas Bank Indonesia. Dengan rumah kurasi ini, maka bisa menjaga quality control sebuah produk.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Badrut Tamam menjelaskan, Pemkab Pamekasan saat ini sudah melatih setiap tahunnya sebanyak 10 orang per desa. Dari 10 orang per desa tersebut dilatih sesuai dengan potensi ekonomi dan keinginan yang ingin dilakukan pemuda di desa.

“Tahun kemarin ada 2.000 pemuda, tahun ini 2.000 pemuda kita latih. Setelah dilatih skemanya dibantu alat oleh CSR, kemudian dibantu modal dengan bunga 0 persen. Selanjutnya kita juga mencarikan pasar dengan dua market yaitu marketplace dan offline Wamira Mart,” jelas Bupati Badrut. “Cara ini yang kita lakukan untuk mendorong perekonomian masyarakat dari bawah,” tambahnya. (bw)

Jawa Timur, Kejar Target 34.000 Hektare Restorasi Mangrove

0

Bangkalan, (pawartajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Jatim terus mengejar target 34.000 hektare restorasi mangrove di seluruh wilayah pesisir Jatim. Percepatan pencapaian target tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global.

“Dampak pemanasan global dan perubahan iklim tidak sepele, karena tidak hanya merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat namun juga berdampak pada perekonomian masyarakat di seluruh dunia,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, disela-sela kegiatan ‘Nanem Tenjang’ di Kawasan Ekowisata Mangrove Sepulu di Kabupaten Bangkalan, Kamis (4/11).

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Kadis Kehutanan Jumadi, Kadis Lingkungan Hidup Ardo Sahak, Kadis Kanla Dyah Ermawati dan beberap OPD Pemkab Bangkalan serta relawan Mangrove lainnya.

Khofifah menyebut, perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, termasuk ekosistem wilayah pesisir.

“Ini (penanaman mangrove-red) adalah salah satu ikhtiar yang kita bisa lakukan untuk menahan laju perubahan iklim yang sangat cepat,” imbuhnya. Ia menerangkan, lokasi penanaman merupakan kawasan ekowisata yang menjadi area wisata edukasi dan konservasi ekosistem mangrove.

Restorasi ini, kata dia, juga menjadi salah satu cara untuk merevitalisasi kembali kawasan mangrove Jatim sebagai salah satu destinasi unggulan ekowisata dan eduwisata Jatim. Khofifah, memaparkan, pada 2020 lalu, telah dilakukan penanaman mangrove baru di Pulau Madura sebanyak 1.237.500 batang dengan luas area penanaman seluas 375 hektar.

Tahun 2021 ini, kata dia, kembali dilaksanakan penanaman mangrive seluas 104,49 hektare dengan bibit sebanyak 254.479 batang. Sehingga, luas kawasan yang telah ditanami mangrove di Pulau Madura pada tahun 2020 dan 2021 yakni seluas 479,94 hektare.

Sebelumnya, gerakan Nandur Mangrove telah dilaksanakan di Kab. Tuban, Kab. Gresik dan Kab. Banyuwangi. Ditargetkan, sebanyak 1.000 bibit pohon mangrove atau bakau jenis Rhizopora sp dan Avicennia sp, akan ditanam sebagai simbolis dari total 254.749 bibit yang akan disebar di wilayah seluas 104,49 hektare di seluruh Bangkalan.

“Program Nandur Mangrove ini akan secara masif dilakukan kedepannya. Terutama, bagi wilayah-wilayah yang telah terkonfirmasi siap tanam. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyadari bahwa kerelawanan, kerjasama dan kolaborasi sangat dibutuhkan dalam proses revegetasi dan rehabilitasi mangrove,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya mengapresiasi atas kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk tetap peduli ekosistem pantai dan pesisir. Utamanya, dengan melakukan rehabilitasi, revitalisasi dan revegetasi seluruh daya dukung alam dan daya dukung lingkungan.

“Ayo nandur mangrove, ayo bersihkan pantai kita, bersihkan laut kita,” ajaknya. Selain melakukan penanaman Tenjang atau Mangrove, dalam acara tersebut, juga diserahkan bantuan alat-alat pertanian kepada tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Dinas Kehutanan Prov. Jatim, yaitu KTH Sumber Jaya Sumenep, KTH Citra Lestari Pamekasan, KTH Sejahterah Desa Bangkalan.

Ketiganya menerima masing-masing alat-alat produktif pertanian seperti motor roda tiga, gergaji listrik, gergaji mesin hingga timbangan. Hal ini bertujuan sebagai penunjang pengembangan masing-masing kelompok kedepannya.

Sementara itu, penanaman Mangrove di kawasan Pulau Madura telah masif dilakukan sejak tahun lalu. Tercatat pada tahun 2020 telah dilakukan penanaman mangrove di Madura sebanyak 1.237.500 batang dengan total luas area penanaman seluas 375 hektare. Sehingga diharapkan hingga akhir tahun 2021 ini, total 479,49 hektare lahan di Madura akan ditanami mangrove. (bw)

Gencar, Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Sidoarjo

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal, terus gencar dilakukan pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika. Kali ini, sosialisasi diadakan di Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan di pendopo Balai Desa setempat, Kamis (3/11).

Kasie Perekonomian Pemerintah Kecamatan Krian, WiWik Srinis Purwatining, pada pembukaan acara sosialisasi ini menyampaikan kepada tamu undangan bahwa dari hasil sosialisasi ini masyarakat akan bertambah pengetahuannya apa yang seharusnya dilakukan jika menemui peredaran rokok ilegal.

Sebab, menurut dia, hasil dari bagi hasil cukai ini sudah dapat dirasakan masyarakat Sidoarjo termasuk warga Kecamatan Krian. Salah satunya dengan bangunan Taman Abirupa, yang pembangunannya dari bagi hasil cukai.

“Jadi kalau pembrantasan rokok illegal ini bisa diberantas sampai habis, akan bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Sidoarjo termasuk warga Krian,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sidoarjo, Kusdianto, mengatakan, dengan adanya peredaran rokok illegal ini sangat mempengaruhi dari penerimaan uang negara di bidang cukai.

Karena itu, nanti akan diberikan pemahaman kepada masyarakat. “Sehingga dapat diharapkan bisa mengurangi peredaran rokok illegal atau bahkan dapat dihindari,” kata dia. Pihaknya memberikan edukasi bagaimana mengenali ciri-ciri atau tanda-tanda atas rokok yang illegal.

Karena pada saat ini banyak rokok Ilegal yang menyerupai rokok yang legal. Bahkan sampai nama dan kemasannya pun hampir sama. Untuk itu, menurutnya, dengan adanya kegiatan ini masyarakat diberikan pengenalan akan ciri-ciri rokok illegal.

Jika menemui ciri ciri tersebut bisa memberitahukan kepada pihak yang berwenang jika mengetahui peredaran. “Kita harus hati-hati dan waspada dengan peradaran rokok illegal ini karena bisa menggangu kesehatan karena campuran dalam rokok illegal itu tidak ada ukuran dalam campurannya,” terangnya.

Kepala Sub Bagian SDA Kabupaten Sidoarjo, Sri Warso Yudono, menyampaikan, di tahun 2021 Sidoarjo mendapat DBHCHT Rp 1,8 miliar hanya punya perusahaan tidak ada petani rokok di Sidoarjo dan pembagian DBHCHT telah digunakan untuk pembangunan sentra kuliner, taman-taman, renovasi pusat kesehatan dan masih banyak lagi.

Selain itu, prioritas 2021 difokuskan untuk memberikan bantuan tambahan penghasilan kepada pegawai pabrik rokok dan satu-satunya hanya ada di Sidoarjo. Sementara itu, Yulafrean Dwiandianto, Pemeriksa Bea cukai Ahli Pertama, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Beacukai Tipe Madya, Pabean B Sidoarjo, menyampaikan materi tentang bagaimana mengenal ciri-ciri rokok illegal yang beredar dipasaran. agar masyarakat bisa membedakan yang yang lega dan illegal.

“Dan memberikan tindakan bagi pelanggar terhadap barang illegal yang beredar dengan tujuan untuk menyelamatkan penerimaan Negara berupa cukai,” ujar Yulafrean Dwiandianto. (no)

Kuliah Umum, Pusat Registrasi Resi Gudang Beri Wawasan Mahasiswa tentang SRG

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Kuliah Umum tentang Sistem Resi Gudang/SRG di Universitas Sebelas Maret Surakarta digelar PT Kliring Berjangka Indonesia/KBI Rabu (3/11). Kegiatan yang diikuti mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, merupakan bagian dari upaya KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang/RG untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat dari instrument resi Gudang/RG kepada masyarakat.

Direktur PT KBI, Agung Rihayanto, mengatakan, kegiatan edukasi kepada mahasiswa tentunya menjadi hal yang penting dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait RG.

Mahasiswa yang saat ini tengah menimba ilmu di perguruan tinggi, tentunya kedepan setelah lulus akan menjadi pelaku ekonomi masyarakat. Untuk itu, perlu pemahaman yang baik terkait RG.

Sehingga mampu menjadi ujung tombak dalam memasyarakatkan serta meningkatkan pemanfaatan resi gudang di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan KBI dengan adanya Kuliah Umum ini. Materi Kuliah umum tentang Sistem Resi Gudang/SRG ini merupakan sesuatu hal yang baru bagi mahasiswa,’’ kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Solo, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com, (Hons), Ph.D, Ak.

Menurut dia, SRG merupakan terobosan yang diharapkan dapat membantu petani serta kelompok tani maupun usaha kecil dan menengah, yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan terutama melalui pinjaman kredit.

‘’Dengan mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan KBI ini, kami harapkan dapat membuka wacana bagi para mahasiswa, sehingga nantinya dapat ikut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Widiastuti, yang turut hadir dalam kuliah umum ini mengatakan, Bappebti sangat mengapresiasi apa yang dilakukan KBI dengan memberikan edukasi dan sosialisasi terkait SRG kepada para mahasiswa, yang tentunya ini dalam upaya bersama untuk mendorong keberhasilan SRG.

Selain sosialisasi sebagai bentuk penyampaian informasi dan edukasi, keberhasilan RG dapat dirasakan apabila 5 faktor kunci keberhasilan dapat terpenuhi yaitu, kordinasi pemerintah pusat dan saerah, profesionalitas pengelola gudang, adanya kelengkapan dan dukungan lembaga, sarana prasarana serta infrastruktur,  adanya akses hulu sampai dengan hilir  dan pemilik komoditi yang mandiri.

Kedepan, kata dia, Bappebti akan terus mengajak para pemangku kepentingan dalam ekosisitem resi gudang, untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat resi gudang.

SRG sendiri, lanjut dia, merupakan kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan dan penyelesaian transaksi RG. Sedangkan RG, adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat Disimpan dalam SRG, komoditas yang dapat masuk ke SRG meliputi beras, gabah, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, pala, ikan, bawang merah, rotan, kopra, teh, rumput laut, gambir, timah, gula putih kristal, kedelai serta ayam karkas beku.

Data dari PT KBI sebagai Pusat Registrasi RG menyebutkan, sampai dengan kuartal III/2021, jumlah RG yang telah diregistrasi mencapai 481 RG, dari 10 komoditas dengan total volume 9,932 juta kg.

Sedangkan dari sisi pembiayaan, sampai dengan kuartal III/2021, tercatat pembiayaan RG sebesar Rp 215,1 miliar. Agung Rihayanto, menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan SRG.

Tantangannya adalah bagaimana memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat instrumen ini. Selain edukasi kepada para petani dan pemilik komoditas, kami juga melakukan sosialiasi dan edukasi kepada para mahasiswa yang kami jalankan melalui KBI E-ducentre dengan program KBI Goes to Campus.

‘’Kedepan, rencananya kami akan terus menjalankan program ini ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia,’’ kata Agus. KBI sebagai Pusat Registrasi RG akan terus mengajak semua pemangku kepentingan untuk turut serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Untuk itu, KBI melalui KBI E-ducentre tengah menyusun berbagai materi yang kedepan bisa dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk dimasukkan dalam mata kuliah bagi mahasiswa, khususnya terkait SRG yang menjadi bagian dari pengetahuan tentang Supply Chain.

‘’Selain itu, KBI educentre juga akan membuka kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, untuk bersama-sama melakukan riset-riset dalam rangka pengembangan resi Gudang,” ungkap Agung Rihayanto. (bw)

Bupati Gus Muhdlor Sidak ke TPA Jabon

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Dalam jangka pendek selain akan mengoperasionalkan Sanitary Landfile di TPA Jabon penanganan Sampah di Sidoarjo juga akan memperbanyak TPST Kawasan (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu). Selain itu, sampah yang ada di TPST dan TPA Jabon juga akan diolah menjadi Briket.

Hal itu disampaikan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) saat melakukan sidak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon Rabu, (3/11).  Penanganan sampah, menurut Gus Muhdlor, menjadi tanggung jawab bersama.

Mulai dari hulu sampai hilir harus bersama – sama memikirkan. “Permasalahan sampah ini menjadi tanggung jawab kita semua, kalau semua sampah yang dikirim ke TPA Jabon tanpa melalui pemilahan maka dipastikan tidak bisa menampung,” katanya.

Sampah yang dikirim ke TPA Jabon mencapai 400 – 500 ton per harinya. Oleh karena itu penanganan jangka pendek Bupati minta adanya pemilahan sampah sebelum dikirim ke TPA Jabon. “Jangka pendek kita memperbanyak TPST Kawasan. Tujuannya agar sampah yang dikirim ke TPA Jabon ini volumenya berkurang, dilakukan pemilahan terlebih dulu sebelum dikirim ke kesini,” jelasnya.

Penambahan TPST Kawasan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah di kawasan perkotaan, di Bluru Kecamatan Sidoarjo. “Pemanfaatan Sanitary Landfile saat belum bisa dilakukan karena masih ada satu peralatan yang belum siap,” tambahnya.

Bupati Gus Muhdlor, berencana akan melakukan inovasi pengolahan sampah dengan cara dijadikan briket atau bahan bakar Arang. Solusi ini masih dalam kajian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo.

“Kita sudah ada rencana sampah ini akan diolah menjadi bahan bakar Arang atua briket, ini masih dalam proses pembahasan,” jelas Gus Muhdlor. (no)

Pemkab Sidoarjo Tanggung Biaya Pengobatan, Fungki, Penderita Tumor

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Derita Fungki Sudrajat, warga Desa Bareng Krajan Kecamatan Krian akibat mengidap penyakit tumor dimatanya mendapat perhatian Pemkab Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi SH datang menjenguk pria berusia 28 tahun tersebut di kosannya, Rabu, (3/11).

Kedatangan orang nomor dua di Sidoarjo ini usai menjenguk Rasya Rizki Aisyah, warga Desa Tenggulunan Kecamatan Candi yang terbaring sakit Hidrosefalus. Wabup H Subandi, datang bersama Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Drs Ec Asrofi MM dan Wakil Ketua III Bidang Administrasi Umum, SDM, Perencanaan Keuangan dan Pelaporan Baznas Kabupaten Sidoarjo Drs H Ilhamuddin.

Selain memberi semangat, Wabup H. Subandi juga memberikan bantuan. Selain menyerahkan bantuan sembako dari Pemkab Sidoarjo, dirinya juga menyerahkan bantuan dari Baznas Sidoarjo serta memberikan bantuan uang dari sakunya pribadi.

“Semangat ya, Insha Allah sembuh, kita rombongan bersama Kadinkes, Dinas Sosial memberi support ke jenengan, Insha Allah waras ini,” ucapnya saat menjenguk Fungki. Wabup mengatakan, kondisi masyarakat seperti ini menjadi tanggung jawab bersama.

Pemerintah akan membantu warga yang mengalami kesulitan seperti ini. Seperti derita yang dialami Fungki Sudrajat, warga Desa Bareng Krajan Kecamatan Krian. Kesulitan ekonomi membuatnya terhalang untuk berobat.

Oleh karenanya dengan kehadiran pemerintah, upaya pengobatan dapat dilakukan. “Insha Allah ini nanti dikirim ke Rumah Sakit/RS dr Soetomo, mudah-mudahan dengan upaya dan ikhtiar kita bersama ada kesembuhan untuk beliaunya,” ucapnya usai menjenguk Fungki.

Wabup berpesan kepada keluarga penderita untuk terus berdoa bagi kesembuhan Fungki. Dimintanya juga untuk kuat dan sabar atas musibah penyakit seperti ini. Pemkab Sidoarjo akan berupaya bagi kesembuhan Fungki.

Biaya pengobatannya akan menjadi tanggungan Pemkab Sidoarjo. “Kita juga sampaikan kita harus berdoa dan kuat karena ini suatu musibah penyakit, harapan kita mudah-mudahan dari rumah sakit bisa sembuh dan hidup normal kembali,” pintanya. (no)

AHLI Jatim Gelar Seminar Penanganan Pengelolaan Limbah Akhir November

0

Surabaya, (pawartajatim.com) – Pengurus Associates of Hospitality Leaders Indonesia/AHLI Jawa Timur/Jatim, gerak cepat. Setelah melakukan serangkaian kegiatan hingga berkunjung ke Rumah Makan/RM Bebek Sinjai di Bangkalan, rencana menggelar seminar nasional akan digelar di minggu ketiga November ini.

Seminar edukasi dan solusi terkait penanganan pengelolaan limbah B3 ini akan mendatangkan pembicara yang handal, mulai pakar hukum, pengamat lingkungan serta lainnya. ‘’Pesertanya, dari hotel, restaurant, café, pengelola apartemen yang memang punya problem. Sehingga dengan ikut seminar ini akan menemukan solusi/jawaban,’’ kata Sekretaris DPD AHLI Jatim, Triandy Santya Wibowo, dalam rapat zoom yang digelar di Surabaya Rabu (3/11).

Pengurus DPD AHLI Jatim, yang ikut dalam zoom diantaranya, Kabid Even dan CSR, sekaligus coordinator acara seminar, Syanifar Pambudi, Yuliarto Dedi Prabowo, Bambang Wiliarto, Anggrahini Stephanie, Direktur Operasional PT Hijau Alam Nusantara, Hadi.

Menurut Triandy, seminar nasional ini harus digelar dan diharapkan dapat menjadi solusi berbagai persoalan yang dihadapi anggota. Diantaranya, masalah perizinan yang dialami hotel serta pengelolaan limbah B3 yang benar seharusnya bagaimana.

Sedangkan Direktur Operasional PT Hijau Alam Nusantara, Hadi, akan mendatangkan pembicara yang berkwalitas dalam seminar ini. Misalnya, praktisi hukum yang mumpuni serta lainnya. ‘Intinya, setelah ikut seminar ini peserta sudah tahu jawabannya terkait permasalahan yang dihadapi,’’ ujar Hadi. (bw)

Kapolresta Sidoarjo Berharap Segera Terbentuk Herd Immunity

0

Sidoarjo, (pawartajatim.com) – Akselerasi vaksinasi Covid-19 menyasar pedesaan terus dilakukan Polresta Sidoarjo dan jajaran. Kali ini, dengan menggandeng Ikatan Pencak Silat Indonesia/IPSI Sidoarjo, mengadakan vaksinasi sebanyak 1.500 dosis di Balai Desa Tropodo Waru, Rabu (3/11).

Sejak pagi dimulainya vaksinasi animo masyarakat untuk mendapatkan suntikan vaksin Sinovac tahap pertama maupun kedua begitu tinggi. Melihat besarnya minat masyarakat untuk vaksinasi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, berharap dapat segera membentuk herd immunity bagi masyarakat.

“Gerak vaksinasi kami terus menyasar wilayah pedesaan. Tujuannya untuk dapat menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya bagi para lansia agar lebih mudah mendapatkan vaksinasi,” ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro.

Capaian vaksinasi di wilayah Kabupaten Sidoarjo menurutnya juga terus meningkat. Vaksinasi dosis pertama sudah melebihi target 70 persen, yakni sekarang 75 persen. Vaksinasi dosis kedua 53 persen, disusul vaksinasi bagi lansia sudah 55 persen.

“Upaya akselerasi vaksinasi akan terus kami genjot hingga sampai 100 persen,” imbuhnya. Sementara itu, dari IPSI Sidoarjo Jaka Priwahono menjelaskan, pihaknya mendukung penuh kegiatan vaksinasi, termasuk bersama Polresta Sidoarjo.

Agar percepatan vaksinasi dalam rangka terbentuknya herd immunity dapat segera terwujud. “Selain melalui kegiatan vaksinasi, kami dari IPSI Sidoarjo terdiri dari berbagai perguruan silat siap bersinergi dengan Polresta Sidoarjo guna menciptakan kondusifitas kamtibmas Kabupaten Sidoarjo,” jelas Jaka Priwahono, sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi IPSI Sidoarjo. (no)

Indosat Ooredoo dan Cisco Kolaborasi Hadirkan Solusi Konektivitas Next-Generation

0

Jakarta, (pawartajatim.com) – Indosat Ooredoo, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berkolaborasi dalam pengembangan solusi konektivitas next-generation di semua jenis bisnis. Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat agenda digital Indonesia dengan menghadirkan manfaat dari solusi jaringan dan konektivitas yang unggul bagi semua jenis bisnis di berbagai industri.

Secara khusus, kolaborasi akan berfokus pada pengembangan teknologi dan solusi yang tepat dengan mengembangkan aplikasi yang memungkinkan sejumlah layanan baru untuk mencapai tujuan kerja sama strategis bagi transformasi digital.

Kemitraan ini seiring Indonesia menyambut lebih banyak peluncuran komersial layanan 5G di tanah air. Keahlian dan pemahaman yang mendalam dari Indosat Ooredoo terhadap pasar domestik, digabungkan dengan kepemimpinan global Cisco dalam jaringan dan teknologi 5G, akan menciptakan sinergi yang tepat untuk keduanya memainkan peran penting dalam mewujudkan visi jangka panjang Indonesia terkait prioritas transformasi ekonomi dan digital.

MoU ditandatangani Indosat Ooredoo dan Cisco di San Jose, California. Melalui MoU tersebut, Cisco akan bekerja sama dengan Indosat Ooredoo dalam melakukan transformasi arsitektur untuk membantu membuka potensi komersial dari solusi konektivitas yang aman dan agile untuk semua jenis bisnis.

Selain itu, kemitraan ini akan memperkuat jaringan seluler dan fiber optic Indosat Ooredoo untuk peluncuran komersial layanan 5G dan konektivitas berkecepatan tinggi yang lebih banyak ke depannya.

Penguatan jaringan ini akan memungkinkan Indosat Ooredoo menghadirkan berbagai kapabilitas, seperti layanan teknologi low-latency, managed Wi-Fi, dan managed SD-WAN, yang akan memberi keunggulan atas penawaran dan posisi perusahaan di era 5G ini.

Pihaknya antusias terhadap fase berikutnya dari evolusi kami, yang akan membuka jalan bagi inovasi yang masif dan melahirkan layanan generasi terbaru yang akan bermanfaat bagi perekonomian Indonesia.

Seiring bisnis perusahaan yang terus bertransformasi dan menggunakan solusi digital untuk penawaran mereka, kami bangga bermitra dengan Cisco untuk menghadirkan solusi konektivitas next-generation untuk semua jenis bisnis.

‘’Kami percaya kemitraan strategis ini akan berperan penting dalam mendukung Pemerintah mempercepat transformasi digital di Indonesia,” kata President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, di Jakarta Rabu (3/11).

Transisi ke 5G merupakan hal yang fundamental bagi visi Indosat Ooredoo, karena 5G merupakan fondasi bagi solusi masa depan, termasuk smart city, Internet-of-Things (IoT), dan layanan vertikal lainnya.

Virtualisasi dan otomatisasi jaringan akan memainkan peran penting dalam blueprint strategis penyedia layanan, menciptakan jaringan terukur yang mendukung lahirnya beragam layanan baru dengan cara yang paling cepat dan agile.

Saat ini orang, bisnis, pemerintah, dan komunitas mengandalkan kekuatan koneksi untuk menjaga dunia tetap berjalan. Internet telah berubah dari yang harus dimiliki menjadi komponen kehidupan yang krusial seiring dunia berjuang menghadapi pandemi selama 18 bulan terakhir.

Melihat masa depan pascapandemi, konektivitas akan memainkan peran yang lebih krusial dalam setiap aspek kehidupan kita. ‘’Kolaborasi kami dengan Indosat Ooredoo akan menggabungkan kapabilitas yang terbaik dari kedua perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur next-generation network yang didukung jaringan fiber optic software-defined routed, yang akan memberikan manfaat kelincahan layanan dan nilai tambah digital bagi perusahaan kecil, menengah, dan besar di era 5G,” ujar President Asia Pacific and Japan, Service Provider Business, Cisco Systems, Sanjay Kaul.

Kedua perusahaan juga akan mengembangkan use case yang mempercepat penggelaran konektivitas next-generation network dan layanan 5G di berbagai segmen pelanggan. Elemen kunci lainnya dari kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan 5G dalam mendukung komitmen Indosat Ooredoo menghadirkan pengalaman pelanggan yang aman dan terjamin di seluruh tanah air. (bw)